Info Kesehatan

healhty

Minggu, 29 April 2012

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN HEMATOLOGI : TROMBOSITOPENIA







ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN
DENGAN GANGGUAN HEMATOLOGI : TROMBOSITOPENIA


A.  DEFENISI
Purpura    Trombositopenia    Idiopatik    (PTI = Idiopathic
Trombocytopenic Purpura/ITP) ialah suatu keadaan perdarahan
berupa ptekie atau ekimosis di kulit ataupun selaput lendir
dan  berbagai jaringan dengan penurunan jumlah trombosit
karena sebab yang tidak diketahui.
PTI merupakan kelainan autoimun dimana autoantibodi IgG
dibentuk untuk mengikat trombosit. Tidak jelas apakah antigen
pada permukaan trombosit        dibentuk.   Meskipun antibodi
antitrombosit dapat mengikat komplemen, trombosit tidak rusak
oleh lisis langsung. Insidens tersering pada usia 20-50 tahun
dan lebih sering pada wanita dibanding laki-laki (2:1). PTI
pada anak yang tersering terjadi antara umur 2-8 tahun, lebih
sering pada wanita.

B.  ETIOLOGI
Penyebab pasti belum         diketahui. Kemungkinan       akibat
hiperslenisme, infeksi virus, intoksikasi makanan atau obat
(asetosal, para amino salisilat/PAS, fenilbutazon, diamoks,
kina, sedormid) atau bahan kimia, pengaruh fisis (radiasi,
panas), kekurangan faktor pematangan (malnutrisi), KID dan
autoimun.


C.  MANIFESTASI KLINIS
PTI banyak terjadi pada masa anak-anak, tersering
dipresipitasi oleh infeksi virus dan biasanya dapat sembuh
sendiri. Sebaliknya       pada orang      dewasa,    biasanya menjadi
kronik dan jarang mengikuti suatu infeksi virus. 
Klien secara umum tampak baik dan tidak demam. Keluhan yang
dapat ditemukan     adalah perdarahan mukosa dan         kulit.
Perdarahan yang paling umum terjadi         adalah epistaksis,
perdarahan mulut, menoragia, purpura        dan ptekie. Pada
pemeriksaan fisik terlihat klien dalam keadaan baik dan tidak
terdapat penemuan abnormal lain, selain yang berhubungan
dengan perdarahan.


D.  PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pada pemeriksaan      laboratorium ditemukan trombosit <
10.000/ml. Hitung jenis lain normal, kecuali kadang-kadang
dapat terjadi anemia ringan yang disebabkan oleh perdarahan
atau berhubungan dengan hemolisis. Pemeriksaan morfologi sel

125






darah   normal, kecuali trombosit        yang agak membesar
(megakariosit).   Megakariosit ini    merupakan  trombosit  yang
dihasilkan sebagai respon dari destruksi trombosit. Leukosit
biasanya normal, dapat terjadi leukositosis ringan dengan
pergeseran ke kiri bila terdapat perdarahan         hebat. Pada
keadaan yang lama dapat ditemukan limfositosis relatif dan
leukopenia ringan.
Pada pemeriksaan sumsum tulang terlihat normal dengan jumlah
megakariosit normal atau meningkat dengan maturation arrest
pada stadium megakariosit. Teskoagulasi terlihat mendekati
normal. Masa perdarahan memanjang, masa pembekuan normal,
retraksi bekuan abnormal,       prothrombin   consumption   time
memendek. Test Rumple-Leed positif.


E.  PENATALAKSANAAN
1. Pada klien anak
a. PTI akut
     Pada yang ringan hanya      dilakukan observasi tanpa
pengobatan karena dapat sembuh secara spontan
     Bila setelah 2 minggu tanpa pengobatan jumlah
trombosit belum naik, berikan kortikosteroid
     Pada trombositopenia akibat DIC        dapat diberikan
heparin intravena. Pada pemberian heparin sebaiknya
selalu disiapkan antidotum yaitu protamin sulfat
     Bila keadaan sangat gawat (terjadi perdarahan otak
atau saluran cerna),      berikan transfusi    suspensi
trombosit
b. PTI menahun/kronis
     Kortikosteroid diberikan selama 6 bulan : prednison
2-5 mg/kgBB/hari peroral
     Immunosupresan : 6-merkaptopurin 2,5-5 mg/kgBB/hari
peroral  ;  azatioprin 2-4    mg/kgBB/hari peroral    ;
siklofosfamid 2 mg/kgBB/hari peroral
     Splenektomi, bila :     resistensi   setelah  pemberian
kombinasi kortikosteroid dan obat imunosupresif
selama 2-3 bulan, remisi spontan tidak terjadi dalam
waktu 6 bulan pemberian kortikosteroid saja dengan
gambaran klinis    sedang sampai berat, atau klien
menunjukkan   respons terhadap kortikosteroid namun
memerlukan dosis    yang tinggi untuk    mempertahankan
keadaan klinis yang baik tanpa perdarahan
2. Pada klien dewasa
o  Beberapa klien PTI mengalami remisi spontan dan sebagian
besar akan memerlukan pengobatan. Pengobatan inisial
dengan prednison 1-2 mg/kgBB. Prednison bekerja pertama
kali dengan menurunkan afinitas makrofag dari limfa
untuk   antibody-coated                  trombosit.terapi dosis tinggi
prednison juga dapat menurunkan ikatan antibody pada
permukaan trombosit dan terapi jangka panjang dapat

126






menurunkan produksi antibody.      Perdarahan seringkali
berkurang   dalam   1   hari setelah     awal penggunaan
prednison. Efek ini      berperan   dalam   mempertahankan
stabilitas vaskuler. Hitung trombosit biasanya akan
meningkat dalam 1 minggu dan respons pengobatan sebagian
besar selalu tampak dalam 3 minggu. 
o  Splenektomi merupakan terapi defenitif bagi PTI dewasa.
Splenektomi diindikasikan bila klien tidak berespon pada
pemberian prednison dosis awal atau dosis tinggi untuk
mempertahankan hitung trombosit yang adekuat.
Splenektomi dapat tetap aman meskipun hitung trombosit <
10.000/ml. Sekitar    80%  dari klien    splenektomi   akan
mengalami remisi baik parsial atau sempurna.
o  Imunoglobulin dosis tinggi iv (400 mg/kgBB) selama 3-5
hari,   mempunyai efektivitas tinggi (90%)           dalam
meningkatkan hitung trombosit dengan cepat, yaitu 1-5
minggu. Namun imunoglobulin harus diberikan pada situasi
gawat darurat    seperti  persiapan   operasi pada klien
dengan trombositopenia berat.
o  Pada klien       yang gagal, baik pada terapi
prednison/splenektomi, dapat     digunakan   Danazol   600
mg/hari yang telah berespons terhadap 50% kasus.
o  Imunosupresif   seperti vinkristin,    infus vinblastin,
azatioprin dan siklofosfamid dapat digunakan pada kasus-
kasus refrakter.
o  Transfusi trombosit, jarang diberikan pada pengobatan
PTI. Transfusi     hanya   diberikan   pada kasus-kasus
perdarahan berat        yang mengancam jiwa untuk
mempertahankan kemantapan hemostasis.

F.   PROGNOSIS
Prognosis untuk remisi baik. Perhatian utama selama fase
inisial   adalah dapat terjadi hemoragik serebral, yang
beresiko bila mana hitung trombosit < 5.000/ml. Pada penyakit
yang kronik, dimana tidak berespons terhadap prednison dan
splenektomi, biasanya klien        memerlukan penatalaksanaan
lanjutan.



RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
Kemungkinan data yang didapatkan pada klien dengan penyakit
trombositopenia antara lain :
o  Perdarahan ringan sampai berat pada kulit (mudah memar,
ptekie, ekimosis), epistaksis, pedarahan gusi (bula berisi
darah), muntah berwarna hitam kopi atau hematemesis, sputum
dengan darah, hematuria, tes       guaiak positif, menstruasi
banyak,  serebral (sakit kepala,     bicara kacau, malaise),
ekstremitas kebas dan nyeri
o  Riwayat perdarahan dalam keluarga

127






DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN RENCANA TINDAKAN

1. Perubahan perlindungan (proteksi) berhubungan dengan abnormal
profil darah (trombositopenia)

Tujuan : perubahan perlindungan/proteksi dapat diatasi atau
proteksi tubuh adekuat kembali dengan kriteria tanda
vital dalam batas normal, tidak ada bukti perdarahan
atau memar pada kulit, pemeriksaan urine dan feses
menunjukkan perdarahan negatif, sistem pernafasan dan
neurologi tidak menunjukkan tanda perdarahan
Rencana tindakan :
     Pertahankan tirah baring bila terjadi perdarahan
     Pantau vital sign setiap jam
     Kaji status neurologis setiap 2-4 jam sekali
     Periksa urine dan feses terhadap perdarahan setiap hari
     Kaji kulit dan membran mukosa terhadap perdarahan setiap
4-8 jam
     Pantau hasil pemeriksaan laboratorium
      Lakukan perawatan dengan teknik aseptik dan antiseptik
pada luka atau pada sisi pungsi
     Hindari trauma untuk mencegah perdarahan
     Gunakan handuk dan     pakaian yang lembut untuk       mandi,
hindari perawatan kulit yang kasar
     Berikan transfusi darah trombosit bila diindikasikan 
      Berikan    terapi kortikosteoid dan          terapi imunosupresif
sesuai indikasi
     Hindari penggunaan antihistamin, fenotiazin, aspirin, dan
agen antiimflamasi nonsteroid pada PTI
     Siapkan plasmaferesis bila diperlukan
     Siapkan untuk splenektomi bila diindikasikan
2. Perubahan membran mukosa oral berhubungan dengan cedera fisik
ditandai dengan bula yang berisi darah
Tujuan : membran mukosa oral dapat dipertahankan dalam kondisi
normal dengan kriteria tidak terdapat bula di rongga
mulut, klien mendapatkan diet dan cairan seimbang, BB
klien dalam batas nilai ideal
Rencana tindakan :
     Kaji integritas membran mukosa setiap 4 jam
     Berikan higienis oral dengan hati-hati sebelum dan setelah
makan setiap 2-4 jam
     Pertahankan diet yang disukai atau sesuai dengan indikasi,
hindari   makanan   yang sukar untuk dikunyah untuk
meminimalkan resiko trauma
     Berikan cairan sesuai indikasi sampai 2500 ml setiap hari
kecuali ada kontraindikasi


128






     Ukur masukan dan haluaran setiap 8 jam
     Timbang BB klien setiap hari dengan pakaian dan timbangan
yang sama
3. Nyeri berhubungan dengan agen fisik yang diakibatkan dari
tekanan saraf sekunder terhadap perdarahan

Tujuan : nyeri hilang atau terkontrol dengan kriteria klien
dapat melaksanakan aktifitas tanpa nyeri atau tanpa
rasa tidak nyaman, wajah dan postur tetap rileks
Rencana tindakan :
     Kaji nyeri meliputi lokasi, durasi, intensitas (gunakan
skala nyeri), dan faktor predisposisi setiap 4-6 jam
     Berikan posisi klien senyaman mungkin
     Siapkan tempat tidur yang dapat diatur untuk mencegah
kontriksi oleh pakaian tidur
     Berikan   aplikasi dingin atau hangat sesuai dengan
keinginan klien dan bila tidak ada kontraindikasi
     Letakkan benda-benda dalam jangkauan klien
     Gunakan tindakan penghilang rasa nyeri, seperti relaksasi,
terapi musik, panduan imajinasi, sentuhan dsb.
     Batasi pengunjung
     Pantau efektifitas analgesik bila diberikan
4. Kurang pengetahuan klien tentang proses penyakit, prognosis
dan pengobatan berhubungan dengan kurang mendapatkan
informasi mengenai proses penyakit, nutrisi, aktifitas dan
pengobatan
Tujuan : pengetahuan klien    dan keluarga bertambah      dengan
kriteria klien atau keluarga mengungkapkan pemahaman
tentang perawatan dirumah dan        instruksi   tindak
lanjut, mendemonstrasikan    metoda untuk mendeteksi
adanya perdarahan termasuk pemeriksaan       feses  dan
urine, mendemonstrasikan higiene oral dan tindakan
perawatan kulit
Rencana tindakan :
     Proses penyakit
o        Demonstrasikan metode untuk mengkaji perdarahan
o        Bicarakan tanda dan gejala kekambuhan untuk dilaporkan
pada dokter, seperti sakit kepada yang berkepanjangan,
batuk dengan sputum berdarah, nyeri abdomen menetap,
muntah darah segar atau hitam kopi, peningkatan area
ptekie atau ekimosis, bula yang dipenuhi darah pada
rongga mulut, darah pada urine atau feses
o        Peragakan metode pemeriksaan darah dalam urine dan feses
o        Anjurkan klien untuk memberitahu dokter bila berencana
untuk hamil atau bila diduga hamil
o        Ingatkan klien untuk tidak mendonorkan darahnya


129






o        Jelaskan perlunya untuk menghidari         trauma dengan

menghindari konstipasi,

benda-benda

yang dapat

menimbulkan   perdarahan, menggunakan produk perawatan
kulit dan mulut yang non-abrasi
     Nutrisi
o        Jelaskan pentingnya higiene oral yang teratur
o        Jelaskan pentingnya mempertahankan diet seimbang dengan
hidrasi adekuat
     Aktifitas
o        Jelaskan pentingnya untuk menyeimbangkan waktu aktifitas
dengan istirahat
o        Gunakan alat bantu bila diperlukan untuk mencegah trauma

     Obat-obatan
o        Ajarkan    tentang nama obat-obatan, dosis, waktu
pemberian, tujuan dan efek samping
o        Ajarkan bagaimana cara membaca isi dari obat-obatan yang
dijual bebas, menghindarkan obat-obatan yang mengandung
asam asetilsalisilat     (antihistamin, fenotiazin atau
angen antiimflamasi nonsteroid pada PTI)



































130

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar