Info Kesehatan

healhty

Selasa, 17 April 2012

makalah ilmu sosial dasar


KATA PENGANTAR



Bismillahirrohmanirohim

            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga makalah kami yang berjudul “KEMISKINAN” dapat terselesaikan. Makalah ini disusun guna sebagai sarana penunjang untuk memperlancar proses belajar mengajar terutama pada mata kuliah “ILMU SOSIAL DASAR”.
            Dalam makalah ini penulis berusaha sebaik mungkin menguraikan dan mengemukakan masalah sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan penulis serta didukung oleh pustaka yang ada.
            Dan penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini baik itu berupa bimbingan, dorongan, tenaga dan sebagainya sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
            Kami sadar dengan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritikdan sarannya yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa.



                                                                                                            Surabaya, Juni 2004
                                                                                                           

                                                                                                                        Penulis













BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Salah satu masalah yang dimiliki manusia dan permasalahanya dapat melibatkan keseluruhan aspek kehidupan manusia, tetapi sering tidak disadari kehadiranya sebagai masalah, yaitu kemiskinan. Dalam kehidupan sehari-hari dimasyaratkan, kemiskinan adalah suatu yang  nyata adanya, bagi mereka yang tergolong miskin, mereka sendiri merasakan dan menjalani kehidupan dalam kemiskinan tersebut. Kemiskinan itu akan lebih terasa lagi apabila mereka telah membandingkannya dengan kehidupan orang lain yang lebih tinggi tingkat kehidupannya, mereka dikatakan dalam garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti: pangan, pakaian, tempat berteduh, dll.
Kemiskinan bukanlah suatu yang terwujud sendiri terlepas dari aspek-aspek lainnya, tetapi kemiskinan terwujud sebagai hasil interaksi antara berbagai aspek yang ada dalam kehidupan manusia. Aspek tersebut adalah aspek sosial dan ekonomi, tolak ukur yang telah dibuat dan digunakan di indonesia untuk menentukan besarnya jumlah orang miskin adalah batasan tingkat pendapatan perwaktu kerja dan kebutuhan relatif. 
Pada masyarakat yang bersahaja susunan dan organisasinya, mungkin kemiskinan bukanlah masalah sosial, karena mereka menganggap bahwa semuanya telah ditakdirkan, sehingga tidak ada usaha-usaha untuk mengatasinya. Mereka tidak akan terlalu memperhatikan keadan tersebut, kecuali apabila mereka betul-betul menderita karenanya. Faktor-faktor yang menyebabkan mereka membenci kemiskinan adalah kesadaran bahwa mereka gagal untuk memperoleh lebih dari pada apa yang telah dimilikinya dan perasaan akan adanya ketidakadilan. 




1.2  Rumusan Masalah
·         Apa yang dimaksud dengan kemiskinan ?
·         Apa saja faktor penyebab kemiskinan ?
·         Bagaimana cara menangani kemiskinan ?
1.3  Tujuan Masalah
·         Untuk mengetahui ukuran kemiskinan
·         Untuk mengetahui penyebab kemiskinan
·         Untuk menanggulangi kemiskinan























                                                      BAB II
                                              PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Kemiskinan
            Kemiskinan sering diidentifikasikan dengan kekurangan, terutama kekurangan bahan pokok seperti pangan, kesehatan, sandang papan atau dengan perkataan lain kemiskinan itu merupakan ketidak mampuan memenuhi kebutuhan pokok sehingga mengalami keresahan. Garis kemiskinan, yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh 3 hal :
a.    Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
b.Posisi manusia dalam lingkunngan sekitarnya
c. Kebutuhan obyektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
           Pesepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan sistem nilai yang dimiliki. Dalam hal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatanya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan obyektif untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah bernilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.

2.2  Faktor Penyebab Kemiskinan
                 Kemiskinan bisa timbul dari berbagai faktor yang setiap faktor perlu penanganan secara khusus dan faktor itu antara lain :
1.      Terbatasnya sumber daya alam
            Sumber daya alam pada hakekatnya adalah karunia tuhan, dan sudah tersedia di bumi, dan manusia bisa mengambil manfaat darinya. Sumber daya alam itu merupakan salah satu ukuran kekayaaan suatu bangsa /negara. Walaupun begitu bukan berarti negara yang menyimpan banyak sumber alam dengan sendirinya dan rakyat menjadi makmur. Tentu tidak, hal ini masih memerlukan pengolahan yang baik. Pengolahan yang kurang baik, selain tidak bisa memberikan manfaat yang optimal, juga tiak bisa dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikuknya. Pengolahan yang baik akan memberikan kemakmuran sedangkan kemakmuran merupakan ukuran tingkat kesejahteraan suatu bangsa
2.      Terbatasnya sumber daya manusia
            Bahwa sumber daya manusia tidak dengan sendirinya menjadi sediaan yang langsung bermanfaat untuk menutupi kebutuhan hidup manusia. Banyak sumber daya alam yang hanya berupa potensi- potensi yang memerlukan pengolahan. Tentu dalam hal ini manusia sebagai subyeknya, manusia harur bertindak untuk memenuhi kebutuhannya. Sumber daya alam yang tidak pernah dijamah oleh manusia, maka selamanya tidak akan memberikan manfaat. Kelangkaan sumber daya manusia ini pada suatu daerah/negara menyebabkan sumber daya alam tidak bisa dikelola dengan sempurna, sehingga sumber daya alam tidak bisa diman faatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
3.      Terbatasnya barang modal
           Terbatasya barang modal menyebabkan suatu bangsa tidak bisa berbuat banyak. Kalaupun suatu negara cukup kaya sumber daya alam dan cukup tersedia sumber daya manusia, tetepi apabila tidak mempunyai barang modal, maka kekayaannya tidak bisa diambil manfaatnya. Karena barang modal merupakan alat untuk mengelolah kekayaan yang dimiliki. Bagaimana sumber daya manusia bisa berbuat kalau alatnya tidak ada. Barang modal sebagai faktor produksi harus ada disamping sumber daya manusia, hilangnya salah satu komposisi itu menyebabkan tidak berjalannya produksi.
4.      Rendahnya produktivitas
            Kemiskinan suatu negara/bangsa dapat disebabkan oleh rendahnya produktivitas sumber daya manusia dan barang modal. Bagi negara yang produktivitas sumber daya manusia dan barang modalnya sangat rendah tentu sulit untuk menutupi kebutuhan rakyatnya, sehingga ia selalu berada dalam kemiskinan.

5.      Rendahnya pendidikan
            Di negara miskin tingkat pendidikanya rendah. Akibat dari tingkat pendidikan yang rendah ini maka sumber daya manusianya tidak mempunyai keahlian/keterampilan yang cukup untuk berperan dalam pembangunan bangsanya. Usaha untuk meningkatkan keterampilan dan kecakapan rakyatnya terbentur dengan belum tersedianya sarana dan dana, sedangkan kalau tidak diusahakan peningkatan keterampilan atau kecakapan rakyatnya melalui pendidikan berarti tidak akan pernah tersedia tenaga-tenaga terampil dan punya kemampuan yang sebenarnya sangat dibutuhkan dalam menggerakkan bangsa bangsa dan negaranya.

2.3  Cara Penanggulangan Kemiskinan

             Kemiskinan selalu mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Kemiskinan merupakan masalah yang selalu tetap, karena setiap bangsa dan negara selalu berusaha untuk selalu terangkat dari kemiskinan dengan melakukan berbagai upaya. Penanggulanganyapun dilakukan oleh berbagai pihak, karena permasalahanya menyang kut berbagai efek kehidupan. Untuk bebas dari lilitan kemiskinan ada baiknya apabila melakukan hal-hal sebagai berikut :
a.Memelihara, melestarikan dan mengembang kan sumber daya alam
            Dalam menanggulangi keterbatasan sumber daya alam bagaimana upaya yang harus dilakukan agar apabila usaha ini dapat berhasil dengan baik maka berarti pula pengembangan kekayaan sumber daya alam semakin bervariasi dan semakin unggul.
b.      Pemanfaatan sumber daya manusia
            Kemajuan atau kesejahteraan suatu bangsa/negara ditentukan oleh faktor sumber daya manusia (tenaga kerja). Tanpa sumber daya manusia alam tidak bisa dieksploitasi. Dan sumber daya manusia sebagai potensi untuk mencapai kemajuan atau kesejahteraan suatu bangsa, memang sngat diperlukan, asalkan jumlanya tidak melebihi kapasitas sumber daya alam.
             Sumber daya manusia yang tidak didukung oleh sumber daya alam yang memadai, tidak lagi merupakan potensi yang bisa diambil manfaatnya, melainkan merupakan beban. Oleh karena itu pada tempat yang kaya akan sumber daya alam tetapi kekeringan akan sumber daya alam tetapi kekeringan akan sumber daya manusia perlu mendatangkan sumber daya manusia dari luar. 
c.Meningkatkan produktivitas tenaga kerja
             Produktivitas tenaga kerja diukur melalui output yang dihasilkan oleh tenaga kerja tertentu, makin naik output berar ti makin naik produktivitasnya. Produktivitasnya ini dikaitkan pula dengan lamanya bekerja. Semakin rendah jam kerja yang dipergunakan tetapi tetap menghasilkan output yang besar berarti semakin produktif.
             Menurut Arifinal Chaniago (1987) ada beberapa kesempatan kerja :
1).    Full employement (kesempatan kerja penuh), terwujud apabila dalam masyarakat tersedia sejumlah pekerja yang cukup sehingga orang-orang yang mampu dan mau bekerja dapat memperoleh pekerjaan menurut syarat-syarat yang berlaku.
2).    Disquised unemployement, pengangguran terselubung yang disebabkan pekerja tidak bekerja secara maksimal, akibat prestasi kerja kurang.
3).    Under employement, (kesempatan kerja berkurang) hal ini terjadi apabila dalam masyarakat belum tersedia lapangan kerja cukup. Banyak tenaga kerja yang tersedia tetapi sulit untuk mendapat lapangan kerja. Tersedis lapangan kerja tetapi sulit untuk mendapat lapangan kerja. Tersedia lapangan kerja tetapi sulit untuk memenuhi syarat kerja yang ditentukan.
4).    Unemployement, yaitu apabila orang sulit untuk memperoleh pekerjaan menurut syarat-syarat yang berlaku. Lapangan kerja sangat terbatas sedangkan pencari kerja sangat banyak, akibatnya adalah bertambahnya pengangguran. Pengangguran terjadi jika orang tidak dapat mendayagunakan tenaga kerja atau tidak mendapat lapangan kerja. Penyediaan tenaga kerja disesuaikan dengan bidang atau lapangan kerja yang ada.
d.      Meningkatkan usaha pendidikan
             Meningkatkan keahlian dan keterampilan sumber daya manusia, berarti peningkatkan utilitasnya. Dan sumber daya yang penuh utilitasnya ini merupakan asset tersendiri dalam membangun kesejahteraan suatu masyarakat atau bangsa. Maka tidak mengherankan bilamana banyak menyelenggarakan pendidikan dan menyediakan sarana dan prasarananya. Penyelenggaraan pada dewasa ini tidak hanya sekedar memberikan ilmu tetapi berorientasi pada penyiapan tenaga kerja yang siap pakai. Bahkan pada lembaga atau perusahaan tertentu yang memerlukankecakapan atau ketrampilan khususs yang sesuai dengan bidang pekerjaan atau usahannya, menyelenggarakan pendidikan atau latihan sendiri. Maka tidak jarang ditemui lembaga atau perusahaan mendirikan diklat (pendidikan dan latihan) guna memenuhi tenaga kerja yang sesuai dengan bidangnya. Karena mereka menyadari akan pentingnya kecakapan dan ketrampilan dalam menaikkan produktifitas tenaga kerjanya.
e.Mendorong investasi
 Salah satu faktor produksi adalah modal. Bersama-sama dengan sumber daya alam dan manusia, modal menentukn tingkat produksi.
Brang modal selain dapt menentukan kualitas dan kuantitas produksi, juga menentukan penyerapan tenaga kerja, penambhan barang modal berarti memperluas lapangan kerja. Apabila tenaga kerja diserap secara maksimal baik dalam jumlah tenaga maupun dalam jumlah penggunan jam kerja maka akan menghasilkan produktivitas. Barang modal yang sangat berperan dalam proses produksi, didapat dengan investasi.             

              
















BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan
            Kemiskinan itu pada hakikatnya langsung berkaitan dengan sistem masyarakat secara menyeluruh dan bukan hanya ekonomi atau politik, sosial dan budaya, sehingga penangananya harus berlangsung secara menyeluruh dangan suatu strategi yang mengandung kaitan- kaitan semua aspek dan peri kehidupan manusia. Dan salah satu usaha untuk memerangi kemiskinan yaitu memberikan pekerjaan yang tingkat pendapatannya layak kepada orang orang miskin, dan dengan lapangan kerja dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja dan merangsang berbagai kegiatan disektor-sektor ekonomi lainya.
              Kemiskinan dapat ditanggulangi dengan cara sebagai berikut :
1).    Memelihara , melestarikan, dan mengembangkan sumber daya alam
2).    Pemanfaatan sumber daya manusia
3).    Meningkatkan produktivitas tenaga kerja
4).    Meningkatkan usaha pendidikan
5).    Mendorong investasi
3.2 Saran
             Untuk menangani kemiskinan diharapkan pemerintah mampu mengelola sumber daya alam dan manusia untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan taraf hidup mereka.











DAFTAR PUSTAKA


Shalahudin, Mahfudh. 1991. Ilmu Sosial Dasar. Bina Ilmu : surabaya

Soelaeman, munandar. 1992. Teori Dan Konsep Ilmu Sosial. Eresco : Bandung

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi. Raja Grafindo Persada : Jakarta




































DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………….ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………...iii
BAB I  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………..
1.3 Tujuan Masalah……………………………………………………………..
BAB II  PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kemiskinan……………………………………………………..
2.2 Faktor Penyebab Kemiskinan………………………………………………
2.3 Upaya Penanggulangan kemiskinan……………………………………….
BAB III  PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………..
3.2 Saran………………………………………………………………………
DARTAR PUSTAKA 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar