Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 14 April 2012

KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN KEBUDAYAAN RESEPSI PERNIKAHAN DENGAN SEMAKIN BANYAKNYA PENDERITA DIABETES MELITUS


KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN KEBUDAYAAN RESEPSI PERNIKAHAN DENGAN SEMAKIN BANYAKNYA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KEPULAWAN BAWEAN KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN GRESIK


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
TAHUN AJARAN 2011/2012




PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG

Diabetes Mellitus merupakan suatu keadaan hiperglikemia yang ditandai oleh keadaan absolute insulin yang bersifat kronik yang dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat. Protein dan lemak yang disebabkan oleh sebuah ketidak seimbangan atau ketidak adanya persediaan insulin atau tak sempurnanya respon seluler terhadap insulin ditandai dengan tidak teraturnya metabolisme.
Penyakit diabetes mellitus ini banyak dijumpai di Amerika Serikat. Penderita diabetes mellitus sekitar 11 juta atau 6% dari populasi yang ada dan diabetes mellitus menduduki peringkat ketiga setelah jantung dan kanker Sedangkan di Indonesia penderita diabetes mellitus ada 1,2 % sampai 2,3% dari penduduk berusia 15 tahun. Sehingga diabetes mellitus tercantum dalam urutan nomor empat dari proses prioritas pertama adalah penyakit kardiovaskuler kemudian disusul penyakit serebro vaskuler, geriatric, diabetes mellitus, reumatik dan katarak sehingga diabetes mellitus ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi. (Donna D. ignativius, 1993).
Diabetes Melitus atau penyakit kencing manis adalah penyakit menahun (kronis), yang ditandai oleh kadar glukosa (gula) di dalam darah tinggi. Kadar glkosa darah yang normal pada waktu puasa tidak melebihi 100 mg/dl dan 2 jam sesudah makan kurang dari 140 mg/dl. Kadar glukosa darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan timbulya gejala-gejala seperti : sering kencing, rasa haus dan rasa lapar yang berlebihan, sering mengalami infeksi, letih lesu, berat badan menurun.
Di kepulawan bawean terutama di kabupaten tambak sebagian besar penduduknya banyak yang menderita diabetes melitus terutama pada usia 40 tahun ke atas karna banyak faktor yang mendukung timbulnya penyakit diabetes di daerah ini salasatunya saat acara resepsi pernikahan yang dihidangkan dalam resepsi pernikahan dalam masyarakat bawean banyak yang mengandung karbohidrat tinggi dan danyak yng mengandung lemak serta makanan-makanan yang mengandung glukosa tinggi sebagai makanan pencuci mulut, tidak heran dalam masyarakat
                                                                                                                                                                                                                                                                                                            1
bawean khususnya kecamatan tambak banyak yang menderita penyakit diabetes melitus dan juga dikarnakan kurangnya kesadaran untuk berolahraga dan masyarakat bawean jika suda berumur 40 keatas kebanyakan yang sudah berhenti bekerja hanya berada di ruma tampa aktifitas yang mendukung untuk perombakan glukosa menjadi ATP tampa adanya aktifitas maka perombakan glukosa menjadi ATP tidak maksimal yang terjadi glukosa semakin menumpuk dan akan semakin mudah ter serang penyakit diabetes melitus,
Dan sudah menjadi kebudayaan di Indonesia khususnya di masyarakat bawean dalan bulan yang sama bukan hanya satu atau dua resepsi yang di selenggarakan biasanya lebih dari itu dan biasanya di selenggarakan setelah lebaran, sehingga masyarakat cenderung mengkaonsumsi bahan makanan yang banyak mengandung kadar glukosa tinggi yang sangat memungkinkan kadar glukosa dalam tubuh meningkat dan kurangnya aktifitas yang mendukung perombakan glukosa dalam tubuh maka sangat memungkinkan semakin banyak masyarakat bawean khususnya kecamatan tambak yang menderita diadetes melitus (kencing manis).
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “hubungan kebudayaan resepsi pernikahan dengan semakin banyaknya penderita diabetes melitus di kepulawan bawean kecamatan tambak kabupaten gresik”








                                                                                                                                                                                                                                                                                                            2
B.      TUJUAN

1.      untuk mengetahui hubungan kebudayaan resepsi pernikahan dengan penyakit diabete melitus di kepulawan bawean kecamatan tambak kabupaten gresik.
2.      Mengidentifikasi penderita diabetes melitus di kepulawan bawean kecamatan tambak kabupaten gresik.
3.      Menganalisis hubungakebudayaan resepsi pernikahan dengan penyakit diabetes melitus di kepulawan bawean kecamatan tambak kabupaten gresik.
4.      Mengetahui cara yang tepat merawat penyakit diabetes melitus di kepulawan bawean kecamatan tambak kabupaten gresik.

C.      MANFAAT PENELITIAN

1.      Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman tentang pengaruh kebudayaan resepsi pernikahan dengansemakin banyaknya penderita diabetes melitus di kepulawan  bawean  kecamatan tambak  kabupaten gresik, dan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit diabetes melitus (kancing manis).


2.      Bagi masyarakat bawean khususnya kecamatan tambak kabupaten gresik
hasil penelitian ini sebagai media informasi, pengetahuan serta pemahaman mengenai hubungan resepsi pernikahan dengan semakin danyaknyaknya penderita diabetes di kepulawan bawean kecamatan tambak kabupaten gresik serta agar masyarakat dapat mengetahui cara perawatan yang tepat bagi penderita diabetes melitus.





                                                                                                                              3
GAGASAN
1.      Kondisi kekinian pencetus gagasan

A.    Pengertian

                Diabetes Mellitus merupakan suatu keadaan hiperglikemia yang ditandai oleh keadaan absolute insulin yang bersifat kronik yang dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat, Protein dan lemak yang disebabkan oleh sebuah ketidak seimbangan atau ketidak adanya persediaan insulin atau tak sempurnanya respon seluler terhadap insulin ditandai dengan tidak teraturnya metabolisme.dan merupakan gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat.

1.teori Brunner & Suddarth, 2000.
Dalam proses perjalanan penyakit diabetes mellitus dapat timbul komplikasi baik akut maupun kronik komplikasi akut dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat antara lain ketoasidosis. Hiperosmolar non ketotik koma dan toksik asidosis. Sedangkan komplikasi kronik timbul setelah beberapa tahun seperti mikroangiopati, neuropati, nefropati dan retinopati dan makro angiopati kardiovaskuler dan peripheral vaskuler.
 Diabetes mellitus terbagi atas 2 tipe, yaitu:
    -Diabetes mellitus yang mengandung insulin (DMTI) atau DM tipe I
    -Diabetes mellitus yang tidak mengandung insulin (DMTTI) atau DM tipe III
    -DM sekunder
    -DM gestasional

2. teori Donna D. ignativius, 1993.
Penyakit diabetes mellitus ini banyak dijumpai di Amerika Serikat. Penderita diabetes mellitus sekitar 11 juta atau 6% dari populasi yang ada dan diabetes mellitus menduduki peringkat ketiga setelah jantung dan kanker Sedangkan di Indonesia penderita diabetes mellitus ada 1,2 % sampai 2,3% dari penduduk berusia 15 tahun. Sehingga diabetes mellitus tercantum dalam urutan nomor

                                                                                                                                       4                                                                                                                
empat dari proses prioritas pertama adalah penyakit kardiovaskuler kemudian disusul penyakit serebro vaskuler, geriatric, diabetes mellitus, reumatik dan katarak sehingga diabetes mellitus ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi.


B.     Etiologi

               Ada sebuah bukti yang menunjukkan bahwa etiologi Diabetes mellitus itu bermacam-macam, meskipun berbagai lesi dengan jenis yang berbeda-beda  akhirnya akanmengarah pada insufisiensi insulin, tetapi determinan genetik biasanya sangat berperanan penting pada mayoritas penderita DM.

Individu yang pekasecara genetik tampaknya memberikan respon terhadap kejadian-kejadian  pemicu yang diduga berupa infeksi virus, dengan memproduksi antibody terhadap sel-sel beta yang akan mengakibatkan berkurangnya sekresi insulin yang dirancang oleh glukosa.
Manifestasi klinik dari DM terjadi jika lebih dari  90 % sel-sel beta menjadi rusak.
Bukti untuk determinan genetik dari DMTI adalah adanya kaitan dengan tipe-tipe histokompatibilitas (H2A) spesifik.
Tipe dari gen histokompatibilitas yang berkaitan dengan DMTI adalah gen yang memberi kode kepada protein-protein yang berperanan penting dalam interaksi monosit-limfosit.
Protein-protein itu mengatur respon sel T yang terganggu akan berperan penting dalam patogenesis perusakan sel-sel pulau Langerhans. Kejadian pemicu yang menentukan proses autoimun pada individu yang peka secara genetik dapat berupa infeksi virus coxsarchie B4. Pasien dengan DMTTI, penyakitnya mempunyai pola familial yang kuat.
DMTTI ditandai dengan kelainan dalam sekresi insulin maupun dalam kerja insulin.
 Pada pasien dengan DMTTI terdapat kelainan pada pengikatan insulin dengan reseptor.
Akibatnya, terjadi penggabungan abnormal antara kompleks reseptor insulin dengan sistem transport glukosa.


                                                                                                                                     5
 Sekitar 80 % pasien DMTTI mengalami obesitas. Karena obesitas berkaitan dengan resistensi insulin, maka kemungkinan besar gangguan toleransi glukosa dan Diabetes mellitus yang pada akhirnya terjadi pada pasien-pasien DMTTI merupakan akibat dari obesitasnya.


C.    Hubungan diabetes melitus dengan kebudayaan resepsi pernikahan di pulau bawean kecamatan tambak kabupaten gresik

              Dalam masyarakat bawean penyakit diabetes melitus bukan penyakit yang asing lagi akan tetapi masyarakat bawean lebih sering menyebutnya kencing manis bukan diabetes rata-rata mesyarakat bawean di atas 40 tahun banyak yang menderita kencing manis salah satu faktor yang mendukung timbulnya penyakit ini adalah pola makan yang tidak terjaga bila resepsi pernikahan misalnya jarang masyarakat bawean yang menyajikan makanan yang tidak mengandung kadar glukosa tinggi biasanya makanan yang dihidangkan berupa maknan yang mengandung kadar glukosa tinggi. Makanan cuci mulut juga menggunakan makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi.
jarang yang menggunakan buah sebagai makanan cuci mulut dan biasanya
dihidangkan dengan teh manis dan jarang yang menggunakan air putih.
Dan kebanyakan masyarakat bawean yang umur di atas 40 tahun jarang yang melakukan kerja berat makanya penderita diabetes ( kencing manis ) di daerah ini rata-rata yang sudah berumur diatas 40 tahun serta kesadaran untuk melakukan olahraga dalam masyarakat ini sangat rendah jadi pemecahan glukosa dalam tubuh tidak berjalan dengan cepat sehingga glukosa banyak yang menumpuk dan tidak bisa di reabsorpsi oleh ginjal karna  ambang batas nilai suatu zat yang bisa reabsorpsi oleh ginjal. Dalam hal ini GLUKOSA.                                                                         Bila glukosa plasma terlalau tinggi, maka glukosa tersebut di tubulus ginjal tidak bisa direabsorpsi sepenuhnya, dan menghasilkan glukosa di urin yang sering dikenal dengan sebutan kencing manis.


                                                                                                                             6
2. Cara perawatan yang pernah dilakukan untuk mengurangi penyebaran luka pada kaki penderita diabetes agar tidak menyebar pada jaringan yang masih sehat
Ada beberapa cara yang pernah di terapkan dalam merawat para penderita diabetes diantaranya
1. teratur mencuci kaki
mencuciuci kaki dalam air hangat minimal sekali sehari, setelah itu di keringkan dengan kain lembut, terutama di antara jari kaki. menaburkan bedak bubuk di antara jari-jari kaki untuk menjaga kulit tetap kering.
menggunakan krim pelembab atau lotion di bagian atas dan bagian bawah kaki untuk menjaga kulit tetap lembut.
2. memeriksa kaki setiap hari
memeriksa kaki dari lecet, luka, atau bengkak setiap hari, minimal satu kali. menggunakan cermin tangan untuk melihat bagian bawah kaki atau mintalah seseorang untuk membantu.
3. memotong kuku dengan hati-hati
memotonglah kuku dengan hati-hati agar tidak melukai kaki.
4. tidak berjalan dengan bertelanjang kaki
melindungi kaki dengan kaus kaki yang nyaman dan sandal, bahkan ketika di dalam ruangan. memilih sepatu yang nyaman agar kaki tidak melepuh yang dapat menyebabkan infeksi
5. menggunakan kaus kaki bersih dan kering
menggunakan kaus kaki yang terbuat dari serat yang dapat menyerap keringat seperti kapas dan serat akrilik khusus – bukan nilon. menghindari bahan dan desain yang ketat agar tidak mengurangi sirkulasi darah serta mengiritasi kulit.
                                                                                                                                     7
6. Berhati-hati dalam menggunakan produk perawatan kaki
tidak sembarangan mengoleskan produk perawatan kaki.karna  produk yang tidak cocok dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan luka.
7. Berhenti merokok.
Karna merokok dapat mengurangi aliran darah ke kaki. dan berhenti merokok akan menjadi pilihan bijak.
8. memberi perhatian serius pada luka kaki
Mendatangi rumah sakit jika luka pada kaki tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari.
3.      Seberapa jauh kondisi kekinian pencetus gagasan dapat diperbaiki melalui gagasan yang diajukan

Setelah masyarakat bawean banyak yang menerapkan cara-cara perawatan di atas penderita diabetes sudah tidak sebelumnya yang mengalami luka di bagian kaki karna mereka sudah lebih hati-hati terhadap apa-apa yang akan menyebabkan kaki mereka mengalami lecet ataupun luka dan  penyebaran luka pada jaringan kaki yang luka tidak terlalau sebanyak sebelumnya tapi masih ada masyarakat yang belum menerapkan cara perawatan di atas dan masih bayak juga bagian tubuh yang bukan hanya kaki yang mengalami luka atau lecet bagian tubuh yang lain juga dapat mengalami luka dan pembusukan misalnya luka tekanan akibat posisi penderita tidak ber ubah maka luka tersebut juga akan makin merambat pada bagian yang masih sehat maka dari itulah cara di atas masi kurang berhasil dikarnakan perawatan atau cara di atas hanya di khususkan pada kaki sedangkan luka pada penderita diabetes dapat terjadi di bagian tubuh yang lain bukan hanya kaki, tapi yang paling sering mengalami luka memang daerah kaki tapi selain itu anggota tubuh yang lain juga membutuhkan perawatan terhadap luka yang mengenai pasien diabetes makanya cara diatas masih dirasa kurang cukup melihat bagian tubuh yang lain juga rentang terhadap luka.

                                                                                                                                     8
4.      Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu meng- implementasikan gagasan dan uraian peran atau kontribusi masing-masingnya

Pihak yang dapat membantu dalam meng implementasikan gagasan da atas :
1.keluarga
    Karna dari pihak keluarga sangat menentukan apakah penderita mendapat perhatian yang khusus atau tidak dan yang bisa merawat penderita dengan baik dan karna penderita sehari-harinya ber interaksi dengan keluarga dan dari pihak keluarga juga yang bisa membantu merawat penderita dengan sabar dengan motivasi yang di dapat penderita akan mempercepat proses penyembuhannya dan cara-cara perawan tesebut bisa diterapkan dengan baik.
2. Dari pihak kesehatan setempat
Karna dengan adanya bantuan dari para tenaga kesehatan juga akan mempermuda para
penderita dalam memperoleh perawatan dengan baik dan denagan adanya bantuan dari para tenaga kesehatan setempat para penderita juga dapat infor masi yang benar tentang bagaimana cara menerapkan cara-cara perawata yang telah di tulis di atas jadi para penderita tidak sembarangan dalam menerima informasi karna mereka bisa ber konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan yang bersangkutan denagan masalah yang sedang dihadapi oleh para penderita.
3. Lingkungan
Lingkungan diman penderita tinggal juga sangat berpengaru pada kecepatan kesembuhan penderita jadi partisipasi dari masyarakat sekitar juga sangat diperlukan untuk mempercepat tingkat kesembuhan sie penderita.
4.  Rumah sakit
Dalam hal ini rumah sakit sangat berperan penting dengan adanya rumah sakit para penderita bisa mendapatkan perawatan yang maksimal danjuga pihak rumasakit dapat mengontrol kondisi penderita.


                                                                                                                             9
5.      Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan sehingga tujuan atau perbaikan yang diharapkan dapat tercapai

Langkah-langkah yang bisa dalakukan:

1.dari pihak kesehatan
     A.langkah pertama yang bisa dilaksanakan dengan mengadakan penyuluha pada warga  karna dengan demikian para warga akan mendapat informasi yang akurat.
 B. memberikan layanan kesehan yang layak dan memadai karna dengan adanya layanan       kesehatan yang memadai para penderita akan lebih cepat dalam proses penyembuhannya.
                                                                                                                                 
2.dari pihak penderita
A. menerapkan cara-cara yang telah di tulis di atas dengan teratur
B.konsultasi dengan tenaga kesehatan
C. menjaga kesehatan
D. menghindari apa-apa yang akan menyebabkan bagian tubuh luka dan lecet
E. mengatur pola makan hindari makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi
F.olahraga teratur
G. perawatan dan pengobatan yang teratur










                                                                                                                                     10


KESIMPULAN
              
Diabetes Mellitus merupakan suatu keadaan hiperglikemia yang ditandai oleh keadaan absolute insulin yang bersifat kronik yang dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat, Protein dan lemak yang disebabkan oleh sebuah ketidak seimbangan atau ketidak adanya persediaan insulin atau tak sempurnanya respon seluler terhadap insulin ditandai dengan tidak teraturnya metabolisme.dan merupakan gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat.
Hubungan benyakit ini dengan kebudayaan resepsi pernikahan sangat berhubungan karna dilihat dari makanana yang disajikan dalam resepsi pernikahan dan pola hidup masyarakat bawean yang kurang sadar akan pentingnya olahraga, ada beberapa cara dalam  merawat kaki para penderita diabetes atau kencing manis ini diantaranya :1. teratur mencuci kaki, 2. memeriksa kaki setiap hari, 3. memotong kuku dengan hati-hati, 4. tidak berjalan dengan bertelanjang kaki,
5. menggunakan kaus kaki bersih dan kering, 6. Berhati-hati dalam menggunakan produk perawatan kaki, 7. Berhenti merokok, 8. memberi perhatian serius pada luka kaki
Dan manfaat yang ingin dicapai adalah mengurangnya penderita diabetes, dan mengurangnya penderita diabetes yang teramputasi serta agar para warga bisa merawat dan menjaga agarmeraka tidak terjangkit penyakit diabetes.















                                                                                                                              11
DAFTAR PUSTAKA

1.

2

3. homecare.griyakami.com/.../pengalaman-ibu-poppie-merawat-pasien-yang-terkena-luka-   dekubitus/ -

4 .majalahkasih.pantiwilasa.com/index.php?option... -

5 .penyakitdiabetes.net/diabetes/tipe-dan-jenis-perawatan-neurogenic-diabetes-insipidus.html -































                                                                                                                            12
LAMPIRAN 1



Patofisiologi
Diabetes melitus
iabetes melitus
 Infeksi ulsurasi penekakanan
Gangrene sedang
amputasi
Hipotensi tarikardia
Gangrene berat
Ulserasi fistula
Hiper glikemi
infeksi
daerah
Perubahan  poliuri/ nocturi
Trouma takterasa sikap tubuh
Kulit kering
Kekurangan volume cairan
Volume sirkulasi
Mual muntah
Nutrisi kurang dari kebutuhan
Dieresis osmotik
glikosuria
lipolisis
ketolisis
usus
Sensasi atropi
keringat
Perubahan kulit
Penyumbatan pembulu darah
Makroangiologi
Penggunaan glukoneugenesis
Gangguan metabolism kh,protein,lemak
motorik
sensorik
autonomik
mikroangiopati
angiopati
neuropati
                                                                                                                    























                                                                                                                                         13   
  LAMPIRAN 2                                                                                          

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar