Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 14 April 2012

CONTOH SOAL KOLOID


Soal
1. Pengertian koloid..................................................................................................................................?
2. Macam-macam koloid...........................................................................................................................?
3. Zat-zat yang termasuk koloid................................................................................................................?
4. Macam-macam koloid yang berguna bagi tubuh manusia...................................................................?
5. Zat pelarut koloid..................................................................................................................................?
Jawab
1. Koloid adalah: suatu zat campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih dimana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase dispersi/yang pecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium dispersi/pemecah) dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampur yaitu koloid atau bisa juga di sebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen.
Campuran homogen adalah: campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut.
Contohnya: larutan gula dan hujan.
sedangkan campuran heterogen adalah: campuran yang memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran.
Contohnya: air dan minyak kemudian pasir dan semen.
Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm ukuran yang dimaksut dapat berupa diameter panjang,lebar,maupun tebal dari suatu partikel.
Contoh lain dari sistem koloid adalah: tinta yang terdiri dari serbuk -serbuk warna (padat) dengan cair (air) selain tinta masih terdapat banyak contoh sistem koloid yang lain seperti mayones, haspray, jelly dan lainnya.
Keadaan koloid atausistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah:suatu campuran berfase dua yaitu fase terdispersi dan fase pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm partikel yang terdispersi tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut , partikel dapat berupa atom,molekul kecil atau molekul yang sangat besar koloid emas tediri atas partikel-partikel dengan berbagai ukuran yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih koloid belerang yang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul s8 dan suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah haemoglobin berat molekul ini 66800 s.m.a dan mempunyai diameter sekitar 6x10-7.
Koloid memiliki sifat sebagai berikut
1.Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
2.Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.
3.Adsorbsi
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan) terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain.
Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).
Contoh :
(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+.
(ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion S2.
4.Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.
Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
5.Koloid Liofil dan Koloid Liofob
Koloid ini terjadi pada sol yaitu fase terdispersinya padatan dan medium pendispersinya cairan.
a. Koloid Liofil: sistem koloid yang affinitas fase terdispersinya besar terhadap medium pendispersinya.
Contoh: sol kanji, agar-agar, lem, cat.
b.Koloid Liofob: sistem koloid yang affinitas fase terdispersinya kecil terhadap medium pendispersinya.
Contoh: sol belerang, sol emas.
2.Macam-macam koloid
Koloid merupakan suatu sistem campuran metastabil (seolah setabil tapi akan memisah setelah waktu tertentu) koloid berbeda dengan larutan, larutan bersifat setabil didalam larutan koloid secara umum ada 2 zat yaitu
1.zat terdisparsi yakni zat yang terlarut dalam larutan koloid
2.zat pendispersi yakni zat pelarut dalam larutan koloid
berdasarkan fase terdispersinya sistem koloid dapat di kelompokkan menjadi 3 yaitu:
1.sol (fase tedispersi padat)
a.sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat
contohnya:paduan logam, gelas warna, dan intan hitam
b.sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair
contohnya: cat, tinta, tepung dalam air dan tanah liat
2.emulsI (fase terdispersi cair)
emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat
Contoh: Jelly, keju, mentega, nasI
b. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair
Contoh: susu, mayones, krim tangan
c. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas
Contoh: hairspray dan obat nyamuk
3. Buih (fase terdispersi gas)
a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat
Contoh: Batu apung, marshmallow, karet busa, Styrofoam
b. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair
Contoh:putih telur yang dikocok, busa sabun untuk pengelompokan buih, jika fase terdispersi dan mediumpendispersi sama-sama berupa gas, campurannya tergolong larutan.

3. Zat-zat yang termasuk koloid
secara umum zat-zat yang termasuk koloid ada dua yaitu:
1.zat terdispersi yakni zat yang terlarut dalam koloid
2.zat pendispersi yakni zat pelarut dalam larutan koloid

4.Macam -macam koloid yang berguna bagi tubuh mnusia
Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar.
Zat koloid yang berberguna bagi tubuh manusia
1.emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat
contohnya:
a. jelly
b. keju
c. mentega
d. nasi
2. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair
contohnya:
a. susu
b. mayones
3. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair
contonya: putih telur yang di kocok
4.buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat
contohnya: roti
5. sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair
contohnya: tepung dalam air
6. Koloid Liofil dan Koloid Liofob
contohnya:
a. kanji
b. agar-agar
5. Zat pelarut koloid
a. zat pelarut koloid biasanya menggunakan air misalnya pada pemb uatan larutan gula dan larutan garam, zat terlarutnya berupa gula dan garam sedangkan pelarutnya berupa air begitu juga dengan kalsium asetat zat pelarutnya menggumnakan air dan natrium bikarbonat serta alumunium sulfat.
b. sadangkan dalam pembuatan sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belerang harus terlebih dahulu di larutkan dalam etanol sampaijenuh baru larutan belerang dalam etanol tersebut di tambahkan sedikit demi sedikit kedalam air sambil di aduk sehingga belerang akan menggumpal menjadi partikel koloid.
c. karet zat pelarutnya menggunakan bensin.
d. Aerosol ciar menggunakan pendispersi (pelarut) gas.
e.styrohoam menggunakan pendispersi (pelarut) pilistirena.

kesimpulan
Koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari – hari untuk proses apapun. Koloid juga saling berhubungan antara larutan dan suspensi. Partikel koloid dapat menghamburkan cahaya sehingga berkas cahaya yang melalui sistem koloid. Dapat diamati dari samping sifat partikel koloid ini disebut efek Tyndall. Koloid dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sol, emulsi, dan buih.
Koloid dapat mengadsorpsi ion atau zat lainpada permukaannya, dan oleh karena luas permukaannya yang relatif besar, maka koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar. Penggumpalan partikel koloid disebut koagulasi. Koagulasi dapat terjadi karena berbagai hal, misalnya pada penambahan elektrolit. Penambahan elekrolit akan menetralkan muatan koloid, sehingga faktor yang menstabilkannya hilang. Koloid yang medium dispersinya berupa cairan dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob. Koloid liofil mempunyai interaksi yang kuat dengan mediumnya; sebaliknya, pada koloid liofob interaksinya tersebut tidak ada atau sangat lemah.
Koloid dapat dibuat dengan cara dispersi atau kondensasi. Pada cara dispersi, bahan kasar dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium dispersinya. Pada cara kondensasi, koloid dibuat dari larutan di mana atom atau molekul mengalami agregasi (pengelompokan), sehingga menjadi partikel koloid. Sabun dan detergen bekerja sebagai bahan aktif permukaan yang fungsinya mengelmusikan lemak ke dalam air








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar