Info Kesehatan

healhty

Senin, 21 Mei 2012

SAP GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN"DIABETES MELITUS"


SATUAN ACARA PENYULUHAN

1.    TOPIK PENYULUHAN            : Gangguan Sistem Endokrin
2.    POKOK BAHASAN                  : Diabetes Melitus
3.    SUB POKOK BAHASAN         : Pemahaman tentang Diabetes Melitus
4.     SASARAN  :                             Klien dan Keluarga Ruang 25 Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang
5.    WAKTU PERTEMUAN :
Hari           : Sabtu
Tanggal    :  5 Februari 2005
Pukul        : 09.30 – 10.00 WIB
6.    PENYAJI : Kelompok X Praktek Klinik Program Studi Keperawatan Malang
§  Defi Adriyanto
§  Ely Nufriyanti
§  Hardityo Fajarsiwi
§  Nailil Baroroh
§  Siti Juwariyah
7. TUJUAN
6.1 Tujuan umum : Klien dan Keluarga dapat mengetahui tentang Diabetes Melitus
6.2 Tujuan khusus :
Klien dan Keluarga dapat mengetahui pemahaman yang salah meliputi :
  1. Apakah benar DM itu disebabkan oleh konsumsi gula berlebih
  2. Gula bukan hanya ditemukan pada makanan pencuci mulut
  3. Apakah satu-satunya perubahan dalam diit adalah stop gula
  4. Apakah pengobatan DM dengan insulin dapat menyebabkan kebutaan





Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap Kegiatan
Kegiatan perawat
Kegiatan klien
Media
Pembukaan
(5 menit)
Salam pembuka
Memperkenalkan diri
Menjelaskan maksud dan tujuan

Mendengarkan keterangan penyaji
Ceramah
Penyajian
( 15 menit )
Menyampaikan materi tentang :
·  Apakah benar DM itu disebabkan oleh konsumsi gula berlebih
·  Gula bukan hanya ditemukan pada makanan pencuci mulut
·  Apakah satu-satunya perubahan dalam diit adalah stop gula
·  Pengobatan DM (apakah insulin dapat menyebabkan kebutaan
Memperhatikan dan mendengarkan keterangan penyaji
Ceramah

Penutup
( 10 menit )
Melakukan tanya jawab
Menutup pertemuan
Mendengarkan dan bertanya
Ceramah

 

MATERI PENYULUHAN


1.    Apa benar DM disebabkan konsumsi gula berlebih.
Setelah DM terjadi  konsumsi gula yang  berlebihan akan meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Masalah ini bukan disebabkan karena konsumsi gula yang berlebih. Ini lebih cenderung kepada tipe DM itu sendiri pada DM tipe 1 faktor yang berperan adalah faktor genetik, kebocoran pada pertahanan tubuh atau faktor dari luar virus yang menyebabkan kerusakan sel pembuat insulin.

2.    Benarkah gula hanya ditemukan pada makanan pencuci mulut dan camilan
Ada beberapa tipe gula yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Tidak hanya pada makanan pencuci mulut dan camilan saja melainkan semua makanan yang mengandung sumber gula mis : buah dan jus buah juga mengandung gula alami yang bisa menyebabkan gula darah naik. Untuk lebih diperhatikan bahwa pengecekan label sangatlah perlu guna mengetahui sumber-sumber gula mis : sirup jagung, dekstrosa, gula aren, madu.

3.    Apakah satu-satunya perubahan dalam diit DM adalah stop gula
Tindakan menghilangkan sumber gula dari makanan bukanlah tindakan yang tepat (bahkan tidak dianjurkan). Riset mutakhir  memperlihatkan peningkatan jumlah gula sederhana (gula pasir) yang masih diperbolehkan dalam rencana menu DM tidak menimbulkan efek yang merugikan untuk gula darah.

4.    Pengobatan DM (apakah insulin bisa menyebabkan kebutaan)
Insulin merupakan hormon alami yang dalam tubuh setiap orang  yang membantu mengontrol kadar gula darah dan tidak akan menimbulkan komplikasi  diabetes jangka panjang termasuk kebutaan. Dan kebutaan disini dimaksudkan pada tipe 2 yang tidak terkontrol.


5.    Apakah Insulin disuntikkan ke pembuluh darah
Ketika kita mengetahui bahwa insulin disuntikkan (salah satunya) di lengan mungkin beranggapan bahwa langsung mengenai pembuluh darah seperti pada pengambilan darah. Sebenarnya insulin disuntikkan ke dalam jaringan lemak menggunakan jarum yang berukuran lebih pendek dari pada untuk penyuntikan pembuluh darah vena.

6.    Apakah gelembung udara dalam jarum suntik berbahaya untuk DM
Gelembung udara berbahaya bukan karena masuk pembuluh darah tetapi lebih berbahaya lagi karena akan mempengaruhi (membiaskan) dosis yang seharusnya.



Referensi :
  1. Smeltzer, Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.vol 2. Jakarta : EGC
  2. Price, Sylvia. 1995. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit. Jakarta : EGC
  3. Masjoer, Arif dkk.1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : EGC





























































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar