Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 28 April 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (MENOPAUSE)








ASUHAN KEPERAWATAN PADA 
PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM
REPRODUKSI (MENOPAUSE)



BAB I
KONSEP DASAR

DEFINISI
Menopause merupakan suatu proses fisiologi yang ditandai dengan
berhentinya siklus haid secara menetap pada akhir masa subur wanita.


II.      ETIOLOGI
-     Terbatasnya pasokan folikel ovarium saat lahir
-     Ketidakmampuan neurohormonal untuk berstimulasi secara periodic pada
sistem endokrin.

III. PATOFISIOLOGI
Seiring dengan pertambahan usia, sistem neurohormonal tidak mampu
untuk berstimulasi periodik pada sistem endokrin yang menyebabkan ovarium
tidak memproduksi progesterone dan 17-β-estradiol dalam jumlah yang
bermakna. Estrogen hanya dibentuk dalam jumlah kecil melalui aromatisasi
androsteredion dalam sirkulasi. penurunan fungsi ovarium menyebabkan
ovarium mengecil dan akhirnya folikel juga menghilang.
Tidak adanya estrogen ovarium merupakan penyebab timbulnya
perubahan-perubahan pasca menopause, misalnya: kekeringan vagina, yang
dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sewaktu berhubungan seks, dan atrofi
gradual organ-organ genetalia, serta perubahan fisik lainnya. Namun wanita
pasca menopause tetap memiliki dorongan seks karena androgen adrenal
mereka. Masih tidak jelas apakah gejala-gejala emosional yang berkaitan









dengan fungsi ovarium, misalnya depresi dan iritabilitas, disebabkan oleh
penurunan estrogen akan merupakan reaksi psikologis terhadap dampak
menopause.





















































1








IV. GAMBARAN KLINIK
-     Tidak mendapat haid
-     Hot flush, berdebar-debar, sakit kepala, tangan dan kaki dingin, mudah
tersinggung, vertigo, cemas, depresi, insomnia, keringat pada malam hari,
pelupa, tidak dapat berkonsentrasi, penambahan BB.
-     Tanda khas kulit merah dan hangat terutama pada kepala dan leher, kapan
saja selama beberapa detik sampai 2 menit diikuti menggigil, kedinginan.
-     Kulit genetalia, dinding vagina, uretra menipis dan lebih kering sehingga
mudah terjadi iritasi, infeksi, disparemia, labia, klitoris, uterus, ovarium
mengecil/atrofi. Bertambahnya pertumbuhan rambut pada wajah dan tubuh
akibat menurunnya kadar estrogen dan efek androgen dalam sirkulasi yang
tidak terimbangi.
-     Osteoporosis pada sekitar 25 % wanita dalam waktu 15 – 20 bulan setelah
menopause.

V.      PENATALAKSANAAN
Pada menopause, penatalaksanaan dilakukan secara individual dengan
terapi penggantian estrogen untuk menurunkan insiden fraktur dalam
oesteofuratik, mencegah atau memulihkan atrofi genetalia, dan perubahan
dinding uretra, menghilangkan hot flush, mungkin juga untuk mengurangi
penyakit osteosklerotik koroner.
Terapi pengganti estrogen tidak dapat diberikan pada wanita dengan
riwayat tumor payudara, uterus, ginjal yang penyebabnya tidak diketahui.
Estrogen dan suatu progesterone diberi secara siklik guna meniru siklus
endometrium dan mencegah hiperplasia endometrium.
Dapat juga diberikan dengan obat-obat suplemen seperti vitamin-
vitamin dan mineral serta pengaturan diet.







2








BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN 
DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI

No. RM: 020717 

I.       PENGKAJIAN
     Biodata
1.   Identitas klien
Nama : Ny. A
Umur : 50 tahun
Jenis Kelamin                       : perempuan
Agama                                 : Islam

Tgl. Pengkajian: 09-03-04
Tempat: Polik DBGIN
  RSU Syech Yusuf

Pendidikan

: Sarjana Ekonomi

Pekerjaan : Guru

Status Perkawinan
Alamat
2.   Identitas penanggung

: Menikah
: Jl. Melati No. 10 Sungguminasa

Nama : Tn. A
Umur : 55 tahun

Jenis Kelamin
Agama
Pendidikan

: Laki-laki
: Islam
: Sarjana Pendidikan

Pekerjaan : Guru

Penghasilan/bulan
Hub. dengan klien
Alamat

     Riwayat kesehatan saat ini
1.   Keluhan Utama
Klien mengeluh tidak haid

: ± Rp 1.500.000 
: Suami klien
: Jl. Melati No. 10 Sungguminasa











3









2.   Riwayat Penyakit
Klien mengeluh tidak haid selama 3 bulan, disertai dengan
perasaan tidak enak, seperti rasa hangat yang menyebar dari badan ke
wajah (hot flushes), sulit berkonsentrasi, sakit kepala, berdebar-debar,
tangan dan kaki dingin, gelisah, merasa nyeri di sekitar vagina bila
berhubungan sehingga ia sering menolak bila diajak berhubungan oleh
suaminya. Beberapa bulan sebelum tidak mendapat haid, klien
mengungkapkan haidnya tidak teratur.

     Riwayat kesehatan masa lalu
1.   Klien tidak pernah mengalami kelainan haid (seperti dysmenarhoe,
menoraghi, metrorhagia, dll.), penyakit kelamin, tumor, dll.
2.   Klien pertama kali haid (menarche) pada umur 15 tahun.
3.   Klien tidak pernah abortus/keguguran, semua persalinan dibantu oleh
bidan dan lahir spontan.
4.   9 bulan kemarin klien berhenti menggunakan kontrasepsi Norplant

     Riwayat kesehatan keluarga
1.   Tidak ada keluarga yang menderita penyakit kelamin, tumor ada organ
genetalia.
2.   Ibu klien pernah abortus akibat jatuh dari tangga.

     Riwayat psikospritual
1.   Klien merasa cemas dan selalu menanyakan keadaannya apa mungkin
ia hamil lagi atau apa ia sudah menopause.
2.   Harapan klien: klien berharap dapat mengetahui penyebab ia tidak haid.
3.   Konsep diri: klien merasa malu bila ia hamil lagi, tapi bila ia hanya
menopause, ia dapat menerima keadaannya karena ia memang sudah
tua.






4








4.   Hubungan dengan keluarga: baik, klien tinggal bersama suami dan
kedua anaknya yang belum menikah, keluarga sering menjenguknya
terutama pada hari raya.
5.   Hubungan dengan masyarakat: baik, klien sering ikut dalam kegiatan
masyarakat di sekitar rumahnya.
6.   Kegiatan keagamaan: klien rajin shalat 5 waktu, sering ikut pengajian di
mesjid dekat rumahnya.

     Kebutuhan dasar
1.   Pola makan
Klien makan 3 x sehari dengan komposisi nasi, sayur, lauk, buah, nafsu
makan baik, makanan yang disukai gado-gado. 2 bulan terakhir klien
malas/kurang nafsu makan.

2.   Pola minum
Klien minum ± 6 – 8 gelas/hari (1500 – 2000 cc) dengan minuman
kesukaan teh, susu.
3.   Pola eliminasi
a.   Eliminasi miksi
Klien miksi lancar dengan frekuensi ± 4 – 5 x/hari (± 1000 – 1500 cc).
Tidak ada kelainan saat klien miksi.
b.   Eliminasi defekasi
Klien defekasi 1 x dalam 2 hari, konsistensi lunak, tidak ada
keluhan sakit saat defekasi.
4.   Pola tidur
Klien tidur malam pukul 22.00 – 05.00
Klien tidur siang pukul 15.00 – 15.30
Klien tidak mengalami kesulitan tidur, tapi selama ± 2 bulan terakhir
klien susah tidur, karena merasa tidak enak badan.





5








     Pemeriksaan fisik
1.   Keadaan umum
-     Perubahan mood terjadi karena merasa tidak enak badan

-     Vital sign: T: 150/90 mmHg
N: 84 x/menit 

P: 24 x/menit
Suhu: 37,5 ºC

2.   Kulit: mulai keriput, tidak ada lesi, kemerahan.
3.   Kepala: simetris tegak lurus dengan garis tengah tubuh, kulit kepala
bersih, rambut mulai beruban.
4.   Muka: tampak cemas, kemerahan, hangat, tumbuh bercak-bercak
kecoklatan.
5.   Mata: ikterus (-), pupil isokhor kiri dan kanan, anemis (-)
6.   Telinga: bentuk simetris kiri dan kanan, pendengaran tidak terganggu.
7.   Hidung: bentuk simetris, fungsi penciuman baik, polip (-) tidak
ditemukan darah/cairan keluar dari hidung.
8.   Mulut: bibir agak kering, sianosis (-), lidah dapat dijulurkan dengan
maksimal dan dapat bergerak bebas.
9.   Leher: tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid, dapat digerakkan
dengan bebas.
10. Dada: bentuk dan gerakan simetris, tidak ada nyeri tekan.
11. Abdomen: tidak ada pembesaran hati, limpa
12. Genital: labia, klitoris mengecil, vagina kering, tidak elastis, tidak ada
tanda-tanda perdarahan, iritasi, dll.
13. Tungkai/ekstremitas: simetris kiri dan kanan, dapat melakukan aktivitas
dengan baik
14. Kuku: pendek, bersih
     Pemeriksaan Diagnostik
1.   Tes kehamilan: (-)
2.   Pemeriksaan darah: kadar progesterone dan estrogen rendah
3.   Pemeriksaan mikroskopik:


6








Korteks ovarium menipis dan medulla relatif menebal akibat
bertambahnya jaringan ikat fibrosa dan menjadi sklerotik.

Pengelompokan Data
DS:
-     Klien mengeluh nyeri saat berhubungan
-     Klien mengungkapkan sering menolak bila diajak berhubungan.
-     Klien merasa tidak enak dengan keadaannya sekarang.
DO:
-     Klien sering bertanya tentang keadaannya
-     Klien tampak cemas, gelisah
-     Alat kelamin tampak mengecil
-     Vagina kering dan kurang elastis

II.      DIAGNOSA KEPERAWATAN
     Analisa Data



DS:

Data

Penyebab
Perubahan

Masalah
Disfungsi seksual

-  Klien mengeluh nyeri saat
berhubungan
-  Klien mengeluh sering
menolak bila diajak
berhubungan.
DO:
-  Alat kelamin luar nampak
mengecil
-  Vagina kering, kurang
elastis

struktur/fungsi
seksual





















7









DS:
-  Klien merasa tidak enak
dengan keadaannya
sekarang.
DO:
-  Klien tampak cemas,
gelisah
-  Klien sering bertanya
tentang keadaannya


     Prioritas Masalah








Kurang informasi








Kurang pengetahuan

1.   Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur/fungsi
seksual
2.   Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi.

III. RENCANA KEPERAWATAN
1.   Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur/fungsi seksual
ditandai dengan:
DS:
-     Klien mengeluh nyeri saat berhubungan
-     Klien mengeluh sering menolak bila diajak berhubungan.
DO:
-     Alat kelamin luar nampak mengecil
-     Vagina kering, kurang elastis
Tujuan:
Klien mengungkapkan disfungsi seksual teratasi setelah diberi tindakan
keperawatan dengan kriteria:
-     Nyeri hilang bila berhubungan
-     Klien tidak menolak bila diajak berhubungan


8








-     Vagina lembab dan elastis
Intervensi:
a.   Ciptakan lingkungan saling percaya dan beri kesempatan kepada klien
untuk menggambarkan masalahnya dalam kata-kata sendiri.
Rasional: kebanyakan klien kesulitan untuk berbicara tentang subjek
sensitive, tapi dengan terciptanya rasa saling percaya dapat
menentukan/mengetahui apa yang dirasakan pasien yang menjadi
kebutuhannya.
b.   Beri informasi tentang kondisi individu
Rasional: informasi akan membantu klien memahami situasinya sendiri.
c.   Anjurkan klien untuk berbagi pikiran/masalah dengan pasangan/orang
dekat. 
Rasional: komunikasi terbuka dapat mengidentifikasi area penyesuaian
atau masalah dan meningkatkan diskusi dan resolusi.
d.   Diskusikan dengan klien tentang penggunaan cara/teknik khusus saat
berhubungan (misalnya: penggunaan minyak vagina)
Rasional: mengurangi kekeringan vagina yang dapat menimbulkan rasa
sakit dan iritasi, sehingga meningkatkan kenyamanan dalam
berhubungan.
e.   Kolaborasi dengan dokter.
Beri obat sesuai indikasi
Estrogen pengganti
Rasional: memulihkan atrofi genetalia, kekeringan vagina, uretra.
2.   Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi ditandai
dengan:
DS:
-     Klien merasa tidak enak/nyaman dengan keadaannya sekarang.
DO:
-     Klien sering bertanya tentang keadaannya


9







-     Klien tampak cemas, gelisah
Tujuan: dalam waktu 40 menit klien mengungkapkan pengetahuannya
bertambah dengan kriteria:
-     Klien tahu penyebab keadaan saat ini
-     Klien dapat menyesuaikan diri dengan keadaannya
-     Klien tidak bertanya-tanya tentang keadaannya 
-     Klien tampak ceria
Intervensi:
a.   Kaji tingkat pengetahuan klien tentang keadaannya 
Rasional: menentukan sampai di mana tentang pengetahuan klien
tentang keadaannya/proses menopause
b.   Beri penjelasan tentang proses menopause, penyebab, gejala
menopause.
Rasional: memberi pengetahuan pada klien tentang menopause
c.   Beri penjelasan pada klien tentang proses pengobatan.
Rasional: terapi pengganti estrogen tidak mengembalikan siklus haid
normal tapi dapat menurunkan/menghilangkan gejala penyebab dari
menopause seperti: memulihkan atrofi genetalia dan perubahan dinding
uretra, menghilangkan hot flushes, dll.
Terapi progesterone dan estrogen diberi secara siklik untuk meniru
siklus endometrium.
d.   Diskusikan tentang perlunya pengaturan/diet makanan, penggunaan
suplemen.
Rasional: meningkatkan kesehatan dan mencegah osteoporosis.

IV. IMPLEMENTASI
1.   Pukul 10.30 – 11.15
a.   Menciptakan lingkungan saling percaya dan memberi kesempatan klien
untuk menggambarkan masalahnya:



10








Menutup pintu, tidak membiarkan pasien, petugas lain masuk dan
memperlihatkan       sikap      terbuka,      kemudian meminta            klien
mengungkapkan perasaannya/masalahnya.
b.   Memberi informasi kepada klien keadaannya:
Masalah yang dialami sekarang merupakan hal yang fisiologis, rasa
nyeri saat berhubungan terjadi karena alat kelaminnya sudah tidak
elastis lagi dan kering
c.   Menyarankan klien untuk bersikap terbuka dan dapat berbagi
pikiran/masalah dengan pasangannya.
d.   Menganjurkan klien menggunakan minyak vagina bila akan
berhubungan agar ia tidak merasa nyeri bila berhubungan.
e.   Pukul 12.05 memberi obat pengganti estrogen dan progesterone ini.
2.   Pukul 11.15 – 12.00
a.   Mengkaji tingkat pengetahuan klien tentang menopause:
Klien mengungkapkan bahwa menopause merupakan suatu keadaan di
mana wanita tidak haid lagi dan tidak dapat hamil lagi, klien tidak
mengetahui tanda/gejala yang timbul saat menopause.
b.   Menjelaskan tentang proses menopause
Menopause merupakan suatu keadaan di mana siklus haid sudah
berhenti karena sel telur tidak dihasilkan lagi oleh ovarium, begitupula
hormon kelamin (estrogen dan progesterone) karena penurunan dari
hormon tersebut menimbulkan gejala-gejala fisik dan psikis seperti:
berdebar-debar, rasa hangat pada wajah, sakit kepala, susah tidur,
cemas, tidak dapat berkonsentrasi, dll. 
c.   Memberikan penjelasan kepada klien tentang proses pengobatan:
Terapi pengganti estrogen tidak mengembalikan siklus haid dalam
keadaan normal, tapi hanya dapat menurunkan/menghilangkan gejala
penyerta dari menopause, seperti: memulihkan atrofi, genetalia,




11








memulihkan kekeringan dinding uretra, labia, menghilangkan hot
flushes, menurunkan insiden fraktur osteoporosis.
Terapi pengganti progesterone dan estrogen diberikan secara siklik
untuk meniru siklus endometrium dan mencegah hiperplasia
endometrium,       sehingga       kadang      terjadi       perdarahan      uterus
(pseudomenstruasi)
d.   Mendiskusikan dengan klien tentang perlunya pengaturan makanan,
penggunaan suplemen:
Menganjurkan klien makan makanan bergizi, minum susu berkalsium
tinggi, dan vitamin-vitamin yang dapat meningkatkan kesehatan dan
mencegah osteoporosis.

V.      EVALUASI
1.    S: -      Klien mengungkapkan dapat memahami penyebab ia merasa nyeri
bila berhubungan
  -         Klien mengungkapkan akan menggunakan minyak vagina bila
berhubungan.
D:        Klien nampak ceria
A:        Masalah teratasi
2.    S: -      Klien mengungkapkan telah mengetahui penyebab keadaannya saat
ini (rasa tidak enak dalam dirinya)
  -         Klien berusaha untuk menyesuaikan diri dengan keadaannya.
D: -      Klien tampak mengerti
 -          Klien tidak bertanya-tanya lagi keadaannya
A:        Masalah teratasi
P:         Intervensi dihentikan 









12








DAFTAR PUSTAKA


Doengus, M. Moorhouse, MF. Geissler A. C., Rencana Asuhan Keperawatan, EGC,
Jakarta, 2000.

Sherwood, L., Fisiologi Manusia, EGC, Jakarta, 2001.

Potter, P. A. Perry, A. G., Fundamental of Nursing, Mosby Year Book, America,
1993.














































13

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar