Info Kesehatan

healhty

Rabu, 11 April 2012

Makalah ASKEB V (Patologi) Pelaksanaan Rujukan Berdasarkan Standart Pelayanan Sesuai Protap


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat taufik serta hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah kami ini yang berjudul “Pelaksanaan Rujukan Berdasarkan Standart Pelayanan Sesuai Protap“  setelah melalui kendala rasa terima kasih kami yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dengan segala jerih payahnya hingga selesainya penyusunan makalah ini, tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dr. Tatik. Selaku dosen Askeb V Patologi yang telah membimbing kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan.
Harapan kami mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan para pembaca khususnya mahasiswi akademi kebidanan aifa husada pamekasan, dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk terus mengejar ketingalan dan keterbelakangan.
Meskipun kami rasa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan namun kami berharap sumbangan saran dan kritik yang brsifat membangun dari semua pihak sehinga dari penyusunan makalah berikutnya dapat disajikan lebih baik dari sebelumnya.





Penyusun

Pamekasan, 21 April 2010






BAB I
PENDAHULUAN


1.      LATAR BELAKANG

Salah satu bentuk pelaksanaan dan pengembangan upaya kesehatan dalam Sistem kesehatan Nasional (SKN) adalah rujukan upaya kesehatan. Untuk mendapatkan mutu pelayanan yang lebih terjamin, berhasil guna (efektif) dan berdaya guna (efesien), perlu adanya jenjang pembagian tugas diantara unit-unit pelayanan kesehatan melalui suatu tatanan sistem rujukan.
Pelaksanaan sistem rujukan di indonesia telah diatur dengan bentuk bertingkat atau berjenjang, yaitu pelayanan kesehatan tingkat pertama, kedua dan ketiga, dimana dalam pelaksanaannya tidak berdiri sendiri-sendiri namun berada di suatu sistem dan saling berhubungan. Apabila pelayanan kesehatan primer tidak dapat melakukan tindakan medis tingkat primer maka ia menyerahkan tanggung jawab tersebut ke tingkat pelayanan di atasnya, demikian seterusnya. Apabila seluruh faktor pendukung (pemerintah, teknologi, transportasi) terpenuhi maka proses ini akan berjalan dengan baik dan masyarakat awam akan segera tertangani dengan tepat. Sebuah penelitian yang meneliti tentang sistem rujukan menyatakan bahwa beberapa hal yang dapat menyebabkan kegagalan proses rujukan yaitu tidak ada keterlibatan pihak tertentu yang seharusnya terkait, keterbatasan sarana, tidak ada dukungan peraturan.


BAB II
PEMBAHASAN


1.      PENGERTIAN

a.       Sistem rujukan upaya kesehatan adalah suatu tatanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas timbulnya masalah dari suatu kasus atau masalah kesehatan masyarakat, baik secara vertikal maupun horizontal, kepada yang berwenang dan dilakukan secara rasional.
b.      Rujukan kesehatan dapat disebut sebagai penyerahan tanggungjawab dari satu pelayanan kesehatan ke pelayanan kesehatan yang lain.
c.       Sistem rujukan sebagai suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani), atau secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya). Sederhananya, sistem rujukan mengatur darimana dan harus kemana seseorang dengan gangguan kesehatan tertentu memeriksakan keadaan sakitnya. (Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo).

  1. TUJUANRUJUKAN
    a. Setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-baiknya.
    b. Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lengkap fasilitasnya.
    c. Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer knowledge and skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah perifer (Muchtar,1977).



3.      JENIS RUJUKAN
Menurut tata hubungannya, sistem rujukan terdiri dari  : rujukan internal dan rujukan eksternal.
  • Rujukan Internal adalah rujukan horizontal yang terjadi antar unit pelayanan di dalam institusi tersebut. Misalnya dari jejaring puskesmas (puskesmas pembantu) ke puskesmas induk
  • Rujukan Eksternal adalah rujukan yang terjadi antar unit-unit dalam jenjang pelayanan kesehatan, baik horizontal  (dari puskesmas rawat jalan ke puskesmas rawat inap) maupun vertikal (dari puskesmas ke rumah sakit umum daerah).
Menurut lingkup pelayanannya, sistem rujukan terdiri dari : rujukan Medik dan rujukan Kesehatan.
  • Rujukan Medik adalah rujukan pelayanan yang terutama meliputi upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Misalnya, merujuk pasien puskesmas dengan penyakit kronis (jantung koroner, hipertensi, diabetes mellitus) ke rumah sakit umum daerah.
  • Rujukan Kesehatan adalah rujukan pelayanan yang umumnya berkaitan dengan upaya peningkatan promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif). Contohnya, merujuk pasien dengan masalah gizi ke klinik konsultasi gizi (pojok gizi puskesmas), atau pasien dengan masalah kesehatan kerja ke klinik sanitasi puskesmas (pos Unit Kesehatan Kerja).

  1. KEGIATAN RUJUKAN

a) Rujukan dan Pelayanan Kebidanan
Kegiatan ini antara lain berupa :
1. Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap.
2. Rujukan kasus-kasus patologik pada kehamilan, persalinan, dan nifas
3. Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya, seperti kasus-kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis.
4. Pengiriman bahan laboratorium
b) Pelimpahan Pengetahuan dan Keterampilan
Kegiatan ini antara lain :
1. Pengiriman tenaga-tenaga ahli ke daerah perifer untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan melalui ceramah, konsultasi penderita, diskusi kasus, dan demonstrasi.
2. Pengiriman petugas pelayanan kesehatan daerah ke rumah sakit yang lebih lengkap dengan tujuan menambah pengetahuan dan keterampilan.
c) Rujukan Informasi Medis
Kegiatan ini antara lain berupa :
1. Membalas secara lengkap data-data medis penderita yang dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim.
2. Menjalin kerjasama pelaporan data-data medis.
(Muchtar, 1977)
2.1.4 Faktor-Faktor Penyebab Rujukan
a. Riwayat bedah sesar
b. Perdarahan pervaginam
c. Persalinan kurang bulan
d. Ketuban pecah disertai dengan mekonium yang pecah
e. Ketuban pecah lebih dari 24 jam
f. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan
g. Ikterus
h. Anemia berat
i. Tanda /gejala infeksi
j. Pre-eklampsia /Hipertensi dalam kehamilan
k. Tinggi fundus 40 cm/lebih
l. Gawat janin
m. Primapara dalam fase aktif kala I persalinan dan kepala janin masuk 5/5
n. Presentasi bukan belakang kepala
o. Presentasi ganda (mejemuk)
p. Kehamilan ganda (gemelli)
q. Tali pusat menumbung
r. Syok.
(Asuhan Persalinan Normal 2007)




DAFTAR PUSTAKA

http://sehatuntuksemua.wordpress.com/2008/07/14/sistem-rujukan-kesehatan-di-indonesia/
http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2009/11/sistem-pelayanan-kesehatan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar