Info Kesehatan

healhty

Minggu, 15 April 2012

CONTOH ASKEP KOMUNITAS


Lampiran 1
ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI WILAYAH RW 011 KELURAHAN CIPINANG
KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

DX Keperawatan
Sasaran
Tujuan
Strategi
Rencana Kegiatan
Sumber
Tempat
Waktu
Kriteria
Standar Evaluasi
Evaluator
2. Resiko Terjadi penyakit akibat lingkungan  yang kurang sehat (ISPA, Peny kulit, Diare). Masyarakat RW 011 Kel. Cipinang  s/d
·   Kurangnya pengetahuan warga RW 011 tentang kesehatan lingkungan.
·   Kurang motivasi warga RW 11 memelihara ling kungan yang sehat
·   Terpaparnya lingkungan yang tidak sehat yang dimanifestasikan dengan:
*    Sampah berserakan (10,5 %)
*    Udara berbau taksedap (10,2%)
*    Adanya genangan air (5,3 %)
*    Got terbuka (16,3 %)
*    Got tersumbat banyak sampah (10,5%)
*    Kebiasaan keluarga menyimpan makanan terbuka di atas meja (3,89%)
Setelah tinda kan kepera watan sela ma 1 thn daiharapkan warga masyarakat RW 011 terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang buruk dengan indikator ISPA menurun, diare menurun, dan angka kesakitan menurun.
Setelah dilaku kan tindakan ke perawatan se lama 5 ming gu (sampai ahir Oktober 1997):



1. Pengtahuan masyarakat tentang kebersihan lingkungan meningkat.









KIM









1.1.Penyuluhan kepada keluarga binaan tentang kebersihan lingkungan.

1.2. Memotivsi keluarga untuk menjaga kebersihan lingkungan

1.3. Memasang poster tentang kebersihan lingkungan dan akibat yang ditimbulkan.









Mahasiswa
Pokjakes
Puskesmas
Ketua RT
Ketua RW
Kumpulan materi penyuluhan









Keluarga Binaan tiap RT









Senin, Selasa, Kamis, Jum’at
















Respon verbal









75% keluarga binaan menyebutkan ciri-ciri lingkungan sehat, akibat dari lingkungan  yang tidak sehat menimbulkan ISPA, diare, dan DBD









Mahasiswa Pokjakes, Kader
Karang Taruna
*    Penyakit yang sering diderita dalam 6 bulan terkahir ISPA (69,3%), diare (16,9%), panas kejang (2,3%).
*    Dari 26 keluarga binaan semuanya mempunyai masalah kesehatan lingkungan.

*    Jumlah kader yang ada belum mendapatkan pelatihan kesehatan lingkungan.


2. Pengetahuan  kader tentang kesehatan lingkungan meningkat
Pelatihan dan penyegaran kader
Penyebaran informasi
2.1.Mengadakan pelatihan dan penyegaran kader bekerjasama dengan pokjakes dan puskesmas
Mahasiswa
Pokjakes
Puskesmas
Ketua RT
Ketua RW
Kumpulan materi pela tihan kader
Balai RW 011
13-10-97 s/d 14-10-1997
Respon verbal
70 % kader dapat menyebutkan ciri-ciri lingkungan yang bersih dan sehat yaitu keadaan sampah tidak berserakan, got mengalir, ada tempat sampah yang tertutup, tidak adanya lalat yang berkerumun, lingkungan tidak berbau, ventilasi dan penerangan cukup, jarak WC dan sumber air minimal 10 meter dan dapat menyebutkan panyakit akibat lingkungan buruk, yaitu ISPA, diare dan DBD
Mahasiswa FIK-UI


3. Masyarakat termotivasi menciptakan lingkungan bersih atau sehat
Penggerakamassa.

Lomba kebersihan

Penyebaran  informasi.

3.1. Bersama masyarakat melakukan kerja bakti massal



3.2.Melakukan lomba kebersihan lingkungan RW 011 dengan memasang poster dan pamflet lomba kebersihan
Mahasiswa
Pokjakes
Puskesmas
Ketua RT
Ketua RW


Wilayah RW 011
12-10-1997






12-10-97 s/d
20-10-97
Psikomotor







Psikomotor
Afektif
70 % masyarakat turut berperan serta aktif melakukan kerja bakti massal di lingkungan RT masing-masing.


70 % masyarakat RW 011memperhatikan kebersihan lingkungannya dengan membuang sampah pada tempatnya, sampah  tidak  menumpuk, aliran got lancar/tidak tersumbat, mempunyai tempat sampah di tiap rumah yang tertutup.
Puskesmas
Kelurahan Pokjakes
Mahasiswa FIK-UI



Puskesmas
Kelurahan Pokjakes
Mahasiswa FIK-UI




ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI WILAYAH RW 011 KELURAHAN CIPINANG  
KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

DX Keperawatan
Sasaran
Tujuan
Strategi
Rencana Kegiatan
Sumber
Tempat
Waktu
Kriteria
Standar Evaluasi
Evaluator
3. Resiko terjadinya penurunan derajat kesehatan lansia di wilayah RW 011 sehubungan dengan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 tahun diharapkan :
Setelah tindakan keperawatan selama 5 minggu diharapkan :








*  Kurangnya kesadaran masyarakat tentang masalah kesehatan lansia
*  Kuranganya pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang tumbuh kembang lansia dan perubahan-perubahan pada lansia yang dimanifestasikan dengan :
*  Jumlah lansia 90 0rang
*  Angka kesakitan lansia 83 %
*  Penyakit yang diderita lansia; rematik (41,1%), kencing manis (10%), dan hypertensi (32,2%)
*  Lansia yang ingin dibentuknya karang wredha (52,2%)
Angka kesakitan lansia menurun dari 83% menjadi 37%
1. Keluarga dan lansia mendapatkan informasi tentang : masalah kesehatan lansia dan tumbuh kembang lansia dan perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia, dan perawatan pada lansia yang sakit.
Penyebaran informasi




Penggerakan massa

KIM
1.1.Penyebaran poster dan unda ngan untuk penyu luhan lansia





1.2.Memberikan penyluhan kesehatan pada lansia tentang :
Tumbang lansia dan perubahan yang terjadi pada lansia dan perawatan lansia yang sakit.

Mahasiswa
Pokjakes
Puskesmas
Ketua RT
Ketua RW
Kumpulan materi penyuluhan
RT masing-masingdi di RW 011
17-10-97
Poster dan undangan disebar






Respon verbal dan psikomotor

Poster tersebar di masing-masing RT di wilayah RW 011

100% undangan tersebar



Minimal 60 % lansia di keluarganya mengikuti penyuluhan.
70% lansia dan keluarga yang hadir terlibat dalam penyuluhan dan tanya jawab.

*  Tidak ada wadah lansia untuk peningkatan kesehatan lansia
*  Tidak ada pembinaan terhadap kesehatan lansia.
*  Kegiatan lansia di masyarakat : Pengajian (40%), arisan (22,2%), senam (20%), tak ikut kegiatan (17,6%)

2.Kader mam pu memotivasi dan membe rikan penyulu han pada kelu arga yang mem punyai lansia tentang pera watan lansia.
Penyuluhan individu pada kader.
2.1.Membimbing kader dalam memberi penyuluhan tentang pentingnya perawatan lansia melalui kunjungan rumah
-
RT masing-masingdi di RW 011

Pengetahuan dan pengertian kader meningkat dalam perawatan lansia
· Kader ikut serta dalam penyuluhan.

· Kader dapat mengulangi kembali materi penyuluhan yang diberikan.


Mahasiswa FIK-UI

Koordinator kader


DX Keperawatan
Sasaran
Tujuan
Strategi
Rencana Kegiatan
Sumber
Tempat
Waktu
Kriteria
Standar Evaluasi
Evaluator









· Kader dapat mendemonstrasikan kembali ketrampilan dalam merawat lansia yang sakit.



3.Terbentuknya kelompok lansia (karang wredha)
Penggerakan massa
3.1.Bersama pokjakes mengadakan pembentukan kelompok lansia dan penyusunan rencana kegiatan
-
Balai RW 011
20-10-97
Struktur organisa si

Rencana kegiatan


· 60% lansia mengikuti acara pembentukan karang wredha.
· Terbentuknya struktur organisasi karang wredha
· Terbentuknya rencana kegiatan dalam 1 tahun
Mahasiswa FIK-UI

Pokjakes

Puskesmas.


4. Lansia mela kukan pemeri ksaan fisik secara teratur
Kerja sama lintas pro gram

Peran serta kader
4.1.Pelaksanaan pemeriksaan fisik oleh tenaga kesehatan dari puskesmas

4.2.Pencatatan pemeriksaan fisik lansia di KMS lansia

4.3.Pengobatan pada lansia yang mengalami gangguan kesehatan dengan merujuk ke puskesmas.
-
Posyandu
setiap tgl 11 tiap bulan.
Tercatat keadaan lansia dalam KMS lansia
· KMS lansia tercatat di puskesmas
· Lansia yang mengalami gangguan kesehatan dirujuk ke puskesmas untuk pengobatan.
Puskesmas

Pokjakes




DX Keperawatan
Sasaran
Tujuan
Strategi
Rencana Kegiatan
Sumber
Tempat
Waktu
Kriteria
Standar Evaluasi
Evaluator


5.Lansia dapat mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat secara rutin
·   KIM

·   Penyebaran informasi

·   Penggerakan massa

5.1.Memasang poster dan pengumuman melalui mesjid dan kader untuk kegiatan :
Pengajian dan ceramah agama

Senam lansia
-
Dilokasi setiap RT di wilayah RW 011

Kelurahan

Postedan pengumuman melalui mesjid dan kader.
·   Poster tersebar di masing-masing RT wilayah RW 011

·   Pengumuman kegiatan-kegiatan melalui corong mesjid

·   Kader menyebarluaskan informasi pada lansia yang ada di wilayahnya.
Puskesmas

Kader

Pokjakes


6.Lansia dapat mempunyai wawasan lebih luas mengenai kegiatan dan kehidupan lansia yang sebenarnya, serta lansia dapat mempunyai pengalaman baru.
·   Kerja sama lintas sektoral

·   Peran serta kader

·   Penggerakan massa
6.1.Mengadakan kunjungan ke panti wrehda bersama-sama (anggota karang wredha)






6.2.Mengadakan rekreasi anggota karang wredha secara rutin
-
-
-
Kunjungan Karang Wredha RW 011 ke panti Wredha






Rekreasi ke Tman Wisata
·   90% anggota karang wredha mengikuti kunjungan.
·   50% lansia menyebutkan pengalamannya setelah melakukan kunjungan


·   50% lansia mengikuti rekreasi
·   50% lansia mengungkapkan pengalamannya setelah rekreasi















ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI WILAYAH RW 011 KELURAHAN CIPINANG  
KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

DX Keperawatan
Sasaran
Tujuan
Strategi
Rencana Kegiatan
Sumber
Tempat
Waktu
Kriteria
Standar Evaluasi
Evaluator
4. Resiko terjadinya kenakalan  remaja di RW 011 kelurahan Cipinang sehubungan dengan :

·   Kurang pengetahun remaj tentang tumbuh kembang dan masalah-msalah kenakalan remaja dan akibatnya.

·   Tidak berfungsinya wadah remaja untuk melakukan kegiatan

·   Dimanifestasikan dengaan

-Jumlah remaja : 194 orang
-Kebiasaan remaja; tidur larut malam / begadang (32,5%), merokok (30,2%), lain-lain (37,12%)

-Tanda-tanda yang sering dijumpai pada remaja : tidak ada nafsu makan (33,5%), mengantuk (12,8%), mata merah, malas dan sering mengururng diri (54,13%)

-Kegiatan remaja di masyarakat : pengajian (36,7%0, karang taruna (28,35%), olah raga (20,62%), PMR (3,61%)


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 tahun diharapkan tidak terjadi kenakalan remaja di wilayah RW 011
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 5 minggu diharapkan :


1. Pengetahuan remaja dan masyarakat tentang tumbuh kembang remaja dan masalah  kenakalan remaja serta penanggulangan masalah tersebut akan meningkat.









·   Penyebaran informasi

·   Penggerakan massa



·   KIM










1.1.Memasang poster dan pengumuman melalui mesjid dan kader untuk kegiatan penyuluhan remaja.

1.2. Memberikan materi penyuluhan tentang  :
Tumbuh kembang remaja
Masalah yang berkaitan dengan kenakalan remaja seperti miras, AIDS
Cara menanggulangi kenakalan remaja.
-









Disetiap lokasi masing-masing RT dan Posyandu






















































·   80% remaja mendapat undangan
·   Poster  terpasang di depan posyandu dan di masing-masing RT
70% remaja dan 50% kader di pokjakes an tokoh masyarakat hadir pada acara penyuluhan
·   80% remaja yang diberi pertanyaan dapat menjawab dengan benar

Mahasiswa FIK-UI

Kader

Pokjakes































-Dari hasil wawancara dan observasi banyak remaj putus sekolan dan pengangguran.










2.Keikutsertaan remaja dalam kegiatan yang ada dalam masyarakat














3.Remaja membentuk kegiatan-kegiatan baru yang menarik dan bermanfaat
·         KIM








Penggerakan massa

















Penggerakan masa

KIM







Penyebaran informasi
1.3.Melakukan sosiodrama / simulasikan tentang kenakalan remaja dan peran orang tua


2.1.Mengikutsertakan remaja dalam kegiatan di RW 011seperti kerja bakti massal.

2.2.Mengikutsertakan remaja dalam pelatihan dan penyegaran kader







3.1. Memasang pengumuman berupa poster dan penyebaran undangan untuk acara pembentukan pengurus karang tarunaRW 011 yang baru.

3.2.Bersama pengurus karang taruna yang lama dan pokjakes membentuk pengurus karang taruna yang baru
-









Setiap RT






Balai RW





Diwilayah RT




Balai RW









12-10-97






12-10-97





26-10-97





2-11-97






Sosiodram/simulasi







Remaja melakukan kerja bakti bersama masyarakat


Remaja menjadi kader









Poster dipasang

Undangan disebar.


·   70% remaja aktif dalam menganalisa kasus setelah sosiodrama




50% remaja masing-masing RT terlibat dan aktif dalam acara kerja bakti.


10% dari jumlah kader terdapat remaja sebagai kader
Remaja yang menjadi kader aktif dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan kader


80% remaja yang diundang hadir
100% undangan tersebar
Poster dan pengumuman terpasang di wilayah RT masing-masing.


Terbentuknya pengurus Karang taruna yang baru di RW 011
Seluruh remaja memberikan suara nya dalam pemilihan.
Mahasiswa FIK-UI

Kader

Pokjakes



Mahasiswa FIK-UI

Kader

Pokjakes













Mahasiswa FIK-UI

Kader

Pokjakes





3.3.Bersama pengurus karang taruna merencanakan kegiatan yang baru, menarik dan bermanfaat seperti : olah raga, musik, pengajian, pembayaran listrik secara kolektif dan penyuluhan remaja oleh tenaga kesehatan


Balai RW

-11-97

Kerja sama masyarakat dan remaja



Mahasiswa FIK-UI

Kader

Pokjakes






















Lampiran 1
ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI WILAYAH RW 011 KELURAHAN CIPINANG  
KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

DX Keperawatan
Sasaran
Tujuan
Strategi
Rencana Kegiatan
Sumber
Tempat
Waktu
Kriteria
Standar Evaluasi
Evaluator
1.Kurang gizi sedang sampai berat pada balita di RW 011 kelurahan Cipinang sehubungan dengan :
a) Kurangnya pengetahuan keluarga tentang gizi anak balita yang dimanifestasikan dengan :
-Dari 267 orang balita yang mempunyai KMS, (89,5%)
-Dari hasil angket, balita menimbang ke posyandu tiap bula (68,91%)
-Berat badan anak yang berada digaris kuning (41,57%) dan digaris merah (26,47%).
-Hasil angket: keluarga yang memberi makanan tambahan untuk balita diberi di warung tak terbungkus (8,61%), kue dijual dijalan(7,87%)
-Hasil supervisi : mahasiswa saat pelaksanaan posyandu jumlah rata-rata kunjungan balita tiap bulan adalah 40 balita pada masing-masing posyandu.
Masalah kurang gizi pada balita di RW 011 turun dari 69,84% menjadi 40,27%
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada  masyarakat selama 5 minggu diharapkan masyarakat  mampu   memgerti tentang pentingnya gizi , cara  menyusun  menu, dan cara menyajikan serta mengolah makanan bagi balita
·   KIM

·   Keluarga Binaan
Kunjungan keluarga binaan yang mempunyai balita:
-Memberi informasi tentang gizi balita.

Mendemonstrasikan cara mengolah, menyusun menu sehari-hari dan cara menyajikan makanan yang dapat meningkatkan nafsu makan.

-Supervisi penyajian menu sehari-hari keluarga terutama balita
Mahasiswa
Pokjakes
Puskesmas
Ketua RT
Ketua RW
Kumpulan materi penyuluhan
Rumah keluarga binaan
10-10-97




Respon verbal.



Respon psikomotor









Respon afektif dan perhatian terhadap menu balita




·   Menjelaskan kembali tentang gizi balita


·   Menyusun, mengolah dan menyajikan menu bergizi yang dapat meningkatkan nafsu makan balita


·   Penampilan sikap dan perhatian terhadap menu balita.
Mahasiswa

Kader



b) Dari hasil wawancara dengan beberapa kader:
-Kurang efektifnya penyuluhan gizi pada ibu-ibu yang mempunyai balita
-Penyuluhan dilakukan langsung saat penimbangan pada masing-masing individu
-Keluarga kurang menyadari pentingya gizi yang baik bagi balitanya.


KIM
Penggerakan massa
Penyebaran informasi


Penyuluhan tentang gizi balita pada kegaitan posyandu





Memotivasi kader untuk aktif mengikuti kegiatan posyandu.

Membantu kader dalam persiapan media informasi tentang gizi balita seperti poster tiguna makanan
Mahasiswa
Pokjakes
Puskesmas
Ketua RT
Ketua RW
Kumpulan materi penyuluhan
Balai RW 011 Posyandu bawah






Balai RW 011 Posyandu bawah
13-10-97









13-10-97
Respon Verbal






·   Masyarakat(ibu-ibu) yang mempunyai balita dapat menjelaskan kembali tentang gizi balita.


·   Masyarakat yang mempunyai balita dapat memahami tentang pentingnya gizi balita.

Mahasiswa

Kader

Puskesmas
c) Dari hasil supervisi: mahasiswa pada saat mengikuti kegiatan posyandu sarana untuk kegiatan kurang, jumlah kader yang ada 8 orang untuk jumlah posyandu yang aktif hanya 3 orang dari masing-masing posyandu.


KIM
Rekrut kader baru

KIM
Penyebaran informasi


Pelatihan dan penyegaran kader
Merekrut kader baru.







Mengaktifkan akder dalam kegiatan posyandu


Pelatihan dan penyegaran kader.
Simulasi kader untuk kegaiatan posyandu
Mahasiswa
Pokjakes
Puskesmas
Ketua RT
Ketua RW
Kumpulan materi penyegaran dan pelatihan kader
Balai RW 011 Posyandu bawah





Balai RW 011 Posyandu bawah


Balai RW 011 Posyandu bawah


8-10-97 s/d
10-10-97






13-10-97
s/d
14-10-97



13-10-97
s/d
14-10-97
Respon Afektif dan Psikomotor






Respon Psikomotor




Respon Psikomotor
Penambahan jumlah kader dari 8 orang menjadi 23 orang yang aktif (masing RT
2 orang)



Semua yang ada aktif dalam kegiatan posyandu



Semua kader yang ada dapat memberikan penyuluhan dan kunjungan rumah dengan baik
Mahasiswa FIK-UI

Kader

Puskesmas

Pokjakes







Mahasiswa FIK-UI

Kader

Puskesmas

Pokjakes






Lampiran 2
RENCANA TINDAK LANJUT  ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI WILAYAH RW 011 KELURAHAN CIPINANG  
KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

NO
MASALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS
RENCANA  KEPERAWATAN
WAKTU
PENANGGUNG JAWAB
YANG TERLIBAT
1.
Kurang gizi pada balita
1.1.Penyuluhan gizi pada ibu-ibu yang memiliki anak balita

1.2.Supervisi kader dalam mengoptimalkan fungsi 5 meja posyandu

1.3. Lomba kunjungan bayi dan balita ke posyandu dengan memperhatikan KMS
Satu  kali sebulan


Tanggal 3-11-1997



Tanggal 11 setiap bulan, sejak bulan oktober 1997
Ibu Sambas


Ibu Sambas



Ibu Hj. Juju
Pengurus Pokjakes
Kader





Pengurus Pokjakes
Kader

2.
Lingkungan yang tidak sehat
2.1. Kerja bakti massal
dua kali sebulan
Tiap minggu pertama dan minggu ke dua
Bpk. Sumarto
Aparat RW
Toma
Pokjakes
Kader
Karang Taruna
3.
Resiko terjadinya penurunan derajat kesehatan pada lansia di Wialayah RW 011
3.1. Pemeriksaan fisik


3.2. Senam Lansia


3.3. Pengajian


3.4. Ceramah agama

3.5. Kunjungan ke panti jompo
satu kali sebulan setiap tanggal 11.

satu kali sebulan setiap tanggal 11

satu laki seminggu setiap hari jum’at

satu kali seminggu

satu kali seminggu Desember 1997
Puskesmas
Ibu Sumarwan

Ibu Kislan


Ibu Hj. Juju


Ibu Hj.Juju

Ibu Sambas
Puskesmas
Karang Taruna

Pengurus Karang Wredha
Anggota karang Wredha


4.
Resiko terjadi kenakalan remaja
4.1.Pembentukan pengurus karang taruna baru

4.2.Pembuatan rencana kerja yang baru dan bermanfaat dalam jangka waktu 3 bulan sampai 1 tahun
Tanggal 2 N0vember 1997


Tanggal 2 November 1997
Sdr. Agus


Sdr. Julianto
Mahasiswa FIK-UI
Pengurus Karang Taruna lama
Aparat RW 011
Anggota Karang Taruna
Toga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar