Info Kesehatan

healhty

Rabu, 11 April 2012

MAKALAH ASKEB IV PATOLOGI PSIKOSA PADA KEHAMILAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Hamil merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dalam siklus hidup wanita. Kehamilan merupakan kejadian alamiah yang terjadi akibat bertemunya sel ovum dan sperma sehingga terjadi pembuahan. Adanya makhluk asing/ janin di dalam rahim wanita mengakibatkan rahim dan tubuh tersebut menyesuaikan diri dengan keadaan yang dibutuhkan janin. Selain terjadi perubahan fisik, bentuk organ tubuh dan fungsi organ tubuh, juga terjadi perubahan psikologis pada wanita.
Begitu juga saat setelah proses persalinan, keadaan dimana bayi tersebut telah lahir. Bermacam – macam respon yang dimunculkan oleh ibu. Pada umumnya kehamilan merupakan suatu proses yang sangat didamba – dambakan bagi pasangan suami istri. Namun bagi ibu yang tidak menginginkan kehmilannya kehamilan menjadi beban tersendiri bahkan hingga kearah ingin mengakhiri kehamilannya.
Wanita yang tidak dapat mengendalikan psikologisnya tidak mustahil akan mengalami depresi. Jika depresi tersebut tidak segera diatasi dengan cara yang tepat maka akan timbul gangguan jiwa (psikosis) yang menimbulkan halusinansi pada wanita tersebut. Jika telah sampai di tahap tersebut diperlukan terapi dan pengobatan khusus. Penderita biasanya sembuh setelah bayi lahir namun dalam kehamilan selanjutnya psikosa ini dapat muncul kembali. Wanita dengan gangguan psikologis seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus dan intensif agar tidak berpengaruh pada janinnya. Peran tenaga kesehatan di sini sangatlah penting untuk memotivasi dan memberikan pengobatan karena kehamilan merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga mencoba mengakhiri kehamilan termasuk dalam tindakan pembunuhan.

1.2  Rumusan Masalah
Dari uraian diatas dapat di rumuskan masalah sebagai berikut :
1.2.1        Apa definisi Psikosa dalam kehamilan?
1.2.2        Apa penyebab terjadinya psikosa?
1.2.3        Bagaimana gejala jika ibu hamil mengalami psikosa?
1.2.4        Bagaimana penatalaksanaan ibu yang mengalami psikosa?

1.3  Tujuan
1.3.1        Mahasiswa dapat memahami definisi psikosa dalam kehamilan.
1.3.2        Mahasiswa dapat mengetahui penyebab terjadinya psikosa.
1.3.3        Mahasiswa dapat mengetahui tanda dan gejala jika seorang ibu hamil mengalami psikosa.
1.3.4        Mahasiswa mengetahui mengenai penatalaksanaan jika seorang ibu hamil mengalami psikosa.


























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality). Keadaan ini dapat digambarkan bahwa psikosa ialah gangguan jiwa yang serius, yang timbuk karena penyebab organik ataupun emosional (fungsional) dan yang menunjukkan gangguan kemampuan berpikir, bereakasi secara emosional, mengingat, berkomunikasi, menafsirkan kenyataan dan bertindak sesuai dengan kenyataan itu, sedemikian rupa sehingga kemampuan untuk memenuhi tuntutan hidup sehari-hari sangat terganggu. Psikosa ditandai oleh perilaku yang regresif, hiudp perasaan tidak sesuai , berkurangnya pengawasan terhadap impuls-impuls serta waham dan halusinasi.
Psikosa adalah tingkah laku secara keseluruhan dalam kepribadiannya berpengaruh tidak ada kontak dengan realitas, pada umumnya gejalanya tidak mampu melakukan partisipasi sosial. Sering ada gangguan bicara, kehilangan orientasi terhadap lingkungan. Aspek sosialnya membahayakan orang lain dan diri sendiri perlu perawatan RS.
2.2 Patofisiologi
 Perjalanan penyakit bervariasi dan bergantung pada jenis penyebab penyakit. Bagi mereka dengan psikosis manik-depresif dan skizoafektif, waktu pemulihan adalah sekitar 6 bulan (Sneddon, 1992). Yang paling mengalami gangguan fungsi pada saat pemeriksaan lanjutan adalah mereka yang menderita skizofrenia. Para wanita ini sebaiknya dirujuk ke psikeater, keparahan psikosis postpartum mengharuskan diberikannya terapi farmakologis dan pada sebagian besar kasus dilakukan tindakan rawat inap. Wanita yang mengalami psikosis biasanya mengalami kesulitan merawat bayinya.
2.3 Etiologi
Pada penderita psikosa sering ada gangguan bicara, kehilangan orientasi terhadap lingkungan. Aspek sosialnya membahayakan orang lain dan diri sendiri perlu perawatan RS. Penyebab terjadinya psikosa antara lain :
a.       Internal
o   Perubahan tubuh dan hormonal ibu hamil.
b.      Eksternal
o   Kehamilan tak diinginkan
o   Kehamilan berisiko
o   Jarak kehamilan yang terlalu dekat
o   Riwayat keguguran
o   Riwayat obstetri buruk

2.3.1        Jenis-jenis psikosa yaitu :
a.       Skizopherenia
b.      Paranoid
Paranoid dilain pihak adalah jenis yang sudah lebih lanjut ditandai dengan halusinasi, yaitu persepsi palsu dan kecurigaan yang sangat kuat, pola berfikir makin kacau dan tingkah laku makin tidak normal.
2.3.2        Psikosa umumnya terbagi dalam dua golongan besar yaitu:
a.       Psikosa fungsional
Factor penyebabnya terletak pada aspek kejiwaan, disebabkan karena sesuatu yang berhubungan dengan bakat keturunan, bisa juga disebabkan oleh perkembangan atau penglaman yang terjadi selama sejarah kehidupan seseorang.
b.      Psikosa organik
Disebabkan oleh kelainan atau gangguan pada aspek tubuh, kalau jelas sebab-sebab dari suatu psikosa fungsional adalah hal-hal yang berkembang dalam jiwa seseorang.

2.4  Gejala Klinis
Psikosa ditandai oleh perilaku yang regresif, hidup perasaan tidak sesuai, berkurangnya pengawasan terhadap implus-implus serta waham dan halusinasi. Gejala psikosa dapat berupa :
o   Halusinasi
o   Sejumlah kelainan perilaku, seperti aktivitas yang meningkat
o   Gelisah
o   Retardasi psikomotor
o   Perilaku katatonik

2.5  Dampak Psikosa Dalam Kehamilan
Gangguan jiwa yang dapat terjadi pada kehamilan antara lain :
o   Gangguan afektif pada kehamilan
o   Gangguan bipolar
o   Skizofrenia
o   Gangguan cemas menyeluruh
o   Gangguan panik
o   Gangguan obsesif konvulsif
Menninger telah menyebutkan lima sindroma klasik yang menyertai sebagian besar pola psikotik:
1.      Perasan sedih, bersalah dan tidak mampu yang mendalam
2.      Keadaan terangsang yang tidak menentu dan tidak terorganisasi, disertai pembicaraan dan motorilk yang berlebihan
3.      Regresi ke otisme manerisme pembicaran dan perilaku, isi pikiran yanng berlawanan, acuh tak acuh terhadap harapan sosial.
4.      Preokupasi yang berwaham, disertai kecurigaan, kecendrungan membela diri atau rasa kebesaran
5.      Keadaan bingung dan delirium dengan disorientasi dan halusinasi.
Proses kejiwaan dalam kehamilan
1.      Triwulan I
·         Cemas ,takut, panik, gusar
·         Benci pada suami
·         Menolak kehamilan
·         mengidam
2.      Triwulan II
·         Kehamilan nyata
·         Adaptasi dengan kenyataan
·         Perut bertambah besar
·         Terasa gerakan janin
3.      Triwulan III
·         Timbul gejolak baru menghadapi persalinan
·         Perasaan bertanggung jawab
·         Golongan ibu yang mungkin merasa takut
·         Ibu yang mempunyai riwayat/pengalaman buruk pada persalinan yang lalu
·         Multipara agak berumur
·         Primigravida yang mendengar tentang pengalaman ngeri dan menakutkan dari teman-teman lain

2.6  Mencegah Psikosa Dalam Kehamilan
o   Informasi
o   ANC rutin
o   Nutrisi
o   Penampilan
o   Aktivitas
o   Relaksasi
o   Senam hamil
o   Latihan pernafasan

2.7      Penatalaksanaan
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny ”A”  G1P00000 UK 18 MINGGU  PATOLOGIS
DI RS. Ibu dan Anak
I.    SUBYEKTIF
Tanggal : 20 Januari 2012   Oleh : Mahasiswa    Pukul : 15.00
1.      Identitas
Nama Ibu
Umur
Suku/bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Penghasilan
Alamat
No. telp.
No. register
: Ny A
: 21 Thn
:
:
:
: Pedagang
:
:
:
:
Nama Suami
Umur
Suku/bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Penghasilan
Alamat
No. telp.
No. register
: Tn T
: 23 Thn
:
:
:
:Pedangan
:
:
:
:

2.      Keluhan utama (PQRST) :
Ibu mengatakan bahwa kehamilannya ini beban untuknya dan kadang ibu berusaha menyakiti dirinya sendiri serta suka menyendiri
3.      Riwayat Kebidanan        :
·         Kunjungan                  : pertama/ulang ke .....
·         Riwayat menstruasi     :
·         Menarce                  : ……………. tahun
·         Siklus                      : …………..hari
·         Banyaknya              : ……….. cc
·         Lamanya                 : ……….. hari
·         Sifat darah              :       cair          bergumpal       flek
·         Warna                     :          
·         Bau                                     :       anyir        busuk
·         Disminorhoe           :                       ya        tidak
§  Lama                       :  ………… hari
·         Flour albus              :        ya                       tidak
§   Kapan              : ………..(sebelum/sesudah haid)
§   Lama               : ……… hari
§   Bau                  : …..
§   Warna              : …..
§   Banyak            :……..
·         HPHT                     :………..

4.      Riwayat obstetri yang lalu
HAMIL INI
5.      Riwayat kehamilan sekarang
1.      Keluhan                                         :
Trimester I                                             : Ibu merasa sedih dengan kehamilannya
Trimester II                                     : Ibu merasa sedih dan suka memukul-mukul perutnya
2.      Frekwensi pergerakan dalam 3 jam terakhir                    : ………… kali
3.      Penyuluhan yang sudah di dapat                          : ………...
a.       Nutrisi
b.      Imunisasi
c.       Istirahat
d.      Kebersihan diri
e.       Aktifitas
f.       Tanda-tanda bahaya kehamilan
g.      Perawatan payudara/laktasi
h.      Seksualitas
i.        Persiapan persalinan
j.        KB
4.      Imunisasi yang sudah di dapat     : TT
5.            Pola  Kesehatan Fungsional
Pola Fungsi Kesehatan
Sebelum hamil
Selama hamil
1.Pola Nutrisi

Ibu makan porsi cukup 3x/hari, minum 6 gelas/hari
Ibu tidak mau makan, makan 2x/hari dengan porsi setengah, minum 5 gelas/hari
2.Pola Eliminasi


3.Pola Istirahat

Tidur siang 3 jam
Tidur malam 7 jam
Ibu tidak pernah tidur siang
Tidur malam 5 jam
4.Pola Aktivitas

Ibu melakukan aktifitas rumah tangga
Ibu hanya diam saja dan suka memukul perutnya
5.Pola seksual


6.   Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan  : merokok, alcohol, narkoba, obat – obatan, jamu, binatang peliharaan



7.         Riwayat penyakit sistemik yang pernah di derita :
1.      Jantung
2.      Ginjal
3.      Asma
4.      TBC
  1. Hepatitis
  2. DM
  3. Hipertensi
  4. TORCH
8.         Riwayat kesehatan dan penyakit keluarga
1.      Jantung
2.      Ginjal
3.      Asma
4.      TBC
5.      Hepatitis
6.      DM
7.      Hipertensi
8.      TORCH
9.      Gemeli

9.            Riwayat psiko-social-spiritual
·      Riwayat  emosional :
Trimester I      :ibu merasa sedih dengan kehamilannya
Trimester II  : ibu merasa sedih karena keluarga tidak mendukung dengan kehamilannya
·      Status perkawinan
Kawin         : 1 kali
Suami ke     : 1
a.   Kehamilan ini
Direncanakan             Tidak direncanakan
b.   Hubungan dengan keluarga
   akrab            biasa                terganggu
c.    Hubungan dengan orang lain
   akrab                        biasa                terganggu
d.   Ibadah / spiritual
   patuh            tidak patuh                   
e.    Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilannya :
Keluarga kurang mendukung dengan kehamilannya
f.    Dukungan keluarga :
Keluarga kurang mendukung dengan kehamilan ibu
g.   Pengambil keputusan dalam keluarga :
h.   Tempat dan petugas yang diinginkan untuk bersalin :           
i.     Tradisi :
j.     Riwayat KB :

II.    OBYEKTIF
1.   Pemeriksaan Umum
a.       Keadaan umum      :
lemah                      baik
b.      Kesadaran
Compos mentis 
Apatis   
Somnolen
Sopor
Koma
c.       Keadaan emosional            :
  kooperatif          depresi                      agresif             hipoaktif
  bingung              menarik diri              cemas              marah
  hiperaktif           gelisah
d.      Tanda –tanda vital
¨      Tekanan darah  : 120/90 mmHg.
¨       Nadi                 : 88 kali/menit
¨      Pernafasan        : 18 Kali / menit
¨       Suhu                :  36,8  0C
e.       Antropometri
¨      BB sebelum Hamil       : 55 kg
¨      BB periksa yang lalu    : 57 kg
¨      BB sekarang                 : 56 kg
¨      Tinggi Badan                : 156 cm
¨      Lingkar Lengan Atas    : 28 cm
f.       Taksiran persalinan             : …………………………………
g.      Usia Kehamilan                  : 18 minggu
2.      Pemeriksaan Fisik (Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi)
a. Wajah          :
b.Rambut        :
c. Mata             :
d.      Mulut & gigi :
e. Telinga         :
f. Hidung         :
g.Dada            :
h.Mamae         :
i.  Abdomen      :
¨   Leopold I              :          
¨   Leopold II             :          
¨   Leopold III                       :          
¨   Leopold IV            :
¨   TFU Mc. Donald : …….. cm
¨   TBJ/EFW              :  …….. gram
¨   DJJ                        : 120 x/menit
j.  Genetalia     :
k.Ekstremitas  :
3.   Pemeriksaan Panggul
a.    Distancia Spinarum  : …………….cm
b.   Distancia cristarum  : …………….cm
c.    Conjugata eksterna  : …………….cm
d.   Lingkar panggul       : …………….cm
e.    Distancia tuberum    : …………….cm
4.   Pemeriksaan Laboratorium
a.    Darah          
b.   Urine :
5.   Pemeriksaan lain :
k.   USG :
l.     NST :
m.         
III.    ASSESMENT
1.   Interpretasi Data Dasar
a.    Diagnosa    : Ny “A” G1P00000 UK 16 minggu, Hidup, tunggal, K/U Ibu Kurang baik
b.   Masalah      : Gangguan Emosional, suka menyendiri dan memukul perutnya
c.       Kebutuhan  : - Meyakinkan ibu bahwa bidan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu ibu mengatasi masalahnya dan ibu tidak perlu takut.
-  Menjelaskan bahwa kehamilan merupakan kejadian alamiah yang di alami setiap wanita
- Memberikan penyuluhan tentang maksud, tujuan dilakukan terapi serta prosesnya.
2.   Antisipasi terhadap diagnosa/masalah potensial
Psikosa
Gangguan jiwa
3.   Identifikasi kebutuhan akan tindakan segera/kolaborasi/rujukan
Kolaborasi dengan dokter dan psikiater

IV.    PLANNING
Tujuan                  : Setelah di berikan asuhan kebidanan dapat meringankan beban ibu
 Kriteria Hasil      : - ibu merasa tenang tidak sedih lagi
-  KU Ibu dan janin baik
- ibu dapat beraktifitas tanpa ada perasaan bersalah atau beban dalam mengandung (psikosa)
1.  Intervensi
·         Jalin hubungan baik dengan px dan keluarga
R/ untuk memudahkan petugas dalam melakukan pemeriksaan
·         Jelaskan mengenai keadaan ibu sekarang
R/ agar ibu dan keluaga tidak cemas dengan keadaanya
·         Jelaskan penyebab terjadinya psikosa kepada keluarga
R/ agar keluarga mengetahui penyebab terjadinya depresi
·         Lakukan konselig kebutuhan nutrisi dan istirahat
R/ agar kebutuhan istirahat dan nutrisi ibu dapat terpenuhi dengan baik dan cukup
·         Kolaborasi dengan dokter
R/ untuk engatasi masalah dengan mencegah komplikasi

2.   Implementasi
·         Menjalin hubungan baik dengan px dan keluarga dengan cara member salam
·         Menjelaskan mengenai keadaan ibu sekarang
-          Ibu dalam keadaan kurang stabil emosinya
-          Ibu mengalami depresi degan kehamilannya
·         Menjelaskan penyebab terjadinya psikosa
Salah satu penyebab terjadinya psikosa antara lain :
-          Kurangnya dukungan dari orang terdekat
-          Depresi yang berat sehingga menyebabkan halusinasi, perasaan sedih atau bersalah
-          Hubungan yag burung dengan keluarga atau orang lain
·         Melakukan konseling kebutuhan nutrisi dan istitahat
-          Memberitahu kepada ibu agar istirahat yang cukup tidur siang 3 jam dan tidur malam 7-8 jam
-          Memberitahu kepada ibu agar makan cukup 3x/hari dengan porsi cukup dan di tambah susu atau buah
·         Melakukan kolaborasi dengan dokter
Jika terjadi depresi yang lebih parah bisa melakukan konseling

3.      Evaluasi : SOAP
S : pasien dapat berinteraksi dengan orang sekitar, pasien menyayangi bayi yang di kandungnya
O : K/U Ibu dan janin baik, sudah tidak nampak depresi,
            TD : 120/80, RR : 24x/mnt, Nadi : 100x/mnt, Suhu : 36,9Âșc
A : G1P00000, UK 18 minggu dengan psikosa
P : - lakukan konseling mengenai istirahat dan nutrisi
            Makan 3x/hari, tidur malam 7-8 jam/hari
-          Mengajak keluarga untuk menjaga kondisi ibu
-          Kolaborasi dengan dokter untuk konseling


BAB IV
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Hamil merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dalam siklus hidup wanita. Kehamilan merupakan kejadian alamiah yang terjadi akibat bertemunya sel ovum dan sperma sehingga terjadi pembuahan. Wanita yang tidak dapat mengendalikan psikologisnya tidak mustahil akan mengalami depresi. Jika depresi tersebut tidak segera diatasi dengan cara yang tepat maka akan timbul gangguan jiwa (psikosis) yang menimbulkan halusinansi pada wanita tersebut. Jika telah sampai di tahap tersebut diperlukan terapi dan pengobatan khusus. Penderita biasanya sembuh setelah bayi lahir namun dalam kehamilan selanjutnya psikosa ini dapat muncul kembali.
Wanita dengan gangguan psikologis seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus dan intensif agar tidak berpengaruh pada janinnya. Peran tenaga kesehatan di sini sangatlah penting untuk memotivasi dan memberikan pengobatan karena kehamilan merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga mencoba mengakhiri kehamilan termasuk dalam tindakan pembunuhan.

















Daftar Pustaka

Marmi, dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
05 Maret 2012. Pukul 12.00 WIB.
06 Maret 2012 Pukul 14.00 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar