Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 14 April 2012

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS FISIOLOGI HARI KE 2


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir kira-kira ketika alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil atau berlangsung kira-kira 6mgg. Kelahiran bayi disamping peristiwa menyenangkan, kelahiran bayi juga merupakan masa yang krisis bagi ibu maupun bayi, sehingga perlu pemantauan dan asuhan bidan agar masa nifas berjalan dengan baik tanpa terjadi komplikasi atau gangguan, sehingga asuhan kebidanan yang dibrerikantepat sesuai dengan standart profesi.


1.2  Tujuan

1.2.1        Tujuan umum
Setelah mempelajari asuhan kebidanan pada ibu nifas diharapkan mahasiswa dapat memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas serta mampu mempraktekanya dilapangan.
1.2.2        Tujuan khusus
Mahasiswa mampu :
-          Menjaga  kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun psikis
-          Pencegahan diagnosa dini dan pengobatan komplikasi.
-          Dukunga bagi ibu dan keluarga dalam penyasuaian terhadap anggota keluarga baru
-          Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan diri, nutrisi, KB, menyusui, immunisasi bayi dan perawatan bagi bayi agar sehat.

1.3  Ruang lingkup
Laporan penulisan asuhan pada ibu dangan masa nifas normal di ruang nifas Rumah Sakit dr. Soegiri Lamongan.

1.4  Metode Pembahasan
Metode Pembahasa yang digunakan dalam penulisan asuhan kebidanan iniadalah metode praktek kerja lapangan, metode pustaka,studi kasus, konsultasi dengan pembimbing ruangan, konsultasi dengan dosen pembimbing dan ceramah Tanya jawab.





1.5  Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan asuhan kebidanan ini, dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, Tujuan, ruang lingkup, metode pembahasan dan sistematika penulisan.
BAB II : Landasan teori tentang masa nifas dan konsep asuhan kebidanan pada masa nifas.
BAB III : Tinjauan kasus masa nifas.
Daftar Pustaka.






























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

PUERPUNIUM ( NIFAS )
·         KALA puerpunium berlangsung selama 6mgg atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal (Prof Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG : 1900)
·         Puerpunium adalah masa yang dimulai seyelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 mgg.akan tatapi seluruh alat genital baru pulh kembali seperti belum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. (Prof. Dr.Hanifa Winkjosastro, SPOG :258)
·         Dua kejadian penting pada waktu nifas adalah involusi uterus dan proses laktasi.

INVOLUSI UTERUS
   Dalam masa nifas , alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat genital ini dalam keseluruhanya disebut involusi. Setelah bayi dilahirkan, uterus yang selama persalinan mengalami kontraksi dan retraksi akan menjadi keras, sehingga dapat menutup pembuluh darah besar yang bermuara pada bekas implantasi plasenta. Otot rahim terdiri dari 3 lapis, otot yang membentuk anyaman sehingga pembuluh darah dapat tertutup sempurna, dengan demikian terhindar dari perdarahan post partum.
   Pada involusi uterus, jaringan ikat dan jaringan otot mengalami proses proteolitik berangsur-angsur akan mengecil sehingga pada akhir masa nifas besarnya seperti semula dengan berat 30gr. Proses proteolitik adalah pemcahan protein yang akan dikeluarkan melalui urine. Dengan penimbunan air saat hamil akan terjadi pengeluaran urine setelah persalinan, sehingga hasil pengeluaran protein dapat dikeluarkan
   Proses involusi uteri pada bekas implantasi plasenta, terdapat gambaran sebagai berikut :
-          Bekas implantasi plasenta segera setelah plasenta lahir seluas 12x15cm permukaan kasar, dimana pembuluh darah besar bermuara .
-          Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose, disamping pembuluh darah tertutup karena kontraksi otot rahim.
-          Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil, pada minggu ke II sebesar 6-8 cm, dan akhir puerpunium sebesar 3cm.
-          Lapisan endometrium dilepasakan dalam bentuk jaringan nekrosis bersama dengan lokhea.
-          Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh karena pertumbuhan endometrium yang berasal dari tepi luka dan lapisan kasalis endometrium.
-          Kesembuhan sempurna pada saat akhir dari masa puerpunium.

GAMBARAN KLINIS MASA PUERPUNIUM.
   Segera setelah persalinan dapat terjadi peningkatan suhu badan, tetapi tidak lebih dari 38 c uterus menjadi keras karena kontraksinya, kontraksi uterus yang diikuti his penggiring menimbulkan rasa nyeri disebut “nyeri ikutan” (after pain) terutama pada multi para. Masa puerpunium diikuti pengeluaran cairan sisa lapisan endometrium dan sisa dari tempat implantasi plasenta disebut lokhia. Lokhea dapat di bagi menjadi :
1.      Lokhea rubra (kruenta)
-          1-3 hari bawarna merah dan hitam
Terdiri dari sel desidua, verniks kaseosa, rambut lanugo, sisa mekonium, sisa darah.
2.      Lokhea Sanguilenta
-          3-7 hari bewarna putih bercampur merah
3.      Lokhea Serosa.
-          7-14 hari bewarna putih

PROSES LAKTASI.
Setelah partus estrogen dan progesterone yang menekan hipofisis hilang. Kemudian timbullah pengaruh hormon laktogenik (prolaktin) yang merangsang air susu karena pengaruh oksitosin, maka miopitell kelenjar susu berkontraksi sehingga air susu keluar, produksi ASI baru berlangsung betul pada 2-3 hari post paartum.

PERAWATAN POST PARTUM.
-          Mobilisasi Dini adalah menggerakkan otot-otot yang terfiksasi sedini mungkin dengan cara miring kekiri dan kekanan kemudian duduk dan berjalan-jalan. Keuntungan :
§  Memperlancar pengeluaran lokhea
§  Mengurangi infeksi puerpurium
§  Mempercepat involusi alat kandungan
§  Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan
§  Melancarkan peredaran darah.
-          Diet, diet yang diberikan harus bermutu tinggi dengan cukup kalori, protein, banyak cairan, sayur-sayuran dan buah-buahan.
-          Kebersihan, mandi 2x sehari, ganti pakaian 2x sehari sehabis buang air kecil dan air besar dibersihkan dengan sabun luka diolesi betadin dan ganti softex baru.
-          Miksi, Hendaknya miksi dapa dilakukan sendiri bila kandung kemih penuh dan tidak dapat berkemih sendiri hendaknya dilakukan kateterisasi.
-          Defekasi, segera dilakukan pada hari ke3 dan ke4 post partum bila belum dapat sendiri dapat diberikan obat laksan peroral/perrektal jika belum dapat dilakukan kliasma.
-          After pain, atau mules bila ibu mengeluh mulas dapat diberikan analgesik atau sedativa.
-          Perawatan Payudara, Dimulai sejak wanita hamil agar putting susu tidak keras dan kering untuk persiapan menyusui payudara.
-          Pemulangan nutrien dan pengawasan/ kutan, Parturien dengan persalinan berjalan lancar dan spontan dapat dipulangkan setelah mencapai keadaan baik dan tidak ada keluhan. Parturien dipulangkan setelah 2-3 hari dirawat.























BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS
PADA Ny. “M” P 2002 NIFAS FISIOLOGIS HARI KE 2
Di Ruang Nifas Rumah Sakit dr. Soegiri Lamongan

I.             Pengkajian

Tanggal              : 20 Februari 2007
Jam                     : 09.00 wib.
Oleh                   : Husniyatur Rohmah

Data subyektif

1.Identitas pasien
Nama ibu                                       : NY “ M ”
Umur                                             : 27 tahun
Agama                                           : Islam
Suku / bangsa                                : Jawa / Indonesia
Pendidikan                                                : SMA
Pekerjaan                                       : Ibu rumah tangga
Alamat                                          : Made Lamongan

Nama suami                                  : Tn. “ P “
Umur                                             : 32 th
Agama                                           : Islam
Suku / bangsa                                : Jawa / Indonesia
Pendidikan                                                : SMA
Pekerjaan                                       : Wiraswasta
Alamat                                          : Made Lamongang

2.Status perkawinan ke              : 1 (satu)
Lama kawin                                  : 3 tahun.
Umur saat kawin                           : Istri 21 tahun dan suami 27 tahun.

3.Keluhan Utama
Ibu merasakan mulas didaerah perut bagian bawah sampai sekarang.


4.Riwayat Keluhan Utama       
Ibu mengatakan melahirkan anak ke2 pada tanggal 18-02-2007 jam 01.00 wib. Ibu mengatakan nyeri pada perut bagian bawah, Nyeri dirasakan mulai setelah melahirkan.

5.      Riwayat Menstruasi
a.             Siklus haid.
HPHT                       : Lupa
Menarche                 : 12 tahun
Siklus                       : 28 hari
Lama                        : 6 hari
Jumlah                      : Hari ke 1-3 habis 2-3 kotek/hari, hari ke 4-6 habis 1-2 kotek/hari.
Sifat darah               : Encer.
Dismenorche            : Tidak.
Warna                       : Merah kecoklatan
Dismenorche            : Kadang – kadang diawal menstruasi ( hari pertama dan kedua ).
Flour Albus              : Diawal dan akhir menstruasi ( 2 hari sebelum menstruasi dan 2 hari setelah menstruasi ).
   
6.      Riwayat Kontrasepsi
Ibu mengaku belum pernah menggunakan alat / metode kontrasepsi

7.      Riwayat Persalinan
         Pada tanggal 18-02-2007  jam 01.00 wib telah lahir bayi dengan jenis kelamin perempuan BB= 3100gr PB 48cm dengan jenis persalinan spt_B atas indikasi pembukaan lengkap, ditolong oleh bidan, plasenta lahir spontan lengkap tidak ada kelainan dan sisa plasenta yang tertinggal panjang tali pusat 48 cm, insertio ditengah, tidak ada robekan pada plasenta, Berat plasenta 500gr dengan perdarahan kurang lebih 150cc, UC baik teratur, TFU 3 jari bawah pusat.

8.      Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menderita penyakit menular seperti  TBC, hepatitis, HIV, AIDS , demam berdarah dll. Penyakit menurun hipertensi dan diabetes melitus.



9.      Riwayat Kesehatan Keluarga.
Ibu mengatakan bahwa keluarganya tidak ada keturunan kembar dan tidak ada yang menderita penyakit  menular seperti HIV, AIDS, TBC, demam berdarah, menurun DM dan hipertensi.

10.    Riwayat Psikososial setelah melahirkan.
·               Ibu mengatakan telah lega dan bahagia setelah melahirkan anak pertamanya.
·               Suami dan keluarga sangat bahagia menerima kedatangan bayi.
·               Bayi akan diasuh oleh orang tua kandungnya.

11.    Pola Kebiasaan Sehari-hari
Pola nutrisi
Ø   Sebelum dan selama hamil
ibu makan 3x sehari, tiap kali makan habis satu piring sedang dengan komposisi ikan, sayur dan nasi serta pisang. Minum sehari 6-8 gelas kadang- kadang teh1-2 gelas per hari.
Ø   Selama nifas
PP hari ke 2 asupan diet TKTP 3x sehari, selalu dihabiskan. Minum air putih 6-8 gelas/hari.
Pola eliminasi
Ø   Sebelum dan selama hamil
BAB lancar 1-2x / sehari, dengan konsistensi lunak serta BAK 5-6x / sehari.
Ø   Selama nifas
PP hari ke 2 BAB masih belum BAK 3-4 x sehari warna kekuningan
Pola aktivitas
Ø   Sebelum dan selama hamil
Setiap hari ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengepel, mencuci dan memasak.
Ø   Selama nifas
Dalam 12 jam PP ibu sudah bisa duduk di tempat tidur, dan pada hari ke 2 ibu sudah bisa berjalan kekamar mandi dan ibu menyusui bayinya.
Pola istirahat
Ø   Sebelum dan selama hamil
Ibu tidur siang + 1jam dan malam + 7 jam.

Ø   Selama nifas
4 jam setelah PP ibu tidur 3 jam, dan malam + 7 jam. Nifas hari ke 2 ibu tidur siang 2jam dan malam 6jam.
 Pola personal higiene
Ø   Sebelum dan selama hamil
Ibu mandi 2x sehari, gosok gigi tiap habis makan 3 x sehari, ganti pakaian 2x sehari, ganti celana dalam 3x sehari.
Ø   Selama nifas
PP hari ke 2 mandi sendiri 2x sehari ganti kotex 2-3 x /hari.

Data obyektif

Pemeriksaan fisik umum.
1.            Pemeriksaan fisik
Tekanan darah       : 120/80 mmHg                       RR       : 18x/menit
Nadi                      : 88 x / menit                           Suhu    : 36,50C
BB                         : tidak terkaji

2.            Keadaan umum
Kesadaran             : compos mentis         
Poetur tubuh         : tegak.
Cara berjalan         : tidak pincang, normal.
Raut muka             : tampak kesakitan bila duduk dan berjalan.
Kepala          : Distribusi merata, kulit kepala kotor, warna rambut hitam, & rontok.
Muka            : Ekspresi wajah lemas.
Mata             : Conjungtiva merah muda, sklera putih, dan pupil ishokor.
Telinga         : Mukosa lembab, tidak ditemukan tonjolan.
Hidung         : Mukosa lembab, tidak terdapat skret, tidak ada polip.
Leher            : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis.
Dada            : Hyperpigmentasi areola mammae, putting susu datar, payudara membesar, tegak, asimetris, konsistensi keras, tidak teraba tonjolan yang mencuri gakan, ASI keluar.

Perut             : Simetris, tidak ada luka bekas operasi, tidak terdapat pembesaran hepar, TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi teraba keras, terdapat bising usus.
Genetalia      : Tidak ada odem / varises, terdapat luka jahitan episiotomi yang tertutup kasa betadine, tampak lokhea rubra.
Anus             : tidak terdapat hemoroid.
Ekstremitas  : tidak ada odem/varises,  ekstremitas atas terpasang infus, flash pertama, tetesan 20 tts / menit.
Pemeriksaan penunjang.: -

II.          Interpretasi data dasar

Diagnosa            : P 2002 Post Partum, fisiologis hari ke 2.
Ds                       :
§  Ibu mengatakan telah lega melahirkan anak keduanya, dengan selamat pada tanggal 18-02-2007 jam 01.00
§  Ibu mengataka nyeri pada perut bagian bawah
§  Nyeri dirasakan mulai setelah melahirkan sampai sekarang
§  Ibu mengatakan belum BAB pada hari ke 2
Do                      :
§  Ibu sering menyeringai menahan sakit.
§  Kesadaran kompos mentis
§  Tekanan darah 120 / 80 mmHg,
§  Suhu 36,50 C,
§  Nadi 88 x / menit,
§  TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik, konsistensi keras.
§  Lokhea rubra, luka jahitan masih basa tertutup kasa betadine
§  BAB belum BAK sudah..

III.       Identifikasi masalah potensial

Tidak ada

IV.       Identifikasi kebutuhan segera

Tidak ada

V.          Intervensi

Tujuan                : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama di RS diharapkan masa nifas berjalan dengan normal dengan kriteria  hasil :
§  Involusi uteri berjalan normal.
§  Ibu dapat menyebutkan cara mengatasi nyeri dengan teknik relaksasi
§  ASI Keluar
§  Keadaan umum baik dengan Kriteria :
§  Tekanan darah110/70 mmHg – 120/80 mmHg
§  Nadi 60 – 100x/ menit
§  Ibu mau dan mampu menyusui bayinya.
§  Ibu tahu tentang kebutuhan dan perawatan bagi dirinya dan bayinya.
§  Rasa mulas berkurang sampai dengan hilang.
1.            Jelaskan pada ibu penyebab dan cara mengatasi nyeri.
         R/     : Dengan pengetahuan yang adekuat ibu kooperatif dalam asuhan yang diberikan.
2.            Ajarkan teknik relaksasi
R/     : Teknik relaksasi dapat menurunkan ketegangan otot, dan membantu mengurangi nyeri.
3.            Anjurkan ibu untuk cukup istirahat.
R/     : Membantu relaksasi otot dan kenyamanan pasien.
4.            Lakukan observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam
         R/     : Peningkatan nadi dan tekanan darah tanda peningkatan nyeri.   
5.            Lakukan observasi UC.
         R/     : Uterus lembek tanda subinvolusi. 
6.            Lanjutkan antibiotik dan analgesic serta uterotonika
         R/     : Antibiotik mencegah infeksi, analgesic menghilangkan nyeri,uterotonika merangsang uterus berkontraksi.(Pospargin 2x1), Inbion 2x1 untuk penambah darah.
7.            Motivasi ibu untuk mobilisasi
R      : Mobilisasi memperlancar peredaran darah.
8.            Ajarkan ibu tentang perawatan perineum yang benar
R/     : Mencegah berkembang biaknya mikroorganisme penyebab infeksi.
9.      Motivasi perawatan payudara
         R/     : Breast care memperlancar proses menyusui.
10.    Motivasi ibu pemberian ASI sesering mungkin.
         R/     : Merangsang pengeluaran ASI
11.    Ajarkan cara menyusui yang benar
         R/     : Memberikan rasa nyaman pada ibu dan bayi
12.    Berikan penyuluhan tentang ASI eksklusif.
         R/     : Kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi.
13.    Anjurkan cukup minum aisr putih dan diit TKTP
         R/     : Pemenuhan kebutuhan nutrisi.

VI.       Implementasi

Tanggal/jam
IMPLEMENTASI
Ttd
21 Feb 07
07.00









10.00

12.00








Melakukan pendekatan terapiutik dan menjelaskan tentang penyebab mulas yaitu karena proses mengecilnya rahim kembali ke keadaan sebelum hamil.
Mengajarkan teknik relaksasi.
  • Ibu mampu melakukan teknik relaksasi dengan menarik nafas panjang dan menghembuskannya lewat mulut.
Mengobservasi involusi uteri:
  • TFU 3 jari bawah pusat, lochea rubra, UC baik
Mengajarkan pada ibu tentang perawatan luka episiotomi
Menganjurkan ibu untuk berjalan-jalan.
 Mengajarkan pada ibu tentang perawatan payudara dan cara menyusui yang benar.
Melakukan observasi TTV :
  • TD    : 120 / 80 mmhg.
  • N      :  84 x / menit.
  • S       :  36,50 C
Memberikan obat amoxan 500mg mefinal 500mg lactafit 1 biji inbion 1 biji Pospargin 1 biji.
Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat dan cukup minum air putih

 

VII.     Evaluasi

Tanggal 21 Februari 2007                   Jam 14.00
S             : Ibu mengatakan mengerti dan mau melaksankan apa yang diajarkan oleh bidan.
                  Ibu mengatakan rasa mulas berkurang.
                  Ibu mengatakan sudah bias merawat luka perineum sendiri.
O            : KU ibu baik
§    Tensi 120/80 mmHg,
§    Suhu 36,50  C,
§    Nadi 84x/menit,
§    TFU 2 jari dibawah pusat,
§    Lokhea rubra.
§    UC baik & keras.
§    Luka masih basah dan tertutup kasa betadin
§    Tidak ada tanda-tanda infeksi.
A            :  P 2002 pospartum, fisiologis, hari ke-2

P             : Lanjutkan program terapi dokter.
Lakukan observasi TTV, TFU, UC, lokhea, luka jahitan tiap 6 jam
Berikan HE tentang makanan yang bergizi dan perawatan luka perineum.

Tanggal 22 februari 2007                                Jam 14.00      
S             : Ibu mengatakan mulas berkurang.
                  Ibu mengatakan belum bias BAB
                  Ibu sangat senang sudah diperbolehkan pulang.
O            : Wajah ibu tampak segar
§    Tensi 110/70 mmHg,
§    Suhu 360  C,
§    Nadi 88x/menit,
§    TFU 2 jari dibawah pusat,
§    Lokhea rubra.
§    UC baik & keras.
§    Luka masih basah dan tertutup kasa betadin, tidak ada tanda bahaya infeksi.
§    BAK (+), BAB (-)
§    ASI keluar bayi mau menetek.
§    Makanan yang diberikan habis dan obat selalu diminum
A            : P 2002  Post partum fisiologis hari ke 3 rencana pulang.
P             : Hentikan intervensi.
Anjurkan minum obat teratur
Anjurkan kontrol 1 minggu kemudian.
Berikan HE tentang: Nutrisi ibu dan bayi, perawatan perineum dan personal hygiene, imunisasi, KB, Hubungan sexual, Tanda-tanda bahaya nifas ibu dan bayi.









DAFTAR PUSTAKA

Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I.EGC. Jakarta
Saifudin, Abdul Bari dkk. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Jakarta
Wiknjosastro, Hanifa. dkk. 2005. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjdo. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar