Info Kesehatan

healhty

Kamis, 24 Mei 2012

SAP STROKE


SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik                       :     STROKE
Sasaran                  :     Keluarga dan pasien
Tempat                    :     Lantai III C RSU Haji Surabaya
Hari / Tanggal        :     Rabu / 05 Maret 2008
Waktu                      :     15.00 WIB

A.     Tujuan Intruksional Umum :
         Pada akhir proses penyuluhan pasien dan keluarga dapat mengenal dan memahami penyakit STROKE / CVA.

B.     Tujuan Intruksional Khusus          :
         Setelah diberikan penyuluhan keluarga dapat
         1.      Menjelaskan pengertiam STROKE / CVA.
         2.      Menyebutkan penyebab STROKE / CVA.
         3.      Menyebutkan tanda-tanda dan gejala STROKE / CVA.

C.     Sasaran
         Keluarga dan pasien

D.     Materi Terlampir
         1.      Pengertian ” STROKE  / CVA ”
         2.      Penyebab
         3.      Gejala + Tanda
         4.      Komplikasi
         5.      Pemeriksaan Penunjang
         6.      Penatalaksanaan
           

E.     Metode
         1.      Ceramah
         2.      Tanya Jawab
F.      Media
         1.      Flip Chart
         2.      Leaflet
G.     Kegiatan Penyuluhan

No.


Waktu

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Audience

1


5 Menit

Pembukaan :
1.  Salam pembuka
2.  Memperkenalkan diri
3.  Menjelaskan tujuan penyuluhan
4.  Menyebutkan materi yang akan
     diberikan


1.  Menjawab salam
2.  Memperhatikan
3.  Memperhatikan
4.  Memperhatikan


2


15 Menit

Pelaksanaan :
1.  Menjelaskan pengertian Stroke
2.  Menyebutkan penyebab Stroke
3.  Menyebutkan tanda + gejala
     Stroke
4.  Menjelaskan penatalaksanaan
     Atau pengobatan Stroke


1.  Memperhatikan
2.  Memperhatikan
3.  Memperhatikan
4.  Memperhatikan


3


10 Menit

Evaluasi :
1.  Memberikan kesempatan
     audience untuk bertanya
2.  Meminta audience menjelaskan
     tentang materi Stroke


1.  Bertanya dan mende
     ngarkan jawaban
2.  Menjelaskan tentang
     Materi

4


5 Menit

Terminasi :
1.  Mengucapkan terima kasih atas
     perhatian yang diberikan
2.  Mengucapkan salam penutup


1.  Memperhatikan
2.  Membalas salam

H.     Pengorganisasian Kelompok
         Moderator               :     Sugiyah, SKep
         Penyaji                    :     Rahmad Kurniawan, SKep
         Observer                 :     Vera Dwi Ariyani, SKep
         Fasilitator                :     Vera Dwi Ariyani, SKep
I.       Deskripsi  tugas :
         Moderator 
         -        memimpin jalannya acara
         -        membuka pertemuan
         -        mengatur setting tempat
         -        menutup kegiatan penyuluhan
Penyaji
         -        menjelaskan materi
         -        menggantikan posisi lmoderator bila diperlukan
         Observer
         -        mengobservasi jalannya acara
         -        memberi penilaian
         -        memberi saran dan kritik setelah acara selesai
         -        mengevaluasi dan umpan balik kepada penyaji dan moderator
         Fasilitator  
-       sebagai pemandu jalannya acara
-       sebagai tempat bertanya penyaji dan moderaror tentang kegiatan yang akan dilakukan.
-       Memberi petunjuk dalam acara supaya berlangsung baik.

J.      Setting Tempat








 

















Penyaji


Moderator

Observer + Fasilitator

Pasien
 


x
 

x
 







x
 




x
 







x
 

x
 





x
 


x
 

x
 






 







EVALUASI
1.      Evaluasi Struktur
         1.      Kesiapan Materi
         2.      Kesiapan SAP
         3.      Kesiapan media :  chart dan leaflet   

2.      Evaluasi Proses
         1.      Tiap fase dilalui sesuai waktu yang direncanakan
         2.      Mendapat respon dari audien berupa beberapa pertanyaan diajukan tentang hal-hal yang belum diketahui
         3.      Suasana penyuluh berjalan tertib     

3.      Evaluasi Hasil
         1.      Menjelaskan pengertian STROKE
         2.      Menjelaskan penyebab dan gejala STROKE
         3.      Menjelaskan penanganan STROKE













1.      PENGERTIAN
         CVA disebut juga stroke adalah suatu gangguan neurologis akut, yang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah ke otak dimana secara mendadak (dalam beberapa detik), atau secara tepat (dalam beberapa jam) timbul gejala dan tanda sesuai dengan daerah fokal di otak yang terganggu. (Prof. Dr. dr. B. Chandar, hal 181)
         Stroke merupakan cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak, (Elisabeth, J, Corian, hak 181)
         CVA merupakan gangguan sirkulasi cerebral dan sebagai salah satu manifestasi neurologi yang umum dan timbul secara mendadak sebagai akibat adanya gangguan suplay dalam ke otak (Depkes RI 1996, hal 149)
         CVA pada dasarnya dibagi 2 kelompok besar
         Stroke Iskemik
Secara patogenesis dibagi menjadi
         1)      Stroke trombolik
                  Yaitu stroke yang disebabkan karena tombosis di arteri karotis interna secara langsung masuk ke arteri serebri media
                  Stroke jenis ini sering dijumpai pada kelompok usia 60 - 90 tahun. Serangan gejala CVA sekunder dari trombosis sering datang pada waktu tidur atau waktu mulai bangun
         2)      Stroke embolik
                  Yaitu stroke iskemik yang disebabkan oleh karena emboli yang pada umumnya berasal dari jantung.
                  Emboli biasanya mengenai pembuluh-pembuluh kecil dan sering dijumpai pada titik bifurkasi dimana pembuluh darah menyempit.
         Stroke iskemik secara lazim dibagi menjadi :
         1)      TIA (Transient Iskhemik Attach)
                  Gangguan neurologik yang timbul secara tiba-tiba dan menghilang dalam beberapa menit sampai beberapa jam (tidak melebihi 24 jam)
                  Disfungsi neurologi bisa sangat parah disertai tidak sadar sama sekali dan hilang fungsi sensorik serta fungsi motorik.
         2)      RIND (Reversible Iskhemic Neurologic Deficit)
                  Gejala neurologik menghilang dalam waktu lebih 24 jam
         3)      Progressive Stroke
                  Gejala neurologik bertambah lama bertambah berat
         4)      Completed Stroke
                  Gejala neurologik dari permulaan sudah maksimal (stabil)

         Stroke hemoragik, dibagi menjadi
         1)      Perdarahan Intraserebral
                  yaitu perdarahan di dalam jaringan otak
         2)      Perdarahan subaraknoid
                  Yaitu pendapatan di ruang subaraknoid yang disebabkan oleh karena pecahnya suatu aneurisma atau arterio - venosus mallformation (AUM)

2.      PENYEBAB
Thrombosis Otak
         Thrombosis merupakan penyebab yang paling umum ari CVA dan yang paling sering menyebabkan thrombosis otak adalah atherosklerosis. Penyakit tambahan yang paling sering kali dijumpai pada trombosis hipotensi da tipe lain-lain cidera vaskuler seperti arteritis.



         Emboli Serebral
         Merupakan penyumbatan pembuluh darah otak, oleh bekuan darah atau lemak, udara pada umumnya emboli berasal dari trombus di jantung yang terlepas dan menyumbat sistem nyeri serebral. Emboli serebral pada umumnya berlangsung cepat dan gejala yang timbul kurang dari 10 - 30 detik.

         Perdarahan Intraserebral
         Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak, hal ini terjadi karena aterosklerosis dan hipertensi. Keadaan ini pada umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun sehingga akibat pecahnya pembuluh darah arteri otak.

Ruptura Aneurisma Sekuler (Gerry)
         Merupakan lepuhan yang lemah dan berdinding tipis yang menonjol pada tempat yang lemah.

III.     GEJALA DAN TANDA
         1.      Serangan iskemik sepintas
         2.      Berlangsung hanya beberapa menit, sembuh dengan sempurna dan tidak terdapat gangguan neurologis yang menetap
         3.      Iskomia pada hemisfer serebral
         4.      Kelemahan wajah bagian bawah, jari-jari tangan, lengan dan tungkai, kontralateral dan singkat.
         5.      Nyeri pegal pada bagian tubuh kontralateral terhadap tempat iskemia
         6.      Iskemia pada batang otak
         7.      Ditandai dengan vertigo, tinitus, diplopia, disartia, dipsnoe, iskemia arteri, arteri vertebralis.
         8.      Potensial untuk terjadinya iskemik reversibel
         9.      Gangguan neurologi iskemik reversibel
         10.    Berlangsung lebih lama dengan kesembuhan tetapi dan gangguan minimal
         11.    Stroke involution
         12.    Gangguan neurologi tambahan yang terjadi secara berangsur-angsur bisa bertambah buruk atau terbentuknya kelainan baru
         13.    Stroke lengkap
         14.    Gangguan neurologi menetap, menentukan infark pada jaringan otak.

IV.    KOMPLIKASI

         1.      Dini (0-48 jan pertama)
         2.      Odema serebri, defisit neorologis memperberat, mengakibatkan peningkatan TIK, herniasi dan akhirnya kematian
         3.      Jangka pendek
         4       Pnemonia (akibat imobilisasi) infark miokard, emboli paru (cenderung terjadi 7-14 hari paska stroke)

V.     PEMERIKSAAN PENUNJANG
·               CT-Scan : Akan dapat menemukan daerah yang kepadatannya menurun, digunakan untuk membedakan adanya perdarahan infark, iskemia, hematom, odema.
·               Angiografi : Gunakan mencari penyumbatan darah dan menentukan penyebab stroke
·               Position Scanning : Untuk memberikan gambaran metabolisme cerebral
·               Pungsi Lumbal : Menunjukkan adanya tekanan normal
·               EEG : Untuk melihat area yang spesifik dari lesi otak
·               Ultra Sonografi : Mengidentifikasi penyakit arterio vena, arterio sklerosis
·               Sinar - X Tengkorak ; Klasifikasi partial penyakit arterio vena, arterio sklerosis
·               Teknik Doppler : Untuk mengetahui arteri sklerosis yang rusak

VI.    PENATALAKSANAAN
         1.      Empat tujuan pengobatan, menyelamatkan jiwa, membatasi kerusakan otak, mengurangi ketergantungan dan deformitas, mencegah terjadinya penyakit.
         2.  Pertahankan agar jalan nafas selalu bebas, pemberian cairan elektrolit dan kalori adekuat, hindari ulcus decubitus
         3.      Larutan urea hipertonik 1 - 1,5 9 /Kg, IV
         4.   Rehabilitasi dan latihan termasuk fisioterapi, tetapi pekerjaan dan terapi biara
         5.      Obat dari koagulan


Kepustakaan
Ali, Wendra, 1999, Petunjuk Praktis Rehabilitasi Penderita Stroke, Bagian Neurologi FKUI /RSCM,UCB Pharma Indonesia, Jakarta.

Doenges, M.E.,Moorhouse M.F.,Geissler A.C., 2000, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, EGC, Jakarta.

Engram, Barbara, 1998, Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, Volume 3, EGC, Jakarta.

Harsono, 2000, Kapita Selekta Neurologi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Hudak C.M.,Gallo B.M.,1996, Keperawatan Kritis, Pendekatan Holistik, Edisi VI, Volume II, EGC, Jakarta.

Islam, Mohammad Saiful, 1998, Stroke : Diagnosis Dan Penatalaksanaannya, Lab/SMF Ilmu Penyakit Saraf, FK Unair/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar