Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

-----

KOLESTEROL JAHAT (LDL)


Kolesterol jahat (LDL) sejak lama telah menjadi momok kesehatan karena dapat memicu penyakit jantung koroner dan stroke. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah akan menyebabkan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah.
Jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit jantung koroner, seperti merokok atau kegemukan, maka makin rendah pula target kadar kolesterol LDL yang harus dicapai.
Perubahan gaya hidup, antara lain dengan mengatur pola makan dan berolahraga, menjadi sasaran terapi penurunan kolesterol yang utama. Makanan yang mengandung mikronutrien tertentu dalam buah dan sayuran sejak lama diketahui efektif untuk menurunkan kolesterol
Prof. Helena Gylling, MD, PhD, peneliti senior dari University of Kuopio, Finland, yang melakukan serangkaian penelitian terhadap khasiat Plant Stanol Ester (PSE) menemukan, bahan pangan yang mengandung stanol jika dikonsumsi secara rutin akan menurunkan kolesterol jahat 8-11 persen.
"Struktur PSE yang menyerupai kolesterol akan membantu mengikat garam empedu pada saluran pencernaan, sehingga menghambat penerapan kolesterol dari makanan," katanya usai acara seminar bertemakan Plant Stanol Ester: A Novel Dietary Component in Lowering cholesterol to Improve Cardio-Vascular Health, sabtu, (15/10/2011).
PSE merupakan golongan tumbuhan yang terdapat dalam sejumlah tanaman, diantaranya kedelai, sayuran, jagung, dan gandum. Hasil penelitian menunjukkan, PSE terbukti secara klinis mampu menurunkan kadar kolesterol total hingga 8 persen, kolesterol jahat (LDL) hingga 11 persen setelah mengonsumsi selama 1-2 minggu.
Menurut Gylling, pada dasarnya kolesterol tetap diperlukan oleh tubuh sebagai substansi penting untuk membuat atau membangun bahan-bahan dari dinding sel. Disamping juga, sebagai bahan dasar pembentukan hormon.
"Kolesterol menjadi masalah ketika terlalu banyak (LDL kolesterol) yang menumpuk dalam darah, sehingga mendorong pengembangan plak di dinding arteri, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke," jelasnya.
Dalam paparannya Gylling menuturkan, khususnya di negara-negara maju selama 30 tahun PSE telah dianjurkan sebagai bagian integral dari diet dan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol. Bahkan kandungan di dalam Plant Stanol Ester dapat mengaktifkan transporter protein pada dinding usus, sehingga kolesterol yang terserap dinding usus dapat dikeluarkan melalui feses.
Mengenai bagaimana mekanisme PSE bekerja didalam tubuh secara singkat Gylling mengutarakan, pada tahap pertama, PSE akan menggantikan posisi kolesterol di dalam micell, sehingga kolesterol tersisa akan terbuang. Tahap selanjutnya, kolesterol dan PSE yang terikat di dalam micell, akan diserap oleh tubuh. PSE akan mengaktifkan protein khusus untuk membuang sebagian kolesterol yang terserap, sehingga kolesterol yang terserap semakin sedikit.
"Tubuh kita memang mempunyai kemampuan untuk membentuk kolesterol. Dengan PSE, kolesterol yang diserap menurun," katanya.
Kabar baiknya adalah, bagi mereka yang sudah terlanjur mengonsumsi obat penurun kolesterol seperti misalnya statin, tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi PSE secara bersamaan. Karena menurut Gylling, kombinasi antara PSE dan statin justru akan memberikan hasil lebih baik dan tidak akan menimbulkan efek samping.    
"Kerja dari PSE menghambat penyerapan kolesterol di usus. Sedangkan obat-obatan anti kolesterol yang dipakai sekarang seperti statin, dia akan menghambat sintesis kolesterol. Jadi sebenarnya, kombinasi antara statin dan PSE adalah kombinasi yang cukup bagus dan secara farmakologis cukup rasional," bebernya.
Ia menambahkan, berbeda dengan obat penurun kolesterol lainnya, PSE dapat pula dikonsumsi bagi ibu hamil dan anak-anak yang memiliki kadar kolesterol tinggi.
Sementara itu, Diny Elvirani, Head of Business Unit Nutrition for Special Needs Kalbe Nutritionals pada acara yang sama mengatakan, khasiat Plant Stanol Ester (PSE) kini terdapat dalam product Nutrive Benecol, yang mengandung bahan-bahan herbal yang secara klinis terbukti manurunkan kadar kolesterol dalam darah.
"Nutrive Bencol dapat dikonsumsi terutama oleh mereka yang ingin menurunkan dan menjaga kadar kolesterol, karena tidak ada efek samping," katanya.
Berdasarkan European Journal of Clinical Nutrition, Januari 2009, Plant Stanol Ester (PSE) merupakan 1 dari 10 penemuan terbaik di bidang nutrisi dalam 30 tahun terakhir dan telah dikonsumsi lebih dari 30 negara.
Fakta Kolesterol LDL dan Kolesterol HDL
25/02/2009 — Goji Team
Apakah mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tidak baik bagi tubuh? Apakah kita tak boleh mengonsumsi makanan berkolesterol? Kolesterol sesungguhnya dibutuhkan tubuh, tetapi peningkatan kadarnya, terutama jenis yang buruk, yaitu low density lipoprotein (LDL), cukup berpengaruh pada terjadinya PJK.
Kolesterol berperan penting dalam pembentukan membran sel, beberapa hormon, dan vitamin D. Organ hati membuatnya dan menghubungkannya ke pembawa protein yang disebut lipoprotein, yang membuatnya larut dalam darah dan ditransportasikan ke seluruh bagian tubuh. Agar tak terjebak dengan pengertian yang keliru tentang kolesterol, simak mitos dan fakta kolesterol di bawah ini.
Kolesterol itu jahat
Mitos. Faktanya, kolesterol penting bagi fungsi tubuh. Dr. John Gullota, ketua dari AMA Therapeutics Committee, seperti dikutip Good Health & Medicine, menyatakan sekitar 75 persen dari kolesterol dihasilkan oleh tubuh dan 25 persen diperoleh dari makanan.
Sebagian besar kolesterol dibuat oleh hati dan penting untuk banyak proses, termasuk produksi hormon seks dan vitamin D, serta untuk fungsi otak dan saraf. Kolesterol yang bergabung dengan protein membentuk lipoprotein membantu perjalanan di aliran darah.
Ditambahkan oleh Prof. DR. Made Astawan, MS, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB, meskipun dianggap berbahaya, kolesterol tetap dibutuhkan tubuh. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain. Dari jumlah tersebut 25-40 persen atau sekitar 200-300 mg secara normal berasal dari makanan, selebihnya disintesis oleh tubuh.
Semua level kolesterol yang tinggi membuat Anda berisiko terhadap penyakit.
Mitos. Tubuh memerlukan kolesterol untuk membuat membran sel dan hormon. Ada dua macam kolesterol yang mesti diamati, kolesterol baik yaitu HDL, dan kolesterol jahat (LDL).
Kolesterol jahatlah yang membentuk plak di dalam pembuluh arteri dan menimbulkan penyakit jantung. Sebaliknya, kolesterol baik membantu mengeluarkan kolesterol jahat dari darah. Semakin tinggi HDL, akan semakin baik. Semakin rendah LDL juga akan semakin baik.
Diet rendah lemak yang menyehatkan dan olahraga secara alami akan membantu Anda mengelola kolesterol. Pengobatan akan membantu kala diet dan olahraga tidak cukup.
Gejala risiko tinggi kolesterol bisa dilihat.
Mitos. Faktanya, satu dari lima orang Amerika memiliki kolesterol tinggi. Sayang, banyak yang tidak mengetahuinya karena biasanya tanpa gejala.
Beberapa orang hanya mempelajari kalau dirinya memiliki kolesterol tinggi setelah serangan jantung atau stroke. Belum pasti apakah Anda mengalami risiko tinggi kolesterol? Lakukan pemeriksaan kolesterol rutin setiap lima tahun sekali, dimulai pada usia 20-an.
Pengobatan menjadi satu-satunya cara untuk mengelola risiko tinggi kolesterol.
Mitos. Cara utama untuk mengurangi risiko tinggi kolesterol adalah melalui diet, olahraga, dan pengobatan. Namun, menurut Gullotta, “Lebih baik menurunkan kolesterol secara alami bila Anda bisa melakukannya.” Contohnya, pertahankan berat badan sehat, lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, dan konsumsi makanan sehat dengan mengurangi lemak jenuh hingga kurang dari 7 persen dari kalori harian. Olahraga dapat menurunkan LDL dan meningkatkan HDL.
Tip lainnya, konsumsi kolesterol kurang dari 200 mg per hari, kurangi asam lemak trans (minyak hidrogenasi), asup 25-35 gram serat, dan tingkatkan jumlah asam lemak omega-3 dengan makan ikan dan atau suplemen minyak ikan. Bila diet dan olahraga saja tidak cukup menurunkan kolesterol Anda, dokter kemungkinan akan merekomendasikan pemberian obat.
Risiko tinggi kolesterol meningkatkan kemungkinan mengalami diabetes melitus tipe-2.
Fakta. Risiko tinggi kolesterol bisa berperan sebagian dalam perkembangan diabetes tipe-2. Kolesterol baik di bawah 35 mg/dL merupakan salah satu faktor risiko diabetes. Faktor risiko lainnya adalah kelebihan berat badan, memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, tidak aktif, dan tekanan darah tinggi.
Diabetes tipe-2 seperti risiko tinggi kolesterol, bisa diam-diam. Anda bisa mengetahuinya sampai Anda mengalaminya. Pelajari risiko diabetes Anda. Lakukan pemeriksaan gula darah puasa bila Anda mengalami kelebihan berat badan.
Bila kolesterol total normal, Anda tidak berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.
Mitos. Faktanya, meski kolesterol total Anda normal, kurang dari 200 mg/dL, kolesterol LDL yang tinggi atau HDL yang rendah justru akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Itu sebabnya, penting untuk mengetahui seluruh angka-angka kolesterol Anda. Untuk mengurangi risiko penyakit, lakukan pengecekan kolesterol dan ikuti perintah dokter.
Rokok dan alkohol bisa memengaruhi kolesterol Anda.
Fakta. Alkohol dan rokok bisa mengubah kolesterol. Beberapa penelitian menunjukkan alkohol dalam jumlah moderat (sekitar satu gelas per hari bagi wanita atau dua gelas bagi pria) dapat meningkatkan kolesterol baik. Sebaliknya, merokok sudah terbukti bisa menurunkan kolesterol baik.
Bila Anda belum pernah mengonsumsi alkohol sebelumnya, tak perlu memulainya untuk mendapat efek positif terhadap kolesterol. Sebab, diet menyehatkan itu sendiri sudah dapat meningkatkan kolesterol baik. Namun, bila Anda merokok, cobalah untuk berhenti. Tak hanya akan membantu kolesterol, tetapi juga akan mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.
Sebaiknya lakukan pemeriksaan kolesterol pertama kali saat berusia 45.
Mitos. Faktanya, memeriksa kolesterol saat usia sudah merambat naik bisa membuat Anda kecolongan. Dalam situs WebMD dijelaskan bahwa setiap orang sebaiknya melakukan pemeriksaan kolesterol setiap lima tahun sekali dimulai pada usia 20 tahun.
Profil lemak puasa diperiksa setelah Anda berpuasa selama 9-12 jam. Hasil tes akan memecah kolesterol Anda menjadi beberapa bagian, yaitu trigliserida, HDL, LDL, dan kolesterol total. Gambaran yang sehat, trigliserida kurang dari 150 mg/dL, HDL lebih dari 40 mg/dL, LDL kurang dari 100 mg/dL, dan kolesterol total di bawah 200 mg/dL. Mulai memeriksa kolesterol sejak dini akan menempatkan Anda dalam gaya hidup sehat di kemudian hari.
Menghilangkan daging, keju, dan lemak dari diet akan membuat semuanya baik-baik saja.
Mitos. Faktanya, menghilangkan satu atau dua dari kelompok makanan bukan merupakan cara sehat untuk mengelola kolesterol. Tidak perlu menghindarkan seluruh lemak, daging, dan produk susu dari diet Anda.
Kunci untuk mengelola kadar kolesterol adalah mengontrol porsi dan keragaman makanan. Makanan tinggi lemak jenuh meningkatkan kolesterol darah lebih dari hal lainnya. Untuk itu, pembatasan asupan lemak jenuh dan kolesterol dapat membuat perubahan.
Kolesterol setara dengan lemak.
Mitos. Faktanya, dilihat dari struktur kimianya, kolesterol merupakan kelompok steroid, yaitu suatu zat yang termasuk ke dalam golongan lipid atau lemak. Namun, kolesterol dan lemak merupakan substansi yang berbeda. Satu makanan bisa tinggi lemak, tetapi bebas kolesterol, misalnya minyak zaitun. Makanan lain bisa rendah lemak tetapi tinggi kolesterol, seperti ginjal.
Untuk menjaga agar jantung Anda tetap sehat, ganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang bersahabat dengan tubuh Anda.
Antioksidan hanya memberi perlindungan terhadap kanker.
Mitos. Faktanya, antioksidan juga melindungi terhadap kolesterol jahat, seperti halnya penyakit jantung. Antioksidan memberi perlindungan terhadap kerusakan radikal bebas. Antioksidan dijumpai pada kebanyakan buah dan sayur. Teh hijau dan juga cokelat hitam dengan kualitas baik adalah sumber antioksidan. Kehadiran antioksidan ini akan mengurangi risiko penyakit jantung


Lemak Jahat (LDL) vs Lemak Baik (HDL)

dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, menjelaskan, "Kolesterol adalah suatu jenis lemak yang ada dalam tubuh dan dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida."

Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu.

LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah.

Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang "baik" karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.


Kolesterol LDL dan HDL
Kolesterol LDL sering disebut dengan kolesterol ‘jahat’, karena peningkatan kadar kolesterol ini dalam darah dihubungkan dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner. Kolesterol LDL akan berakumulasi di dinding arteri sehingga membentuk semacam plak yang menyebabkan dinding arteri menjadi kaku dan rongga pembuluh darah menyempit. Proses ini dikenal dengan nama atherosklerosis.
Kolesterol HDL sebaliknya sering disebut dengan kolesterol ‘baik’ karena kolesterol HDL mencegah terjadinya atherosklerosis dengan cara mengeluarkan kolesterol ‘jahat’ dari dinding arteri dan mengirimkannya ke hati. Jadi, bila kadar kolesterol LDL tinggi sedangkan kadar kolesterol HDL rendah maka merupakan faktor resiko terjadinya atherosklerosis. Sebaliknya yang diharapkan adalah kadar kolesterol LDL rendah dan kadar kolesterol HDL yang tinggi.
Apa yang menentukan kadar kolesterol LDL dalam darah?
Hati, selain memproduksi kolesterol LDL dan masuk ke sirkulasi darah, juga menyaring kolesterol yang beredar di dalam darah seperti dijelaskan diatas. Semakin banyak reseptor kolesterol LDL yang terdapat dalam hati maka semakin tinggi tingkat penyaringan yang dilakukan, hal ini akan berimbas pada semakin rendahnya kadar kolesterol LDL dalam darah. Kekurangan reseptor kolesterol LDL dalam hati akan meningkatkan secara signifikan kadar kolesterol LDL dalam darah.
Kadar kolesterol baik LDL maupun HDL juga dipengaruhi oleh faktor herediter atau keturunan. Pada pasien dengan familial hypercholesterolemia (FH), terdapat pengurangan jumlah yang signifikan dari reseptor kolesterol LDL dalam hatinya.Pasien ini juga akan rentan menderita atherosklerosis dan serangan jantung pada usia muda.
Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol akan meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Lemak dibagi menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh berdasarkan pada struktur kimianya. Lemak jenuh terutama berasal dari daging dan produk olahan susu yang akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Beberapa minyak tumbuhan yang dibuat dari buah kelapa, sawit, dan cokelat juga tinggi kadar lemak jenuhnya.
Apakah menurunkan kadar kolesterol LDL akan mencegah serangan jantung dan stroke?
Menurunkan kadar kolesterol LDL saat ini merupakan fokus utama dalam mencegah atherosklerosis dan serangan jantung. Beberapa dokter dan ahli percaya bahwa keuntungan menurunkan kadar kolesterol LDL antara lain :
  • Mengurangi dan menghentikan pembentukan plak kolesterol pada dinding pembuluh darah.
  • Memperlebar rongga arteri.
  • Mencegah pecahnya plak kolesterol yang mempunyai resiko membentuk gumpalan darah/trombus (faktor resiko stroke)
  • Menurunkan resiko serangan jantung.
  • Menurunkan resiko stroke.

Previous
Next Post »

Translate