Info Kesehatan

healhty

Rabu, 11 April 2012

MAKALAH KONTRASEPSI ORAL PIL


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
               Kontrasepsi memiliki peranan dalam setiap fase reproduksi, yaitu untuk menunda kehamilan atau menjarangkan kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu variable yang mempengaruhi fertilitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan antara lain penggunaan kontrasepsi oral (pil KB).
             Pil KB adalah obat pencegah kehamilan yang diminum secara oral  yang berisi hormon steroid (estrogen dan progestin) dalam bentuk pil atau tablet.Pil ini diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegahan kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur.
               Pada awal tahun 1930-an para peneliti mengumpulkan  cukup  banyak informasi mengenai siklus haid dalam hubungannya dengan waktu senggama yang mungkin sekali menghasilkan konsepsi. Tahun 1934 Comer  dan Beard menemukan dan mengisolasi struktur progesteron. Tahun 1937 Makepeace menemukan bahwa progesterone mempunyai daya menghambat evolusi pada kelinci. Walaupun demikian,barulah pada pertengahan tahun 1950-an setelah Pincus, Chang, dan Rock menemukan bahwa pemberian progesterone peroral pada hari ke 5 sampai ke 25 daur haid dapat menghambat ovulasi, hormon steroid ini dipakai untuk keperluan kontrasepsi. Percobaan  pertama pemakaian.kontrasepsi oral dengan oretinodrel dan mestranol di Puerto Rico pada tahun 1956 membuktikan daya guna yang sangat tinggi sebagai kontrasepsi. Sejak saat itu
sampai sekarang terdapat kecenderungan makin rendahnya dosis dari komponen estrogen dan progesterone di dalam pil.
          Perkembangan kontrasepsi hormonal atau pil kontrasepsi berlangsung terus. Tahun 1960 pil kombinasi estrogen-progesteron mulai digunakan. Tahun 1963 pil selcuensial diperkenalkan. Sejak tahun 1965 sampai sekarang banyak diadakan penyesuaian dosis atau penggunaan progesteron saja, sehingga muncul pil mini, dan lain-lain. Perkembangan ini pada umumnya bertujuan mencari suatu kontrasepsi hormonal yang mempunyai daya guna yang tinggi, efek samping yang minimal, dan keluhan pasien yang sekecil-kecilnya.






1.2 RUMUSAN MASALAH
1. pengertian oral kontrasepsi
2. macam-macam oral kontrasepsi
3. mekanisme kerja dan cara pemakaian oral kontrasepsi
4. keuntungan dan  kerugian oral kontrasepsi
5. indikasi dan kontra indikasi oral kntrasepsi

1.3 TUJUAN
1. untuk mengetahui pengertian dari oral kontrasepsi
2. untuk mengetahui macam-macam oral kontrasepsi
3. untuk mengetahui mekanisme kerja dan cara pemakaian oral kontrasepsi
4. untuk mengetahui keuntungan dan  kerugian oral kontrasepsi
5. untuk mengetahui indikasi dan kontra indikasi oral kontrasepsi
























BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian oral kontrasepsi
                 Kontrasepsi memiliki peranan dalam setiap fase reproduksi, yaitu untuk menunda kehamilan atau menjarangkan kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu variable yang mempengaruhi fertilitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan antara lain penggunaan kontrasepsi oral (pil KB).                                                                                                                               Pil KB adalah obat pencegah kehamilan yang diminum secara oral  yang berisi hormon steroid (estrogen dan progestin) dalam bentuk pil atau tablet.Pil ini diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegahan kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur.

II.2 Macam-macam kontrasepsi
Oral kontrasepsi menurut jenis hormonnya ada 5 yaitu:
1.      Yang hanya berisi estrogen saja
2.      Kombinasi, estrogen dan progesteron; kadar estrogen yang menonjol
3.      Kombinasi, estrogen dan progesteron seimbang
4.      Kombinasi estrogen dan progesteron; kadar progesteron yang menonjol
5.      Yang hanya berisi progesteron saja
(Sinopsis Obstetri Jilid 2)
Tausk (1975) membagi macam – macam pil kontrasepsi diantaranya:
1.      Pil kombinasi
2.      Pil sekwensial
3.      Pil normofasik
4.      Mini pil
5.      After morning pills
6.      Pil tiga fase
(Sinopsis Obstetri Jilid 2)

I.       Jenis pil kombinasi ada 3 yaitu:
1.      Monofasik: Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
2.      Bifasik: yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron (E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
3.      Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron (E/P) dengan tiga dosisyang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
(Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi edisi 2)
II.    Pil sekwensial
a. Pil ini mengandung  komponen yang sesuai dengan sistem hormonal tubuh
b. 12 pil pertama hanya mengandung esterogen
c. Pil ke13 dan seterusnya merupakan pil kombinasi
(ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga berencana untuk Pendidikan Bidan. Prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba, SpOG)

III. Pil Normofasik
Pil ini cara kerjanya berada diantara cara kerja pil kombinasi dan cara kerja pil sekuensial, namun lebih mendekati cara sekuensial. Selama 7 hari pertama hanya diberi pil yang mengandung estrogen saja, kemudian disusul dengan kombinasi estrogen dan progesteron  selama 15 hari.
 (Sinopsis Obstetri Jilid 2)
IV.  Jenis mini pil ada 2 yaitu:
1.      Kemasan dengan isi 35 pil: 30mg levonolgestrel atau 350 mg noretindron.
2.      Kemasan dengan isi 28 pil: 75mg desogestrel
(Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi edisi 2)

V. Pil Pagi (After Morning Pills) / KB. DARURAT
Disebut juga kontrasepsi pasca koitus (post-coital contraception).adalah pil berisi estrogen dosis tinggi yang dimakan pada pagi hari setelah melakukan koitus pada malam harinya. Biasanya hanya untuk mencegah kehamilan pada koitus yang tidak terlindung,misalnya pada perkosaan, kondom yang bocor atau koyak dsb. pil yang di pakai adalah Lynoral dengan dosis 1mg pertablet dan Stilbesterol 25 dan 50mg.


Ada beberapa jenis kontrasepsi darurat:
Estrogen:
Sudah mulai ditinggalkan karena dosis yang digunakan cukup tinggi, sehingga menimbulkan banyak efek samping.

Estrogen-progesteron:
Diberikan dalam 24 jam atau paling lambat 48 jam pascasanggama. Dosisnya harus tinggi.
Gestagen:
Diberikan paling lambat 3 jam setelah sanggama.
Danazol:
Dosis yang diperlukan 800-1200 mg/hari. Banyak menimbulkan efek samping.
Antiprogestin:
Dikenal sebagai abortivum. Dosisnya cukup 600 mg/hari.
VI. Pil Tiga Fase  (Piltrifasik)
Adalah pil kontrasepsi yang lebih alamiah dan diminum dalam 3 fase siklus haid 
a.    6 tablet warna coklat berisi levonorgestrel 50 µg dan etinil estradiol 30 µg
b.   5 tablet warna putih berisi levonorgestrel 75 µg dan etinil estradiol 40 µg
c.    5 tablet warna putih berisi levonorgestrel 125 p.g dan etinil estradiol 30 µg
(sinopsis obstetri jilid 2)
II.3 Mekanisme kerja dan cara pemakaian oral kontrasepsi
  1. Cara kerja pil kombinasi
a.       Mengalami produksi gonado trokpin dari hipovise secara terus-menerus, sehingga tidak terjadi ovulasi
b.      Merubah konsistensi lender servix menjadi tebal dan kental, sehingga penetrasi dan transportasi sperma akan terhalang, sulit, atau tidak mungkin sama sekali
c.       Merubah peristaltik tuba dan rahim, sehingga mengganggu transportasi sperma maupun sel telur
d.      Menimbulkan perubahan pada endimetrium, sehingga tidak memungkinkan terjadinya nidasi
e.       Merubah kepekaan indung telur terhadap rangsangan-rangsangan gunadotropin
(Sinopsis Obstetri Jilid 2)
Cara pemakaian:
a.    Cara minum pil oral kombinasi pada pasien postpartum yang tidak menyusui :
1. Mulai minum pil setelah 3 minggu post partum.
2. Jika pasien sudah 6 minggu post partum dan sudah melakukan hubungan
seksual, lebih baik menunggu haidnya sebelum mulai minum pil namun
sementara gunakan metode barier.
b.   Cara minum pil oral kombinasi pada pasien postpartum yang menyusui :
1. Tentukan apakah hanya cara penyusuan cukup sebagai metode kontrasepsi. Jika pasien sudah haid pertama atau bayinya sudah mendapat makanan, cara
penyusuan tidak cukup sebagai metode kontrasepsi.
2. Bila ibu yang menyusui butuh kontrasepsi tambahan, anjuran yang tepat :
- Kondom atau metode barier lain.
- Metode pil mini (dapat memulai 6 minggu post partum).
- Alat dalam rahim.
- Kontrasepsi mantap.
- Pil kombinasi bila metode lain tidak diterima (mulai pil kombinasi dosis rendah
tidak lebih dini dari 6 jam post partum). Bila post partum lebih 6 bulan atau
telah haid kembali, sebaiknya menunggu periode haid pertamanya sebelum
mulai minum pil namun sementara gunakan barier.
3. Sebaiknya minum 1 pil setiap hari. Lebih baik pada saat yang sama di setiap hari.
4. Mulailah kemasan pertama pada 5 hari pertama siklus haid kecuali pil trifase
diminum pada hari pertama dari siklus haid.
5. Bila mengalami perdarahan saat pasien mulai minum pil diantara siklus haid dan tidak berbahaya, dianjurkan untuk melanjutkan minum pil setiap hari.
6. Jika ada rasa mual, pening atau sakit kepala karena tubuh sedang
menyesuaikan diri dengan pil tersebut, biasanya perasaan tidak enak akan
menghilang setelah minum 1 atau 2 kemasan pil, cobalah minum pil saat
hendak tidur atau saat makan malam. Bila perasaan tidak enak menetap,
silahkan kembali ke klinik.
7. Bila paket 28 pil telah habis, sebaiknya mulai minum pil dari paket baru. Bila paket 21 pil telah habis, sebaiknya tunggu 1 minggu lalu mulai minum pil dari paket baru.
8. Bila lupa minum 1 pil sebaiknya minum pil tersebut segera setelah diingat
walaupun harus minum 2 pil pada hari yang sama.
9. Bila lupa minum 2 pil atau lebih sebaiknya minum 2 pil setiap hari sampai
terkejar. Sebaiknya juga menggunakan metode KB lain atau tidak melakukan
hubungan seksual sampai paket pil tersebut habis.
10. Setiap kali pil tidak diminum akan meningkatkan kemungkinan hamil.
11. Bila pasien tidak mendapat 2 atau lebih siklus haid sebaiknya datang ke klinik untuk memeriksa kehamilan.
13. Efektivitas : pil kombinasi 99,9 % efektif jika digunakan secara benar.
  1. Cara kerja pil sekwensial
Khasiat utama pil sekuensial adalah menghambat ovulasi. Dosis estrogen yang ada lebih tinggi dari pada dosis estrogen pil kombinasi. Berhubung tidak adanya estrogen pada 2 minggu pertama, maka kelupaan minum pil 1 hari saja akan menyebabkan terjadinya ovulasi, sehingga memungkinkan terjadinya kehamilan. Pil ini kurang popular dibandingkan dengan pil kombinasi dan angka kegagalan pil ini lebih tinggi dibandingkan dengan pil kombinasi, hal ini disebabkan bila minum pil ini tidak boleh lupa, karena dapat terjadi kehamilan.
Cara pemakaian :
Mula-mula minumlah pil yang berisi esterogen selama 2 minggu, teruskan dengan meminum pil kombinasi selama 1 minggu, lalu Selama  1 minggu tidak minum pil apapun. Pada akhir minggu ke empat akan terjadi perdarahan haid.
(Sinopsis Obstetri Jilid 2)
  1. Cara kerja pil normofasik
Pil ini cara kerjanya berada diantara cara kerja pil kombinasi dan cara kerja pil sekuensial, namun lebih mendekati cara sekuensial Cara kerjanya adalah dengan menyebabkan serviks menjadi tidak dapat ditembus oleh sperma dalam waktu yang lama, ditambah khasiat menghambat ovulasi.
            Cara pemakaian:
      Selama 7 hari pertama hanya diberi pil yang mengandung estrogen saja, kemudian disusul dengan kombinasi estrogen dan progesteron selama 15 hari.
(Sinopsis Obstetri Jilid 2)
  1. Cara kerja mini pil
1. Menekan ovulasi
Pencegahan ovulasi disebabkan gangguan pada sekresi hormon LH oleh kelenjar hipofise, sehingga tidak terjadi puncak mid-siklus (Pada keadaan normal terjadi puncak sekresi LH pada pertengahan siklus dan ini menyebabkan pelepasan ovum dari folikelnya).
2. Mencegah implantasi
Mini pil menggganggu perkembangan siklus endometrium berada dalam fase yang salah atau menunjukkan sifat-sifat irreguler atau atrofis, sehingga endometrium tidak dapat menerima ovum yang telah dibuahi.
3. Mengentalkan lendir servik
Progestin mencegah penipisan lendir servik pada pertengahan siklus sehingga lendir servik tetap kental dan sedikit, yang tidak memungkinkan untuk penetrasi spermatozoa.
4. Mengubah motilitas tuba
Transpor ovum melalui saluran tuba mungkin dipercepat sehinggga mengurangi kemungkinan terjadinya fertilisasi.
           
Cara pemakaian:
1. Pil pertama dapat mulai diminum pada hari pertama siklus haid dan metode
perlindungan digunakan pada 7 hari pertama (5) atau 4-6 minggu post partum
walaupun haid belum kembali.
2. Pada pasien yang telah mencapai 9 bulan post partum disarankan agar beralih
ke pil kombinasi karena efektivitas pil mini menurun dengan berkurangnya
menyusui.
3. Ambil pil setiap hari pada saat yang sama (misalnya pada saat makan malam)
sampai habis 1 bungkus.
4. Pil-pil yang terlupakan selama 7 hari pertama:
- Bila lupa minum pil (lupa atau memuntahkan kembali) atau terlambat minum
pil segera diingat dan gunakan metode perlindungan selama 48 jam.
- Bila pasien lupa minum 2 pil, minum 2 pil saat diingat dan gunakan metode
perlindungan sampai akhir bulan.
- Bila pasien mengalami spotting atau perdarahan selama masa interval, tetap
minum pil sesuai jadwal. Perdarahan terjadi biasanya selama bulan-bulan
pertama. Atau bila mengalami nyeri perut hebat, kram atau demam maka
konsul ke dokter.
5. Diberi dorongan untuk menggunakan kondom selain memakai pil mini
- Bila terdapat kemungkinan klien terpapar penyakit menular seksual, termasuk
AIDS.
- Klien lupa minum pil.
- Memakai spermisid bila kondom tidak dapat diterima.
Contoh pil mini:
- Micrinor, NOR-QD, noriday, norod menganddung 0, 35 mg noretindron.
- Microval, noregeston, microlut mengandunng 0, 03 mg levonogestrol.
- Ourette, noegest mengandung 0, 5 mg norgeestrel.
- Exluton mengandung 0, 5 mg linestrenol.
- Femulen mengandung 0, 5 mg etinodial diassetat.


  1. Cara kerja Pil Pagi (After Morning Pills) / KB. DARURAT
a.    Mencegah atau menghambat ovulasi.
b.   Merubah kondisi endometrium
c.    Mencegah penetrasi sperma
d.   Mengganggu motilitas tuba
Cara pemakaian:
Diminum pada pagi hari setelah melakukan koitus pada malam harinya. Pil yang dipakai adalah Lynoral dengan dosis 1 mg pertablet dan stilbesterol 25 dan 50 mg.
6.      Cara kerja Pil Tiga Fase  (Piltrifasik)
Menghambat ovulasi dan merubah kondisi endometrium
Cara pemakaian:
            Mulai diminum pada hari ke5 haid setiap hari, sebaiknya setelah makan atau sebelum tidur malam.
Contoh obat:
Trinordiol dan triquilar
(Sinopsis Obstetri Jilid 2)

III.4 Keuntungan dan kerugian oral kontrasepsi
1 a. Keuntungan pil kombinasi
1. Sangat efektif sebagai kontrasepsi.
2. Resiko terhadap kesehatan sangat baik.
3. Tidak mengganggu hubungan seksual.
4. Mudah digunakan.
5. Mudah dihentikan setiap saat.
6. Mengurangi perdarahan saat haid, siklus teratur, mengurangi nyeri.
7. Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakannya untuk mencegah kehamulan
8. Mengurangi insidens anemia defisiensi besi.
9. Mengurangi insidens kista ovarium.
10. Mengurangi insidens tumor jinak mammae.
11. Mengurangi karsinoma endometrium.
12. Mengurangi infeksi radang panggul.
13. Mengurangi osteoporosis.
14. Mengurangi rheumatoid artritis.
15. Mengurangi kehamilan ektopik.
        16. Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause
     17. Mudah dhentikan sejak saat.
     18. kesuburan segera kembali setelah pil dihentikan.
1b. Kerugian pil kombinasi
1. Mahal
2. Penggunaan pil harus:
a. Minum pil setiap hari.
b. Bila lupa minum akan meningkatkan kegagalan.
3. Perdarahan bercak dan “breakthrough bleeding”.
4. Ada interaksi dengan beberapa jenis obat (rifampisin, barbiturat, fenitoin,
fenilbutason dan antibiotik tertentu).
5. Tidak mencegah penyakit menular seksual, HBV, HIV/AIDS.
6. Efek samping ringan jarang namun dapat berupa :
a. Amenorea, mual.
b. Rasa tidak enak di payudara
c. Sakit kepala.
d. Mengurangi ASI.
e. Berat badan meningkat.
f. Jerawat.
g. Perubahan mood.
h. Pusing.
i. Retensi cairan, tekanan darah tinggi, komplikasi sirkulasi yang jarang namun bisa berbahaya khususnya buat perokok.
2a. Keuntungan pil sekwensial
1. Sangat efektif sebagai kontrasepsi.
2. Mudah dihentikan setiap saat.
3. Tidak mengganggu hubungan seksual.
4. Mudah digunakan.
            2b. Kerugian pil sekwensial
                  1. Harus meminum pil tiap hari
                  2. Angka kegagalan lebih besar
                  3. Bila lupa 1 minum maka akan cepat terjadi ovulasi
3a. Keuntungan pil normofasik
1. Sangat efektif sebagai kontrasepsi.
2. Resiko terhadap kesehatan sangat baik.
3. Tidak mengganggu hubungan seksual.
4. Mudah digunakan.
5. Mudah dihentikan setiap saat.
6. Mengurangi perdarahan saat haid, siklus teratur, mengurangi nyeri.
            3b. Kerugian pil normofasik
1. Mahal
2. Minum pil setiap hari.
3. Bila lupa minum akan meningkatkan kegagalan.
4. Mengurangi ASI.
5. Berat badan meningkat.
6. Jerawat.
4a. Keuntungan mini pil
1.                      Sangat efektif bila dgunakan dengan benar.
2.                      tidak mengganggu hubungan seksual.
3.                      tidak mempengaruhi ASI.
4.                      kesuburan cepat kembali.
5.                      nyaman dan mudah dgunakan.
6.                      sedikit efek samping.
7.                      tidak mengandung estrogen.
4b. Kerugian mini pil
1.      Hampir 30 % - 60 % mengalami gangguan haid (perdarahan sela, spotting, amenorea)
2.      Peningkatan berat badan
3.      Harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama (sebaiknya malam hari)
4.      Perubahan pada mukus servik membutuhkan waktu yang dua sampai empat jam untuk memberikan efek, dan impermeabilitas menurun pada 22 jam setelah pemberian dan setelah 24 jam penetrasi sperma benar-benar tidak dipengaruhi. Sehingga bila lupa satu pil, kegagalan menjadi besar
5.      Payudara tegang, mual, pusing, dermatitis dan jerawat
Aktivitas levonorgestrel menurunkan kadar globulin pengikat hormon seks (SHBG, sex hormon binding globulin) di dalam sirkulasi.
6.      Resiko kehamilan ektopik tinggi (4 dari 100 kehamilan)
Perubahan dalam motilitas tuba menyebabkan implantasi ektopik lebih besar.
7.      Tidak melindungi dari PMS.
Wanita yang berisiko terhadap PMS, sebaiknya menggunakan metode perintang sebagai proteksi dirinya.

5a. Keuntungan pil pagi / KB darurat
Efektivitasnya lebih tinggi bila digunakan segera setelah sanggama. Untuk menghindari gangguan siklus haid, gunakan hanya 1 kali pada 1 siklus haid.
5b. Kerugian Pil pagi / KB darurat
Sakit kepala, mual, dan muntah. Yang bersangkutan perlu diberi obat antimuntah. Kalau terjadi kehamilan maka perlu dipertimbangkan pengakhiran kehamilan untuk mencegah efek kecacatan/kelainan pada janin.
               6a. Keuntungan pil tiga fase
                     1. Efektif bila digunakan secara benar
                     2. Tidak mengganggu hubungan seksual
                     3. Dapat cepat kembali pada masa subur
                     4. mudah untuk digunakan
               6b. Kerugian pil tiga fase
                     1. Harus diminum setiap hari
                     2. Penambahan berat badan
                     3. mempengaruhi siklus menstruasi
III.5 indikasi dan kontra indikasi oral kontrasepsi
1a. Indikasi pil kombinasi
1.   Usia reproduksi
2.   Telah memiliki anak atau pun yang belum memiliki anak
3.   Gemuk atau kurus
4.   Menginginkan metode kontrasepsi
5.   Setelah melahirkan dan tidak menyusui
6.   Setelah melahikan 6bulan yang tidak memberikan ASI ekslusif, sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi klien
7.   Pasca keguguran
8.   Anemia karena haid berlebihan
9.   Nyeri hebat saat haid
10.  Siklus haid tidak teratur
11.  Riwayat kehamilan ektopik
12.  Kelainan payudara jinak
13.  Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata dan saraf
14.  Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, tumor ovarium jinak
1b. Kontraindikasi pil kombinasi
1. Hamil atau dicurigai hamil.
2. Sebelumnya dengan tromboplebitis atau tromboemboli.
3. Kelainan serebrovaskuler atau penyakit jantung koroner.
4. Diketahui atau diduga karsinoma mammae.
5. Diketahui atau diduga karsinoma endometrium.
6. Diketahui atau diduga neoplasma yang tergantung estrogen.
7. Perdarahan abnormal genitalia yang tidak diketahui penyebabnya.
8. Adenoma hepar, karsinoma atau tumor-tumor jinak hepar.
9. Gangguan fungsi hati.
10. Tumor hati yang ada sebelum pemakaian pil kontrasepsi atau produk lain yang mengandung estrogen.
11.  Menyusui ekslusif
12.  Perokok dengan usia >35 thn
2a. Indikasi pil sekwensial
Sama dengan pil kombinasi
2b. KontraIndikasi pil sekwensial
Sama dengan pil kombinasi
3a. Indikasi pil normofasik
Sama dengan pil kombinasi
3b. KontraIndikasi pil normofasik
Sama dengan pil kombinasi
4a. Indikasi mini pil
1.      Usia reproduksi
2.      Telah memiliki anak atau pun yang belum memiliki anak
3.      Setelah melahirkan dan tidak menyusui
4.      Menginginkan metode kontrasepsi
5.      Pasca keguguran
6.      Perokok segala usia
7.      Mempunyai tekanan darah tinggi (selama < 180/110 mmHg) atau dengan masalah pembekuan darah
4b. Kontraindikasi mini pil
1.      Hamil atau dicurigai hamil
2.      Perdarahan abnormal genitalia yang tidak diketahui penyebabnya.
3.      Menggunakan obat tuberkulosis (rifampisin) atau obat untuk epilepsi (fenitoin dan barbiturat)
Karena sifat obat ini menginduksi hormon mikrosom hati yanr berakibat kadar levonorgestrel menjadi rendah.
4.      Kanker payudara atau riwayat kanker payudara

5.      Mioma uteri.
Progestin memicu pertumbuhan mioma uteri
6.      Riwayat stroke.
Progestin menyebabkan spasme pembuluh darah
           5a. Indikasi pil pagi / KB darurat
                    Sama dengan pil kombinasi
              5b. Kontraindikasi pil pagi / KB darurat
                    Sama dengan pil kombinasi
              6a. indikasi pil tiga fase
                    Sama dengan pil kombinasi
6b. Kontraindikasi pil tiga fase
                    Sama dengan pil kombinasi





















BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
            Pil KB adalah kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dengan cara menelan pil setiap hari secara teratur. Pil KB yang mengandung hormon estrogen dan progestin ini mencegah terjadinya kehamilan dengan cara meniadakan ovulasi (pengeluaran telur dari indung telur) dan mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sperma sulit memasuki rahim. Pil KB tidak mengugurkan kehamilan yang telah terjadi.
Keuntungan PIL KB
a         Sangat efektif bila dipakai dengan benar
b        Tidak mengurangi kenyamanan hubungan suami istri
c         Menstruasi (Haid) menjadi teratur, lebih sedikit dan lebih singkat waktunya, juga mengurangi rasa nyeri haid.
d        Dapat dipakai selama diinginkan, tidak harus beristirahat dulu
e         Dapat dipakai oleh semua wanita usia reproduktif
f         Dapat dipakai oleh wanita yang belum pernah hamil
g        Dapat dihentikan pemakaiannya dengan mudah kapan saja
h        Kesuburan segera kembali setelah pemakaian pil dihentikan
Kerugian PIL KB
a         Mual (terutama tiga bulan pertama) , sakit kepala ringan, dan nyeri payudara
b        Perdarahan diantara masa haid (lebih sering perdarahan bercak) , terutama bila lupa menelan pil atau terlambat menelan pil
c         Meningkatkan berat badan
d        Tidak ada haid
e         Tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena mengganggu jumlah dan kualitas Air Susu Ibu (ASI)
f         Tidak dapat dipakai oleh perokok berat, atau wanita dengan tekanan darah tinggi terutama pada usia > 35 tahun
III.2 Saran
        Pembaca:  Dengan adanya makalah ini pembaca diharapkan lebih memahami dan mengaktualisasikan ke masyarakat sehingga nantinya dapat berfungsi dengan baik
        Institusi:   Diharapkan institusi lebih memahami dan menggiatkan mahasiswanya dalam pemahaman serta landasan teori tentang alkon tersebut yang diharapkan nantinya dapat diaplikasikan ke masyarakat dengan benar.
DAFTAR PUSTAKA


1.      The essential of contraceptive technology, johns hopkins population information program, Baltimore, 1997
2.      Hartanto hanafi. Keluarga berencana dan kontrasepsi. Jakarta: pustaka sinar harapan. 2004
3.      Bari abdul, affandi biran dkk. Bukupanduan praktis pelayanan kontrasepsi. Jakarta: yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo. 2006
4.      Sarwono. Ilmu kebidanan cetakan kesembilan .jakarta : yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo.2007
5.      Bagus  ida gde manuaba.ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Jakarta: EGC. 1998
6.      Prof.Dr.Rustam mochtar,MPH. Sinopsisobstetri, jakarta:EGC.1998
9.      http://www.resep.web.id/kesehatan/beragam-manfaat-kontrasepsi.htm



















 


MAKALAH
 ORAL KONTRASEPSI
Untuk Memenuhi Tugas Pelayanan Keluarga Berencana Oleh Ibu Ahmaniyah,sst


                           


Disusun Oleh :
EKA YURIANI LESTARI             (08)
LATIFATUL MAULIDYAH         (23)
MILA ASKIYAH                             (28)
MUFIDA                                           (29)
SUMIYATUS                                    (41)

YAYASAN BINA AIFA
AKADEMI KEBIDANAN AIFA HUSADA
PAMEKASAN 2010

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah tentang oral kontrasepsi. Kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak ikut membantu menyelesaikan tugas makalah ini, terutama dosen pembimbing kami ibu ahmaniyah, sst. Selaku dosen pembimbing mata kuliah KB.
Walaupun kami telah berusaha semaksimal mungkin, kami menyadari bahwa tugas makalah ini terdapat kekurangan.  Oleh karena itu, dengan kerendahan hati kami mengharap saran dan kritik yang sifatnya membangun pada para pembaca guna perbaikan makalah tentang oral kontrasepsi ini kedepannya.




















Pamekasan, 25 Maret 2010




Penulis











i
 
 

DAFTAR ISI


Kata Pengantar …………………………………………………………………………….i
Daftar Isi ………………………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1        Latar Belakang ……………………………………………………………   1
1.2        Rumusan masalah…..…………………………………………………...…  2
1.3     Tujuan …………...……………………………………………...…...….....  2
BAB II PEMBAHASAN
II.1 Pengertian oral kontrasepsi………………………………………..………...  3
II.2 Macam-macam oral kontrasepsi………………………………….…………  3
II.3 Mekanisme kerja oral kontrasepsi…………………..……………...……….  5
II.4 Keuntungan dan kerugian oral kontrasepsi....................................................  9
II.5 Indikasi dan Kontra indikasi.......................................................................... 12
BAB III  KESIMPULAN DAN SARAN
III.1Kesimpulan …………………………………………………………..…… 15
III.2 Saran ……………………………………………………………………..  15
Daftar pustaka

ii
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar