Info Kesehatan

healhty

Minggu, 08 April 2012

ASKEB PATOLOGI KEHAMILAN DENGAN DM


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
     Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai gangguan toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin atau tidak. Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa akan turun antara 55-65% dan hal ini merupakan respon terhadap transportasi glukosa dari ibu ke janin. Sebagian besar DMG asimtomatis sehingga diagnosis ditentukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan rutin.
Di Indonesia insiden DMG sekitar 1,9-3,6% dan sekitar 40-60% wanita yang pernah mengalami DMG pada pengamatan lanjut pasca persalinan akan mengidap diabetes mellitus atau gangguan toleransi glukosa. Pemeriksaan penyaring dapat dilakukan dengan pemeriksaan glukosa darah sewaktu dan 2 jam post prandial (pp). Bila hasilnya belum dapat memastikan diagnosis DM, dapat diikuti dengan test toleransi glukosa oral. DM ditegakkan apabila kadar glukosa darah sewaktu melebihi 200 mg%. Jika didapatkan nilai di bawah 100 mg% berarti bukan DM dan bila nilainya diantara 100-200 mg% belum pasti DM. Pada wanita hamil, sampai saat ini pemeriksaan yang terbaik adalah dengan test tantangan glukosa yaitu dengan pembebanan 50 gram glukosa dan kadar glikosa darah diukur 1 jam kemudian. Jika kadar glukosa darah setelah 1 jam pembebanan melebihi 140 mg% maka dilanjutkan dengan pemeriksaan test tolesansi glukosa oral. Gangguan DM terjadi 2 % dari semua wanita hamil, kejadian meningkat sejalan dengan umur kehamilan, tetapi tidak merupakan kecenderungan orang dengan gangguan toleransi glokusa , 25% kemungkinan akan berkembang menjadi DM. DM gestasional merupakan keadaan yang perlu ditangani dengan professional, karena dapat mempengaruhi kehidupan janin/ bayi dimasa yang akan dating, juga saat persalinan.


1.2    Rumusan Masalah
1.      Apa definisi dari diabetes mellitus ?
2.      Bagaimana patofisiologis terjadinya diabetes mellitus?
3.      Apa saja manifestasi klinis dari diabetes mellitus ?
4.      Bagaimana penatalaksanaan dari diabetes mellitus ?

1.3    Tujuan
1.      Untuk mengetahui definisi dari diabetes mellitus.
2.      Untuk mengetahui patofisiologis dari diabetes mellitus.
3.      Untuk mengetahui manifestasi klinis dari diabetes mellitus.
4.      Untuk mengetahui penatalsanaan dari diabetes mellitus.





















BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Definisi          
            Diabetes mellitus gestasional (DMG) adalah intoleransi karbohidrat ringan (toleransi glukosa terganggu )maupun berat (Diabetes mellitus ),terjadi atua diketahui pertama kali saat kehamilan berlangsung ,definisi ini mencakup pasien yang sudah mengidap diabetes mellitus (tetapi belum terdeteksi ) yang baru diketahui saat kehamilan ini dan yang benar-benar menderita dm akibat hamil (DMG sesuai definisi lama WHO 1980). Sesudah kehamilan selesai . kondisi pasti ditentukan berdasarkan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO).
            Di indobesia dengan menggunkan criteria diagnosis O’ Sullivan-Mahan dilaporkan prevalensi DMG antara 1,9-3,6 %

2.2       Klasifikasi DM
1. Diabetes Mellitus (DM) tipe 1
DM tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.
Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita DM tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.
2. Diabetes Mellitus (DM)  tipe 2
DM tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita DM tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.

3. Diabetes mellitus tipe 3 (gestasional)

 

2.3       Patofisiologis
            Selain perubahan hormonal dan metabolic yang normal . pada kehamilan didapatkan jumlah atau fungsi insulin ibu yang tidak optimal sehingga terjadi berbagai kelainan yang menyebabkan berbagai komplikasi pada ibu dan janin

2.4       Diagnosa
            Deteksi dini sangat diperlukan untuk menjaring DMG agar dapat dikelola sebaik-baiknya. Terutama dilakukan pada ibu dengan faktor resiko berupa beberapa kali keguguran , riwayat pernah melahirkan anak mati, sebab jelas, riwayat pernah melahirka bahyi dengna cacat bawaan ,pernah melahirkan bayi >4000 g, riwayat pre-eklampsi, dan polihidramnion. Juga terdapat riwayat ibu : umur ibu hamil lebih dari 30 tahun, riwayat dm dalam keluarga, riwayat DMG/TGT pada kehamilan sebelumnya, obesitas, riwayat berat badan lahir lebih dari 4500g. dan infeksi saluran kemih berulang selama hamil. PERKENI mengan jurkan pem,eriksaan semenjak awal asuhan antenatal dan diulang pada usia kehamilan 26-28 minggu (hasil positif tertinggi) ,bila hasilnya negatif. Pemeriksaan berdasarakan modifikasi WHO-PERKENI yang dianjurkan adalah pemeriksaan kadar glukosa 2 jam pasca beban glukosa 75 g dan hasilnya di golongkna dalam criteria sebagai berikut:
            Glukosa Darah                                              Kritreia
>200mg/dl                                                       Diabetes mellitus
140-200 mg/dl                                                 toleransi glukosa terganggu
<140 mg/dl                                                      normal

Berapa kadar gula darah yang normal menurut WHO berikut :
KADAR GULA DALAM DARAH (KONDISI)
NORMAL
DIABETES
IGT
IFG
METODE PENGUKURAN
GULA DARAH PUASA
(FASTING GLUCOSE)
< 6.1 mmol/l
< 110 mg/dL
> 7.0 mmol/L
> 126 mg/dL
atau
< 7.0 mmol/L
< 126 mg/dL
dan
6.1 < X< 7.0 mmol/L
110 < X< 126 mg/dL
Dan
GULA DARAH 2 JAM SETELAH MAKAN
(2-h GLUCOSE)
Tidak spesifik. Nilai yang sering dipakai
< 7.8 mmol/L
< 140 mg/dL
> 11.1 mmol/L
> 200 mg/dL
7.8 < X < 11.1 mol/L
140 < X < 200 mg/dL
< 7.8 mmol/L
< 140 mg/dL
(Jika diukur)

Menurut PERKENI (2006), nilai kadar gula darah normal adalah Gula Darah Puasa >126 mg/dl (sebelum pemeriksaan penderita melakukan puasa sekitar 8-12 jam) dan Gula Darah Sewaktu >200 mg/dl (tidak perlu puasa).                                                                       
2.5       Komplikasi
Maternal : infeksi saluran kemih, hidraamnion, hipertensi kronik, pre-eklampsia, kematian ibu.
Fetal : abortus spontas, kelainan congenital,insufisiensi plasenta,makrosomia, kematian intrauterine
Neonatal : prematuritas,kematian intara uterin, kematian neonatal,trauma lahir, hipoglikemia, hipomagnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, syndrome gawat nafas, polisitemia.

2.6       Penatalaksanaan
            Prinsipnya adalah mencapai sasaran normoglokemia, yaitu kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl, 2 jam sesudah makan  < 120 mg/dl, dan kadar Hb A1c< 6%. Selain itu juga menjaga agar tidak ada episode hipoglikemia ,tidak ada ketonuria dan ,pertumbuhan fetus normal. Pantau kadar glukosa darah minimal 2x seminggu dan kadar Hb glikosila. Ajarkan pasien memantau gula darah sendiri di rumah dan anjurkan untuk control 2-4 minggu sekali. Bahkan lebih sering lagi saat mendekati persalinan.
Untuk mencapai sasaran tersebut dapat dilakukan perencanaan makanan sesuai dengan kebutuhan. Pemantauan glukosa sendiri dirumah, dan pemberian insulin bila perlu.Obat glikemik oral tidak dapat dipakai saat hamil dan meyusui mengingat efek teratogenitas dan dikeluarkan melalui asi , kenaikan berat badan pada trimester1 diusahakan sebesar 1-2,5 kg dan selanjutnya 0,5 kg / minggu, total kenaikan berat badan sekitar 10-12 kg.
Perencanaan makanan
            Sampai saat ini belum ada daftra perencanaan makanan untuk wanita hamil versi Indonesia . cara yang disusun sama dengan perencanaan makan pasien diabetes yang tidak hamil yaitu makanan yang seimbang.
            Jumlah kalori yang dianjurkan 35 kalori/kgBB ideal, kecuali pada penderita gemuk,pertimbvangan kalori yang sedikit lebih rendah. Kebutuhan kalori merupakan jumlah keseluruhan klaori yang diperhitungkan dari kalori basal 25 kal/kg BBideal . kalori untuk kegiatan jasmani 10-30% dan penambahan kalori untuk penanmbahan janin,yang sedang dikandung 300 kalori/hari bila menyusui 500 kal/hari
            Komposisi dan pembagian porsi makanan selama sehari sama dengan dan dianjurkan pada wanita tidak hamil.
Asupan makan penderita DM :
a. Karbohidrat
-   Konsensus DM 60 – 70 % total kalori (tahun 2003), sekarang menurut          PERKENI 2006 kebutuhan karbohidrat untuk diabetisi adalah 50 – 60 % dari  total kalori yang dibutuhkan.
-   ADA 50 – 60 % total kalori
-   Diet B dan B1 Surabaya 68 % total kalori dan 60 % total kalori
Catatan:
Hindari karbohidrat sederhana,namun karbohidrat kompleks pun hanya sesuai dengan kebutuhan saja.
b. Protein
-   Konsensus DM : 10 – 15 % total kalori (max 20% bagi TKTP)
-   Khusus ibu / menyusui dan anak : 20 %
-   Nephropaty diabetik : 0.5 – 1.2 g / kg BB / hr (tergantung tingkatan klinik)
-   Peritoneal dialysis : 1,2 g/kg BB
-   Hemodialisis : 1 g/kg BB
c. Lemak
- Konsensus DM : 20 – 25 % total kalori
- MUFA tinggi, pembatasan PUFA dan SAFA
- Kolesterol : < 300 mg / hr
d. Vitamin dan mineral
- Seperti populasi umum kecuali pada DM dengan hipertensi maka natrium    dibatasi

e. Serat
- Kandungan serat + 25 gr/ hari
f. Gula
- Tidak lebih dari 5% dari total kalori /hari
Insulin
            Bila dengan perencanaan makan selama 2 mninggu tidak tercapai sasaran normoglikemia. Insulin harus segera dimulai. Cara pemberian sama dengan pasien DM lain, tujuannya mencapai kadar glukossa sebaik mungkin sampai sasaran yang ditentukan . tanpa episode hipoglikemi. Untuk mencegah timbulnya antibody terhadap insulin yang dapat menembus sawar ari. Harus dipakai insulin manusia. Dimulai dengan dosis kecil bertambah dengna meningktanya usia kehamilan.
            Umumnya pada DMG cukup diberikan insulin kerja menengah dosis rendah 1 atau 2 kali sehari .
Dosis pemberian insulin tergantung pada kadar gula darah, yaitu :
Gula darah
            < 60 mg % =          0  unit
          < 200 mg % =    5 – 8  unit
            200 – 250 mg% = 10 – 12 unit
            250 - 300 mg% = 15 – 16 unit
            300 – 350 mg% =  17 -  20 unit
           > 350 mg% = 20 – 24 unit
Insulin yang dapat digunakan untuk terapi diantaranya:
1. HUMULIN
  • Komposisi : Humulin R Reguler soluble human insulin (rekombinant DNA origin). Humulin N isophane human insulin (rekombinant DNA origin). Humulin 30/70 reguler soluble human insulin 30% & human insulin suspensi 70% (rekombinant DNA origin).
  • Indikasi : IDDM
  • Dosis : Dosis disesuaikan dengan kebutuhan individu. Diberikan secara injeksi SK, IM, Humulin R dapat diberikan secara IV. Humulin R mulai kerja ½ jam, lamanya 6-8 jam, puncaknya 2-4 jam. Humulin N mulai kerja 1-2 jam, lamanya 18-24 jam, puncaknya 6-12 jam. Humulin 30/70 mulai kerja ½ jam, lamanya 14-15 jam, puncaknya 1-8 jam.
  • Kontraindikasi : Hipoglikemik.
  • Peringatan : Pemindahan dari insulin lain, sakit atau gangguan emosi, diberikan bersama obat hiperglokemik aktif.
  • Efek sampinng : Jarang, lipodistropi, resisten terhadap insulin, reaksi alergi local atau sistemik.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B
2. INSULATARD HM/ INSULATARD HM PENFILL
  • Komposisi : Suspensi netral isophane dari monokomponen insulin manusia. Rekombinan DNA asli.
  • Indikasi : DM yang memerlukan insulin
  • Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal biasanya diberikan 1-2x/hari (SK). Onset: ½ jam. Puncak: 4-12 jam. Terminasi: setelah 24 jam. Penfill harus digunakan dengan Novo pen 3 dengan jarum Novofine 30 G x 8mm.
  • Kontraindikasi : Hipoglikemia.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B
3. ACTRAPID HM/ACTRAPID HM PENFILL
  • Komposisi : Larutan netral dari monokomponen insulin manusia. Rekombinan DNA asli
  • Indikasi : DM
  • Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal, biasanya diberikan 3 x atau lebih sehari. Penfill SK, IV, IM. Harus digunakan dengan Novo Pen 3 & jarum Novofine 30 G x 8 mm. Tidak dianjurkan untuk pompa insulin. Durasi daya kerja setelah injeksi SK: ½ jam, puncak: 1-3 jam. Terminasi setelah 8 jam.
  • Kontraindikasi : hipoglikemia, insulinoma. Pengunaan pada pompa insulin.
  • Peringatan : Stres psikis, infeksi atau penyakit lain yang meningkatkan kebutuhan insulin. Hamil.
  • Efek samping : Jarang, alergi & lipoatrofi.
  • Interaksi obat : MAOI, alcohol, ? bloker meningkatkan efek hipoglikemik. Kortikosteroid, hormon tiroid, kontrasepsi oral, diuretic meningkatkan kebutuhan insulin.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B
4. HUMALOG/HUMALOG MIX 25
  • Komposisi : Per Humalog insulin lispro. Per Humalog Mix 25 insulin lispro 25%, insulin lispro protamine suspensi 75%.
  • Indikasi : Untuk pasien DM yang memerlukan insulin untuk memelihara homeostasis normal glukosa. Humalog stabil awal untuk DM, dapat digunakan bersama insulin manusia kerja lama untuk pemberian pra-prandial
  • Dosis : Dosis bersifat individual. Injeksi SK aktivitas kerja cepat dari obat ini, membuat obat ini dapat diberikan mendekati waktu makan (15 menit sebelum makan)
  • Kontraindikasi : hipoglikemia. Humalog mix 25 tidak untuk pemberian IV.
  • Peringatan : Pemindahan dari terapi insulin lain. Penyakit atau gangguan emosional. Gagal ginjal atau gagal hati. Perubahan aktivitas fisik atau diet. Hamil.
  • Efek samping : Hipoglikemia, lipodisatrofi, reaksi alergi local & sistemik.
  • Interaksi obat : Kontrasepsi oral,kortikosteroid, atau terapi sulih tiroid dapat menyebabkan kebutuhan tubuh akan insulin meningkat. Obat hipoglikemik oral, salisilat, antibiotik sulfa, dapat menyebabkan kebutuhan tubuh akan insulin menurun.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B
5. MIXTARD 30 HM/MIXTARD HM PENFILL
  • Komposisi : Produk campuran netral berisi 30% soluble HM insulin & 70% isophane HM insulin (monokomponen manusia). Rekombinan DNA asli.
  • Indikasi : DM yang memerlukan terapi insulin.
  • Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal biasanya diberikan 1-2 x/hari. Onset: ½ jam. Puncak 2-8 jam. Terminasi setelah 24 jam. Penfill harus digunakan dalam Novo Pen 2 dengan jarum Novofine 30 G x 8 mm.
  • Kontraindikasi : Hipoglikemia, insulinoma.
  • Peringatan : Stres psikis, infeksi atau penyakit yang dapat meningkatkan kebutuhan insulin. Hamil.
  • Efek samping : Jarang, alergi & lipoatrofi.
  • Interaksi obat : MAOI, alkohol, ? bloker meningkatkan efek hipoglikemik. Kortikosteroid, hormon tiroid, kontrasepsi oral, diuretic meningkatkan kebutuhan insulin.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B.
Berdasarkan lama kerjanya, insulin dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
1. Insulin kerja singkat
Yang termasuk di sini adalah insulin regular (Crystal Zinc Insulin / CZI ). Saat ini dikenal 2 macam insulin CZI, yaitu dalam bentuk asam dan netral. Preparat yang ada antara lain : Actrapid, Velosulin, Semilente. Insulin jenis ini diberikan 30 menit sebelum makan, mencapai puncak setelah 1– 3 macam dan efeknya dapat bertahan samapai 8 jam.
2. Insulin kerja menengah
Yang dipakai saat ini adalah Netral Protamine Hegedorn ( NPH ),MonotardÃ’, InsulatardÃ’. Jenis ini awal kerjanya adalah 1.5 – 2.5 jam. Puncaknya tercapai dalam 4 – 15 jam dan efeknya dapat bertahan sampai dengan 24 jam.
3. Insulin kerja panjang
Merupakan campuran dari insulin dan protamine, diabsorsi dengan lambat dari tempat penyuntikan sehingga efek yang dirasakan cukup lam, yaitu sekitar 24 – 36 jam. Preparat: Protamine Zinc Insulin ( PZI ), Ultratard
4. Insulin infasik (campuran)
Merupakan kombinasi insulin jenis singkat dan menengah. Preparatnya: Mixtard 30 / 40
Pemberian insulin secara sliding scale dimaksudkan agar pemberiannya lebih efisien dan tepat karena didasarkan pada kadar gula darah pasien pada waktu itu. Gula darah diperiksa setiap 6 jam sekali.
Dosis pemberian insulin tergantung pada kadar gula darah, yaitu :
  • Gula darah < 60 mg % = 0 unit
  • Gula darah < 200 mg % = 5 – 8 unit
  • Gula darah 200 – 250 mg% = 10 – 12 unit
  • Gula darah 250 - 300 mg% = 15 – 16 unit
  • Gula darah 300 – 350 mg% = 20 unit
  • Gula darah > 350 mg% = 20 – 24 unit
Penatalaksanaan Obstetri
            Pantau ibu dan janin dengan mengukur tfu, mendengarkan DJJ, dan secara khusus memapai USG dan KTG. Lakukan penilaian setiap akhir minggu sejak usia kehamilan 36 minggu. Adanya makrosomiapertumbuhan janin terhambat dan gawat janin merupakan indikasi SC. Janin sehat dapat dilahirkan pada umur kehamilan cukup waktu (40-42 minggu) dengan persalinan biasa
            Ibu hamil dengan DM tidak perlu dirawat bila keadaan diabetes nya terkendali baik, namun harus selalu diperhatikan gerak janin,( normalnya > 20x /12jam ) bila diperlukan terminasi kehamilan, lalukan amniocentesis dahulu untuk memastikan kematangan janin (bila UK <38 minggu). Kehamilan dengan DM yang berkomplikasi harus dirawat sejak UK 34 minggu dan biasanya memerlukan insulin













ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN DM

DS :
Ibu mengatakan hamil usia 7bulan. ayahnya juga menderita penyakit diabetes mellitus. ibu pernah melahirkan normal bayi laki-laki dengan berat lebih dari 4000 gram, pernah melahirkan anak mati tanpa sebab yang jelas, riwayat preeklamsi, dan infeksi saluran kemih berulang selama hamil.
DO :
·         TB: 165 cm, BB periksa yang lalu : 60 kg, BB sekarang: 63 kg
·         Palpasi TFU : pertengahan antara pusat dan procecus xhiphodeus (32 cm)
·         Djj : 140 x/menit
·         Pemeriksaan penunjang : tes glukosa darah (>200 mg/dl), tes urin (++ 2), USG, KTG.
Diagnosa :
            GIII P1ooo1,uk :28 minggu, tunggal hidup, let kep, intra uteri ,;jalan lahir normal dengan diabetes mellitus.
Masalah :
1.      Obesitas
2.      Gangguan Psikologis
Intervensi :
1. menjelaskan hasil pemeriksaan
2. Timbang berat badan setiap kunjungan prenatal.
3. Kaji asupan makan penderita DM :
a. Karbohidrat
-   Konsensus DM 60 – 70 % total kalori (tahun 2003), sekarang menurut          PERKENI 2006 kebutuhan karbohidrat untuk diabetisi adalah 50 – 60 % dari  total kalori yang dibutuhkan.
-   ADA 50 – 60 % total kalori
-   Diet B dan B1 Surabaya 68 % total kalori dan 60 % total kalori
Catatan:
Hindari karbohidrat sederhana,namun karbohidrat kompleks pun hanya sesuai dengan kebutuhan saja.
b. Protein
-   Konsensus DM : 10 – 15 % total kalori (max 20% bagi TKTP)
-   Khusus ibu / menyusui dan anak : 20 %
-   Nephropaty diabetik : 0.5 – 1.2 g / kg BB / hr (tergantung tingkatan klinik)
-   Peritoneal dialysis : 1,2 g/kg BB
-   Hemodialisis : 1 g/kg BB
c. Lemak
- Konsensus DM : 20 – 25 % total kalori
- MUFA tinggi, pembatasan PUFA dan SAFA
- Kolesterol : < 300 mg / hr
d. Vitamin dan mineral
- Seperti populasi umum kecuali pada DM dengan hipertensi maka natrium    dibatasi
e. Serat
- Kandungan serat + 25 gr/ hari
f. Gula
- Tidak lebih dari 5% dari total kalori /hari
4. Jumlah kalori yang dianjurkan 35 kal/kg BB idal
5. Bila perencanaan makan selama dua minggu tidak tercapai sasaran normoglikemia, insulin harus segera diberikan
6. Pantau ibu dan janin : mengukur tinggi fundus uteri, mendengarkan bunyi jantung janin, ketonuria
7. Kolaborasi : pemberian insulinUSG, KTG
Evaluasi :
S : ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan antara lain : pola diet ,control ulang atau sewaktu ada keluhan
O : djj: 140 x/menit , hasil lab glukosa darah : >200 mg/dl, BB ibu : 63 kg, ter urin : ++ .
            A : hamil dengan diabetes mellitus
            P : control ulang 2 minggu lagi ,tanggal…./ bila sewaktu waktu ada keluhan.
                
BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
            DM yang terjadi dan diketahuinya saat hamil, maka ini dinamakan dengan DM gestasional, sedangkan bila DM telah diketahui sebelum hamil, maka dinamakan DM pregestasi. DM yang terjadi pada ibu hamil dan diketahui saat hamil kemudian akan pulih kembali 6 minggu pasca persalinan, maka ini dinamakan DM gestasional, namun apabila setelah 6 minggu persalinan DM belum juga sembuh, maka ini bukannya diabetes Gestasional, tetapi DM. Dm gstasional perlu penanganan yang serius, karena dapat mempengaruhi perkembangan janin, dan dapat mengancam kehidupan janin kedepannya. sehingga perlu diberikan asuhan kebidanan secara professional terhadap ibu hamil dengan DM,  supaya tidak lagi terjadi berbagai komplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan

3.2       Saran
            Penulis berharap dengan makalah ini, semoga mahasiswa dapat mengerti bagaimana asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan DM, dan paham bagaimana patofiologi yang terjadi pada ibu hamil yang mengalami DM. sehingga bisa berpikir kritis dalam melakukan tindakan kebidanan dengan benar dan tepat.

           









DAFTAR PUSTAKA

Bagian obstetric dan ginekologi fakultas kedokteran  universitas padjajaran bandung, 1984. Obstetri Patologi. Bandung : Elstar Offset.
Marmi , 2011, Asuhan Kebidanan Patologi , Jakarta : Pustaka Pelajar
Rabe,Thomas. 2003. Buku Saku Ilmu Kebidanan. Jakarta : Hipokrates.


























MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI
PENYAKIT YANG MENYERTAI KEHAMILAN DAN PERSALINAN
(DIABETES MELITUS)


Nama Kelompok : Kelompok II
1.      Atikha Nisma V                2010.0661.004
2.      Nur Komariah                   2010.0661.027
3.      S . khoiriyah                      2010.0661.036
4.      Zahrotul fatchah               2010 0661.051








D3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

 
2011-2012
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat ,taufik dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul Penyakit yang menyertai kehamilan dan persalinan (diabetes Melitus)
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan dtudi kasus ini tak lepas dari bimbingan dan petunjuk serta bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Rachmawati Ika , S.ST, M.kes. Selaku pembimbing mata kuliah Askeb Patologi
2.      Semua pihak yang membantu penyelesaian makalah pelayanan kb ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan  makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Surabaya, 06 Maret 2012

Penulis











ii
 
 

DAFTAR ISI

Cover................................................................................................................ i
Kata Pengantar................................................................................................. ii
Daftar Isi........................................................................................................... ii
BAB I(Pendahuluan)
·         Latar belakang...................................................................................... 1
·         Rumusan Masalah Penulisan................................................................. 2
·         Tujuan Penulisan................................................................................... 2
BAB II (Pembahasan)
·         Pengertian ............................................................................................ 6
·         Patofisiologis........................................................................................ 7
·         manifestasi Klinis.................................................................................. 7
·         Penatalaksanaan.................................................................................... 8
·         askeb ibu hamil dengan DM................................................................. 10
BAB III (Penutup)
·         Kesimpulan........................................................................................... 11
·         Saran..................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 12












iii
 
 

Latihan Soal
1.      Apa pengertian dari diabetes gestasional ?
a.   diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin.
b.   intoleransi karbohidrat ringan (toleransi glukosa terganggu) maupun berat (Diabetes mellitus ),terjadi atua diketahui pertama kali saat kehamilan berlangsung.
c.   dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya.
d.   hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas.
e.   berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin
2.      Menurut WHO, termasuk diabetes apabila kadar gula darah puasa pada pasien ?
a. > 126 mg/dl
b. > 129 mg/dl
c. > 130 mg/dl
d. > 131 mg/dl
e. > 132 mg/dl
3.      Apabila kadar gula darah pasien 200-250 mg/dl, maka dosis insulin yang diberikan adalah ….
a. 20-24 unit
b. 17-24 unit
c. 15-16 unit
d. 5-8 unit
e. 10-12 unit
4.      Berapa jumlah kalori yang dianjurkan pada penderita DMG ?
a. 34 kal/kg BB ideal
b. 35 kal/kg BB ideal
c. 36 kal/kg BB ideal
d. 37 kal/kg BB ideal
e. 38 kal/kg BB ideal
5.      menurut PERKENI ,kadar glukosa darah normal pada orang yang berpuasa adalah?
a. < 126 mg/dl
b. >127 mg/dl
c. <127 mg/dl
d. >126 mg/dl
e. >128 mg/dl
6.      Jenis Insulin apa yang sering digunakan untuk terapi ?
a. Cryltal Zinc Insulin
b. Velosulin
c. Humulin
d. Protamin
e. Semilente
7.      Bagaimana patofisiologi terjadinya Diabetes mellitus Gestasional.?
a. hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas.
b. pada kehamilan didapatkan jumlah /fungsi insulin itu yang tidak optimal-kelainan –berbagai komplikasi pada ibu dan janin.
c.   berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin
d.   dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya
e.   Diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin
8.      Dibawah ini yang termasuk komplikasi diabetes mellitus pada ibu antara lain ?
a. Prematuritas
b. Polisitemia
c. insufisiensi plasenta
d. abortus spontan
e. Preeklampsia
9.      Dibawah ini yang termasuk komplikasi diabetes mellitus pada janin (fetal) antara lain ?
a. Trauma Lahir
b. Kelainan Kongenital
c. Syndrom gawat Nafas
d. Hidramnion
e. Infeksi saluran kemih
10.  Apabila perencanaan makanan selama 2 minggu tidak mencapai sasaran normoglikemia , apa tindakan yang harus dilakukan?
a. tes kadar glukosa
b. Amniosintesis
c. tes kadar Hb
d. Pemberian Insulin
e. USG
11.  Apa pengertian dari diabetes mellitus tipe 2?
a.   dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM).
b. disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas
c.   intoleransi karbohidrat ringan (toleransi glukosa terganggu )maupun berat (Diabetes mellitus ),terjadi atua diketahui pertama kali saat kehamilan berlangsung
d.   Diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin
e.   dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya
12.  Berapa kenaikan berat badan yang ideal pada ibu yang menderita diabetes mellitus gestasional pada trimester 1?
a. 1-2.5 kg
b. 0.5 kg
c. 3 kg
d. 0.75 kg
e. 3.5 kg
13.  Dibawah ini yang termasuk komplikasi diabetes mellitus pada neonatal antara lain ?
a. infeksi saluran kemih
b. hydramnion
c. kematian neonatal
d. abortus spontan
e. kelainan kongenital
14.  Apa faktor resiko yang dapat menyebabkan diabetes mellitus gestasional pada ibu.?
a. Riwayat melahirkan bayi dengan mikrosomi
b. Riwayat kehamilan dengan Oligohidramnion
c. melahirkan dengan BBLR
d. pernah melahirkan bayi dengan cacat bawaan
e. pernah mengalami kehamilan dengan Molahidatidosa
15.  Kapan dianjurkan untuk control ulang pada ibu dengan DM gestasional?
a. mendekati persalinan
b. 2-4 minggu sekali dan mendekati persalinan
c. 2-4 minggu sekali
d. 1-2 minggu sekali
e. 1 minggu sekali
16.  Apa pengertian dari diabetes mellitus tipe1?
a.   Diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin
b.   intoleransi karbohidrat ringan (toleransi glukosa terganggu )maupun berat (Diabetes mellitus ),terjadi atua diketahui pertama kali saat kehamilan berlangsung
c.   dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya
d.   berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin
e.   dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).
17.  Berapa kali minimal kita memantau kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus?
a. 1X seminggu
b. 2X seminggu
c. 3X seminggu
d. 4X seminggu
e. 5X seminggu
18.  Berapa kenaikan berat badan yang ideal pada pasien diabetes mellitus gestasional pada akhir kehamilan ?
a.8-9 kg
b.9-10 kg
c.10-12 kg
d.12-13kg
e.13-14kg
19.  Berapa kali normal gerakan janin?
a.>11 kali/14 jam
b.<10 kali/13jam
c.>25 kali /12jam
d.<20 kali/12 jam
e. >20 kali/12 jam
20.  Berapa prevalensi di Indonesia yang dilaporkan oleh O’ Sullivan Mahan untuk criteria mendiagnosa pasien dengan DGM?
a.0,2- 2,5 %
b. 1,5-1,8 %
c. 1.9-3,6 %
d.3.7- 4,5%
e.3,8-4,0 %




 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar