Info Kesehatan

healhty

Rabu, 11 April 2012

MAKALAH TENTANG AMBULANCE DESA


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  LATAR BELAKANG

Inti kegiatan Desa Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Maka dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah pendekatan edukatif, yaitu upaya mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran yang berupa proses pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Untuk menuju Desa Siaga perlu dikaji berbagai kegiatan bersumberdaya masyarakat yang ada (Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa, Dana Sehat, Desa Siap-Antar-Jaga, Ambulan Desa, dll).
Konsep Desa Siaga, dimana salah satu indikatornya adalah meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Awalnya program ini dalam suatu Desa Siaga akan dapat menggambarkan suatu masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi setempat, secara gotong royong. Namun, dalam kenyataannya, masih banyak kejadian kegawatdaruratan khususnya pada ibu dan anak yang mengalami keterlambatan penanganan disebabkan kurang tanggapnya dan kesiagaan masyrakat dibidang transportasi menuju sarana kesehatan sehingga angka kematian masih tinggi dimasyarakat. Salah satu upaya pencegahannya yaitu dengan program ambulan desa yang mampu membantu masyarakat dalam menanggulangi kegawat daruratan dan keselamatan ibu dan anak secara aman dan cepat.

1.2  RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian yang dijelaskan diatas, maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
Bagaimana Perencanaan Ambulan Desa agar dapat terlaksana dengan baik?
1.3  TUJUAN
1.3.1        Tujuan Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Perencanaan Ambulan Desa sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan.
1.3.2        Tujuan Khusus
-          Untuk mengidentifikasi pentingnya dan tujuan ambulan desa
-          Untuk mengidentifikasi unsur-unsur perencanaan ambulan desa




BAB II
LANDASAN TEORI

I.    Pengertian ambulan desa
a.       Ambulan desa adalah salah satu bentuk semangat gotong royong dan saling peduli sesama warga desa dalam sistem rujukan dari desa ke unit rujukan kesehatan yang berbentuk alat transportasi.
b.      Ambulan desa adalah suatu alat transportasi yang dapat digunakan untuk mengantarkan warga yang membutuhkan pertolongan dan perawatan di tempat pelayanan kesehatan.
Perencanaan Program Kesehatan
A. Terdiri dari 3 aspek:
1.      Hasil Rencana
2.      Perangkat
3.      Proses
B. Macam-macam:
1.      Jangka Panjang
2.      Jangka Menengah
3.      Jangka Pendek

C. Frekuensi Penggunaan
1.      1 kali
2.      Berulang kali

D. Ruang Lingkup:
1.      Rencana Strategik
2.      Rencana Taktis
3.      Rencana Menyeluruh
4.      Rencana Terpadu

II.  Unsur-unsur Rencana:
1.      Misi
2.      Rumusan Masalah
3.      Rumusan Tujuan Khusus dan Tujuan Umum
4.      Rumusan Kegiatan
5.      Asumsi Perencanaan
6.      Strategi Pendekatan
7.      Pokok Sasaran
8.      Waktu dan Biaya
9.      Organisasi dan Pelaksana
10.  Metode Penilaian Keberhasilan


2. Tujuan ambulan desa
  a.   Tujuan umum.
Mempercepat pelayanan kegawat daruratan masa1ah kesehatan, bencana serta kesiapsiagaan mengatasi masalah kesehatan yang terjadi atau mungkin terjadi dalam masyarakat.
  b.   Tujuan khusus.
Mempercepat penurunan AKI dan AKB karena hamil, nifas dan melahirkan.

3. Sasaran menjadi ambulan desa
Pihak-pihak yang berpengaruh terhadap perubahan prilaku individu dan keluarga yang dapat menciptakan iklim yang kondusif terhadap perubahan prilaku tersebut. Semua individu dan keluarga yang tanggap dan peduli terhadap permasalahan kesehatan dalam hal ini kesiapsiagaan memenuhi sarana transportasi sebagai ambulan desa.

4. Kriteria ambulan desa
a. Kendaraan yang bermesin yang sesuai standart (mobil sehat)
b. Mobil pribadi, perusahaan, pemerintah pengusaha.
c. ONLINE (siap pakai), misalnya : tandu, kereta/delman kuda, dll.

5. Indikator Proses Pembentukan Ambulan Desa.
a. Ada forum kesehatan desa yang aktif
b. Gerakan bersama atau gotong royong oleh masyarakat dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah kesehatan. bencana serta kegawat daruratan kesehatan dengan pengendalian faktor resikonya.
c. UKBM berkualitas (misalnya; Posyandu)
d. Pengamatan dan pemantauan masalah kesehatan.
e. Penurunan kasus masalah kesehatan, bencana atau kegawat daruratan kesehatan.










BAB III
PEMBAHASAN

   Berdasarkan rumusan masalah yang telah diperoleh, maka perlu adanya tindakan gotong royong dari masyarakat yaitu dengan program ambulan desa baik dari segi pengelolaan, pendanaan dan penjadwalan ambulan desa dalam upaya mencegah keterlambatan penanganan kegawatdaruratan yang terjadi dimasyarakat (desa).

1. Pengelolaan Ambulan Desa
Ambulan desa dikelola oleh masyarakat sendiri baik termasuk toma, toga, dan forum masyarakat lainnya dimana sasarannya adalah warga yang memiliki kendaraan/alat transportasi serta siap bersiaga dalam jadwal yang ditentukan (setiap harinya) untuk mengantarkan masyarakat yang mengalami kegawat daruratan ketempat pelayanan kesehatan/rujukan.

2. Pembiayaan Ambulan Desa
Pembiayaan ambulan desa bisa berasal dari dana sehat ataupun dari Dasolin (Dana sosial bersalin) ataupun iuran rutin yang dibuat khusus oleh masyarakat, hal tersebut dapat dimusywarahkan oleh masyarakat untuk disepakati bersama agar alat transportasi yang digunakan sebagai ambulan desa dapat berjalan baik dan bertahan lama digunakan dalam menolong kesehatan masyarakat.

3. Pengaturan Jadwal:
  1. Jadwal yang ditentukan adalah hasil musyawarah dari sasaran ambulan desa, tokoh masyarakat/penaggung jawab serta pihak warga lainnya.
  2. Dengan diadakannya musyawarah desa jadwal dapat diatur secara bergantian baik secara harian atau berkala sesuai dengan kesepakatan warga.

Dari uraian diatas, jika pengelolaan, pendanaan dan penjadwalan ambulan desa dapat dimusyawarahkan dengan baik, maka program tersebut dapat dijalankan sesuai dengan keinginan masyarakat, sehingga keterlambatan  penanganan kegawatdaruratan dalam masalah kesehatan masyarakat khususnya ibu dan anak dapat diatasi.

BAB IV
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN

Ambulan desa adalah suatu alat transportasi yang dapat digunakan untuk mengantarkan warga yang membutuhkan pertolongan dan perawatan di tempat pelayanan kesehatan.
Ambulan desa dikelola oleh masyarakat sendiri yang sasarannya adalah warga yang memiliki kendaraan/alat transportasi serta siap bersiaga dalam jadwal yang ditentukan (setiap harinya) untuk mengantarkan masyarakat yang mengalami kegawat daruratan ketempat pelayanan kesehatan/rujukan.

DAFTAR PUSTAKA


http://lumajangtopic.blogspot.com/2008/12/blog-post.html

http://enyretnaambarwati.blogspot.com/2010/02/pengembangan-wahanaforum-psm-berperan_4414.html
                                                                                                  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar