Info Kesehatan

healhty

Rabu, 11 April 2012

PENGERTIAN, OBYEK KAJIAN, DAN METODE FILSAFAT DAKWAH


PENGERTIAN, OBYEK KAJIAN, DAN METODE
FILSAFAT DAKWAH

A.Pengertian filsafat

1.       orientasi ke alam filsafat
a.       Berfikir

Kegiatan manusia yang termasuk aspek rohaniah ialah kegiatan berfikir . sebagai suatu aktifitas, berfikir merupakan salah satu tanda keberadaan manusia yang paling asasi, sebab di sinilah letak perbedaan hakiki antara manusia dengan makhluk lainnya. Manusia adalah hayawan al- natiq atau makhluk berfikir.
                    
                     Berfikir dan berpangkal pada jaringan kerja otak adalah suatu bukti bahwa manusia mempunyai potensi untuk dapat menyerap pengetahuan, menggambarkan, menjelaskan dan memahami fenomena- fenomena di sekelilingnya dan menghubungkan suatu fenomena dengan lainya baik secara parsialitas maupun holistic dalam suatu susunan yang logis atau rasional dan empiris.
                    
                     Berfikir ialah membedakan suatu hal. Manusia yang berakal sehat akan dapat membedakan antara suatu benda dengan benda lainnya dan juga menyatakan berbagai kesamaannya.
b.      Kesadaran
Pada uraian sebelumnya telah dipaparkan sedikit mengenai kesadaran yang mendahului fikiran. Sadar dulu lalu kemudian berfikir. Kesadaran berpangkal pada kemampuan panca indera, artinya selama orang memiliki alat penginderaan yang memadai, maka ia akan memiliki kasadaran yang sama dengan kemampuan alat inderanya.

Ketika manusia mengetahui bahwa kesadaran inderawi memiliki banyak kebohongan, maka manusia beralih menggunakan akalnya. Kesalahan- kesalahan pada factor inderawi dikoreksi oleh akal.  Hamparan air pada jalan beraspal diterik matahari hanyalah fatamorgana akal kemudian menetapkan konsep fatamorgana untuk mengganti kebohongan inderawi tersebut.

Sebaliknya, karl marx justru beranggapan bahwa materi yang mempengaruhi kesadaran. Secara lebih tegas kegiatan ekonomi yang mempengaruhi kesadaran  manusia , marx dianggap sebagai pendorong pemikiran filsafat historis materialisme. Bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan social namun sebaliknya,keadaan social mereka yang menentukan kesadaran social meraka. Semua itu terkandung dalam sistem pemikiran dan kesadaran manusia seperti filsafat, agama, hukum dan sebagainya.

2.       Pengertian Filsafat
        Menurut etimologi, filsafat berasal dari bahasa yunani dan masuk dalam bahasa arab, yaitu philosophia artinya mengutamakan hikmah.  Dalam bahasa yunani terdiri dari kata philo (mengutamakan) dan Sophia (hikmah). Dari kata filsafat terbentuk pula kata filosof yang berasal dari kata philosophos, artinya orang yang mengutamakan hikmah.
        Jadi filsafat ialah suatu pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan bersifat radikal yang berusaha menjawab masalah. Masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan pada umumnya.

3.       Pengertian Dakwah
        Dari sudut definisi, terdapat pembedaan antara dakwah sebagai aktifitas. Amirullah Ahmad menyatakan ialah merupakan aktualisasi imani (teologis) yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia beriman dalam bidang kemasyarakatan yang dilasanakan secara teratur untuk mempengaruhi cara merasa, berfikir, bersikap dan bertindak. Manusia pada dataran kenyataan indifidual dan sosiokultural dalam rangka mengusahakan terwujudnya ajaran islam dalam semua segi kehidupan dengan menggunakan cara-cara tertentu.
        Dakwah merupakan sistem usaha bersama orang beriman dalam rangka mewujudkan ajaran islam dalam semua segi sosio cultural yang dilakukan melalui lembaga dakwah.
        Imam sayuti Farid menyatakan Dakwah ialah proses penyampaian ajaran agama islam kepada umat manusia dengan asas, serta tujuan yang dapat dibenarkan oleh agama islam itu sendiri.

4.               A. Pengertian Filsafat dakwah
        Definisi  filsafat dakwah ialah pemikiran yang mendalam dan konsepsional yang menggunakan metode kefilsafatan yang relevan untuk memahami usaha merealisasikan ajaran islam dalam dataran kehidupan manusia melalui strategi,metode dan sistem yang relevan dengan mempertimbangkan aspek religio- politik- kultural- sosio- psikologis individu atau masyarakat.
       
B. Obyek kajian filsafat dakwah
v  Obyek kajian filsafat
        Ada 2 obyek kajian ilmu maupun filsafat yaitu obyek material dan obyek forma. Obyek material ialah lapangan penyelidikan suatu ilmu sedangkan obyek forma ialah sudut tertentu yang menentukan macam ilmu kalau obyek materialnya sama.

v  Obyek kajian filsafat dakwah
        Secara sederhana dapatlah ditegaskan bahwa obyek kajian filsafat dakwah ialah pemikiran mendalam dan radikal, logis dan sistematis tentang proses usaha merealisasikan ajaran islam dalam dataran kehidupan umat manusia melalui strategi metodologi dan sistem yang relevan dengan mempertimbangkan dimensi religio- politik- cultural- sosio- psikologi umat.
       


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar