Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

-----

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) ASUHAN KEPERAWATAN IBU POST PARTUM


SATUAN ACARA  PEMBELAJARAN

Mata  Ajar                        

Kode Mata Ajaran          

Pokok Bahasan               

Sub Pokok Bahasan        


Sasaran                             

Tingkat/Semester           

Hari/Tanggal                  

Waktu                               
: Ilmu Keperawatan Maternitas

: 214

: Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum

: Proses Keperawatan Pada Ibu Post Partum


: Mahasiswa AKPER Muhammadiyah Surabaya

: III/5

: Jumat, 30 Nopember 2001

: 1 x 50 menit ( teori )

I.                   ANALISIS SITUASI
a.      Peserta didik
Sasaran didik adalah mahasiswa AKPER, semester III, berjumlah 60 orang berusia 18 – 22 tahun.  Peserta didik telah memiliki pengetahuan  tentang :
-          Konsep Maternitas
-          Konsep Post Partum
-          Proses perawatan
b.      Ruang Kuliah
-          Cukup luas dan memadai
-          Penerangan dan ventilasi cukup memadai
-          Prasarana yang tersedia dikelas : OHP, White board, Papan tulis
c.       Pengajar
Staf pengajar Akper Depkes Muhammadiyah


II.                TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti proses pembelajaran diharapkan peserta didik mampu menerapkan asuhan keperawatan pada ibu pasca persalinan.

III.             TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti proses pembelajaran diharapkan peserta didik mampu :
1.      Menyebutkan tahap-tahap proses keperawatan dengan benar
2.      Menyebutkan ulang fokus pengkajian post partum
3.      Menyebutkan 3 dari 7 diagnosa keperawatan dengan benar
4.      Menyebutkan ulang 5 dari 11 intervensi keperawatan post partum berdasarkan resiko komplikasi dan kebutuhan
5.      Menyebutkan 4  dari  8 evaluasi yang dicapai pada keperawatan post partum

6.      MATERI
7.      Pengertian bermain
8.      Fungsi bermain
9.      Klasifikasi bermain
10.  Faktor-faktor yang mempengaruhi bermain
11.  Karakteristik bermain sesuai tahap berkembangan anak
12.  METODE
13.                                                  Ceramah
14.                                                  Tanya jawab
15.                                                  Curah pendapat
16.  MEDIA/ ALAT
17.                                                  Papan tulis ( white board ), spidol
18.                                                  OHP
19.                                                  Transparasi






20.  KEGIATAN BELAJAR – MENGAJAR
Tahap
Waktu
Kegiatan
Guru
Peserta didik
Pembukaan
( 10 menit )
-          Memberi salam
-          Memperkenalkan diri
-          Pretest
-          Menjelaskan judul materi dan menyampaikan tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik
-          Curah pendapat/ apersepsi tentang pengalaman dan pengetahuan mahasiswa mengenai konsep bermain.
-          Menjawab salam
-          Memperhatikan
-          Mengerjakan
-          Memperhatikan dan mencatat


-          Satu atau dua orang menjawab dan mengajukan pendapatnya sesuai pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki peserta didik mengenai konsep bermain pada anak

Isi
( 70 menit )
















-          Menjelaskan pengertian bermain
-          Menjelaskan fungsi bermain yang dilakukan pada anak dengan penayangan transparasi
-          Memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya
-          Memberi kesempatan mahasiswa lain untuk menjawab pertanyaan temannya
-          Menyempurnakan jawaban mahasiswa
-          Menjelaskan klasifikasi bermain pada anak dengan penayangan transparasi
-          Memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya
-          Menyempurnakan jawaban mahasiswa
-          Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi bermain dengan cara penayangan transparasi
-          Memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya
-          Memberi kesempatan mahasiswa lain untuk menjawab pertanyaan temannya
-          Menyempurnakan jawaban mahasiswa
-          Menjelaskan karakteristik bermain sesuai tahap perkembangan anak melalui penayangan transparasi
-          Memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya
-          memberikan kesempatan lainnya untuk menjawab pertanyaan.
-          Menyempurnakan jawaban



-          Memperhatikan dan mencatat
-          Memperhatikan, mendengarkan dan mencatat

-          Mengajukan pertanyaan

-          Menjawab pertanyaan



-          Memperhatikan dan mencatat
-          Memperhatikan, mendengarkan dan mencatat
-          Mengajukan pertanyaan

-          Menjawab pertanyaan

-          Memperhatikan, mendengarkan dan mencatat

-          Mengajukan pertanyaan

-          Menjawab pertanyaan



-          Memperhatikan dan mencatat
-          Memperhatikan, mendengarkan dan mencatat

-          Mengajukan pertanyaan

-          Menjawab pertanyaan


-          Memperhatikan, mendengarkan dan mencatat

Penutup
( 20 menit )
-          Memberi kesempatan mahasiswa untuk merangkum materi yang telah diberikan
-          Menyempurnakan hasil rangkuman materi yang telah dikemukakan mahasiswa
-          Tes tertulis obyektif untuk tiap mahasiswa ( Post Test )
-          Satu orang mahasiswa merangkum materi yang telah diberikan

-          Memperhatikan dan mencatat


-          Mengerjakan

 
21.  PENUTUP
22.                                                                          Kesimpulan
      Teori : bermain bagi anak sehat maupun sakit sangat penting untuk   dilakukan bermain mmerupakan stimulasi bagi anak untuk perkembangan dan pertumbuhan fisik, motorik kasar dan halus, bahasa dan sosiolisasi
23.                                                                          Saran
1.      Setelah mendapatkan pengetahuan mengenai konsep bermain diharapkan mahasiswa dapat menerapkannya dalam praktek klinik keperawatan.
2.      Perawat diruang perawatan anak hendaknya mempunyai pengetahuan dan memahami tumbuh kembang anak, kebutuhan bermain sesuai usia anak.
3.      Hendaknya disetiap RS dilengkapi dengan ruangan khusus dan peralatan bermain bagi anak
24.  EVALUASI
25.      Prosedur            : Evaluasi tertulis dilaksanakan setelah semua
Sub pokok bahasan selesai disampaikan                                        sebagai tes formatif
26.      Jenis tes              : Tes tertulis
27.      Bentuk tes     : Obyektif tes
28.      Waktu                : 15  menit
29.      Jumlah soal   : 8 butir soal

30.  SUMBER KEPUSTAKAAN
B. Hurlock, Elizabeth ( 1997 ), Perkembangan anak. Jilid 1, Edisi 6, Penerbit Erlangga Surabaya.
Depkes RI, (1993 ), Asuhan Kesehatan anak Dalam Konteks Keluarga, Jakarta
Sacharin, Rosa, M ( 1993 ) , Prinsip Keperawatan Pediatrik, Edisi 2, Penerbit EGC, Jakarta.
Soetjiningsih ( 1998 ), Tumbuh Kembang Anak, EGC, Jakarta.
Wong s and Whaley ( 1996 ), Pediatric of Nursing, Fourt Edition, Mosby Year Book USA.



























Lampiran Materi :
KONSEP BERMAIN

a.       PENGERTIAN
-          Menurut Hurlock ( 1991 ) bermain adalah kegiatan yang dilakuukan untuk kesenangan yang ditimbulkan tanpa mempertimbangkan hasil akhir, bermain dilakukan secara sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban.
-          Menurut Depkes RI (1993 ) bermain merupakan kesibukan anak, layaknya seperti bekerja bagi orang dewasa , dilakukans ecara sukarela untuk memperoleh kesenangan.
-          Menurut Foster ( 1989) bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keinginan sendiri untuk memperoleh kesenangan.
“ Jadi bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan”.

I.                                                                                              FUNGSI BERMAIN
Wong ( 1996 ) meliputi :
1.      Perkembangan sensori motorik
Bermain penting untuk mengembangkan otot dan energi. Komponen yang paling untuk semua umur terutama bayi. Anak mengekslorasi alam sekitarnya :
-              Bayi melalui stimulasi taktil ( sentuhan ), audio, visual.
-              Toddler dan prasekolah ; gerakan tubuh dan eksplorasi lingkungan
-              Sekolah dan remaja : Memodifikasi gerakan tubuh lebih terkoordinasi dan rumit. Contoh berlari dan bersepeda.
2.      Perkembangan Intelektual/ Kognitif
Anak belajar berhubungan dengan lingkungannya, belajar mengenal objek dan bagaimana menggunakannya. Anak belajar berpikir abstrak dapat meningkatkan kemampuan bahasa, dapat mengatasi masalah dan menolong anak membandingkan antara fantasi dan realita.

3.      Sosialisasi
Dengan bermain akan mengembangkan dan memperluas sosialisasi anak sehingga anak cepat mengatasi persoalan yang akan timbul dalam hubungan sosial. Dengan sosialisasi akan berkembang nilai-nilai normal dan etik. Anak belajar yang benar dan salah serta bertanggung jawab atas kehendaknya.
-          Bayi : perhatian dan rasa senangnya akan kehadiran ornag lain dimana kontak sosial pertama anak adalah figur ibu.
-          Sampai usia 1 tahun : bayi memriksa bayi lain, memriksa objek dilingkungan.
-          Usia 2 –3 tahun : permainan pura-pura dengan ibu dan anak, dokter dan pasien, penjual dan pembeli. Kemudian meluas teman sementara dan teman permainannya.
-          Usia pra –sekolah : sadar akan keberadaan teman sebaya, mengidentifikasi ciri yang ada pada setiap bermainnya.
-          Usia sekolah : teman 1 atau 2 orang yang disukai, belajar memberi dan menerima, belajar peran benar atau salah, nilai moral dan etik, mulai memahami tanggung jawab dari tindakannya.
4.      Kreativitas
Melalui bermain anak menjadi kreatif, anak mencoba ide-ide baru dalam bermain. Kalu anak merasa puas dari kreativitas baru, maka anak akan mnecoba pada situasi yang lain
5.      Nilai terapeutik
Untuk melepaskan stress dan ketegangan
6.      kesadara diri
Anak akan sadar akan kemampuan dan kelemahannya serta tingkah lakunya.
7.      Nilai Moral
Belajar salah/ benar dari kulutr, rumah, sekolah dan interaksi. Contoh bila ingin diterima sebagai anggota kelompok, anak harus mematuhi kode perilaku yang diterima secara kultur, adil, jujur, kendali dir dan mempertimbangkan kepentingan orang lain.

II.                                                                                      KLASIFIKASI BERMAIN
A.        Menurut isi permainan
1.      Social Affektif Play
Permainan yang membuat anak belajar berhubungan dengan orang lain. Contoh ; orang tua berbicara, memeluk, bersenandung, anak memberi respon dengan tersenyum, mendengkur, tertawa, beraktivitas, dll.
2.      Sense Pleasure Play  ( bermain untuk bersenang-senang )
Contoh ; Obyek seperti wanita, cahaya, bau, rasa, benda alam dan gerakan tubuh.
3.      Skill Play, bermain yang sifatnya membina ketrampilan Misalnya berulangkali melakukan dan melatih kemampuan yang baru didapat, menimbulkan nyeri dan frustasi pada anak. Contoh naik sepeda.
4.      Perilaku bermalas-malasan ( Unocupied Behavior )
Tidak bermain tetapi memusatkan perhatian pada segala sesuatu yang menarik. Misalnya sibuk dengan benda-benda lain atau bajunya.
5.      Dramatik Role Play / bermain Dramati/ Simbolik
Dimulai pada akhir masa bayi 11-13 bulan
Contoh ; berpura-pura melakukan kegiatan keluarga seperti makan, minum dan tidur.
-          Usia Toddler kegiatan berupa hal-hal yang lebih dikenalnya
-          Usia Prasekolah kegiatan sehari-hari tetapi lebih rumit.
6.      Permainan Game
Contoh Puzzle, komputer games dan video

b. Menurut Karakteristik Sosial
1.      Bermain Anlooker / mengamati
 Anak melihat apa yang dilakukan anak lain tetapi tidak ada usaha untuk ikut bermain.
Contoh ; menonton televisi


2.      Solitary/ mandiri
 Anak bermain sendiri. Menyukai kehadiran orang lain tap tidak ada usaha untuk mendekat atau berbicara. Hanya terpusat pada aktivitas/ permainanya sendiri.
3.      Paralel Play.
 Bermain sendiri di tengah anak lain, tidak ada asosiasi kelompok. Ciri bermain anak Toddler.
4.      Asosiasi Play
Bermain dan beraktifitas serupa bersama, tetapi tidak ada pembagian kerja, pemimpin/ tujuan bersama, Anak interaksi dengan saling meminjam alat permainan. Ciri Anak Prasekolah
5.      Kooperatif Play, bermain dalam kelompok, ada perasaan kebersamaan/ sebaliknya, terbentuk hubungan pemimpin dan pengikut. Ada tujuan yang ditetapkan dan ingin dicapai.

III.                                                                                         FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERMAIN
1.      Kesehatan
Semakin sehat anak, semakin banyak energinya untuk bermain aktif, seperti permainan dan olah raga. Anak yang kekurangan tenaga lebih menyukai hiburan.
2.      Perkembangan motorik
Permainan anak pada setiap usia melibatkan koordinasi motorik. Apa saja yang dilakukan dan waktu bermainnya bergantung pada perkembangan motorik anak.
3.      Intelegensi
Pada setiap usia anak, anak yang pandai lebih aktif ketimbang yang kurang pandai dan permainan mereka lebih menunjukkan kecerdasan. Anak yang pandai menunjukkan keseimbangan perhatian bermain yang besar, termasuk upaya menyeimbangkan faktor fisik dan intelektual yang nyata.
4.      Jenis kelamin
Pada masa awal kanak-kanak, anak laki-laki menunjukkan perhatian pada berbagai jenis permainan yang lebih banyak ketimbang perempuan, tetapi sebaliknya terjadi pada akhir masa kanak-kanak.
5.      Status sosisal ekonomi
Anak dari kelompok sosial ekonomi yang libih tinggi lebih menyukai kegiatan yang mahal sedangkan dari kalangan bawah terlihat dalam kegiatan yang tidak mahal. Kelas sosial mempengaruhi buku yang dibaca dan film yang ditonton anak, jenis kelompok rekreasi yang dimilikinya dan supervisi terhadap mereka.
6.      Lingkungan
Anak dari lingkungan buruk kurang bermain ketimbang anak lainnya karena kesehatah yang buruk, kurang waktu, peralatan dan ruang. Anak yang berasal dari lingkungan desa kurang bermain ketimbang mereka yang berasal dari lingkungan kota. Hal ini kurangnya peralatan dan waktu bebas.
7.      Peralatan bermain
Peralatan bermain yang dimiliki anak mempengaruhi permainannya. Misalnya, dominasi boneka dan binatang buatan yang mendukung permainan pura-pura.

IV.              KARAKTERISTIK BERMAIN SESUAI TAHAP PERKEMBANGAN ANAK
2.      Tradisi
-          Setiap generasi meniru permainan generasi sebelumnya
-          Bentuk permainan yang memuaskan akan dilanjutkan
-          Tergantung dari perubahan musim
3.      Bermain mengikuti pola perkembangan yang dapat diramalkan. Usia bertambah, penggunaan material lebih bermakna, misalnya balok.
4.      Waktu dan usia
-          Ragam kegiatan bermain berkurang dengan tambahnya usia
-          Waktu berkurang sesuai usia
-          Aktifitas fisik berkurang
-          Waktu untuk aktifitas spesifik meningkat
-          Perhatian menyempit tetapi lebih lama
-          Jumlah dan usia teman ( lebih sedikit dan spesifik )

JENIS DAN SYARAT PERMAINAN SESUAI DENGAN USIA ANAK
a.                              Umur  0  -  3  bulan
-      Sentuhan, ocehan, kontak mata
-      Perhatian, tersenyum, warna dan suara
b.                              Umur  3  bulan
Ø  Sentuhan pensil pada punggung tangan dan ujung jari anak,melatih menggenggam dan menggerakkan lengan tangan dan tungkai ; gerak kasar.
Ø  Warna/ cahaya digerakkan ke kiri dan ke kanan; visual dan gerak halus.
Ø  Suara; berbicara, tape, dan lain-lain
Ø  Tertawa dan tersenyum; bergaul dan mandiri
Ø  Berbicara dengan lembut, memeluk dan mencium, membuai dan menimang, memupuk cinta  kasih sayang dan rasa aman
Ø  Melatih membalikkan badan dari telentang ke tengkurap
Ø  Melatih mengangkat kepala, menelungkupkan anak memberikan benda-benda yang menarik dan digerak-gerakkan
Ø  Letakkan benda-benda kecil sebesar biji kacang di depan anak, ambil benda itu sampai anak meniru, awasi.
Ø  Beri biskuit/ roti hingga anak dapat memasukkan makanan kedalam mulut.
Ø  Melatih anak meraih benda.
c. Umur   3  -  6  bulan
ü       Gunakan mainan yang dapat menimbulkan suara
ü       Pindahkan mainan ke posisi berubah-ubah, bergaul dan mandiri
ü       Melatih mencari sumber suara.
ü       Mengoceh pada anak sehingga anak meniru.
ü       Melatih menyangga leher
ü       Melatih untuk duduk
ü       Melatih untuk menyangga badan dan kedua kaki
ü       Memberi kesempatan pada anak untuk coret-coret
ü  Melatih meniru kata-kata, mengenal suara, lingkungan sekitar, bergaul

Ø          Umur  6  -  9  bulan
v  Anak didudukkan dan mempertahankan posisi dengan kepala tegak
v  Memindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri
v  Sering diajak bicara
v  Perlihatkan bambar lucu dan menarik
v  Mengajak dirinya dikaca
v  Melatih merangkak, berdiri
v  Melatih memasukkan dan mengeluarkan benda, tepuk tangan,menepuk beduk dan gendang
v  Mengajak anak mengikuti kegiatan keluarga.  Contoh : makan bersama, jalan-jalan dan rekreasi
Ø          Umur  9  -  12  bulan
q  Bermain merambat pada meja/ kursi
q  Meraup benda-benda kecil dengan kelima jari-jari
q  Berbicara ( melatih ) dengan dua suku kata
q  Bermain untuk melatih anak memanjat kursi/ tangga secara bertahap
q  Bermain bola
q  Melatih/ bermain dengan berjalan
q  Menumpuk balok
q  Menggambar
q  Melatih membungkukkan badan saat mengambil sesuatu benda
q  Menyebutkan beberapa nama dari bagian tubuhnya

Ø          Umur  12  -  18  bulan
o      Bermain mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
o      Makan dan minum
o      Berjalan mundur ( dengan menarik mainan )
o      Menangkap, melempar dan menendang bola
o      Memakai dan melepas pakaian
o      Puzzle
o      Perintah sederhana
o      Bercerita ( minta pada anak )
Ø          Umur  18  -  24  bulan
§  Menggambar dengan pola
§  Menunjukkan dan menyebut salah satu bagian tubuh yang benar
§  Rumah-rumahan, masak-masakan ( pekerjaan RT )
§  Melatih berjalan jinjit, melompat dan berdiri dengan satu kaki
§  Bermain dengan lilin/ tanah liat/ adonan kue
§  Memasukkan benda ke lubang yang sesuai
§  Menyebut nama benda - benda dan mengenal sifatnya
§  Cuci tangan dan kaki
§  Memilih baju
Umur  2  -  3  tahun
*   Berdiri dengan satu kaki
*   Menggambar
*   Menghitung jumlah benda
*   Mencocokkan gambar dengan benda sesungguhnya
*   Menyebut nama
*   Bercerita dengan dirinya
*   Menyebut lawan kata
*   Permainan dramatik, sopan santun, masak-masakan, mandi, dll

  Umur  3  -  4  tahun
Ø  Menggambar dan menulis
Ø  Jalan jinjit
Ø  Menyebutkan warna warni
Ø  Melompat dengan satu kaki
Ø  Melempar ke atas
Ø  Menggunting dan menempel
Ø  Mengenal huruf dan angka
Ø  Mengenal bentuk dan warna gambar
Ø  Membaca
Ø  Mengenal musim
Ø  Bermain kredit
Umur  4  -  5  tahun
ü  Melompat dengan satu kaki
ü  Mengancingkan baju
ü  Bercerita dan mengingat
ü  Mengenal tulisan
ü  Pertanyaan “ mengapa “
ü  Mengenal tanda, simbol dan lambang
ü  Bergaul
Umur  5  -  6  tahun
v  Main bola ( jarak 1 m )
v  Menggambar  ( segi tiga )
v  Angka, huruf, menghitung 0 – 10
v  Bersepeda
v  Bermain lilin/ tanah liat/ adonan kue
v  Menyebut nama hari, bulan, jumlah hari dalam 1 Minggu dan 1 bulan dan seterusnya
v   Waktu
v  Ukur panjang dan lebar dengan penggaris
v  Masak-masakan

















Lampiran Soal Evaluasi

EVALUASI FORMATIF
Mata ajar                          : Keperawatan Anak dalam Konteks Keluarga
Kode Mata Ajaran          : 321
Pokok Bahasan               : Konsep bermain
Sub Pokok Bahasan       : Konsep Bermain pada Anak Umur 1 Bulan
                                     Sampai dengan  12 Tahun
Hari / Tanggal               :  Senin, 2 Juli 2001

Petunjuk mengerjakan soal :
  1. Tulislah nama, NIM dan tanda tangan pada tempat yang telah tersedia
  2. Bacalah dengan teliti soal-soal dibawah ini
  3. Berilah tanda silang   ( X ) pada jawaban yang paling tepat pada lembar jawaban yang telah disediakan .


 

  1. Bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keinginan sendiri untuk memperoleh kesenangan, pengertian bermain oleh . . .
    1. Elizabet Hurlock
    2. Depkes RI
    3. Foster
    4. Miller

  1. Anak belajar berhubungan dengan lingkungannya, belajar berpikir abstrak meningkatkan kemampuan bahasa, dapat mengatasi masalah dan menolong anak membandingkan antara fantasi dan realita.  Ditinjau dari fungsi bermain hal ini termasuk kedalam fungsi . . .
    1. Sosialisasi
    2. Kognitif
    3. Sensori motorik
    4. Kreatifitas


  1. Orang tua berbicara, memeluk, bersenandung kepada anaknya dan anak memberi respon dengan tersenyum, mendengur, tertawa termasuk dalam bentuk permainan . .
    1. Social Affektife Play
    2. Skill Play
    3. Dramatik Play
    4. Sense Pleasure Play

  1. Anak hanya sibuk mengamati gambar Mickey Mouse pada bajunya termasuk bentuk permainan . . .
    1. Anlooker
    2. Pararel Play
    3. Solitary Play
    4. Unocupied Behavior

  1. Anak bermain dengan saling meminjam permainan tetapi tidak ada pembagian kerja. Menurut karakteristik sosial jenis permainan ini disebut . . .
    1. Anlooker
    2. Cooperatif Play
    3. Pararel Play
    4. Asosiatif Play

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi bermain adalah dibawah ini , kecuali .
    1. Pendidikan
    2. Intelegensi
    3. Lingkungan
    4. Jenis kelamin

  1. Dibawah ini termasuk karakteristik bermain , kecuali . . .
    1. Tradisi
    2. Waktu dan usia
    3. Bermain mengikuti pola perkembangan yang diramalkan
    4. Jenis kelamin
  2. Sentuhan pensil pada punggung tangan dan ujung jari pada anak, melatih menggenggam dan menggerakkan tangan dan tungkaiadalah permainan yang sesuai dengan usia anak . . .
    1. 0 – 3 bulan
    2. 3 bulan
    3. 3 – 6 bulan
    4. 6 bulan

31.  Kunci Jawaban
No. :
    1. C
    2. B
    3. A
    4. D
    5. D
    6. A
    7. D
    8. B
















 




SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

KEPERAWATAN MATERNITAS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST PARTUM
(  MA 214 )





Oleh
Dwi Midji Hastanti
NIM. 01171018-AK






    DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENGETAHUAN
PROGRAM AKTA MENGAJAR
SURABAYA
2001







Previous
Next Post »

Translate