Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 14 April 2012

MAKALAH TENTANG KONSEP ISLAM


MAKALAH
TENTANG KONSEP ISLAM


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia – Nya sehingga makalah yang berjudul “Konsep Islam” dapat diselesaikan.
Sebagai mahasiswa keperawatan, kita wajib tahu dan mengerti tentang apa jenis dan karakteristik konsep islam. Walaupun demikian, dalam makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan. Penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan serta kemajuan di masa yang akan datang.

                                                           
                                                                                    Surabaya 15 Oktober 2011

                                                                                                    Penulis












DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………………………………………… 
Daftar Isi ……………………………………………………………………………….

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang penulisan …………………………………………………………
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………..
1.3 Tujuan Masalah…………………………………………………………………….
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Konsep Islam …………………………………………………………
2.2 Tujuan Berislam ………………………………………………………………….
2.3. Makna penting berislam dalam masyarakat ……………………………………..

BABA 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………
3.2 Saran…………………………………………………………………..………….

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………….
Sumber ………………………………………………………………………………  







BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Islam adalah sebuah agama yang lengkap dan paripurna. Ia mencakup segala aspek kehidupan mulai dari doa bangun tidur di pagi hari sampai tata cara dan adab tidur pada malam hari. Dari ide tentang penciptaan manusia hingga hukum dan filosofi pemerintahan dan hubungan antar negara. Bahkan, isam berkembang dalam perbandingan yang lurus dengan logika dan ilmu pengetahuan. Maka sepantasnya seseorang yang mengaku sebagai umat Islam yag baik juga adalah seorang ideologis dan berilmu karena Islam tidak bisa diterapkan tanpa ilmu. Baik dalam aspek ibadah maupun muamalah, sama-sama tidak bisa diterapkan tanpa ilmu pengetahuan. Karenanya, Islam selalu memiliki rasionalisasi ats segala ajarannya dan selalu bisa dihadapkan dengan oposisi biner baik dalam bentuk agama lain ataupun ilmu pengetahuan sekuler.
Sebagai agama, Islam menuntut untuk dipahami dan diimplementasikan dengan kaaffah atau lengkap. Sehingga Ia tidak bisa hanya menjadi kepercayaan dan rasionalisasi, melainkan harus juga mencakup praktik ritual ibadah dan penyembahan dalam lingkup hablun minal Laah (hubungan dengan Allah) dan tata cara bermasyarakat dengan segala aspeknya dalam lingkup hablun minan naas (hubungan dengan manusia).

1.2 Rumusan Masalah
1  Apa pengertian dari konsep islam?
2.  Apa tujuan dari berislam?
3.  Apa makna penting berislam dalam masyrakat?


1.3 Tujuan penulisan
1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata Kuliah Pendidikan Agama
2. Untuk dijadikan acuan dalam penilaian
3. Untuk menambah wawasan khususnya mahasiswa dan umumnya para pembaca
4. Menumbuhkan motivasi  bagi para pembaca untuk terus mencari informasi tentang pengetahuan.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Konsep Islam
Islam secara etimologi (bahasa) berarti tunduk, patuh, atau berserah diri. Adapun menurut syari’at (terminologi), apabila dimutlakkan berada pada dua pengertian yaitu:

1.pertama
Apabila disebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka pengertian Islam mencakup seluruh agama, baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), juga seluruh masalah ‘aqidah, ibadah, keyakinan, perkataan dan perbuatan. Jadi pengertian ini menunjukkan bahwa Islam adalah mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati dan berserah diri kepada Allah Azza wa Jalla atas semua yang telah di-tentukan dan ditakdirkan, sebagaimana firman Allah Subhana wa Ta’ala tentang Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam.
2. kedua
Apabila kata Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang dimaksud Islam adalah perkataan dan amal-amal lahiriyah yang dengannya terjaga diri dan harta-nya baik dia meyakini Islam atau tidak. Sedangkan kata iman berkaitan dengan amal hati.

2.2 Tujuan Berislam
Tujuan berislam adalah untuk membimbing, menuntun, dan menolong manusia agar ia bisa mengetahui asal-usulnya, makna keberadaannya di tengah-tengah alam semesta, dan tujuan akhirnya yang  sebenarnya.

1). Islam mengajarkan bahwa manusia barasal dari Allah, berada dalam kekuasaan Allah, dan kembali kepada Allah. Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan kepada-Nyalah kita kembali (QS Al-Baqarah [2]            156).
Berasal dari Allah artinya kita diciptakan Allah, berada dalam kekuasaan Allah berarti kita tidak pernah terpisah dari Allah, terlepas dari Allah, dan berdiri sendiri diluar Allah.
Sedangkan kembali kepada Allah berarti kembali ke asal mula, kembali kepada Yang Mutlak, Tak Terbatas, dan Yang Esa, yaitu Allah, karena memang tiada sesuatu pun yang berada di luar Yang            Mutlak.

2). Islam mengajarkan bahwa Allah itu Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pengatur, Pemelihara, Penjaga, dan Yang Mengurus segala sesuatu yang ada di alam semesta (QS Al Faatihah [1] : 2). Oleh sebab itu, juga tiada sesuatu pun yang terlepas dari pengaturan, pemeliharaan, dan penjagaan allah.
           
3). Islam mengajarkan bahwa Allah itu memberi manusia petunjuk, bimbingan, tuntunan, pertolongan, dan perlindungan. Petunjuk Allah itu ada yang langsung dan tidak langsung. Petunjuk Allah yang tidak langsung itu melalui para malaikat-Nya kitab suci-Nya, para rasul, nabi,   dan      wali-Nya.
Sedangkan bimbingan Allah secara langsung itu melalui hidayah, ilham dan wahyu khusus untuk nabi      dan            rasul-Nya.

4). Islam mengajarkan bahwa Allah itu menurunkan hujan, memberi manusia rezeki, menyembuhkan penyakit (yang bisa menyembuhkan bukan dokter, dokter hanya bisa memberi resep), dan menyelamatkan manusia, dan yang selain Allah itu tidak bisa mendatangkan mudarat dan manfaat tanpa seizing allah.
           
5). Islam mengajarkan bahwa allah itu dekat dengan manusia Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah) bahwa AKU dekat (QS Al-Baqarah [2]



2.3 Makna Penting Berislam
Manusia adalah khalifah di muka bumi. Islam memandang bahwa bumi dengan segala isinya merupakan amanah Allah kepada sang khalifah agar dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. Untuk mencapai tujuan suci ini, Allah memberikan petunjuk melalui para rasul-Nya. Petunjuk tersebut meliputi segala sesuatu yang dibutuhkan manusia baik akidah, akhlak, maupun syariah.
Dua komponen pertama, akidah dan akhlak, bersifat konstan. Keduanya tidak mengalami perubahan apapun dengan berbedanya waktu dan tempat. Adapun syariah senantiasa berubah sesuai dengan kebutuhan dan taraf peradaban umat, yang berbeda-beda sesuai dengan masa rasul masing-masing. Hal ini diungkapkan dalam Al’Qur’an Surah Al-Maa’idah ayat 48 yang artinya “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang“
Juga oleh Rasulullah saw, dalam suatu hadits, HR Bukhari, Abu Dawud, dan Ahmad yang artinya :
“Para rasul tak ubahnya bagaikan saudara sebapak, ibunya (syariahnya) berbeda-beda sedangkan dinnya (tauhidnya) satu “.
Oleh karena itu, syariah Islam sebagai suatu syariah yang dibawa oleh rasul terakhir, mempunyai keunikan tersendiri. Syariah ini bukan saja menyeluruh atau komprehensif,  tetapi juga universal. Karakter istimewa ini diperlukan sebab tidak akan ada syariah lain yang datang untuk menyempurnakannya.







BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ø  Pengertian konsep islam adalah Islam secara etimologi (bahasa) berarti tunduk, patuh, atau berserah diri. Adapun menurut syari’at (terminologi), Apabila kata Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang dimaksud Islam adalah perkataan dan amal-amal  Sedangkan kata iman berkaitan dengan amal hati.
Ø  Tujuan dari berislam adalah Tujuan berislam adalah untuk membimbing, menuntun, dan menolong manusia agar ia bisa mengetahui asal-usulnya, makna keberadaannya di tengah-tengah alam semesta, dan tujuan akhirnya yang sebenarnya.
Ø  Makna penting dari islam dalam masyrakat yaitu Manusia adalah khalifah di muka bumi. Islam memandang bahwa bumi dengan segala isinya merupakan amanah Allah kepada sang khalifah agar dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. Untuk mencapai tujuan suci ini, Allah memberikan petunjuk melalui para rasul-Nya. Petunjuk tersebut meliputi segala sesuatu yang dibutuhkan manusia baik akidah, akhlak, maupun syariah.
           
3.2 Saran
Ø  Semoga makalah ini dapat memberi atau menambah wawasan, serta manfaat bagi kita semua terutama kami selaku pembuat makalah.
Ø  Apabila makalah yang kami buat belum sempurna kami selaku pembuat makalah sangat mengharapkan kritik dan saran guna untuk kesempurnaan makalah yang kami buat.
           


Daftar Pustaka


1. Mohammad Daud Ali, 1993, Hukum Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, Hal. 5.
2. Sumiyati, 1981, Asas-asas Hukum Islam, Shinta Yogyakarta, Hal. 7-8.
3. Nasr, 1981, Islam dalam Cita dan Fakta, Leppenas, Jakarta, Hal. 19.
4. Ibid., Hal 14.
5. Rasjidi, 1972, Kuliah Hukum Islam I, Bulan Bintang, Jakarta, Hal. 21.
6. Mohammad Daud Ali, 1993, Hukum Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, Hal. 21
7. Mohammad Daud Ali, 1993, Hukum Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, Hal. 21
8.Abddul Ghofur Anshori, 2008, Hukum Islam Dinamika dan Perkembangannya di Indonesia, Kreasi Total Media, Yogyakarta, Hal. 13.
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar