Info Kesehatan

healhty

Jumat, 13 April 2012

ASKEB IV PATOLOGI GANGGUAN PSIKOLOGI POST PARTUM


HAND OUT

Mata Kuliah  : ASKEB IV (Pathologi Kebidanan)
Topik              :Mengidentifikasi Gangguan Psikologis Post Partum
SUB TOPIK  : IV. Gangguan Psikologi Post Psrtum
4.1. Post Partum Blues
4.2. Depresi Post Partum
4.3. Post Partum Psikosa

WAKTU        : 2X50 Menit

OBJEK PRILAKU MAHASISWA
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswi diharapkan dapat dengan benar mengidentifikasi gangguan psikologi post partum pada masyarakat, khususnya yang terjadi pada ibu setelah melahirkan.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://bukankuyg biasa.blogspot.com/2007/02/depresi-post-partum.htm/
5. http://fadlan’s world-sheikh famili-depresi pasca melahirkan

PENDAHULUAN
Patologi kebidanan adalah salah satu masalah dalam pelayanan kesehatan dan harus dikenali gejalanya sejak dini. Pada bab ini kita sebagai bidan harus bisa mengidentifikasi gangguan psikologi post partum diantaranya depresi post parum, post partum blues, dan post partum psikosa.

URAIAN MATERI


4.1   Depresi Pasca Kelahiran (Post Partum Blues)
4.1.1    Pengertian Post Partum Blues
Post Partum Blues (PBB) sering juga disebut sebagai maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan efek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelahh persalinan.

4.1.2    Penyebab Post Partum Blues
Dikategorikan sebagai sindroma gangguan mental yang ringan, tetapi bila tidak ditatalaksanai dengan baik dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi wanita yang mengalaminya, dan bahkan gangguan ini dapat berkembang menjadi keadaan yang lebih berat yaitu depresi dan psikosis salin yang mempunyai dampak lebih buruk terutama dalam hubungan perkawinan dengan  suami dan perkembangan anknya.

4.1.3   Gejala Post Partum Blues
Gejala-gejala yang terjadi: reaksi depresi/sedih/disforia, menagis, mudah tersinggun atau iritabilitas, cemas, labil perasaan, cendrung menyalahkan diri sendiri,gangguan tidur dan gangguan nafsu makan.

4.1.4    Gambaran Klinik, Pencegahan dan Penatalaksanaan
Banyak factor yang dianggap mendukung pada sindroma ini:
1. Faktor hormonal yang terlalu rendah
2. Faktor demografik yaitu umur dan parietas
3. Pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan
4. Latar belakan psikososial yang bersangkutan

Cara mengatasinya adalah dengan mempersiapkan persalinan dengan lebih baik, maksudnya disini tidak hanya menekankan pada materi tapi yang lebih penting dari segi psikologi dan mental ibu.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan:
1. beristirahat ketika bayi tidur
2. erolah raga ringan, ikhlas dan tulus dengan peran baru sebagai ibu
3. tidak perfeksionis dalam hal mengurusi bayi
4. bicarakan rasa cemas dan komunikasikan
5. bersikap fleksibel dan bergabung dengan kelompok ibu-ibu baru
6. kempatan merawat bayi hanya dating satu kali

4.2    Depresi Post Partum
4.2.1   Pengertian Depresi Post Partum
Depresi post partum adalah depresi berat yang terjadi 7 hari setelah melahirkan dan berlangsung selama 30 hari, dapat terjadi kapanpun bahkan sampai 1 tahun kedepan.

Pitt tahun 1988 dalam Pitt(regina dkk,2001) depresi post parum  adalah depresi yang bervariasi dari hari ke hari dengan menunjukkan kelelahan, mudah marah, gangguan nafsu makan dan kehilangan libido(kehilangan selera untuk berhubungan intim dengan suami).
Llewelly-jones (1994) menyatakan wanita yang didiagnosa mengalami depresi 3 bulan pertama setelah melahirkan. Wanita tersebut secara social dan emosional meras terasingkan atau mudah tegang dalam setiap kejadian hidupnya.



Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa depresi post partum adalah gangguan emosional pasca persalinan yang bervariasi, terjadi pada 10 hari pertama masa setelah melahirkan dan berlangsung terus-menerus sampai 6 bulan atau bahkan sampai satu tahun.

4.2.2   Penyebab Depresi Post Partum
Disebabkan karena gangguan hormonal. Hormon yang terkait dengan terjadinya depresi post partum adalah prolaktin, steroid dan progesterone.

Pitt(regina dkk,2001) mengemukakan 4 faktor penyebab depresi post partum:
1. factor konstitusional
2. factor fisik yang etrjadi karena ketidakseimbangan hormonal
3. factor psikologi
4. factor social dan karateristik ibu

4.2.3   Gejala Depresi Post Partum
Gejala yang menonjol dalam depresi post partum adalah trias depresi yaitu:
1. berkurangnya energi
2. penurunan efek
3. hilang minat (anhedonia)

Ling dan Duff(2001) mengatakan bahwa gejala depresi post partum yang dialami 60% wanita mempunyai karateristik dan spesifik antara lain:
1. trauma terhadap intervensi medis yang terjadi
2. kelelahan dan perubahan mood
3. gangguan nafsu makan dan gangguan tidur
4. tidak mau berhubungan dengan orang lain
5. tidak mencintai bayinya dan ingin menyakiti bayinya atau dirinya sendiri.


4.2.4   Gambaran Klinik, Pencegahan dan Penatalaksanaan
Monks dkk (1988) mengatakan depresi post partum merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti labilitas efek, kecemasan dan depresi pada ibu yang dapat berlangsung berbulan-bulan.

Faktor resiko:
1. keadaan hormonal
2. dukungan sosial
3. emotional relationship
4. komunikasi dan kedekatan
5. struktur keluarga
6. antropologi
7. perkawinan
8. demografi
9. stressor psikososial dan lingkungan

Hormon yang terkait dengan terjadinya depresi post partum adalah prolaktin, steroid, progesteron dan estrogen.

Untuk mencegah terjadinya depresi post partum sebagai anggota keluarga harus memberikan dukungan emosional kepada ibu dan jangan mengabaikan ibu bila terlihat  sedang sedih, dan sarankan pada ibu untuk:
1. beristirahat dengan baik
2. berolahraga yang ringan
3. berbagi cerita dengan orang lain
4. bersikap fleksible
5. bergabung dengan orang-oarang baru
6. sarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis


4.3 Post Partum Psikosa
4.3.1   Pengertian Post Partum Psikosa
Adalah depresi yang terjadi pada minggu pertama dalam 6 minggu setelah melahirkan.

4.3.2   Penyebab Post Partum Psikosa
Disebabkan karena wanita menderita bipolar disorder atau masalah psikiatrik lainnya yang disebut schizoaffektif disorder. Wanita tersebut mempunyai resiko tinggi untuk terkena post partum psikosa.

4.3.3   Gejala Post Partum Psikosa
Gejala yang sering terjadi adalah:
1. delusi
2. halusinasi
3. gangguan saat tidur
4. obsesi mengenai bayi

4.3.4   Gambaran Klinik, Pencegahan dan Penatalaksanaan
Pada wanita yang menderita penyakit ini dapat terkena perubahan mood secara drastis, dari depresi ke kegusaran dan berganti menjadi euforia dalam waktu singkat. Penderita kehilangan semangat dan kenyamanan dalam beraktifitas,sering menjauhkan diri dari teman atau keluarga, sering mengeluh sakit kepala dan nyeri dada, jantung berdebar-berdebar serta nafas terasa cepat.

Untuk mengurangi jumlah penderita ini sebagai anggota keluarga hendaknya harus lebih memperhatikan kondisi dan keadaan ibu serta memberikan dukungan psikis agar tidak merasa kehilangan perhatian.


Saran kepada penderita untuk:
1. beristirahat cukup
2. mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang
3. bergabung dengan orang-orang yang baru
4. bersikap fleksible
5. berbagi cerita dengan orang terdekat
6.sarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis























ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS
DENGAN POST PARTUM BLUES

Tanggal Pengkajian: 20 mei 2009                                                       Pukul: 16.30 wib

A DATA SUBJEKTIF
I. Biodata
   Nama Pasien: ny. Indrianti                          Nama Suami    : tn. Wirawan
   Umur            : 21th                                       Umur               : 23th
   Suku/bangsa : Indonesia                              Suku/bangsa    : Indonesia
   Agama          : Islam                                     Agama             : Islam
   Pendidikan   : SMA                                     Pendidikan      : SMA
   Pekerjaan      : IRT                                        Pekerjaan         : Swasta
   Alamat         : Jl. Hj. Sanusi Lrg                  Alamat                        : Jl. Hj. Sanusi lrg
                          aman rt 04/23 no.123                                      aman rt 04/23 no.123

II. Keuhan Utama    : Pada tanggal 20 mei 2009 pukul 16.25 ibu datang ke BPS
mengaku  Telah melahirkan anak pertama pada tanggal 09 mei 2009 lalu,            Mengeluh sering merasa cemas, mudah tersinggung dan nafsu makan Berkurang serta istirahat tidak nyenyak.                      
      
III. Data Kebidanan
a.       Haid
Menarche           : 12th                           Teratur/tidak   : teratur
Siklus                 : 28 hari                       Sifat darah      : encer
Lamanya                        : 5 hari                         Disminorhoe    : jarang
Banyaknya         : 3x ganti intek


b.      Status Perkawinan
Kawin                                                                : ya
Usia kawin pertama                                           : 19th
Lamanya Perkawinan dengan suami sekarang   : 2th

c.       Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
No
tanggal
partus
tempat
partus
umur
kehamilan
Jenis
Persalinan
Penolong
penyulit
Keadaan
Ket
nifas
anak
1.
09-05-2009
BPS
aterm
Spontan
bidan
tidak
baik
baik
Pr, bb 2500gr  Pb47cm

B.DATA OBJEKTIF
I. Pemeriksaan Fisik
   Keadaan       : baik                                       Temp   : 36 C
   TD                : 120/80 mmHg                       Lila      : 24 cm
   Nadi             : 83 x/m                                   TB       : 157 cm
   RR                : 24 x/m                                   BB       :  48 kg

II. Pemeriksaan Obstetri
  1. Darah
HB                  : 11,5 gr%
Gol. Darah      : A
  1. Urine
Protein             : Tidak dilakukan
Glukosa           : Tidak dilakukan


III. Pemeriksaan Obstetri
  1. Inspeksi
1.      Kepela
Rambut         : bersih tak berketombe
Mata              : konjungtiva merah muda, seklera bening
Muka             : tidak ada cloasma
Mulut                        : tidak ada carries dan stomatities
2.      Leher
Kelenjar Tiroid          : tidak ada pembesaran
Tumor                        : tidak ada
3.      Payudara
Pembesaran               : simetris
Areola mammae        : hiperpigmentasi
Puting susu                : menonjol
Colostrum                 : sudah keluar
4.      Perut
Pembesaran               : sesuai involusio uteri
Linea                         : nigra
Striae                         : albican
Kelainan                    : tidak ada
5.      Genetalia Eksterna
Labia mayora/minora            : tidak ada kelainan
Kelenjar bartholini                : tidak ada pembengkakan
Pengeluaran vagina
          Jenis secret      : lochea alba
          Warna              : kuning kemerahan
          Bau                  : anyir



6.      Perineeum
[ v ] Utuh
[   ] Robekan tingkat
[   ] Anastesi
[   ] Episiotomi
[   ] Jahitan dengan jelujur

  1. Palpasi
Tinggi fundus              : tidak teraba
Kontraksi uterus          : baik
Konsistensi                  : mengeras
Posisi                           : dibawah simpisis

C.ASSESMENT
    Diagnosa                 : P1 A0 Post partum 11 hari dengan post partum blues
    Masalah                   : Ibu susah tidur, cemas, nafsu makan kuranng, mudah
tersinggung
    Kebutuhan              : Informasi tentang keadaan umum ibu
                                      Informasi tentang perubahan fiologis masa nifas
                                      Informasi tentang perawatan payudara
                                      Informasi tentang ASI ekslusive
                                      Informasi tentang personal hygiene
                                      Informasi psikologis ibu
                                      Informasi gizi
    Diagnosa potensial  : Depresi post partum
    Tindakan segera      : Beri dukungan  emosional dan konsultasikan ke dokter




D.PLANNING
1. Beri informasi tentang keadaan umum ibu
    Memberi tahu ibu bahwa dirinya dalam keadaan baik dari hasil pemeriksaan;
TD:  120 / 80 mmHg, nadi : 83 x/m, RR :24x/m, Temp : 360C
2. Beri penjelasan tentang perubahan fisiologis masa nifas
    Memberi penjelasan pada ibu tentang perubahan fisiologi masa nifas seperti
perubahan pada perineum, uterus, vulva dan vagina.
3. Beri informasi tentang perawatan payudara
    Mengiformasikan kepada ibu tentang perawatan payudara seperti memakai BH
yang menyokong payudara, membersihkan payudara dengan air hangat atau baby oil pada putting susu.
4. Beritahu tentang ASI ekslusif
    Meritahu kepada ibu dan terangkan padanya untuk menyusui selama paling tidak
6 bulan pertama segera setelah melahirkan.
5. Beri informasi tentang personal hygiene
    Memberitahu ibu tentang kebersihan diri, seperti membersihkan daerah genetalia
    setelah BAB/BAK untuk mencegan infeksi genetalia dan sarankan ibu untuk
    mengganti pakaian dalam bila terasa lembab dan basah.
6. Beritahu tentang gangguan psikologis yang menimpa ibu
    Memberi tahu tentang psikologis yang sedang terjadi pada ibu setelah melahirkan
    seperti selalu mudah tersinggung, kurang nafsu makan, cemas serta labilitas
perasaan terganggu.
Menjelaskan kepada keluarga bahwa gangguan ini dapat diatasi dengan memberikan
    dukungan dan perhatian pada ibu, karena bila dibiarkan dapat berlanjut menjadi
    keadaan yang lebih buruk.
    Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup, berolahraga yang ringan, serta
    berbagi cerita dengan orang terdekat, belajar untuk bersikap fleksibel.


7. Beri penjelasan tentang asupan gizi
    Menjelaskan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mencukupi
    kebutuhan badannya, sebagai penunjang pertahanan tubuh

E.EVALUASI
   1. ibu mengerti apa yang dijelaskan oleh bidan
   2. ibu dan keluarga mau menuruti apa yang dijelaskan bidan



Mengetahui
Bidan Jaga                                                                              Mahasiswi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar