Info Kesehatan

healhty

Minggu, 08 April 2012

ANC TM III FISIOLOGIS


BAB 4
PEMBAHASAN

            Diagnosa pada kasus ini yaitu GI P00000 usia kehamilan 32 minggu, janin tunggal, hidup, letak kepala, intrauteri, sudah tepat.
Menurut pemeriksaan :
Data S :
-    Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama
-    Ibu mengatakan sudah tidak haid selama 8 bulan
-    Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir pada tanggal 26 – 05 – 2009
Data O            :  
            Inspeksi
            Perut membesar sesuai usia kehamilan
            Auskultasi
            DJJ + ( 12 – 11 – 12 ) = 140 x/menit
            TTV
            TD : 120/80 mmHg                 Suhu : 367C
            ND : 84x/menit                       RR    : 20x/menit
            Palpasi
Leopold IA  : TFU pertengahan pusat dengan processus xyphoideus   
(32 minggu )( 30 cm )
LeopoldIB   : Teraba lembek,melebar,tidak melenting ( teraba bokong )
Leopold IIA : Situs anak membujur
Leopold IIB : Teraba panjang, keras, ada tahanan di bagian kiri
( punggung kiri )
Leopold III   : Bagian terbawah rahim teraba keras, bulat, melenting, mudah digoyang ( teraba kepala )
Leopold IV  : Bagian terbawah janin belum masuk p.a.p ( konvergen )


Data tersebut ditunjang dengan teori yang diperoleh, yaitu :
            Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kali.
( Bobak,2004:104 )
Seorang wanita dikatakan benar – benar hamil apabila terdapat adanya tanda pasti hamil yaitu:
1.      Adanya gerakan janin
·         Terlihat/teraba gerakan janin
·         Teraba bagian – bagian janin
2.      Denyut jantung janin
·         Didengar dengan stetoskop laence, alat kardiotokograf, alat Doppler
·         Dilihat dengan ultrasonografi
·         Pemeriksaan dengan alat canggih yaitu rontgent untuk melihat kerangka janin
( Ida Bagus Gde Manuaba,1998:48 )
            Dilakukan pemeriksaan pada ibu hamil mulai dari anamnesa, inspeksi dan pemeriksaan fisik diagnostik, perkusi, palpasi ( Leopold ), auskultasi ( DJJ janin ), pemeriksaan dalam ( jika ada indikasi ), dan pemeriksaan laboratorium ( urine dan Hb ibu hamil )
( Ida Bagus Gde manuaba,1998:48-58 )
            Dengan tidak ada kesenjangan antara hasil pemeriksaan dengan teori yang dikemukakan maka, diagnosa yang ditegakkan sudah tepat.
            Penatalaksanaan di Rumah Bersalin yang dilakukan pada ibu hamil dalam kasus ini adalah melakukan standar asuha 7 “T” yaitu :

1.      Timbang Berat badan
Berat badan ibu dalam keadaan normal,tidak mengalami kelebihan berat badan. Berat badan ibu saat ini adalah 52 kg.
2.      Ukur tekanan darah
Tekanan darah ibu dalam batas normal ( 100/60mmHg – 140/90mmHg ). Tekanan darah ibu saat ini 120/80 mmHg.

3.      Ukur tinggi fundus uteri
Tinggi fundus uteri ibu di ukur dengan medline dengan hasil 30 cm.
4.      Pemberian imunisasi TT lengkap
Menurut buku KIA ibu, imunisasi TT ibu sudah lengkap
5.      Pemberian tablet zat besi
Setiap kali ibu memeriksakan kehamilannya, diberikan kepada ibu 10 tablet tambah besi dan menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet tersebut,1 tablet setiap hari.
6.      Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
Mendiskusikan segala sesuatu keluhan ibu dan persiapan tentang persalinannya serta memberi informasi tentang kehamilan,tanda bahaya kehamilan, tanda persalinan, dan pemberian informasi tentang persiapan rujukan jika sewaktu-waktu ada keadaan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut pada ibu.
            Di Rumah Bersalin, dari standar asuhan 7 “T”,yang dijalankan hanya 6 “T” saja, untuk tes terhadap penyakit menular sex tidak dilakukan.
            Peran Bidan dalam kasus ini adalah :
1.      Melakukan pendekatan terapeutik
Dengan melakukan pendekatan terapeutik akan terjalin kepercayaan antara ibu dengan bidan, sehingga ibu akan kooperatif dalam pemeriksaan.
2.      Melakukan pemeriksaan
Pemeriksaan dilakukan mulai dari anamnesa sampai pemeriksaan fisik ibu, untuk mendeteksi secara dini bila ada komplikasi pada ibu.
3.      Menjelaskan tanda bahaya kehamilan
Dengan penjelasan yang diberikan tentang bahaya kehamilan seperti pusing terus menerus, kaki dan tangan bengkak, pandangan kabur, perdarahan dan nyeri perut bagian bawah, ibu akan mengerti dan dapat mengantisipasi jika terjadi tanda bahaya kehamilan ibu akan segera menuju RS atau ke Bidan.
4.      Menjelskan kepada ibu tentang tanda persalinan
Penjelasan yang diberikan kepada ibu tentang tanda persalinan seperti kenceng – kenceng yang sering, keluar lendir bercampur darah, atau keluar cairan jernih (ketuban), ibu dapat menilai dirinya akan melahirkan jika ada tanda-tanda tersebut.
5.      Mendiskusikan tentang persiapan persalinan ibu
Mendiskusikan segala sesuatu tentang persiapan persalinan ibu, mulai dari persiapan mental, transportasi, perlengkapan ibu dan bayi serta persiapan keuangan ibu.
Dengan mendiskusikan dengan ibu, maka dapat mengetahui sejauh mana persiapan ibu untuk menghadapi proses persalinannya nanti.
6.      Melakukan penyuluhan gizi kepada ibu
Penyuluhan tentang gizi diberikan kepada ibu agar pengetahuan ibu bertambah tentang gizi saat ibu dalam masa kahamilan, menjaga kesehatan saat persalinan dan nifas, serta persiapan ASI. Dengan menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang seperti nasi, sayur, lauk, buah, susu, dan banyak mengkonsumsi air putih.
7.      Motivasi ibu tentang keberhasilan jalan lahir
Jalan lahir merupakan salah satu bagian penting dalam proses kehamilan dan persalinan, jika kebersihan jalan lahir tidak dijaga maka akan mudah kuman, dan bakteri masuk melalui jalan lahir tersebut. Sehingga berpotensi terkena infeksi. Membersihkan dengan cara cebok yang benar dari depan ke belakang ( dari vestibulum sampai perineum ) kemudian dikeringkan. Dengan cara tersebut kebersihan jalan lahir akan terjaga.
8.      Memberikan terapi kepada ibu
Memberikan tablet besi ( novabion ) yang mengandung vitamin essensial, ferrous glukonat, manganese sulfat dan folic acid serta menberikan samcalvit yang merupakan calcium phosphate yang berfungsi untuk pertambahan kalsium dalam tubuh. Dengan pemberian terapi tersebut diharapkan dapat menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.




BAB 5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan pengkajian pada pasien dengan GI P00000 usia kehamilan 32 minggu di RB Ny SOEGIARTI Surabaya tanggal 05-01-2010 didapatkan diagnosa sebagai berikut :
GI P00000 usia kehamilan 32 minggu janin tunggal hidup
Tindakan yang diberikan :
·         Melakukan pendektan terapeutik
·         Melakukan pemeriksaan
·         Menjelaskan tentang hasil pemeriksaan
·         Memotivasi ibu untuk menjaga kebersihan tubuh terutama jalan lahir
·         Melakukan penyuluhan tentang gizi
·         Menjelaskan cara perawatan payusara dan puting susu
·         Menjelaskan tentang tanda bahaya kehamilan
·         Menjelaskan tentang tanda-tanda persalinan
·         Mendiskusikan tentang persiapan persalinan
·         Memberikan terapi
·         Memotivasi pasien untuk kontrol 2 minggu lagi
Setelah dilakukan tindakan tersebut dari hasil evaluasi yang dilakukan diagnose GI P00000 kehamilan 32 minggu sudah mendapatkan KIE.
5.2 Saran
·         Bagi pasien
Pasien hendaknya melakukan apa yang dianjurkan petugas, dengan menjalankan apa yang disarankan yaitu :
·         Kontrol secara teratur sesuai jadwal
·         Memperhatikan gizi dan aktivitas
·         Minum vitamin yang diberikan secara teratur

·         Bagi petugas
   Untuk dapat menerapkan teori yang telah didapat selama pendidikan dengan kasus yang nyata selama praktek.
   Dapat memberikan penjelasan pada pasien dengan cara mudah dimengerti
   Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam meningkatkan mutu pelayanan asuhan kebidanan pada pasien.

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar