Info Kesehatan

healhty

Jumat, 13 April 2012

ASUHAN KEBIDANAN TM III DENGAN KEHAMILAN PLASENTA PREVIA


ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY “K” G4 P20012 USIA KEHAMILAN 31 MINGGU
DENGAN KEHAMILAN PLACENTA PREVIA
DI KAMAR BERSALIN RSU BHAKTI RAHAYU SURABAYA

AKBID
 









DISUSUN OLEH :
DIANA NI’MATUL JANNAH
P 27824307047




DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN SURABAYA JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI KEBIDANAN BANGKALAN
2009






LANDASAN TEORI

  1. DEFINISI
Placenta previa adalah keadaan dimana implantasi placenta terletak pada atau di dekat serviks.
(Maternal neonatal 2002)
Dibagi menjadi 3 yaitu :
  1. placenta letak rendah : placenta terletak di bagian bawah cavum uteri
  2. placenta previa parsial : placenta menutupi sebagian daerah sumbu bawah rahim
  3. placenta previa total : placenta menutup seluruh daerah SBR

  1. MANIFESTASI KLINIK
Terdapat pengeluaran darah segar baik sedikit maupun banyak melalui jalan lahir tanpa disertai rasa nyeri.
(Maternal neonatal 2002)

  1. PEMERIKSAAN
v  Pemeriksaan inspekulo secara hati-hati, dapat menentukan sumber perdarahan berasal dari kanalis servikalis atau sumber lain (servisitis, polip, keganasan atau trauma). Meskipun demikian adanya kelainan diatas tidak menyingkirkan diagnosis placenta previa.
v  Tidak dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dalam pada perdarahan antepartum sebelum tersedia persiapan untuk SC.
(Maternal neonatal 2002)

  1. TERAPI EKSPEKTATIF
v  Bertujuan supaya janin tidak terlahir premature dan upaya diagnosis dilakukan secara non invasive.
-          perbaiki kekurangan cairan/darah dengan memberikan infuse cairan IV (NaCl atau RL)
-          lakukan penilaian jumlah perdarahan
·         jika perdarahan banyak dan berlangsung lama maka persiapkan SC tanpa memperhitungkan usia kehamilan/prematuritas
·         jika perdarahan sedikit dan berhenti dan fetus hidup tetapi premature, pertimbangkan terapi ekspektatif sampai persalinan atau terjadi perdarahan banyak.
v  Syarat terapi ekspektatif
-          kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit yang kemudian berhenti
-          belum ada tanda inpartu
-          keadaan ibu cukup baik
-          janin masih hidup
v  Rawat inap, tirah baring dan berikan antibiotika profilaksis
v  Pemeriksaan USG untuk menentukan implantasi placenta, usia kehamilan, profil biofidik, letak dan presentasi janin
v  Perbaiki anemia ibu dengan pemberian sulfas ferosus atau ferosus fumarat per oaral 60 mg selama 1 bulan.
v  Pastikan tersedianay sarana untuk melakukan transfuse
v  Jika perdarahann berhenti dan waktu untuk mencapai 37 minggu masih lama pasien dapat dirawat jalan atau pasien dapat segera kembali ke rumah sakit jika terjadi perdarahan.
v  Jika perdarahan berulang pertimbangkan manfaat dan resiko ibu dan janin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dibandingkan dengan terminasi kehamilan.
(Maternal neonatal 2002)

  1. KONFIRMASI DIAGNOSIS
v  ULTRASONOGRAFI
- Pemeriksaan USG untuk menetukan implantasi placenta dan jarak tepi placenta terhadap ostium. Jika diagnosis placenta previa telah ditegakkan dan janin matur, rencanakan persalinan.
- Jika pemeriksaan USG tidak memungkinkan dan kehamilan kurang dari 37 minggu, lakukan penanganan placenta previa smapai kehamilan 37 minggu.
v  Pemeriksaan dalam di meja operasi
·         Jika USG tidak tersedia dan usia kehamilan lebih dari 37 minggu diagnosis definitive placenta previa dilakukan dengan melakukan perabaan placenta secara langsung melalui pembukaan serviks. Untuk tindakan ini diperlukan :
-          infuse terpasang dan tersedia darah
-          dilakukan di ruang operasi dengan tim operasi yang telah siap
-          periksa serviks dengan menggunakan speculum yang telah disinfeksi tingkat tinggi
·         Jika telah terjadi pembukaan serviks dan tampak jaringan placenta, diagnosis pasti placenta previa, rencanakan terminasi persalinan
·         Jika belum ada pembukaan serviks dan :
-          teraba jaringan lunak pada forniks, diagnosis sebagai placenta previa dan rencanakan terminasi kehamilan
-          teraba kepala janin yang keras, singkirkan diagnosis placenta previa dan lanjutkan ke persalinan dengan induksi
(Maternal neonatal 2002)













ASKEB TEORI
I.       PENGKAJIAN
  1. DATA SUBJEKTIF
1.Biodata
Ø  Placenta previa biasa terjadi pada multiparitas
Ø  Placenta previa terjadi pada ibu yang pernah mengalami SC sebelumnya
Ø  Placenta previa terjadi pada usia reproduksi yaitu 15-45 tahun
            2. Keluhan utama
Ø  Ibu mengatakan keluar darah bercak atau darah segar
Ø  Ibu mengatakan tidak nyeri
3.      Riwayat penyakit ibu
Meliputi penyakit yang pernah dialami yaitu apakah ibu pernah mengalami operasi  cysta / myoma sebelumnya, memiliki jumlah anak lebih dari 3
4.      Riwayat penyakit keluarga
Riwayat penyakit keluarga memberikan informasi tentang seluruh anggota keluarga, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal. Ditanya mengenai latar belakang kesehatan keluarga terutama ;
5.      Riwayat Menstruasi
Anamnesis haid memberikan kesan kepada kita tentang faal alat kandungan
a.       Menarche
Adalah haid pertama kali, untuk mengetahui tingkat kesuburan. Menarche terjadi pada usia pubertas yaitu sekitar 12 – 16 tahun (Rustam Moechtar : 1998)
b.      Siklus/ lama
Siklus haid setiap wanita tidak sama, siklus haid yang normal adalah 28 hari tetapi variasinya cukup luas. Panjang siklus yang biasa pada manusia adalah 25 – 35 hari
c.       Jumlah dan warna
Jumlah perdarahan sekitar 50 cc, tanpa terjadi bekuan darah karena mengandung banyak himer. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar banyak
d.      Dysmenorhea
Adalah nyeri pada waktu haid. Sewaktu haid kebanyakan wanita merasa kurang tenang, merasa gelisah, sakit punggung, dll
e.       Flour albus
Adalah cairan atau secret yang putih dan kental dari vagina dan rongga uterus
f.       HPHT
Untuk mengetahui usia kehamilan dan menghitungkan tanggal perkiraan persalinan. Rumus neagle yaitu hari +7, bulan – 3, tahun +1 untuk siklus haid ± 28 hari
Untuk siklus haid 35 hari, perkiraan partus : hari + 14, bulan – 3, tahun + 1
(obstetric fisiologi FKUI Unpad : 154)
6.      Riwayat Kehamilan Sekarang
Ø  GPAPIAH : Gravida, partus, aterm, premature, imatur, abortus hidup. (Depkes RI Pusdiknakes 1995 : 17)
Ø  Dengan kehamilan sekarang ini ibu harus berhati-hati dalam melakukan aktivitas
Ø  Ibu sering mengalami flek darah sedikit-sedikit
Ø  Ibu harus konsisten untuk memeriksakan kehamilannya
7.      Riwayat perkawinan
Ditanyakan kepada ibu :
-          Kawin atau tidak
-          Usia saat menikah
-          Berapa lama menikah
Ditanyakan karena dapat menunjang tingkat kesuburan dan membantu menentukan bagaimana keadaan alat kelamin dalam ibu


8.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Untuk mengetahui riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu  apakah ibu pernah hamil dengan placenta previa sebelumnya atau melahirkan dengan section caesarea
9.      Riwayat KB
Hal-hal yang perlu ditanyakan pada ibu :
-          Pernah ikut kontrasepsi apa, apa keluhanya dan beberapa lama
-          Riwayat KB dapat menentukan kesuburan
-          Metode KB yang dapat digunakan
10.  Riwayat psikososial dan spiritual
a.       Suami dan keluarga harus betul-betul mengerti, menerima dan member bantuan moril yang besar-besarnya demi kebahagiaan keluarga. Kewajiban keluarga adalah membesarkan hati ibu, bila ia mengeluarkan isi hatinya tentang apa yang dikhawatirkan.
(cristina S Ibrahim, perawatan kebidanan.1993 : 172 – 173)
b.      Ketenagaan jiwa penting dalam menghadapi persalinan. Untuk itu dokter atau bidan harus menambahkan kepercayaan kepada ibu dan menerangkan apa yang harus diketahunya karena rasa takut dan sebagainya dapat menyebabkan rasa sakit sewaktu persalinan untuk menghilangkan rasa cemas, (Roestam Moectar, Sinopsis Obstetri, 1998 : 62)
11.  Pola aktivitas sehari-hari
a.       Nutrisi
·         Makanan wanita hamil harus lebih diperhatikan dari pada di luar kehamilan karena dipergunakan
-          Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan
-          Untuk tumbuhnya janin
-          Supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas
-          Guna mengadakan cadangan untuk laktasi
Yang diperlukan adalah
Zat putih telur, zat tepung, zat lemak, garam-garam terutama garam-garam terutam garam dapur, fosfor, besi, vitamin dan air.
(Sulaiman sastraminata, Obstetri fisiologi. 1983 : 205)
a.       Eliminasi
·         Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan usus besar sehingga mengalami abstruse, sembelit disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil atau tekanan rahim atau kepala janin terhadap usus besar dan pangkal anus rectum. Untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak atau aktivitas jasmani dan banyak makan makanan berserat
(Manuaba, Ilmu ilmu kandungan dan KB, 1998 : 96)
b.      Aktivitas
·         Pekerjaan rumah tangga dapat dilaksanakan, bekerjalah sesuai dengan kemampuan dan makin dikurangi dengan semakin tua kehamilan
·         Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik
Karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin. Pada ibu hamil dengan placenta previa harus mengurangi aktivitas berat, karena dapat mebebani kerja tubuh. Bila perlu lakukan bedrest total.
(Manuaba, ilmu kebidanan, penyakit kandungan & KB, 1998 : 140)
c.       Personal Higiene
·         Kebersihan yang harus dijaga adalah kebersihan tubuh setiap wanita hamil harus mendapatkan nasihat mulai pentingnya kebersihan. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan dan mempertinggi kesehatan ibu untuk mencegah komplikasi. (Cristina S. Ibrahim, Perawat kebidanan 158 – 160)
·         Mandi diperlukan untuk kebersihan / hygiene terutama perawatan kulit karena ekskresi dan keringat bertambah
·         Perawatan buah dada merupakan sumber ASI yang akan menjadi makanan utama bayi karena itu sebelumnya harus sudah dirawat. Dua bulan terakhir lakukan massase, kolostrum di keluarkan untuk mencegah penyumbatan untuk  mencegah putting susu lecet dibersihkan menggunakan air sabun.
·         Kebersihan pakaian, harus longgar, tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut. Pakailah kutang yang menyongkong payudara dan memakai pakaian dalam yang bersih.
·         Perawatan gigi
Saat hamil sering terjadi caries yang berkaitan dengan emesis, hiperemesis gravidarum dan hipersalivasi sehingga menimbulkan timbunan kalsium di sekitar gigi
·         Kebersihan vulva juga sangat penting karena merupakan merupakan pintu gerbang bagi kelahiran anak
(Manuaba, Ilmu Kebidanan, penyakit kandungan dan KB 1998 : 96)
d.      Seksualitas
-          Coitus sebaiknya dilarang karena dapat menyebabkan partus prematurus pada kehamilan dengan plscenta previa
A.    DATA OBYEKTIF
1.      Pemeriksaan Umum
Pemeriksaan yang lengkap dari penderita untuk mengetahui keadaan atau kelainan, membantu dalam dalam penetapan diagnose dan pengobatan (cristina S. Ibrahim, perawatan kebidanan, 1993 : 90)
a.       Keadaan umum : lemah, buruk,cukup baik
1.      Postus tubuh : gemuk/ kurus, tinggi/ pendek, pertampak lebih besar/ tidak
2.      Gerakan tubuh : cara berjalan , berdiri, duduk, berbicara, posisi, anggota badan, lemah,menggigil, sesak
3.      Ekspresi wajah : gembira, sedih, kesakitan, ketakutan pucat, ketuaan
(manajemen kebidanan Vaney hal 19)
b.      Kesadaran
·      Composementis : kejernian pikiran, waras (Kamus darland : 251)
·      Confusion: orientasi yangterganggu dalam hal waktu , tempat/ orang di sertai gangguan kesadaran (Darland : 254)
·      Delirium : gangguan mental yang berlangsung singkat di tandai ilusi, halusinasi, kegairahan, kurang istirahat (darland : 295)
·      Stupor : tingkat kesadaran menurun, penurunan respon civites 9Dorland : 1095)
·      Koma : keadaan ketidaksadaran diri di mana penderita tidak dapat di bangun (Dorland : 247)
·      Apatis : tidak ada paksaan atau emosi (Darland : 71
2.      Pemeriksaan tanda Tanda Vital
a.       Tekanan darah
Tekanan darah harus diukur setiap kali melakukan pemeriksaan kehamilan. Adanya kenaikan  sistolik melebihi 30 mmHg dan kenaikan diastolic melebihi 140/ 90 harus di waspadai karena keadaan itu merupakan gejala pre – eklansi
( Pusdiknakes : 68)
b.      Nadi
·         Nadi yang normal adalah sekitar 80 kali permenit. Bila nadi lebih dari 120 kali permenit maka hal ini menunjukkan adanya kelainan
(Depkes RI 1994 hal . 11)
c.       Suhu
Suhu tubuh ibu hamil melebihi 37,50c dikatakan demam, berarti ada infeksi dari kehamilan. Hal merupakan penambahan beban bagi ibu dan harus dicari penyelesaiannya
(Depkes RI : II)
d.      Pernafasan
Frekuensi pernapasan normal harus 16 – 24 kali permenit, bila pernapasan lebih dari 24 kali menandakan adanya tasiknea
(Rustan Muoechtar, Smopsis Obsetri1998 : 162)


ANTROPOMETRI
1.      Berat badan
Penambahan berat badan antara 6,5 -15 kg selama hamil kenaikan berat badan tidak boleh lebih dari 0,5 kg perminggu
( ida bagus Gde Manuaba. Ilmu Kandungan. 1998 : 195)
2.      Tinggi badan
Ibu hamil dengan tinggi badan kurang dari rata rata (<145 cm) kemungkinan panggulnya sempit
3.      Lila
Lila kurang dari 23,5 cm merupakan indicator kuat untuk status gizi ibu yang kurang sehingga ia beriko untuk melahirkan BBLR
(Depkes RI : 10)
 Pemeriksaan khusus
a.       Inspeksi
Muka               : tidak pucat, tidak odem, tidak ada hperpigmentasi
Mata    : ibu tidak anemis, sklera tidak ikterus
Mamae            : puting menonjol, hiperpigmentasi areola, payudara membesar
Abdomen        : terdapat linea nigra, tidak ada striae, tidak ada luka bekas operasi
Genetalia         : simetris, tidak odem, terdapat pengeluaran darah
  1. Palpasi
Leher   : tidak ada pembesaran limfe, typoid dan vena jugularis
Axilla  : tidak ada pembesaran limfe
Mamae            : tidak terdapat massa abnormal
Abdomen
·         Leopold I
Tujuanya untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat pada fundus uteri. Normalnya di fundus terdapat bokong
(bag.obstetri & ginekologi FK UNPAD 1983 : 162)
·         Leopold II
Tujuanya untuk menentukan batas rahim kanan kiri juga pada letak lintang menentukan di mana kepala janin
-            Variasi menurut Budin
Menentukan letak punggung dengan satu tangan mereka di fundus
-            Variasi menurut alfeld
Menentukan letak punggung dengan pinggir tangan kiri di letakka tegak di tengah perut
(Roestam Moectar. Sinopsis Obsteri Jilid 1. 1998 : 50)
·         Leopold III
Tujuan untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah bagian bawah ini sudah atau belum terpegang PAP
(Bag. Obsteri & gmekologi FK UNPAD 1983 : 165)
c.       Auskultasi
·         Diterjemahkan dengan periksa dengan dengan melalui dinding perut ibu dapat di dengarkan detak jantung anak. Detak jantung anak ini mulai terdengar antar 18 – 20 minggu. Auskultasi turut menentukan posisi letak punggung anak. Pada kehamilan placenta previa DJJ bayi dapat distress.
(Pusdiknakes Depkes RI 1993 : 75)
d.      Perkusi
·         Reflek patella
Dengan menggunakan reflek hammer di lakukan pengetukan pada lotot bagian depan. Bila reflek lutut negative, kemungkinan pasien mengalami kekurangan vitamin B1
(pusdiknakes Depkes RI 1993 : 68)
Pemeriksaan penunjang
1.      Pemeriksaan HB
Pemeriksaan HB pada ibu hamil dengan placenta previa adalah anemia. Bilakadar HB ibu kurang dari 10 GR % berarti ibu dalam keadaan anemia, terlebih lagi jika kadar tetapi biasanya pada trimester II, HB ibu akan menjadi lebih rendah dari pada trimester I dan II sekitar 10,8 gr%
(PUSDIKNAKES depkes RI 1993 : 81 )
Pemeriksaan HB minimal 2 kali selama hamil yaitu pada trimester I dan trimaster III
( ida bagus Gde Manuaba. Ilmnu kebidanan 1998 : 30)
II.          INTERPRETASI DATA DASAR
Dx          : GPAPIAH uk....minggu, tunggal, hidup, letak kepala, intrauterin, keadaan janin baik, keadaan ibu baik dengan kehamilan placenta previa
Ds           : - ibu mengatakan keluar darah segar sejak jam....
-          ibu mengatakan ini hamil keempat dan usia keahamilannya.... bulan
Do          : k/u baik
               Kesadaran composmentis
      TTV     : TD :               Rr :     
                             N    :              S   :
Leopold I : fundus uteri sesuai usia kehamilan
                        Leopold II : teraba punggung pada sisis sebelah kanan atau kiri
                        Leopold III : bagian bawah teraba kepala atau bokong
               Leopold IV: bagian bawah sudah atau belum masuk PAP
                        DJJ 11-12-12 (140 x/menit) dan regular
               Dilakukan pemeriksaan USG, placenta menutupi SBR
               Perdarahan sedang warna merah segar berupa cairan
Masalah : ibu merasa cemas terhadap keadaan bayinya
Kebutuhan : memberi penjelasan pada ibu tentang terapi yang diberikan dan memberi dukungan
III.       IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
-          Prolaps placenta
-          Partus prematurus
-          IUFD
IV.       IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Kolaborasi dengan dokter SPOG
V.          INTERVENSI
1.Berikan penjelasan pada ibu tentang keadaan janin dan dirinya saat ini dan memberikan inform consent
R : agar ibu mengetahui keadaan diri dan janinnya
2. Lakukan perbaikan k/u dan pasang oksigen
R : memperbaiki kondisi umum ibu
3. Lakukan kolaborasi dengan dokter SPOG
R ; agar mendapat advice selanjutnya
4. Berikan terapi sesuai advice dokter obgin
R : agar tidak terjadi komplikasi lanjutan dan k/u ibu baik
5. Observasi DJJ dan perdarahan
R : mengetahui keadaan janin dan ibu apakah dalam keadaan baik atau tidak
6. Menganjurkan ibu miring kiri
R : untuk memperlancar asupan O2 ke janin
7. Pindahkan ke rawat inap dan anjurkan bedrest total
R : memperbaiki keadaan ibu
VI. IMPLEMENTASI
Setelah menyusun perencanaan tindakan, langkah selanjutnya adalah implementasi atau pelaksanaan tindakan. Tindakan yang dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan pada ibu primigravida trimester II sesuai dengan rencana yang telah disusun berdasarkan pada diagnose dan masalah yang timbul
VII.    EVALUASI
Langkah terakhir dari proses manajemen kebidanan adalah evaluasi. Evaluasi adalah tindakan pengukuran antara keberhasilan dan rencana bidan. Bidan melakukan evaluasi sesuai dengan criteria yang telah ditetap dalam rencana kegiatan. Tujuan evaluasi adalah untuk kegiatan asuhan lebih lanjut bila diperlukan atau sebagai bahan peninjauan terhadap langkah-langkah di dalam proses manajemen. Kebidanan sebelumnya oleh karena tindakan ynag dilakukan kurang berhasil (Depkes RI 1998 : 24 – 27)


                                              ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY ‘’K’’ G IV P 200 12 UK =31 MINGGU KEHAMILAN DENGAN PLACENTA PREVIA DI RSU BAKTI RAHAYU
Hari / Tanggal : Senin 23 – 11- 2009
Jam                  :  13.00 WIB
I . PENGKAJIAN
     A . DATA SUBYEKTIF
1.      Biodata
Nama ibu         : Ny “K                      Nama Suami    : Tn “W”
Umur               : 33 Tahun                   Umur               : 34 Tahun
Agama             : Hindu                        Agama             : Hindu
Pendidikan      : SMA                         Pendidikan      : S1
Pekerjaan         : IRT                            Pekerjaan         : Kontraktor
Alamat                        : Kebonsari II/8           Alamat                        : Kebonsari II/8
 Keluhan Utama
v  Ibu mengatakan keluar darah segar sejak tanggal 23-11-2009 jam 11.45 WIB
v  Ibu mengatakan gerakan bayinya sangat aktif
2.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
NO
Suami
Kehamilan
Persalinan
Nifas
KET
Kehamilan
UK
Penolong
jenis
JK
BB/TB
Menyusui
Cacat/Tidak

1

1
2
3
4
9 bln
9 bln
3 bln
Hamil ini
Dokter
Dokter
abortus
SC
SC
P
3300 gr
3200 gr


7 th
 4 th



3.      Riwayat obstetri
v  Menarche : 12 tahun
v  Siklus/lama : 28 hari/7 hari
v  Dysmenorea : tidak
v  Flour albus : tidak
v  Jumlah/warna : sedang/merah segar
v  HPHT : 18-4-2009
v  TP : 25-1-2010
Riwayat Kehamilan Sekarang
v  Usia kehamilan : 7 bulan
v  ANC : Tempat                        : praktek dokter
Berapa kali      : 8x
Terapi              : Fe, penguat kandungan
TT                    : -
Keluhan hamil muda   : mual
Keluhan hamil tua       : sering timbul flek
Gerakan anak dirasakan sejak usia kehamilan 5 bulan
4.      Riwayat penyakit ibu
ü  Ibu tidak pernah menderita penyakit akut / kronis seperti : TBC, Hipertensi, Jantung
ü  Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seperti : HIV / AIDS, Hepatitis.
ü  Ibu tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti : DM, Asma
5.      Riwayat penyakit keluarga
ü  Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit akut / kronis seperti : TBC, Hipertensi, Jantung
ü  Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit menular seperti : HIV / AIDS, Hepatitis
ü  Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit keturunan seperti DM, Asma.

6.      Riwayat perkawinan
ü  Status        : Kawin
ü  Lama         : 10 Tahun
ü  Usia saat kawin : 23 Tahun
7.      Riwayat KB
Jenis : suntik 1 bulanan
Lama : 3 bulan
Keluhan : tidak ada
8.      Riwayat Psikososial
ü  Ibu, suami dan keluarga cemas akan keadaan yang dihadapi ibu saat ini
ü  Pengambil keputusan adalah suami
9.      Pola kebiasaan sehari – hari

Sebelum di Rumah Sakit
Selama di Rumah Sakit
Nutrisi



Eliminasi



Istirahat

Personal Hygine


Aktivitas
- Makan 3x/Hari dengan porsi sedang, terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur dan minum ± 7 – 8 gelas / hari.
- BAK : ± 6 – 7 x/hari, warna jernih dan tidak ada ketuban, BAB 1x/hari konsisten lunak
- Ibu tidur siang ± 7 – 8 jam/ hari dan malam
- Ibu mandi 2x/ hari, ganti celana dalam tiap mandi

- Melakukan aktivitas seperti memasak
- Porsi makan dan minum sesuai dengan diit yang disarankan tim gizi RS

Ibu BAK dan BAB memerlukan bantuan keluarga

Ibu bisa tidur

- Mandi 2x/ hari  dibantu suami, ganti celana dalam sehari 4x
Ibu hanya berbaring di tempat tidurnya


DATA OBYEKTIF
1. k/u         : baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. TTV       : TD : 100/70 mmhg                Rr : 20 x/menit
                    N    : 88 x/menit                    S   : 36,5 °C
4. Pemeriksaan fisik
      a. Inspeksi
Muka                  : tidak pucat, tidak odem, tidak ada hperpigmentasi
Mata                   : ibu tidak anemis, sklera tidak ikterus
Mamae               : puting menonjol, hiperpigmentasi areola, payudara membesar
 Abdomen          : terdapat linea nigra, tidak ada striae, tidak ada luka bekas operasi
Genetalia            : simetris, tidak odem, terdapat pengeluaran darah
b.      Palpasi
- Perut
Leher   : tidak ada pembesaran limfe, typoid dan vena jugularis
Axilla  : tidak ada pembesaran limfe
Mamae            : tidak terdapat massa abnormal
Abdomen : Leopold I : TFU pertengahan px-pusat
                        Leopold II : punggung kiri
                        Leopold III : letak kepala
                        Leopold IV: kepala belum masuk PAP
c.       Auskultasi
DJJ 11-12-12 (140 x/menit) dan regular
d.      Perkusi : reflek patela kanan/kiri = +/+
3. Pemeriksaan Penunjang
USG : letak placenta menutupi seluruh sumbu bawah rahim
Hb : 9.8 gr%


          II.      INTERPRETASI DATA DASAR
Dx          : G4P20012 uk 31 minggu, tunggal, hidup, letak kepala, intrauterin, keadaan janin baik, keadaan ibu baik dengan kehamilan placenta previa
Ds           : - ibu mengatakan keluar darah segar sejak jam 11.45
-          ibu mengatakan ini hamil keempat dan usia keahamilannya 7 bulan
Do          : k/u baik
               Kesadaran composmentis
      TTV     : TD : 100/70 mmhg                Rr : 20 x/menit
                             N    : 88 x/menit                    S   : 36,5 °C
Leopold I : TFU pertengahan px-pusat
                        Leopold II : punggung kiri
                        Leopold III : letak kepala
               Leopold IV: kepala belum masuk PAP
                        DJJ 11-12-12 (140 x/menit) dan regular
               Dilakukan pemeriksaan USG, placenta menutupi SBR
               Perdarahan sedang warna merah segar berupa cairan
Masalah : ibu merasa cemas terhadap keadaan bayinya
Kebutuhan : memberi penjelasan pada ibu tentang terapi yang diberikan dan memberi dukungan

       III.      IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
-          Prolaps placenta
-          Partus prematurus
-          IUFD

       IV.      IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Kolaborasi dengan dokter SPOG




          V.      INTERVENSI
1.Berikan penjelasan pada ibu tentang keadaan janin dan dirinya saat ini dan memberikan inform consent
R : agar ibu mengetahui keadaan diri dan janinnya
2. Lakukan perbaikan k/u dan pasang oksigen
R : memperbaiki kondisi umum ibu
3. Lakukan kolaborasi dengan dokter SPOG
R ; agar mendapat advice selanjutnya
4. Berikan terapi sesuai advice dokter obgin
R : agar tidak terjadi komplikasi lanjutan dan k/u ibu baik
5. Observasi DJJ dan perdarahan
R : mengetahui keadaan janin dan ibu apakah dalam keadaan baik atau tidak
6. Menganjurkan ibu miring kiri
R : untuk memperlancar asupan O2 ke janin
7. Pindahkan ke rawat inap dan anjurkan bedrest total
R : memperbaiki keadaan ibu

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 22-11-2009              Jam: 13.30 wib
1.Memberikan penjelasan pada ibu bahwa perdarahan yang dialami saat ini karena placenta dibawah dan janinnya dalam keadaan baik serta memberikan inform consent
2. Melakukan perbaikan k/u yaitu dengan memasang infus dan pasang oksigen
3. Melakukan kolaborasi dengan dokter SPOG
4. Memberikan terapi sesuai advice dokter obgin yaitu :
Ø  Dexamethasone           2x4 ampul/IV
Ø  Vicillin                        2x1 gram/IV
Ø  Bricasma                     1 ampul/ drip (20 tpm)
5. Melakukan observasi DJJ dan perdarahan
Ø  13.00   DJJ 142x/menit perdarahan banyak berupa cairan, terdapat sedikit gumpalan
Ø  13.10   DJJ 164x/menit perdarahan sedang berupa cairan
Ø  13.00   DJJ 156x/menit perdarahan sedang berupa cairan
6. Menganjurkan ibu miring kiri
7. Memindahkan ke rawat inap dan anjurkan bedrest total

VII. EVALUASI
Tanggal : 22-11-2009              Jam: 18.00 wib
S : - Ibu mengerti dengan keadaannya saat ini
            - ibu mengerti dengan penjelasan dari bidan
            - ibu mau mengikuti saran dari dokter yaitu bedrest total
O : TTV           : TD : 100/70 mmhg                Rr : 20 x/menit
               N    : 88 x/menit                      S   : 36,5 °C
Muka               : tidak pucat, tidak odem, tidak ada hiperpigmentasi
Mata    : ibu tidak anemis, sklera tidak ikterus
Genetalia         : simetris, tidak odem, terdapat pengeluaran darah
DJJ 11-12-12 (140 x/menit) dan regular
A : G4P20012 uk 31 minggu, tunggal, hidup, letak kepala, intrauterin, keadaan janin baik, keadaan ibu baik dengan kehamilan placenta previa
P : - pindahkan pasien ke ruang perawatan
            - lanjutkan advice dokter obgin
            - sarankan pasien untuk bedrest total dan miring kiri





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar