Info Kesehatan

healhty

Minggu, 15 April 2012

makalah dipertikular kolon


DAFTAR ISI
 HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I   PENDAHULUAN
1.1        Latar belakang
1.2         Rumusan masalah
1.3         Tujuan
1.4         Ruang lingkup
BAB II PEMBAHASAN
2.1        Pengertian dipertikular kolon
2.2      Penyebaran hipertikular kolon
2.3      Penyebab penyakit dipertikular kolon
2.4      Pengobatan penyakit dipertikular kolon
BAB III PENUTUP
3.1        Kesimpulan
3.2      Saran
DAFTAR PUSTAKA




























KATA PENGANTAR
              Puji syukur kepada kehadirat Allah swt yang telah memberikan rahmanya, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
              Tak ada manusia yang sempurna begitu halnya dengan makalah ini masih banyak kekurangan dengan kata lain masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu penulis membuka pintu saran dan kritiknya yang membangun dari para pembaca pada umumnya dan pembimbing pada khususnya demi mencapai kesempurnaan.
              Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing sebagai prasyarat untuk mengikuti ujian akhir semester. Dan semoga maklah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.






Surabaya, 14 Mei 2004
Penulis










BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
                     Penyakit divertikular adalah penyakit yang belum dikenal di negara barat sebelum abad ke 20, setelah terjadi perkembangan dan kemajuan industri yang diikutu dengan pola makan dan konsumsi jenis makanan dari yang mengandung banyak serat ke jenis makanan yang kurang mengandung banyak serat. Penyakit divertikular mulai muncul dan makin meningkat prevalensinya sesuai dengan peningkatan umur penduduk.
                     Divertikel atau divertikulosis dapat dibawa dari lahir tetepi ditemukan setelah lahir dan kebanyakan pada usus besar khususnya pada kolon sigmoid dan kolon desendens. Oleh karena penyakit muncul setelah terjadi kemajuan industri danperubahan pola makan di negara-negara barat maka penyakit ini disebut sebagai disiase of avilizetion.
                     Di indonesia data prevalensi divertikel dan penyakit divertikular belum ada, biasanya kelainan ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan radiologi atau endoskopi untuk mendeteksi suatu kelainan lain kolon.
                     Dipilihnya penyakit dipilihnya penyakit divertikular kolon sabagi makala ini karena selain penyakit ini endemik di Indonesia, divertikel kolon adalah penyakit yang cukup berbahaya karena divertikular kolon ini penyakit yang menyerang pada usus besar menjadi tebal sehingga menjadi segmentasi usus untuk itu kita makan makanan yang banyak mengandung serat.
1.2        Rumusan Masalah
1.2.1        Apakah divertikular kolon itu?
1.2.2        Penyebaran divertikular kolon
1.2.3        Apakah penyebab dari divertikular kolon
1.2.4        Bagaimana cara pengobatan divertikular kolon
1.3        Tujuan
Adapun  tujuan yang ingin dicapai adalah
1.         Dapat menambah wawasan tentang macam penyakit
2.         Dapat mengetahui lebih jauh lagi tentang divertikular kolon
3.         Penyebaran informasi kepada publik (masyarakat luas)
1.4        Ruang Lingkup
1.4.1        Pengertian divertikular kolon
1.4.2        Penyebab timbulnya divertikular kolon
1.4.2.1        Gejala-gejala dari divertikular kolon
1.4.2.2        Macam-macam bentuk gejala divertikular kolon dan penyebaran divertikular kolon
1.4.2.3        Pengobatan penyakit
1.4.3.1  Pencegahan penyakit divertikular kolon
1.4.3.2  Pengobatan penyakit divertikular kolon





















BAB II
PEMBAHASAN
2.1      Pengertian Divertikular Kolon
                     Divertikular kolon yaitu divertikel / divertikulasis adalah suatu keadaan dimana terjadi herniasi mukosa dan submukosa usus melalui cela antara otot sirkulasi dinding usus, pada tempat masuknya arteri dari lapisan sukrosa ke lapisan submukosa. Berbeda dengan vertikel kongenital dimana seluruh lapisan usus merupakan dinding vertikel yang diderita setelah lahir dindingnya hanya terdiri dari lapisan mukosa dan submukosa.
                     Divertikel dengan mukosa yang mengalami hernasi hanya terbatas  sampai kepada submukosa atau muskularis propria, disebut divertikel tidak kompleks sedangkan apabila bersiasi menembus seluruh lapisan usus disebut divertikel kompleks. Penyakit divertikular pengertian divertikel atau divertikulasis yang bergejala divertikulitis, predifertikilitis dan perikulitis.
                     Divertikulatis merupakan komplokasi yang timbul pada divertikel dimana terjadi inflamasi pada satu atau lebih divertikel dan apabila proses inflamasi terbatas di sekitar divertikel disebut peridivertikulitis dan apabila menyebar pada jaringan dan organ sekitarnya disebut perikulitis.
2.2      Penyebaran Divertikular Kolon
                     Walaupun sebelum abad ke 20 divertikulasis kolon masih jarang ditemukan di negara barat, tetapi pada beberapa puluh tahun terakhir ini prevalensi penyakit ini makin meningkat sejalan dengan meningkatnya umur penduduk. Divertikel yang diderita sejak lahir bisanya ditemukan pada umur 40 tahun keatas. Dan pada umur 30-40 tahun ditemukan kurang dari 10 % kasus,pada umur 50-60 tahun prevalensinya meningkat, menjadi 25-30 % dan sesudah umur 70 tahun meningkat menjadi 40 %, perbandingan antara pasien laki-laki dan perempuan adalah sama.
                     Lokasi divertikel 80-95 % ditemukan pada kolon sigmoid, sisanya pada kolon desendens dan pada bagian kolon lainnya, umumnya 80 % pasien tidak memberikan gejala-gejala klinis sementara dari 15 % kasus-kasus divertikel memberi gejala terutama rasa nyeri pada perut kiri bawah disertai perubahan kebiasaan difekkasi. Dikatakan bahwa gejala-gejala ini tidak secara langsung terkait dengan vertikel tetapi merupakan gejala gangguan motilitas usus yang sering ditemukan pada sindrom kolon iritatif, sebagaian kecil (12-25 %) divertikel pada satu waktu akan berkomplikasi.
                     Penelitian membuktikan bahwa makanan yang mengandung kurang serat akan meningkatkan prevalensi divertikel / atau divertikulasis. Selama 5 tahun ini hanya menemukan 5 kasus penyakit divertikular kolon, 2 kasus dengan keluhan nyeri-nyeri perit bagian  bawah dan diagnosis dibuat dengan pemeriksaan radiologis, 3 orang lainnya dengan keluhan hematokesia, diagnosis dibuat dengan pemeriksaan endoskopik. Jenis kelainan yang mengalami penyakit ini laki-laki berumur diatas 55 tahun.
2.3      Penyebab penyakit divertikular kolon
                     Hasil-hasil studi epidemiologis mendukung hubungan kausal antara penyakit divertikular dengan makanan yang mengandung kurang serat. Divertikel / divertikulasis di negara-negara berkembang / miskin seperti di Asia dan Afrika dengan makanan pokok yang mengandung banyak serat prevalensinya sangat rendah, akan tetapi apabila orang-orang di negara berkembang di negara maju dengan pola makanan seperti orang barat.
                     Patogenesis terjadi divertikel / divertikulasis kolon disebabkan oleh kerja sama antara dua faktor yaitu:
1.         Menurunnya kekuatan / tegangan otot dinding kolon
                     Pada lapisan otot sirkular dinding kolon yang merupakan anyaman serat otot diperkuat oleh jaringan ikat, pada jarak tertentu ditembus / dilalui oleh pembuluh darah arteri dari lapisan serosa yang masuk ke dalam lapisan submukosa untuk membawa zat-zat makanan dan oksigen tempat masuknya arteri ini merupakan cela yang lemah sehingga pada tempat ini dimungkinkan terjadi herniasi mukosa dan submukosa yang membentuk divertikel. Disamping kelemahan anatomis ini juga terjadi perubahan jaringan kolon pada orang tua sintesis serat kolon menurun, serat kologen secara normal mempunyai peran untuk memperkuat tegangan otot-otot dinding usus, dan apabila kualitas dan kuantitasnya menurun terutama pada orang tua maka cela yang ada semakin lemah sehingga divertikel semakin mudah terbentuk.
2.         Peningkatan dalam lumen kolon
                     Peningkatan ini sama seperti peningkatan kontraksimusus yang tetap dan berulang menyebabkan memendeknya jaringan otot  longitudinal dan secara bersamaan menyebabkan otot sirkular segmentasi usus dengan tekanan lumen yang meningkat. Sebagai akibat tekanan ini terjadi herniasi mukosa dan submukosa melalui cela seperti di atas, bahwa makanan yang mengandung serat menyebabkan terbentuknya tinja dengan besar dan berat yang meningakt sehingga transittime dan kolon lebih pendek dan menurunkan tekanan dalam lumen, oleh karena dinding kolon sebaliknya terbentuk tinja yang kecil-kecil yang dipakai untuk mendorong keluar yang mempunyai transittime lebih panjang.
                                    Gejala-gejala fungsional dan kelainan morfologis pada usus dapat dibedakan yaitu diantaranya dengan keluhan seperti nyeri atau kram pada perut kiri bawah, difeksi yang tidak teratur dengan obstipasi lebih dominan dari diare. Gejala ini disebabkan oleh gangguan motilitas usus besar sama seperti pada sindrom usus iritatif. Dan apabila proses radang berlanjut terus berkomplokasi radang akan menyebar mengenai seluruh lapisan dinding kolon dan organ- organ di sekitarnya, pada perikolitis terjadi perfarasi usus dan apabila perfarasi masih tertutp oleh jaringan.
                                    Pada perfarasi yang tertutup dapat terbentuk abses yang sukar dibedakan dengan divertikulisis, biasanya dapat pula terbentuk fistula antara usus dengan organ seperti fistula usus dengan kandungan kemih atau fistula usus dengan kulit. Apabila  divertikulitis terjadi berulang- ulang atau divertikulitis kronik akan terbentuk jaringan granulasi dan fibrisis yang menyebabkan stenosis usus dengan gejal-gejala subilus / illeus obstruktif. Kemudian terjadi pendarahan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di pinggir atau pada atap divertikel dan bukan karena faktor radang. Berat ringannya pendarahan bervariasi dan 80 % dapat berhenti sendiri namun bisa berulang .

2.4      Pengobatan Penyakit Divertikular Kolon
                        Mencegah dari pada mengobati, karena baik pengobatan secara medis maupun pengobatan secara bedah yang sudah berhasil, pencegahan perlu digunakan dengan tetap menggunakan makanan yang mengandung serat tinggi.
                     Pengobatan hampir tidak berhenti pada divertikel / divertikulasis dengan gejala-gejala fungsional pengobatan konservatif dan pencegajhan dapat dilakukan dengan pemberian makanan yang berserat tinggi, bila perlu ditambahkan bahan yang dapat meningkatkan bentuk dan volume veses seperti mucofalk (dari plantago ovata seed shells) yang tersdia dalam bentuk granula. Kebutuhan akan serat berhari-hari sekitar 20-25 g dan bahan-bahan yang mengandung banyak serat seperti selulose, hemiselulose, pektin, lignin, obligasakarida yang tidak diserap dan alginat.
                     Akan sehari-hari yang banyak mengandung serat seperti sayur-sayuran, kentang, salad, kedelai dan buah-buahan padaumumnya baik untuk dikonsumsi secara terus menerus untuk mencegah terjadinya divertikel. Pada penggunaan makanan yang berserat tinggi sebaliknya disertai minum air yang banyak 1,5-2,5 liter perhari. Oleh karena serat tidak diabsor psi oleh usus dan akan menarik air yang banyak agar dapat meningkatkan besar dan  berat feses, dengan demikian teransittime dalam kolon lebih cepat dan juga tekanan dalam lumen usus akan menurun. Bila ada rasa nyeri dapat diberikan sepasmolitik atau dengan kompres air hangat.



















BAB III
PENUTUP
3.1     Kesimpulan
              Penyakit divertikular kolon adalah penyakit yang menyerang mukosa dan usus melalui cela antara otot sirkulasi dinding usus pada tempat masuknya arteri dari lapisan serosa ke lapisan submukosa.
              Gejala kunci yang terpenting adalah terjadinya nyeri atau kram pada perut kiri bawah, difekasi yang tidak teratur dengan opstipasi lebih diminan dari diare dan nafsu makan berkurang, kadang-kadang mual dan muntah. Pemeriksaan feses dapat menemukan perut kembung, nyeri lokal dan dapat teraba dengan adanya massa pada perut kiri bawah.
              Pencegahan dan pengobatan dengan cara pemberian makanan yang berserat tinggi atau makanan sehari-hari yang mengandung banyak serat seperti sayur-sayuran, kentang, salad, kedelai dan buah- buahan. Oleh karena itu kita harus mencegahnya agar tidak terkena penyakit seperti divertikuler kolon.
3.2  Saran
              Dalam makalah “ penyakit divertikuler kolon “ini masih dapat kekurangan seperti halnya pada pengobatan, mungkin dari pembaca mendapatkan alternatif lain untuk pencegahan dan pengobatan agar tidak terjadi atau timbul penyakit divertikuler kolon ini. Untuk itu para masyarakat luas jangan sampai kekurangan makanan yang mengandung serat.
              Saran dan kritik yang membangun masih penulis harapkan demi tercapainya suatu kesempurnaan pada makalah ini.


             





DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, Arif. “Kapita Selekta Kedokteran”. 2000. Edisi ketiga. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Perce, Evelyinc. “Anatomi Dan Fisiologi Untuk Para Medis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar