Info Kesehatan

healhty

Kamis, 24 Mei 2012

SAP IMUNISASI


SATUAN ACARA PENYULUHAN

A.    Latar Belakang.
Salah satu indikator tingkat kesejahteraan dan derajat kesehatan suatu negara adalah dengan menghitung angka kematian dan kesakitan bayi dan anak.
Dalam upaya mengontrol dan menghilangkan penyakit menular, sekaligus menurunkan angka kematian bayi dapat dilakukan dengan cara, yaitu :
  1. Mengendalikan dan memusnahkan sumber infeksi penderita dan carrier (pembawa kuman).
  2. Memotong mata rantai penularan penyakit.
  3. Meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit menular melalui imunisasi. 
Seperti diketahui bahwa pada anak kecil terutama bayi sangat rentan terhadap penyakit-penyakit menular dan infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum berkembang. Untuk itu, salah satu cara yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak adalah melalui imunisasi.
B.     Tujuan.
1.      Umum.
Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran mengerti dan memahami tentang imunisasi.
  1. Khusus.
a.       Sasaran mampu menyebutkan pengertian imunisasi.
b.      Sasaran mengetahui siapa saja yang harus mendapatkan imunisasi.
c.       Sasaran mengetahui kapan imunisasi harus diberikan.
d.      Sasaran mampu menyebutkan tujuan dari pemberian imunisasi.
e.       Sasaran mampu menyebutkan macam dari imunisasi.
C.     Materi.
Imunisasi pada anak dan balita.
D.    Metode.
Ceramah dan tanya jawab.
E.     Sasaran.
Pengunjung poli anak (BKA).
F.      Waktu.
25 menit.
G.    Tempat.
Poli anak (BKA).
H.    Rencana pelaksanaan.

No

Kegiatan

Waktu

Keterangan

1.


2.

3.
Pembukaan


Pelaksanaan

Penutup
5 menit


15 menit

5 menit
-          Perkenalan.
-          Penyampaian tujuan.
-          Kaji tingkat pengetahuan.
-          Penyampaian materi.
-          Tanya jawab dan diskusi.
-          Validasi penjelasan.
-          Evaluasi kegiatan.

I.       Materi.
IMUNISASI.

1)      Pengertian.
Imunisasi adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memberikan kekebalan pada tubuh bayi dan anak.
2)      Tujuan.
-       Untuk melindungi dan mencegah terhadap penyakit menular yang berbahaya bagi anak dan bayi.
3)      Macam imunisasi.
-       BCG.
·         adalah imunisasi yang diberikan kepada bayi untuk melindungi dari penyakit TBC.
·         Diberikan pada bayi usia kurang dari 2 bulan.
·         Sebanyak 1 kali.
·         Reaksi yang timbul setelah imunisasi BCG : pembekakan kecil merah ditempat penyuntikan setelah 1-2 minggu kemudian sembuh spontan dalam 8-12 minggu dengan meninggalkan scar.
-       Polio.
·         Untuk melindungi bayi dan anak dari penyakit poliomyelitis.
·         Diberikan pada bayi usia 0-11 bulan.
·         Sebanyak 4 kali.
·         Interval minimal 4 minggu.
·         Diberikan per-oral sebanyak 2 tetes.
-       DPT.
·         Untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
·         Diberikan pada anak usia 2-11 bulan.
·         Sebanyak 3 kali.
·         Interval minimal 4 minggu.
·         Diberikan secara suntik intra muskuler sebanyak 0,5 cc.
·         Reaksi yang timbul :
a.       Demam 1-2 hari.
b.      Sakit didaerah suntikan.
c.       Peradangan yang terjadi setelah 1 minggu atau lebih vaksinasi.
d.      Kejang.
-       Campak.
·         Untuk mencegah penyakit campak atau gabagan (jawa).
·         Diberikan pada usia 9 bulan.
·         Diberikan secara suntik sub cutan pada lengan kiri sebanyak 0,5 cc.
·         Reaksi yang timbul :
a.       Diare.
b.      Demam.
c.       Kemerahan (ruam) kulit.

-       Hepatitis B.
·         Melindungi anak dari penyakit radang hati (hepatitis B / sakit kuning).
·         Diberikan sedini mungkin, yaitu usia :
a.       0 bulan = bayi lahir di RS.
b.      2 bulan = bayi yang datang ke puskesmas.
·         Diberikan secara suntik intra muskuler sebanyak 3x0,5 cc.
·         Reaksi yang timbul umumnya tidak ada.

Umur


Jenis vaksin


0 bulan
Hepatitis B 1
BCG
Polio 1
-
-
2 bulan
Hepatitis  B 2
-
Polio 2
DPT 1
-
3 bulan
-
-
Polio 3
DPT 2
-
4 bulan
-
-
Polio 4
DPT 3
-
9 bulan
Hepatitis B 3
-
-
-
Campak



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar