Info Kesehatan

healhty

Jumat, 13 April 2012

JURNAL TENTANG GANGGUAN MAKAN


JURNAL TENTANG GANGGUAN MAKAN
Tugas psikologi klinis
 










Disusun Oleh:
Juang NurAni Pangastuti ( 2010 166 3012)


PROGRAM STUDI S1 PSIKOLOGI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2011


1.      TEMA PENELITIAN

Gambaran Klinis
Kebanyakan orang melihat diri mereka sebagai orang dengan kelebihan berat badan, walaupun sebenarnya mereka menderita kelaparan atau malnutrisi.Makan, makanan dan kontrol berat badan menjadi suatu obsesi. Seseorang dengan AN akan sentiasa mengukur berat badannya berulang kali, menjaga porsi makanan dengan berhati-hati, dan makan dengan kuantiti yang sangat kecil dan terhadap pada sebagian makanan
Barangkali, di Indonesia, gangguan makan sebatas dikenali ketika seseorang enggan makan atau pilih-pilih makanan. Namun, gangguan makan sebenarnya lebih jauh dari itu. Gangguan makan merupakan salah satu jenis gangguan mental serius yang sudah dibakukan dalam DSM-IV-TR. Memang, saat ini jumlah penderita gangguan makan di Indonesia tidaklah lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah penderita gangguan makan di Amerika atau Inggris. Akan tetapi, mengingat saat ini kita berada pada era globalisasi dimana setiap hari, jam, menit, dan detik kita disuguhkan dengan informasi dari seluruh dunia, bukanlah hal yang tidak mungkin jika kemudian terjadi peleburan budaya dan nilai-nilai terkait bentuk tubuh ideal, yang ditenggarai sebagai salah satu penyebab timbulnya gangguan makan. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika kita melakukan langkah preventif terhadap timbulnya gangguan makan serta menyebarluaskan langkah-langkah penanggulangan gangguan makan, mengingat gangguan ini merupakan salah satu gangguan mental yang dapat menyebabkan penderitanya kehilangan nyawa.










2.      METODE DAN SUBJEK PENELITIAN

A.     Metode penelitian

Eating Attitudes Test (EAT) adalah suatu tes standard, laporan ukur sendiri untuk gejala dan menyangkut sifat yang berkaitan dengan gangguan makan. Ujian ini diperbuat untuk menghemat kedua-dua administrasi dan masa scoring. EAT telah digunakan sebagai ujian penyaringan dan instrumen dalam menemukan kasus pada populasi yang non-klinis. Analisis faktor pada 40 soal yang asli oleh Garner dan Garfinkel pada tahun 1979 telah menghasilkan 26 soal ukuran yang disingkatkan, EAT-26 (Garner, Olmsted, Bohr, dan Garfinkel, 1982). Total skor pada EAT-26 ini adalah jumlah semua skor bagi individu yang melakukan ujian.
EAT tidak memberi diagnosis spesifik bagi suatu gangguan makan tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa EAT dapat menemukan kasus atau sebagai instrumen penyaringan untuk mengenal mereka yang berisiko tinggi untuk terjadinya suatu gangguan makan yang serius. Tiada instrumen penyaringan lain, termasuk EAT yang telah ditetapkan sebagai sangat efektif dan satu-satunya cara
untuk mengidentifikasi gangguan makan. Hal ini disebabkan oleh prevalensi gangguan makan yang relatif rendah pada sebagian besar populasi yang menjadi kepentingan.Sehingga bahkan dengan uji yang sangat valid, hal ini masih lagi sukar untuk dicapai dengan efisiensi yang tinggi untuk menemukan gangguan makan yang mempunyai prevalensi antara 2 – 4% dalam populasi remaja atau wanita muda.Kejadian gangguan makan yang relatif rendah telah menyebabkan rekomendasi untuk membatasi pemutaran (screening) hanya pada kelompok “berisiko tinggi” dan terdapat “dua tahapan” metode yang dapat digunakan yaitu dengan menggunakan kuesioner penyaringan yang diadministrasi kepada sampel atau keseluruhan populasi dan hanya dengan skor tinggi yang diwawancara.







3.      HASIL PEMBAHAHASAN

DEFINISI EATING DISORDERS
  Menurut Lisal, Johan S, 2008 eating disorders (gangguan makan) adalah suatu sindrom psikiatrik yang ditandai oleh pola makan yang menyimpang terkait dengan karakteristik psikologik yang berhubungan dengan makan, bentuk tubuh, dan berat badan.
  Eating disorder adalah gangguan pada tingkah laku pola makan individu (http://indocina.org).
  Anorexia Gangguan Pola Makan. Penyakit bulimia, anorexia, compulsive dan juga kasus gangguan pada pola makan sangat identik dengan wanita. Tetapi, penyakit itu ternyata bisa juga menyerang pria. Sayangnya, pria yang menderita anorexia atau bulimia merasa malu untuk bercerita dan mendatangi ahli untuk mengatasi masalah tersebut.
  Tak berbeda jauh dengan wanita, para pria menjadi anorexia karena mereka sangat berhasrat untuk selalu mengontrol tubuh dan berat badan mereka. Ahli diet percaya salah satu penyebab anorexia karena mereka ingin merubah bentuk tubuh mereka agar terkesan indah. Tubuh seperti David Beckham dianggap para pria sebagai standar tubuh yang sehat dan seksi. Ditambah lagi, tren saat ini di dunia fashion sangat melekat dengan imej pria bertubuh kurus.
  Bagaimana anda memandang penampilan fisik anda saat ini? Apakah anda gemuk atau cukup langsing? Bagaimana persepsi anda terhadap penampilan anda sendiri? Jika anda adalah seseorang yang bertubuh langsing, atau jika penilaian orang anda cukup kurus, dan anda belum puas dengan penampilan langsing anda saat ini, awas anda mengalami gangguan anorexia nervosa.   
  Gangguan pola makan anoreksia nervosa dan bulimia nervosa banyak terjadi di kalangan remaja, terutama remaja putri. Adalah hal yang wajar bila remaja memerhatikan penampilan fisik mereka. Namun bila berlebihan maka bisa menjadi obsesif dan memengaruhi pola makan mereka.
  Pada awalnya si penderita biasanya hanya mencoba menurunkan berat badan  atau ingin membentuk tubuh yang ideal, namun keinginan itu lama-kelamaan berubah menjadi obsesif dan di luar kendali.


TIGA BENTUK GANGGUAN MAKAN
1.      Anoreksia Nervosa
Ø  Definisi :
Anorexia nervosa merupakan gangguan pola makan yang melibatkan keinginan luar biasa untuk memiliki tubuh yang langsing melalui kelaparan.Anorexia nervosa ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita anorexia nervosa dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi) dan memengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya. Anorexia nervosa merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal, pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGT, hingga disfungsi hati akut pada tingkat lanjut.      
Seseorang yang menderita anorexia nervosa disebut sebagai anoreksik atau (lebih tidak umum) anorektik.Istilah ini sering kali, namun tidak benar disingkat menjadi anorexia, yang berarti gejala medis kehilangan nafsu makan.Anorektik dapat juga menunjuk ke obat penahan nafsu.     
Anorexia nervosa biasanya berawal pada masa-masa remaja awal hingga pertengahan, sering diikuti oleh episode diet dan beberapa jenis stress. Anorexia nervosa banyak dialami oleh model, artis, dan orang-orang yang over protektif tentang penampilan fisik mereka.Gangguan ini lebih sepuluh kali lebih mungkin diderita perempuan daripada laki-laki. Saat anorexia nervosa terjadi pada laki-laki, gejala dan ciri lain (misal citra tubuh yang menyesatkan dan konfik keluarga) biasanya mirip dengan yang dilaporkan oleh perempuan yang mengalami gangguan tersebut.
Ø  ciri utama anorexia nervosa adalah sebagai berikut:
  • Berat badan Berat badan mereka kurang dari 85% dari apa yang dianggap normal bagi usia dan tinggi badan mereka (rumus Berat Badan yang ideal adalah “Tinggi Badan, kurang 100 plusminus 10%”). Contoh kasus menghitung berat badan ideal. Jika seseorang tingginya 170 cm, maka berat badannya yang ideal adalah 170 – 100 = 70. 70 x 10% = 7. Berarti berat badannya yang ideal bergerak antara 63 kg sampai 77 kg.
  • b. Mereka memiliki ketakutan yang amat sangat akan kelebihan berat badan. Rasa takut tidak berkurang dengan turunnya berat badan.
  • Mereka memiliki citra tubuh yang menyesatkan mengenai bentuk tubuh mereka. Bahkan saat mereka sangat kurus, mereka melihat diri mereka sendiri gemuk. Mereka biasanya sering menimbang berat badan, sering mengukur badan mereka, dan menatap dengan kritis pada diri mereka dicermin.
  periode menstruasi yang tidak stabil pada wanita yang telah puber (www.lekompress.web.id).
Ø  PENYEBAB DAN GEJALA ANOREKSIA NERVOSA
v  Penyebab
Penyebab anoreksia tidak diketahui, tetapi faktor sosial tampaknya memegang peranan penting. Penderita ingin menjadi kurus karena kegemukan dianggap tidak menarik, tidak sehat dan tidak diinginkan.
v  Gejala
Banyak penderita wanita yang sangat teliti dan kompulsif, dengan standar yang sangat tinggi untuk berprestasi dan sukses. Indikasi awal dari kecenderungan terjadinya kelainan ini adalah
Ø  GEJALA LAINNYA YANG KHAS
  Denyut jantung lambat
  Tekanan darah rendah
  Suhu tubuh rendah
  Pembengkakan jaringan karena penimbunan cairan (edema)
2.      Bulimia Nervosa
Ø  Definisi
Bulimia nervosa adalah pesta makanan yang diikuti dengan mencuci perut atau sampai muntah.Bulimia nervosa adalah suatu kelainan binge (makan dalam jumlah banyak) yang diikuti dengan memuntahkannya baik dirangsang oleh penderita maupun dengan obat pencahar, diuretik (peluruh kemih) atau keduanya dan diet yang sangat ketat serta olah raga yang berlebihan untuk mengatasi efek dari binge.
Bulimia ditandai dengan kebiasaan makan banyak, lalu mencoba mengkompensasi secara ekstrim, seperti memaksakan diri muntah atau berolahraga dengan keras.Misalnya, penderita suka “berpesat pora” menyantap makanan kesukaannya, lalu besok paginya dia berangkat ke pusat kebugaran untuk berolahraga sampai lemas.Penderita bulimia mungkin mengalami fluktuasi berat badan, tapi jarang sampai kurus seperti penderita anoreksia.Mereka memiliki berat badan normal atau bahkan gemuk. Untuk dapat didiagnosis bulimia, seseorang harus makan banyak dan “membersihkan dirinya” secara teratur, minimal dua kali seminggu selama beberapa bulan
Ø  TANDA-TANDA BULIMIA NERVOSA
  Makan Banyak berkelanjutan
  Menguruskan badan dengan diet berlebihan, puasa, latihan berlebihan atau memuntahkan kembali.
  Secara berkelanjutan masuk ke kamar mandi setelah makan
  Selalu mengukur diri dengan bentuk badan dan berat badan
  Depresi atau emosi tidak stabil
  Periode menstruasi yang tidak umum
  Mulas-mulas.
Ø  FAKTOR PENYEBAB BULIMIA NERVOSA
  Masalah keluarga
  Perilaku maladaptif
  Pertentangan identitas diri
  Budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik.
Ø  GEJALA BULIMIA NERVOSA
  Binge merupakan suatu keadaan dimana ketika kehilangan kendali, penderita mengkonsumsi sejumlah besar makanan dengan cepat.  Binge seringkali diikuti dengan muntah, diet yang ketat dan olah raga yang berlebihan.  jumlah makanan yang dimakan selama binge, bisa sangat banyak atau biasa saja.  Stres emosional seringkali memicu terjadinya binge, yang biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
  Bulimia mencerminkan kekhawatiran akan kegemukan (obesitas) dan beberapa penderitanya mengalami obesitas, tetapi berat badan mereka cenderung turun-naik di sekitar berat badan normal. Perangsangan muntah (dengan memasukkan tangan/benda ke dalam tenggorokan) bisa menyebabkan:
1.      Pengikisan email gigi
2.      Pembengkakan kelenjar ludah di pipi (kelenjarparotis)
3.      Peradangan kerongkongan.
3.      OVEREATING COMPULSIVE
Ø  Definisi
Individu dengan gangguan overeating compulsive juga dikenal dengan sebutan binge-eating disorder merupakan bentuk dari perilaku makan dimana individu seperti kehilangan kontrol terhadap nafsu makan. Tidak seperti gangguan bulimia, individu dengan gangguan overeating ini tidak melakukan kegiatan apapun untuk menguruskan badannya. Akibatnya, kebanyakan individu dengan gangguan ini mengalami berat badan berlebihan (obesitas).
Penyakit Obsesif-Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi.Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan.Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi.
Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya.Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya.
Penderita gangguan ini mungkin telah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu tersebut yang timbul secara berulang-ulang akan tetapi tidak mampu menahan dorongan melakukan tindakan berulang untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja.


GEJALA
Obsesi yang umum bisa berupa kegelisahan mengenai pencemaran, keraguan, kehilangan dan penyerangan.Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang, dengan maksud tertentu dan disengaja.
Sebagian besar ritual bisa dilihat langsung, seperti mencuci tangan berulang-ulang atau memeriksa pintu berulang-ulang untuk memastikan bahwa pintu sudah dikunci.Ritual lainnya merupakan kegiatan batin, misalnya menghitung atau membuat pernyataan berulang untuk menghilangkan bahaya.
Penyakit obsesif-kompulsif berbeda dengan penyakit psikosa, karena pada psikosa penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan.Penderita merasa takut dipermalukan sehingga mereka melakukan ritualnya secara sembunyi-sembunyi.Sekitar sepertiga penderita mengalami depresi ketika penyakitnya terdiagnosis.
Gejala ditandai dengan pengulangan (repetatif) pikiran dan tindakan sedikitnya 4 kali untuk satu kompulsi dalam sehari dan berlangsung selama 1 sampai 2 minggu selanjutnya. Gejala utama obsesi-kompulsif harus memenuhi kriteria:
  1. Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan. 
  2. Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil.
  3. Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya. 
  4. Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.
Penyebab Obsesif Kompulsif adalah: 
  1. Genetik - (Keturunan). Mereka yang mempunyai anggota keluarga yang mempunyai sejarah penyakit ini kemungkinan beresiko mengalami OCD (Obsesif Compulsive Disorder). 
  2. Organik – Masalah organik seperti terjadi masalah neurologi dibagian - bagian tertentu otak juga merupakan satu faktor bagi OCD. Kelainan saraf seperti yang disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab OCD. 
  3. Kepribadian - Mereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih cenderung mendapat gangguan OCD. Ciri-ciri mereka yang memiliki kepribadian ini ialah seperti keterlaluan mementingkan aspek kebersihan, seseorang yang terlalu patuh pada peraturan, cerewet, sulit bekerja sama dan tidak mudah mengalah. 
  4. Pengalaman masa lalu - Pengalaman masa lalu/lampau juga mudah mencorakkan cara seseorang menangani masalah di antaranya dengan menunjukkan gejala OCD.
  5. Gangguan obsesif-kompulsif erat kaitan dengan depresi atau riwayat kecemasan sebelumnya. Beberapa gejala penderita obsesif-kompulsif seringkali juga menunjukkan 
  6. Konflik - Mereka yang mengalami gangguan ini biasanya menghadapi konflik jiwa yang berasal dari masalah hidup. Contohnya hubungan antara suami-istri, di tempat kerja, keyakinan diri.
Penanganan Gangguan Makan:
Gangguan pola makan adalah masalah klinis serius yang membutuhkan perawatan profesional. Dalam jangka panjang, anoreksia nervosa dapat menyebabkan semua gangguan akibat kekurangan gizi.Bulimia nervosa paling sering dikaitkan dengan gangguan hidroeletrolitik yang timbul karena efek fisik dari muntah.Angka kematian akibat kedua penyakit itu tidak boleh diabaikan, sekitar 15%.Kematian terutama disebabkan oleh aritmia jantung, perdarahan gastrointestinal, dan bunuh diri (pada mereka yang juga mengalami depresi).
TREATMENT/PENANGANAN
Psikoterapi.
Treatment psikoterapi untuk gangguan obsesif-kompulsif umumnya diberikan hampir sama dengan gangguan kecemasan lainnya. Ada beberapa faktor OCD sangat sulit untuk disembuhkan, penderita OCD kesulitan mengidentifikasi kesalahan (penyimpangan perilaku) dalam mempersepsi tindakannya sebagai bentuk penyimpangan perilaku yang tidak normal. Individu beranggapan bahwa ia normal-normal saja walaupun perilakunya itu diketahui pasti sangat menganggunya. Baginya, perilaku kompulsif tidak salah dengan perilakunya tapi bertujuan untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik-baik saja. Faktor lain adalah kesalahan dalam penyampaian informasi mengenai kondisi yang dialami oleh individu oleh praktisi secara tidak tepat dapat membuat individu merasa enggan untuk mengikuti terapi.


4.      KESIMPULAN
Anorexia Nervosa merupakan salah satu jenis gangguan makan yang serius, dan memiliki potensi untuk membahayakan hidup seseorang.Gangguan ini memiliki karakteristik utama dengan merasakan kelaparan yang ekstrim (self-starvation) dan keinginan untuk menurunkan berat badan secara drastis serta penolakan untuk menjaga berat tubuh yang normal.
Ciri-ciri :
·         Cenderung menginginkan berat badannya terus menurun walaupun sudah jauh dari berat normal yang seharusnya.
·         Memiliki ketakutan yang berlebih bahwa ia akan menjadi gendut atau berat badannya akan naik, meskipun sebenarnya ia sangat kurus.
·         Selalu merasa bahwa tubuhnya gendut walaupun bentuk tubuh dia sebenarnya sudah sangat kurus.
·         Adanya gangguan pada siklus menstruasi pada perempuan. Hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus anorexia.
Tipe :
·         Restricting type : membatasi diri untuk makan, menolak untuk makan
·         Binge eating/purging type : makan banyak dan kemudian memuntahkannya kembali. Melakukan aktivitas olaharaga secara berlebihan.
Bulimia Nervosa merupakan jenis gangguan makan yang berpotensi serius mengancam hidup seseorang.Karakteristik dari gangguan ini adalah memakan makanan dalam jangka waktu tertentu (biasanya kurang dari 2 jam) dan dalam jumlah yang sangat banyak bila dibandingkan dengan jumlah makanan yang biasa dimakan seseorang pada jangka waktu tersebut.Dan setelah itu dikuti dengan kompensasi yang tidak sesuai demi mencegah peningkatan berat badan.
Ciri :
·         Adanya episode binge eating yang berulang
·         Adanya tingkah laku kompensasi yang tidak sesuai untuk mencegah peningkatan berat badan, seperti: sengaja memuntahkan makanan, menyalahgunakan obat-obatan, berpuasa, atau olahraga berlebihan.
·         Muncul paling tidak dua minggu sekali selama tiga bulan.
·         Penilaian terhadap diri sangat dipengaruhi oleh bentuk dan berat tubuh.
Tipe :
·         Purging type : sering kali memuntahkan makanan atau menggunakan obat-obatan untuk mencegah peningkatan berat badan.
·         Non-purging type : melakukan tindakan kompensasi berupa berpuasa atau melakukan olahraga secara berlebihan.
Binge Eating Disorder merupakan tipe gangguan makan yang tidak memiliki spesifikasi khusus.Gangguan makan ini memiliki karakteristik kegiatan makan banyak atau berlebihan yang berulang-ulang dalam waktu singkat, namun tidak disertai oleh tindakan kompensasi setelah makan berlebihan tersebut.
Ciri :
·         Makan lebih cepat dari biasanya
·         Makan sampai merasa sangat kenyang atau terlalu kenyang sampai muncul rasa tidak nyaman pada perut
·         Memakan makanan dengan jumlah yang sangat banyak walaupun sedang tidak merasa lapar.
·         Makan ketika sedang sendirian atau sembunyi-sembunyi karena merasa malu dengan jumlah makanan yang ia makan
·         Merasa jijik dengan diri sendiri, depresi, dan merasa sangat bersalah setelah makan terlalu banyak.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar