Info Kesehatan

healhty

Minggu, 08 April 2012

ASUHAN KEBIDANAN DENGAN GASTRITIS


ASUHAN KEBIDANAN

PADA NY. T G1 Po-o UK 23 MINGGU DENGAN GASTRITIS
DI POLI KANDUNGAN IRJ HAJI SURABAYA
21 JANUARI 2008 – 01 FEBRUARI 2008














Oleh :
Ira Purwati
( 06.630.016 )








PRODI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

2008


LEMBAR PENGESAHAN



Laporan berjudul “Asuhan Kebidanan pada Ny. T dengan Gastritis di Poli Kandungan IRJ RSU Haji Surabaya.
Disusun oleh:
Nama   : Ira Purwati
Nim     : 06.630.016
Telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing pada hari Senin tanggal 4 Februari 2008.

Mengetahui,

Pembimbing Akademik
Prodi DIII Kebidanan


Umi Ma’rifah, S.ST

                NIP.
Pembimbing Praktek
Poli Kandungan RSU Haji


Amirul Holky, Amd.Keb
            NIP.

















KATA PENGANTAR



Puji syukur kehadirat Tuhan YME, atas rahmat dan hidayahnya sehingga dapat terlaksananya laporan yang berjudul “Asuhan Kebidanan pada Ny. T dengan Gastritis” sebagai salah satu persyaratan dalam rangka menyelesaikan kegiatan praktek mahasiswa.
Laporan ini merupakan tugas individu mahasiswa program DIII Kebidanan Muhammadiyah Surabaya yang dilaksanakan di Poli Kandungan IRJ Haji Surabaya, pada tanggal 21-01-2008 s/d 02-02-2008.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.      Prof. Dr. dr. Rachmad Ramdhanio, SpPD, SpjP (k) FIHA AFOC, selaku direktur RSU Haji Surabaya.
2.       dr Sukadiono, selaku Rektor fakultas ilmu kesehatan Universitas Muahammadiyah Surabaya
3.      Supatmi, S.Kep,Ns, selaku pemimpin prodi DIII kebidanan Muhammadiyah Surabaya.
4.      Amirul Holky, Amd, Keb selaku pembimbing ruangan di Poli Kandungan IRJ Haji Surabaya.
5.      Umi Ma’rifah, S.ST, selaku pembimbing Akademik DIII Kebidanan Muhammadiyah Surabaya.
6.      Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharap saran dan kritik yang sifatnya membangun.


Surabaya,         2008


Penulis







DAFTAR ISI



LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................... i

KATA PENGANTAR .............................................................................................. ii

DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii

BAB I     PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

1.1.       Latar Belakang .................................................................................... 1
1.2.       Tujuan ................................................................................................. 1
1.3.       Manfaat ............................................................................................... 1
1.4.       Pelaksanaan ......................................................................................... 1
BAB II   LAPORAN PENDAHULUAN ................................................................ 2
2.1.       Konsep Dasar Kebidanan ................................................................... 2
2.2.       Gastritis ............................................................................................... 5
2.3.       Konsep Asuhan Kebidanan ................................................................ 7
BAB III KONSEP ASUHAN ................................................................................. 12
3.1.       Data Subyektif .................................................................................. 12
3.2.       Data Obyektif ................................................................................... 14
3.3.       Assesment ......................................................................................... 16
3.4.       Planning ............................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 18
















BAB 1
PENDAHULUAN


1.1.       Latar Belakang
Lebih dari separuh ibu hamil merasakan panas di Ulu hati (Gastritis), suatu sensasi yang tidak nyaman/tidak menyenangkan yang disebabkan oleh naiknya aliran asam lambung dari usus ke esophagus saluran yang mengalirkan makanan dari mulut ke perut anda. Rasa panas di ulu hati dapat terjadi setiap saat kehamilan tetapi bisaanya paling terasa pada trimester ketiga. Dari otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.

1.2.       Tujuan
1.2.1.       Tujuan umum
Mahasiswa dapat membuat asuhan kebidanan dengan gastritis.
1.2.2.       Tujuan khusus
1.      Mahasiswa dapat melakukan pengkajian pada ibu hamil dengan gastritis.
2.      Mahasiswa dapat menentukan diagnosa pada ibu hamil dengan gastritis.
3.      Mahasiswa dapat merumuskan perencanaan tindakan pada ibu hamil dengan gastritis.
4.      Mahasiswa dapat melakukan rencana yang telah dirumuskan pada ibu hamil dengan gastritis.
5.      Mahasiswa dapat mengevaluasi asuhan yang telah diberikan pada ibu hamil dengan gastritis.

1.3.       Manfaat
Untuk mahasiswa dapat mendokumentasikan diagnosa gastritis dalam bentuk asuhan kebidanan.

1.4.       Pelaksanaan
1.4.1.       Tempat pelaksanaan
Tempat pelaksanaan praktik klinik mahasiswa DIII Kebidanan Muhammadiyah Surabaya di Poli Kandungan IRJ RSU Haji Surabaya.
1.4.2.       Tanggal pelaksanaan
21 Januari 2008 – 01 Pebruari 2008.

BAB 2

LAPORAN PENDAHULUAN
GASTRITIS

2.1.     Konsep Dasar Kehamilan

2.1.1    Pengertian

·         Kehamilan adalah suatu peristiwa alamia dan fungsiologis yang terjadi pada wanita yang didahului oleh suatu peristiwa fertilisasi yang membentuk zigot dan akhirnya menjadi janin yang mengalami proses perkembangan dan pertumbuhan da dalam uterus sampai proses persalinan.
·         Kehamilan adalah proses yang terjadi mulai dari ovulasi kemudian terjadi konsepsi sampai partus yang lamanya kira-kira 280 hari (Sarwono Prawirohardjo, 1999)
·         Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan, yaitu :
1.       Triwulan I (dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan)
2.       Triwulan II (dimulai dari bulan ke-4 sampai bulan ke-6)
3.       Triwulan III (dimulai dari bulan ke-7 sampai bulan ke-9)
·         Kehamilan adalah mata rantai yang kesinambungan yang terditi dari ovulasi, pelepasan ovum, terjadi migrasi spermatozoa dan ovum, terjadi nidasi (implantasi). Pada uterus terjadi pembentukan plasenta dan tumbuh kembang konsepsi sampai aterm (Manuaba, 1998)

2.1.2        Tanda dan Gejala Kehamilan :
1.      Tanda Tidak Pasti :
-          Amenorea
-          Mual dan muntah
-          Mengidam
-          Pingsan
-          Anoreksia
-          Lelah
-          Payudara membesar
-          Miksi sering
-          Konstipasi /obstipasi
-          Pigmentasi kulit
-          Epulis
-          Varises
2.       Tanda Kemungkinan
-          Perut membesar
-          Uterus membesar
-          Tanda hegar
-          Tanda chadwick
-          Tanda piskacek
-          Kontraksi-kontraksi kecil
-          Teraba ballotement
-          Reaksi kehamilan positif
3.       Tanda Pasti:
-          Gerakan janin
-          Denyut jantung janin
-          Terlihat tulang-tilang janin dalam foto rontgen

2.1.3        Diagnosa Banding Kehamilan
Suatu kehamilan kadang kala harus di bedakan dengan penyakit atau keadaan dalam pemeriksaan yang meragukan :
a.       Hamil palsu
b.      Mioma uteri
c.       Kista ovarii
d.      Hematometra

2.1.4        Perubahan Yang Terjadi Pada Kehamilan :
Uterus
Uterus bertambah besar dari yang awalnya mempunyai berat 30 gram menjadi 1000 gram. Pembesaran ini disebabkan oleh hipertrofi dari otot-oto rahim, tetapi pada kehamilan muda terbentuk juga sel-sel yang baru. Peredaran darah rahim juga bertambah sesuai dengan kebutuhan atau bertambah besarnya rahim.
Vagina
Pembuluh darah dinding vagina bertyambah , hingga warna selaput lendirnya membiru (tanda chadwik).

Ovarium
Pada salah satu ovarium dapat ditemui corpus luteum graviditatis, tetapi setelah bulan ke IV corpus luteum ini mengisut.
Dinding perut
Pada kehamilan lanjut pada primi sering ditemukan adanya striae gravidarum yang berwarna biru disebut striae livide, jika berwarna putih maka disebut striae albicans. Ini ditemukan pada seorang multigravida.
Buah dada
Buah dada membesar dalam kehamilan ini dipengaruhi oleh hormon somatomamotropin. Pada usia kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu dapat keluar cairan putih agak jernih disebut kolostrum. Papila mammae akan membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam seperti seluruh areola mammae karena hiperpigmentasi.
Sirkulasi darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta. Volume darah ibu dalam kehamilan bertambah secara fisiologis dengan adanya pencairan darah yang disebut hidraemia. Eritropoesis juga mengalami peningkatan untuk memenuhi keperluan transpor zat asam yang di butuhkan sekali dalam kehamilan.
Respirasi
Sreorang wanita hamil pada kehamilan yang lanjut tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. Hal ini dikarenakan usu-usus tertekan ke uterus yang membesar ke arah diafragma, sehingga diafragma kurang leluasa bergerak.
Traktus digestivus
Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek. Tonus otot-otot traktus digestivus menurun, sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Tidak jarang juga ibu hamil muda mengeluh muntah (emesis) biasanya terjadi dipagi hari. Salivasi juaga mengalami peningkatan atau berlebihan dari biasanya.
Traktus urinarius
Pada bulan-bulan pertama kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar, sehingga sering kencing. Keadaan ini menhilang dengan makin tuanya kehamilan, namun pada akhir kehamilan, bila kepala janin milai turun ke bawah pintu atas panggul keluhan ini akan timbul lagi karena kandng kemih tertekan kembali oleh kepala janin.

Kulit
Pada kehamilan melanophore Stimulating hormone (MSH) akan meningkat dan mempengaruhi timbulnya hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi bisa kita temukan didaerah pipi, dahi, hidung, yang dikenal dengan kloasma gravidarum, juga ditemukan di areola mammae, linea alba menjadi hitam yang dikenal linea grisea. Terdapat juga kulit perut seolah-olah retak berwarna agak kebiru-biruan dinamakn striae livide, setelah partus striae ini akan memutih dinamakan striae albican

2.2.       Gastritis
2.2.1        Definisi
Gastritis adalah rasa nyeri atau panas di dada bagian bawah atau perut bagian atas tapi tidak ada hubungannya dengan jantung. Perasaan ini timbul pada wanita hamil pada trimester ketiga. (Saliman,2005).

2.2.2        Gastritis Kronik
Radang kronik dari mukosa lambung. Dikenal 3 bentuk, yaitu :
1.      Gastritis kronik superfisialis
2.      Gastritis kronik hipotrofik dan atrofi gaster.
3.      Gastritis kronik hipertrofikans
Sebab-sebab belum jelas, mungkin berhubungan dengan factor-faktor ras, herediter, psikik dan makanan (misalnya alcohol).
Pemeriksaan kadar asam lambung dilakukan karena berhubungan dengan pengobatan. Pada gastritis kronik hipotrofik dan atrofi gaster, kadar asam lambung menurun, sedang pada gastritis kronik hipotropik dan atrofi gaster, kadar asam lambung menurun, sedang pada gastritis kronik superfisialis atau hipertrofikans, kadar asam lambung normal atau meninggi. Foto Rontgent dapat membantu yaitu dengan melihat gejala tanda-tanda sekunder yaitu hipersekresi, mukosa yang tebal dengan lipatan-lipatan tebal dan kasar dan lain-lain. Tetapi hal ini tidak memastikan diagnosis.
Diagnosis tepat dapat dicapai dengan gastroskopi
Patologis
Pada gastritis kronik superfisialis : mukosa hiperemikm edema dan rapuh, mungkin terlihat bercak-bercak perdarahan kecil-kecil dan ulserasi. Pada gastritis kronik hipertrofik dan atrofi gaster : mukosa tipis dan warna berubah menjadi abu-abu kehijauan, pembuluh-pembuluh darah tampak jelas di daerah yang menipis. Sering ada perdarahan-perdarahan.
Pada gastritis kronik hipertrofikans : mukosa suram, agak membengkak, longgar dan seperti spons : biasanya dengan nodulus yang granuler yang bila besar menyerupai polip. Sering terdapat erosi dan ulsera kecil-kecil.
Sebagai pegar gan untuk membedakan dengan ulkus peptikum ialah : rasa sakit tidak hilang setelah makan makanan yang tidak merangsang (“pain-food-fain”, sedangkan pada ulkus peptikum “pain-food-relief”).

Penatalaksanaan :
1.      Diet lunak, diberikan sedikit-sedikit tetapi lebih sering.
Hindari bahan-bahan yang merangsang seperti alcohol, bumbu dapur dan lain-lain.
2.      Berikan antacid, kecuali pada gastritis hipotrofik dan atrofi gaster.
Kini gastritis hipotrofik dan atrofi gaster dihubungkan dengan proses autoimun dan adanya anemia pernisiosa, karena itu pada kasus ini diberikan kortikosteroid dan vitamin B12. pada gastritis atrofik dapat diberi asam seperti asam glutamate, HCl, Julapium, enzim-enzim lambung.
3.      Bila rasa nyeri tidak hilang dengan antacid, berikan oksitosin tablet 15 menit sebelum makan.
4.      Berikan obat antikolinergik bila sekresi asam berlebihan

2.2.3        Etiologi
1.      Asam lambung naik ke kerongkongan.
2.      Hormore pregesteron meningkat yang menyebabkan relaksasi dari otot saluran cerna.
3.      Pembesaran rahim yang mendorong bagian perut ke atas, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.
4.      Konstipasi.
5.      Banyaknya gas di ulu hati sehingga menimbulkan panas dan nyeri akibat dari lambannya proses pencernaan.


2.2.4        Penanganan
1.      Makan lebih sering dalam porsi yang kecil untuk menggantikan dua atau tiga kali makan dalam porsi besar.
2.      Makan secara perlahan-lahan, meskipun makanan dengan posi kecil.
3.      Hindari makanan yang dapat memicu terjadinya panas pada ulu hati seperti, gorengan, alcohol, coklat, permen mint, bawang merah, bawang putih.
4.      Banyak minum air putih.
5.      Jangan tidur dua sampai tiga jam setelah makan.
6.      Waktu tidur tinggikan posisi kepala sehingga asam lambung tidak dapat naik ke esophagus.

2.3.       Konsep Asuhan Kebidanan
2.3.1.      Data Subyektif
1.      Biodata
Digunakan untuk mengidentifikasi dan membedakan antara pasien yang satu dengan yang lain. Terdiri dari nama, umur, suku/bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat, no telp, dan identitas suami.
2.      Keluhan Utama
Dikaji untuk mengetahui prioritas masalah yang menjadi faktor pendukung ditegakkannya diagnosa klien. Pada gastritis ibu merasakan panas/nyeri pada bagian perut atas.
3.      Riwayat Menstruasi
Menarche      : datang haid pertama kali umumnya 12-16 tahun
Siklus            : siklus haid normal 21-35 hari
Lama             : tergantung setiap individu antara 3-8 hari
Warna           : normal merah segar
Jumlah          : sedikit/banyak
4.      Riwayat Obstetri yang lalu
Dikaji berapa kali ibu hamil, usia kehamilan, saat bersalin, jenis persalinan, tempat persalinan, ada komplikasi pada ibu dan bayi, atau tidak, penolong, jenis kelamin bayi, kondisi bayi, ada komplikasi pada ibu saat nifas atau tidak.
5.      Riwayat Kehamilan ini
Dikaji HPHT, TP, keluhan utama, pola makan, pola eliminasi, aktivitas, istirahat, seksual, pekerjaan, penggunaan KB.

6.      Riwayat Penyakit/Kesehatan Klien dan Keluarga
Dikaji apakah pernah menderita penyakit jantung, ginjal, asma/TBC paru, hepatitis, DM, hipertensi, epilepsy.
7.      Riwayat Sosial
Dikaji perkawinan keberapa, kehamilan direncanakan atau tidak, perasaan tentang kehamilan ini, lamanya pernikahan.
  8.  Keadaan Psikologi :
Dikaji keadaan psikologi ibu apakh ibu menerima janin yang dikandungnya atau tidak.


2.3.2.      Data Obyektif : (pemeriksaan fisik)
1.      Pemeriksaan umum
ü  Keadaan umum klien baik atau buruk
ü  Keadaan emosional klien stabil atau tidak
ü  Tanda-tanda Vital dikaji tekanan darah, suhu, nadi, pernafasan.
2.      Pemeriksaan fisik
a.       Kepala
Inspeksi  : Dikaji kebersihan rambut, kebersihan kulit kepalanya.
b.      Muka
Inspeksi  : Kloasma Gravidarum, oedema atau tidak
c.       Mata
Inspeksi  : kesimetrisan mata, jarak kantusnya, oedema pada kelopak mata atau tidak.
Palpasi    :   konjungtiva anemis atau tidak, sclera ikterus atau tidak
d.      Hidung
Inspeksi   : kebersihannya, ada pernapasan cuping hidung atau tidak
Palpasi     :  adanya sekret atau tidak, adanya polip atau tidak
e.       Telinga
Inspeksi  : kebersihannya
Palpasi    :  adanya sekret atau tidak
f.       Mulut
Inspeksi   : kebersihannya, warna bibir pucat/tidak, mukosa bibir lembab atau kering, adanya caries/tidak, adanya epulis atau tidak, stomatitis/tidak, adanya pembesaran tongsil/tidak.
Palpasi     :  pemeriksaan rongga mulut dengan tounge spatel
g.      Leher
Palpasi    :  adanya pembesaran kelenjar tiroid, adanya distensi vena jugularis, adanya pembesaran kelenjar limfe/tidak.
h.      Dada
Inspeksi :   kesimetrisnya, adanya tarikan rongga dada, kebersihan payudara, bentuk payudara simetris/tidak, adanya pembengkakan atau tidak, adanya hipergimentasi/tidak, kolestrum sudah keluar atau belum, puting susu menonjol atau tidak.
Palpasi   :   ada benjolan/tidak, nyeri tekan atau tidak.
Auskultasi :        adanya suara tambahan ronchi atau wheezing atau tidak
i.        Abdomen
Inspeksi   : adanya striae, cikatrik, linea, pembesaran sesuai dengan usia kehamilan dalam minggu.
Palpasi     :  Leopod 1: tinggi fundus uteri sesuai dengan usia kehamilan atau tidak, bagian yang abadi fundus.
Leopod 2 :  menentukan posisi janin, bila teraba keras seperti papan, panjang berarti punggung.
Leopod 3 :  menentukan bagian terendah janin, bila teraba bulat, keras, melenting berarti kepala bila teraba lunak, tidak melenting, bulat berarti bokong.
Leopod 4 :  menentukan seberapa jauh presentasi janin sudah masuk PAP. Leopod 4 tidak perlu dilakukan apabila presentasi pelum masuk PAP.
Auskultasi : DJJ :       normal 120-160 x/menit, tempatnya dimana, frekuensi teratur atau tidak.
TBJ:       tafsiran berat badan janin dihitung dengan rumus TFU – (11/12/13 ) x 155.
j.        Ekstremitas
Inspeksi  :   esktremitas atas : adanya oedema/tidak.
                   estremitas bawah : adanya oedema/tidak, varises atau tidak.
Palpasi    :   ekstremitas atas : adanya oedema/tidak.
                   ekstremitas bawah : adanya oedema/tidak.
Auskultasi  :        refleks pafella kanan-kiri (+)/(-).
k.      Genetalia
Inspeksi  : kebersihannya, rambut pubisnya, labia mayora (kebersihannya, dan perlekatan, infeksi, luka atau tidak), klitoris (kebersihannya, ada luka, infeksi atau tidak), urethra (kebersihannya, adanya infeksi, luka atau tidak, kelenjar skin bagaimana), labia minora (kebersihannya, adanya luka, infeksi, perlekatan atau tidak) vagina (kebersihannya, adanya tanda chad wick, keputihan, varises, luka, infeksi atau tidak). Pada perineum adanya jaringan perut, luka episiotomi atau tidak kebersihannya, pada anus adanya hemorroid atau tidak.
Palpasi    :  adneksa kanan-kiri tidak ada nyeri tekan, massa. Keregangannya (lunak/tidak)
l.        Pemeriksaan panggul
Distansia Spinarum                    : normal 23 cm
Distansia Cristarum                    : normal 26 cm
Lonjugata Externa                      : normal 18 cm
Ukuran Lingkar panggul            : normal 80 cm

2.3.3.      Assement
Diagnosa : Gi Po-o UK 23 minggu, tunggal, hidup, intra uterine, letak kepala, punggung kanan, jalan lahir normal, keadaan umum ibu dan janin baik.

2.3.4.      Planning
1.      Melakukan pemeriksaan pada ibu dan janin secara menyeluruh.
2.      Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu.
3.      Menjelaskan penyebab gastritis dan penanganannya.
4.      Menjelaskan 6 tanda bahaya selama kehamilan perdarahan, sakit kepala hebat, bayi bergerak kurang dari bisaa.
5.      Memberikan KIE tentang nutrisi ibu hamil, pola istirahat, personal hygiene, perawatan payudara, pola hubungan seksual.
6.      Memberikan tablet Fe dan Vitamin B complek.
7.      Menganjurkan untuk kontrol 1 bulan lagi pada tanggal 23 Februari 2008.

BAB 3

TINJAUAN KASUS
MANEJEMEN ASUHAN KEBIDANAN

No. Register : 463216
3.1.     Data Subyektif
3.1.1.      Biodata
Nama            : Ny. T                               Nama Suami : Tn. S
Umur             : 22 tahun                           Umur             : 25 tahun
Suku              : Jawa/Indonesia                Suku              : Jawa/Indonesia
Agama          : Islam                                Agama          : Islam
Pendidikan    : SMU                                Pendidikan    : STM
Pekerjaan      : Wiraswasta                      Pekerjaan      : Wiraswasta
Alamat          : Medoan Semampir          Alamat          : Medoan Semampir
                         05                                                             05
Telp               :  -                                       Telp.              : -

3.1.2.      Anamnesa
Oleh                    : Ira Purwati
Tempat                : Poli Kandungan RSU Haji Surabaya
Tanggal                : 23 Januari 2008
Jam                      : 10.00 WIB
Kunjungan          : periksa kehamilan
Keluhan utama    : ibu mengatakan nyeri pada perut bagian atas selama ± I minggu ini.

3.1.3.      Riwayat menstruasi
1.      Menarche              : umur 11 tahun
2.      Teratur/tidak         : teratur
3.      Siklus                    : 28 hari
4.      Lamanya               : 7 hari
5.      Banyaknya                        : 1-2 koteks/hari
6.      Sifat darah                        : merah segar
7.      Dysmenorche        : Dysmenorche



3.1.4.      Riwayat kehamilan lalu
No
Tgl lahir
Usia kehamilan
Jenis persalinan
Tempat persalinan
Komplikasi
Penolong
Bayi
Nifas
Umur
Ibu
Bayi
PB/BB
Keadaan
Keadaan
Laktasi
1.
Hamil ini











3.1.5.      Riwayat Kehamilan ini
1.      HPHT        : 20 – 08 – 2007
2.      TP              : 27 – 05 – 2008
3.      Pergerakan anak pertama kali       : bulan ke 5
4.      Pergerakan anak 24 jam terakhir   : 10 – 20 kali
5.      Pola makan :
Sebelum hamil  :  ibu mengatakan makan 2-3 x/hari, minum 7-8 gelas/hari dengan porsi cukup.
Selama hamil     :  ibu mengatakan makan 2-3 x/hari, minum 8-9 gelas/hari dengan porsi sedikit.
6.      Pola eliminasi :
Sebelum hamil  :  ibu mengatakan BAK 5-6 x/hari, BAB 1 x/hari
Selama hamil     :  ibu mengatakan tidak ada perubahan
7.      Pola aktifitas :
Sebelum hamil  :  ibu mengatakan melakukan pekerjaan rumah tangga
Selama hamil     :  ibu mengatakan tidak ada perubahan
8.       Pola istirahat :
      Sebelum hamil  :  ibu mengatakan istirahat/tidur 7-8 jam sehari
   Selama hamil    :  ibu mengatakan istirahat ± 5 jsm karena malam hari sering terbangun.
9.       Pola seksual :
Sebelum hamil  :   ibu mengatakan hubungan seks 2-3 x seminggu
Selama hamil    :  ibu mengatakan semenjak hamil tidak pernah melakukan hubungan seks.
10.   Kontrasepsi yang digunakan
Ibu mengatakan tidak menggunakan alat kontrasepsi
11.   Imunisasi TT
Ibu mengatakan suntik TT 2 kali selama hamil

3.1.6.      Riwayat Penyakit klien dan keluarga
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, ginjal, Asma, hepatitis, DM, hipertensi, Epilepsi.
3.1.7.      Riwayat Sosial
Perkawinan pertama
Kehamilan ini direncanakan
Perasaan tentang kehamilan ini ibu mengatakan senang akan kehamilannya, menikah sudah 5 bulan.

3.1.8.      Pola Kebiasaan
Ibu merokok, minum alkohol, narkoba, obat-obatan, jamu-jamuan, pijat, memakai hak tinggi
3.1.9     Keadaan Psikologi :
Keadaan psikologi ibu terhadap janin yang dikandungnya sangat baik karena ibu sangat mendambakan bayinya, sangat menyayangi bayinya dan ibu sangat bahagia terhadap kehamilannya.


3.2.     Data Obyektif (Pemeriksaan Fisik)
1.      Pemeriksaan umum
Keadaan Umum : baik
Keadaan Emosional : stabil
Tanda-tanda Vital :   TD    : 110/70
RR    : 180 x/menit
N       : 80 x/menit
Suhu : 36oc
Lila  : 25 cm
TB    : 156 cm
BB sebelum hamil   : 47 kg
BB                           : 50 kg
2.      Pemeriksaan fisik
a.       Kepala
Inspeksi : rambut bersih, kulit rambut bersih.
b.      Muka
Inspeksi : tidak ada kloasma gravidarum, tidak ada oedema.
c.       Mata
Inspeksi  :   mata simetris, jarak kontus normal, tidak ada oedema pada kelopak mata.
Palpasi    :   konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterus.

d.      Hidung
Inspeksi  :   hidung bersih, tidak ada pernapasan cuping hidung.
Palpasi    :   tidak ada sekret, tidak ada polip.
e.       Telinga
Inspeksi  :   telinga bersih.
Palpasi    :   tidak ada sekret.
f.       Mulut
Inspeksi  :   warna bibir tidak pucat, mukosa bibir lembab, tidak ada caries, epulis, stomatitis dan tidak ada pembesaran tongsil.
Palpasi    :   tidak ada sekret.
g.      Leher
Palpasi    :  tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada distansia vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
h.      Dada
Inspeksi  :   dada simetris, tidak ada tarikan rongga dada, payudara bersih, bentuk payudara simetris, tidak ada pembengkakan, hiperpigmentasi pada puting dan areola, puting susu menonjol.
Palpasi    :   payudara tidak ada benjolan, dan tidak ada nyeri tekan. kolostrum sudah keluar.
Auskultasi  : tidak ada suara tambahan ronchi atau wheezing.
i.        Abdomen
Inspeksi  :   ada striae livide, tidak ada bekas luka operasi, pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan 28 minggu.
Palpasi   : Leopod 1  :   TFU 23 cm setinggi pusat sesuai dengan usia kehamilan, difundus teraba bulat, tidak melenting, lunak berarti bokong.
              Leopod 2   :   bagian kanan ibu teraba panjang, keras seperti papan berarti punggung. (puka), bagian kiri ibu teraba bagian-bagian kecil berarti esktremitas.
              Leopod 3   :   bagian terendah janin teraba keras, bulat, melenting berarti kepala.
              Leopod 4   :   tidak dilakukan
Auskultasi : DJJ       :   130 x/menit, dikuadran kanan bawah, frekuensi teratur.
TBJ         : 1550 gram.

j.        Ekstremitas
Inspeksi  :   ekstremitas atas : tidak ada oedema
                   ektremitas bawah     : tidak ada oedema dan tidak ada varises
Palpasi    :   ekstremitas atas : tidak ada oedema
                   ekstremitas bawah   : tidak ada oedema
Perkusi    :   refleks patella kanan-kiri (+)
k.      Genetalia
Inspeksi  :   labia mayora bersih, tidak ada perlekatan, tidak ada infeksi, tidak ada luka.
                   Klitoris bersih, tidak ada luka dan infeksi
                   Urethra bersih, tidak ada infeksi, luka
                   Labia minora bersih, tidak ada luka, infeksi dan perlekatan.
                   Vagina bersih, tidak membiru, tidak ada keputihan, tidak ada varises, luka, infeksi kelenjar bartholini dan skene tidak ada, tidak ada fluxus, tidak ada kondilo matalata, tidak ada kandiloma akuminata. Pada perineum tidak ada jaringan parut, tidak ada luka episiotomi. Pada anus bersih, tidak hemorrhoid.
Palpasi    :   adneksa kanan-kiri tidak ada nyeri dan tidak ada massa. keregangan perineum lunak.
3.       Pemeriksaan panggung
Distansia spinarum              : 26 cm
Distansia cristarum              : 27 cm
Conjugata eksterna              : 18 cm
Ukuran lingkar panggung    : 90 cm
4.   Pemeriksaan Penunjang :
Tidak Dilakukan

3.3.     Assesment
Diagnosa : G1 Po-o UK 23 minggu, tunggal, hidup, intra uterine, letak kepala, punggung kanan, kesan jalan lahir normal, keadaan umum ibu dan janin baik dengan gastritis.

3.4.     Planning
1.      Melakukan pemeriksaan pada ibu dan janin secara menyeluruh.
Rasional  : Dapat mengetahui kemungkinan yang buruk terjadi pada klien.
Evaluasi   : Ibu kooperatif
2.      Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
Rasional  : Ibu dapat mengerti dengan kondisinya saat ini.
Evaluasi   : Ibu mengerti mengenai kondisinya.
3.      Menjelaskan penyebab gastritis dan penanganannya
Rasional  : Ibu dapat mengerti penyebab dan cara penanganannya.
Evaluasi   : Ibu mengerti mengenai penyebab dan penanganan gastritis.
4.      Menjelaskan bahaya selama kehamilan perdarahan, sakit kepala hebat, bengkak wajah dan lengan, penglihatan kabur, sakit perut hebat, bayi bergerak kurang dari bisaa.
Rasional  : Ibu bisa mendeteksi sendiri jika ada komplikasi dan tahu harus segera meminta bantuan ke dokter/bidan terdekat.
Evaluasi   : Ibu mengerti dan mampu mengulang kembali penjelasan yang diberikan.
5.      Memberikan KIE tentang nutrisi ibu hamil, pola istirahat, personal hygiene, perawatan payudara, pola hubungan seksual.
Rasional  : Untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin serta untuk mencegah terjadinya komplikasi
Evaluasi   : Ibu mengerti dan mampu mengulang kembali penjelasan yang diberikan.
6.      Memberikan tablet Fe dan Vitamin B complex
Rasional  : Untuk meningkatkan kadar Hb dalam darah dan menjaga kondisi ibu.
Evaluasi   : Ibu menerima tablet Fe dan Vitamin B complex.
7.      Menganjurkan untuk kontrol 1 bulan lagi pada tanggal 23 Februari 2008
Rasional  : Untuk memantau kesehatan ibu dan janin
Evaluasi   : Ibu mengatakan akan kontrol pada tanggal 23 Februari 2008


DAFTAR PUSTAKA



Ida Saputra, 2001, Perubahan pada Ibu Hamil, Retrieved 27 Januari 2008, From http//www.sehatgroup.web.id.  

Junaidi Kurnawan, 1977., Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius : Jakarta.

Suriring, 2005, Rasa Nyeri di Ulu Hati pada Ibu Hamil. Retrieved 27 Januari 2008. From http//www.bibilung word press.com.

Saliman, 2006, Ketidak Nyamanan Ibu Hamil, Retrieved 27 Januari 2008, From http//www.banjarmasin post.co.id.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar