Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 14 April 2012

ASUHAN KEBIDANAN MASA NIFAS PADA IBU DENGAN ANEMI


BAB III

Tinjauan Kasus


I.       Pengkajian

MKB      : 03 Februari 2008                   Jam : 09.15
Tanggal : 04 Februari 2008                   Jam : 09.00     
Oleh       :Husniatur Rohmah                 No. Reg : 000680

A.    Data Subyektif.
1.      Identitas Pasien
Nama ibu            : Ny “R”                         Nama Suami    : Tn. “S”
Umur                  : 20 th                             Umur               : 27 th
Agama                : Islam                            Agama             : Islam
Suku/Bangsa      : Jawa/Indonesia            Suku/Bangsa   : Jawa/Indonesia
Pendidikan         : SMA                            Pendidikan      : SMP
Pekerjaan            : Ibu Rumah Tangga      Pekerjaan         : Swasta
Alamat               : Jati Rogo Tuban           Alamat                        : Jati Rogo Tuban

2.      Keluhan Utama
Ibu mengatakan badannya terasa lemas dan kepalanya pusing
3.      Riwayat Menstruasi
Menarche              : 11 th
Siklus                    : 28 hari
Lama                     : ± 6-7 hari
Jumlah                   : Hari ke 1-3 habis ± 2-3 pembalut/hari, hari 4-7 habis ± 1-2 pembalut/hari
Sifat Darah            : Encer
Warna                    : Merah kecoklatan hari ke 1-3, hari 4-7 coklat kehitaman
Dismenorche         : Tidak pernah.
4.      Riwayat Perkawinan
Umur pertama kawin ibu  : 17 th
Perkawinan ke                   : 1
Lama kawin                      : 3 th.
5.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas sekarang
Ibu mengatakan bahwa hamil ini adalah kehamilannnya yang pertama, dan dari suaminya yang pertama, ibu mengalami mual muntah setiap pagi hari selama mulai umur kehamilan 1-3 bulan, ibu biasanya memeriksakan kehamilannya kebidan setiap 1 bulan sekali pada umur kehamilan 1-7 bulan dan 1 minggu sekali pada umur kehamilan 8-9 bulan. Pada tanggal 03 Februari 2008 jam 10.50 wib lahir bayi perempuan normal lewat jalan lahir ditolong oleh bidan dengan BB 2,5 kg ibu sekarang dalam masa nifas hari ke 1 yang dirawat diruang nifas RS. Aisyiyah Bojonegoro, ibu berencana akan mengikuti KB suntik 1 bulan.

6.      Riwayat Ginekologi
Ibu mengatakan Tidak pernah menderita infeksi genitalia interna/eksterna, tidak ada PMS, tidak ada tumor.

7.      Riwayat Kontrasepsi.
Ibu mengatakan menggunkan sebelum hamil ikut KB suntik 1 bulan sekali selama 1 tahun.

8.      Riwayat Kesehatan Keluarga.
Ibu mengatakan dalam Keluarga tidak ada keturunan kembar, tidak ada yang menderita penyakit keturunan (DM, Asma), menular (Hepatitis, TBC), menahun (hipertensi)

9.      Riwayat Kesehatan yang lalu.
Ibu Tidak pernah menderita penyakit menurun (DM, Asma), menahun (hipertensi), menular (Hepatitis,TBC)

10.  Riwayat Kesehatan sekarang
Ibe mengatakan sedang tidak menderita penyakit menurun (DM, Asma), menahun (hipertensi), menular (Hepatitis,TBC).

11.  Keadaan Psikososial
-          Ibu senang dengan kelahiran bayinya
-          Ibu berencana akan merawat bayinya sendiri.

12.  Riwayat pengetahuan ibu
-          Ibu mengatakan bisa merawat dirinya sendiri
-          Ibu mengatakan bisa merawat bayinya, tali pusat dan bisa memandikan bayinya sendiri.
-          Ibu mengatakan dirumah tidak pernah merawat payudaranya.
-          Ibu mengatakan tidak mengerti cara meneteki yang benar.
-          Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual kalau ingin saja.

13.  Pola Kesehatan Fungsional sehari-hari.
Ø  Pola Nutrisi.
Selama Hamil
Makan 3X sehari, dengan komposisi nasi, lauk pauk, habis ½ porsi sedang, minum air putih 6-7 gelas/hari, kadang-kadang minum susu selama di rumah sakit.

Selama Di rumah sakit.
Ibu makan habis ¼ porsi dengan komposisi nasi tim, sayur dan lauk, minum air putih 5 gelas.
Ø  Pola Personal hygiene.
Selama Hamil
Mandi 3x /hari, ganti pakaian 2x /hari, ganti celana dalam 3x /hari, gosok gigi tiap mandi.
Selama di rumah sakit
Belum mandi hanya diseka.
Ø  Pola Eliminasi
Selama Hamil
BAK 6-7x /hari, warna kuning jernih, tidak ada keluhan. BAB 1x /hari, konsistensi lembek, warna kuning.
Selama di rumah sakit
Ibu belum BAB, BAK 1 kali.
Ø  Pola aktivitas.
Selama hamil.
Ibu masih tetap mengerjakan pekerjaan rumah, seperti manyapu, mencuci, memasak dan menyiram bunga.
Selama di rumah sakit
Ibu hanya tidur terlentang di tempat tidur.
Ø  Pola Istirahat.
Selama hamil
Ibu tidur ± 10 jam, tidur siang  ± 1 jam, malam ±  8-9 jam
Selama di rumah sakit.
Ibu belum tidur sejak setelah melahirkan.






B.     Data Obyektif
1.      Pemeriksaan fisik Umum.
-          Kesadaran                   : Compos mentis
-          Keadaan umum           : Baik
-          G C S                          : 4-5-6 (4: mampu membuka mata, 5: mampu berorientasi penuh, 6: mampu mengikuti perintah sederhana)
-          Tekanan darah             : 110/70 mmHg                       RR       : 24x/menit
-          Nadi                            : 88 x/menit                             Suhu    : 370C

2.      Pemeriksaan Fisik Khusus.
Kepala          : Warna rambut hitam, Kulit kepala bersih tidak berketombe, distribusi merata, tidak mudah rontok.
Muka            : Tidak pucat, tidak ada oedem, tidak terdapat chloasma.
Mata             : Conjungtiva tampak pucat, sklera putih ada gambaran tipis pembuluh darah, reflek pupil (+).
Hidung         : Tidak ada pernafasan cuping hidung, mukosa lembab, tidak terdapat sekret, tidak ada polip, terdapat bulu hidung, tidak ada benjolan yang mencurigakan.
Mulut           : Bibir lembab, warna bibir pucat, lidah tidak berslag dan tidak ada tremor, tidak ada caries gigi, tidak ada  stomatitis, gusi tidak mudah berdarah, tonsil terbentuk dengan sempurna, warna merah muda.
Leher            : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada bendungan vena jugularis.
Dada            : Inspeksi : dada Simetris, tidak ada retraksi intercosta, Auskultasi : tidak terdengar suara nafas tambahan, tidak ada ronkhi, tidak ada wheezing.
Payudara      : Konsistensi keras, tidak teraba benjolan yang mencurigakan, kholostrom sudah  keluar, payudara tampak kotor, putting susu menonjol, terdapat hyperpigmentasi pada aerola.
Perut             : Tidak ada luka bekas operasi, TFU 2 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik, konsistensi keras.
Genetalia      : Vulva dan vagina tidak ada oedem, tidak ada varises, lokhea rubra, jumlah darah + ½ pembalut sejak jam 13.00 bau anyir, konsistensi cair, luka jahitan masih basah.
Anus             : Tidak terdapat hemoroid.
Ekstremitas  : Pada ekstremiras bawah tidak terdapat oedem pada kaki kanan/kiri. Reflek patella = +/+
3.      Pemeriksaan Penunjang.
Hb sahli                 : 8,5 gr %

II.    Interprestasi Data Dasar
Diagnosa      : P1001 post partum hari ke- 1 dengan Anemi
Ds                 : Ibu mengatakan badannya terasa lemas ±  kepalanya pusing
Do                : K/U : Cukup       RR       = 24x / menit     TD : 110/70 mmHg  
Suhu : 370C        Nadi    88 x / menit        Hb : 8,5 gr %
  Payudara teraba kenyal, padat, kolostrum belum keluar.TFU 2 jari bawah pusat, lokhea rubra, bau anyir, jumlah ½ pembalut, luka bekas jahitan masih basah, ibu terlihat pucat, conjungtiva pucat, bibir pucat.

III. Antisipasi masalah Potensial
Ø  Potensial terjadi syok hipovolemik

IV. Identifikasi Kebutuhan segera.
Pemberian tablet Fe

V.    Intervensi.
Diagnosa            : P1001 post partum hari ke- 1 dengan Anemi.
Tujuan                :
Jangka panjang   : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 3x 24 jam di harapkan masa nifas berjalan normal dengan kriteria hasil :
ü  Keadaan umum baik dengan Kriteria :
§  Tekanan darah110/70 mmHg – 120/80 mmHg
§  Nadi 60 – 100x/ menit
§  Pernafasan 16 – 20 x/ menit
§  Suhu 36-37 0 C
§  Hb 11-13 mg %
§  TFU turun 1 cm / hari ® pertengahan pusat simpisis
§  Kontraksi uterus baik
§  Lokhea normal ® (Lochea rubra/cruenta) terjadi pada 2 hari pasca persalinan. Lochea sanguinolenta (Berwarnah merah kuning berisi darah dan lendir hari 3-7 post partum). Lochea serosa (Berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi pada hari 7-14 post partum). Lochea alba (Cairan berwarna putih setelah 2 minggu). Lochea purulenta (Terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk). Lochea statis (Lochea tidak lancar keluarnya).
Jangka pendek   : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 24 jam diharapkan ibu mengerti tentang keadaannya dengan kriteria hasil :
ü  Ibu mengerti tentang keadaanya
ü  Ibu mengerti tentang tanda-tanda infeksi dan cara mengatasinya
ü  Ibu tahu tentang kebutuhan dan perawatan bagi dirinya dan bayinya.

Intervensi.
1.      Lakukakan pendekatan terapeutik.
R/     Dengan terapeutik dapat membantu melaksanakan asuuhan kebidanan dan tindakan.
2.      Lakukan observasi TTV, dan involusi uteri
R/     Deteksi dini komplikasi untuk tindak lanjut.
3.      Ajarkan tentang cara perawatan  payudara masa nifas yang benar.
R/     Dengan perawatan payudara dapat memperlancar ASI
4.      Lanjutkan program terapi dokter
R/     Metil ergometrin untuk mengeraskan uterus
         Amoxillin 3x1 sebagai antibiotik mencegah infeksi
         Mefinal 3x1 menghilangkan nyeri
         Asam folat Mcg 1x1 dan sulfas ferosus 60 Mg untuk penambah darah.
5.      Jelaskan dan ajarkan pada ibu cara menyusui yang benar.
R/     Merangsang pengeluaran hormon oksitosin dan prolaktin serta Membantu proses involusi uteri dan pnegeluaran ASI
6.      Anjurkan ibu untuk mobilisasi bertahap
R/     Sirkulasi darah lancar, mengurangi ketegangan otot
7.      Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup.
R/     Mengurangi ketegangan otot, melancarkan peredaran darah.
8.      Ajarkan VH yang benar
R/     Individu yang bersih terhindar dari kuman penyakit dan meminimalisasi terjadinya infeksi.


9.      Jelaskan tanda-tanda bahaya pada nifas
R/     Pasien lebih cepat mengambil keputusan dan tindakan yang tepat bila terjadi suatu masalah.
10.  Kolaborasi dengan tim laborat untuk pemeriksaan Hb
R/     Deteksi dini komplikasi untuk tindak lanjut

VI. Implementasi
Tanggal : 04 Februari 2008
1.      Menjalin hubungan teraputik dan kerjasama yang baik dengan ibu
2.      Melakukan observasi TTV,HB, involusi uteri                                                        
Hasil : TD 100/70 mmHg, nadi 88 x /menit, suhu 370C Hb. 8,5 gr %.
TFU 2 jari bawah pusat, UC baik, teraba keras, lokhea rubra, warna merah muda, bau anyir, jumlah ½ kotex
3.      Mengajarkan pada ibu tentang perawatan payudara yang benar setiap sebelum mandi dengan cara menggunakan minyak atau baby oil, kemudian digosok dengan kapas dan dipijat kemudian dibersihkan dengan air hangan atau air dingin, tetap menjaga payudara tetap bersih dan kering, menggunakan BH yang menyokong, bila payudara bengkak akibat bendungan ASI dilakukan kompres hangat, urut payudara dari arah pangkal menuju arah putting dan kompres dingin.
4.      Melanjutkan program terapi dokter.
-          Metil ergometrin 3x1
-          Amoxillin 3x500 Mg
-          Mefinal 3x1
-          Sulfas ferosus 60 Mg dan asam folat 400 Mcg 1x1
-          Dit nasi TKTP
5.      Menjelaskan dan mengajarkan cara menyusui yang benar : Bayi dipegang sehingga bayi menghadap perut ibu, memegang bayi pada belakang bahu dan leher, sebelum disusukan mulut bayi disentuh dengan tangan agar mulut bayi mengarahkan ke putting dan memasukkan putting kemulut bayi sampai bibir ke dasar aerola. Setelah menyusu bayi disendawakan dengan cara dimiringkan, ditepuk / digosok punggungnya , bagian kepala di tinggikan daripada badan.
6.      Menganjurkan ibu untuk mobilisasi bertahap seperti mika / miki, duduk kemudian jalan-jalan.
7.      Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup(bedrest)dukungan mental pada ibu agar tidak memikirkan banyak masalah.
8.      Mengajarkan ibu untuk melakukan perawatan luka + VH, Menganjurkan untuk membersihkan daerah kelamin dan luka lepis setiap kali selesai kencing / gerak dengan sabun dari depan ke belakang kemudian dibilas dengan air bersih dan dikeringkan, menyarankan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelamin.
9.      Menjelasakan tanda-tanda bahaya pada masa nifas :
-          Perdarahan lewat vagina tiba-tiba dengan bertambah banyak, baunya busuk, sakit kepala hebat, sakit perut bagian bawah, bengkak pada wajah tekstermitas, demam tinggi, payudara merah, panas dan terasa sakit.
-          Menganjurkan untuk segera menghubungi petugas kesehatan jika terdapat salah satu dari tanda-tanda tersebut.
10.  Melakukan Kolaborasi tim laborat untuk pemeriksaan hb : hasi hab 8,5 gr%

VII.    Evaluasi.
Tanggal : 04 Februari 2008                   Jam : 12.00
S             : Ibu mengatakan badannya masih lemah dan pusingnya sedikit berkurang
O            : K/U  cukup, TD 110 / 70 mmHg, S. 36,50C, Nadi 84x /menit. RR 20x /menit, TFU 2 jari dibawah pusat, UC baik, terasa keras, payudara teraba padat, konsistensi kenyal, ASI belum keluar, lokhea rubra warna merah kekuningan, jumlah ½ kotex, Hb 9 gr %
A                        : P1001 post partum hari ke-1  dengan Anemi belum teratasi
P             :  Lanjutkan intervensi
-    Anjurkan ibu untuk mobilisasi bertahap
-    Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
-    Anjurkan ibu untuk menyususi bayinya
-    Lanjutkan terapi
-    Kolaborasi dengan tim laborat untuk pemeriksaan hb
-    Observasi TTV dan involusi uteri

Catatan perkembangan
Tanggal  : 05 februari 2008                    Jam : 14.00
S             : Ibu mengatakan badannya sudah terasa agak enak dan kepalanya masih terasa pusing
O            : KU cukup, TD 120 / 70 mmHg, Suhu 370C, Nadi 84x /menit. RR 24x /menit, TFU 2 jari dibawah pusat, UC baik, terasa keras, payudara teraba padat, konsistensi kenyal, ASI belum keluar, lokhea rubra warna merah kekuningan, jumlah ½ kotex, Hb 9 gr %
A            : P1001 post partum hari ke-1  dengan Anemi teratasi sebagian
P             : Lanjutkan intervensi
-    Anjurkan ibu untuk mobilisasi bertahap
-    Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
-    Anjurkan ibu untuk menyususi bayinya
-    Lanjutkan terapi
-    Kolaborasi dengan tim laborat untuk pemeriksaan hb
-    Observasi TTV dan involusi uteri

Tanggal  : 06 februari 2008                    Jam : 12.00
S             : Ibu mengatakan badannya sudah merasa enak, dan kepalanya sudah tidak pusing.
O            : KU baik, TD 120 / 80 mmHg, Suhu 370C, Nadi 84x /menit. RR 24x /menit, TFU 2 jari dibawah pusat, UC baik, terasa keras, payudara teraba padat, konsistensi kenyal, ASI sudah keluar, lokhea rubra warna merah kekuningan, Hb 10 gr %.
A            : P1001 post partum hari ke-1  dengan Anemi teratasi
P             : Hentikan intervensi
                  Ibu rencana pulang jam 15.00
Berikan HE pulang :

Ibu :

µ       Istirahat yang cukup
µ       Perawatan perineum dan kebersihan perineum
µ       Nutrisi dan gizi yang cukup
Bayi :
µ       Perawatan tali pusat
µ       ASI Eksklusif, pemberian ASI saja  selama 6 bulan.
µ       Tanda-tanda bahaya ; Bayi  menyusu/mengisap lemah, demam, muntah terus menerus, BAB sangat cair. Segera control jika terdapat tanda-tanda bahaya
µ       Imunisasi




BAB IV
Pembahasan

Setelah melakukan asuhan kebidanan pada Ny “ R “ Post Partum hari ke-1 dengan Anemi didapatkan kesamaan antara teori dengan kasus yaitu Ny “ R “ mengalami anemi pada masa nifas ditandai dengan kadar Hb nya rengdah yaitu 8,5 gr % dan konjungtiva serta mulunya terlihat pucat. Hal ini sesuai dengan teori yaitu dikatakan anemei apabila Hb < 12 gr % untuk perempuan dan pada gejala umum didapatkan tanda cepat lelah, pucat, mudah pingsan, takikardi, palpitasi, dan takipneu. Dalam teori juga dijelaskan bagaimana cara pengobatan anemi yaitu dengan cara pemberian fero sulfat 3x350 secra oral, atau fero glukonat 3x200 mg per oral atau iron dextran yang mengandung Fe 50 mg/ml secara IM dan jika perlu dilakukan transfusi hdarah. Dalam hal ini tidak terdapat kesenjangan antara kasus dan teori, hanya pada teori dianjurkan untuk pemberian transfusi tetapi dalam kasus tidak diberikan transfusi karena hanya dengan pemberian tablet Fe sudah dianggap cukup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar