Info Kesehatan

healhty

Jumat, 27 April 2012

ASKEB BBLR


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatus merupakan periode yang paling kritis. Melihat hal ini maka perawatan kesehatan ibu hamil merupakan langkah awal untuk menentukan kesehatan kondisi neonatus. Pelayanan kesehatan neonatal harus dimulai sebelum bayi dilahirkan. Berbagai bentuk upaya pencegahan dan penanggulangan dini terhadap faktor-faktor yang memperlemah kondisi ibu hamil perlu diprioritaskan, seperti gizi yang rendah, anemia, dekatnya jarak antara kehamilan dan buruknya hygiene. Beberapa faktor yang menyebabkan kematian perinatal antara lain : pendarahan, hipertensi, infeksi, kelahiran preterm, bayi berat lahir rendah, asfiksia, dan hypothermia.
Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian bayi terjadi dalam periode neonatal yaitu pada bulan pertama kehidupan. Kurang baiknya penanganan bayi baru lahir dengan sehat akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup bahkan kematian.
Tak kurang pentingnya adalah pencegahan infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu pertolongan pemotongan tali pusat, melalui mata, melalui telinga pada waktu persalinan atau pada waktu memandikan dan membersihkan bayi dengan alat yang kurang bersih. Neonatus pada minggu-minggu pertama sangat dipengaruhi oleh ibu hamil dengan melahirkan. Manajemen yang baik pada waktu masih dalam kandungan, selama persalinan, segera sesudah melahirkan, dan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat (Sarwono Prawirohardjo, 2002).

1.2  Tujuan
1.2.1   Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa Akademi Kebidanan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir sehingga dasar untuk pemeriksaan selanjutnya dalam rangka perbaikan kematian perinatal dengan pendekatan manajemen kebidanan menurut Varney.

1.2.2   Tujuan Khusus
Setelah melakukan praktek klinik diharapkan mahasiswa dapat melakukan :
1.      Pengkajian bayi baru lahir.
2.      Identifikasi diagnosa dan masalah pada bayi baru lahir.
3.      Antisipasi diagnosa dan masalah potensial pada bayi baru lahir.
4.      Identifikasi kebutuhan segera dan kolaborasi terhadap masalah yang terjadi pada bayi baru lahir.
5.      Menyusun rencana tindakan pada bayi baru lahir.
6.      Pelaksanaan tindakan yang sudah disusun pada bayi baru lahir.
7.      Evaluasi dari tindakan yang sudah diberikan pada ibu Inpartu.

1.3  Metode Penulisan
1.3.1   Studi Kepustakaan
Penulis mempelajari literatur yang berkaitan dengan topik asuhan pada bayi baru lahir.

1.3.2   Praktek Langsung
Penulis melakukan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir dengan pendekatan manajemen Varney secara langsung.

1.3.3   Bimbingan dan Konsultasi
Dalam melakukan penyusunan Asuhan Kebidanan ini, penulis melakukan konsultasi pada pembimbing lahan dan pembimbing pendidikan

1.4  Sistematika Penulisan
BAB 1    PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
1.2   Tujuan
1.3   Metode Penulisan  
1.4   Sistematika Penulisan
BAB 2    TINJAUAN PUSTAKA
2.1   Pengertian
2.2   Perubahan Spesifik Pada Masa Transisi Bayi Baru Lahir
2.3   Ciri-Ciri Bayi Normal        
2.4   Perubahan Yang Terjadi Pada Bayi Baru Lahir
2.5   Penatalaksanaan Bayi Baru Lahir
2.6   Reflek-Reflek Bayi Baru Lahir
2.7   Tanda-Tanda Bahaya Yang Harus Diwaspadai Pada Bayi Baru Lahir
2.8   Konsep Dasar Asuhan Kebidanan

BAB 3    TINJAUAN KASUS
3.1   Pengkajian
3.2   Identifikasi Diagnosa dan Masalah
3.3   Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial
3.4   Menetapkan Kebutuhan terhadap Tindakan Segera
3.5   Rencana Pengembangan    

BAB 4    PEMBAHASAN
BAB 5    PENUTUP
5.1   Simpulan
5.2   Saran

DAFTAR PUSTAKA



BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengertian
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari usia kehamilan      37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram (Syahlan, 1992).
Penatalaksanaan awal bayi, dimulai sejak proses persalinan sampai dengan kelahiran bayi, hal ini dikenal sebagai Asuhan Esensial Neonatal yang meliputi :
1.      Persalinan bersih dan aman.
2.      Memulai/inisiasi pernafasan spontan.
3.      Stabilisasi temperatur/tubuh, mejaga bayi tetap hangat.
4.      ASI dini dan eksklusif.
5.      Pencegahan infeksi.
6.      Pemberian imunisasi.
Asuhan Esensial Neonatal seperti tersebut di atas merupakan prinsip kesehatan bayi baru lahir, karena sebagian besar kesakitan dan kematian bayi baru lahir disebabkan oleh asfiksia, hipothermi, dan infeksi.

2.2  Perubahan Spesifik pada Masa Transisi Bayi Baru Lahir
Setiap bayi baru lahir harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Proses ini dapat berjalan lancar tetapi dapat juga terjadi berbagai hambatan yang bila tidak segera diatasi dapat berakibat fatal. Adapun masa transisi bayi baru lahir dibagi dalam 3 periode :
2.2.1   Periode Reaktivitas I (30 menit pertama setelah lahir)
Pada awal stadium ini aktivitas system syaraf simpatik menonjol, hal ini ditandai oleh :
1.       Sistem Kardiovaskuler
a.       Detak jantung cepat tetapi tidak teratur, suara jantung keras dan kuat.
b.      Tali pusat masih berdenyut.
c.       Warna kulit masih kebiru-biruan yang diselingi warna merah waktu menangis.
2.       Traktus Respiratoris
a.       Pernafasan cepat dan dangkal.
b.      Terlihat ronchi dalam paru.
c.       Terlihat nafas cuping hidung, merintih dan terlihat penarikan pada dinding thorax.
3.       Suhu Tubuh
a.       Suhu tubuh cepat turun.
4.       Aktivitas
a.       Mulai membuka mata dan melakukan gerakan eksplorasi.
b.      Tonus otot meningkat dengan gerakan yang makin mantap.
c.       Ekstremitas atas dalam keadaan fleksi erat dan ekstremitas bawah dalam keadaan ekstensi.
5.       Fungsi Usus
a.       Peristaltik usus semula tidak ada.
b.      Meconium biasanya sudah keluar waktu lahir.
Menjelang akhir stadium ini, aktivitas parasimpatik juga aktif yang ditandai dengan :
a.       Detak jantung menjadi teratur dan frekuensinya menurun.
b.      Tali pusat berhenti berdenyut.
c.       Ujung ekstremitas kebiru-biruan.
d.      Menghasilkan lendir encer dan jernih, sehingga perlu dihisap lagi.
Selanjutnya terjadi penurunan aktivitas sistem syaraf otonom baik simpatis maupun parasimpatis, oleh karena itu harus hati-hati karena bayi relatif menjadi tidak peka terhadap ransangan dari luar maupun dari dalam, periode ini biasanya berlangsung 15 menit. Biasanya penolong persalinan masih ada sehingga penyulit yang timbul pada saat tersebut diketahui secara klinis terlihat :
a.       Detak jantung menurun.
b.      Frekuensi nafas menurun.
c.       Suhu tubuh rendah.
d.      Lendir mulut tidak ada.
e.       Aktivitas otot dan tonus menurun.
f.       Bayi tertidur.

2.2.2   Periode Reaktivitas II (Berlangsung 2-5 jam)
Pada periode ini bayi terbangun dari tidur yang nyenyak. Sistem syaraf otonom meningkat lagi.
Ditandai dengan :
1.      Kegiatan sistem syaraf parasimpatik dan simpatis bergantian secara teratur.
2.      Bayi menjadi peka terhadap ransangan dari dalam maupun dari luar.
3.      Pernafasan terlihat tidak teratur kadang cepat dalam atau dangkal.
4.      Detak jantung tidak teratur.
5.      Reflek Gag/gumoh aktif.
6.      Periode ini berakhir ketika lendir pernafasan berkurang.

2.2.3   Periode III Stabilisasi
Periode ini berlangsung 12 sampai 24 jam.
Pada umumnya, bayi baru lahir akan menyelesaikan masa transisinya dalam waktu 6-72 jam, lebih mudah untuk tidur dan bangun.

2.3  Ciri-ciri Bayi Normal
Adapun ciri-ciri bayi normal antara lain :
1.      Berat badan 2500-4000 gram.
2.      Panjang badan lahir 48-52 cm.
3.      Lingkar dada 30-38 cm.
4.      Lingkar kepala 33-35 cm.
5.      Bunyi jantung dalam menit-menit pertama, kira-kira 180x/menit, kemudian menurun sampai 120-140x/menit. Pernafasan pada menit-menit pertama cepat, kira-kira 80x/menit, kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit.
6.      Kulit kemerahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa.
7.      Rambut lanugo sudah tidak terlihat, rambut kepala biasanya sudah sempurna.
8.      Panjang kukunya melebihi ujung jari.
9.      Genetalia pada laki-laki, testis sudah turun ke dalam skrotum, pada wanita labia mayora sudah menutupi labia minora.
10.  Reflek menghisap dan menelan sudah baik.
11.  Eliminasi urine dan mekonium, keluar dalam 24 jam pertama.
12.  Grasping reflek positif baik apabila diletakkan sesuatu benda di atas telapak tangan bayi akan ada reflek menggenggam.

2.4  Perubahan yang Terjadi pada Bayi Baru Lahir
2.4.1        Perubahan Metabolisme Karbohidrat
Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah untuk menambah energi pada jam pertama setelah lahir, diambil dari hasil metabolisme asam lemak. Bila karena sesuatu hal misalnya bayi mengalami hipothermi, metabolisme asam lemak tidak dapat memenuhi kebutuhan pada neonatus maka memungkinan besar bayi akan menderita hypoglikemia, misalnya bayi BBLR, bayi dari ibu yang menderita DM dan lain-lainnya.

2.4.2        Perubahan Suhu Tubuh
Ketika bayi baru lahir, bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah dari suhu di dalam rahim ibu. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar 25ºC, bayi akan kehilangan panas melalui konveksi, radiasi, dan evaporasi sebanyak 200 kal/kg BB/menit. Sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10–nya. Keadaan ini menyebabkan penurunan suhu tubuh sebanyak 2ºC dalam waktu 5 menit, akibat suhu yang rendah, metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan O2 pun meningkat.






2.4.3        Perubahan Pernafasan
Selama dalam uterus, janin mendapatkan O2 dari pertukaran gas yang melalui placenta. Setelah bayi lahir pertukaran gas harus melalui paru-paru bayi, ransangan untuk gerakan pernafasan pertama ialah :
1.      Tekanan mekanis pada thorax sewaktu melalui jalan lahir.
2.      Penurunan tekanan O2 dan kenaikan tekanan CO2, merangsang kemoreseptor yang terletak di sinus karotis.
3.      Ransangan dingin di daerah muka dapat merangsang permulaan gerakan pernafasan.
4.      Reflek defleksi Hering Breur.
Pernafasan pertama pada bayi baru lahir, normal terjadi dalam waktu 30 detik setelah kelahiran, tekanan rongga dada bayi mengakibatkan cairan paru-paru (pada bayi normal jumlah 80-100 ml) kehilangan 1/3 dari jumlah cairan tersebut, sehingga cairan hilang diganti dengan udara.

2.4.4        Perubahan Sirkulasi
Dengan berkembangnya paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat dan tekanan CO2 menurun, hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paru sehingga aliran darah ke alat tersebut meningkat, hal ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan ductus arteriosus menutup.
Dengan menciutnya arteri dalam vena umbilikalis kemudian tali pusat dipotong aliran darah dari placenta melalui vena cava inferior dan foramen ovale ke atrium kiri terhenti. Sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar badan ibu.
(Departemen Kesehatan RI, 1993)

2.4.5        Perubahan Berat Badan
Dari hari pertama BB akan turun, oleh karena pengeluaran mekonium, urine, keringat, dan masuknya cairan belum menutupi turunnya BB. BB akan naik lagi pada hari ke-4 sampai ke-10. Pada umumnya cairan yang diberikan pada hari pertama sebanyak 60 ml/kg BB dan setiap hari ditambah, sehingga pada hari ke-14 dicapai 200 ml/kg BB.
(Departemen Kesehatan RI, 1993)
2.4.6        Perubahan Sistem Gastrointestinal
Sebelum lahir, janin cukup bulan akan mulai menghisap dan menelan reflek gumoh dan reflek batuk sudah terbentuk dengan baik saat lahir. Kemampuan bayi baru lahir cukup bulan untuk menelan dan mencerna makanan (selain susu) masih terbatas. Hubungan eshophagus dan lambung masih belum sempurna yang mengakibatkan gumoh pada bayi baru lahir dan neonatus. Kapasitas lambung sendiri sangat terbatas. Kapasitas akan bertambah secara lambat bersamaan dengan tumbuhnya bayi baru lahir. (Departemen Kesehatan RI, 1993)

2.5  Penatalaksanaan Bayi Baru Lahir
1.       Pencegahan infeksi
a.       Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi.
b.      Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi.
c.       Pastikan semua peralatan telah didesinfeksi tingkat tinggi.
d.      Pastikan semua yang akan digunakan terhadap bayi telah bersih.

2.       Membersihkan jalan nafas
Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah selama jam pertama setelah kelahiran. Sebagian besar bayi baru lahir akan menunjukkan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan.
Membersihkan jalan nafas dengan mengeluarkan kotoran yang berupa lendir dan darah serta air ketuban dari mulut, tenggorokan, dan hidung bayi dengan cara menghisap segera setelah bayi baru lahir :
a.       Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat.
b.      Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dengan kulit ibunya sesegera mungkin.
Dengan kain bersih dan kering, keringkan bayi dengan kain/handuk yang bersih, kering, hangat, kemudian lingkupi tubuh bayi (selimuti dan beri tutup kepala).




3.       Memotong dan merawat tali pusat
a.       Klemlah tali pusat dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pangkal pusat bayi (tinggalkan kira-kira 1 cm diantara klem-klem tersebut).
b.      Potonglah tali pusat diantara kedua klem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri anda.
c.       Pertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat.
d.      Periksa tali pusat tiap 15 menit, apabila masih terjadi perdarahan lakukan pengikatan ulang.

4.       Memberi obat tetes/saleb mata
Obat mata Eritromycin Tetracylin perlu diberikan apabila mata bayi mengalami gangguan karena clamidia.

5.       Pemberian vitamin K
Untuk mencegah perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir, setiap bayi normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K, dosis 0,5-1 mg IM.

6.       Penilaian awal
Hal-hal yang diawasi pada anak yang baru dilahirkan dengan menggunakan metode APGAR SCORE.
APGAR SCORE YANG DINILAI
SCORE
0
1
2
A


P


G



A



R

Appearance colour (warna kulit)


Pulse (heart rate) (frekuensi jantung)

Grimace (reaksi ransangan)



Activity (tonus otot)



Respiration (usaha nafas)
Pucat


Tidak ada


Tidak ada



Lumpuh



Tidak ada
Badan merah ekstremitas biru

Dibawah 100x/menit

Sedikit gerakan mimik


Ekstremitas dalam fleksi sedikit

Lemah tidak teratur
Seluruh tubuh kemerahan

Diatas 100x/menit

Menangis, batuk, bersin, gerakan aktif

Gerakan aktif


Menangis kuat





APGAR SCORE ditentukan 1 menit dan 5 menit, klasifikasi klinik :
Nilai 7-10        : Bayi normal
Nilai 4-6          : Bayi asfiksia ringan-sedang
Nilai 0-3          : Bayi asfiksia berat
(Irene M. Bobak, 2000)

7.       Penimbangan dan pengukuran
Keakuratan penimbangan dan pengukuran adalah penting dan juga merupakan bagian dari data dasar.
Kehilangan berat badan 5% sampai 10% dari berat badan baru lahir disebabkan oleh penggunaan kalori, kehilangan cairan tubuh, dan keluarnya mekonium, setelah 3 sampai 6 hari bayi mulai meningkat kembali berat badannya.

8.       Mengukur suhu tubuh
Pada saat lahir, suhu tubuh bayi kira-kira sama dengan suhu tubuh ibunya, namun kemampuan bayi untuk mengatur suhu tubuhnya masih buruk, sehingga suhu tubuh bayi harus terus dipantau.

9.       Mencegah kehilangan panas
Pertama-tama yang harus dilakukan adalah menjaga bayi agar tetap hangat, yaitu :
a.       Memastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
b.      Mengganti handuk kain/yang basah dan bungkus bayi tersebut dengan selimut dan jangan lupa memastikan kepala bayi terlindung dan mencegah keluarnya panas tubuh.
c.       Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak bayi setiap 15 menit.
Beberapa hal di atas merupakan cara penyaluran suhu tubuh bayi tetap stabil. Cara bayi kehilangan panasnya antara lain :
a.       Melalui Evaporasi
Yaitu kehilangan panas akibat penguapan cairan pada permukaan tubuh bayi.
b.      Melalui Konduksi
Yaitu kehilangan panas karena pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi langsung kontak dengan permukaan yang lebih dingin.
c.       Melalui Konveksi
Yaitu kehilangan panas tubuh bayi karena aliran udara di sekeliling bayi.
d.      Melalui Radiasi
Yaitu panas tubuh bayi memancarkan ke lingkungan sekitar bayi yang lebih dingin.
(Irene M Bobak, 2000)

Hal-hal yang terjadi bila bayi kedinginan :
a.       Reaksi pertama adalah :
1)   Pernafasan meningkat.
2)   Metabolisme meningkat.
3)   Aktivitas meningkat.
4)   Persediaan glukosa terpakai.
5)   Metabolisme brown fat terpakai.
b.      Efek jangka panjangnya
1)   Terjadi respiratory distress.
2)   Asidosis dan hypoxia.
3)   Hipoglycaemia.
4)   Hiperbilirubinemia.

10.   Identifikasi Bayi
Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu dipasang segera pasca persalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan pada setiap bayi baru dan harus ada ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.
Yang harus tercantum dalam identifikasi antara lain :
a.       Nama bayi dan ibunya.
b.      Tanggal, nomor bayi lahir, jam.
c.       Jenis kelamin.
11.   Mulai pemberian ASI
Pastikan bahwa permberian ASI dimulai dalam waktu 1 jam setelah bayi baru lahir. Jika mungkin, anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya segera setelah lahir.

2.6  Reflek-reflek Bayi Baru Lahir
1.       Reflek Morro (reflek terkejut)
Rangsangan mendadak yang menyebabkanlengan terangkat ke atas dan ke bawah, terkejut dan relaksasi dengan lambat, timbul saat lahir dan hilang sekitar 2 bulan.
2.       Reflek Menggenggam (grasping reflek)
Bayi menggenggam setiap benda diletakkan ke dalam tangannya cukup kuat sehingga dapat menyebabkan tubuhnya terangkat, timbul saat lahir dan hilang sekitar 2 bulan.
3.       Tonick Neck Reflek
Respon fencing postural, kepala, lengan, dan tungkai mengarah ke salah satu sisi relaksasi dengan lambat, timbul saat 2 bulan dan hilang sampai    3 bulan.
4.       Reflek Menghisap
Bibir monyong, lidah melipat, menarik ke dalam, atau menghisap disebabkan karena lapar, rangsangan bibir.
5.       Reflek Rooting
Sentuhan pada pipi atau bibir menyebabkan kepala menoleh ke arah sentuhan menghilang sekitar 6 bulan.
6.       Reflek Menelan
Menelan secara tepat cairan yang dimasukkan ke dalam mulut.
7.       Babinsky Reflek
Terjadi ketika bagian lateral dari telapak kaki digores dari tumit ke atas dan menyilang pada kaki menghilang sekitar 1 tahun.
8.       Reflek Merangkak
Terjadi ketika bayi tengkuapkan maka bayi akan menggerakkan kaki dan tangannya seperti merangkak.

9.       Staping Reflek
Terjadi ketika bayi dimiringkan maka bayi akan menggerakkan tangan dan kakinya seperti ingin berjalan.

2.7  Tanda-tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai pada Bayi Baru Lahir
1.       Pernafasan              :  Sulit atau lebih dari 60x/menit
2.       Kehangatan            :  Terlalu panas (>38ºC/dingin <36ºC)
3.       Warna                     :  Kuning terutama pada 24 jam pertama biru atau pucat memar.
4.       Pemberian makan   :  Hisapan lemah mengantuk, berlebihan, banyak muntah.
5.       Tali pusat                :  Merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk, dan berdarah.
6.       Infeksi                    :  Suhu meningkat, merah, tali pusat keluar cairan bau busuk.
7.       Kemih/tinja             :  Tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, kering, warna hijau tua, ada lendir atau darah pada tinja.
8.       Aktifitas                 :  Menggigil atau tangis tidak biasa, lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang-kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus-menerus.

2.8  Konsep Dasar Asuhan Kebidanan
2.8.1        Pengertian
Asuhan kebidanan adalah bantuan yang dilakukan oleh Bidan kepada individu, pasien, kliennya. Dalam memberikan Asuhan Kebidanan, Bidan menggunakan manajemen kebidanan.
Manajemen kebidanan adalah metode atau pendekatan pemecahan masalah kesehatan ibu dan anak yang khusus dilakukan oleh Bidan di dalam memberikan Asuhan Kebidanan kepada individu, keluarga, dan masyarakat.



Adapun langkah-langkah manajemen kebidanan menurut Varney :
1. Langkah 1 (Pengkajian)
a.       Data Subyektif
1)   Biodata mencakup identitas pasien/klien :
-          Nama bayi lahir, ditanyakan nama orang tuanya.
-          Umur dicatat dalam hitungan jam, hari dan tanggal ditanyakan untuk mengantisipasi diagnosa masalah kesehatan dan tindakan yang dilakukan.
-          Alamat ditanyakan dengan maksud mempermudah hubungan bila diperlukan dalam keadaan mendesak. Dengan diketahuinya alamat tersebut Bidan dapat mengetahui tempat tinggal pasien dan kliennya.
-          Pekerjaan orang tua, ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh pekerjaan terhadap permasalahan kesehatan pasien/klien.
-          Agama orang tua, ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan dan memudahkan Bidan melakukan pendekatan dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan.
-          Pendidikan orang tua, ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya. Tingkat pendidikan mempengaruhi sikap, perilaku kesehatan seseorang.
-          Status anak, ditanyakan untuk mengetahui status anak dalam keluarga, urutan anak dalam keluarga.

2)   Riwayat Antenatal, mencakup :
-          Pemeriksaan kehamilan.
-          Gizi ibu waktu hamil.
-          Penyakit yang pernah diderita ibu dan keluarga. Data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh terhadap bayi yang dikandungnya.
-          Penyakit keluarga terhadap gangguan kesehatan pasien penyakit keluarga yang pelu ditanyakan mencakup TBC, hepatitis, dan penyakit keturunan seperti hipertensi, DM, jantung, asthma.
-          Keadaan psikososial, untuk mengetahui keadaan psikososial klien.

3)   Riwayat Natal Mencakup
-          Tempat, tanggal lahir.
-          Penolong.
-          Letak anak/posisi.
-          Riwayat persalinan.
-          Keadaan waktu lahir.
-          Komplikasi yang terjadi.
-          Apgar Score.
-          Jenis kelamin.

4)   Riwayat Post Natal
Data ini diperlukan untuk mengetahui ibu dalam masa post natal.

b.      Data Obyektif
1)   Pemeriksaan Umum
a)    Keadaan umum, dapat dilihat dari :
BB normal > 2500 gram.
PB normal > 45 cm.
b)   Suhu, normal 36ºC – 37,5ºC.
c)    Respirasi, normal 40x/menit – 60x/menit.
d)   Apgar Score, normal 7 -10
2)   Pemeriksaaan Antropometri, meliputi :
a)    Lingkar dada, ukuran normalnya (31-32).
b)   Lingkar lengan atas (10,5-11 cm)
c)    Lingkar kepala
·         Circum ferentia suboccipito bregmatica (31-32 cm).
·         Circum ferentia fronto occipitalis (33 cm).
·         Circum ferentia mento occipitalis (34-35 cm)
3)   Pemeriksaan Sistematis
Kepala              :  Observasi ada tidaknya benjolan, cepal hematom, caput succedaneum, keadaan fontanel mayor belum menutup 2 jari dan frontanel minor belum menutup 1 jari.
Rambut             :  Observasi warna rambut, pertumbuhan rambut.
Muka                :  Observasi kulit wajah, bentuk wajah, ada tidaknya rambut lanugo.
Mata                 :  Observasi terutama konjungtiva, apakah pucat kering, simetris, tanda konjungtivitis.
Hidung             :  Observasi lubang hidung, simetris/tidak.
Telinga              :  Kedua telinga simetris atau tidak.
Mulut                :  Observasi bibir dan rongga mulut, apakah bibir kering atau pucat, adakah kelainan.
Leher                :  Observasi adakah pembesaran kelenjar.
Tangan              :  Observasi keadaan tangan terutama telapak tangan dan kuku jari-jari lengkap atau tidak.
Ketiak               :  Observasi apakah ada benjolan.
Dada                 :  Observasi bentuk thorax, adakah ronchi.
Abdomen
Inspeksi            :  Observasi dilakukan untuk mengetahui bentuk abdomen, adakah perdarahan tali pusat.
Palpasi              :  Dilakukan untuk mengetahui batas terabanya hepar, limpa, kemungkinan adanya benjolan atau nyeri tekan.
Auskultasi        :  Untuk mengetahui gerak peristaltik.
Perkusi              :  Untuk mengetahui udara dalam saluran cerna.
Pelipatan paha : Observasi kelenjar limfe, ada tidaknya hernia inguinalis.
Kaki                  :  Observasi ada tidaknya kelainan
Punggung         :  Observasi ada tidaknya spina bifide.
Anus                 :  Observasi ada tidaknya kelainan (atresia ani)
Genetalia          :  Pada ♀ apakah labia mayora sudah menutupi labia minora. Pada ♂ apakah testis sudah turun pada skrotum.
Integumen:       Observasi warna kulit, tugor kulit.

2. Langkah II (Identifikasi Diagnosa dan Masalah)
Melakukan identifikasi diagnosa dan masalah berdasarkan data dasar yang terkumpul.
Diagnosa yang muncul adalah
-          Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan

3. Langkah III (Antisipasi Diagnosa dan Masalah Potensial)
Mengantisipasi diagnosa dan masalah potensial yang mungkin terjadi berdasarkan masalah atau diagnosa yang sudah diidentifikasi serta antisipasi penanganannya.
Antisipasi potensial tersebut antara lain :
a.       Hipothermi.
b.      Perdarahan tali pusat.
c.       Hipoglikemi.
d.      Infeksi tali pusat.
e.       Kuning.

4. Langkah IV (Identifikasi Tindakan dan Kebutuhan Segera)
Pada bayi baru lahir, untuk mengantisipasi adanya kelainan komplikasi yang bisa timbul, tindakan yang bisa dilakukan :
a.       Segera mengeringkan bayi.
b.      Tempatkan pada tempat hangat.
c.       Bungkus bayi dengan selimut.
d.      Rawat tali pusat.
e.       Segera mungkin tetekan bayi.



5. Langkah V (Menyusun Rencana Asuhan)
Dari diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan.
Rencana asuhan       :
a.       Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu.
b.      Jaga suhu bayi, lingkungan tetap hangat.
c.       Anjurkan pada ibu sesegera dan sesering mungkin meneteki bayinya.
d.      Ajari ibu merawat tali pusat secara septic.
e.       Observasi tanda-tanda vital, perdarahan tali pusat, tanda-tanda hipoglikemia.
Rasionalisasi
a.       Pendekatan terapeutik membantu tercipta adanya kerjasama yang baik.
b.      Bayi baru lahir mudah mengalami hypothermia karena pengaturan suhu belum berfungsi dengan baik.
c.       Kontak dini ibu dengan bayi dan ASI mengandung antibody untuk pembentukan awal tubuh bayi.
d.      Perawatan yang baik mengurangi resiko terjadinya tetanus neonatorum.
e.       Mencegah resiko terjadinya komplikasi bayi baru lahir.

6. Langkah VI (Pelaksanaan Langsung Tindakan)
Melakukan pelaksanaan rencana Asuhan Kebidanan menyeluruh secara efisien dan aman sesuai dengan rencana yang tersusun.

7. Langkah VII (Evaluasi)
Mengevaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan, ulangi setiap asuhan yang diberikan, kemudian menilai keefektifannya dengan :
S    :  -  Ungkapan ibu seperti
·         Bayi menangis keras
·         Dapat menetek dengan baik
·         Berapa kali berak dan kencing
·         Rewel atau tidak
O   :  -  Tanda-tanda Bayi
·         BAB berapa kali, konsistensi, bau
·         Gerakan bayi aktif atau tidak
·         Bayi tidur atau tidak
·         Reflek bayi

A   :  Bayi baru lahir hari ke I

P    :  -  Lanjutkan Planning
·         Lanjutkan rencana tindakan semua
·         Rawat tali pusat.
·         Memandikan bayi
·         Menjaga bayi dalam kondisi hangat
·         Ganti popok
·         Tetekan bayi sesering mungkin
(Departemen Kesehatan RI, 1994)



BAB 3
ASUHAN KEBIDANAN
PADA BAYI Ny. “A” DENGAN BAYI BARU LAHIR
DI BPS BIDAN Hj. Ny. SIAMI SULIMIN
SURABAYA

3.1   Pengkajian
Tanggal : 19-01-2008        Jam : 20.00 WIB
3.1.1        Data Subyektif
1.      Biodata
Identitas bayi
Nama bayi              : Bayi Ny. ”A”
Umur                      : 3 jam
Jenis kelamin          : Perempuan
Anak ke                  : I

Identitas Orang Tua
Nama Ayah            : Tn.”M”
Umur                      : 28 tahun
Agama                    : Islam
Pendidikan             : SLTA
Pekerjaan                : Swasta
Suku/Bangsa          : Jawa/Indonesia
Alamat                   : Jl. Simo Rukun Timur VIII/8

Nama Ibu               : Ny.”A”
Umur                      : 25 tahun
Agama                    : Islam
Pendidikan             : SLTA
Pekerjaan                : Swasta
Suku/Bangsa          : Jawa/Indonesia
Alamat                   : Jl. Simo Rukun Timur VIII/8



2.      Riwayat Antenatal
a.       Pemeriksaan Kehamilan
-          Ibu rutin memeriksakan kehamilannya mulai kehamilan           5 bulan di RB Nabila Rahayu Purwakarta dan pada usia kehamilan 9 bulan ibu pindah dan periksa di BPS Hj.            Ny. Siami Sulimin Surabaya
-          Mendapat Imunisasi TT 2x pada trimester II.
-          Mendapat tablet tambahan darah dan vitamin.
b.      Gizi Ibu Waktu Hamil
-          Ibu makan nasi, sayur, dan lauk pauk, kadang buah-buahan. Minum air putih ± 6-8 gelas/hari. Minum susu 2 gelas/hari.
-          Saat ibu hamil muda, nafsu makan menurun, mual, muntah terutama pagi hari tapi setelah kehamilan 4 bulan, nafsu makan meningkat dan ibu suka makan dan ngemil.
-          Penyakit yang pernah diderita ibu dan keluarga
Ibu mengatakan dari pihak ibu maupun keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular seperti TBC, hepatitis, dan penyakit keturunan seperti hipertensi, DM, jantung, asthma.

c.       Keadaan Psikososial
-          Ibu mengatakan bahwa dirinya dan keluarganya sangat mengharapkan kelahiran bayinya dan dapat lahir dengan selamat juga sehat.
-          Ibu mengatakan suaminya tidak membedakan jenis kelamin bayi.
-          Ibu mengatakan suaminya dan keluarganya selalu memberikan dukungan dan dorongan untuk menghadapi keadaan di masa kehamilan, kelahiran, dan nifas.

d.      Riwayat Natal
Tanggal lahir/jam             :  19-01-2008/16.45 WIB
Tempat lahir                     :  BPS Ny. Siami
Penolong                          :  Bidan Siami
Letak anak/posisi             :  Belakang kepala
Riwayat persalianan
-    Kelahiran                        :  Spontan
-    Ketuban                          :  Hijau keruh ± 200 cc
-    Lama kala I                    :  9 jam 40 menit
-    Lama kala II                   :  1 jam
Keadaan waktu lahir        :  Spontan menangis
Komplikasi yang terjadi   :  Tidak ada
Apgar Score                     :  8 – 9
Jenis kelamin                    :  Perempuan

4.       Riwayat Post Natal
-          Ibu mengatakan lega dan senang setelah anaknya lahir dengan selamat.
-          Ibu mengatakan ASI belum keluar.
-          Ibu masih dalam perawatan di BPS Ny. Siami Sulimin
-          Bayi dirawat gabung
-          ASI belum diberikan
-          Bayi menangis kuat, ibu masih kelelahan
-          Pola eliminasi :          
Meconium Å
BAK 1 x

3.1.2        Data Subyektif
3.1.2.1  Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum      :  Baik
Suhu                        :  36,7ºC
Nadi                        :  124x/menit
Respirasi                 :  40x/menit

3.1.2.2  Antropometri
BB                          :  3100 gram
PB                           :  50 cm
LIDA                      :  33 cm
LILA                      :  11 cm
LIKA                      :  Circumferentia Occipito Bregmatika   : 32 cm
Circumferentia Fronto Oksipitalis        : 34 cm
Circumferentia Mentro Occipitalis       : 38 cm

3.1.2.3  Pemeriksaan Sistematis
Kepala              :  Tidak ada benjolan chepal haematom (-), caput succedanium (-), fontanel minor belum menutup 1 jari, fontanel mayor belum menutup 2 jari, moulage (-), kebersihan kurang.
Rambut             :  Warna hitam, perabaan halus, pertumbuhan merata.
Muka                :  Tidak pucat, tidak ada oedema, tidak ada kelainan.
Mata                 :  Simetris, sklera tidak icterus, conjungtiva tidak anemis.
Hidung             :  Simetris, baik, bersih, tidak mengeluarkan cairan, tidak ada tanda pernafasan cuping hidung.
Telinga              :  Simetris, kebersihan kurang, tidak mengeluarkan cairan.
Mulut                :  Bibir tidak pucat, labio shzizis (-), palato shzizis (-).
Leher                :  Pembesaran kelenjar limfe (-), pembendungan vena jugularis (-).
Tangan              :  Simetris, jari-jari lengkap, polidactily (-), sindactily (-).
Ketiak               :  Pembesaran kelenjar limfe (-), kebersihan cukup.
Dada                 :  Simetris, dada burung (-).
Abdomen
Inspeksi      :  Perut tidak membuncit, tali pusat tertutup kasa, terdapat bercak darah pada kasa penutup tali pusat, tali pusat masih basah.
Palpasi        :  Pembesaran hepar (-), pembesaran lien (-), konsistensi kenyal, hergor baik, nyeri tekan tidak ada.
Auskultasi  :  Gerak peristaltik Å
Perkusi       :  Kembung (-)
Pelipatan paha  :  Pembesaran kelenjar limfe (-), tanda hernia inguinalis (-)
Kaki                 :  Simetris, jari-jari normal, polidactily (-), sindactily (-), teraba dingin.
Punggung         :  Simetris.
Anus                 :  Å, tidak ada athresia ani
Genetalia          :  Libia mayora sudah menutupi labia minora, uretra ada.
Integumen        :  Warna kulit merah mudah, turgor baik.

Macam-macam reflek :
-          Moro Reflek Å
-          Rooting Reflek Å
-          Grasping Reflek Å
-          Stapping Reflek Å
-          Sucking Reflek Å
-          Tonic neck Reflek Å
-          Babinsky Reflek Å

3.2   Identifikasi Diagnosa dan Masalah
Tanggal
Data Dasar
Diagnosa/Masalah
19-01-2008
DS :
Ibu mengatakan :
-      Lega dan gembira setelah anaknya lahir dengan selamat.
-      Melahirkan anak ke-1 tanggal 19-01-2008 jam 16.45.
-      Cara lahir normal, ditolong Bidan Siami,          BB : 3100 gram, panjang : 50 cm

DO :
-      Bayi lahir tanggal 19-01-2008
-      Jam 16.45
-      Jenis kelamin perempuan
-      Ketuban : hijau keruh
-      BBL : 3100 gr
-      PB : 50 cm


Bayi baru lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan.
Umur 3 jam (masa transisi).

Kebutuhan :
-  Menjaga kehangatan suhu tubuh bayi.
-  Menjaga kebersihan bayi dan jalan nafas.
-  Perawatan tali pusat.
Tanggal
Data Dasar
Diagnosa/Masalah

-      Lila : 11 cm
-      Lida : 33 cm
-      Lingkar Kepala :
Circum ferentia suboccipito bregmatika      : 32 cm
Circum ferentia fronto occipitalis         : 34 cm
Circum ferentia mento occipitalis         : 38 cm
-      Keadan umum:
Suhu            :  26,7ºC
Nadi                        :  124x/menit
Respirasi      :  40x/menit
-      Pemeriksaan tidak ada kelainan


3.3   Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial
-          Potensial Hipotermi
DS     :   -
DO    :   -   BB     :  3100 gram
              -   PB      :  50 cm
              -   Nadi   :  124 x/menit
              -   Suhu  :  36,7ºC
              -   Rr       :  40x/menit
              -   Ekstremitas bawah teraba dingin
-          Potensial Perdarahan Tali Pusat
DS     :  -
DO     :  -   Tali pusat tampak masih basah
              -   Terdapat bercak darah pada tali pusat
              -   Bayi rewel atau sering menangis

3.4   Menetapkan Kebutuhan terhadap Tindakan Segera
1.      Menjaga kehangatan suhu tubuh.
2.      Menjaga kebersihan bayi dan jalan nafas.
3.      Perawatan tali pusat.










 





 
 







































































 




 
 
































































CATATAN PERKEMBANGAN

Tanggal
Diagnosa
Catatan Perkembangan
20-01-2008
Bayi baru lahir
S  :  -  Ibu mengatakan sudah dapat merawat bayinya.
-  Ibu ingin segera membawa pulang anaknya.

O  :  -  Bayi baru lahir 24 jam I.
-  Bayi menangis keras.
-  Reflek menghisap Å diikuti reflek lain.
-  Tali pusat masih basah.
-  BB        :  3100 gram
-  Suhu     :  37,2ºC

A  :  Bayi baru lahir hari I

P  :  -  Ibu sudah diperbolehkan pulang dengan bayinya.
-  Memberikan nasehat pada ibu tentang perawatan bayinya antara lain :
1.  Tetap menetekan bayinya.
2.  Tidak boleh diberikan makanan tambahan apapun selain ASI.
3.  Karena tali pusat masih basah, ibu harus merawat tali pusat dengan cara mencuci tangan terlebih dahulu kemudian mengeringkan dan membungkus tali pusat dengan kasa steril.
4.  Menjaga agar bayi tetap hangat.
5.  Membawa bayi kontrol 1 minggu lagi dan menjadwalkan untuk imunisasi selanjutnya 1 bulan lagi.


BAB 4
PEMBAHASAN

Bayi baru lahir adalah bayi yang telah dilahirkan dari kehamilan 37-42 minggu dengan berat bayi badan 3500-4000 gram (Depkes, 1993). Setiap bayi baru lahir harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterine ke ekstrauterine, masa ini disebut masa transisi dimana dapat terjadi berbagai masalah untuk melewati masa ini.
Masalah ini biasanya muncul pada masa transisi diantaranya terjadi penurunan suhu tubuh (hypotermi) sebagai akibat dari ketidakmampuan bayi dalam beradaptasi dengan lingkungan, adanya perdarahan tali pusat yang kemungkinan dapat terjadi karena ikatan benang tali pusat atau klem umbilikalis yang kurang erat, sehingga masa-masa ini merupakan masa yang masih berbahaya dan memerlukan pengawasan ketat (Irene M  Bobak. 2000).
Dalam kasus ini didapatkan data bahwa bayi baru lahir tanggal 19-01-2008 jam 16.45 WIB secara spontan. Keadaan umum bayi baik, langsung menangis, gerak aktif. Melalui data-data inilah didapatkan suatu diagnosa masalah bayi baru lahir dengan persalinan spontan pada masa reaktifitas pertama.
Segera setelah bayi lahir dilakukan implementasi berdasarkan intervensi yang ada sesuai dengan teori yaitu membersihkan jalan nafas, memotong dan merawat tali pusat, mempertahankan suhu tubuh bayi, identifikasi yang cukup, pencegahan infeksi, nutrisi. Sesuai kasus yang telah diperoleh, penanganan pada bayi baru lahir yang telah dilakukan adalah membersihkan jalan nafas, menilai APGAR score, memotong tali pusat, mempertahankan suhu tubuh bayi, mengidentifikasi bayi, mencegah infeksi, melakukan kontak awal antara ibu dan bayi dengan pemberian ASI, observasi TTV, dan pengukuran antropometri, menciptakan lingkungan yang hangat, memandikan bayi ± 6 jam setelah lahir.
Selama melaksanakan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir, tidak didapatkan adanya suatu kesenjangan antara teori dan hasil pemeriksaan saat ini. Karena adanya kerjasama antara ibu bayi dengan petugas kesehatan.


BAB 5
PENUTUP

5.1   Simpulan
Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan dan mengacu pada tujuan khusus, maka didapatkan antara lain :
1.      Pengkajian
Tidak didapatkan adanya kesenjangan antara teori dan hasil pemeriksaan keluarga kooperatif dengan petugas saat dilakukan anamnesa/wawancara yaitu dengan menjawab semua pertayaan yang diberikan petugas dengan jelas dan sikap yang ramah.
2.      Pada Identifikasi Diagnosa/Masalah
Tidak didapatkan kesenjangan antara teori dan hasil dari pemeriksaan terbukti dalam kasus in penulis menemukan masalah sebagai berikut :
Bayi baru lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan, umur 3 jam dalam masa transisi.
3.      Pada Antisipasi Masalah Potensial
Pada kasus ini, penulis dapat menemukan masalah potensial :
a.       Potensial infeksi tali pusat.
b.      Potensial terjadinya perdarahan tali pusat.
c.       Potensial Hypoglikemia.
4.      Pada Identifikasi Kebutuhan Segera
Pada kasus ini penulis dapat menemukan kebutuhan yang segera dilakukan:
a.       Menjaga kehangatan suhu tubuh bayi agar tetap stabil.
b.      Menjaga kebersihan bayi dan jalan nafas.
c.       Perawatan tali pusat.
5.      Pada Intervensi
Tidak ditemukan adanya suatu kesenjangan antara teori dan praktek terbukti ibu mau di ajak kerjasama pada saat menentukan rencana untuk kontrol, kembali 3 hari lagi untuk dilakukan imunisasi BCG dan hepatitis I

6.      Pada Implementasi
Pada pelaksanaan rencana tindakan tidak banyak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek, disebabkan oleh :
a.       Adanya kerjasama yang baik antara petugas kesehatan dengan klien.
b.      Adanya dukungan dari keluarga pasien yang cukup baik.
c.       Adanya dana dan prasarana yang mendukung.
7.      Pada Evaluasi
Pada evaluasi tidak didapat adanya suatu kesenjangan antara teori dan hasil Asuhan Kebidanan yang diberikan, terbukti keluarga kooperatif dengan petugas. Dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir, penulis berpegang teguh pada teori yang ada dan prosedur tetap yang berlaku sehingga diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan yang baik pada ibu dan keluarga supaya tercapai derajat kesehatan yang optimal sehingga dapat menekan angka kesakitan dan kematian perinatal.

5.2   Saran
5.2.1        Saran untuk Petugas Kesehatan
1.      Dalam memberikan Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir, tenaga yang potensial harus memberikan secara tepat dan tepat.
2.      Hendaknya seorang Bidan juga memberikan HE kepada ibu maupun keluarga cara-cara perawatan bayi sehingga nantinya ibu menjadi mandiri.
3.      Sebagai calon Bidan hendaknya meningkatkan profesionalitasnya sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

5.2.2        Saran untuk Keluarga
1.      Hendaknya ibu meneteki anaknya sesering mungkin sampai anak berumur 2 tahun dan memberikan makanan tambahan setelah anak berumur 6 bulan.
2.      Hendaknya ibu maupun keluarga melaksanakan perawatan tali pusat dengan tepat dan benar.
3.      Bila terjadi sesuatu kepada bayi, segera bawa bayinya ke petugas kesehatan atau RS terdekat.
4.      Hendaknya ibu memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya ke posyandu atau puskesmas dan mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.


DAFTAR PUSTAKA



 
 
Anonim. 2000. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prowiharjo.

Bobak, M, Irene. 2000. Perawatan Maternitas dan Gekologi. Bandung : Universitas Padjajaran.

Departemen Kesehatan RI. 1993. Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks Keluarga. Jakarta : Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan.

Departemen Kesehatan RI. 1994. Manajemen Kebidanan. Jakarta.

Hamilton, Mary Persis. 1995. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta.

Rustam, Mochtar. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar