Info Kesehatan

healhty

Minggu, 08 April 2012

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. “A” AKSEPTOR LAMA KB IUD DENGAN OFF KB IUD



ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny. “A” AKSEPTOR LAMA KB IUD
DENGAN OFF KB IUD
DI BPS Hj. SULASTRI, SST
BALONG PANGGANG – GRESIK
















Disusun oleh:
MUHIMMATUL FIRDAH
06.630.025







PRODI DIII KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2008
BAB 2
LANDASAN TEORI


2.1         Definisi
Kontrasepsi aatu anti konsepsi (konsepsi kontrol) adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi, alat atau obat-obatan (Sinopsis Obstetri, jilid II : 1998).
Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen (Ilmu Kandungan : YBPSP)

2.2         Syarat-syarat
Hendaknya konstrasepsi memenuhi syarat-syarat seperti berikut:
a.       Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya
b.      Efek samping yang merugikan
c.       Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan
d.      Tidak mengganggu hubungan persetubuhan
e.       Tidak memerlukan bantuan atau kontrol yang ketat selama pemakaiannya
f.       Cara penggunaannya sederhana
g.      Harganya murah supaya dapat dijangkau masyarakat luas
h.      Dapat diterima oleh pasutri

2.3         Cara-cara Konstrasepsi
Cara-cara kontrasepsi dapat dibagi menjadi beberapa metode:
a.       Pemakaian menurut jenis kelamin pemakaiannya
Þ    Cara atau alat yang dipakai oleh suami
Þ    Cara atau alat yang dipakai oleh istri
b.      Menurut pelayanannya
Þ    Cara medis dan non medis
Þ    Cara klinis dan non klinis
c.       Pembagian menurut efek kerjanya
Þ    Tidak mempengaruhi fertilitas menyebabkan infertilitas temporer (sementara)
Þ    Kontrasepsi permanen dengan infertilitas menetap
d.      Pembagian cara kerja alat/cara kontrasepsi
Þ    Menurut keadaan biologis: senggama terputus, metode kalender, suhu badan, abstinensia, dan lain-lain.
Þ    Memakai alat barier
Ø  Alat mekanis : Kondom, diafragma, kapporsio
Ø  Obat kimiawi : Spermisida
Þ    Kontrasepsi intra uterin: IUD
Þ    Operatif: Tubektomo dan vasektomi
e.       Pembagian umum dan banyak dipakai adalah:
Þ    Metode merakyat (folk method)
Ø  Senggama terputus (coitus interuptus)
Ø  Pembilasan paska senggama (post coital douche)
Ø  Perpanjangan masa laktasi (prolonged laktation)
Þ    Metode tradisional (traditional method)
Ø  Pantang berkala (sistem kalender, sistem suhu badan)
Ø  Kondom (kabel KB)
Ø  Diafragma vagina
Ø  Spermisida
Þ    Metode modern
Ø  Kontrasepsi homonal (kontrasepsi sitematik)
a.       Pil KB
b.      Suntikan KB
c.       AKBK atau norplant
d.      Kontrasepsi intra uterin
Ø  UD
Þ    Metode permanen operatif
Ø  Tubektomi pada wanita
Ø  Vasektomi pada pria

2.4         KB IUD
a.       Pengertian
IUD adalah alat-alat kontrasepsi yang dimasukkan dalam rahim
b.      Macam-macam IUD
Þ    Menurut bentuknya
§  Bentuk terbuka, misal CU – Y, lippes lop
§  Bentuk tertutup, misal otaring, antigon
Þ    Menurut tambahan obat atau metal
§  Medicated IUD, misal CU – T – 200, NOVA – T
§  Unmedicated IUD, misal lippes lop, margulies
c.       Cara kerja
Belum diketahui benar mekanisme kerja IUD, ada beberapa hipotesis
Þ    Teori reaksi radang non spisifik dengan serbukan kliosit
Þ    Teori reaksi benda asing yang membentuk sejumlah besar sel-sel mikrofag pada permukaan mukosa rahim yang menelan sperma atau ovum
Þ    Teori perubahan hormonal dengan meningkatnya kadar prasta glandin intra uterin
Þ    Teori efek mekanik menimbulkan kontraksi-kontraksi rahim yang menghalangi perjalanan sperma
Þ    Teori perubahan sekresi biokimia dan perubahan enzimatik karbonikanhidrase dan albuli fosfatase dalam uterus terutama pada IUD dengan ion tembaga.
d.      Indikasi dan kontraindikasi
Þ    Indikasi
Ø  Telah mempunyai anak hidup satu atau lebih
Ø  Ingin menjarangkan kehamilan (spacing)
Ø  Sudah cukup anak hidup, tidak mau hamil lagi namun takut atau menolak cara permanen
Ø  Tidak boleh atau tidak cocok memakai kontrasepsi hormonal (mengidap penyakit jantung, hipertensi, hati)
Ø  Berusia di atas 35 tahun, dimana kontrasepsi hormonal dapat kurang menguntungkan
Þ    Kontra indikasi
Ø  Kehamilan
Ø  Pradangan panggul
Ø  Pendarahan uterus abnormal
Ø  Karisnama organ-organ panggul
Ø  Malformasi rahim
Ø  Mioma uteri terutama jenis sub mukosa
Ø  Dimenorea berat
Ø  Stenosis kanatis servikalis
Ø  Anemi berat dan gangguan pembekuan darah
Ø  Penyakit jantung rematik
e.       Keuntungan dan kerugian
Þ    Keuntungan
Ø  Dapat diterima masyarakat dengan baik
Ø  Pemasangan tidak memerlukan medis teknis yang sulit
Ø  Kontrol medis yang ringan
Ø  Penyakit tidak terlalu berat
Ø  Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung baik
Þ    Kerugian
Ø  Masih terjadi kehamilan dengan AKDR insitur
Ø  Terdapat pendarahan: spotting dan menometroragina
Ø  Leokorea, sehingga menguras protein tubuh dan liang senggama terasa lebih basah
Ø  Dapat terjadi infeksi
Ø  Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer atau sekunder dan kehamilan ektopik
Ø  Tali AKDR dapat menimbulkan perlukaan portiouteri dan mengganggu hubungan seksual
f.       Pemasangan AKDR
Þ    AKDR dapat dipasang pada
1.      Bersamaan dengan menstruasi
2.      Segera setelah menstruasi
3.      Pada masa akhir pneperium
4.      Tiga bulan pasca persalinan
5.      Bersamaan dengan sekcio caecorea
6.      Bersamaan dengan abortus dan kuret aga
7.      Hari kedua-ketiga pasca persalinan
Þ    AKDR tidak dapat dipasang pada keadaan
1.      Terdapat infeksi genetalia
§  Menimbulkan eksaserbasi (kambuh) infeksi
§  Keadaan patologis lokal: frungkie: stenosis vagina,infek vagina
2.      Dugaan kegunaan serviks
3.      Pendatahan dengan sebab yang tidak jelas
4.      Pada kehamilan: terjadi abortus, mudah persforasi, pendarahan infeksi





BAB 3
TINJAUAN KASUS


Tanggal   : 02 – 11 – 2008
Jam         : 15.55 WIB

3.1   LANGKAH 1 (PENGKAJIAN DATA)
A.    Data Subyektif
1.       Identitas
Nama istri     :  Ny. “A”                           Nama suami  : Tn. “K”
Umur             :  35 th                                Umur             : 40 th
Agama          :  Islam                                Agama          : Islam
Suku/Bangsa :  Jawa/Indonesia                Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan    :  SD                                   Pendidikan    : SD
Pekerjaan      :  IRT                                 Pekerjaan      : Swasta
Alamat          :  Ds. Pacuh No. 15            Alamat          : Ds.Pacuh No.15
                         Balong panggang                                                Balong Panggang
                         Gresik                                                      Gresik
2.      Status Perkawinan
Perkawinan ke       : I
Umur kawin          : 16 th
Lama kawin          : 19 th
3.      Alasan Kunjungan
Ibu mengatakan ingin melepas IUDnya
4.      Riwayat Kebidanan
a.       Riwayat haid
Menarche        : 13 th
Siklus              : 28 hr
Banyak            : ± ganti 2-3 kotek/hari
Warna/bau       : merah segar/bau amis
Keluhan           : tidak ada
Flour albus      : tidak
HpHt               : lupa



b.      Riwayat kehamilan persalinan dan nifas yang lalu
Perkawinan
Kehamilan
Persalinan
Anak
Nifas
KB
Ke
Usia
Jns
Pnlng
Tmpt
Sex
BBL
Hdp
Mati
ASI
Pnylt
1
1
9 bln
Spt B
Bidan
BPS
3000
0
-
2 th
-
IUD

2
9 bln
Spt B
Bidan
BPS
3000
0
-
1 th
-
IUD

c.       Riwayat KB dahulu
Setelah melahirkan anak pertama, ibu menjadi akseptor alkon IUD 5 tahun karena ingin mempunyai anak lagi, klien kemudian melepas IUDnya setelah kelahiran anak ke 2, ibu juga menjadi akseptor KB IUD sampai sekarang.
5.      Riwayat genekologi
Ibu masih merasakan benang IUD ibu tidak pernah mengalami pendarahan yang tidak diketahui sebabnya. Ibu tidak pernah menderita tumor atau pun kanker pada alat kandungan dan payudara. Ibu tidak pernah melakukan operasi pada alat kandungan dan payudara.
6.      Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu tidak pernah menderita penyakit menurun (DM, asma, Hipertensi) mnular (TBC, AIDS, Hepatitis) dan menahun (asma, jantung) tidak pernah menjalani operasi, ibu pernah dirawat di rumah sakit karena thypoid.
7.      Riwayat kesehatan keluarga
Dalam keluarga ibu tidak ada yang menderita penyakit menular (Hepatitis, TBC, AID) menahun (jantung, asma) dan menurun (DM, HT, asma, epilepsi)
8.      Riwayat psikososial
Hubungan ibu dengan keluarga baik, datang diantar oleh suaminya
9.      Riwayat sosial budaya
Ibu, suami dan keluarga berasal dari suku Jawa, tidak ada kepercayaan atau adat yang menghalangi atau pun menghambat ibu untuk mengikuti KB IUD
10.  Kebiasan sehari-hari
a.       Nutrisi
Makanan         : 3 x/hr, porsi sedang (nasi, lauk, sayur)
Minuman         : ± 5-7 gelas/hari (air putih)
b.      Eliminasi
BAB    : 1 x/hr (konsistensi lembek, tidak ada keluhan)
BAK   : ± 3-4 x/har (kuning jernih, tidak ada keluhan)
c.       Istirahat
Malam ± 8 jam/hr
Siang ± 1 jam/hr
d.      Aktivitas
Ibu sehari-hari mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah dan lain-lain
e.       Personal hygiene
Mandi 2 x/hr, gosok gigi 2 x/hr, ganti baju dan celana dalam 2 x/hr, keramas 3 x/hr
f.       Pola seksual
Ibu mengatakan saat melakukan hubungan seksual tidak ada keluhan dan tidak ada paksaan dari suami

B.     Data Obyektif
1.      Pemeriksaan fisik umum
Kesadaran             : composmentis
Postur tubuh          : normal/tegak
Cara berjalan         : tidak pincang, tidak diseret
TB                         : 150 cm
BB                         : 49,5 kg
2.      Tanda-tanda vital
T    : 120/70 mmHg
S    : 360C
3.      Pemeriksaan fisik khusus
    1. Inspeksi
Kepala         :  rambut hitam, tidak rontok kulti kepala bersih, tidak berketombe.
Muka           :  tidak pucat, tidak oedem, simetris
Mata            :  simetris, conjugtiva merah muda, sklera tidak putih, palpra tidak oedem.
Hidung        :  lubang hidung simetris, tidak ada PCH, bersih, tidak ada polip.
Mulut          :  bibir simetris, mukosa bibir lembab, tidak ada stomatis, tidak bersih tidak caries gigi.
Telinga        :  simetris, bersih, tidak serumen
Leher           :  tidak ada pembesaran vena jugularis
Ketiak         :  tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Dada           :  simetris, tidak ada retraksi intercostae
Abdomen    :  tidak ada luka bekas operasi
Anus           : tidak hemoroid
Genetalian   :  bersih, tida ada oedem, tidak ada varices, tidak ada flour albus dan spotting, tidak ada condiloma akiminata.
Ekstremitas :  simetris, tidak ada gangguan pergerakan, tidak ada varices, tidak oedem.
    1. Palpasi
Kepala         :  tidak ada benjolan
Leher           :  tidak ada pembesaran kelenjar thyroid tidak ada bendungan vena jugularis.
Ketiak         :  tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Mammae     :  tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, konsistens, lembek tidak pengeluaran cairan.
Abdomen    :  tidak ada nyeri dan benjolan pada supra pubrik, TFU tidak teraba, tidak ada nyeri tekan pada titik Mc. Burney tidak ada pembesaran haeper, tidak ada nyeri epigas trium.
Genetalia     :  tidak ada nyeri tekan dan benjolan pada kelenjar skene dan bertolin.
    1. Aukultasi
Dada           :  tidak whezing, tidak ada ronchi
Perut           :  bising usus, (+) 10 x/mnt
    1. Perkusi
Tidak dilakukan
4.      Pemeriksaan penunjang
    1. Pemeriksaan dalam tidak teraba benjolan/tumor pada vagina, benang teraba di depan portio, tidak ada nyeri gouang pada partio, tidak ada tanda-tanda kehamilan (goodell, hegar) uterus anteflexi.
    2. Pemeriksaan inspekulo
Tidak terdapat erosi pada partio, terlihat benang IUD, tidak ada tumr/benjolan, tidak ada cairan vagina abnormal.
            Kesimpulan
            Akseptor KB IUD dengan pro OFF IUD



3.2   LANGKAH II   :  IDENTIFIKASI, DIAGNOSA MASALAH DAN KEBUTUHAN
Dx           :  klien dengan OFF KB IUD
Ds           :  ibu mengatakan ingin melepas KB IUDnya
Do           :  k/u ibu baik
T             :  120/70 mmHg                            S          : 37oC
N             :  88 x/mnt                                 R         : 20 x/mnt
HPHT     :  lupa                                        Tanggal pemasangan: 16-08-2008
Inspekto  :  tidak ada pada porsio, terlihat benang IUD, di depan porsio, tidak ada benjolan/tumor, tidak ada pur/cairan vagina yang abnormal, tidak ada tanda-tanda kehamilan, tidak ada lesi pda serviks.
Masalah  :  takut
Kebutuhan :  - Informasi umum tentang proses pencabutan IUD
                      - Dukungan dari keluarga

3.3   LANGKAH III (ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL)
      Tidak ada

3.4   LANGKAH IV
Tidak ada

3.5   LANGKAH V (PENGEMBANGAN RENCANA)
Dx        :  Klien dengan Off IUD
Tujuan  :  Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan ibu mendapatkan pedoman OFF KB IUD sesuai prosedur.
Kreteria   :  - K/u ibu baik      : T   : 110/70 mmHg               S : (36,5 – 37,5)oC
                                          N  : (68 – 100) x/mnt              RR : 20 x/mnt
                   - Ibu tidak mengalami komplikasi setetah pencabutan IUD
                   - IUD terlepas dari rahim
Intervensi
a.       Pra pencabutan
1.      Lakukan pendekatan dengan klien dan keluarga
R/    Pendekatan dengan ibu dan keluarga merupakan langkah awal dalam melakukan asuhan kehidupan.
2.      Jelaskan proses pencabutan
R/    Alih informasi pada ibu

3.      Lakukan informed concent
R/    Sebagai bukti persetujuan ibu/keluarga atas tindakan yang akan dilakukan.
b.      Tindakan pencabutan
1.      Siapkan alat-alat untuk pencabut IUD
R/    Mempermudah dalam melakukan tindakan.
2.      Lakukan pencabutan IUD
R/    Fungsi independent bidan
c.      Post pencabutan
1.      Berikan konseling pasca pencabutan
R/    Klien mengetahui kondisi dan tindakan yang harus dilakukan
2.      Berikan terapi analgesik dan antibiotik
R/    Mencegah terjadinya infeksi dan mengurangi rasa nyeri.

3.6   LANGKAH VI IMPLEMENTAS
Tanggal     : 02 – 11 – 2008                                  Jam: 16.00 WIB
Dx             : Klien dengan OFF KB IUD
Jam 16.00   :  Melakukan pendekatan dengan klien dan keluarga untuk mempermudah komunikasi, dan klien dapat kooperatif dengan segala tindakan yang kita lakukan.
Jam 16.05   :  Menjelaskan prosedur tentang pencabutan IUD yaitu pada saat proses pencabutan nanti, klien akan merasakan sedikit nyeri dan diminta untuk menahannya sedikit.
Jam 16.10   :  Menyiapkan informed concent dengan klien
Jam 16.15   :  Menyiapkan alat untuk pencabutan IUD
Ø  Alat steril
§  Handscoon i pasang
§  Doek steril 2
§  Kapas, DTT, kassa depress, larutan anti septik
§  Ekstraktor IUD
§  Speculum cocor bebek
§  Tampon tang
Ø  Alat non steril
§  Lampu
§  Bengkok
§  Tempat sampah medik dan non medik
§  Larutan clorin 0,5%
Ø  Menyiapkan ruangan: menutup pintu, korden dan dipasang dan mengatur lampu sehingga dapat melihat serviks dengan jelas.
Jam 16.20   :  Melakukan pencabutan IUD
1.      Petugas mencuci tangan dengan air mengalir dan keringkan dengan handuk kering.
2.      Pakai handscoon, melakukan vulva hygiene dengan kapas dtt.
3.      Pasang speculum, kunci, bersihkan portio dengan larutan antiseptik.
4.      Jepit benang IUD, menggunakan tampon tang, jepit benang IUD yang terdekat dengan porsio, dengan kekuatan tetap, tarik benang dengan mantap dan hati-hati sehingga IUD terlepas dari rahim.
5.      Dep porsio dengan depses ± 30 – 60.
6.      Kita tunjukkan pada ibu IUD telah terlepas, rendam dalam larutan clorim 0,5%.
7.      Observasi keadaan ± 10 menit sebelum ibu diperbolehkan untuk pulang.
8.      Kita rendam peralatan dari handscoon kedalam larutan klorin 0,5%.
9.      Buang sampah ketempat sampah.
Jam 16.25   :  Memberikan konseling pada ibu tentang:
-        Kembalinya kesibukan setelah IUD dilepas
-        Kembali ketenaga kesehatan bila ada keluhan setelah pencabutan seperti nyeri perut, pendarahan dan demam dan lain-lain.
-        Kontrol kembali bila terlambat menstruasi (amenorhea)
Jam 16.30   :  Memberikan analgesik dan antibiotik amxsicillin 3 x 1 dosis 500 mg untuk terapi 3 hari. Setelah dilakukan dokumentasian (nama petugas, tanggal, jam, jenis IUD tanda tangan petugas dan kejadian-kejadian istimewa saat pelapasan).

3.7   LANGKAH VII
Tanggal
Dx           :  Klien dengan OFF KB IUD
S             :  Klien merasa lega setelah IUD dilepas tanpa ada hambatan
O             :  IUD telah dilepas dari rahim klien
Terdapat sedikit pendarahan
Terdapat IUD dalam larutan klorin
A             :  Klien degnan post OFF KB IUD tanpa komplikasi
P : HE     :  - Personal hygiene
                   - Alternatif KB lain dan segera menggunakannya
                   - Kontrol bila ada keluhan seperti perdarahan, kram dan nyer perut
                   -  mengingatkan pada klien dapat datang kembali ke bidan untuk konsultasi mengenai alat kontrasepsi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar