Info Kesehatan

healhty

Minggu, 08 April 2012

ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI


LAPORAN
ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI
 1 BULAN (Cyclofem)
DI BPS SRI HERLIES Sk, Amd. Keb


Oleh : Kelompo X / 2B

·     Ifa Nur Farida                                      2010.0661.066    
·     Mukmidatul Maulidiyah            2010.0661.078    
·     Siti Jumalia                                2010.0661.092    
·     Siti Marliyah                              2010.0661.093
·     Venica Hartono                         2010.0661.098

PRODI D-III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
LEMBAR PENGESAHAN
          Laporan studi kasus ini telah mendapat persetujuan dan pengesahan oleh pembimbing selama melaksanakan praktek di BPS Ny. Hj. SRI HERLIES pada tanggal 02 Mei 2011.

Surabaya, 20 Mei 2011


Mengetahui,


Pembimbing Mata Kuliah Dokumentasi                                                Pembimbing Klinik 
Prodi D-III Kebidanan UM Surabaya                                                                                                                                                                                              




         ARYUNANI, S.ST, M.Kes                                          SRI HERLIES Sk, Amd. Keb            



Pembimbing Mata Kuliah Dokumentasi
Prodi D-III Kebidanan UM Surabaya





NOVA ELOK MARDLIYANA, S.ST









KATA PENGANTAR

            Dalam Penyusunan ASKEB ini,kami banyak mendapatkan bimbingan dan petunjuk serta dukungan dari berbagia pihak .untuk itu pada kesempatan kali ini pula kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :

1.      Prof. Dr.Zainudin Maliki. M. Si., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya
2.      dr. H Sukadiono, M.M., selaku Dekan Universitas Muhammadiyah Surabaya
3.      Supatmi, S.Kep, Ns, M.Kes., selaku Kajur Prodi DIII Kebidanan
4.      Aryunani, S.ST, M.Kes, selaku pembimbing pendidikan
5.      Nova Elok Mardliyana, S.ST, selaku pembimbing pendidikan
6.      Sri Herlies Sk, Amd.Keb, selaku pembimbing di praktek
7.      Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.


            Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Asuhan Kebidanan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami berharap kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penelitian ini. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya pada khususnya.





Surabaya, 19 Mei 2011                  






















DAFTAR ISI



Lembar Pengesahan ......................................................................................................2
Kata Pengantar ..............................................................................................................3
Daftar Isi ....................................................................................................................... 4
Bab I : Pendahuluan
1.1  Latar Belakang ............................................................................................ 5
1.2  Tujuan ..........................................................................................................5
1.3  Manfaat ........................................................................................................6
1.4  Sistematika Penulisan ..................................................................................6
Bab II : Landasan Teori
             2.1 Tinjauan Pustaka .........................................................................................7
             2.2 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan .............................................................. 9
Bab III : Tinjauan Kasus
              3.1 Subyektif ....................................................................................................14
              3.2 Obyektif .....................................................................................................15
              3.3 Assesment ..................................................................................................15
              3.4 Planning .....................................................................................................17
Bab IV : Penutup
              4.1 Kesimpulan ................................................................................................20
              4.2 Saran ..........................................................................................................20
Daftar Pustaka ................................................................................................................21























BAB I

PENDAHULUAN


1.1   LATAR BELAKANG

            Keluarga Berencana KB merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian, untuk mengoptimalisasi manfaat kesehatan KB, pelayanan tersebut harus disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi utama dan yang lain. Juga responsive terhadap berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita.
Peningkatan dan pelayanan KB merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
1.      Banyak wanita merasa kesulitan menentukan pilihan kontrasepsi. Tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia, tetapi metode-metode tersebut mungkin tidak dapat diterima. Sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual, dan seksualitas wanita untuk biaya untuk memperoleh kontrasepsi.
2.      Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun demikian, meskipun telah mempertimbangkan untung rugi semua kontrasepsi yang tersedia, tetap saja terdapat kesulitan untuk mengontrol fertilitas secara aman, efektif, dengan metode yang dapat diterima, baik secara perseorangan maupun budaya pada berbagai tingkat reproduksi tidaklah mengejutkan apabila ada banyak wanita merasa bahwa penggunaan kontrasepsi terkadang problematis dan mungkin terpaksa memilih metode yang tidak cocok dengan konsekuesi yang merugikan atau tidak menggunakan KB sama sekali.
Penyediaan sarana program KB baik jenis, jumlah maupun ketetapan wanita dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Kontrasepsi hormonal ( progesterone ) terkadang menimbulkan gangguan menstruasi, darah yang keluar sedikit dan tidak teratur, hal itu tidak berbahaya bagi kesehatan. Maka alternative lain adalah menggunakan suntik KB.
3.      Kontrasepsi suntik adalah obat pencegahan kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur.
                                                                                                 
           
1.2   TUJUAN

1.      Tujuan Umum
Mahasiswa diharapkan mampu memberikan asuhan kebidanan (ASKEB) pada ibu akseptor KB pil kombinasi
2.      Tujuan Khusus
a.       Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data subyektif pada ibu dengan akseptor KB pil kombinasi
b.      Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan obyektif secara menyeluruh pada ibu dengan akseptor KB pil kombinasi
c.       Mahasiswa mampu merencenakan asuhan yang akan di berikan dan melaksanakan asuhan tersebut serta melakukan evaluasi

1.3           MANFAAT

a.       Mahasiswa dapat menyusun atau menyusun atau membuat asuhan kebidanan pada ibu akseptor KB
b.      Mahasiswa dapat menyimpulkan data-data melalui pengkajian, analisa dan anamnesa.
c.       Mahasiswa dapat mendiagnosa masalah
d.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah potensial
e.       Mahasiswa dapat menentukan kebutuhan dan tindakan segera
f.       Mahasiswa dapat merencanakan tindakan yang akan dilakukan
g.      Mahasiswa dapat melaksanakan tindakan yang telah direncanakan
h.      Mahasiswa dapat mengevaluasi dari tindakan yang telah dilakukan

1.4           SISTEMATIKA PENULISAN

BAB         1          : PENDAHULUAN
1.1       : Latar Belakang        
                        1.2       : Tujuan Penulisan
                        1.3       : Manfaat
                        1.4       : Sistematika Penulisan
BAB         2          : LANDASAN  TEORI
                 2.1       : Tinjauan Pustaka
                 2.2       : Konsep Dasar Asuhan Kebidanan
BAB         3          : TINJAUAN  KASUS
3.1              : Subjektif
3.2              : Objektif
3.3              : Assesment
3.4              : Planning
BAB         4          : PENUTUP
7.1              : Kesimpulan
7.2              : Saran
DAFTAR PUSTAKA











BAB II
LANDASAN TEORI

2.1     TINJAUAN PUSTAKA
            Metode suntikan KB telah menjadi bagian dari gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakaian suntik KB oleh karena aman, sederhana, efektif , tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan.
Dua farmasi menemukan suntikan KB hamper bersamaan :
1.      Upjohn company (1958)
a.       Depo provera yang mengandung medroxyprogesteron acetat 150 mgr
b.      Cyclofem yang mengandung medroxy progesterone acetat 50 mgr dan komponen esterogen.
2.      Schering AG
Norigest 200 mgr yang merupakan derivate testosterone.

Mekanisme kerja suntikan KB
·         Menekan ovulasi
·         Membuat lender serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu
·         Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implantasi terganggu
·         Menghambat transportasi gamet oleh tuba

Keuntungan suntikan KB
·         Resiko terhadap kesehatan kecil
·         Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istri
·         Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
·         Efek samping sangat kecil
·         Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
·         Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi
·         Suntikan KB cyclofem diberikan setiap bulan dan peserta KB akan mendapat menstruasi.
Kerugian suntikan KB
·         Perdarahan yang tidak menentu
·         Terjadi amenorea (tidak dating bulan) berkepanjangan
·         Masih terjadi kemungkinan hamil
Kerugian atau penyulit inilah yang menyebabkan peserta KB menghentikan suntikan KB.

Yang Boleh Menggunakan Suntikan Kombinasi
ü Usia reproduksi
ü  Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak
ü  Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi
ü  Menyusui ASI pascapersalinan > 6 bulan
ü  Pascapersalinan dan tidak menyusui
ü  Nyeri haid hebat
ü  Haid teratur
ü  Riwayat kehamilan ektopik
ü  Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

Yang Tidak Boleh Menggunakan Suntikan Kombinasi

û  Hamil atau diduga hamil
û  Menyusui dibawah 6 minggu pascapersalinan
û  Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
û  Penyakit hati akut (virus hepatitis)
û  Usia > 35 tahun yang merokok
û  Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah tinggi (> 180/110 mmHg)
û  Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahun
û  Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine
û  Keganasan pada payudara
Kapan suntikan KB dapat diberikan
1.      Pascapersalinan
·         Segera ketika masih dirumah sakit
·         Jadwal suntikan berikutnya
2.      Pasca-abortus
·         Segera setelah perawatan
·         Jadwal suntikan diperhitungkan
3.      Interval
·         Hari kelima menstruasi
·         Jadwal waktu diperhitungkan

Jadwal waktu suntikan berikutnya diperhitungkan dengan pedoman:
1.    Depoprovera: interval 12 minggu
2.    Norigest: interval 8 minggu
3.    Cyclofem: interval 4 minggu

                        Dengan pedoman tersebut kepada peserta KB dapat memperhitungkan kedatangannya dengan tenggang waktu yang cukup jelas. Suntikan KB Cyclofem merupakan suntikan KB masa depan, karena mempunyai keuntungan:

1.      Diberikan setiap 4 minggu
2.      Peserta suntikan cyclofem mendapat menstruasi
3.      Pemberian aman, efektif, dan relative mudah.

2.2                        KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN
2.2.1. SUBYEKTIF
                        Data subyektif merupakan data yang didapatkan dari sudut pandang pasien. Data ini tidak hanya didapatkan dari pasien, tetapi dapat juga diperoleh dari keluarga atau orang terdekat pasien.Yang termasuk data subyektif adalah:
1. Identitas
               Sebagai tanda pengenal dalam menentukan diagnosa kebidanan pasien atau klien serta menetapkan tindakan kebidanan yang akan dilakukan.
1.          Nama
Agar dapat mengenal, memanggil, dan membedakan antara pasien satu dengan yang lainnya.
2.          Umur
Untuk mengetahui apakah tergolong resiko rendah atau resiko tinggi.
3.          Suku atau kebangsaan
Untuk memudahkan dalam menjalin komunikasi, serta mengetahui kebiasaan di daerahnya, apakah tergolong merugikan pasien atau tidak.
4.         Agama
Memudahkan dalam berkominikasi dalam memberikan semangat apabila terjadi kegawat daruratan pada pasien.
5.         Pendidikan
Agar memudahkan komunikasi dalam pemberian health education dengan baik sesuai dengan tingkat pendidikan pasien.
6.         Pekerjaan
Agar dapat mengetahui keadaan status ekonomi pasien.
7.          Alamat
Memberikan petunjuk tentang keadaan tempat tinggal pasien serta mempermudah mengetahui tempat tinggal, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
2. Keluhan Utama
Mengetahui keluhan yang dialami saat ini sehingga mempermudah petugas dalam memberikan asuhan.
3. Riwayat Obstetri
Berpengaruh terhadap keadaan nifas saat ini sehingga petugas dapat mewaspadai adanya kegawat daruratan pada masa nifas ini.
4. Pola Kesehatan Fungsional
                Meliputi pola nutrisi, eliminasi, istirahat, aktifitas, pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan yang mempengaruhi keshatan ibu.
5. Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita
Apakah pasien pernah menderita penyakit Jantung, Ginjal, Asma, TBC, Hepatitis, DM, Hipertensi, dan TORCH.
6.  Riwayat kesehatan dan penyakit keluarga
Apakah keluarga pasien memiliki riwayat penyakit yang kemungkinan dapat ditularkan kepada pasien.
7. Riwayat Psikososiospiritual
Meliputi Riwayat emosional, status perkawinan, hubungan dengan keluarga dan orang lain, spiritual, respon ibu terhadap bayinya, dukungan keluarga, pengambilan keputusan dalam keluarga, riwayat KB, serta tradisi yang dapat merugikan pasien.

2.2.2. OBYEKTIF
                        Data Obyektif merupakan data yang didapatkan dari hasil pemeriksaan atau hasil observasi bidan dan tenaga kesehatan lain. Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yang berhubungan dengan diagnosa.
A. Riwayat Persalinan
IBU     :
     Kala I         : Pada primi normalnya 13 jam
                          Pada multi normalnya 7 jam
     Kala II        : Pada primi normalnya 1 jam
                           Pada multi normalnya ½ jam
Ø  Apakah ada komplikasi pada kala I maupun kala II
Ø  Bagaimana kondisi dan banyaknya air ketuban
     Kala III      : Pada primi normalnya ½ jam
                           Pada multi normalnya ¼ jam
Ø  Apakah ada komplikasi yang terjadi pada saat kala III.
Ø  Plasenta
Maternal, lengkap atau tidak
Fetal, lengkap atau tidak
Berat
Ø  Tali Pusat
Panjang tali pusat
Insersi
Ø  Perdarahan saat kala I, kala II, dan Kala III.
Ø  Tindakan lain yang dilakukan
BAYI  :
Ø  Lahir secara spontan, SC, dll
Ø  Hari/tanggal/ jam kelahiran
Ø  BB/ PB
Ø  Cacat bawaan, ada atau tidak

1.      Pemeriksaan Umum
Meliputi :
a.       Keadaan Umum, lemah atau baik
b.      Kesadaran, apakah corpos mentis, apatis, somnolen, sopor, atau koma
c.       Keadaan emosional, apakah kooperatif, bingung, hiperaktif, depresi, menarik diri, gelisah, agresif, cemas, hipoaktif, ataupun marah.
d.      TTV :   TD       : normalnya sistole 110-130 mmHg, diastole 70-90 mmHg
Nadi    : normalnya 80-100 x / menit.
RR       : normalnya 16-24 x / menit.
Suhu    : normalnya 36,5 - 37,5 °C, dilakukan secara oral, rectal, atau aksila.
2.      Antropometri
·         Meliputi     : BB sebelum hamil, BB periksa lalu dan BB sekarang, Tinggi badan, dan Lingkar Lengan Atas.

3.      Pemeriksaan Fisik ( inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi ).
Meliputi     :
·         Wajah        : Bagaimana kesimetrisannya, ada tidaknya odema.
·         Rambut     : Warna rambut, ada tidaknya ketombe, benjolan, dan rambut bercabang, bagaimana kebersihannya.
·         Mata          : bagaimana kesimetrisannya, warna konjungtiva, sclera, dan adakah nyeri tekan.
·         Mulut dan gigi : Bagaimana keadaan mukosa bibir, adakah caries.
·         Telinga      : Bentuk daun telinga, kebersihan lubang dan daun telinga, ada tidaknya gangguan pendengaran.
·         Hidung      :  Kebersihan lubang hidung, dan bagaimana bentuk hidung.
·         Dada         : Bagaimana kesimetrisannya, apakah ada tarikan pada dinding dada.
·         Mamae      : Bagaimana kesimetrisannya, apakah terdapat hiperpigmentasi pada areolla dan putting susu, bagaimana kebersihannya, apakah putting susu menonjol atau tidak, ada tidaknya pembesaran payudara, ada tidaknya pengeluaran ASI.
·         Abdomen  : Berapa tinggi TFU
·         Genetalia   : Perineum utuh atau tidak, bagaimana warna lechea, bau, konsistensi, dan jumlahnya.
·         Ekstremitas : Ada atau tidaknya odema, varises, dan gangguan pendengaran.

4.      Pemeriksaan Labolatorium
Darah        : Haemoglobin : Tidak dilakukan
                    Leukosit        : Tidak dilakukan
Urine         : Tidak dilakukan

5.      Pemeriksaan lain   : Tidak dilakukan

2.2.3. ASSESMENT
            Assesment merupakan pendokumentasian hasil analisis dan interpretasi (kesimpulan) dari data subyektif dan obyektif.
1. Interpretasi Data Dasar
            Meliputi identifikasi diagnosa, masalah, dan kebutuhan. Diagnosa berpengaruh pada keadaan fisik pasien sedangkan masalah hubungan dengan psikologi pasien.
2. Antisipasi terhadap diagnosa / masalah potensial
            Mengidentifikasi diagnosa, masalah yang mungkin terjadi bila penanganan yang diberikan tidak efektif atau kondisi pasien yang makin memburuk.
3.Identifikasi kebutuhan akan tindakan segera / kolaborasi / rujukan
            Mengidentifikasi perlunya tindakan segera bidan atau kolaborasi dengan dokter spesialis, apabila pasien dalam kegawat daruratan.



2.1.4.      PLANNING
Planning atau perencanaan adalah membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan dating, ini untuk mengusahakan mencapai kondisi pasien sebaik mungkin atau menjaga / mempertahankan kesejahteraannya.
1. Intervensi
            Merencanakan asuhan yang menyeluruh, meliputi asuhan dan terapi serta konseling ataupun tindak lanjut yang telah diberikan.
2. Implementasi
            Melaksanakan asuhan kebidanan yang telah disesuaikan dengan intervensi secara aman dan efisien. Pelaksanaan dapat dilakukan secara menyeluruh atau sebagian saja sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan pasien.
3. Evaluasi
            Mengevaluasi keefektifan dari asuhan yang telah diberikan apabila sebelum efektif, maka perlu pengulangan dari awal sampai benar- benar efektif dan efisien.



























          BAB IV
PENUTUP


4.1 Kesimpulan

            Keluarga Berencana KB merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun demikian, meskipun telah mempertimbangkan untung rugi semua kontrasepsi yang tersedia, tetap saja terdapat kesulitan untuk mengontrol fertilitas secara aman.
                        Kontrasepsi suntik adalah obat pencegahan kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Metode suntikan KB telah menjadi bagian dari gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakaian suntik KB oleh karena aman, sederhana, efektif , tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan.

4.2 Saran
4.2.1 Bagi Mahasiswa
Dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat saat kuliah ilmu pengetahuan dan melakasanakan dan menerapkan dalam Asuhan Kebidanan dengan baik dan benar.
                        4.2.2 Bagi Lahan Praktik
Dapat memberi bimbingan terhadap mahasiswa yang baru belajar mengenai progam KB suntik dalam pelaksanaan pembuatan laporan asuhan kebidanan.
                        4.2.3 Bagi Institusi Pendidikan
Dapat mendukung semua kegiatan mahasiswa dengan perpustakaan agar mahasiswa dapat menambah pngetahuan dan wawasan dalam pembuatan laporan asuhan kebidanan. Serta mohon bimbingan dalam pelaksanaan asuhan kebidanan supaya mahasiswa dapat memberikan asuhan yang terbaik.


Daftar Pustaka
Manuaba, 1998, Ilmu Kebidanan, penyakit  kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan, EGC, Jakarta
Abdul bari saifuddin, prof.dr.SpOG(K).MPH, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Wiknjosastro, Hanifa dkk, 2005, Ilm Kebidanan, Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjdo, Jakarta
  
                                                                                                           
                                                                                                           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar