Info Kesehatan

healhty

Selasa, 08 Mei 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CA LARING


LAPORAN PENDAHULUAN
 ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN  CA LARING

 

A. KONSEP  PENYAKIT.

I.Pengertian.
               Karsinoma Laring adalah suatu tumor yang terjadi pada daerah laring,  dibagi 3 macam yaitu :  supraglotik, glotik dan infraglotik. (Sjamsuhidajat, 1997 ; 461)
      
    II. Etiologi.
         a.Faktor Herediter    b.Faktor Non Herediter (fisik, biologik, karsinogenik)

   III. Klasifikasi Tumor.
a.Tumor  Primer (T)b. Pembsrn Kel.Limfe (N)  c. Metastase (M)
            
    IV. Epidemiologi.
                      Kebanyakan (70 – 90 %) Ca laring pria usia lanjut. Tipe glotik : 60-65% , supraglotik 30-35% & infraglotik 5 %.

 

 

V.Patofisiologi 

 

   

                               Faktor Herediter                             Faktor Non Herediter
                                                                                (fisik,biologik, karsinogenik)


 



                                                          Ca pada  Laring








 
-         pita suara (suara serak)
-         Penyempitan saluran napas (Stridor. Dispnoe)
-         Pembengkakan ileher/laring (nyeri leher, rahang, telinga)
                                           Tindakan operasi Total Laringektomi


                                Pengangkatan organ Laring/korda vokalis


 


                 Kehilangan suara                           Penurunan kemampuan refleks batuk
                                                                                Penumpukan prod. Secret sal. napas       
            - Kerusakan komunikasi verbal   - Bersihan jalan napas tidak efektif
           - Gannguan Citra Tubuh 
                                             


    VI.Gejala Klinis
1.    Nyeri/sakit ---- menelan
2.    Stridor / dispnea ---- sumbatan jalan napas.
3.    Suara serak lebih 2 mgg / berbulan-bulan, tanpa gejala sistemik (demam).
4.    Nyeri menyebar keleher, rahang / telinga
5.    Pembengkakan kel. dileher ok penyebaran limfogen
6.    Pembengkakan pada laring.
7.      Terjadi penurunan berat badan / KU semakin lemah.

    VII.Cara Pemeriksaan.
           a.Inspeksi dan palpasi         b.Rontgen.             c.Biopsi                 
           d,Pemeriksaan dahak, EKG dan hemoglobin darah.

   VIII. Medical  Managament.

          Penderita Ca laring  besar disertai  pembesaran kel. limfe leher, pengobatan terbaik : laringektomi total & diseksi radikal kel.leher. Hal ini masuk stadium 2 dan 3. Ini dilakukan pada jenis tumor supra dan subglotik.
.Laringektomi diklasifikasikan sbb :
1.     Laringektomi parsial.
2.     Hemilaringektomi / vertikal.
3.    Laringektomi supraglotis / horisontal.      
4.    Laringektomi total.
       Radioterapi ---- stadium T1, T2 tipe glotik dan supraglotik, bila pita suara masih bergerak. Radioterapi juga diberikan sebagai terapi adjuvant setelah laringetomi total stadium T3, T4. Laringektomi total ------ kehilangan suara selamanya. Kordektomi ---- bedah terbatas --- stadium Tis dan stadium T1 dipita suara. Laringektomi partial operasi terbatas ---- pada tumor yang terbatas di supraglotik /satu sisi laring terserang.

     IX. Perawatan Lanjut Pasca Laringektomi.
                        Post laringektomi------- rehabilitasi yang ekstensif----- dilatih berbicara melalui esophagus oleh seorang terapis. Oleh karena ---- traheostoma permanen,












B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

      Dasar data pengkajian keperawatan
Data pre dan post  operasi tergantung lokasi proses kanker dan komplikasi yang ada.

              I.      INTEGRITAS EGO

           II.      MAKANAN ATAU CAIRAN

        III.      HIGIENE   

        IV.      NEUROSENSORI

           V.      NYERI ATAU KENYAMANAN

        VI.      PERNAPASAN

     VII.      KEAMANAN

  VIII.      INTERAKSI SOSIAL


A.    Prioritas keperawatan pre dan posoperasi

PREOPERASI
      1. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang pra dan pascaoperasi dan takut akan kecacatan.

2.   Menolak operasi berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang prosedur pre dan paskaoperasi, kecemasan, ketakutan akan kecacatan dan ancaman kematian.       

POST OPERASI
1.     Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan pengangkatan sebagian atau seluruh glotis, gangguan kemampuan untuk bernapas, batuk dan menelan, serta sekresi banyak dan kental.
     
2.     Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan defisit anatomi ( pengangkatan batang suara ) dan hambatan fisik ( selang trakeostomi ).

3.     Kerusakan integritas kulit atau jaringan berhubungan dengan bedah     pengangkatan, radiasi atau agen kemoterapi, gangguan sirkulasi atau suplai darah,pembentukan udema dan pengumpulan atau drainase sekret terus-menerus.

4.     Perubahan membran mukosa oral berhubungan dengan dehidrasi,      kebersihan oral tidak adekuat, kanker oral, penurunan produksi saliva sekunder terhadap radiasi atau prosedur pembedahan dan defisit nutrisi.
5.     Nyeri akut berhubungan dengan insisi bedah, pembengkakan jaringan,adanya selang nasogastrik atau orogastrik.

6.     Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan  jenis masukan makanan sementara atau permanen, gangguan mekanisme umpan balik keinginan makan, rasa, dan bau karena perubahan pembedahan atau struktur, radiasi atau kemoterapi.

7.     Gangguan citra diri berhubungan dengan kehilangan suara,perubahan anatomi wajah dan leher.


DAFTAR PUSTAKA


Barbara Engram (1998), Rencanma Asuhan Keperawatan Medikal-Bedah jilid II Penerbit buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Barbara C Long (1996), Perawatan Medikal Bedah Suatu pendekatan Proses Keperawatan, The C.V Mosby Company St. Louis, USA.

Hudak & Gallo (1997), Keperawatan Kritis. Pendekatan Holistik Volume 1, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Marylin E Doenges (2000), Rencana Asuhan Keperawatan. Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

R. Sjasuhidajat, Wim De Jong (1997), Buku ajar ilmu Bedah Edisi Revisi. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Sylvia A. Price (1995), Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 4, Buku 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar