Info Kesehatan

healhty

Kamis, 24 Mei 2012

SAP PENYAKIT KONGENITAL (ATRESIA ANI)


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik                           : Penyakit Konginetal
Pokok bahasan            : Atresia ani
Sub Pokok Bahasan    : Pengertian dan cara perawatan klien dengan Atresia  ani.
Judul                           : Apa dan bagaimana Atresia ani itu?
Sasaran                        : Keluarga By.Ny. Ch
Waktu                         : Rabu, 28 Juni 2004 jam 09.00 WIB
Tempat                        : Ruang 15 RSSA
Metode                        : Ceramah dan tanya jawab
Media                          : Flashcart
Tujuan umum              : Setelah diadakan penyuluhan diharapkan sasaran mampu memahami dan mengenal tentang penyakit atresia ani
Tujuan khusus             : Setelah diberikan penyuluhan diharapkan sasaran dapat :
-   Menyatakan tahu dan menerima keadaan anaknya
-   Menyatakan tahu apa saja yang harus dilakukan pada anaknya
-   Menyatakan akan berusaha merawat anaknya secara mandiri

Kegiatan pembelajaran :
No
Tahap kegiatan/ waktu
Kegiatan penyuluh
Kegiatan peserta
Metode
1.






2.





3.
Pembukaan
3 menit





Penyajian
15 menit




Penutup
5 menit
Mengucapkan salam
Menyampaikan tujuan penyuluhan
Menyampaikan pokok-pokok materi yang akan disampaikan

Menjelaskan tentang :
Apa pegertian atresia ani
Bagaimana tanda dan gejala atresia ani
Bagaimana perawatan klien atresia ani
Memberikan evaluasi dan materi yang telah disampaikan
Menyampaikan kesimpulan
Mendengarkan dan memperhatikan





Mendengarkan, memperhatikan serta mendemonstrasikan



Meyampaikan pertanyaan dan memperhatikan jawaban yang diberikan
Ceramah






Ceramah dan demonstrasi


Ceramah dan tanya jawab


MATERI PENYULUHAN


            Atresia ani/anus imperforata adalah suatu keadaan dimana pada perineum  tidak terdapat apertura anal yang disebabkan karena terhambatnya perkembangan janin pada bulan ketujuh dan kedelapan.
            Tanda dan gejalanya meliputi; tidak dapat dilakukan colok dubur, mekonium tidak keluar pada 24-48 jam pertama sejak kelahiran atau keluar melalui saluran abnormal, muntah-muntah dan peru kembung.
            Penyakit ini dalam perjalanannya, bayi  akan dibuatkan anus buatan tetapi tidak dalam sekali tahap langsung selesai. Namun akan melalui beberapa tahap yaitu:
1.      pada bayi akan dilakuan kolostomi. Kolostomi akan berjalan sampai kurang lebih 3 bulan dan dalam 3 bulan tersebut anak akan mendapat perawatan kolostomi agar kolostomi dapt berfungsi dengan baik dan tidak mengakibatkan komplikasi yang lain misalnya seperti infeksi. Oleh karena itu perlu diperhatikan cara perawatan kolostomi yang benar. Juga perlu diperhatikan nutrisi yang diberikan pada anak, agar anak tetap sehat hingga dilakukan operasi kedua.
2.      Bayi akan dilakukan anoplasti. Dimana akan dubuatkan lubang pada anus. Dan lubang ini akan dirawat hingga berfungsi dengan baik. Setelah berfungsi dengan baik baru akan dilakukan operasi tahap ketiga.
3.      Akan disambungkan kembali antara anus buatan dengan stoma atau kolon yang dipotong. Stoma dimasukkan kembali dan kulit ditutup kembali. Hal ini dilakukan perawatan hingga anus dapat berfungsi optimal.
Yang perlu diperhatikan adalah selama itu harus rajin kontrol ke poli bedah rumah sakit. Dan dijaga keadaan luka operasi tetap bersih dan sehat.






Referensi:
1.      Ngastiyah, 1997. Perawatan Anak Sakit. EGC. Jakarta
2.      Sacharin. 1996. Prinsip Keperawatan Pediatrik. EGC. Jakarta
3.      Staf Pengajar IKA FKUI. 2000. Ilmu Kesehatan Anak. Infomedika. Jakarta







atresia ani






kolostomi
 












Rawat kolostomi dengan benar
-          Nutrisi yang baik
-          Rutin kontrol







anoplasti



 




                                                - rutin kontrol

tutup kolostomi 







SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik                   : Penyakit Pembuluh Darah
Pokok bahasan    : Hipertensi
Sub Pokok Bahasan : Cara pencegahan hipertensi
Tujuan umum      : Masyarakat RT 06 diharapkanmampu memahami dan mengenal tentang penyakit hipertensi
Tujuan khusus     : Setelah diberikan penyuluhan masyarakat RT 06 dapat :
-  Menyebutkan tentang pengertian hipertensi
-  Menyebutkan tentang penyebab hipertensi
-  Menyebutkan tentang tanda dan gejala hipertensi
-  Menyebutkan tentang bahaya hipertensi
-  Menyebutkan tentang cara pencegahan hipertensi
Sasaran                : Lansia di Posyandu lansia Kelurahan Tunjung Sekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang
Media                  : Flipcart, leaflet, tape recorder dan mikrofon
Metode                : Ceramah dan tanya jawab
Waktu                  : Minggu, 13 Juni 2004 jam 16.00 WIB di rumah Ibu Sumardji

Kegiatan pembelajaran :
No
Tahap kegiatan/ waktu
Kegiatan penyuluh
Kegiatan peserta
Metode
1.






2.








3.
Pembukaan
5 menit





Penyajian
15 menit







Penutup
5 menit
Mengucapkan salam
Menyampaikan tujuan penyuluhan
Menyampaikan pokok-pokok materi yang akan disampaikan

Menjelaskan tentang :
1.      pengertian hipertensi
2.      Penyebab hipertensi
3.      Menjelaskan bahaya hipertensi
4.      Menjelaskan cara pencegahan hipertensi

Menjawab pertanyaan jika ada
Memberikan evaluasi dan materi yang telah disampaikan
Menyampaikan kesimpulan
Mendengarkan dan memperhatikan





Mendengarkan dan memperhatikan







Meyampaikan pertanyaan dan memperhatikan jawaban yang diberikan
Ceramah






Ceramah dan demonstrasi






Leaflet


MATERI PENYULUHAN

CARA PENCEGAHAN HIPERTENSI
PENGERTIAN :
Hipertensi yaitu suatu peningkatan tekanan darah dan atau sistolik yang tidak normal. Tekanan darah dibagi menjadi
1.      hipertensi ringan yaitu tekanan darah sistolik antara 140 – 160 dan tekanan diastolik 90-105
2.      hipertensi sedang yaitu tekanan darah sistolik  antara 160- 180 dan tekanan darah diastolik 90-105
3.      hipertensi berat yaitu tekanan darah sistolik >180 dan tekanan darah diastolik >105

PENYEBAB PENYAKIT HIPERTENSI
1.      keturunan : Orang dengan riwayat hipertensi mempuanyai resiko untuk terkena hipertensi
2.      Jenis kelamin ( pria dan wanita ) dan usia 35-59 tahun
3.      Konsumsi garam yang tinggi
4.      Kegemukan atau >25% diatas BB ideal, karena pada orang yang kegemukan terjadi timbunan lemak yang berlebih
5.      Gaya hidup yang sering mengkonsumsi alkohol dan rokok

TANDA DAN GEJAL HIPERTENSI
1.      Sakit kepala bagian belakang
2.      Mimisan
3.      Mudah marah atau tersinggung
4.      Telinga berdenging
5.      Nyeri dada
6.      Mata berkunang – kunang
7.      Peningkatan tekanan darah
8.      Sesak nafas
9.      Mudah lelah
10.  Susah tidur

BAHAYA HIPERTENSI
1.      mata, bahayanya bisa menyebabkan kebutaan. Hal itu terjadi karena kerusakan vaskuler
2.      jantung, bisa menyebabkan sakit lemah jantung dan bahkan menimbulkan kematian mendadak karena peningkatan tekanan darah sistemik, meningkatkan resistensi terhadap pemompaan darah dari ventrikel kiri akibatnya beban jantung bertambah
3.      ginjal, bila pembuluh darah menyempit maka aliran arteri terganggu dan dapat menyebabkan mikroinfark pada jaringan, akibatnya terjadi perubahan vaskular pada ginjal.
4.      Otak, bisa mengakibatkan kelemahan atau stroke

CARA PENCEGAHAN
1.      pola hidup tenang atau santai, berfikir sehat, hindari cemas dan stress serta sedih yang berkepanjangan karena stress menyebabkan pelepasan katekolamin
2.      istirahat yang cukup
3.      olah raga yang teratur sesuai kondisi tubuh
4.      hindari rokok karena nikotin menyebabkan katekolamin oleh saraf otonom
5.      kurangi makanan yang mengandung banyak lemak dan garam
6.      banyak makan buah dan sayur
7.      berobatlah atau kontrol yang teratur jika menderita hipertensi
8.      periksa sedini mungkin hipertensi melalui posyandu lansia untuk lansia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar