Info Kesehatan

healhty

Minggu, 08 April 2012

Askeb IV “infeksi yang menyertai kehamilan dan persalinan”



Askeb IV
“infeksi yang menyertai kehamilan dan persalinan”
FAKULTAS ILMU KESEHATAN bintang
Di Susun oleh :
Kelompok 12
Ifa Nur Farida                         2010.0661.066
Siti Jumalia                  2010.0661.092
Siska Yulia                  2010.0661.091
Vipit N.N Tualeka      2010.0661.099
Fakultas Ilmu Kesehatan
Prodi D3 Kebidanan
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah-Nya, sehingga makalah Askeb IV mengenai Infeksi Yang Menyertai Kehamilan dan Persalinan dapat kami susun.
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Askeb IV dengan dosen  pembimbing Rahmawati Ika S.ST M.Kes. Selain itu juga diharapkan bisa memberikan wawasan kepada rekan-rekan mahasiswa khususnya mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Dalam kesempatan ini kami selaku penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu memberi bimbingan, ilmu, dorongan, serta saran-saran kepada penyusun.
 Kami selaku penyusun menyadari sepenuhnya bahwa isi maupun penyajian makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amien


Surabaya, 05 Maret  2012



Penulis






BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Infeksi virus hepatitis pada kehamilan dapat disebabkan oleh banyak macam virus hepatitis, seperti pada orang dewasa umumnya. Infeksi ini dapat menimbulkan masalah, baik pada kehamilan/persalinan maupun pada bayi yang dilahirkannya (penularan vertical). Bayi yang tertular kemungkinan besar akan menjadi pengidap kronik dan berakhir dengan kanker hati primer atau sirosis hati setelah dewasa. Infeksi virus hepatitis dapat menimbulkan masalah pada kehamilan, jika terjadi infeksi akut terutama kalau terjadi hepatitis fulminan.
Hepatitis fulminan adalah suatu jenis klinis hepatitis yang jarang terjadi, dimana perjalanan penyakitnya berkembang dengan cepat, terjadi ikterus yang semakin berat, kuning seluruh tubuh, timbul gejala neurologi atau ensefalopati hepatic, kemudian masuk kedalam keadaan koma dan gagal hati akut. Selain itu bayi dapat tertular dari ibu (penularan vertical) dan menjadi pengidap kronik dengan kemungkinan terjadinya kanker hati primer atau sirosis hati. Tetapi infeksi virus hepatitis yang sering menimbulkan masalah yang berhubungan dengan kehamilan adalah, virus hepatitis B (VHB) dan Virus Hepatitis E (VHE). Meskipun masalah yang ditimbulkan pada kehamilan oleh VHB dan VHE hamper sama, tetapi terdapat perbedaan pada, endemisitas, cara penularan, cara pencegahan dan morbiditas serta mortalitas.
Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis". Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari uraian di atas sebagai berikut :
            1.2.1 Apa yang dimaksud dengan hepatitis?
            1.2.2 Apa saja penyebab terjadinya hepatitis?
            1.2.3 Bagaimana tanda dan gejala terjadinya hepatitis?
            1.2.4 Bagaimana penatalaksanaan dari ibu hamil yang terkena hepatitis?
1.3 Tujuan
            1.3.1 Mahasiswa dapat mengerti dan memahami mengenai penyakit hepatitis.
            1.3.2 Mahasiswa mengetahui penyebab terjadinya proses penyakit hepatitis.
            1.3.3 Mahasiswa mengetahui tanda dan gejala terjadinya hepatitis.
            1.3.4 Mahasiswa megetahui penatalaksanaan pada ibu hamil yang terkena hepatitis.











BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis". Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).
2.2 Etiologi
Penyebab hepatitis bermacam-macam. Pada prinsipnya penyebab hepatitis terbagi atas infeksi dan bukan infeksi. Penyebab-penyebab tersebut antara lain :
·         Infeksi virus : Hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, Hepatitis E, Hepatitis F, hepatitis G.
·         Non virus : Komplikasi dari penyakit lain, Alkohol, Obat-obatan kimia atau zat kimia, Penyakit autoimun.
Hepatitis A, B dan C merupakan jenis hepatitis terbanyak yang sering dijumpai. Sedangkan kasus hepatitis F masih jarang ditemukan. Para ahli pun masih memperdebatkan apakah hepatitis F merupakan jenis hepatitis tersendiri atau tidak.
Ikterus merupakan salah satu gajala klinis pada wanita hamil denga hepatitis, namun adapun ikterus dalam kehamilan sebenarnya disebabkan oleh beberapa keadaan. Ikterus yang disebabkan oleh kehamilan berupa ; perlemakan hati akut, toksemia, dan kolestasis intrhepatik. Sedangkan ikterus yang tejadi bersamaan dengan suatu kehamilan; hepatitis virus, batu empedu, penggunaan obat-obatan hepatotoksik, dan sirosis hepatis. Ikterus dapat timbul pada satu dari 1500 kehamilan, 41% diantaranya adalah hepatitis virus,21% oleh karena kolestatis intahepatik, dan kurang dari 6% oleh karena obtruksi saluran empedu di luar hati.
2.3 Patofisiologi
Masa Inkubasi infeksi hepatitis B adalah 45-180 hari (rata-rata 60-90hari ). Onset penyakit ini sering tersembunyi dengan gejala klinik yang tergantung usia penderita. Gejala akut dapat berupa mual, muntah, nafsumakan menurun, demam, nyeri perut dan ikterik.
Konsentrasi VHB dalam berbagai cairan tubuh dapat dibagi dalam 3 kategori yaitu :
·         konsentrasi tinggi (darah, serum, eksudat luka)
·         sedang (semen, cairan vagina, saliva)
·         rendah (urine, feses, keringat, air mata, air susu).
Secaraumum penularan VHB  melalui jalur sebagai berikut:
·         Kontak seksual yang tidak aman baik pervaginal ataupun analdengan penderita dengan HbsAg positif.
·         Melalui oral seks dengan penderita HbsAg positif yaitu melalui salivayang sama infeksiusnya dengan cairan alat genital.
·         Kontak darah dengan penderita HbsAg positif seperti; jarum suntik,tranfusi darah,dsb.
·         Transmisi Ibu-anak baik selama kehamilan, saat persalinan maupunwaktu menyusui. Transmisi dapat diturunkan dengan memberikanvaksinasi, dimana bayi yang dilahirkan dari ibu yang infeksiusdiberikan imunoglobulin dalam 24 jam pertama sebelum disusui.Hanya bayi yang dapat vaksinasi yang boleh disusui oleh ibu yanginfeksius
Hepatitis virus pada kehamilan dapat ditularkan kepada janin, baik in utero maupun segera setelah lahir. Penularan virus ini pada janin, dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu :
·         Melewati placenta
·         Kontaminasi dengan darah dan tinja Ibu pada waktu persalinan
·         Kontak langsung bayi baru lahir dengan Ibunya
·         Melewati Air Susu Ibu, pada masa laktasi.
Baik virus A maupun virus B dapat menembus placenta, sehingga terjadi hepatitis virus in utero dengan akibat janin lahir mati, atau janin mati pada periode neonatal. Jenis virus yang lebih banyak dilaporkan dapat menembusplacenta, ialah virus type B. Beberapa bukti, bahwa virus hepatitis dapat menembus placenta, ialah ditemukannya hepatitis antigen dalam tubuh janin in utero atau pada janin barulahir.
2.4 Tanda Gejala
Penyakit hati bisanya jarang terjadi pada wanita hami, namun apabila timbul ikterus pada kehamiln, maka penyebabnya yang paling sering adalah hepatitis virus. Adapun penilaian klinik yaitu :
a.       Demam tinggi yang menetap hingga 2 minggu kemudian diikuti dengan ikterus.
b.      Disertai pula dengan mual dan mutah, pusing, napsu makan menurun, deficit cairan, dan diare.
c.       Pada pemeriksaan fisik ditemui nyeri epigastrik dan hepatomegali.
d.      Hasil laboratorium menunjukkan reaksi imunologik terhadap antigen virus hepatitis.
e.       Transmisi ke janin dapat melalui transplasenta, ASI, dan kontak langsung.

2.5  Efek Samping Virus Hepatitis
a.       Pengaruh dalam kehamilan
Terjadinya abortus, partus prematurus, dan kematian janin dalam kandungan.
b.      Pengaruh dalam persalinan dan nifas
Penghentian kehamilan tidak mngubah jalannya penyakit, baik dengan jalan abortus buatan maupun dengan induksi persalinan. Bila tidak ada indikasi penyelesaian persalinan, persalinan pervaginam diawasi dengan baik. Kala II boleh diperpendek dengan ekstraksi vakum atau forcep bila janin hidup dan embriotomi bila mati. Bahaya yang paling mengancam ibu adalah pada saat pasca persalinan, karena sering terjadi perdarahan yang hebat dan sulit di kontrol.

2.6 Jenis Virus Hepatitis

A.    Virus hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

B.     Virus hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.
C.     Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita "penyakit hati alkoholik" seringkali menderita hepatitis C.
D.    Virus hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.
E.     Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.
F.      Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini.
Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis :
·         Virus Mumps
·         Virus Rubella
·         Virus Cytomegalovirus
·         Virus Epstein-Barr
·         Virus Herpes
2.7  Pencegahan
A.    Kewaspadaan universal (universal precaution)
Hindari hubungan seksual dan pemakaian alat atau bahan dari pengidap. Vaksinasi HB bagi seluruh tenaga kesehatan sangat penting, terutama yang sering terdapat dengan darah.
B.     Skrining HBsAg pada ibu hamil
Skrining HBsAg pada ibu hamil, terutama pada daerah dimana terdapat prevalensi tinggi.
C.     Imunisasi
Penularan dari ibu ke bayi sebagian besar dapat dicegah dengan imunisasi. Pemerintah telah menaruh perhatian besar terhadap penularan vertical VHB dengan membuat progam pemberian vaksinasi HB bagi semua bayi yang lahir di fasilitas pemerintah dengan dosis 5 mikrogram pada hari ke 0, umur 1, dan 6 bulan, tanpa mengetahui bayi tersebut lahir dari ibu dengan HBsAg positif atau tidak.
(Sarwono, 2009)
2.8 Penatalaksanaan Kehamilan dan Persalinan pada Ibu pengidap VHB
a.       Pada infeksi akut VHB dan adanya hepatitis fulminan persalinan pervaginam usahakan dengan trauma sekecil mungkin dan rawat bersama dengan spesialis penyakit dalam. Gejal hepatitis fulminan antara lain sangat ikterik, nyeri perut kanan atas, kesadaran menurun dan hasil periksa urin warna seperti the pekat, urobilin dan bilirubin positif, pada emeriksaan darah selain urobilin dan bilirubin positif SGOT dan SGPT sangat tinggi biasanya di atas 1000.
b.      Pada ibu hamil dengan Viral Load tinggi dapat dipertimbangkan pemberian HBIG atau Lamivudin pada 1-2 bulan sebelum persalinan. Mengenai hal ini masih ada beberapa pendapat yang menyatakan lamividum tidak ada pengaruh teratogenik obat tersebut.
c.       Persalinan sebaiknya jangan dibiarkan belangsung lama, khususnya pada ibu dengan HBsAg positif. Wong menyatakan persalinan berlangsung lebih dari 16 jam, sudah meningkatkan kemungkinan penularan VHB intra uteri. Persalinan pada ibu hamil dengan titer VHB tinggi (3,5 pg/ml) atau HB sAg positif, lebih baik seksio sesaria. Demikian juga jika persalinan yang lebih dari 16 jam pada pasien pengidap HBsAg positif.
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny ”S”  G1P00000 UK 20 MINGGU  PATOLOGIS
DI RS. Ibu dan Anak
I.    SUBYEKTIF
Tanggal : 25 Februari 2012   Oleh : Mahasiswa    Pukul : 18.00
1.      Identitas
Nama Ibu
Umur
Suku/bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Penghasilan
Alamat
No. telp.
No. register
: Ny S
: 21 Thn
:Indonesia
:Islam
:SMA
:IRT
: (-)
: Jl.Indah Barat
: (-)
: 2030
Nama Suami
Umur
Suku/bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Penghasilan
Alamat
No. telp.
No. register
: Tn T
: 23 Thn
:Indonesia
:Islam
:SMA
:Swasta
:(-)
:Jl.IndahBarat
:031-7689956
: (-)

2.      Keluhan utama (PQRST) :
ibu mengatakan demam sejak 2 minggu yang lalu mual, muntah, pusing nafsu makan menurun, diare dan nyeri pada ulu hati

3.      Riwayat Kebidanan        :
·         Kunjungan                  : pertama/ulang ke 1
·         Riwayat menstruasi     :
·         Menarce                  : 13 tahun
·         Siklus                      : 28 hari
·         Banyaknya              : 50  cc
·         Lamanya                 : 7 hari
·         Sifat darah              :       cair          bergumpal       flek
·         Warna                     : Merah segar
·         Bau                                     :       anyir        busuk
·         Disminorhoe           :           ya        tidak
§  Lama                       :  3 hari
·         Flour albus              :        ya                       tidak
§   Kapan              : Sebelum (sebelum/sesudah haid)
§   Lama               : 3 hari
§   Bau                  : Tidak
§   Warna              : …..
§   Banyak            :……..
·         HPHT                     : 07 Oktober 2011
4.      Riwayat obstetri yang lalu
HAMIL INI
5.      Riwayat kehamilan sekarang
1.      Keluhan                                         :
Trimester I                                             : Ibu merasa senang dengan kehamilannya
Trimester II                                            : Ibu merasa senang dengan kehamilannya
2.      Frekwensi pergerakan dalam 3 jam terakhir         : ………… kali
3.      Penyuluhan yang sudah di dapat                          : ………...
a.       Nutrisi
b.      Imunisasi
c.       Istirahat
d.      Kebersihan diri
e.       Aktifitas
f.       Tanda-tanda bahaya kehamilan
g.      Perawatan payudara/laktasi
h.      Seksualitas
i.        Persiapan persalinan
j.        KB
4.      Imunisasi yang sudah di dapat     : TT



5.            Pola  Kesehatan Fungsional
Pola Fungsi Kesehatan
Sebelum hamil
Selama hamil
1.Pola Nutrisi

Ibu makan porsi cukup 3x/hari, minum 6 gelas/hari
Ibu tidak mau makan, makan 2x/hari dengan porsi setengah, minum 5 gelas/hari
2.Pola Eliminasi
BAB 2x/hari
BAK 5-6x/hari
BAB 2x/hari
BAK 6-7x/hari (warna seperti teh pekat)
3.Pola Istirahat

Tidur siang 3 jam
Tidur malam 7 jam
Ibu tidur siang 2 jam
Tidur malam 5 jam
4.Pola Aktivitas

Ibu melakukan aktifitas rumah tangga
Ibu hanya bisa istirahat
5.Pola seksual
Ibu melakukan hubungan seksual 3-4x/seminggu
Ibu melakukan hubungan seksual 2x/minggu
6.   Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan  : merokok, alcohol, narkoba, obat – obatan, jamu, binatang peliharaan



7.         Riwayat penyakit sistemik yang pernah di derita : Hepatitis
1.      Jantung
2.      Ginjal
3.      Asma
4.      TBC
  1. Hepatitis
  2. DM
  3. Hipertensi
  4. TORCH
8.         Riwayat kesehatan dan penyakit keluarga : Hepatitis
1.      Jantung
2.      Ginjal
3.      Asma
4.      TBC
5.      Hepatitis
6.      DM
7.      Hipertensi
8.      TORCH
9.      Gemeli

9.            Riwayat psiko-social-spiritual
·      Riwayat  emosional :
Trimester I      :ibu merasa sedih dengan kehamilannya
Trimester II     :  ibu merasa sedih karena takut menularkan virus terhadap bayinya
·      Status perkawinan
Kawin         : 1 kali
Suami ke     : 1
Kawin I      : Umur  20  tahun
                     Lamanya  1 tahun
Kawin ke II : umur ……………   tahun
  Lamanya……..........   tahun
a.   Kehamilan ini
Direncanakan             Tidak direncanakan
b.   Hubungan dengan keluarga
   akrab            biasa                terganggu
c.    Hubungan dengan orang lain
   akrab            biasa                terganggu
d.   Ibadah / spiritual
   patuh            tidak patuh                   
e.    Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilannya :
Ibu merasa senang dengan kehamilannya
f.    Dukungan keluarga :
Keluarga mendukung dengan kehamilan ibu
g.   Pengambil keputusan dalam keluarga :
Suami
h.   Tempat dan petugas yang diinginkan untuk bersalin :
RS, Dokter
i.     Tradisi :
Aqiqah, 7 bulanan
j.     Riwayat KB :
Belum pernah menggunakan KB

II.    OBYEKTIF
1.   Pemeriksaan Umum
a.       Keadaan umum      :
lemah                      baik
b.      Kesadaran
Compos mentis 
Apatis   
Somnolen
Sopor
Koma
c.       Keadaan emosional            :
  kooperatif          depresi                      agresif             hipoaktif
  bingung              menarik diri              cemas              marah
  hiperaktif           gelisah
d.      Tanda –tanda vital
¨      Tekanan darah  : 110/90 mmHg.
¨       Nadi                 : 100 kali/menit
¨      Pernafasan        : 20 Kali / menit
¨       Suhu                :  37  0C
e.       Antropometri
¨      BB sebelum Hamil       : 55 kg
¨      BB periksa yang lalu    : 57 kg
¨      BB sekarang                 : 56 kg
¨      Tinggi Badan                : 156 cm
¨      Lingkar Lengan Atas    : 28 cm
f.       Taksiran persalinan             : 14 Juli 2012
g.      Usia Kehamilan                  : 20 minggu
2.      Pemeriksaan Fisik (Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi)
a. Wajah          : simetris, tidak ada odema, tidak ada kloasma gravidarum
b.Rambut        : bersih, tidak ada ketombe
c. Mata             : bentuk simetris, konjungtiva pucat, sclera ikterik
d.      Mulut & gigi : bersih, tidak ada caries dan stomatitis
e. Telinga         : simetris, tidak ada serumen
f. Hidung         : simetris, tidak ada nyeri tekan, bersih, fungsi penciuman baik
g.Dada            : bentuk simetris, tidak ada tarikan dinding dada
h.Mamae         :bentuk simetris, tidak ada nyeri tekan, ada hiper pigmentasi aerola
i.  Abdomen      : tidak ada bekas luka oprasi, teraba ballottement, ada nyeri tekan pada ulu hati
¨   Leopold I              :          
¨   Leopold II             :          
¨   Leopold III                       :          
¨   Leopold IV            :
¨   TFU Mc. Donald : …….. cm
¨   TBJ/EFW              :  …….. gram
¨   DJJ                        : 136 x/menit
j.  Genetalia     : tidak ada odema, tidak ada keputihan
k.Ekstremitas  : tidak ada odema, fungsi pergerakan baik
3.   Pemeriksaan Panggul
a.    Distancia Spinarum  : 25 cm
b.   Distancia cristarum  : 27 cm
c.    Conjugata eksterna  : 17 cm
d.   Lingkar panggul       : 85 cm
e.    Distancia tuberum    : 13cm
4.   Pemeriksaan Laboratorium
a.    Darah :
·         Bilirubin
·         SGOT dan SGPT  >1000
·         HBsAg
b.   Urine :
·         Urobilin
5.   Pemeriksaan lain :
k.   USG :
l.     NST :

III.    ASSESMENT
1.   Interpretasi Data Dasar
a.       Diagnosa    : Ny “S” G1P00000 UK 20 minggu, Hidup, tunggal, K/U Ibu Kurang baik dengan Hepatitis
b.   Masalah      : Gangguan Rasa nyaman, nyeri
Gangguan Sosial, konsep diri
c. Kebutuhan  : - Meyakinkan ibu bahwa bidan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu ibu mengatasi masalahnya dan ibu tidak perlu takut.
- Memberikan obat pereda nyeri
- Memberikan obat pelindung hati
2.   Antisipasi terhadap diagnosa/masalah potensial
Nekrosis hepatica
3.   Identifikasi kebutuhan akan tindakan segera/kolaborasi/rujukan
Kolaborasi dengan dokter SpOG
IV.    PLANNING
Tujuan                  : Setelah di berikan asuhan kebidanan dapat meringankan beban ibu
 Kriteria Hasil      : - ibu merasa tenang
-  KU Ibu dan janin baik
- ibu dapat beraktifitas seperti biasa
1.  Intervensi
·         Jalin hubungan baik dengan px dan keluarga
R/ untuk memudahkan petugas dalam melakukan pemeriksaan
·         Jelaskan mengenai keadaan ibu sekarang kepada keluarga
R/ agar ibu dan keluaga tidak cemas dengan keadaanya
·         Jelaskan penyebab terjadinya hepatitis kepada keluarga
R/ agar keluarga mengetahui penyebab terjadinya hepatitis
·         Lakukan konseling kebutuhan nutrisi dan istirahat
R/ agar kebutuhan istirahat dan nutrisi ibu dapat terpenuhi dengan baik dan cukup
·         Kolaborasi dengan dokter
R/ untuk mengatasi masalah dengan mencegah komplikasi
2.   Implementasi
·         Menjalin hubungan baik dengan px dan keluarga dengan cara memberi salam
·         Menjelaskan mengenai keadaan ibu sekarang kepada keluarga
-          Ibu dalam keadaan kurang stabil emosinya
-          Ibu terjangkit hepatitis degan kehamilannya
·         Menjelaskan penyebab terjadinya hepatitis kepada keluarga
Salah satu penyebab terjadinya Hepatitis antara lain :
-          Disebabkan oleh virus VHB
-          Kurangnya kebersihan dalam aktivitas
·         Melakukan konseing kebutuhan nutrisi dan istitahat
-          Memberitahu kepada ibu agar istirahat yang cukup tidur siang 3 jam dan tidur malam 7-8 jam
-          Memberitahu kepada ibu agar makan cukup 3x/hari dengan porsi cukup dan di tambah susu atau buah
·         Melakukan kolaborasi dengan dokter
Jika terjadi komplikasi yang lebih parah bisa melakukan rujukan ke RS
3.      Evaluasi : SOAP
S : pasien mengatakan sudah paham mengenai penyebab hepatitis
O : K/U Ibu dan janin baik,  
            TD : 110/90, RR : 22x/mnt, Nadi : 88x/mnt, Suhu : 36,9Âșc
A : G1P00000, UK 20 minggu dengan hepatitis
P : - lakukan konseling mengenai istirahat dan nutrisi
            Makan 3x/hari, tidur malam 7-8 jam/hari
-          Mengajak keluarga untuk menjaga kondisi ibu
-          Kolaborasi dengan dokter untuk konseling





















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Hepatitis virus pada kehamilan dapat ditularkan kepada janin, baik in utero maupun segera setelah lahir. Pengaruh dalam kehamilan, terjadinya abortus, partus prematurus, dan kematian janin dalam kandungan. Bahaya yang paling mengancam ibu adalah pada saat pasca persalinan, karena sering terjadi perdarahan yang hebat dan sulit di kontrol.






















DAFTAR PUSTAKA

Bari Abdul. 2006.  Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Fadlun, Feryanto Achmad. 2011. Asuhan Kebidanan Patologis. Jakarta : Salemba Medika
Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
http://www.4shared.com/file/183673657/b0c138cc/KEHAMILAN_DENGAN_HEPATITIS.html Di unduh pada tanggal 05 maret 2012. Pukul 09.00 WIB
http://desifitrianiaja.blogspot.com/2011/04/hepatitis.html Di Unduh pada tanggal 05 maret 2012. Pukul 09.10 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar