Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 14 April 2012

MAKALAH SPIRITUALISME DALAM ISLAM


MAKALAH
SPIRITUALISME DALAM ISLAM
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia – Nya sehingga makalah yang berjudul “Spiritualisme dalam Islam” dapat diselesaikan.
Penulis menyadari walaupun sudah berusaha sekuat kemampuan yang maksimal, mencurahakan segala pikiran dan kemampuan yang dimiliki, makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dari segi bahasa, pengolahan, maupun dalam penyusunan. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.         
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi yang mempelajarinya. Khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.  

                                                           


                                                                                    Surabaya, 26 November 2011

                                                                                                    Penulis






DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………………………………………… 1 
Daftar Isi ………………………………………………………………………………. 2

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ................………………………………………………………… 3
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………. 3
1.3 Tujuan Masalah……………………………………………………………………. 4
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Spiritualisme dalam islam……………………………………..............  5
2.2 Tujuan Spiritualisme dalam islam ………………………………..........................   6
2.3 Makna Spiritualisme dalam islam ……………………………………..................   6
2.4 Fungsi Spiritualisme dalam islam...........................................................................   7

BABA 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………   8
3.2 Saran…………………………………………………………………..………….   8

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………….   9







BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dengan rasa cemas orang berbicara mengenai antisipasi masa depan. Apaplagi benda benda yang bernama masa depan itu di sini sering dikaitkan dengan era globalisasi. Era macam itu dalam benak kita serba mengancam. Elemen kebudayaan lokal harus masuk kancah pergaulan budaya global, dengan resiko terkoyak-koyak dan punah. Dalam lingkup kehidupan agama pun rasa cemas itu ada, para pemimpin umat dan para perumus kebijakan umat jauh-jauh hari sering mulai bicara perkara masa depan.
Walaupun demikian di Indonesia masih banyak masyarakatnya yang menganut spiritualisme kuno seperti percaya pada roh-roh halus yang mempunyai kekuatan dan benda-benda yang dipercayai dapat membawa keberuntungan, semua itu tidak terlepas dari spiritualisme jawa yang penuh dengan unsur-unsur klenik. Seperti yang terjadi di Solo di mana masyarakatnya masih mempercayai kotoran kebo bule sebagai benda yang diyakini dapat mengobati segala macam penyakit.



1.2 Rumusan Masalah
1  Apa pengertian dari spiritualisme dalam islam?
2.  Apa tujuan dari spiritualisme dalam islam?
3.  Apa makna penting spiritualisme dalam islam ?
4. Apa fungsi spiritualisme dalam islam ?



1.3 Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian spiritualisme dalam islam.
2.. Untuk menambah wawasan khususnya mahasiswa dan umumnya para pembaca
3. Menumbuhkan motivasi dalam diri sendiri.



















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian  Spiritualisme dalam islam
                        Pada mulanya spiritualisme bukan persoalan agama. Ia lebih merupakan persoalan duniawi yang muncul sebagai akibat dari perubahan-perubahan sosial. Di dalam perubahan ini lahir ketegangan sosial maupun psikologis. Dan ketegangan itu melahirkan sejumlah ketidakpastian hidup, sebuah anomie, pada tingkat individu maupun kelompok, karena nialai-nilai anutan lama tergusur, sedangkan pegangan baru untuk ketentraman hidup belum lagi jelas sosok dan sifatnya. Watak urban menentukan sekali kelahiran spiritualisme ini. Dan pada tingkat tertentu apa yang sekarang disebut globalisasi, lebih mempertajam tuntutan kelahiran spiritualisme karena globalisasi memang membawa watak urban. Spiritualisme lebih merupakan gejala sosiologis. Ia terjadi tidak cuma oleh datangnya arus besar kebudayaan asing, melainkan bisa juga terjadi sebagai akibat dari corak rutinitas hidup kita sendiri yang cepat berubah dari hari ke hari, melalui tatanan sosial-politik dan kebudayaan yang kta rancang dan kita laksanakan sendiri maka ketegangan-ketegangan sosial mudah muncul, dan bahwa ketegangan-ketegangan itulah sumber utama kelahiran spiritualisme.
Spiritualisme di dalam agama adalah kepercayaan, atau praktek-praktek yang berdasarkan kepercayaan bahwa jiwa-jiwa yang berangkat (saat meninggal) tetap bisa mengadakan hubungan dengan jasad. Hubungan ini umumnya dilaksanakan melalui seorang medium yang masih hidup. Ada keterlibatan emosional yang kuat, baik pada penolakan maupun penerimaan terhadap spiritualisme ini yang membuat sulitnya suatu uraian imparsial dipakai untuk membuktikannya.
Spiritualisme di dalam filsafat adalah sebentuk karakteristik dari sistem pemikiran manapun yang meyakini eksistensi dari realitas immaterial yang tak bisa diserap oleh indra.



2.2 Tujuan  Spiritualisme dalam islam
            Tujuan utama spiritualisme antara manusia dan Tuhan yaitu:
1.peningkatan
kualitas iman dan taqwa.
2.peningkatan kualitas ibadah
.
3.peningkatan kualitas akhlak
.
4.tercapainya perdamaian hakiki
.
5.keselamatan dunia akhirat
.

2.3 Makna Spiritualisme dalam islam
            SPIRITUALISME merupakan bentuk karakteristik sistem pemikiran yang meyakini eksistensi realitas immaterial yang tidak dapat diserap oleh indera. Di Prancis, gerakan ini dirintis oleh Victor Cousin bersama Royer-Collard, reaksi melawan positivisme Auguste Comte abad ke-19. Di Amerika Serikat, spiritualisme bermula di tahun 1848, mengacu pada gerakan yang menaruh minat terhadap hubungan dengan roh-roh orang mati. Di Italia, spiritualisme mengacu pada gerakan abad ke-20, yang dikenal sebagai spiritualisme Kristen, yang berawal dari Gentile maupun eksistensialisme religius.
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk spiritual karena selalu terdorong oleh kebutuhan untuk mengajukan pertanyaan ''mendasar'' atau ''pokok". Mengapa saya dilahirkan? Apakah makna hidup saya? Buat apa saya melanjutkan hidup saat lelah, depresi, atau merasa terkalahkan? Orang Jawa mengemasnya dalam konsep sangkan paraning dumadi dan cakra manggilingan. Asal muasal manusia dan bahwa manusia itu berada dalam roda kehidupan yang berputar, kadang di atas, di samping, atau di bawah.
Danah Zohar dan Ian Marshall (dalam Spiritual Quotient) menulis, kita merasakan suatu kerinduan untuk melihat hidup kita dalam konteks yang lebih lapang dan bermakna, baik dalam keluarga, masyarakat, karier, agama, maupun alam semesta.
Spiritualisme menguatkan manusia ketika mengalami bencana atau menghadapi masa depan yang tidak menentu. Dengan spiritualisme manusia dapat menembus rasa sakit, sengsara, musibah, dan ramalan-ramalan tentang masa depan tidak berpengharapan.
Spiritualisme melihat makna yang lebih berarti daripada sekadar yang material-fisik, maka ketika menerima musibah orang pun dapat mengatakan ''pasti ada hikmah yang lebih berarti dari musibah ini''. Bahkan, orang Jawa pun selalu mengatakan ''untung'' di balik musibah. Misalnya ''untung hanya kaki kiri saya yang patah dalam kecelakaan ini''.
Spiritualisme mampu menjaga ketabahan dan kekuatan banyak orang yang menjadi korban banjir, tanah longsor, dan bencana lain akhir-akhir ini. Mereka menembus batas-batas bencana itu menuju sesuatu yang transenden. Dalam khasanah budaya Jawa, spiritualisme mengacu pada pola pikir, sikap, dan perilaku yang mengutamakan hal-hal di balik realitas yang terlihat dengan mata (ora kasat mata); realitas di balik realitas.
SPIRITUAL juga mengandung makna rohaniah atau sesuatu yang berkenaan dengan rohani atau batin. Rohani merupakan karunia Tuhan yang diberikan kepada manusia yang berada didalam hati. Hati selalu berkata jujur, tidak pernah bohong. Suara hati merupakan kunci spiritualitas karena ia merupakan pancaran sifat-sifat Illahi. Sifat-sifat Illahi dihembuskan Tuhan kepada jiwa manusia, sehingga manusia mempunyai keinginan-keinginan dalam hidupnya.

2.4 Fungsi Spiritualisme dalam islam
            Dalam sejarah islam terdapat khazanah spiritualisme yang sangat berharga, yakni sufisme. ia berkembang mengikuti dialektika jaman sejak muhammad saw diutus sampai sekarang. pada jaman islam klasik, tasawuf merupakan kepentingan individual. pada jaman pertengahan, ia berubah menjadi tarekat. Spiritualisme pada generasi pertama Islam berfungsi untuk mendorong gerak sejarah ke depan dan pada saat yang sama membuat hidup lebih seimbang. bagi masyarakat terbelakang. Peran spiritualisme dimasa-masa mendatang menjadikan Islam tidak sekedar ethical religion dimana Islam lebih berfungsi sebagai ajaran etika mendampingi proses modernisasi dan sekularisasi. lebih dari itu, Islam memiliki kecenderungan sebagai civil religion yang dihayati dan diamalkan sebagai reaksi terhadap perubahan masyarakat yang sangat cepat akibat kemajuan ilmu pengetahuan. Kita optimis tasawuf dan tarekatnya akan muncul menjadi semangat jaman.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
·         Spiritualisme di dalam agama adalah kepercayaan, atau praktek-praktek yang berdasarkan kepercayaan bahwa jiwa-jiwa yang berangkat (saat meninggal) tetap bisa mengadakan hubungan dengan jasad. Hubungan ini umumnya dilaksanakan melalui seorang medium yang masih hidup. Ada keterlibatan emosional yang kuat, baik pada penolakan maupun penerimaan terhadap spiritualisme ini yang membuat sulitnya suatu uraian imparsial dipakai untuk membuktikannya.
·         Pada dasarnya, manusia adalah makhluk spiritual karena selalu terdorong oleh kebutuhan untuk mengajukan pertanyaan ''mendasar'' atau ''pokok". Mengapa saya dilahirkan? Apakah makna hidup saya? Buat apa saya melanjutkan hidup saat lelah, depresi, atau merasa terkalahkan? Orang Jawa mengemasnya dalam konsep sangkan paraning dumadi dan cakra manggilingan. Asal muasal manusia dan bahwa manusia itu berada dalam roda kehidupan yang berputar, kadang di atas, di samping, atau di bawah.
·         Islam memiliki kecenderungan sebagai civil religion yang dihayati dan diamalkan sebagai reaksi terhadap perubahan masyarakat yang sangat cepat akibat kemajuan ilmu pengetahuan. Kita optimis tasawuf dan tarekatnya akan muncul menjadi semangat jaman.

           
3.2 Saran
·         Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat digunakan bagi semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di dalam fakultas ilmu kesehatan. Bisa menambahkan wawasan yang luas dalam masa study belajar.



Daftar Pustaka
1.      www.google.com
2.      www.wikipedia.com
3.      http://id.wikipedia.org/wiki/Spiritualisme

1 komentar: