Info Kesehatan

healhty

Kamis, 24 Mei 2012

SAP HIPERTENSI DAN PENGOBATANNYA


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik                           : Hipertensi
Pokok Bahasan           : Hipertensi dan pengobatannya
Sasaran                        : Lansia yang aktif di posyandu lansia
Tempat                        : Posyandu lansia Kokrosono RW IV Kelurahan Polowijen
Waktu                                     : 02 November 2004
Metode                        : Ceramah dan Tanya jawab
Media                          : lembar balik dan leaflet
Tujuan Umum           :
setelah dilakukan penyuluhan peserta diharapkan mampumemahami tentang penyakit hipertensi dan penanganannya.
Tujuan Khusus         :
Setelah dilakukan tindakan penyuluhan klien  mampu untuk ;
·         Peserta dapat memahami pengertian hipertensi dan klasifikasinya.
·         Peserta dapat mengenal tanda – tanda dan gejala hipertensi
·         Peserta dapat mengetahui penyebab hipertensi
·         Peserta dapat mengetahui komplikasi / bahaya yang dapat ditimbulkan
·         Peserta dapat memahami pencegahannya dan diet pada hipertensi
Kegiatan pembelajaran
No
Tahap kegiatan/ waktu
Kegiatan penyuluh
Kegiatan peserta


Metode
1.





2.










3.
Pembukaan
5 menit




Penyajian
15 menit









Penutup
5 menit
·   Mengucapkan salam
·   Menyampaikan tujuan penyuluhan
·   Menyampaikan pokok-pokok materi yang akan disampaika
·     Menjelaskan tentang :
·     pengertian hipertensi
·     penyebab hipertensi
·     Menyebutkan tanda hipertensi
·     hal-hal yang dapat meningkatkan hipertensi
·     tindakan untuk mengatasi hipertensi

·     Menjawab pertanyaan jika ada
·     Memberikan evaluasi dan materi yang telah disampaikan
·     Menyampaikan kesimpulan
Mendengarkan dan memperhatikan




Mendengarkan dan memperhatikan









Meyampaikan pertanyaan dan memperhatikan jawaban yang diberikan
Ceramah





Ceramah dan demonstrasi








Leaflet




















 Materi Penyuluhan
1.      pengertian
hipertensi adalah suatu penekanan darah sistolik – diastolik yang tidak normal. Batas sistolik 140 – 190 mmHg dan diastolik 90 – 95 mmHg yang merupakan garis batas hipertensi. ( Silvia A. price. 2000 )
2.      klasifikasi
menurut WHO :

Sistolik
Diastolik
Normal
< 140 mmHg
< 90 mmHg
Tahap I
140 – 159 mmHg
90 – 99 mmHg
Tahap II
160 – 179 mmHg
100 – 109 mmHg
Tahap III
180 – 209 mmHg
110 – 120 mmHg
Tahap IV
>210 mmHg
> 120 mmHg

3.      penyebab hipertensi :
a.       tidak diketahui :
·         keluarga dengan riwayat hipertensi
·         pemasukan sodium yang berlebihan
·         konsumsi kalori yang berlebihan
·         kurangnya aktifitas fisik
·         pemasukan alkohol yang berlebihan
·         kurangnya potasium
b.      diketahui
·         penyakit parenkim dan vaskuler pada ginjal
·         primary aldosteron
·         chusing sindrome
·         tumor otak
·         Encephalitis
·         Gangguan psikiatrik
·          Kehamilan obat – obatan tertentu : misal; estrogen, glukokortikoid.
·         Merokok.

4.      Tanda dan gejala hipertensi
·         Kelelahan
·         Confusion
·         Mual
·         Muntah
·         Ansietas
·         Keringat berlebihan
·         Muscle tremor
·         Chest pain
·         Pandangan kabur
·         Telinga berdengin ( trinitus )
5.      Komplikasi / Bahaya yang dapat ditimbulkan pada penyakit hipertensi
·           Pada mata : penyempitan pembuluh darah pada mata karena penumpukan kolesterol dapat mengakibatkan retinopati, dan efek yang ditimbulkan pandangan mata kabur.
·           Pada jantung : jika terjadi vasokonstriksi vaskuler pada jantung yang lama dapat menyebabkan sakit lemah pada jantung, sehingga timbul rasa sakit dan bahkan menyebabkan kematian yang mendadak.
·           Pada ginjal : suplai darah vaskuler pada ginjal turun mentbabkan terjadi penumpukan produk sampah yang berlebihan dan bisa menyebabkan sakit pada ginjal.
·           Pada otak : jika aliran darah pada otak berkurang dan suplai O2 berkurang bisa menyebabkan pusing. Jika penyempitan pembuluh darah sudah parah mengakibatkan pecahnya pembuluh darah pada otak ( Stroke )
6.      pencegahan pada penyakit hipertensi
·         pola hidup tenang atau santai, dan berfikir sehat ( positif ). Hindari stress serta sedih berkepanjangan
·         olahraga sesuai kemampuan dan teratur
·         istirahat yang cukup
·         hindari merokok
·         mengurangi makanan yang mengandung banyak lemak dan garam.
·         Banyak makan buah dan sayuran
·         Berobatlah atau kontrol yang teratur bila sudah lama terjangkit darah tinggi
·         Periksalah sedini mungkin darah tinggi

7.      Makanan apakah yang diperbolehkan
Semua bahan makanan segar atau diolah tanpa garam seperti ;
·         Beras, ketan, ubi, mie tawar, maizena, terigu, gula pasir.
·         Kacang – kacangan dan hasil olahannya seperti : kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu, oncom.
·         Minyak goreng, margarin tanpa garam.
·         Semua sayuran dan buah – buahan tanpa garam
·         Semua bumbu – bumbu segar dan kering yang tidak mengandung garam dapur.
8.      Makanan yang tidak diperbolehkan
Semua makanan yang diberi garam natrium pada pengolahan seperti ;
·         Roti, biskuit, kraker, cale dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda.
·         Jerohan, dendeng, abon, corned beaf, daging asap, ikan asin, telur pindang, sarden, ebi, udang kering, telur asin, telur pindang.
·         Keju, keju kacang tanah.
·         Semua sayuran dan buah yang diawetkan dengan garam dapur.
·         Garam dapur, vetsin soda kue, kecap maggi, terasi, saos tomat, petis, taoco.
·         Coklat.
·         Minuman berkafein, kopi the, dan bercarbon  atau mengandung soda

Referensi :
1.      Sylvia A. Price. 2000. Patofisiologi. EGC. Jakarta.
2.      Ignatisius. Donna. 1995. Medical Surgical Nursing Philadephia. Sender Company.
3.      FKUI/ 1996. Buku Ajar Kardiologi. Gaya Baru. Jakarta.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar