Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 14 April 2012

asuhan kebidanan pada neonatus dengan makrosomia


ASUHAN  KEBIDANAN 
PADA Bayi Ny. W USIA 1 HARI DENGAN MAKROSOMIA  
DI RUANG PERAWATAN BAYI RSAB KIRANA
SEPANJANG - SIDOARJO



LEMBAR  PENGESAHAN

Telah diperiksa dan disetujui untuk disyahkan sebagai laporan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny “W” Umur 1 hari dengan Makrosomia di RSAB KIRANA di  Ruang Perawatan Bayi, pada :
                        Hari        :
                        Tanggal  :
                                                                                             

Mahasiswa


            Nina Verawati

Mengetahui

Pembimbing Akademik                                           Pembimbing Praktek
      Keb.A  STIKES Insan Unggul                                         RSAB KIRANA


   Sutjiati Dwi Handayani, S.Pd, SST                               Puji Haryati, Amd. Kep


Ka. Prodi Kebidanan
STIKES Insan Unggul


 Endang Sri Resmiati, SH, SST.





KATA PENGANTAR



Segala puji  penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,  karena atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Laporan studi kasus dengan judul  Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny. “W” Umur 1 hari dengan Makrosomia ini disusun oleh Mahasiswa semester IV Prodi Kebidanan STIKES INSAN UNGGUL Surabaya selama melaksanakan  praktik klinik  di RSAB KIRANA di Ruang Perawatan Bayi Sepanjang - Sidoarjo mulai tanggal 09 Juli 2007 sampai dengan 22 Juli 2007.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.      Puji Haryati Amd. Kep,  selaku  Kepala Ruangan dan Pembimbing Praktik  di RSAB KIRANA di Ruang Perawatan Bayi.
2.      Endang Sri Resmiati, SH, SST, selaku Ketua Prodi Kebidanan STIKES INSAN UNGGUL Surabaya
3.      Sutjiati Dwi Handayani, S.Pd, SST, selaku Pembimbing akademik STIKES INSAN UNGGUL Surabaya
4.      Kakak pendamping di RSAB KIRANA khususnya di Ruang Perawatan Bayi.
Penulis menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak kekurangan,  oleh karena itu berbagai kritik dan saran yang membangun penulis harapkan.

Surabaya,  Juli 2007.
                                                      
                                                                                                Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Periode neonatal adalah periode yang sangat penting dalam kehidupan,  dari penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50 % kematian bayi terjadi pada periode neonatal yaitu dalam bulan pertama kehidupan. Kurang baiknya penanganan bayi baru lahir yang lahir sehat akan menyebabkan kelainan - kelainan yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian, misalnya sebagai akibat hipotermi pada bayi baru lahir dapat terjadi cold stress yang selanjutnya yang dapat menyebabkan hipoglikemia dan mengakibatkan kerusakan otak,  akibat selanjutnya dalah perdarahan otak, syok,  beberapa bagian tubuh mengeras dan keterlambatan tumbuh kembang.
Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi,  periode neonatal merupakan periode yang paling kritis. Pencegahan asfiksia,  mempertahankan suhu tubuh bayi,  terutama pada bayi  dengan berat badan lahir rendah (BBLR),  pemberian air susu ibu (ASI) dalam rangka menurunkan angka kematian bayi oleh karena diare, pencegahan terhadap infeksi, pemantauan kenaikan berat badan dan stimulasi psikologis merupakan tugas pokok bagi pemantau kesehatan bayi dan anak.



  1. TUJUAN PENULISAN
1.     Tujuan Umum
Diharapkan  mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal aterm.
2.     Tujuan Khusus
a.             Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data, baik data subyektif maupun data obyektif pada bayi baru lahir
b.            Mahasiswa mampu melakukan analisa data dari hasil pengkajian data
c.             Mahasiswa mampu merumuskan diagnosa, masalah dan diagnosa potensial yang mungkin ada
d.            Diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal aterm
e.             Mahasiswa mampu melaksanakan rencana tindakan yang telah disusun
f.             Mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap asuhan yang telah dilaksanakan pada bayi baru lahir normal aterm
g.            Mahasiswa mampu mendokumentasikan hasil asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal

  1. PELAKSANAAN
Laporan studi kasus ini disusun selama melaksanakan praktek klinik di RSAB KIRANA mulai tanggal 09 Juni 2007 sampai dengan 22 Juli 2007 dan pengkajian dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2007

BAB II
LANDASAN TEORI

Pengertian Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir adalah bayi yang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrautrine ke kehidupan extrautrine (Jumiarni,  1994).
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram (Depkes RI, 1993 : 96)

Ciri – ciri Bayi Baru Lahir Normal
  1. Berat badan 2500 – 4000 gram
  2. Panjang badan 48 – 52 cm
  3. Lingkar dada 30 – 38 cm
  4. Lingkar kepala 33 – 35 cm
  5. Bunyi jantung menit – menit pertama kira - kira 180 x / menit, kemudian menurun 120 – 140 x / menit
  6.  Pernafasan pada menit – menit pertama kira – kira 80 x / menit, kemudian menurun setelah tenang kira – kira 40 x / menit
  7. Kulit kemerah – merahan dan licin karena jaringan subcutannya cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa
  8. Rambut lanugo sudah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna
  9. Kuku telah agak panjang

  1. Genitalia : labia mayora telah menutupi labia minor (pada perempuan)
Testis sudah turun (pada laki – laki)
  1. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
  2. Reflek moro sudah baik, bila dikagetkan akan memperlihatkan seperti memeluk
  3. Graff reflek sudah baik, apabila diletakkan sesuatu benda di atas telapak tangan bayi, maka bayi akan menggenggam / adanya gerakan reflek
  4. Eliminasi baik, urine dan meconium akan keluar dalam 24 jam pertama, meconium berwarna hitam kecoklatan

Perubahan-perubahan yang terjadi segera setelah bayi lahir
 Sebagai akibat perubahan lingkungan dari kehidupan intrautrine ke lingkungan extrautrine, bayi menerima rangsangan yang bersifat kimiawi,  mekanik dan teknik. Hasil perangsangan ini membuat bayi mengalami perubahan metabolik,  pernapasan,  sirkulasi dan lain-lain.
a.       Gangguan matabolisme karbohidrat
Energi tambahan yang diperlukan neonatus pada jam-jam pertama sesudah lahir,  diambil dari metabolisme asam lemak,  sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120 mg/100 ml. Apabila oleh sesuatu hal misalnya bayi dari ibu yang menderita diabetes mellitus (DM) dan BBLR,  perubahan glukosa menjadi glokogen akan meningkat atau terjadi gangguan pada metabolisme asam lemak yang tidak dapat memenuhi kebutuhan neonatus, maka kemungkinan besar bayi akan mengalami hipoglikemia.

b.      Gangguan suhu tubuh
Segera bayi lahir,  bayi akan berada ditempat yang suhu lingkungannya lebih rendah dari lingkungan dalam rahim. Suhu tubuh neonatus yang normal yaitu sekitar 36.5 °C sampai 37 °C. Bila bayi dibiarkan pada suhu kamar (25 °C) maka bayi akan kehilangan panas melalui evaporasi atau penguapan,  konveksi dan radiasi sebanyak 200 kal/kg BB/menit,  sedangkan pembentukan panas yang dapat diproduksi hanya sepersepuluh dari kehilangan panas diatas,  dalam waktu yang bersamaan hal ini akan menyebabkan penurunan suhu sebanyak 2 °C dalam waktu 15 menit. Keadaan ini sangat berbahaya untuk neonatus terlebih bagi bayi BBLR,  bayi dapat mengalami asfiksia karena tidak sanggup mengimbangi penurunan suhu tersebut dengan produksi panas yang dibuat sendiri.
Akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan akan meningkat dan berakibat lebih mudah terjadinya oksidosis metabolik berat sehingga kebutuhan oksigen akan meningkat,  selain itu hipotermi yang terjadi pada neonatus dapat menyebabkan hipoglikemia. Untuk mengurangi kehilangan panas tersebut diatas dapat ditanggulangi dengan mengatur suhu lingkungan,  membungkus badan bayi dengan kain hangat,  membungkus kepala bayi,  disimpan ditempat tidur yang sudah dihangatkan atau dimasukkan sementara ke dalam inkubator.
c.       Perubahan sistem pernapasan.
Pernapasan normal pada neonatus pertama kali pernapasan 30 detik sesudah kelahiran. Pernapasan terjadi sebagai akibat adanya aktifitas normal dari susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya,  misalnya tekanan mekanis pada toraks sewaktu melawati jalan lahir. Penurunan tekanan oksigen dan kenaikan tekanan karbon dioksida pada paru-paru merangsang kemoreseptor yang terletak pada sinus karotis sehingga bayi bernapas,  rangsangan dingin didaerah muka dapat merangsang permulaan gerakan pernapasan.
Tekanan pada rongga dada bayi sewaktu melalui jalan lahir mengakibatkan bayi kehilangan setengah dari jumlah cairan yang ada di paru-paru (paru-paru pada bayi yang normal dan cukup bulan mengandung 80-100 ml cairan) sehingga sesudah bayi lahir cairan yang hilang diganti dengan udara,  paru-paru berkembang dan rongga dada kembali pada bentuk semula.
d.      Perubahan sistem sirkulasi
Dengan berkembangnya paru-paru tekanan oksigen didalam alveoli meningkat dan tekanan karbon dioksida menurun,  hal ini mengakibatkan aliran darah ke paru-paru meningkat,  akibatnya darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Dengan terpotongnya tali pusat,  arteri dan vena umbilicalis menciut, aliran darah dari plasenta melalui vena cava superior dan foramen ovale ke aterium kiri terhenti,  paru-paru mulai berfungsi.
Dengan masuknya darah dari paru-paru kedalam atrium kiri tekanan di atrium kiri menjadi lebih tinggi dari pada tekanan di atrium kanan,  hal ini menyebabkan foramen menutup,  sirkulasi janin berubah menjadi  sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu.
e.       Perubahan-perubahan lainnya
Perubahan lain yang terjadi pada neonatus yaitu mulai berfungsinya alat-alat pencernaan,  hepar,  ginjal dan alat lainnya.

BAB III
TINJAUAN KASUS

I.                   PENGKAJIAN
Tanggal 12 Juli 2007, jam 07.00
A.    DATA SUBYEKTIF
1.            IDENTITAS ANAK
Nama bayi             :  bayi “D”
Umur bayi             :  1 hari
Tgl lahir                :  11 Juni 2007
Jam lahir                :  20.17 WIB
Penolong               :  Bidan

2.            IDENTITAS ORANG TUA
                     Nama ibu            : Ny “DR”                   nama ayah          : Tn “S”
                     Umur                  : 24 tahun                    umur                   : 30 tahun
Agama                : Islam                         agama                 : Islam
                     Suku / bangsa     : jawa / ind                  suku / bangsa      : jawa / ind
                     Pendidikan         : SMA                         pendidikan         : SMA
                     Pekerjaan            : IRT                            pekerjaan            : Swasta
                     Alamat               : Pondok Maritim Indah AA - 8           

3.            STATUS KESEHATAN
Bayi lahir normal tanggal 11 Juli 2007, BB : 3050 gram, PB : 52 cm, Lingkar Kepala : 32,5 cm, A – S : 7 – 8, jenis kelamin ♀, KPP ( - ), ketuban jernih, tunggal, anus ( + ), S : 36°C, HR : 150 x / menit, RR : 60 x / menit, lahir langsung menangis

4.            RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
a.             Prenatal
1)      Riwayat penyakit kehamilan
·         Perdarahan                        : tidak ada
·         Pre eklampsia        : tidak ada
·         Eklampsia              : tidak ada
·         Penyakit kelamin   : tidak ada
·         Lain – lain             : tidak ada
2)      Kebiasaan waktu hamil
Selama hamil ibu makan 4 – 5x sehari, jumlah sedang, menu nasi, lauk, sayur, air putih dan kadang – kadang buah. Ibu juga tidak pernah merokok dan minum jamu - jamuan
b.            Natal
Ibu melahirkan di RS pada tanggal 11 Juni 2007 secara normal, ditolong oleh Bidan, BB : 3050 gram, PB : 52 cm, Lingkar Kepala : 32,5 cm, A – S : 7 – 8, jenis kelamin ♀, KPP ( - ), ketuban jernih, tunggal, anus ( + ), S : 36°C, HR : 150 x / menit, RR : 60 x / menit, lahir langsung menangis
c.             Post natal
1)      KU bayi baik
RR :  60 x / menit
HR : 150 x / menit
S    : 36°C
2)      Keadaan bayi baru lahir
      Nilai apgar : 1 – 5 = 7             5 – 10 = 8

Tanda
0
1
2
Mnt
Ke 1
Frek jantung
Usaha bernafas
Tonus otot
Reflek
Warna
(  ) tidak ada
(  ) tidak ada

(  ) lumpuh
(  ) tidak bereaksi
(  ) biru/pucat
(  ) < 100
(  ) lambat tdk       teratur
( ) ext flexi sedikit
( ) gerakan sedikit
( ) tbh kemerahan tangan dan kaki
( ) > 100
( ) menangis kuat
(  ) gerakan aktif
(  ) menangis
(  ) kemerahan
Mnt ke 2
Frek jantung

Usaha bernafas
Tonus otot

Reflek
Warna
(  ) tidak ada

(  ) tidak ada

(  ) lumpuh

(  ) tidak bereaksi
(  ) biru/pucat
(  ) < 100

(  ) lambat tidak         teratur
(  ) extensi flexi sedikit
( ) gerakan sedikit
( ) tbh  kemerahan    tangan dan kaki
( ) > 100

( ) menangis kuat
( ) gerakan aktif

(  ) menangis
(  ) kemerahan

Sidik talapak kaki kiri bayi
Sidik telapak kaki kanan bayi


Sidik jempol tangak kanan ibu
Sidik jempol tangan kanan ibu



RESUSITASI
·         Penghisapan lendir         : ada
·         Rangsangan taktil          : ada
·         Massage jantung                        : tidak ada
·         Oksigen                          : tidak ada
·         Lain – lain                      : tidak ada


5.            RIWAYAT SOSIAL
Bayi tenang bila dekat dengan ibunya, kadang – kadang menangis bila haus, lapar atau apabila merasa basah karena BAK atau BAB

6.            POLA KEBIASAAN
a.      Pola nutrisi
Bayi menetek kuat. Minum ASI / PASI 8 x 30 cc
b.      Pola aktivitas
Gerakan aktif, refleks menghisap kuat, warna kulit merah
c.       Pola sensorik dan kognitif
·         Refleks moro      : ada
·         Refleks rooting  : ada
·         Refleks palmar   : ada
·         Refleks sucking  : ada
d.      Pola sexualitas dan reproduksi
Labia mayor sudah menutupi labia minor
e.       Pola eliminasi
Bayi sudah meconium 1x, BAK +

B.     DATA OBYEKTIF
1.            PEMERIKSAAN UMUM
Keadaan umum              : baik, refleks menghisap kuat, menangis
Suhu                               : 36,4◦ C
HR                                 : 140 x / menit
RR                                  : 48 x / menit
Jenis kelamin                  : perempuan
Tunggal / gemelli            : tunggal

2.            PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI
Berat badan                    : 3050 gram
Panjang badan                : 52 cm
Lingkar kepala               : 32,5 cm
Lingkar dada                  : 30 cm
Lingkar lengan atas        : 11 cm

3.            PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
Kepala                : normal, tidak ada caput succedanium, tidak ada cephal haematom, ubun – ubun lengkap
Muka                  : kemerahan, ekspresi wajah menangis
Mata                   : conjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus
Hidung                : tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga               : simetris, tidak ada serumen, tidak ada kelainan
Mulut                  : normal, tidak ada labioskisis
Leher                  : tidak ada pembengkakan kelenjar thyroid, dan                  tidak ada pembesaran vena jugularis
Dada                  : tidak ada pernafasan retraksi dada
Tali pusat            : normal, tidak ada perdarahan, tidak ada infeksi
Punggung           : normal, tidak ada spina bifida
Genitalia             : labia mayor sudah menutup labia minor
Anus                   : ada lubang anus
Ekstrimitas         : normal, tidak ada polydactil atau syndactil

Palpasi
Leher                  : tidak ada pembengkakan kelenjar thyroid, dan                  tidak ada pembesaran vena jugularis
Dada                  : tidak teraba pernafasan retraksi dada
Abdomen           : tidak teraba pembesaran hepar


Auskultasi
Dada                  : tidak terdengar wheezing, tidak terdengar ronchi

Perkusi
                                 Perut                   : tidak kembung

II.                IDENTIFIKASI DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN
DS       : ibu mengatakan melahirkan bayinya pada tanggal 11 Juli 2007 jam 20.17 WIB di RS secara normal, anak perempuan dengan BB 3050 gram dan PB 52 cm, LK : 32,5 cm, A – S : 7 – 8, lahir normal tanpa ada penyulit
DO      :
KU      : baik, refleks menghisap kuat, menangis
TTV     :
Suhu                   : 36,4◦ C
RR                     : 48 x / menit  
HR                     : 140 x / menit
Dx                      : bayi Ny DR umur 1  hari lahir normal
Masalah              : tidak ada
Kebutuhan         : 
·         Pemenuhan nutrisi
·         Perawatan tali pusat

III.             IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL
Tidak ada

IV.             TINDAKAN KEBUTUHAN SEGERA
Tidak ada

V.                PERENCANAAN
Diagnosa                     : Bayi Ny DR usia 1 hari dengan neonatus aterm lahir normal
Tujuan                         : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama ± 1 hari diharapkan keadaan bayi tetap baik
Kriteria hasil                :
·         KU baik
·         Warna kulit kemerahan
·         Tanda – tanda vital dalam batas normal
·         Semua refleks normal
·         Tidak ada komplikasi
1.      Lakukan pendekatan terapeutik
Rasional : dengan melakukan pendekatan terapeutik akan menciptakan hubungan kerjasama yang baik dan bayi akan lebih kooperatif dalam setiap tindakan yang dilakukan petugas
2.      Observasi TTV, BAB, BAK
Rasional : untuk mengantisipasi kegawat daruratan dan komplikasi
3.      Rawat tali pusat dengan menggunakan triple dye
Rasional : untuk menghindari terjadinya infeksi pada tali pusat
4.      Berikan ASI  pada bayi
Rasional : asupan nutrisi yang cukup akan memperlancar proses metabolisme
5.      Kolaborasi dengan Dokter apabila terjadi komplikasi
Rasional : dengan asuhan kolaborasi akan mempercepat penyembuhan dan dapat diberikan terapi sebagai penunjang



VI.             IMPLEMENTASI
1.      Tanggal 12 Juli 2007               pukul 08.00
Melakukan pendekatan terapeutik pada bayi dengan cara memberikan kasih sayang, pelukan, sentuhan lembut pada bayi
2.      Tanggal 12 Juli 2007               pukul 08.15
      Melakukan observasi TTV, BAK, BAB
            S          :     36,4◦ C
            HR      :     140 x / menit
            RR       :     48 x / menit
            BAB    :  ( + )
            BAK   :  ( + )
3.      Tanggal 12 Juli 2007               pukul 08.35
Melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan triple dye untuk mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat
4.      Tanggal 12 Juli 2007               pukul 08.45
Memberikan ASI pada bayi setiap kali bayi menangis
5.      Tanggal 12 Juli 2007               pukul 09.05
Tidak dilakukan karena bayi dalam keadaan sehat

VII.          EVALUASI
Tanggal 13 Juli 2007                  pukul 07.00
S          : bayi tampak tidur tenang
O        :
      Keadaan umum           : baik, refleks menghisap kuat, menangis
Suhu                            : 36,8O C
Nadi                                        : 140 x / menit
RR                              : 50 x / menit
BAK                           : 1 x, warna : kuning jernih
BAB                            : 1 x, warna : hitam meconium, konsistensi : lembek


A         :  bayi Ny DR umur 2 hari lahir normal
P          :
Intervensi dilanjutkan
·         Perawatan tali pusat
·         Observasi TTV, BAB, BAK
·         Memberikan ASI / PASI 8 x 30 cc

























BAB 4
SIMPULAN

Tujuan utama perawatan bayi baru lahir adalah membersihkan jalan napas,  memotong dan merawat tali pusat,  mempertahankan suhu tubuh bayi dan pencegahan infeksi.
Hal-hal yang perlu dipantau pada bayi yang baru lahir adalah suhu badan dan lingkungan bayi,  tanda-tanda vital,  berat badan bayi baru lahir,  kebersihan dan perawatan kulit bayi dan perawatan tali pusat dengan antibiotik atau triple dye.
Bayi baru lahir dinyatakan sakit atau abnormal apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda antara lain : sesak napas dengan frekuensi pernapasan ≥ 60 kali / menit,  terdapat retraksi dada,  bayi malas minum,  suhu bayi panas atau sangat dingin,  gerak bayi kurang aktif dan bayi berat badan lahir rendah (1500-2500 gr).










DAFTAR PUSTAKA

Jumiarni,  Dra. 1994. Asuhan Keperawatan Perinatal. Jakarta : EGC

Pelatihan Manajemen Asuhan Kebidanan. 2002. Manajemen kebidanan menurut Halen Varney (1997). Jakarta : PPKC/Publik

Saifuddin,  AB. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Meterial dan Neonatal. Jakarta : YBP-SP

 Saifuddin,  AB. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBP-SP

Departemen Kesehatan RI. 1993. Asuhan Anak Dalam Konteks Keluarga. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar