Info Kesehatan

healhty

Rabu, 11 April 2012

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN I Letak Sungsang


MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN I
Letak Sungsang

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahNya kepada kami sehingga kami bias menyelesaikan makalah tentang Asuhan Kebidanan pada Kasus Kehamilan Letak Sungsang.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Nova Purmahardini S,st selaku dosen pembimbing asuhan kebidanan yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini.
Makalah ini kami susun agar kita lebih mengenal tentang konsep dasar kehamilan,konsep dasar kehamilan letak sungsang, konsep dasar dokumentasi H.varney dan penerapan dokumentasi H.Varney pada kasus letak sungsang.
Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan.



Penyusun
















DAFTAR ISI

JUDUL                                                                                                                       1
KATA PENGANTAR                                                                                               2
DAFTAR ISI                                                                                                              3
BAB I : PENDAHULUAN                                                                                      
1.1. Latar belakang                                                                                         4
1.2. Rumusan masalah                                                                                    4
1.3. Tujuan                                                                                                      5
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA                                                                            
2.1. Konsep dasar kehamilan                                                                          6
2.2. Konsep dasar Kehamilan letak sungsang                                                 8
2.3. Konsep dasar dokumentasi H. Varney                                                    11
BAB III : TINJAUAN KASUS                                                                               
3.1. Pengkajian                                                                                                15
3.2. Diagnosa/masalah                                                                                    20
3.3. Identifikasi diagnosa/masalah potensial                                                  20
3.4. Identifikasi tindakan segera untuk kolaborasi/konsultasi                        20
3.5. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat
dan rasional                                                                                            21
3.6. Pelaksanaan rencana tindakan/implementasi                                           21
3.7. Evaluasi                                                                                                    22
BAB IV : PENUTUP                                                                                                
4.1. Kesimpulan                                                                                              24
4.2. Saran                                                                                                        24
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                            25








BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
WHO memperkirakan jika ibu hanya melahirkan rata-rata 3 bayi, maka kematian ibu dapat diturunkan menjadi 300.000 jiwa dan kematian bayi sebesar 5.600.000 jiwa pertahun. Sebaran kematian ibu di Indonesia bervariasi diantara 130-780 dalam 100.000 persalinan hidup. Walaupun telah dilakukan usaha yang intensif dan dibarengi dengan makin menurunnya angka kematian ibu dan bayi disetiap rumah sakit, kematian ibu di Indonesia masih berkisar 390 per 100.000 persalinan hidup (Manuaba, 1998 : 8)
Kejadian letak sungsang berkisar antara 2 %-3 % bervariasi diberbagai tempat. Sekalipun kejadiannya kecil tetapi mempunyai peyulit yang besar dengan angka kematian sekitar 20 %-30 %.
Pada letak kepala, kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu, sedangkan persalinan letsu justru kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir.
Mekanisme persalinan letsu berlangsung secara persalinan bokong, persalinan bahu dan persalinan kepala. (Manuaba, 1998 : 360).

1.2.Rumusan masalah
a. Konsep dasar kehamilan
b. Konsep dasar kehamilan letak sungsang
c. Konsep dasar dokumentasi H. Varney
d. Pengkajian
e. Diagnosa/masalah
f. Identifikasi diagnosa/masalah potensial
g. Identifikasi tindakan segera untuk kolaborasi/konsultasi
h. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional
i. Pelaksanaan rencana tindakan/implementasi
j. Evaluasi



1.3.TUJUAN
a. Mengetahui konsep dasar kehamilan
b. Mengetahui konsep dasar Letak Sungsang janin
c. Mengetahui konsep dasar dokumentasi H. Varney
d. Dapat melakukan pengkajian data pada klien
e. Dapat menganalisa data dan membuat diagnosa/masalah
f. Dapat mengidentifikasi diagnosa/masalah potensial
g. Dapat mengidentifikasi tindakan segera untuk kolaborasi/konsultasi
h. Dapat menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional
i. Dapat melaksanaan rencana tindakan/implementasi
j. Dapat membuat Evaluasi
























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. KONSEP DASAR KEHAMILAN
2.1.1. FILOSOFI KEHAMILAN
Kehamilan merupakan komponen dari seluruh proses normal secara fisik, bukan merupakan penyakit meskipun beberapa kasus komplikasi dapat terjadi sejak permulaan yang disebabkan oleh kondisi/alasan lain atau komplikasi dapat berkembang kemudian.
2.1.2 PROSES KEHAMILAN
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari :
a.Ovulasi pelepasan ovum
b. Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum
c.  terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot
d. Terjadi implantasi (nidasi) pada uterus
e. Pembentukan placenta
f. Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
2.1.3. PERUBAHAN FISIOLOGI PADA SAAT HAMIL
a. Rahim
+Ukuran rahim membesar sesuai umur kehamilan
+Berat uterus naik dari 30gr menjadi 1000gr pada akhir kehamilan
+Terjadi perlunakan isthmus
+Terjadi perkembangan rahim yang tidak sama
+Adanya kontraksi rahim
b. Vagina
+Adanya peningkatan pembuluh darah sehingga tampak makin merah dan kebiruan
c. Ovarium
+Ovulasi berhenti
+Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri
d. Payudara
+Bertambah besar,tegang dan berat
+Terdapat kolostrum
+Dapat teraba noduli – noduli
+Adanya hiperpigmentasi pada puting susu dan areola
e. Siklus darah ibu
+Siklus darah ibu meningkat untuk memenuhi kebutuhan perkembangan janin dan rahim
+Peningkatan hormon esterogen dan progesteron
f. Sistem pernafasan
+Wanita hamil kadang mengeluh sesak dan nafasnya pendek,dan biasanya bernafas lebih dalam
+Yang lebih menonjol adalah pernafasan dada
g. Saluran pencernaan
+Pengeluaran air liur berlebihan
+Daerah lambung terasa panas
+Terjadi mual/muntah
+Dapat menyebabkan konstipasi
h. Kulit
Pada daerah kulit terjadi hiperpigmentasi :
+Muka : Cloasma gravidarum
+Payudara :Putting susu dan areola payudara melebar
+Perut : Linea Nigra striae
i.Metabolisme                  
Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme tubuh mengalami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan untuk persiapan ASI

2.1.4. TANDA – TANDA KEHAMILAN
a. Tanda pasti hamil
+Adanya gerakan janin dalam rahim
+Adanya DJJ
b.Tanda tidak pasti hamil
+Rahim membesar sesuai umur kehamilan
+Adanya tanda hegar,chadwick,piscaseck,dan kontraksi Braxton hicks
+Adanya tes kehamilan positif
c. Tanda kemungkinan hamil
+Amenore
+Mual muntah
+Ngidam
+Pingsan
+Payudara tegang
+Sering miksi
+Konstipasi/obstipasi
+Pigmentasi kulit
+Epulis
+Varices
2.1.5. PERUBAHAN PSIKOLOGI DALAM KEHAMILAN
a. Trimester I
+Ibu merasa lemah
+Ibu merasa tidak nyaman
+Mudah tersinggung
+Pada trimester I perut masih kecil,maka pada sebagian ibu masih merahasiakan kehamilannya kepada orang lain
b. Trimester II
+Ibu sudah merasa lebih nyaman
+Perut ibu yang belum terlalu besar belum dirasakan sebagai beban
+Pada fase ini,wanita hamil akan mulai mengharapkan bayinya
+Ibu mulai mengajak bayinya berbicara dan mengkawatirkan kondisinya
c.Trimester III
+Periode menunggu dan waspada
+Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya dan merasa kawatir
+Keluarga mulai menduga – duga jenis kelamin bayinya
+Pemilihan nama biasanya juga dilakukan pada periode ini

2.2. KONSEP DASAR  KEHAMILAN LETAK SUNGSANG
2.2.1. Pengertian
Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada dibagian bawah kavum uteri. (Ilmu Kebidanan, 1999 : 606).
2.2.2. Penyebab Letak Sungsang
1. Sudut ibu
      a. Keadaan rahim
«  Rahim arkuatus
«  Septum pada rahim
«  Uterus dupleks
«  Mioma bersama kehamilan
      b. Keadaan plasenta
«  Plasenta letak rendah
«  Plasenta previa
c. Keadaan jalan lahir
«  Kesempitan panggul
«  Deformitas tulang panggul
«  Terdapat tumor menghalangi jalan lahir dan perputaran keposisi kepala.

2. Sudut janin
      Pada janin terdapat berbagai keadaa yang menyebabkan letak sungsang :
«  Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat
«  Hidrosefalus atau anensefalus
«  Kehamilan kembar (gemeli)
«  Hidramnion atau oligohidramnion
«  Prematuritas
2.2.3. Klasifikasi Letak Sungsang berdasarkan faktor yang mempengaruhi letak :
               1. Letak bokong murni / Frank Breech (50 %)
o   Bokong saja yang menjadi bagian depan, sedangkan bagian tungkai lurus keatas
o   Tungkai terletak ekstensi sepanjang badan janin, sehingga bokong turun terlebih dahulu.
o   Lekan bokong dengan kedua tungkai terangkat keatas
               2. Letak bokong kaki sempurna / Complete Breech (25 %)
«  Letak bokong diman kedua kaki ada disamping bokong (lipat kejang)
«  Bokong turun terlebih dahulu, tungkai fleksi pada abdomen janin dan kaki sepanjang bokong janin
               3. Letak bokong tidak sempurna / Incomplete Breech (24 %)
«  Suatu letak sungsang dimana selain bokong bagian yang terendah adalah kaki atau lutut
                  a. Kedua kaki = letak kaki sempurna
                     Satu kaki = letak kaki tidak sempurna
b. Kedua lutut = letak lutut sempurna
      Satu kaki = letak lutut tidak sempurna
·         Presentasi bokong dengan satu atau kedua kaki atau lutut prolaps kedalam vagina .
Posisi bokong ditentukan oleh sakrum, yaitu :
a. Left sakrum anterior (sakrum kiri depan)
b. Right sakrum anterior (sakrum kanan depan)
c. Left sakrum posterior (sakrum kiri belakang)
d. Right sakrum posterior (sakrum kanan belakang)
              
2.2.4. Diagnosis
1. Pemeriksaan luar
      a. Palpasi
·         Kepala di fundus
·         Bagian bawah bokong
·         Punggung di kiri atau kanan
      b. Auskultasi
DJJ paling jelas terdengar pada tempat yang lebih tinggi dari pusat.
2. Pemeriksaan dalam
      Dapat diraba ost. Sakrum, tuber ischii, dan anus, kadang-kadang kaki (bila letak kaki)
3. Pemeriksaan rontgen
      Bayangan kepala di fundus
4. Pergerakan anak teraba oleh ibu dibagian perut bawah, dibawah pusat dan ibu sering merasa sesak karena benda keras (kepala) yang mendesak tulang iga. (Sinopsis obstetri, 1998 : 352)

         2.2.5. Penanganan
                  1. Tindakan
                                    Karena kita tahu bahwa prognosa bagi si anak tidak terlalu baik, maka usahakan merubah letak janin dengan ”Versi luar”
o   Hendaknya versi luar sudah dicoba pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu.
o   Tujuan : Merubah letak bokong menjadi letak kepala
o   Hal diatas kemungkinan bisa dilakukan persalinan normal. Namun, jika tidak memungkinkan maka dilakukan operasi.
o   Versi luar saat ini sudah jarang dilakukan karena dapat menyebabkan terjadinya ; lilitan tali pusat, distress janin, dll.
2. Sikap sewaktu hamil
                  Usahakan ibu untuk sering menungging, sujud, dan senam hamil agar letak janin dapat kembali pada posisi normal.

Kontraindikasi
·         Tensi yang tinggi
·         Ada luka pada dinding rahim
·         Panggul sempit absolute
·         Kehamilan ganda (gemeli)
·         Hidramnion
·         Hidrosefalus
·         Perdarahan antepartum atau APB
·         DJJ yang buruk

2.2. KONSEP DASAR DOKUMENTASI H. VARNEY
2.2.1. PENGKAJIAN
Merupakan langkah awal untuk memperoleh data dan mengumpulkan informasi melalui anamnesa,pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang agar dapat mengidentifikasi masalah kesehatan pasien fisik,social, mental dan lingkungan.misalnya :
A.Data Subjektif
1.Biodata
Nama,umur,agama,bangsa,pendidikan,pekerjaan, penghasilan,alamat.
2.Keluhan utama
Apa yang dikeluhkan ibu saat pengkajian
3.Riwayat menstruasi
Menarche,siklus,lama haid,keluhan,banyaknya darah,sifat,dismenorhoe
4.Riwayat kehamilan yang lalu
+Kehamilan : ANC berapa kali,TT berapa kali,keluhan selama hamil
+Persalinan : normal apa tidak,UK berapa,ditolong siapa,dimana,BB,TB,bayi segera menangis/tidak,bayi segera disusui/tidak
+Nifas : berjalan lancar/tidak,bayi disusui/tidak,terjadi perdarahan/tidak
+KB : apa ibu sudah pernah ikut KB,KB apa yang pernah digunakan,keluhan selama ikut KB,sudah berapa kali
5.Riwayat kehamilan sekarang
ANC berapa kali,TT berapa kali,apa yang sudah didapat,merasakan pergerakan anak di UK berapa bulan,keluhan selama hamil
6.Riwayat kesehatan
Apa ibu pernah menderita penyakit kronis seperti kencing manis,jantung,hipertensi,dan apakah ibu pernah menderita penyakit menular seperti TBC,hepatitis dsb.
7.Riwayat penyakit keluarga
Apakah ada yang menderita penyakit menurun seperti kencing manis,jantung, dan apakah ada yang menderita penyakit menular seperti TBC,hepatitis dsb.
8.Riwayat perkawinan
Menikah berapa kali,lamanya,tahun,pertama menikah usia berapa.
9.Riwayat psikososial
Bagaimana hubungan dengan keluarga,apakah keluarga mengharapkan kehamilan itu dan bagaimana hubungan ibu dengan orang lain
10.Pola kehidupan sehari – hari
+Nutrisi : makan berapa kali,porsinya,minum berapa gelas perhari,apa yang diminum,apa saja yang dimakan
+Istirahat : tidur siang dan malam berapa jam
+Eliminasi : BAB,BAK berapa kali,konsistensi,ada gangguan apa tidak
+Kebersihan : mandi,gosok gigi,keramas,ganti pakaian dan celana dalam berapa kali sehari
+Aktifitas : apa saja yang dilakukan oleh ibu
+Hubungan seksual : berapa kali berhubungan dalam seminggu
+Spiritual : bagaimana kegiatan ibadahnya
+Kesehatan : ke mana jika mengalami gangguan kesehatan
B.Data Obyektif
1.Pemeriksaan umum
i. KU : baik,cukup atau lemah
ii. Kesadaran : Komposmentis
iii. TTV : tensi,suhu,nadi,pernafasan
2.Pemeriksaan fisik
♠Inspeksi
+Rambut         : rontok/tidak,lurus/tidak,hitam/tidak
+Muka             : simetris/tidak,cloasma gravidarum/tidak,odem/tidak
+Mata              : simetris/tidak,konjungtiva anemis/tidak,sclera ikterus/tidak,penglihatan normal/tidak
+Hidung          : bersih/tidak,penciuman normal/tidak,ada pernafasan cuping hidung/tidak,ada serumen/tidak,ada polip/tidak
+Mulut/gigi     : jumlah gigi lengkap/tidak,terdapat caries/tidak,stomatitis/tidak
+Telinga          : simetris/tidak,bersih/tidak,pendengaran baik/tidak,ada serumen/tidak
+Leher          : ada pembesaran kelenjar tiroid/tidak,ada pembesaran vena jugularis/tidak
+Mammae          : Simetris/tidak,puting menonjol/tidak,ada benjolan/tidak,hiperpigmentasi/tidak,kolostrum keluar/tidak
+Abdomen      : membesar sesuai UK/tidak,terdapat striae livide/tidak
+Vulva            : odem/tidak,varises/tidak,terdapat flour albus/tidak,perineum utuh/tidak
+Anus             : ada haemorhoid/tidak
+Ext.atas/bawah : ada odem/tidak,varises/tidak,jari-jari pucat/tidak
 Palpasi
+Leopold I : TFU berapa,apa yang terdapat di fundus,UK
+Leopold II : Menentukan puka dan puki
+Leopold III : Menentukan bagian terendah janin dan sudah masuk PAP/belum
+Leopold IV : seberapa masuk bagian terendah janin ke PAP
Auskultasi
+DJJ : normal/tidak,frekuensi per menit,terdengar di sebelah mana
Perkusi
+Reflek patella
3.Pemeriksaan antropometri
♠TB,BB,LILA,TBJ
4.Pemeriksaan obstetric
♠Ukuran panggul luar
5.Pemeriksaan penunjang
♠darah,urine dsb

2.2.2. INTERPRETASI DATA/DIAGNOSA
Merupakan interpretasi data dasar ke dalam identifikasi spesifik mengenai masalah dan diagnosa.Masalah tidak dapat diidentifikasikan sebagai diagnosa karena lebih sering berhubungan dengan apa yang dialami klien.

2.2.3. IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL
+Mengidentifikasi diagnosa/masalah potensial lain berdasarkan rangkaian diagnosa dan masalah yang sudah teridentifikasi
+Langkah ini membutuhkan antisipasi,bila memungkinkan dilakukan pencegahan.Sambil mengamati klien,bidan diharapkan dapat bersiap – siap bila diagnosa masalah potensial benar – benar terjadi

2.2.4. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN YANG MEMERLUKAN PENANGANAN SEGERA
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan/dokter atau untuk dikonsultasikan  atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.

2.2.5. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH/PLANNING
+Merencanakan asuhan menyeluruh ditentukan oleh langkah – langkah sebelumnya dengan rasional
+Langkah ini merupakan lanjutan manajeman terhadap diagnosa/masalah potensial
+Pada langkah ini informasi atau data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi
+Merupakan kerangka pedoman antisipasi terhadap keadaan pasien
+Merujuk klien jika ada masalah/komplikasi

2.2.6. MELAKSANAKAN PERENCANAAN
+Rencana asuhan yang telah disusun dilaksanakan secara efisien dan aman
+Perencanaan ini bias dilakukan seluruhnya oleh bidan dan sebagian oleh klien atau tim kesehatan yang lain

2.2.7 EVALUASI
Rangkaian tindakan yang saling berhubungan bertujuan untuk mengukur kemampuan dan efektivitas pelaksanaan asuhan kebidan berdasan tujuan dan kriteria evaluasi menggunakan format SOAP.




































BAB III
TINJAUAN KASUS
Pada Ny. A, G2P10001, UK 36 / 37 Minggu, T/H/Letak Sungsang W, Intra uterin, kesan jalan lahir normal, saat ini KU ibu dan janin baik.


I. PENGKAJIAN DATA SUBYEKTIF, TGL: 27 Mei 2009. JAM :10.00-11.00 WIB

A.    Biodata /Identitas
Nama                        : Ny. A                                    Nama Suami    : Tn. B
Umur                        : 27 Th                         Umur               : 30 Th
Agama                      : Islam                         Agama             : Islam                
Bangsa / suku           : WNI / Madura          Bangsa / suku  : WNI/Madura
Pendidikan               : SMA                         Pendidikan      : S 1
Pekerjaan                  : -                                 Pekerjaan         : PNS
Penghasilan              : -                                 Penghasilan     : Rp. 3.500.000-,
Alamat                     : Jl. Manggis/21           Alamat                        : Jl. Manggis/21
No.Telp                    : (0323) 322516
No.Register              : 027050904

B.     Keluhan Utama
§  Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
§  Ibu mengatakan adanya gerakan janin dibagian perut bawah pusat dan ibu sering merasa benda keras (kepala) mendesak tulang iga.


C.    Riwayat Obstetri
1. Riwayat Menstruasi
v  Menarche                 : Usia 12 Th
v  Siklus / lama             : 1 bulan sekali (± 28 hari) lamanya ± 8 hari
v  Banyaknya               : ± 3 pembalut / hari
v  Sifat darah               : Berwarna merah segar
v  Dismenorhoe            : -
v  HPHT                       : 17 September 2008


2. Riwayat Kehamilan yang lalu

Anak ke
Kehamilan
Persalinan
Bayi
Nifas
KB
Usia
Penyulit
Jenis
Penyulit
Tempat
Penolong
L/P
BB/BP
AS
Keadaan
Umur
Penyulit
Laktasi
1
Aterm
-
SPTB
BBLT
BPS
Bidan
L
BB:3500 gr
PB: 50 cm
8
Hidup
2,5 th
-
1 th
pil
2
Hamil ini
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-


3. Riwayat Kehamilan Sekarang
v  HPL                                     : 24 Juni 2009
v  Usia Kehamilan                    : 36 / 37 Minggu
v  Keluhan Pada                       :
·         Trimester I                      : Mual muntah terutama di pagi hari
·         Trimester II                    : Tidak ada
·         Trimester III                   : Tidak ada
v  ANC                                                : 4X di BPS
v  Imunisasi TT                        : Lengkap (Bowster)
v  Kebiasaan minum jamu        : Selama hamil tidak pernah

D.    Riwayat Kesehatan
1. Riwayat penyakit yang pernah/sedang diderita
   - Sebelum hamil :
         Ibu mengatakan bahwa ibu tidak pernah / tidak sedang menderita penyakit kronis, maupun penyakit menurun. Seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, hepatitis, TBC, dsb.
   - Selama hamil
         Ibu mengatakan bahwa ibu tidak pernah / tidak sedang menderita penyakit kronis, maupun penyakit menurun. Seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, hepatitis, TBC, dsb.

2. Riwayat penyakit keluarga
   - Ibu mengatakan bahwa dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit kronis maupun penyakit menurun, namun riwayat keluarga ada keturunan kembar.

E.     Riwayat Sosial
v  Status pernikahan         
·   Menikah          : 1 kali
 
·   Menikah I        : Umur             : 22 th
  Lamanya       : 5 tahun
·   Menikah II      : Umur             :
  Lamanya       :

F.     Riwayat Psikologi
1. Psikologis
Ibu mengatakan bahwa ibu sangat bahagia dengan kehamilannya ini karena hal ini adalah hal yang dinantikan oleh suami dan keluarganya.

2. Sosial
Ibu mengatakan bahwa hubungannya dengan suami, keluarga, maupun tetangganya baik, mereka menyambut baik kehamilannya.

G.    Pola kebiasaan sehari-hari
1.            Pola nutrisi
-Sebelum hamil :
Ibu mengatakan bahwa makan 3x sehari, dengan porsi sedang (nasi, daging/ikan, sayuran hijau dan buah-buahan). Minuman air putih ±5-6 gelas/hari


-Selama hamil :
Ibu mengatakan bahwa ibu makan sampai 3-4x sehari, dengan porsi sedang. Kemudian minuman air putih ±5-6 gelas/hari diatambah 1 gelas susu tiap pagi.

2.            Pola eliminasi
-Sebelum hamil :
Ibu mengatakan BAB 1x/hari, feses normal, tidak ada gangguan dengan bau yang khas, dan BAK 4-5x sehari dengan air kencing warna kekuning-kuningan jernih.
-Selama hamil :
Ibu mengatakan BAB 1x/hari, feses normal, tidak ada gangguan dengan bau yang khas, dan BAK 5-6x sehari dengan air kencing warna kekuning-kuningan jernih.

3.            Pola istirahat / tidur
-Sebelum hamil :
Ibu mengatakan bahwa sebelum hamil istirahat pada malam hari 7-8 jam mulai pukul 21.00-04.00 WIB
-Selama hamil :
Ibu mengatakan bahwa selama hamil pola istirahat ibu meningkat ± 1 jam pada siang hari pada siang hari pukul 14.00-15.00, dan pada malam hari ibu istirahat ±8 jam mulai pukul 21.00-04.00 WIB.

4.            Pola aktifitas
-Sebelum hamil :
Ibu mengatakan bahwa kegiatan ibu sehari-hari sebagai ibu rumah tangga
-Selama hamil :
Ibu mengatakan bahwa selama hamil kegiatan ibu sehari-hari tidak terlalu berat, karena sebagian besar pekerjaan dikerjakan oleh pembantu.

5.            Pola hubungan seksual
-Sebelum hamil :
Ibu mengatakan bahwa sebelum hamil ibu kumpul dengan bapak 2-3x seminggu.
-Selama hamil :
Ibu mengatakan bahwa selama hamil, ibu mengurangi dengan alasan ibu tidak bergairah, sehingga selama hamil ibu kumpul dengan bapak 1x seminggu.

6.            Pola kebersihan diri (personal hygiene)
-Sebelum hamil :
Ibu mengatakan bahwa ibu mandi 2-3x sehari, gosok gigi setiap kali mandi dan ganti celana dalam 2x sehari.
-Selama hamil :
Ibu mengatakan bahwa ibu mandi 2-3x sehari, gosok gigi setiap kali mandi dan ganti celana dalam 3x sehari.

7.            Spiritual
-Sebelum hamil :
Ibu mengatakan bahwa ibu selalu shalat lima waktu, mengaji setelah shalat maghrib dan melaksanakan shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu.


-Selama hamil :
Ibu mengatakan bahwa ibu lebih meningkatkan ibadahnya, seperti shalat lima waktu, mengaji setelah shalat maghrib dan melaksanakan shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu ditambah shalat malam.

H.    Perilaku Kesehatan
-Sebelum hamil :
Ibu mengatakan bahwa ibu mengalami gangguan kesehatan, misalnya; pusing, flu dll. Biasanya ibu membeli obat ditoko.
-Selama hamil :
Ibu mengatakan bahwa ibu mengalami gangguan kesehatan, misalnya; pusing, flu dll. Ibu berkonsultasi/berobat ke dokter dan tidak meminum obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep dokter.

I.I.DATA OBYEKTIF
A. Pemeriksaan Umum
1.            KU                              : Baik
2.            Kesadaran                   : komposimentis
3.            Tanda-tanda vital        :
v      Tensi                : 120/80 mmHg
v      Suhu                : 37 C
v      Nadi                : 85x/menit
v      RR                   : 23x/menit

I.       Pemeriksaan Fisik
Inspeksi

1.                                                                                    Kepala : Simetris, rambut bersih, rambut tidak rontok, rambut   tidak mudah dicabut, distribusi rambut merata, tidak terdapat luka dan benjolan.

2.            Muka                           : Simetris, terdapat cloasma, tidak oedem, tidak ikterus.


3.                                                                                    Mata    : Konjungtiva merah, sclera mata berwarna putih, tidak juling, penglihatan normal.

4.            Hidung                        : Simetris, penciuman baik, tidak polip.


5.                                                                                    Mulut /gigi      : Gigi lengkap, tidak ada karies dan epulis, tidak pucat, lidah bersih.

6.                                                                                    Telinga            : Simetris, bersih, tidak ada serumen, pendengaran normal.


7.                                                                                    Leher   : Tidak terjadi pembesaran kelenjar limfe atau tiroid atau vena jogularis.

8.                                                                                    Mammae         : Membesar/tegang, hiperpigmentasu aerola dan papilla mamae, kelenjar montgomeri menonjol, puting susu bersih dan menonjol, tidak ada benjolan, adanya kolostrum.

9.                                                                                    Abdomen        : Simetris, membesar kedepan sesuai UK, terdapat striee albican, terdapat linea alba, tidak ada bekas operasi/Sc.

10.                                                                                Vulva  : Tidak ada oedem dan varises, ada bekas episiotomi, bersih, adanya flour albus tidak berbau dan warnanya normal.

11.        Anus                            : Bersih, tidak hemoroid.

12.                                                                                Ekstremitas bawah      : Jari lengkap, kuku jari bersih, pergelangan tangan baik, tidak terdapat oedem pada kaki, simetris, tidak ada varises, tidak sianosis.

Palpasi

1.            TFU                             : 30 cm

2.            Leopold I                    : TFU setinggi prosesus xifoideus dengan UK 36/37 minggu, Pada fundus teraba keras, melenting, dan bulat diperkirakan kepala.

3.            Leopold II                   : Pada bagian kanan perut ibu, teraba bagian yang datar dan lebar seperti papan (Puka), dan pada bagian kiri perut ibu teraba bagian terkecil janin


4.            Leopold III                 : Pada perut bagian bawah teraba bagian yang lunak, tidak terlalu bulat dan tidak melenting, diperkirakan bokong.

5.            Leopold IV                 : Belum masuk PAP.

Auskultasi

1.            DJJ                              : Irama teratur (12+11+12)x4 / menit = ± 140 / menit.
2.            Tempat                        : Dipuntum maximum 2 jari diatas pusat sebelah kanan.


Perkusi
v  Reflek patella                 : + / +

J.      Pemeriksaan Antropometri
1.      TB / BB                          : 160 cm / 63 kg
2.      LILA                              : 24 cm.
3.      TBJ                                 : 2945 gr . (MD-11)155 = (30-11)155 = 2945 gr.




K.    Pemeriksaan Obstetri
Ukuran panggul luar
1.      Distansia spinarum         : 25 cm
2.      Distansia eristarum         : 29 cm
3.      Boedelogue                    : 19 cm
4.      Lingkar panggul             : 88 cm

L.     Pemeriksaan Penunjang
1.      Laboratorium
Darah
v  Hb                            : 11 gr %
Urine
v  Albumin                   : Tidak ada
v  Reduksi                    : Tidak ada
v  Hbs Ag                     : Tidak ada
2.      Rongten                         : Dilakukan (bayangan kepala di fundus)

II.DIAGNOSA
Ny. A, G2P10001, UK 36 / 37 Minggu, A/T/H/Letak Sungsang W, Intra uterin, kesan jalan lahir normal, saat ini KU ibu dan janin baik.

3.1. DS         Ibu mengatakan hamil kedua
                     Ibu mengatakan UK kira-kira 9 bulan
                     Ibu merasakan gerakan janin dibawah pusat
                     HPHT : 17 September 2008

3.2. DO        HPL : 24 Juni 2009
                     DJJ : ± 140 X / Menit
                     Leopold 1     : TFU = 30 cm, setinggi prosesus xifoideus.
                     Leopold 2     : Puka
Leopold 3     : teraba bagian yang lunak, tidak terlalu bulat dan tidak melenting, diperkirakan bokong.
Leopold 4     : -
TTV              : -TD= 120/80 mmHg, Nadi= 82x/mnt, t = 37 C, RR=23x/mnt.
Pemeriksaan Lab : - Hb = 11 gr %

3.3. Masalah : -


III.IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
-Berpotensi terjadinya Distosia pada bayi.


IV. IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA UNTUK KONSULTASI ATAU KOLABORASI
-Tidak ada tindakan segera, hanya menyarankan ibu untuk berwaspada saat terjadi tanda-tanda akan persalinan (bila perlu dirujuk untuk SC).




V.PLANNING

1. Lakukan pendekatan pada ibu dengan komunikasi terapeutik
R/ Agar menumbuhkan rasa percaya dan nyaman pasien kepada bidan sehingga mempermudah bidan untuk memberi pelayanan asuhan kebidanan secara menyeluruh.

2. Lakukan pemeriksaan kehamilan dengan 7 T
R/ Agar bidan dapat mendeteksi dan mengetahui kelainan pada kehamilan secara dini yang dapat menjadi penyulit dalam kehamilan dan proses persalinan.

3. Jelaskan hasil pemeriksaan pada pasien.
   R/ Agar ibu dapat mengerti dan tahu kondisi dirinya dan janin yang ada dalam kandungannya, sehinggga diharapkan ibu dapat mengantisipasi hal buruk yang terjadi nantinya.

4. Jelaskan pada pasien tentang kehamilan letak sungsang yang dialami pasien.
   R/ Agar ibu mengetahui kehamilan letak sungsang dan bahayanya, namun ibu tidak perlu khawatir karena hal tersebut bisa diatasi dengan cara SC.

5. Anjurkan ibu untuk meningkatkan asupan gizi
   R/ Agar kondisi ibu dan janin lebih sehat.

6. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan terutama personal hygiene
   R/ Untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit menular.

7. Anjurkan untuk olah raga (lari pagi dan sering menungging) dan mengajarkannya.
   R/ Untuk memperlancar aliran darah, dan untuk mengembalikan letak normal janin.

8. Anjurkan ibu untuk kontrol  seminggu lagi atau jika ada keluhan.
   R/ Untuk memantau kondisi ibu dan janin untuk mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi.

9. Menganjurkan&menyiapkan surat rujuk&Informcontion jika sewaktu-waktu ibu akan melahirkan (let.su).
   R/ Sebagai pertolongan bagi ibu dan janin dengan kehamilan letak sungsang.

VI . PELAKSANAAN RENCANA TINDAKAN/IMPLEMENTASI.

1. Melakukan pendekatan melalui komunikasi terapeutik, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, berbicara sopan dan mende ngarkan seluruh keluhan pasien.
     
2. Melakukan pemerikasaan kehamilan dengan 7 T                                                                                                                                                    
   -TB/BB        : 160 cm/ 63 kg
   -TD               : 120/80 mmHg
   -TFU                        : 30 cm (setinggi prosesus xifoideus)
   -TT               : Lengkap
   -Terapi          : -
   -Tes PMS     : (-)
   -Telewicara   : HE


3. Menjelaskan bahwa kehamilan ibu saat ini dalam keadaan/posisi dengan letak sungsang yang merupakan kelainan dalam kehamilan, tetapi ibu tidak perlu khawatir karena kemungkinan dapat diatasi.

4. Menjelaskan bahwa kehamilan letak sungsang yaitu letak memanjang dengan bokong adalah bagian yang terendah pada perut bagian bawah, sehingga sulit dilakukan persalinan normal. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan SC.

5. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi sayuran hijau, daging, susu dan sebagainya untuk persiapan persalinan.

6. Menganjurkan pada ibu untuk menjaga kebersihan tubuh khususnya genetalia, maupun kebersihan lingkungan demi kesehatan ibu.

7. Menganjurkan ibu olah raga dan melakukan posisi nungging selama 2 jam dalam sehari (dilakukan secara bertahap). Mengajarkan posisi nungging dengan kepala ibu serendah mungkin dan bokong diangkat setinggi-tingginya.

8. Menganjurkan ibu untuk kontrol 1 minggu lagi atau bila ada keluhan pada kehamilannya untuk mengetahui perkembangan kondisi ibu dan janin.

9. Menganjurkan&menyiapkan surat rujuk&Informcontion jika sewaktu-waktu ibu membutuhkan saat persalinan (let.su).

VII. EVALUASI
     
      1. Melakukan pendekatan dengan komtik
         Evaluasi        S  : Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan bidan.
                              O  : Ibu menyampaikan semua keluhannya
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.

2. Melakukan pemeriksaan kehamilan dengan 7 T
         Evaluasi        S  : Ibu bersedia untuk diperiksa.
                              O  : Ibu melaksanakan saran yang diberikan bidan.
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.

3. Menjelaskan hasil pemeriksaan.
         Evaluasi        S  : Ibu mengatakan dapat menerima hasil pemeriksaan
                              O  : Ibu menganggukkan kepala
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.

4. Menjelaskan tentang kehamilan letak sungsang
         Evaluasi        S  : Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan bidan.
                              O  : Ibu menganggukkan kepala.
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.

5. Menganjurkan pada ibu untuk meningkatkan asupan gizi.
         Evaluasi        S  : Ibu bersedia untuk memenuhinya
                              O  : Ibu menganggukkan kepala
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.

6. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan terutama personal hygiene.
         Evaluasi        S  : Ibu sanggup melaksanakannya
                              O  : Ibu menganggukkan kepala
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.

7. Menganjurkan ibu untuk olah raga dan melakukan posisi nungging 2 jam sehari dan mengajarkannya.
         Evaluasi        S  : Ibu mengatakan akan melaksanakannya.
                              O  : Ibu menganggukkan kepala&mempraktekkannya.
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.

8. Menganjurkan ibu untuk kontrol 1 minggu lagi atau jika ada keluhan.
         Evaluasi        S  : Ibu mengatakan akan kontrol satu minggu lagi
                              O  : Ibu menganggukkan kepala.
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.

9. Menganjurkan ibu rujuk saat akan melahirkan (jika kehamilannya Let.su)
         Evaluasi        S  : Ibu mengatakan setuju (jika kehamilan Let.su)
                              O  : Ibu menganggukkan kepala
                              A  : Tujuan tercapai
                              P  : Rencana dilanjutkan.
























BAB IV
PENUTUP


3.7. KESIMPULAN

               Pada kasus yang ditemukan pada Ny. ”A” UK 36 minggu dengan diagnosa kehamilan letak sungsang termasuk dalam kategori kehamilan dengan kelainan letak, karena itu memerlukan perencanaan dan penanganan sedini mungkin.
               Pelaksanaan perencanaan yang dibuat sudah dilakukan dengan cukup baik karena pasien dan petugas kesehatan dapat bekerja sama dengan baik pula.



SARAN

Bagi pasien :
v  Hendaknya pasien tidak perlu cemas dan khawatir dengan kehamilannya jika mengalami gangguan yang tidak terlalu berbahaya karena hal ini masih bisa diatasi, asal ibu mau mengikuti asuhan yang diberikan.
v  Pasien hendaknya mau mendengarkan dan melakukan setiap informasi dan saran yang diberikan oleh bidan untuk mengatasi masalah pada kehamilannya.
v  Pasien hendaknya rajin memeriksa kehamilannya pada bidan sesuai waktunya segera bila ada keluhan.

Bagi bidan :
v  Bidan dalam menentukan diagnosa dan pendeteksian dini harus tepat dan sesuai agar langkah selanjutnya dapat dilaksanakan dengan tepat sehingga kematian ibu dan janin dalam kehamilan, persalinan dan nifas dapat dicegah.
v  Dalam memberikan KIE bidan hendaknya lebih ramah dan terbuka sehingga pasien dapat lebih kooperatif dan terjalin rasa saling percaya antara pasien dan petugas kesehatan.


















DAFTAR PUSTAKA


Manuaba, Ida Bagus. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana. EGC : Jakarta.
Mochtar, rustam. 1998. Sinopsis Obstetri jilid 1. EGC : Jakarta.
Varney, Helen. 2006. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ed 4, Vol 1. EGC : Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar