Info Kesehatan

healhty

Kamis, 24 Mei 2012

SAP PERAWATAN POST OPERASI


SATUAN ACARA PENYULUHAN

1.      TOPIK PENYULUHAN            : Asuhan Keperawatan Peri operatif
2.      POKOK BAHASAN                               : Perawatan Pasca Operasi
3.        SUB POKOK BAHASAN       : -latihan nafas dalam – latihan tungkai – mobilisasi dini pasca operasi
4.      SASARAN :
Bapak dan ibu pengunjung terutama klien pra operasi diruang 21 RSSA Malang.
5.      WAKTU PERTEMUAN :
HARI           : Kamis
TANGGAL : 13 Mei 2004
PUKUL       : 09.00 – 09.30
6.      TUJUAN
6.1 Tujuan umum :
Setelah dilakukan penyuluhan klien mampu ikut berpartisipasi terhadap tindakan keperawatan pasca operasi
6.2 Tujuan khusus :
Sasaran dapat mengetahui :
  1. Latihan nafas dalam
  2. Latihan tungkai
  3. Latihan miring –duduk – turun –berjalan









Langkah-langkah penyuluhan
Tahap Kegiatan
Kegiatan perawat
Kegiatan klien
Media
Pembukaan
(5 menit)
Salam pembuka
Memperkenalkan diri
Menjelaskan maksud dan tujuan
Membagikan leaflet
Mendengarkan keterangan penyaji
Ceramah
Penyajian
( 15 menit )
Menyampaikan materi
Memperhatikan dan mendengarkan keterangan penyaji
Ceramah
Demonstrasi
Leaflet
Penutup
( 10 menit )
Melakukan tanya jawab
Menutup pertemuan
Mendengarkan dan bertanya
Ceramah

 
































Materi penyuluhan

Perawatan pasca operasi

Operasi adalah tindakan yang dilakukan pemedahan sehingga menimbulkan luka pada kulit atau jaringan. Oleh karena itu luka harus segera disembuhkan, baik dengan terapi medis (pengobatan) ataupun dengan progam perawatan.
Ada beberapa teknik yang nantinya diharapkan mampu mengatasi masalah pada klien pasca operasi (pembedahan), diantaranya aalah sebagai berikut :
1.      nafas dalam dan batuk efektif
hal ini bertujuan untuk memobilisasi sekret sehingga dapat dikeluarkan. Juga dapat melatih ekspansi paru secara maksimal. Karena jika klien tidak bisa batuk secara efektif  maka pnemonia hipostatik dan komplikasi lainnya dapat terjadi.
Adapun tekniknya adalah sebagai berikut :
-  letakkan genggaman tangan yang kendur di iga paling bawah untuk merasakan gerakan
-  tarik nafas dalam melalui mulut dan hidung
-  keluarkan nafas dengan perlahan –lahan bersamaan dengan gerakan iga menurun
-  ulangi 15x  dan istirahat singkat setelah setiap 5 x
-  hirup udara dengan mulut terbuka
-  “hak” kan keluar dengan keras
perhatian
untuk insisi abdomen /  thorak usahakan insisi dibebat sehingga tekanan diminimalkan da nyeri terkontrol. Letakkan jalinan tangan di atas luka insisi
2.      latihan tungkai
bertujuan untuk mencegah stasis dan meningkatkan aliran vena.
Teknik latihan tungkai :
-       bengkokkan lutut, naikkan kaki, tahan beberapa detik, luruskan kembali
-       ulangi 5x pada masing-masing tungkai


3.      mobilisasi dini
bertujuan untuk melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh
teknik mobilisasi dini
-       miring ke satu sisi dengan bantuan samping tempat tidur
-       bagian atas tungkai fleksi disangga dengan bantal
-       lakukan nafas dalam dan batuk efektif bila mungkin saat miring
-       dorong tubuh anda dengan satu tangan ketika mengayunkan tungkaiturundari tempat tidur
-       jangan biarkan tungkai menggantung
-       berdiri disebelah tempat tidur
-       berjalan dan dibantu dengan berpegangan pada dinding atau orang lain
perhatian
bila saat jalan terasa pusing maka berhenti sejenak hingga pusing hilang / berkurang, baru langkah dilanjutkan.














































PERAWATAN
POST
OPERASI














Kelompok XVII

 

 

 




















































1.      latihan tungkai
Tujuan untuk mencegah pembendungan dan meningkatkan aliran darah.
Teknik latihan tungkai :
Ø  bengkokkan lutut, naikkan kaki, tahan beberapa detik, luruskan kembali
Ø  ulangi 5x pada masing-masing tungkai
2.      Mobilisasi dini
Tujuan : untuk melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh
teknik mobilisasi dini
Ø  miring ke satu sisi dengan bantuan samping tempat tidur
Ø  bagian atas tungkai fleksi disangga dengan bantal
Ø  lakukan nafas dalam dan batuk efektif bila mungkin saat miring
Ø  dorong tubuh anda dengan satu tangan ketika mengayunkan tungkaiturundari tempat tidur
Ø  jangan biarkan tungkai menggantung
Ø  berdiri disebelah tempat tidur
Ø  berjalan dan dibantu dengan berpegangan pada dinding atau orang lain
Ø  perhatian
bila saat jalan terasa pusing maka berhenti sejenak hingga pusing hilang / berkurang, baru langkah dilanjutkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar