Info Kesehatan

healhty

Kamis, 24 Mei 2012

SAP PENYAKIT JANTUNG REMATIK


SAP

(SATUAN ACARA PENYULUHAN).

Topik penyuluhan                : Penyakit jantung reumatik

Pokok Bahasan                    : Penyakit jantung
Sub pokok bahasan              : Penyakiy jantung pada anak
Metode                                 : Ceramah dan tanya jawab
Media                                   : Lembar balik dan leafalet
Tempat                                 : Poli anak RSSA Malang
Waktu                                  : Tanggal 4 November 2004
                                                Pukul 08.30 WIB – 09.00WIB
Sasaran                                 : Klien dan kelurga
Tujuan umum                       : Klien dan keluarga mengerti penyakit jantung reumatik
Tujuan Khusus                     :
1.          Klien dan keluarga mampu menyebutkan definisi penyakit jantung reumatik
2.          Klien dan keluarga mampu menyebutkan penyebab penyakit jantung reumatik
3.          Klien dan keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala penyakit jantung reumatik
4.          Klien dan keluarga mengerti tentang bagaimana merawat klien dengan penyakit jantung reumatik.
5.          Klien dan keluarga mengerti tentang komplikasi penyakit jantung reumatik






Langkah –langkah

Tahap Kegiatan
Kegiatan perawat
Kegiatan klien
Media
Pembukaan
(5 menit)
Salam pembuka
Memperkenalkan diri
Menjelaskan maksud dan tujuan

Mendengarkan keterangan penyaji
Menjawab pertanyaan
Ceramah
Tanya jawab
Penyajian
( 15 menit )
Menyampaikan materi
Menjawab pertanyaan
Memperhatikan dan mendengarkan keterangan penyaji
Bertanya materi yang belum jelas
Ceramah

Penutup
( 10 menit )
Melakukan tanya jawab
Menarik kesimpulan
Memberikan leaflet
Menutup pertemuan

Mendengarkan dan bertanya
Ceramah













Materi penyuluhan
1.      Pengertian
PJR merupakan akibat dari demam reumatik dengan gejala satu atau lebih antara lain : infeksi sendi, infeksi jantung, gerakan yang tidak terkendali, kelainan kulit dan adanya benjolan bawah kulit.
2.      Penyebab
PJR disebabkan oleh kuman streptococus b hemolitikus golongan A. demam reumatik sering didahului dengan infeksi pada tenggorokan
3.      Karateristik penderuta

Anak diatas usia 5 tahun sampai dewasa sering terkena ISPA

Faktor predisposisi :
Lingkungan sosial ekonomi yang rendah dan penduduk yang padat
Genetik
Daerah iklim sedang, daerah trois bercuaca lembab dan daerah dengan perubahan suhu mendadak.
4.      Tanda dan gejala
I  : stadium peradangan : demam, batuk, sakit menelan, muntah dan diare selama 2 –4 hari
II  : Periode laten : Mulai stadium satu sampai dengan permulaan demam reumatik selama 1 – 3 minggu
III  : Fase acut demam reumatik : Demam sub febris, lesu, lekas tersinggung, berat badan turun, anoreksia, anemia, sakit sendi dan sekitarnya terutama setelah latihan
IV  : Tidak memunculkan gejala kelainan. Dapat mengalami reaktifitas penyakit
5.      Prognasist
Tergantung unur berat kerusakan katub jantung, respon klien terhadap pengobatan, dan ada tidaknya komplikasi
6.      Komplikasi
Gagal jantung dapat terjadi sewaktu-waktu terutama bila klien mengalami stress atau kelalaha sekali.
Ganguan gagal jantung
·         Lekas lelah terutama setelah latihan
·         Sesak malam hari
·         Oliguri dan nokturi
·         Akral dingin dan stenosis
·         Nadi meningkat, pernafasan meningkat
7.      Bagaimana cara merawat anggota keluarga dengan penyakit jantung reumatik ?
-          Menjaga kebersihan lingkungan. Faktor predisposisi : tempat gelap dan kotor
-          Rutin periksa kepuskesmas atau dokter, bila obat habis
-          Psikososial : anak dengan PJR sering murung, lekas tersinggung. Beritahu keluarga hal itu akibat dari penyakitnya. Berikan kasih sanyang jangan sering mengeluh apa lagi didepan anak, karena bisa menjadi beban bagi anak
-          Perawaatan dirumah : Klien dipulangkan dokter dari rumah sakit bukan berarti bahwa penyaikitnya sudah benar-benar sembuh. Tetapi setidaknya dapat menghemat biaya perawatan rumah sakit, dan dirumah dapat dilanjutkan (perawatan seperati di rumah sakit) yang perlu diperhatikan adalah
·         Cukup gizi usahakan makan dengan gizi lengkap, meningkatkan makanan protein dan vitamin C
·         Istirahat yang cukup, aktifitas disesuaikan dengan keadaan fisik anak
·         Minum obat yang teratur
-          Pengobatab PJR memerlukan waktu lama, jangan berhenti karena merasa sudah sembuh, konsultasi dulu dengan dokter
-          Penyakit PJR sering mengeluh nyeri pada sendi sehingga da[pat dilakukan perawatan dengan cara : Berikan alas kaki yang lunak, jangan sewring disentuh, jangan dikompres dengan air hangat





Daftar pustaka :

Ngastiyah, 1997. Perawatan Anak Sakit, Jakarta : EGC

Milking & William, 1988. Nursing Care Planing Guides for Childrer. London, Cindy Smith Green Berg

Kapita selekta kedokteran











































EVALUASI


1.      Penyuluhan telah dilaksanakan pada hari selaja pukul 08. 30 WIB sampai denga pukul 09. 15 di poli anak dengan jumlah peserta kurang lebih 15 orang
2.      Peserta penyuluhan antusias mengikuti jalanya penyuluhan ditandai dengan, para peserta mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan materi penyuluhan
3.      Pertayaan yang diajukan oleh peserta penyuluhan dapat dijawab oleh penyaji dengan benar dan jelas
4.      Beberapa pertanyaan dari peserta penyuluhan
  1. Apa ada hubunganya penyakit ini (RHD) dengan penyakit TBC ?
  2. Makanan apakah yang boleh dikonsumsi oleh orang yang terkena penyakit ini, Apa boleh mengkonsumsi seperti kubis dll karena katanya dapat membuat linu-linu
  3. Bagaimana pengobatan penyakit ini ? apakah sama seperti penyakit TBC
  4. Apa bedanya radang paru-paru dengan penyakit ini (RHD)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar