Info Kesehatan

healhty

Jumat, 13 April 2012

ASUHAN KEBIDANAN POST PARTUM MASA NIFAS


ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY ” P” P10001  POST PARTUM Spt b
Di RUANG MELATI
RSUD DR MOH AMADSALEH PROBOLINGGO
TANGGAL 11 MEI 2009

 










Disusun oleh :

DIANA NI’MATUL JANNAH
NIM P27824307047


DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES SURABAYA
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI KEBIDANAN BANGKALAN
2009


BAB I

               LANDASAN TEORI



1.      PENGERTIAN

·       Puerperium adalah dimulai setelah placenta lahir dan diakhiri ketika alat – alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira – kira 6 minggu.
·       Puerperium adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang dipergunakan untuk memulihkan kesehatannya kembali
·       Puerperium adalah periode atau waktu dimana organ – organ reproduksi kembali padda keadaan tidak hamil, yang mada ini membutuhkan waktu selama 6 minggu.
·       Puerperium adalah masa pulih kembali dari persalinan selesai sampai ala – alt kandungan kembali seperti prahamil. Lamanya 6 – 8 minggu.
( Rustam Mochtar )


2.      PEMBAGIAN MASA NIFAS

1.    Puerperium Dini
Yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan dalam agama Islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja 40 hari.
2.    Puerperium Intermedial
Yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
3.    Remote Puerperium
Yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila ibu selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sempurna bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bertahunan.


3.      PERUBAHAN-PERUBAHAN DARI ALAT-ALAT KANDUNGAN

1.    Involusi uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil sampai kembali seperti sebelum hamil.
Involusio
Tinggi fundus uteri
Berat Uterus
Bayi lahir
Setinggi pusat
1000 gram
Uri lahir
2 jari bawah pusat
  750 gram
1 minggu
Pertengahan pusat simpisis
  500 gram
2 minggu
Tidak teraba di atas simpisis
  350 gram
6 minggu
Bertambah kecil
    50 gram
8 minggu
Sebesar normal
    30 gram

2.    Involusio tempat placenta
Placenta  mengecil karena kontraksi menjadi ke cavum uteri dengan diameter 7,5 cm. sesudah menjadi 3,5 cm. dan pada akhirnya pulih.
Luka-luka jalan lahir akan sembuh setelah ± 6-7 dan bila tidak disertai infeksi.
Rasa sakit atau after pain (mules-mules) adalah disebabkan kontraksi rahim biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan.
3.    Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina dalam masa nifas.
o    Lochea rubra (cruenta)
Berisi darah segar dan sisa selaput ketuban, sel desidua, venuk caseosa, lanugo dan meconium selama 2 hari post parium.
o    Lochea sanguinolenta
Berwarna merah kuning berisi darah dan lendir ban ke 3-7 post partum.
o    Lochea serosa
Berwrna merah kuning berisi lendir hart ke 7-14 post partum.
o    Lochea Alba
Cairan putih setelah 2 minggu.
o    Lochea purulenta
Terjadi infeksi, keluar seperti nanah yang berbau busuk.
o    Lochea atasis
Lochea yang tidak lancar keluarnya.
Pengeluaran lochea abnormal
·           Perdarahan berkepanjangan
·           Pengeluaran lochea berkepanjangan ( lochea sifatika )
·           Lochea purulenta, berbentuk nanah
·           Rasa nyeri berlebihan
·           Dengan memberikan bentuk perubahan, dapat diduga
·           Terdapat sisa plasenta yang merupakan sumber perdarahan.
·           Terdapat infeksi intra uterin
( manuaba, I, 1993 )
4.    Servik dan Vagina
Setelah partus bentuk servik seperti corong berwarna merah kehitaman. Konsistensinya lunak, kadang terdapat perlukaan kecil. Setelah bayi lahir tangan main bisa masuk rongga rahim setelah 2 jam dapat dilalui 2-3 jari dan setelah 7 hari terbuka 1 jari. Vagina ukuran normal pada minggu ketiga post partum rugae mulai nampak kembali.
5.    Ligamen-ligamen
Pada saat partus ligamen meregang. Setelah lahir spontan, berangsur dan pulih kembali, tidak jarang merus jatuh ke belakang karena ligamentum roumdum menjadi kendor.
6.    Saluran kencing
Dinding kandung kencing memperlihatkan oedema dan hipermia kandung kencing dalam puerperium kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah sehingga kandung kencing penuh atau sesudah kencing masih tertinggal urine residual.
7.    Laktasi
Keadaan mamae pada 2 hari pertama nifas sama dengan keadaan dalam kehamilan pada waktu ini buah dada mengandung susu melainkan colostrum yang dapat diketarkan dengan memijat aerola.


B.   FREKUENSI KUNJUNGAN MASA NIFAS
waktu
tujuan
6 – 8 jam setelah persalinan






6 hari setelah persalinan







2 minggu setelah persalinan
6 minggu setelah persalinan



·      Mencegah perdarahan pada masa nifas karena atonia uteri
·      Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan berlanjut.
·      Pemberian ASI awal
·      Melakukan hubungan antara ibu dan BBL
·      Mencegah bayi tetap sehat dengan mencegah hipotermi.
·      Memastikan involusi berjalan normal
·      Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi / perdarahan abnormal.
·      Memastikan ibu menyusui dengan baik.
·      Memastikan ibu mendapat cukkup makanan minuman dan istirahat.
·      Memberikan konseling pada ibu, mengenai riwayat tali pusat dan menjaga bayi tetap hangat.
·      Sama seperti diatas ( 6 hari setelah persalinan )
·      Menanyakan pada ibu tentang penyakit – penyakit yang dialami ibu dan bayi.
·      Memeberikan konseling untuk KB secara dini dan cepat.


C.  PERAWATAN MASA NIFAS
1.    Mobilitas
Karena setelah habis bersalin ibu dapat beristirahat dan sarankan untuk kembali ke kegiatan-kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi lahir.
2.    Diet
Makanan hams bermutu dan bergizi, cukup kalori, banyak cairan, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
-     Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari
-     Makan dengan diet berimbang
-     Minum sedikitnya 3 liter air tiap hari
-     Pil zat besi untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari
-     Minum kapsul vitamin A 200.000 unit
3.    Defekasi
BAB hams ada 3-4 hari Post Partum, bila belum BAB dan terjadi obstipasi apalagi keras.
4.    Miksi
Tiap penderita disuruh kencing 6 jam Post Partum, kalau dalam 8 jam Post Partum belum dapat kencing atau sekali kencing belum melebihi 100 cc, maka dilakukan kateterisasi.
5.    Perawatan payudara
Perawatan payudara telah mulai sejak wanita hamil supaya puting susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. Apabila bayinya meninggal laktasi harus dihentikan dengan cara pembalutan pada mamae sampai tertekan. Pemberian obat estrogen untuk supresi LH seperti tablet Lymeral dan Perdonel, dianjurkan sekali supaya ibu menyusukan bayinya karena sangat baik untuk kesehatan bayinya.
Cara melakukan perawatan payudara:
a.    Kapas dibasahi dengan baby oil/minyak kelapa, kemudian ditempelkan pada puting kanan dan puting kiri ibu, kira-kira 1 – 2 menit setelah itu ambil kapas searah jarum jam dan dibuang ke tempat sampah.
b.    Oleskan tangan dengan baby oil/minyak kelapa sampai merata, kemudian lakukan pengenyalan pada payudara dengan cara puting dipilin/diputar ke kanan 20 kali dan ke kiri 20 kali dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk.
c.    Kemudian lakukan penonjolan dengan cara puting ditarik keluar sebanyak 30 kali pada masing-masing payudara
d.   Lakukan pengurutan pada payudara sebanyak 30 kali tiap payudara. Pengurutan dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu dengan 3 jari, 5 jari dan buku-buku/ruas-ruas jari kemudian payudara diputar/disanggah dengan tangan dari bawah keatas kemudian payudara ditempatkan keluar sebanyak 30 kali.
e.    siram masing-masing payudara sebanyak 5 kali menggunakan air hangat dan air dingin secara bergantian, sebaiknya lakukan rawatan payudara sebelum mandi, agar ibu tetap bersih dan segar. 
6.    Laktasi
Asi merupakan makanan utama bayi yang tidak ada bandingannya, menyusui sangat baik untuk menjelmakan rasa kasih sayang antara ibu dan anaknya. Ibu dan bayi dapat ditempatkan dalam 1 kamar (Roaming in) atau pada tempat terpisah.
7.    Senggama
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina dan tidak nyeri. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak nyeri aman untuk memulai melakukan hubungan suami isteri kapan saja ibu siap, tetapi sebaiknya dilakukan setelah 40 hari Post Partum.
8.    Personal Hygiene
a.    Anjurkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air.
b.    Nasehatkan pada ibu untuk membersihkan vulva tiap selesai BAB atau BAK.
c.    Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau leserasi sarankan untuk menghindari menyentuh daerah luka.
9.    Keluarga Berencana
a.Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali
b.    Biasanya wanita tidak menghasilkan telur (Ovulasi, sebelum ia mendapatkan lagi haidnya) selama meneteki, sehingga metode amenorhoe laktasi dapat dipakai sebelum haid pertama kembali untuk mencegah kehamilan.


D.   PEMBERIAN ASI
Pemberian ASI dipercepat segera setelah lahir diusapkan pada putting susu ibu dengan keuntungan sebagai berikut :
·           Rangsangan putting susu ibu memberikan rreflek pengeluaran oksitosin kelenjar hypofisis, sehingga pelepasan plasenta akan dipercepat.
·           Pemberian ASI mempercepat involusi uterus menuju keadaan normal.
·           Rangsangan putting susu itu mempercepat pengeluaran ASI karena oksitosin bekerja sama dengan hormon prolaktin.
Disamping keuntungan diatas, ASI dapat memberikan :
·           Kolostrum dan ASI dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi terutama diare, karena mengandung antibosi.
·           Dalam waktu tenggang 3 – 4 bulan ASI cukup untuk tumbuh kembang bayi dengan baik.
·           ASi merupakan makanan utama bayi dan telah siap detiap saat dalam keadaan steril dan mudah dicerna.
·           Pemberian ASI dapat bersifat sebagai alat kontrasepsi sampai waktu 6 bulan dan memeperkecil kejadian keganasan payudara.
·           Memberikan ASI dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan jiwa bayi, sebagai titik awal kualitas SDM.


E.   KOMPLIKASI
1.         Infeksi
Bentuk – bentuk infeksi adalah :
·           Infeksi local
-       Infeksi luka episiotomi
-       Infeksi pada vagina
-       Infeksi pada servikalis yang luka
·           Bentuk infeksi general
-       Parametritis
-       Peritonitis
-       Sepsikemia dan plemia
2.         Keadaan abnormal pada rahim
·           Sub involusi uterus
·           Perdarahan kala nifas sekunder
·           Plegmasia alba dolens
3.         Keadaan abnormal pada mammae
·           Bendungan ASI
·           Mastitis dan abses mammae.



















BAB II
ASUHAN KEBIDANAN TEORI


I.            PENGKAJIAN
A.       DATA SUBYEKTIF
Identitas
Nama:
Untuk dapat mengenal/memanggil penderita dan tidak keliru dengan penderita-penderita lain (Christina.Perawatan Kebidanan:84)
Umur:
Untuk menentukan resiko, bila usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, dimana sudah kaku, kurangelastis,susah diregangkan.(Christina,1998:84)
Agama:
Berhubungan dengan perawat penderita, dimana dalam keadaan gawat ketika memberi pertolongan dan perawatan dapat diketahui dengan siapa harus berhubungan.(Christina,1998:85)
Suku:
Untuk mengetahui kepercayaan yang dianut.
Pendidikan:
Mengetahui tingkat intelektual tentang yang akan disampaikan.(Depkes RI 1995:14)
Pekerjaan:
Untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonomi penderita agar nasihat kita nanti sesuai.
Alamat:
Untuk mengetahui ibu itu tinggal dimana, menjaga kemungkinan bila ada ibu yang namanya sama, dilakukan untuk melakukan kunjungan pada pasien.(Christina,1998:85)

 2.  Keluhan Utama
l Masalah nyeri perut
    Sebagian besar wanita mengalami nyeri pada masa nifas, meskipun persalinan normal dalam 3 – 4 hari pertama setelah persalinan rasa nyeri terutama disebabkan oleh kontraksi uterus. Nyeri perineum, dysuria dan nyeri leher atau punggung yang biasanya terjadi pada ibu yang mendapatkan anestesi general.(Buku pedoman Praktis Pelengkap Maternal/Neonatal

l Nyeri Perineum
Nyeri perineum akibat trauma pada persalinan pervaginaan banyak dialami wanita setelah persalinan dan jahitan robekan perineum. Study menunjukkan 10 % wanita mengalami nyeri perineum tidak lebih dari 8 minggu.(Christina,1987:98)
l After Pain
Nyeri karena kontraksi uterus biasa dikenal sebagai after pain, nyeri tidak biasa terjadi pada kehamilan pertama, tetapi dengan kehamilan berikutnya rasa sakit tersebut makin berat. Hal ini akan berlangsung 2 minggu 3 hari. (Buku Pedoman Praktis Pelengkap Maternal/Neonatus)
l Hemoroid
Selama kehamilan banyak itu mengalami hemoroid oleh karena mereka, cendrung mengalami masalah kontipasi dan uterus yang penuh selalu menekan pada pembuluh darah pada bagian anus dan rectum. (Christina,1987:98)
l Nyeri Pada Payudara
Selama kehamilan payudara akan membesar dalam persiapan penyusuan bayi, setelah melahirkan antara lain kedua dan keempat, payudara tersebut akan membesar lebih lanjut saat produksi ASI mulai pada hari ketiga payudara mungkin terasa berat, hangat dan lembut serta sakit.(Buku Pedoman Praktis Pelengkap Maternal/Neonatal)
l Infeksi
Setelah bahaya pertama Post Partum yaitu hemorogi lewat, bahaya kedua adalah infeksi, sepsis puerperal disebut “Child Bed Fever”.
3.    Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu.
Kehamilan
Persalinan
Nifas
Ket
Suami
Kehamilan
Usia kehamilan
Jenis
Penolong
Tempat
JK
A-S
BB
PB
Penyulit
Masalah
Laktasi


















-       Ditanyakan tentang persalinan yang lalu untuk mengetahui apakah persalinan yang lalu terjadi dengan lancer, tidak pernah mengganggu keadaan umum ibu ataukah ibu pernah mengalami kelainan waktu persalinan.
-       Ditanyakan tentang keadaan masa nifas yang dulu mengetahui apakah masa nifas yang lalu itu dalam keadaan normal ataukah ada kelainan.
Riwayat Persalinan Sekarang
a.       Kala I
1)          Jam dan Menit
Untuk mengetahui dimulainyan kala Satu
2).    Ketuban pecah atau tidak
Pengeluaran dari vulva sebagai tanda-tanda persalinan telah mulai dan sejak permulaan persalinan kadang dikeluarkan bila proses persalinan (Christina, 1987:102)
3).    Penyulit pada ibu/Bayi
Untuk mengetahui hal-hal yang membuat tidak nyaman dan dilakukan tindakan segera bila hasil pengawasan ibu ternyata ada kelainan (Christina,1987:102)
b.        Kala  II
1) Jenis persalinan spontan/buatan/anjuran (Christina, 1987:221)
2) Penolong
     Bidan atau petugas sangat penting untuk memperkuat kepercayaan pada dirinya (Christina,1998:224)
3) Tempat
     Wanita bersalin memerlukan tempat khusus agar tidak merasa tidak nyaman karena sikapnya dalampersalinan dan juga untuk memenuhi sussana tenang (Christina, 1987: 226)
4)  Riwayat kelahiran anak
Riwayat kelahiran anak mencakup
-   Berat sewakyu lahir
-   Kelainan bawaan bayi
-   Jenis kelaminbayi dan setatus yang dilahurkan (Christina,1987)
5)   Penyulit pada ibu/Bayi
Untuk mengetahui hal yang membuat tidak nyaman dan dilakukan tindakan segera bila hasil pengawasan ibu ternyata ada kelainan (Christina, 1996:79)
c.    Kala III
1) Plasenta lahir jam berapa
     Untuk mengetahui apakan plesenta lahirr jam berapa dan unruk mengetahui apakah plasenta lahir lengkap atau tidak(Christina,1987:102)
2) Dalam pengawanan ini hendaknya diperhatikan bahwa bila uterus bundar dan keras maka menandakan kontraksi uterus baik (Christina,1987:19)
3) Tfu
Setelah hari ke-3 Tfu terletak kurang lebih 2,5cmdibawah perut(Christina,1987:12)
4) Penyulit pada bayi/ ibu
Untuk mengetahui hal yang membuat tidak nyaman dan dilakukan tindakan segera bila hasil pengawasan ibu ternyata ada kelainan(Christina, 1987:19)
d. Kala   IV
1)  Perdarahan
Darah yang keluar harus ditakar , kehilangan darah pada persalinan bisa disebabkan pelepasan uri. Robekan. Batas normal 100-300cc (Mochtar Rustam1987:122)
2)   Luka Perineum
     Derajat/heating/robekan/spontan/episiotomitermasuk yang perlu diawasi untuk menetukan pertolongan selanjutnya.
(Christina, 19987146)
3)  Kontraksi uterus
     Dalam pengawasan ini hendaknya diperhatikan bahwa bila uterus bundar dank eras maka hendaknya kontraksi uterus baik(Christina,1996:150)
 4) Tfu
Setelah hari ketiga fundus uteri terletak kurang lebih 2,5 bawah perut(Christina,1996:150)
5) Penyulit pada ibu/ bayi
Untuk mengetahui hal yang membuat tidak nyaman dilakukan tindakan segera bila hasil pengawasan ibu ternyata ada kelainan (Christina,1996:19)
4.        Riwayat Penyakit yang Lalu
Untuk mengetahui penyakit yang pernah dialami ibu karena penyakit yang pernah dialami ibu bisa timbul kembali karena keadaan ibu pada waktu kehamilan dan setelah melahirkan (Ibrahim Christina, 1996: 8).
5.        Riwayat Penyakit Keluarga
Untuk mengetahui apakah dari keluarga ibu atau orang yang tinggal bersama ibu mempunyai penyakit menular seperti AIDS/HIV, penyakit kronis, keturunan, dan adanya kehamilan kembar (Ibrahim Christina )
6.        Riwayat Perkawinan
Ditanyakan kepada ibu berapa lama dan berapa kali kawin untuk membantu menentukan bagaimana keadaan alat kelamin dalam ibu.
7.        Riwayat KB
Ditanyakan jenis kontrasepsi, lama pemakaian, keluahan serta jenis kontrasepsi yang akan digunakan untuk yang akan datang.
8.        Riwayat Psikososial
Respon ibu terhadap keadaan nifas, dukungan keluarga serta yang mengambil keputusan dala keluarga.(Christina,1981:45)
9.        Pola Aktivitas sehari-hari
Istirahat:Digunakan untuk mengetahui berapa lama ibu beristirahat selama nifas dan mengetahui kondisi ibu selama nifas. (Crintina,1996 34)
Nutrisi: Untuk mengetahui cakupan gizi ibu nifas, supaya ibu siap dalam menyusui dan untuk perbaikan kondisi ibu. (Christina,1981:48)
Personal Hygiene : Untuk mengetahui kebersihan alat reproduksi ibu dan apakah ibu sudah benar dalam merawat alat reproduksi.
Eliminasi:Untuk mengetahui pola BAK dan BAB ibu, jika  jarang BAK maka akan mempengaruhi kontraksi ibu.(Christina,1996 :15)
Aktivitas:Dikaji untuk mengetahui kegiatan sehari-hari ibu selama nifas dan sangat berpengaruh pada kondisi ibu.(Chritina 1996:34)

B.        Data Obyektif
1.        Keadaan Umum : ditujuan untuk pemeriksaan pada postur tubuh, gerak tubuh, dan ekspresi wajah (Depkes RI. 1995:19).
2.        Kesadaran : composmentis/confusion/delirium/samnulentia/coma (Manajemen Askeb, 2003:3).
3.        TTV
-            Tekanan darah : diukur dengan menggunakan tensi meter, untuk mengetahui tekanan sistole dan diastol (Pusdiknakes, 68).
-            Denyut nadi : diukur dengan menggunakan alat pengukur seperti jam tangan. Ukuran denyut nadi dihitung berdasarkan frekuensi denyut per menit (80-90 x/menit) (Zr. Dra. Christina, 95).
-            Suhu : temperatur diukur menggunakan termometer (37-39oC) (Pusdiknakes. 2000:67).
-            Resporasi : untuk mengetahu pernapasan pasien (16-20 x/menit) (Saifaetlah Noer, 563).
4.        Pemeriksaan Fisik
·         Kerongkongan jika diindikasikan
·         Payudara dan puting susu
·         Auskultasi paru jika diindikasikan
·         Abdomen : kandung kemih, uterus, diastasis
·         Nyeri tekan CVA
·         Lokia : warna, jumlah dan bau
·         Perineum : odem, inflamasi, hematoma, pus, luka yang terpisah, luka memar, luka jahitan, hemoroid
·         Ekstremitas : varises, nyeri tekan dan panas pada betis, odem, tanda homan, refleks
(Helen Verney, 2001 : 266)
a.    Palpasi
TFU
- uri lahir : TFU 2 jari di bawah pusat
-          1 minggu : TFU pertengahan pusat sympisis
-          2 minggu : TFU tidak teraba diatas simpisis
-          6 minggu : uterus bertambah kecil
-          8 minggu : uetrus sebesar normal
(Christina S. Ibrahim, 1996:12).
UC:Yang diperhatikan apakah uterus bundar dan keras maka  menandakan kontraksi uterus baik (Christina S. Ibrahim, 1996:150).
VU:Kandung kemih yang penuh ini terjadi bila pengawasan proses persalinan kurang baik. Pada kandung kemih yang penuh akan mendesak fundus uteri lebih ke atas dan mempengaruhi kontraksi uterus kurang baik dan mengakibatkan adanya pendarahan (Christina Ibrahim, 1996:150).
Mamae:Terdapat bendungan ASI , teraba keras. (Christina Ibrahim, 1996:84).


II.      INTERPRETASI DATA DASAR

DX : G...PAPIAH post partum hari ke...dengan nifas fisiologis.
DS : - Ibu mengatakan melahirkan anak ke... jam...
                 - Keluhan-keluhan ibu seperti :
-    Nyeri perut
-    After pain
-    Nyeri Perineum
DO    : Keadaan umum       :   Baik
            Kesadaran               :    Composmentis
            Tanda-tanda Vital   :
                          TD :                             Rr :
                          N :                                S :
                   Pemeriksaan fisik :
-       Kerongkongan, jika diindikasikan
-       Payudara dan puting susu
-       Auskultasi paru, jika diindikasikan
-       Abdomen, kandung kemih, uterus, diastasis
-       Nyeri tekan CVA
-       Lokia : warna, jumlah dan bau
-       Perineum : oedem, inflamasi, hematom, pus, luka, yang terpisah atau dehisens, luka memar, luka jahitan, hemoroid.
-       Ekstremitas : varises, nyeri tekan dan panas pada betis, oedema, tanda homen, refleks
ü TFU
Involusio
Tinggi fundus uteri
Bayi lahir
Setinggi pusat
Uri lahir
2 jari bawah pusat
1 minggu
Pertengahan pusat simpisis
2 minggu
Tidak teraba di atas simpisis
6 minggu
Bertambah kecil
8 minggu
Sebesar normal

ü UC
Apakah uterus bundar atau keras, maka kontraksi uterus baik
ü VU
Kandung kemih yang penuh akan mempengaruhi TFU dan kontraksi uterus kurang baik sehingga mengakibatkan perdarahan.
( obstetri fisiologi, 1984 )
-          Masalah :Ibu mengatakan nyeri perut dan nyeri pada bekas luka jahitan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       : nyeri perineum, nyeri perut ( after pain ), nyeri payudara, nyeri puting susu.
-          Kebutuhan : lakukan mobilisasi
Anjurkan ibu merubah posisi tidur
Berikan perawatan luka perineum dan vulva higiene
Anjurkan ibu jangan terlalu banyak gerak
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Anjurkan                                                                                                                                                                               : pemberian penjelasan tentang masalah dan cara untuk mengatasinya

III.      IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
ü  HPP
Antisipasi      : massage fundus
                      Gizi yang cukup
                      Jika terdapat laserasi segera atasi
ü  SUB INVOLUSI
Antisipasi     : memberikan gizi yang cukup ( makan – makanan seperti ikan, tempe, telur, nasi, sayur, buah dan susu )mengosongkan kandung kemih.
ü  BENDUNGAN PAYUDARA
Antisipasi      :perawatan payudara
                      Memberikan penyuluhan dan mengajarkan ibu cara menyusui yang benar
                      Menjaga kebersihan payudara
ü  MASTITIS
Antisipasi      :memberikan penyuluhan dan ajarkan ibu perawatan payudara
                      Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan payudara
                      Mengajarkan pada ibu untuk merawat puting lecet
ü  INFEKSI POST PARTUM
Antisipasi      :menjaga personal higiene.
                      Melakukan peraawatan pada luka bekas laserasi


IV.      IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
-

V.         INTERVENSI
Tujuan : - Agar nifas berjalan normal
§  Agar ibu bisa beradaptasi dengan mules
Kriteria Hasil : - Ibu mengerti tentang penyebab nyeri / mules
§  Ibu dapat melakukan mobilisasi
§  Penurunan TFU dapat berjalan normal
§  TTV dalam kondisi normal
§  Lochea normal
§  Ibu tampak tenang
1.    Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
     R : penjelasan hasil pemeriksaan pada ibu diperlukan agar ibu mengetahui keadaan yang terjadi padanya
2. Beritahu ibu tentang penyebab nyeri perut yang dirasakan
     R : Untuk mengetahui bahwa proses involusi baik
3. Ajarkan pada ibu mengenai teknik distraksi dan relaksasi terhadap nyeri yang dirasakan ibu
     R : Untuk menghilangkan rasa nyeri pada ibu dengan cara yang lain sehingga ibu tidak merasakan nyeri
4. Anjurkan ibu untuk mobilisasi dini
     R : Dengan mobilisasi terjadi kontraksi otot-otot perut sehingga proses involusi bisa berjalan normal
5. Anjurkan ibu mengkonsumsi makanan bergizi seperti ikan laut, tahu, sayuran, buah-buahan seeta banyak mengkonsumsi air putih
     R : Makanan bergizi mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh ibu untuk memulihkan tenaga ibu dan mempercepat proses involusi
6. Anjurkan ibu istirahat cukup dan berikan posisis yang nyaman
     R : Dengan istirahat akan terjadi relaksasi otot-otot perut sehingga membantu proses involusi
7. Ajarkan ibu cara menyusui yang benar
     R : Untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi
8. Ajarkan ibu cara merawat payudara
     R : Menjaga kebersihan payudara dan proses laktasi
9. Berikan penyuluhan dan ajarkan pada ibu tentang perawatan luka episiotomi, cara cebok yang benar dan ganti softex tipa selesai BAK
     R : Menjaga kebersihan vulva agar tidak terjadi infeksi
10. Ajarkan ibu tentang perawatan bayi
     R : Agar ibu dapat mandiri dalam melakukan perawatan bayi secara benar
11. Observasi TTV, TFU, UC dan pengeluaran pervaginam
     R : Dapat dipantau keadaan ibu sehingga dapat diberikan penanganan secara tepat
12. Berikan terapi obat-obatan dan beritahu untuk minum obat secara teratur
     R : Sebagai profilaksis dan membantu mengembalikan daya tahan tubuh ibu

VI.      IMPLEMENTASI
Dilakukan sesuai kondisi klien dengan intervensi yang telah ada.

VII.   EVALUASI
langkah terakhir dari proses manajemen kebidanan adalah evaluasi. Evaluasi adalah tindakan pengukuran antara keberhasilan dan rencana bidan melakukan evaluasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam rencana kegiatan. Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan kebidanan yang dilakukan. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk kegiatan asuhan lebih lanjut bila diperlukan atau sebagai bahan peninjauan terhadap langkah – langkah didalam proses manajemen kebidanan sebelumnya oleh karena tindakan yang dilakukan oleh karena tindakan yang dilakukan kurang berhasil.
( DEPKES RI 1998 : 24 – 27 )













































ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY ” P” P10001  POST PARTUM Spt b
Di RUANG MELATI
RSUD DR MOH AMAD SALEH PROBOLINGGO
TANGGAL 11 MEI 2009

I. PENGKAJIAN
Tanggal           : Selasa, 11 M ei 2009
Jam                  : 06.30 WIB
A.  DATA SUBJEKTIF
1.   Biodata
Nama Ibu      : Ny  “P”                                   Nama Suami   : Tn “I”
Umur             : 29 Th                                      Umur             : 29 Th
Agama           : Islam                                        Agama           : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia                       Suku/Bangsa   : Jawa/Indonesia
Pendidikan    : SMA                                       Pendidikan     : D3
Pekerjaan       : Guru                                       Pekerjaan        : PNS
Alamat           : Kapten Pattimura                   Alamat            :Kapten Pattimura
                                                                                                  
2.   Keluhan Utama
Ibu mengatakan baru melahirkan anak ke 1 dan ibu mengatakan nyeri perut dan bekas luka jahitan
3.   Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu
Kehamilan
Persalinan
Nifas
Ket
Suami
Kehamilan
Usia kehamilan
Jenis
Penolong
Tempat
JK
A-S
BB
PB
Penyulit
Masalah
Laktasi

1



Hamil ini



















4.   Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas Sekarang
-          Kehamilan
Anak ke 1
Usia kehamilan 9 bulan
ANC : Tempat praktek Dr. Djauhar
                  Berapa kali : 5x
                  TT : lengkap
                  Terapi : Fe dan vit C
                  Keluhan hamil muda : mual dan pusing

                  Keluhan hamil tua : tidak ada
                  Gerakan anak dirasakan sejak usia kehamilan 5 bulan
-          Persalinan
Ibu merasa perutnya kenceng-kenceng dan keluar air ketuban sejak 6 Mei 2009 jam 22.00 WIB. Lalu ibu datang ke RSUD DR MOH SALEH dengan hamil 9 bulan dan ditemani oleh suami. Oleh karena tidak ada kemajuan maka ibu dirangsang dengan menggunakan infuse. Pada tanggal 7 Mei 2009 pukul 03.30 WIB ibu melahirkan bayi laki-laki secara normal dengan BB=3300 gram, PB=52 cm. bayi langsung menangis dan bayi dirawat gabung bersama ibu.
-          Nifas
Ibu mengatakan lelah setelah melahirkan dan ibu mengatakan bahwa perutnya mules serta nyeri pada jahitan perineum. Ibu sudah mulai belajar menyusui bayinya tetapi ASI nya belum keluar.
5.   Riwayat Penyakit Sekarang
-     Ibu tidak pernah menderita penyakit akut/klonis seperti TBC, hipertensi, jantung
-     Ibu tiudak pernah menderita penyakit menular seperti HIV/AIDS, hepatitis
-     Ibu tidak mempunyai penyakit keturunan seperti asma, DM
6.   Riwayat Penyakit Keluarga
-      Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit kronis seperti TBC,                                                                   hipertensi
-      Dalam keluarga tidak ada penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS
-      Dalam keluarga tidak ada penyakit keturunan seperti asma
-      Dalam keluarga tidak ada keturunan kembar
7.   Riwayat Perkawinan
-      Status                               : Kawin 1 kali
-      Lama                                : 3 tahun
-      Usia saat kawin                :26 tahun
8.   Riwayat KB
-      ibu tidak pernah mengikuti program KB apapun
9.   Riwayat Psikososial
-      Ibu merasa senang karena anaknya lahir dengan selamat
-      Ibu merasa cemas karena perutnya masih terasa sakit
-      Keluarga dan suami ibu sangat mendukung ibu dalam perawatan nifas
10. Pola Aktivitas sehari-hari
a.   Nutrisi
Selama nifas : Ibu makan 3 kali sehari terdiri dari nasi, lauk, sayur. Ibu minum air putih +  7 sampai 8 gelas sehari
Selama hamil nutrisi ibu tidak ada masalah makan 3-4 kali sehari yang terdiri nasi, lauk dan sayur dan minun 7-8 gelas sehari.
b.   Istirahat
Selama nifas : Ibu kalau siang hari kadang-kadang tidur, kalau malam hari ibu sering terbangun karena bayinya sering menangis
c.   Eliminasi
Selama nifas: Ibu sudah BAK + 3 – 4 kali sehari.
Ibu belum BAB
d.   Personal
Selama nifas: Ibu mandi 2 kali sehari, ganti baju 2 kali sehari, ganti CD dan pembalut 2 kali sehari atau bila terasa basah.
e.   Aktifitas
Selama nifas ibu mengatakan luka jahitannya masih terasa sakit dan ibu takut untuk banyak bergerak
B.  DATA OBJEKTIF
1.   Keadaan Umum         : Baik 
2.   Kesadaran                  : Composmentis
3.   Tanda-tanda Vital
a.   Tekanan darah     : 110/70 mmHg
b.   Nadi                     : 84 x/menit
c.   Suhu                     : 36,7 0C
d.   Respirasi              : 20 kali/menit
4.   Pemeriksaan Fisik
a.   Inspeksi
-   Muka               : Tidak pucat, tidak oedem
-    Mata                :  Konjungtiva tidak pucat,
-    Mamae        :simetris, tidak ada benjolan, bersih, papila menonjol, tidak lecet                                                                                                                                                       : Simetris, bersih, hiperpigmentasi areola dan    papalia mamae, puting nonjol
-    Abdomen        : Tidak ada luka bekas operasi, bersih
-                          -   Genetalia          :bersih, tidak oedem, pengeluaran lochea rubra                                                                                                                                                           : Vulva dan vagina bersih, tidak oedem, tidak    varices, tampak luka jahitan Hbaik.
-   Anus               :Tidak ada hemaroid
-  Ekstremitas: Atas :Simetris, tidak oedem
                                    Bawah       : Simetris, tidak oedem, tidak ada varices                                                                                    tidak ada tanda homan
b.   Palpasi
-   Mamae       : Tidak ada bendungan Asi dan pengeluaran                                               colostrum
-  Perut            : TFU        : 2 jari bawah pusat
                                UC           :Baik
                                V / U        : Kosong
-          Genetalia : tidak ada nyeri tekan sekitar luka epis
Terapi yang diberikan : Amoxicillin 500 mg 1x1
                               Asam Mefenamat 500 mg 3x1
                                
II.    INTERPRETASI DATA DASAR
Dx  : P10001   dengan postpartum fisiologis
DS : -  Ibu mengatakan baru melahirkan anak pertama
 -  Ibu mengatakan perutnya masih sakit dan terasa nyeri
 - Ibu mengatakan luka jahitannya masih terasa sakit dan ibu takut untuk banyak bergerak
DO : Keadaan umum         : Baik
 Kesadaran                 : Composmentis
 Tanda-tanda Vital     :
-           Tensi                : 110/70 mmHg           - Suhu              : 36,7 0C
-           Nadi                : 84 x / menit               - Respirasi       : 20 kali/menit
-       Inspeksi
-     Muka                 : Tidak pucat, tidak oedem
-     Mata                   :  Konjungtiva tidak pucat,
-     Mamae               : Simetris, bersih, hiperpigmentasi areola dan    papila mamae, puting menonjol
-    Genetalia             : Vulva dan vagina bersih, tidak oedem, tidak    varices, tampak luka jahitan HE  dikompres kasa betadhine, pengeluaran lochea merah (lochea rubra) 1 koteks penuh, tidak bau, keadaan luka baik.
-    Ekstremitas: Atas :Simetris, tidak oedem
                                                            Bawah : Simetris, tidak oedem, tidak ada varices                                                                              tidak ada tanda homan
-          Masalah :Ibu mengatakan nyeri perut dan nyeri pada bekas luka jahitan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       : nyeri perineum, nyeri perut ( after pain ), nyeri payudara, nyeri puting susu.
Kebutuhan : menjelaskan pada ibu bahwa nyeri perut merupakan hal yang normal untuk mengembalikan bentuk uterus
 lakukan mobilisasi
Anjurkan ibu merubah posisi tidur
Berikan perawatan luka perineum dan vulva higiene
Anjurkan ibu jangan terlalu banyak gerak                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Anjurkan                                                                                                                                                                               : pemberian penjelasan tentang masalah dan cara untuk mengatasinya

III.  IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
                                      -
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
                                       -
V. INTERVENSI
Tujuan : - Agar nifas berjalan normal
§  Agar ibu bisa beradaptasi dengan mules
Kriteria Hasil : - Ibu mengerti tentang penyebab nyeri / mules
§  Ibu dapat melakukan mobilisasi
§  Penurunan TFU dapat berjalan normal
§  TTV dalam kondisi normal
§  Lochea normal
§  Ibu tampak tenang
1.    Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
     R : penjelasan hasil pemeriksaan pada ibu diperlukan agar ibu mengetahui keadaan yang terjadi padanya
2. Beritahu ibu tentang penyebab nyeri perut yang dirasakan
     R : Untuk mengetahui bahwa proses involusi baik
3. Ajarkan pada ibu mengenai teknik distraksi dan relaksasi terhadap nyeri yang dirasakan ibu
     R : Untuk menghilangkan rasa nyeri pada ibu dengan cara yang lain sehingga ibu tidak merasakan nyeri
4. Anjurkan ibu untuk mobilisasi dini
     R : Dengan mobilisasi terjadi kontraksi otot-otot perut sehingga proses involusi bisa berjalan normal
5. Anjurkan ibu mengkonsumsi makanan bergizi seperti ikan laut, tahu, sayuran, buah-buahan seeta banyak mengkonsumsi air putih
     R : Makanan bergizi mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh ibu untuk memulihkan tenaga ibu dan mempercepat proses involusi
6. Anjurkan ibu istirahat cukup dan berikan posisis yang nyaman
     R : Dengan istirahat akan terjadi relaksasi otot-otot perut sehingga membantu proses involusi
7. Ajarkan ibu cara menyusui yang benar
     R : Untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi
8. Ajarkan ibu cara merawat payudara
     R : Menjaga kebersihan payudara dan proses laktasi
9. Berikan penyuluhan dan ajarkan pada ibu tentang perawatan luka episiotomi, cara cebok yang benar dan ganti softex tipa selesai BAK
     R : Menjaga kebersihan vulva agar tidak terjadi infeksi
10. Ajarkan ibu tentang perawatan bayi
     R : Agar ibu dapat mandiri dalam melakukan perawatan bayi secara benar
11. Observasi TTV, TFU, UC dan pengeluaran pervaginam
     R : Dapat dipantau keadaan ibu sehingga dapat diberikan penanganan secara tepat
12. Berikan terapi obat-obatan dan beritahu untuk minum obat secara teratur
     R : Sebagai profilaksis dan membantu mengembalikan daya tahan tubuh ibu

VI.   IMPLEMENTASI
1.   Menjelaskan hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu normal yaitu dapat dilihat dari proses pengembalian rahim sesuai dengan TFU yaitu setinggi pusat. Adanya lochea rubra dan keadaan luka perineum baik. Sedangkan keadaan bayinya juga normal dan ibu sudah mencoba memberikan ASI tetapi colostrum ibu belum keluar
2. Memberitahu ibu tentang penyebab nyeri perut yang dirasakan adalah normal. Hal ini disebabkan oleh proses pengembalian rahim ke bentuk semula dimana mulanya rahim besar, sekarang rahim mengecil ke keadaan semula sebelum hamil
3. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi seperti berjalan-jalan ke sekitar ruangan
4. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan bergizi seperti ikan laut, tahu, sayuran, buah-buahan serta banyak mengkonsumsi air putih untuk memperlancar metabolisme tubuh ibu dan produksi ASI
5. Mengajarkan pada ibu cara menyusui yang benar
§  Sebelum menyusui sebaiknya puting dan areola dibersihkan terlebih dahulu
§  Ibu duduk bersandar dengan memegang bayidi bagian punggungnya
§  Perut bayi dirapatkan pada perut ibu
§  Masukkan putting susu sampai areolanya masuk ke dalam mulut bayi
§  Tunggu sampai bayi merasa puas dan menyusukan kedua payudara secara bergantian
6. Memberikan penyuluhan dan mengajarkan pada ibu tentang:
§  perawatan luka episiotomi
tiap hari vulva dibersihkan dan pada luka jahitan diberikan kasa betadine dengan memasukkan seperempat bagian kasa ke dalam vagina
§  cara cebok yang benar
menyiram vulva dari arah atas ke bawah
§  ganti softex tiap selesai BAK
tiap selesai BAK diharapkan ibu mengganti softexnya minimal 4x sehari
7. Mengajarkan ibu tentang perawatan bayi seperti merawat tali pusat dan memandikan bayi
8. Melakukan  observasi TTV, TFU, UC dan pengeluaran pervaginam
9. Melanjutkan terapi obat-obatan dan beritahu untuk minum obat secara teratur

VII.      EVALUASI
Tanggal / jam : 7-5-2009 / 14.00 WIB
     ibu mengatakan mengerti dan memahami bahwa nyeri perut merupakan proses pengembalian bentuk uterus dan alat reproduksi ke keadaan semula.
     Ibu sudah bisa memeriksa kontraksi uterus
     ibu menghabiskan porsi makan yang diberikan.
     Ibu mengerti untuk menjaga kebersihan genitalia selama nifas untuk menghindari terjadinya infeksi
     ibu sudah bisa melakukan perawatan tali pusat pada bayi
     ibu sudah mengerti cara menyusui yang benar
     ibu sudah bisa mnyusui bayinya dengan baik
     ibu minum obat yang diberikan secara teratur
     ibu dalam keadaan nifas normal dan dalam keadaan baik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar