Info Kesehatan

healhty

Rabu, 11 April 2012

HERNIA


H  E  R  N  I  A

A.       PENGERTIAN
Hernia adalah : Tonjolan keluar sebagian rongga perut yang keluar melalui daerah yang lemah pada dinding rongga perut dimana rongga tersebut seharusnya berada dalam keadaan normal tertutup.

Jenis Hernia :
1.    Menurut lokasi / fotografinya : hernia Inguinalis, hernia umbikalis, hernia fermoralis.
2.    Menurut isinya : Hernia usus halus, hernia omentum.
3.    Menurut terlihat atau tidaknya bila terlihat disebut hernia exsternal misalnya hernia inguinalis, hernia scrotalis dan sebagainya sedangkan bila tidak terlihat dari luar disebut hernia intrna, contohnya hernia diapagma, hernia foramen winslow, hernia akturaforia.
4.    Menurut kasusnya : hernia kogenital, hernia traumatika, hernia insisional.
5.    Menurut keadaannya : bila isi hernia dapat dimasukan kembali. Hernia ireponbilis  bila tidak dapat dimasukan kembali. Hernia inkoserata bila tidak dimasukan kembali dan ada gangguan jalannya isi usus.

B.       PATOFISIOLOGI

Peningkatan tekanan intra abdominalis yang meninggi yang menyebabkan dinding otot abdominalis melemah yang biasanya disebabkan oleh batuk – batuk kronik, bersing yang kuat, mengangkat barang yang berat, truma, kehamilan, obisitas dan kelainan kongenital.

 

C.       ASUHAN KEPERAWATAN

1.      Pengkajian
a.  Data Subjektif
Sebelum operasi : Adanya benjolan di selangkang / kemaluan, nyeri didaerah benjolan, mual muntah, kembung, konstipasi, tidak nafsu makan, pada bayi bila menangis atau batuk yang kuat timbul benjolan.
              Sesudah Operasi : Nyeri di daerah operasi lemas, pusing, mual, kembung.
    b. Data objektif.
        Sebelum operasi  : Nyeri bila benjolan tersentuh, pucat, gelisa,   
        spasme otot, demam dehidrasi, terdengar bising  usus pada  
        benjolan.
  Sesudah Operasi : Terdapat luka pada selangkang, puasa, selaput mukosa mulut kering, anak bayi rewel.
c.    Data Laboratorium
        Darah leukosit > 10.000 – 18.000 / mm3, serum elektrolit 
        meningkat.
d.    Data pemeriksaan diagnostik : X ray
e.    Potensial komplikasi :
·           Terjadi perlekatan antara isi hernia dengan dinding kantung hernia
·           Terjadi penekanan terhadap cincin hernia akibat semakin banyak usus yang naik.
·           Timbul edema bila terjadi obstruksi usus yang menekan pembuluh darah dan kemudian timbul nekrosis.
·           Bila terjadi penyumbatan dan perdarahan akan timbul perut kembung, muntah dan okstipasi.
·           Bila isi perut terjepit dapat terjadi shock, demam asidosis metabolik dan akses.
2.      Diagnosa Keperawatan, goal dan Intervensi
a.  Sebelum operasi :
1.    Nyeri berhubungan dengan adanya benjolan pada selangkang.
Goal : Nyeri berkurang sampai hilang secara bertahap pasien dapat beradaptasi dengan nyeri.




Intervensi :
·        Obsevasi tanda tanda vital
·        Observasi keluhan nyeri, kolasi, jenis dan intensitas nyeri
·        Jelaskan penyebab rasa sakit  dan cara menguranginya.
·        Beri posisi tidur yang nyaman.
·        Ciptakan lingkungan yang tenang.
2.    Kecemasan anak berhubungan dengan akan diadakan tindakan pembedahan.
Goal : anak hiperaktif dalam asuhan keperawatan expresi wajah
           tenang.
Intervensi :
·            Kaji tingkat kecemasan pasien.
·            Jelaskan prosedur persiapan operasi seperti pengambila darah, puasa, jam operasi.
·            Dengarkan keluhan anak.
·            Beri kesempatan anak untuk bertanya.
·            Jelaskan pada pasien tentang apa yang akan dilakukan dikamar operasi dengan terlebih dahulu dilakukan pembiusan.
·            Jelaskan tentang keadaan pasien setelah operasi.
3.    Kecemasan orang tua berhubungan dengan akan dilakukan tindakan pembedahan
Goal : Orang tua kooperatif dalam pendampingan perawatan.
Intervensi :
·        Kaji tingkat kecemasan orang tua
·        Jelaskan prosedur persiapan operasi seperti pengambilan darah, waktu puasa dan jam operasi.
·        Dengarkan keluhan orang tua.
·        Beri kesempatan pada orang tua untuk bertanya.
·        Jelaskan pada orang tua tentang apa yang akan dilakukan di kamar operasi dengan terlebih dahulu dilakukan pembiusan.
·        Jelaskan keadaan pasien setelah operasi.

4.    Resiko tinggi kurang volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah.
Goal : Torgor kulit elastis
Intervensi :
·        Obsevasi tanda vital setiap 4 jam
·        Puasa makan minum
·        Timbang berat badan anak setiap hari
·        Kalau perlu pasang infus dan NGT sesuai program dokter
·        Hentikan makan minum yang meransang mual dan muntah
·        Obsevasi jumlah dan isi muntah
·        Catat dan informasikan kepada dokter tentang muntahnya.
·        Monitor dan catat cairan masuk dan keluar.
    b.  Sesudah Operasi
1.            Nyeri berhubungan dengan luka operasi.

Goal : Nyeri berkurang secara bertahap

Intervensi :
·         Kaji intensitas  nyeri pasien.
·         Observasi tanda tanda vital dan keluhan pasien.
·         Letakkan anak pada tempat tidur dengan teknik yang tepat sesuai dengan pembedahan yang dilakukan.
·         Beri posisi tidur yang menyenangkan dan aman.
·         Anjurkan untuk sesegera mungkin anak beraktifitas secara bertahap.
·         Beri terapi analgesik sesuai program medik
·         Lakukan tindakan keperawatan anak dengan hati hati.
·         Anjurkan teknik relaksasi.
2.    Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah setelah pembedahan.
Goal : Turgor kulit elastik, tidak kering mual dan muntah tidak ada.



Rencana tindakan :
·         Obsevasi tanda tanda vital tiap 4 jam
·         Monitor pemberian infus.
·         Beri makan dan minum secara bertahap.
·         Monitor tanda tanda dehydrasi.
·         Monitor dan catat cairan yang masuk dan keluar.
·         Timbang berat badan setiap hari.
·         Catat dan informasikan ke dokter tentang muntahnya.
3.            Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan luka opersai.
Goal : Luka operasi bersih, kering, tidak ada bengkak, tidak ada perdarahan.
Intervensi :
·        Obsevasi keadaan luka operasi dari tanda tanda peradangan, demam, merah, bengkak, dan keluar cairan.
·        Rawat luka dengan teknik steril.
·        Jaga kebersihan sekitar luka operasi.
·        Beri makanan yang bergizi dan dukung pasien untuk makan.
·        Libatkan keluarga untuk menjaga kebersihan luka operasi dan lingkungannya.
·        Kalau perlu ajarkan keluarga dalam pearwatan luka operasi
4.    Resiko tinggi hipertensi berhubungan dengan infeksi pada luka operasi.
Goal : Luka operasi bersih, kering, tidak bengkak, dan tidak ada perdarahan, suhu dalam batas normal ( 36 – 37  C ).
Intervensi :
·        Observasi tanda tanda vital tiap 4 jam
·        Beri terapi antibiotik sesuai program medik.
·        Beri kompres hangat.
·        Monitor pemberian infus.
·        Rawat luka operasi dengan teknik steril.
·        Monitor dan catat cairan masuk dan keluar.
5.    Kurang pengetahuan tentang perawatan luka operasi berhubungan dengan kurang informasi .
Goal : Orang tua mengerti tentang perawatan luka operasi. Orang tua dapat memelihara kebersihan luka operasi dan perawatannya.
Intervensi :
·        Anjurkan kepada orang tua cara merawat luka operasi dan menjagah kebersihannya.
·        Diskusikan tentang keinginan keluarga yang ingin diketahuinya.
·        Beri kesempatan keluarga untuk bertanya.
·        Anjurkan untuk meneruskan pengobatan / minum  obat secara teratur di rumah dan kontrol kembali ke dokter.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar