Info Kesehatan

healhty

Jumat, 13 April 2012

ASUHAN KEBIDANAN PADA BBLR



ASUHAN KEBIDANAN
PADA ANAK “ J” USIA 1 HARI
DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH
DI RUANGAN DAHLIA RSUD DR. MOHAMMAD SALEH
PROBOLINGGO






 






















 Disusun oleh :
 DIANA NI’MATUL JANNAH
 NIM P 27824307047






DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN SURABAYA
JURUSAN KEBIDANAN
PRODI KEBIDANAN BANGKALAN
2009


BAB 1
LANDASAN TEORI

1.1.1                                                  PENGERTIAN
·               Bblr adalah neonatus dengan berat badan lahir pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram
·               Dulu neonatus dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram / sama dengan 2500 gram disebut premature
·               Tahun 1961 ( WHO ) semua bayi baru lahir dengan berat badan lahir kurang / sama dengan 2500 gram disebut low birth weight infant ( BBLR )
·               BBLR dapat diketahui denagn menimbang bayi segera setelah lahir. Bayi baru lahir ditimbang segera setelah badannya dikeringkan dari air ketuban / paling lambat sampai bayi berumur 1 hari

1.1.2                                                  KLASIFIKASI
BBLR dibagi menjadi 2 golongan yaitu :
·         Prematuritas murni
Adalah neonatus dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan mempunyai BB sesuai dengan berat badan untuk masa kehamilan yang disebut neonatus kurang bulan sesuai masa kehamilan ( MKB – SMK )
·         Dismaturitas
      Adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan, hal ini karena menngalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilan ( KMK ) dismatur dapat terjadi pada aterm dan post term.

1.1.3                                                  ETIOLOGI
1.      Dari factor ibu
·         gizi ibu yang kurang
·         usia ibu yang kurang dari 20thn dan lbh dari 35thn
·         multugravida jarak kehamilan dekat
·         penyakit yang menyertai DM, jantung
·         perokok/ pencandu heroin
·         ibu bekerja berat
·         APB
·         Kelainan uterus
·         Pre eklampsia dan eklampsia
·         Ketuban pecah dini
2.      Dari factor janin
·         gemeli
·         infeksi
·         kelainan congenital hidramnion
3.      Dari factor placenta
·         infark placenta
·         abruption placenta
4.      Dari falktor lingkungan
·         tempat tinggal
·         radiasi
·         zat beracun

1.1.4                                                  KLASIFIKASI CIRI BBLR
Kriteria
Bblr kurang bulan
Bblr cukup bulan
Bblr lebih bulan
PB

Proporsi



Vitalitas



Kulit



Papilla mamae
Rambut
Telinga
Telapak kaki

Kuku

genetalia
< 47 cm

Kepala < 33 cm
Dada < 29 cm
umbilicus dibawah perut

Kurang aktif
tangis lemah
menghisap kurang kuat

merah, lembek
gelatinous transparan
lemak sub kutan tipis

datar
lembut
pipih – lembek
lembut hanya beberapa garis

lembut tak sampai ujung jari

♂ : testis di dalam abdomen atau alkanal
♀ : labia mayora

50-52 cm

35, 5 cm
33 cm
Umbilicus pada pusat

Aktif
tangis kuat, menghisap kuat

Merah muda, segar, lemak subcutan


Positif
Panjang kokoh
Tegak keras
Penuh garis – garis

Keras melebihi ujung jari
♂ : di dalam skrotum

♀ : sudah menutup
50-52 cm

33, 5 cm
33 cm
umbilicus sama dgn pusat
aktif
kuat
tampak begitu lapar
Merah muda, kering  keriput


Positif
Panjang kokoh
Kenyal
Penuh garis – garis
Keras melebihi ujung jari
♂ : di dalam skrotum
♀ : sudah menutup

1.1.5                                                  PENATALAKSANAAN
setelah bblr lahir
a.             pertahankan suhu yang sesuai kebutuhan bayi
·         segera lahir dikeringkan dengankain lunak bersih dan kering bayi tidak perlu dimandikan setelah tali pusat dipotong harusv segera dibungkus dengan kian kering agar tetap hangat diberi topi
·         letakkan pada tempat yang di hangatkan
·         usahakan suhu rectal 37 c dengan suhu ruangan 30-40c dengan kelembapan 60%
·         segera susukan bayi pada ibunya
b.            perhatikan pernafasan
·   segera bersihkan jalan lahir
·   segera resusitasi karena kebanyakan dari bblr dan asfiksia
·   bayi < 34 minggu perlu pengawasan ketat karena  dapat mengalami apnea
c.             nutrisi
·   Pada BBLR denag reflek hisap baik berikan ASI setengah jam setelah bayi baru lahir.
·   Jika BBLR  ASI diberikan lewat sonde
·   Jika ada indikasi medis dapat diberikan PASI
- BB < 1250 gram jatah minum 24x/hari.
- BB 1250 – 2000 gram, jatah minum 12 x/hari.
- BB > 2000 gram jatah minum 8x/hari.
·   Sebaiknya dengan cara menghisap tetapi bila keadaan tidak mmungkin, gunakan sonde lambung permanent yang diganti 2 hari sekali.

1.1.6                                                  MASALAH BBLR / PENYULIT
a.       RDS ( respiratory distress sindrom). Bayi – bayi dengan berat badan lahir rendah mengalami aspirasi cairan mekonium yang disebabkan oleh asfiksia antenatal dan gawat janin sekunder. Keadaan ini berakibat distress pernafasan yang terjadi segera lahir.
b.      Hipoglikemia neonatal paling sering terjadi pada ibunya yang menderita diabetes, bayi kecil untuk masa kehamilan, dan bayi kecil premature yang mengalami distress.
c.       Hipotermi, karena :
o   Permukaan tubuh relatif lebih luas, sehingga resiko kehamilan panas dan air lebih besar karena ratio luas tubuh dan berat badan lebih besar daripada bayi kurang bulan dengan gizi cukup.
o   Cadangan makanan lebih sedikit dan daya tahan tubuh lebih rendah.
o   Jaringan lemak sub kutan lebih tipis sehingga resiko kehilangan panas melalui kandungan dan kekurangan cadangan energi yang lebih besar sehingga mudah kedinginan.
d.      Asidosis metabolic menyebabkan cepat lelah, sering tersedak pada waktu menyusui dan malas menghisap.
e.       Mudah terkena penyakit dan mudah meninggal bila terkena penyakit.
f.       Mudah infeksi
g.      MAS ( Meconium Aspiration Syndrom )
h.      Kern ikterus

1.1.7                                                  YANG PERLU DIPERHATIKAN MERAWAT BBLR
a.       Menjaga agar tubuh bayi tetap hangat sampai menjadi lebih kuat dan beratnya menjadi normal. Hal ini penting karena BBLR mudah meninggal / terkena penyakit apabila tubuhnya dingin.
b.      Memberikan ASI secepatnya setelah lahir. ASI diberikan sebanyak mungkin dalam porsi sedikit tapi sering. Setiap bayi menginginkan dan sesuai kemampuan. Bayi perlu dijaga agar abyi jangan sampai tersedak.
c.       Memberikan luka tali pusat dengan bersih dan teratur memakai betadhine / providon yodium. Luka tali pusatyang sudah dibersihkan tidak diberi ramuan. Tali pusat dibungkus dengan menggunakan kasa steril yang diberi providon.
d.      Menjauhkan bayi dari orang sakit, misalnya batuk pilek.
e.       Bayi tidak boleh diletakkan ditempat yang banyak banyak angina, seperti di depan pintu / jendela yang terbuka dan diruanagn yang banyak orang.
f.       Pakaian dan pembungkus bayi diganti bila basah.
g.      Bayi harus sering dipeluk di dada ibu untuk mendapatkan kehangatan. Namun, bila bayi terlalu kesil diupayakan agar bayi tidak terlalu sering diangkat.

1.1.8                                                  YANG PERLU DIPERHATIKAN KETIKA BBLR DISUSUI
a.       Bayi menjadi biru
b.      Bayi menjadi sesak napas ditandai dengan adanya cekungan dari bagian tengah pangkal leher.
c.       Keluar susu dari hidung.
d.      Perut bayi menjadi kembung.

1.1.9                                                  TANDA BBLR YANG TELAH MENYUSUI
                                                 a.                                                      Bayi akan tidur pulas setelah menyusu.
                                                b.                                                       Bayi akan sering BAK dalam menyusu.
                                                 c.                                                      BAB bayi agak padat 1 – 5 kali setiap hari secara teratur
                                                d.                                                      BB akan semakin bertambah.

1.1.10                                              BBLR DIPERIKSA KEPUSKESMAS / RS BILA:
a.       Bayi akan menjadi lemah dan kurang dapat menghisap putting susu ibu walaupun sudah dibantu.
b.      Bayi tiba – tiba tidak mau minum, tidak seperti biasa.
c.       Bayi kejang – kejang.
d.      Tali pusat merah, berdarah, berbau dan bernanah.
e.       Bayi demam.
f.       Tubuh, tangan dan kaki bayi dingin walaupun sudah dibungkus dengan kain bersih dan hangat, kepalanya diberi topi dan didekap.
g.      Bayi bernapas cepat atau sulit bernapas.
h.      Bayi sulit dibangunkan atau mungkin kesadaran menurun.
i.        Bayi tampak kuning, terlihat lebih jelas pada bagian hidung, pipi dan bagian muka lainnya.
j.        Bayi mencret atau muntah – muntah.
k.      Bila bayi tidak mau minum lebih dari 4 – 6 jam.
l.        Bayi mulai merintih, tidak menangis seperti biasa.












1.2 KONSEP ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH
1.2.1    PENGKAJIAN
                        Hari/tanggal    :
                        Jam                  :

BIODATA
a. Anak meliputi          : nama, tanggal lahir/umur, jenis kelamin, jumlah saudara
b. Orang tua meliputi  : nama, umur, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan

      DATA SUBYEKTIF
1.      Keluhan utama
      bayi dengan berat lahir < 2500 gr
2.      Riwayat antenatal
BBLR sering menyertai kehamilan dengan hyperemesis gravidarum, anemia , hypertensi, hidramnion, gemeli dan penyakit yang menyertai kehamilan
3.      Riwayat intranatal
persalinan dengan KPD, APB, pre eklampsia, eklampsia, premature dismatur
4.      Riwayat postnatal
-
5.      Riwayat penyakit keluarga
dikaji tentang riwayat penyakit menular pada kluarga

DATA OBYEKTIF
·         Apgar score
            Criteria
0-1mnt
1-5mnt
Denyut jantung
Usaha bernafas
Tonus otot
Reflek
Warna kulit
1
1
1
1
1

1
2
1
1
1

·         Antropometri
BB : < 2500 kg
PB  : 46-48 cm
·         Pemeriksaan fisik BBLR dengan prematuritas murni
Kepala                : adakah caput succedaneum, adakah cephal hematome, batas antara dahi dan rambut tidak jelas
Mata                   : sclera ikterus / tidak
Hidung               : septum nasi ada / tidak
Mulut                 : adakah labio palato schizis / labio schizis, adakah reflek hisap
Telinga               : daun telinga tanpak tipis dan tanpa bentuk, sedikit cartilage, dan hannya sedikkit memiliki kecenderungan sedang untuk kembali ke konture awal
Dada                  : adakah retraksi intercoste
Abdomen           : kulit tampak tipis, terlihat pembuluh darah
Genetalia            : laki – laki       : testis belum turun dalam skrotum
                             Perempuan    : labie mayor belum menutupi labia minor
Ekstremitas        : guratan pada telapak kaki dan tangan tidak terlihat / masih belum ada
Kulit                   : masih ditutupi banayk lanugo, tipis dan transparan

1.1.2        INTERPRETASI DATA DASAR
Dx          : bayi berat lahir rendah
Ds           :
Do          : -   berat badan < 2500 gram
                 -   TTV           : nadi   : 120 – 140x / menit
                                       Suhu    : 36, 50 C – 37, 50C
                                       Rr        : 30 – 60x / menit
Masalah              : BB lahir kurang dari normal
Kebutuhan         : perawatan intensif bila perlu dengan inkobator

1.2.3        IDENTIFIKASI DDIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
·         hipotermi
·         hipoglikemi
·         ikterus / hiperbilirubinemia

1.2.4        IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
·         Mempertahankan jalan nafas
·         Memeprtahankan suhu tubuh bayi

1.2.5        INTERVENSI
1.            Pertahankan jalan nafas bayi
·         Pastikan tidak ada secret atau lendir disekitar mulut dan hidung. Jika masih terdapat secret maka lakukan penghisapan lendir
·         Periksa pernafasan bayi secara teratur
·         Jika bayi mengalami gangguan pernafasan maka lakukan :
-          Keringkan bayi dengan selimut dan handuk yang hangat
-          Gosoklah punggung bayi dengan lembut
2.            Pertahankan suhu
·         setelah bayi lahir keringkan dengan kain yang bersih, bayi tidak boleh dimandikan
·         letakkan diruang penghangat
-          ruang pemanas ( infamy farm)
-          extra lampu di ruangan
-          jika tersedia perawatan dengan inkubator
·         usahakan suhu rectal 37 c
·         segera susukan pada ibu jika bayi dapat  menghisap
3.            Pemenuhan nutrisi
·         Pada BBLR dengan reflek hisap baik berikan ASI setengah jam setelah bayi lahir.
·         Jika BBLR reflek hisap lemah, ASI diberikan lewat sonde.
·         Jika ada indikasi medis dapat diberikan PASI
-          BB < 1250 gram jatah minum 24x/hari.
-          BB 1250 – 2000 gram, jatah minum 12 x/hari.
-          BB > 2000 gram jatah minum 8x/hari.
4.            Lakukan tindakan pencegahan infeksi
·         Perawatan tali pusat dengan prinsip aseptic
·         Personal hygiene
-          Memandikan jangan langsung pada air hangat. Dimandikan setempat saja.
-          Memelihara kebersihan pantat agar pantat tidak lembab.
-          Selalu mengganti popok tiap kali basah atau kencing.

1.2.6        IMPLEMENTASI
disesuiakan denagn kondisi pasien

1.2.7        EVALUASI
tanggal   :
jam         :

S :  -

O : suhu normal : 36,5 – 37,5 c
      N                  : 120-140 x/mnt
      R                  : 80 X/mnt
      Reflek rooting          : -
      Reflek sucking         : -

A : BBL < 2500 kg

P : penanganan lanjutan




BAB  II
TINJAUAN KASUS

2.1 PENGKAJIAN
      Hari / tanggal  : Rabu, 21 Mei 2009
      Jam                  : 16.00 WIB
            BIODATA
Nama bayi                : Bayi Ny “J”
Umur                        : 1 hari
Jenis kelamin            : laki-laki
No register               : 510472
Tanggal/jam lahir      : 20 Mei 2009 / 19.40 WIB

Nama Orangtua
Nama ibu                  : Ny. “J”                               Nama suami       : Tn. “A”
Umur                        : 37 tahun                             Umur                  : 33 tahun
Agama                      : Islam                                  Agama                : Islam
            Pekerjaan                  : IRT                                     Pekerjaan   : Tukang pasir
Alamat                     : Dusun Krajan                     alamat                 : Dsn Krajan

1.      Keluhan utama
Bayi berat lahir rendah 2100 gram dengan post SC dengan KPD, perawatan incubator sejak hari pertama
2.      Riwayat prenatal
Pada kehamilan aterm ini, ibu mengalami ketuban pecah dini lebih dari 24 jam
3.      Riwayat intranatal
Pada tanggal 20 Mei 2009 bayi Ny. “J” lahir SC atas indikasi tali pusat menumbung dan KPD dengan kehamilan aterm dan ditolong dokter obgin dengan JK=laki-laki, BB= 2100 gram, A-S=6-7
4.      Riwayat postnatal
§  Dilakukan perawatan dengan incubator sejak tanggal 20 Mei 2009
§  Dilakukan pemasangan selang NGT pada tanggal 20 Mei 2009 jam 15.30 WIB + PASI SGM BBLR takaran 30 cc / minum
5.      Riwayat penyakit keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak memiliki penyalit menular

DATA OBYEKTIF
1.      Pemeriksaan umum
§  k/ u lemah
§  nadi 120 x / menit
§  RR 50 x / menit
§  S 36,8 C
§  BB 2100 gram
§  PB 45 cm
§  LK 32 cm
2.      Pemeriksaan fisik
Kepala             : bentuk normal, sutura tertutup, tidak ada caput
Mata                : simetria, conjungtiva tidak ada pucat, sclera tidak ikterus
Hidung            : simetris, septum sudah terbentuk
Mulut              : simetris, bentuk bibir normal
Telinga            : simetris, daun telinga sudah terbentuk, tidak menempel
Dada               : papilla dan areola mamae sudah tampak jelas
Abdomen        : kulit keriput
Genetalia         : testis telah turun ke dalam skrotum, penis berlubang
Ekstremitas     : simetris, garis tangan tampak jelas
Kulit                : keriput, tidak ada lanugo

2.2 INTERPRETASI DATA DASAR
Dx       : Bayi berat lahir rendah dismaturitas dengan reflek hisap lemah
            Ds        : Bayi lahir normal tanggal 20 Mei 2009 atas indikasi KPD + tali pusat menumbung
            Do       : TTV   : nadi   : 120x / menit
               S          : 36, 80 C
               Rr        : 50x / menit
Reflek hisap    : lemah
NGT                : + nutrisi 1 : 30 cc tiap 2 jam
Masalah           : kebutuhan nutrisi
Kebutuhan      : pemberian nutrisi yang adekuat

2.3 IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
      RDS, hipotermi, hypoglikemia

2.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Tidak ada

2.5 INTERVENSI
1)      Monitoring pemberian nutrisi melalui NGT
·         Lakukan retensi setiap akan pemberian PASI
·         Catat hasill retensi ( jumlah, warna )
·         Berikan nutrisi  (PASI) dengan dosis sesuai umur dan BB
·         Observasi intak dan output
·         Observasi gerak peristaltic usus, adakah distensi abdomen, jika perlu pasang lingkar abdomen
·         Observasi reflek sucking dan rooting
·         Timbang bayi tiap pagi untuk mengetahui penambahan berat badannya
2)      Monitoring suhu tubuh selama dalam inkubator
·         Periksa suhu rectal setiap 6 – 8  jam
·          Bila suhu tubuh normal minimal dalam waktu 2 x 24 jam, lakukan penyapihan secara bertahap dengan incubator secara bertahap
3)      Pencegahan infeksi
·         Perawatan tali pusat dengan prinsip aseptic
·         Personal hygiene
-          jangan memandikan bayi,  cukup diseka saja
-          pemeliharaan kebersihan pantat agar pantat tidak lembab
-          selalu mengganti tiap kali basah / kencing

2.6  IMPLEMENTASI
Tanggal 21 Mei 2009
21 Mei 2009                16. 00  * memberikan susu pada bayi 30 cc / NGT
                                                                     Retensi cairan lambung
                                                                     Observasi hasil retensi
                                          16. 20              * mengganti popok bayi
                                          17. 00              * monitoring suhu badan selama dalam inkubator
                                          17. 30              * menyeka bayi dan melakukan perawatan tali pusat
                                    18. 00              * memberikan susu pada bayi 30 cc / NGT
                                                            Retensi cairan lambung
                                                            Observasi hasil retensi
                                    18. 25              * mengganti popok bayi
2.7 EVALUASI
            Tanggal 21 Mei 2009              jam      : 19. 00
            S          : ---
            O         : Gerak aktif, reflek hisap masih lemah
N         : 120x / menit
                          S        : 368 0C
                          Rr       : 40x / menit
            A         : masalah masih belum teratasi
            P          : intervensi dilanjutkan sesuai advice dokter anak
·      Berikan PASI atau ASI tiap 2 jam sebanyak 30 cc
·      Pertahankan kehangatan tubuh bayi





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar