Info Kesehatan

healhty

Minggu, 08 April 2012

MAKALAH ASKEB PATOLOGI "CMV"


MAKALAH
ASKEB PATOLOGI
 CMV (cytomegalovirus)

               
                                                   Nama kelompok :      

1.      Dyah eka restu S                   (2010.0661.008)
2.      Hayatus Sifak                        (2010.0661.014)
  1. Nita Lestari                            (2010.0661.023)
  2. Wahyu Hardyaningsih         (2010.0661.047)


Prodi D3 Kebidanan
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Surabaya
2011





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkat rahmat, rezeki, dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ CYTOMEGALOVIRUS ” ini dengan baik.

Keberhasilan dalam penyusunan makalah ini, tidak terlepas dari bantuan para dosen pembimbing, teman-teman kami dan keterlibatan dari semua pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih.

Dalam pembuatan makalah ini, penulis menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaan sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat untuk pembaca dan yang bersangkutan.












Surabaya,6  MARET 2012


Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Didalam kehidupan pasti ada bermacam-macam makhluk hidup.virus juga adalah salah satu makhluk hidup. CMV adalah salah satu virus herpes, yang meliputi virus herpes simpleks tipe 1 dan 2, virus varicella zoster (penyebab cacar air), dan virus Epstein-Barr (penyebab mononucleosis yang menular). kira-kirai 10% dari penderita CPV ini memiliki gejala awal seperti demam, kerusakan pada limpa, danterlihat lelah/malaise.
CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil karena virus Cytomegalo dapat melewati plasenta dan merusak hati janin.

1.2  Rumusan Masalah
2.      Apa yang dimaksud dengan CMV?
3.      Apa salah satu penyebab timbulnya CMV?
4.      Bagaimana cara penularan CMV?
5.      Bagaimana cara penanganan CMV?
1.3  Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum:
            Memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa khususnya pada prodi D3 Kebidanan untuk mengetahui lebih jauh tentang CMV.
            1.3.2  Tujuan khusus:
1.      Untuk mengetahui CMV
2.      Utuk mengetahui penyebab timbulnya CMV
3.      Untuk mengetahui cara penularan CMV
4.      Untu mengetahui cara penanganan CMV
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Definisi, pengertian dan batasan
    Cytomegalovirus (CMV) adalah salah satu anggota kelompok virus herpes, yang meliputi virus herpes simpleks tipe 1 dan 2, virus varicella zoster (penyebab cacar air), dan virus Epstein-Barr (penyebab mononucleosis yang menular). kira-kirai 10% dari penderita CPV ini memiliki gejala awal seperti demam, kerusakan pada limpa, danterlihat lelah/malaise.
CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil karena virus Cytomegalo dapat melewati plasenta dan merusak hati janin.
Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.
Cytomegalo biasanya ditemukan pada kelenjar saliva. Pasien dapat mengalami infeksi kapan saja selama kehamilan, Jika selama kehamilan menimbulkan gejala, maka kemungkinan 90 % bayinya akan mengalami komplikasi.
2.2 Etiologi
Virus menular dari seorang ke orang lain melalui kontak dengan cairan tubuh seperti urine, air ludah, darah dan produk darah, ASI, juga bisa menular melalui hubungan seksual (dari semen dan sekresi cairan vagina).
Bila seorang dewasa tertular, penderita menderita penyakit mirip mononukleosis.
  tanda-tanda :  sakit menelan, demam, dan sakit seluruh badan, Bisa juga menimbulkan sakit badan serius seperti pneumonia, dan konjunctifitis terutama pada seorang yang menderita infeksi HIV/AIDS.
Penularan
-    Melalui membrane mukosa
-    Melalui transmisi seksual
-    Virus ini dapat bersembunyi, dan dapat mengalami reaktivasi.
2.3 DIAGNOSIS
Virus dapat di isolasi dari biakan urine atau biakan berbagai cairan atau jaringan tubuh lain.
Tes serologis mungkin terjadi peningkatan IgM yang mencapai kadar puncak 3 – 6 bulan pasca infeksi dan bertahan sampai 1– 2 tahun kemudian.
IgG meningkat secara cepat dan bertahan seumur hidup
Masalah dari interpretasi tes serologi adalah :
  1. Kenaikan IgM yang membutuhkan waktu lama menyulitkan penentuan saat infeksi yang tepat
  2. Angka negatif palsu yang mencapai 20%
  3. Adanya IgG tidak menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi yang persisten
                                  
2.4 akibat bagi kehamilan dan janin
Pengaruh yang dialami oleh janin dan neonatal :
1.      anemia hempllytic
2.      penyakit kuning
3.      hydrocephaly atau microcephaly
4.      pneumonitis.
Bayi-bayi yang terinfeksi melepaskan sejumlah besar virus pada air liurnya dan sekresi pernafasan serta urin.
2.5 Resiko penyakit pada bayi yang terinfeksi virus CMV sewaktu masih di dalam kandungan, antara lain:
  1. Bayi akan kehilangan pendengaran (tuli). Gejala yang banyak (pada 20% ) dijumpai pada bayi yang terinfeksi virus
  2. Limpa atau hati membesar disertai gejala kuning pada kulit atau mata
  3. 90% bayi yang masih bertahan dengan gangguan saraf berat seperti keterlambatan perkembangan mental.
2.6 Pelaku perawatan kesehatan untuk kehamilan
            berhati-hati dalam meneliti cara pencegahan universal dan menghindari pembukaan droplet dari sekresi yang terinfeksi. Perawatan farmasi yang tidak efektif pada CMV; terapi-terapi difokuskan pada perawatan gejala-gejala.

2.7 Resiko penularan lebih tinggi
1.      bila ibu tertular virus pada trimester 3 kehamilan. Resiko menjadi 44%
2.      bila ibu terinfeksi virus pada trimester 2 dan 36%
3.      resiko janin dalam kandungan tertular, bila ibu mendapat infeksi virus pada trimester pertama. Laporan peneliti lain, resiko janin tertular paling tinggi, apabila ibu hamil tertular virus pada umur kehamilan di bawah 20 minggu.
2.8  Struktur CMV
 CMV terdiri dari bagian envelope ( mengandung lipid ), tegument, capsid dan memiliki genom DNA (deoxyribonucleic acid) untai ganda berukuran besar yang mampu mengkode lebih dari 227 macam protein dengan 35 macam protein struktural dan lain-lain protein nonstruktural yang tidak jelas fungsinya.2,13 Genom DNA dibagi menjadi 2 bagian unik yang dikenal dengan istilah unique short (Us) dan unique long (Ul). CMV terdiri dari bermacam strain yang dapat dibedakan dengan cara melakukan pencernaaan
tertentu terhadap genom ini. Protein CMV disebut dengan singkatan p untuk protein, gp atau g untuk glikoprotein, pp untuk phosphoprotein. Protein-protein tersebut dapat dijumpai pada bagian-bagian CMV seperti envelope sekurang-kurangnya ada 5 macam,
tegument juga 5 macam yang paling imunogenik serta paling banyak diproduksi, capsid ada 5 macam pula yang bersifat imunogenik. Glikoprotein paling imunogenik pada envelope ialah glikoprotein B. (gB).Semua antibodi yang terbentuk bersifat neutralisasi terhadap semua protein imunogen ini,kecuali terhadap glikoprotein 48 dari envelope yang terbentuk awal
2.9 Alur Masuk CMV
 













Gambar 1: Alur masuk virus ke dalam sel inang.
Dikutip dari Rote. 12
2.10 Cara Mendeteksi
 















2.11 Gejalanya
A. Pada ibu hamil
  1. restriksi pertumbuhan intrauterine
  2. hepatitis dengan atau tanpa ikterus
  3. trombositopenia dan meningoensefalitis
  4. demam yang lama
  5. Pyrexia, malaise, lethargy, seperti gejala influenza
  6. Kerusakan pada limpa
  7. Keabnormalan pada  Limphosit
  8. Anorexia
  9. Leucorrhea seperti susu
B. Pada bayi
1. Sistem saraf pusat
a.    Mikrosefalus
b.    Hidrosefalus
c.    Gangguan psikmotor, epilepsy, retardasi mental (pemeriksaan dengan sinar – X, dapat menunjukan ukuran kepal, pengapuran intrakranial, dan kerusakan pada daerah ventrikel )
2.  Mata  dan Telinga
a. Kerusakan pada retina
b. Gangguan pendengaran (5-10%).
Untuk bayi-bayi ini, kematian karena penyebaran koagulasi intravascular, sepsis atau masalah hati adalah 20-30%. Sebagian besar sisa bayi yang bertahan akan mengalami morbiditas nerologis yang hebat. Bayi-bayi ini masih akan infeksius selama beberapa bulan, mengeluarkan virus melalui urinenya, dan dapat beresiko bagi ibu hamil.
3. Liver
a.    Hepatosplenomegaly
b.    Jaundice
4.  Kardiovaskuler
a.    Thrombocytopenia
b.    Anemi hemolitik
5.Pernapasan Intertisial pnemonitis yang dapat menyebabkan kematian
6. General
a.    Intra uterine growth retardation (IUGR)
b.    Kecil usia kehamilan
c.    Odema
2.12 Deteksi pada ibu hamil
Ibu dengan seronegatif 6 bulan sebelum konsepsi, berpeluang untuk terinfeksi primer saat hamil. Tes IgG perlu dilakukan sekurang-kurangnya 2 x yaitupada 2 bulan dan 4 bulan kehamilan. Bila hasil negatif,maka tindakan lanjut dapat ditunda, bila didapatkan
serokonversi, maka diagnosis infeksi primer ibu danprenatal bayi dapat ditegakkan.10 Reinfeksi seringterjadi ketika hamil, penetapan muatan virus dapatdipakai untuk mengetahui risiko transmisi vertikal.

a. Deteksi prenatal
Isolasi virus dari cairan amnion dipakai untukmendeteksi infeksi in utero, kombinasi dengan tesdarah fetus setelah 20 minggu kehamilan memberi hasil sensitivitas diagnostik 80-100%.9
b. Deteksi kongenital
Isolasi CMV dari darah tali pusat, urin, saliva, darah atau serum pada minggu pertama setelah lahir atau sebelum berumur 3 minggu, merupakan pemeriksaan penunjang untuk infeksi kongenital. Ekskresi CMV tersebut dapat dideteksi dengan metoda PCR., penemuan dalam darah menunjukkan prognosis yang jelek.Hasil IgM positif pada darah tali pusat yang diambil in utero atau saat lahir juga mempunyai arti diagnostik untuk infeksi kongenital. Kecurigaan terhadap infeksi CMV congenital dapat dipikirkan, apabila ditemukan kelainan hematologik yang menunjukkan gambaran limfositosis reaktif, anemia hemolitik, trombositopeni.55

2.13 Komplikasi dan bahaya
a.  Berat badan lahir rendah (BBLR)
b.    Persalinan premature
c.    Intra-uterine fetal death
d.    Neonatal death, dalam 20-30 % kelahiran dengan ibu yang terinfeksi
e.    Aborsi dan lahir mati
f.    Infeksi menyeluruh disertai gejala pembesaran pada hati dan ginjal (disertai ikterik) dari ukuran sedang hingga penyakit fatal.
g.    Kebanyakan bayi dengan penyakit CMVbertahan hidup, tetapi 80-90% akan mengalami komplikasi, meliputi kehilangan pendengaran, kerusakan penglihatan,retardasi mental dengan berbagai tingkat keparahan.
h.    Kurang lebih 5-10% bayi yang terinfeksi CMV pada saat dilahirkan, tetai tanpa gejala, akan mengalami akibat, seperti masalah pendengaran dan mental atau system koordinasi
2.14  Pencegahan dan Pengobatan
  1. Pencegahan
    •    Ibu/baby sitter hendaknya memelihara kebersihan perorangan, mencuci tangan yang bersih bila kontak dengan air seni atau air ludah bayi. Tisu pembersih dan pampers hendaknya dibuang. Kebiasaan tidak minum dari gelas bekas orang lain sebaiknya tetap dipelihara.
•    Laporan dari satu penelitian menyabitkan bahwa 70% bayi yang tertular virus sewaktu di dalam kandungan masih mengeluarkan virus melalui air seni mereka sampai berusia 1-3 tahun.
•    Demikian juga pada perawat ibu hamil yang mungkin terinfeksi virus tetap memelihara kesehatan perorangan dengan baik.
•    Pemberian vaksi sitomegalo dapat memberikan perlindungan bagi yang beresiko tertular virus.
•    Perawat bayi perlu diberi penyuluhan mengenai infeksi virus sitomegalo.
•    Perawat yang tidak sedang hamil, tidak selalu bisa menularkan virus pada bayi yang diasuhnya.
·          Pada Ibu Henaknya :
1.      Makan makanan bergizi
2.      Lakukan pemeriksaan sebelum kehamilan
3.      Makan makanan yang matang
4.      Melakukan vaksinasi : Vaksinasi bertujuan untuk
mencegah masuknya parasit penyebab TORCH. Seperti vaksin rubela dapat dilakukan sebelum kehamilan. Hanya saja, Anda tidak boleh hamil dahulu sampai 2 bulan kemudian.
5.      Periksa kandungan secara terartur
6.      Jaga kebersihan tubuh
7.      Hindari kontak dengan penderita penyakit




  1. Pengobatan
Pengobatan pertama untuk CMV meliputi infus setiap hari. Karena harus diinfus setiap hari, sebagian besar orang memasang 'keran' atau buluh obat yang dipasang secara permanen pada dada atau lengan. Dulu orang dengan penyakit CMV diperkirakan harus tetap memakai obat anti-CMV seumur hidup.
Pengobatan CMV mengalami kemajuan dramatis selama beberapa tahun terakhir ini. Saat ini ada tujuh jenis pengobatan CMV yang telah disetujui oleh FDA di AS.
ART dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Pasien dapat berhenti memakai obat CMV jika jumlah CD4-nya di atas 100 hingga 150 dan tetap begitu selama tiga bulan. Namun ada dua keadaan yang khusus:
1.      Sindrom pemulihan kekebalan dapat menyebabkan radang yang parah pada mata Odha walaupun mereka tidak mempunyai penyakit CMV sebelumnya. Dalam hal ini, biasanya pasien diberikan obat anti-CMV bersama dengan ART-nya.
2.      Bila jumlah CD4 turun di bawah 50, risiko penyakit CMV meningkat.

2.16  Bagaimana anda dapat memilih pengobatan CMV?

Ada beberapa masalah yang sebaiknya dipertimbangkan dalam memilih pengobatan penyakit CMV aktif:
1.      Apakah ada risiko pada penglihatan?
Anda sebaiknya bertindak cepat agar anda tidak menjadi buta.
2.      Bagaimana efektivitas pengobatan?
Gansiklovir suntikan pengobatan CMV yang paling efektif secara keseluruhan. Bentuk implan sangat baik untuk menghentikan retinitis. Namun implan tersebut hanya bekerja pada mata tempat ditanamnya.


3.      Bagaimana obat diberikan?
Pil paling mudah ditangani. Pengobatan intravena meliputi suntikan atau buluh obat yang mungkin menimbulkan infeksi. Suntikan pada mata berarti menyuntik jarum langsung pada mata. Bentuk tanam, yang bertahan enam sampai delapan bulan, membutuhkan seandar satu jam rawat jalan.
4.      Apakah terapinya lokal atau sistemik?
Terapi lokal hanya mempengaruhi mata. Retinitis CMV dapat cepat menyebar dan mengakibatkan kebutaan. Karena itu, penyakit ini harus diobati secara agresif waktu pertama diketahui. Obat baru dalam bentuk suntikan dan tanam menempatkan obat langsung dalam mata, dan menimbulkan dampak terbesar pada retinitis.
5.      Apa efek sampingnya?
Beberapa obat CMV dapat merusak sumsum tulang atau ginjal. Ini mungkin membutuhkan obat tambahan. Obat lain meliputi infus selama waktu yang lama. Membahas efek samping pengobatan CMV dengan dokter.

2.17 PENGKAJIAN
      Ds : Ibu mengatakan Demam Lama, Sakit     Menelan-Anorexia, Mudah                              Lelah/malaise,kerusakan pada limfe,
      Do :  Tes serologi , kelainan hematologik,      gambaran limfositosis reaktif, anemia             hemolitik, trombositopeni
      Diagnosa : Hamil G...P...                                                       Mgg,ATH,Kesan/jalan Lahir Normal dg CMV
      Masalah  : Gangguan pemenuhan pola,gangguan rasa nyaman, Cemas
      Diagnosa Potensial : Prematuritas, BBLR, IUFD, Aborsi dan lahir mati
      Intervensi       : 1. Masa Hamil :
  1. Memutus tali penularan
  2. Mencari penyebab penularan
  3. Berikan HE tentang :
  4. Pemenuhan keb nutrisi diit TKTP
  5. Menjaga Kebersihan perseorangan
  6. Hindari faktor pemicu
  7. Jika berhubungan seksual harus dicegah masuknya bakteri melalui : vagina, anus,dan lubang2 lainnya
  8. Pemberian terapi Acyclovir
  9. Infus
  10. Rujuk
  11. kolaborasi dengan dokter Obgyn 

      evaluasi
S : Ibu Mengerti Tentang penjelasan yang     diberikan: Makan makanan bergizi dan          matang,Minum Obat,Cegah Penularan,           Menjaga kebersihan perseorangan,     Kontrol Ulang/segera jika ada keluhan
O : k/u,TTV,djj,Hasil Lab,BB,Hasil USG
A : hamil dengan CMV
P : Kontrol Ulang/Segera Bila ada keluhan, obsv.TTV, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh,




















BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil karena firus cmv dapat melewati plasenta dan merusak hati janin .
Cmv biasanya ditemukan pada kelenjar saliva pasien dapat mengalami infeksi kapan saja,selama kehamilan menimbulkan gejala,maka kemungkinan 90 % bayinya akan mengalami komplikasi.
Virus ini menular dari seseorang ke orang lain melalui kontak dengan cairan tubuh juga bisa menular melalui hubungan seksual.

3.2 SARAN
Kita harus waspada dengan cmv karena gejala cmv jarang diketahui oleh penderita cmv. Begitu pula keluhannya juga jarang disadari. Maka dari itu. Sebaik mungkin kita harus bisa menjaga diri agar tidak terinfeksi CMV.



DAFTAR PUSTAKA
  1. http://zietraelmart.multiply.com/journal/item/74/CYTOMEGALOVIRUS_DALAM_KEHAMILAN
  2. http://medpend.blogspot.com/2009/11/infeksi-yang-menyertai-kehamilan-dan.html
  3. http://rszahirah.com/berita/media.php?module=detailartikel&id=53
  4. http://eprints.undip.ac.id/321/1/MA_Lisyani_Budipardigdo_Suromo.pdf
  5. Nugraheny Esti.2010.ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI.Yogyakarta:Pustaka Rahma
  6. Marmi dkk.2011.ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI.Yogyakarta:Pustaka Pelajar
  7. Rabe,Thomas.2003.BUKU SAKU ILMU KEBIDANAN.Jakarta:Hipokrates



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar