Info Kesehatan

healhty

Rabu, 11 April 2012

Bakteri Penyebab Diare


A.    JUDUL  PENELITIAN:  Bakteri  Penyebab Diare Berdasarkan  Kelompok
                                                 Umur  Dan  Jenis  Kelamin  Di  Kota Kupang.
                                       
B.     BIDANG  ILMU :  MIPA / BIOLOGI

C.    PENDAHULUAN
Bakteri umumnya uniseluler (sel tunggal), tidak mempunyai klorofil, berkembang biak dengan pembelahan sel secara transversal atau biner. Hidup bebas secara kosmopolitan di mana-mana, khususnya di udara, tanah, di dalam air, pada bahan makanan, pada tubuh manusia, hewan ataupun tanaman. Sifat hidupnya secara umum adalah saprofitik pada sisa / buangan hewan ataupun tanaman yang sudah mati, tetapi banyak juga yang parasitik pada hewan, manusia, dan tanaman dengan menyebabkan jenis penyakit (Suriawiria, 1996). 
Penyakit diare merupakan penyakit kedua terbanyak di seluruh dunia setelah infeksi saluran pernapasan akut. Di Asia, Afrika, dan  Amerika Latin  selain merupakan penyebab utama morbiditas, diperkirakan 1 (satu) miliar kasus per tahun,  setiap tahunnya 500 juta kasus diare akut terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 (lima) tahun, dan juga merupakan penyebab utama mortalitas pada anak-anak (5 juta diantaranya) ( Woodruff, 1994 ). 
Beberapa agen peneyakit yang dapat menjadi penyebab diare adalah bakteri parasit. Bakteri peneyebab diare terutama diare akut adalah: Escherichia coli, Salmonella typhi, Salmonella paratyphi, Shigella, Vibrio cholerae, Vibrio parahaemolyticus, Campylobacter, Clostridium perfringens, dan Yersinia enterocolitica.
Berdasarkan  hasil survey kesehatan rumah tangga tahun 1995, penyakit diare menempati urutan kedua di Indonesia,  dengan angka kejadian sebesar 4,66 per 1000 penduduk. Di Sulawesi Selatan jumlah penderita baru diare untuk kasus rawat jalan di puskesmas dan rumah sakit tahun 1998 adalah masing-masing sebesar 55,57% dan  56,64%, yaitu urutan pertama dari 28 penyakit yang diamati. Dari 102 paseien penderita diare sebagian besar adalah remaja-dewasa (berusia > 15 tahun) yaitu 59 orang  (57,9%), dan laki-laki lebih banyak dari perempuan dengan rasio 1 : 0,8.  Pasien termuda berumur tiga (3) bulan  dan tertua berumur 80 tahun (Arimas, dkk, 1999).
Berdasarkan hal tersebut di atas maka dilakukan penelitian untuk mengetahui distribusi bakteri penyebab diare berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin di Kota Kupang.

D. PERUMUSAN  MASALAH
Dari uraian pada latar belakang di atas  maka masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini dirumus debagai berikut :
1.      Jenis  bakteri apa saja penyebab diare di Kota Kupang.
2.      Bagaimana pola distribusi bakteri penyebab diare berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin di  Kota Kupang.



E.     TINJAUAN  PUSTAKA
1.      BAKTERI
Gambaran bakteri penyebab diare dari berbagai penelitian yang telah dilakukan di beberpa tempat  di Indonesia  sangat bervariasi. Umumnya yang sering dilaporkan adalah  Escherichia coli, Salmonella, Vibrio cholerae, Shingella flexneri.
Menurut Fardiaz (1989) bahwa   E. coli  dan  Salmonella merupakan bakteri enteropatogenik yaitu kelompok bakteri penyebab infeksi gastrointertinal.

a.      Escherichia coli 
Escherichia coli  terdapat secara normal dalam organ pencernaan manusia dan hewan. Bakteri ini adalah gram negatif, berbentuk batang, bersifat fakultatif anaerob dan termasuk golongan Enterobakteriaceae. 
Menurut Pelczar dan Chan (1988) bahwa  Escherichia col yang menyebabkan diare akut dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu enteropatogenik, enteroinvasif, dan enterotoksigenik.
 Escherichia coli  enteropatogenik menyebabkan gastroenteritis akut pada bayi yang baru lahir sampai pada yang berumur dua tahun. Bagaimana mekanisme kelompok E. coli ini di dalam menyebabkan diare masih belum diketahui, tetapi diketahui bahwa kolonisasi usus halus kosong dan ujung usus bagian atas oleh galur enteropatogenik merupakan prasyarat.
Echerichia coli enteroinfasif menyerang sel-sel epitel usus besar dan menyebabkan sindrom klinis yang mirip sidrom yang disebabkan oleh Shingella. Galur-galur bakteri ini dikenal sebagai enteroinvasif.
Echerichia coli enterotoksigenik ( yang menghasilkan enterotoksin) menghasilkan salah satu atau kedua macam toksin yang berbeda. Beberapa galur menghasilkan yang tahan panas (TP), sedangkan yang lain sebagai tambahan mensintesis juga toksin yang tidak tahan panas (TTP). Beberapa galur hanya menghasilkan TTP. Ke daua macam toksin tersebut menyebabkan diare pada orang dewasa dan anak-anak.
Fardiaz (1989) dalam Nikmah (2001) menyatakan bahwa keracunan makanan yang disebabkan oleh  E. coli enteropatogenik (disebut EPEC) biasanya disebabkan oleh konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi oleh E. coli penyebab enteritis. EPEC bebeda dengan E. coli yang secara normal terdapat di dalam usus besar.
Sedangkan Buckle (1987) menyatakan bahwa organisme ini ( E. coli ) berada di dapur dan tempat-tempat persiapan bahan pangan melalui bahan baku selanjutnya masuk ke makanan yang telah dimasak melalui tangan, permukaan alat-alat, tempat-tempat masakan dan peralatan lain. Masa inkubasi adalah 1 – 3 hari dan gejala-gejalanya menyerupai gejala-gejala keracunan bahan pangan yang tercemar oleh Salmonella atau disentri. Namun ada beberapa perbedaan biokimiawi utama yang nyata yaitu bahwa koliform dapat menfermentasi laktose dengan menghasilkan asan dan gas; sedangkan Salmonella tidak menfermentasi laktose.  Berikut  tabel  1  menggambarkan reaksi biokimia  Escherichia coli.
 Tabel  1. Reaksi Biokimia  Bakteri Echerichia coli
               Karakteristik
                Reaksi
 Metil  Merah
 Vogos Proskauer
 Penggunaan Sitrat
 Gas dari Glukosa
 Asam dari Laktosa
 Motiliti
 B-Galaktosidase
 Phenilalanine Deaminase
 Ornitin Decarboxylase
 Lysine decarboxylase
 Produksi Indol
                    +
                    -
                    -
                   +
                   +
                   +
                   +
                   -
                   +
                   +
                   +


Sumber : Kandungan  E. coli  dalam susu segar, Langsing (1990) dalam Nikmah (2001)

b.      Salmonella sp
Salmonella adalah jenis bakteri yang termasuk golongan enteropatogenik,  gram negatif, berbentuk batang, bergerak serta mempunyai tipe metabolisme yang bersifat fakultatif anaerob yang dapat menfermentasi glukosa, tetapi tidak laktosa dan sukrosa dan reaksi biokimianya dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel  2. Reaksi Biokimiawi spesies Salmonella.
Uji  atau Substrat
     S. typhi
   S. enteritidis
S. Sholeraesuis
Produksi  H2S
Produksi nitrat
Produksi indol
Laktose
Sukrose
Glukose
Maltose
Manitol
         +
         +
         -
         -
         -
        A
        A
        A
           +
           +
           -
           -
           -
          AG
          AG
          AG
            +
            +
            -
            -
            -
           AG
           AG
           AG
Sumber: Dasar-Dasar Mikrobiologi  2, Michael J.Pelenjar, Jr. dan E.C.S. Chan, (1988). 
Sejumlah (2000) tipe salmonella telah dibedakan secara serologis dan diberi nama khusus, misalnya:  Salmonella typhi  dan  Salmonella paratyphi  penyebab demam tiphus.  Salmonella typhimurium, Salmonella panama, Salmonella ogama adalah  hanya sebagaian kecil dari berbagai jenis mikroorganisme penyebab keracunan bahan pangan tipe gastroenteritis yang sudah lama dikenal.  Jenis mikroorganisme penyebab ini hanya terdapat pada manusia dan tidak terdapat pada hewan lain. Pembawa utama organisme-organisme ini adalah manusia. Organisme-organisme dikeluarkan ke dalam sekeliling melalui kotoran (faeces) di mana bahan pangan dan air akan tercemar olehnya. Rantai penularannya adalah:  Manusia – bahan pangan / air – manusia (Bukle, 1987, dalam Nikmah, 2001).
Tempat terdapatnya jenis mikroorganisme ini adalah pada alat-alat pencernaan hewan dan burung baik yang sudah diternakan atau masih liar. Tempat diperolehnya jenis organisme yang terbanyak yang berhubungan dengan suplai bahan pangan manusia adalah sapi, domba, babi, dan ayam (Nikmah, 2000).
Terinfeksinya manusia oleh Salmonella hampir selalu disebabkan karena mengkonsumsi makanan/minuman tercemar. Makanan yang biasanya tercemar meliputi kue-kue yang mengandung saus susu, daging cincang, unggas, daging panggang yang diperdagangkan, dan telur. Berikut dikemukakan siklus pencemaran Salmonella menurut Pelczar dan Chan (1988).

Makanan                            Burung                               Sayur-sayuran atau
 hewan                         hewan pengerat                           makanan terbuat
                                         serangga                                dari sayur sayuran
 



Ternak                         Air permukaan            Limbah           Orang
 



                                    Daging, unggas, susu, telut,
                                     atau produk-produk yang
                                        Terbuat dari padanya.

2.      DIARE
Diare merupakan suatu penyakit yang disebabkan bakteri. Singkatnya, masalah ini awalnya melibatkan ketegangan enteropatogenik Escherchia coli. dan  Salmonella. Kasus diare di Meksiko menunjukkan bahwa ketegangan enterotoksigenik bakteri Escherichia coli menyebabkan sekurangnya 50% dan bahkan 75% atau lebih (Woodruff, 1994). Selanjutnya dikatakakan bahwa  Ketegangan  Escherichia coli  tertentu menghasilkan dua toksin. Satu toksin labil terhadap panas, secara imonologi terkait dengan toksin kolera. Sedangkan toksin yang satunnya stabil terhadap panas dan berat molekulnya rendah.   

3.      UMUR  DAN  JENIS  KELAMIN
Sutrisna (1994) mengatakan  bahwa angka-angka kesakitan  maupun kematian sampir semua keadaan menunjukkan hubungan dengan umur.  Timbulnya diare yang dialami orang yang bepergian (Penyakit  turista) di Meksiko lebih tinggi menyerang remaja dan orang separoh baya dari pada orang yang lebih tua. Hal ini memungkinkan bahwa fakta tersebut menggambarkan kekebalan/imunitas dengan perkembangan usia.
            Bentuknya, bagaimanapun juga barangkali sesuai dengan fakta bahwa remaja kurang menyukai tindakan pencegahan dan untuk mendapatkan istirahat yang cukup, dan lebih menyukai hidup di lingkungan yang kurang sehat ( Fredman, 1986 ).
Angka-angka dari luar negeri menunjukkan bahwa angka kesakitan lebih tinggi dikalangan wanita sedangkan angka kematian lebih tinggi dikalangan pria, juga pada semua golongan umur. Untuk Indonesia, masih perlu dipelajari lebih lanjut. Perbedaan angka kematian ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik. Yang pertama diduga meliputi faktor keturunan yang terkait dengan jenis kelamin, atau perbedaan hormonal, sedangkan yang kedua diduga oleh karena berperannya faktor-faktor lingkungan (lebih banyak pria mengisap rokok, minum minuman keras, candu, bekerja berat, berhadapan dengan pekerjaan-pekerjaan berbahaya, dan seterusnya).  Sebab-sebab adanya angka kesakitan  yang lebih tinggi dikalangan wanita, di Amerika Serikat dihubungkan dengan kemungkinan bahwa wanita lebih bebas mencari perawatan. Di Indonesia, keadaan tersebut belum diketahui (Sutrisna, 1994).

F.     TUJUAN  PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan :
1.      Untuk mengetahui jenis bakteri apa saja penyebab diare  di Kota  Kupang.
2.      Untuk mengetahui pola distribusi bakteri penyebab diare berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin di Kota  Kupang.

G.    KONSTRIBUSI  HASIL  PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai :
1.      Memberi informasi kepada masyarakat, pemerintah, dan peneliti  jenis dan pola distribusi bakteri penyebab diare berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin di Kota Kupang.
2.      Memberi sumbangan terhadap pengembangan ilmu dan teknologi dalam mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.     

H.    METODE  PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kupang selama tiga bulan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini diambil / diperoleh  secara retrospektif  dari catatan medik semua rumah sakit, puskesmas dan Balai Laboratorium Kesehatan  di Kota Kupang. Data yang diambil adalah data hasil biakan apusan rektal pasien dengan keterangan klinis diare dari bulan Januari sampai dengan Nopember 2001. Pasien dikelompokkan berdasarkan umur dan jenis kelamin.



I.       JADWAL  PELAKSANAAN  PENELITIAN

No
 Jenis  Kegiatan
  Bulan  I
1    2    3    4
   Bulan  II
1    2    3    4
   Bulan  II
 1    2    3    4
 A.
1.
2.
3.
4.

B.

1.
2.
3.


C.
1.

2.
3.

3.

PERSIAPAN
Survay awal
Menyusun Proposal
Seminar Proposal
Pengurusan ijin

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Pengumpulan Data
Tabulasi Data
Pengolahan dan Analisa Data

PELAPORAN
Penyusunan   Draf
Penelitian
Seminar Hasil Penelitian
Penyusunan  Laporan
Akhir
Penggandaan    dan
Pengumpulan  Laporan


X
 X  X
            X
             X  X



  
           








X  X   X
           X
            X   X














X

      X
      X    X   X
              
                   X        
           









J.      PERSONALIA  PENELITIAN
1. Ketua  Peneliti             :
     a.  Nama dan Gelar                  :  Drs. Abdul  Majid
     b.  Pangkat / Gol.                     :   Penata Muda Tkt. I / III-b
     c.  Jabatan Fungsional              :  Asisten Ahli
     d.  Jabatan Struktural               :  -
     e.  Fakultas                               :  FKIP
      f.  Program Studi                    :  Biologi
      g.  Waktu Untuk Penelitian    : 24  Jam / Minggu. 

2. Anggota  Peneliti         :
   1. a.  Nama dan Gelar                :  Drs. Ramli
       b.  Pangkat / Gol.                   :   Penata Muda Tkt. I / III-b
       c.  Jabatan Fungsional            :  Asisten Ahli
       d.  Jabatan Struktural                         :  Sekretaris Jurusan
       e.  Fakultas                             :  FKIP
        f.  Program Studi                  :  Biologi
        g.  Waktu Untuk Penelitian  : 20  Jam / Minggu. 
      
    2. a.  Nama dan Gelar               :  Ir. Suryani  Jafar
       b.  Pangkat / Gol.                   :   Penata Muda  / III-a
       c.  Jabatan Fungsional            :  Asisten Ahli
       d.  Jabatan Struktural                         :  -
       e.  Fakultas                             :  FKIP
        f.  Program Studi                  :  Biologi
        g.  Waktu Untuk Penelitian  : 20  Jam / Minggu. 
      


K.    PERKIRAAN  BIAYA  PENELITIAN
1.      Honorarium
- Peneliti  3  orang @. Rp. 100.000,
   selama 3 bulan                                                    : Rp.   900.000,-
                                                                  Jumlah: Rp.    900.000,-
2.      Persiapan
- Pembuatan proposal                                            : Rp.    100.000,-
- Seminar dan penggandaan bahan seminar          : Rp.    100.000,-
                                                                  Jumlah : Rp.    200.000,-
3.      Alat dan Bahan
- Kertas  2  rim                                                      : Rp.      50.000,-
- Spidol, dan plastik transparan                            : Rp.      50.000,-
- Tinta printer dan disket                                      : Rp.      50.000,-
- Dokumentasi                                                       : Rp.      50.000,-
                                                                       Jumlah : Rp.    200.000.
4.      Biaya  perjalanan
- Transportasi selama peneltian                             : Rp.    350.000,-
                                                                 Jumlah : Rp.    350.000,-
5.      Penyelesaian laporan
- Analisis data                                                       : Rp.    100.000,-
- Penyusunan laporan                                            : Rp.    300.000,-
- Penggandaan dan penjilidan laporan                  : Rp.    150.000,-
                                                                       Jumlah : Rp.    550.000,-
6.      Lain - Lain
- Pustaka penunjang                                              : Rp.    150.000,-
- Laporan kemajuan                                              : Rp.      50.000,-
- Seminar hasil                                                       : Rp.    100.000,-
                                                                Jumlah   : Rp.    300.000,-
_______________________________________________________
Jumlah :  1  -  6                                              : Rp. 2.500.000,-
            Terbilang: Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah
_______________________________________________________








DAFTAR  PUSTAKA

Arimas, N.M.D., 1999.  Pola  Pertumbuhan  Bakteri  Hasil  Biakan  Apusan
 Rektal Penderita Diare. Majalah Kedokteran Udayana, Bali.

Bukle, K.A., 1987.  Ilmu Pangan.  PT. Gramedia  Pustaka Utama,  Jakarta.

Fardiaz, S.,1993.  Analisis Mikrobiologi Pangan. PAU Pangan dan Gizi, IPB,
 Bogor.

Friedmen, G.D., 1986),   Prinsip - Prinsip  Epidemilogi.   Essentia   Medica,
 Yogyakarta.

Nikmah, M., 2000. Analisis Kandungan Bakteri Salmonella Dalam Susu sapi
 Pasca   Pemerahan   Di   Desa   Tarus   Kabupaten   Kupang.
 Laporan Penelitian,  FKIP Undana,  Kupang.

Nikmah, M., 2001. Analisis  Kandungan Bakteri  Golongan Enteropatogenik
Dalam   Susu   Sapi    Pasca    Pemerahan  Di  Desa   Tarus     Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Laporan Penelitian, FKIP Undana, Kupang.

Pelezar dan Chan, 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi Jilid 2. UI  Press, Jakarta.

Suriawaria, U., 1993. Mikrobiologi Air.  Alumni  Bandung,  Bandung.

Sutrisna, B., 1994. Pengantar Epidemilogi.  Dian Rakyat,  Jakarta.

Woodruff, A.W., 1984. Medicine In The Tropics. Churchill Livingstone
 Edinburgh London Melbourne And New York.










CURRICULUM  VITAE

Ketua  Peneliti :
     Nama dan Gelar                      :  Drs. Abdul  Majid
      Pangkat / Gol.                                     :   Penata Muda Tkt. I / III-b
      Jabatan Fungsional                  :  Asisten Ahli
      Jabatan Struktural                   :  -
      Fakultas                                   :  FKIP
      Program Studi                         :  Biologi
      Alamat Kantor                        :  Jl. KH. A. Dahlan No. 17  Kupang  NTT.
      Alamat Rumah                        :  Jl. Seruni  II/4  Mess Undana Naikoten I
                                                          Kupang  NTT.
      Pendidikan Terakhir                :   Sarjana  Biologi
       

Pengalaman  Penelitian                    :

Efektifitas Pemberian Pupuk Metalik Terhadap Pertumbuhan Bibit Jabu Mente (Anacardiun occidentale L.).

Pengaruh Pemberian Kolkisin Terhadap Produksi Serta Kadar Vitamin, Protein, Dan Korbohidrat Pada Tomat ( Lycopersicum esculentum Mill).
















Kupang,  30 Oktober  2001




                                                                   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar