Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

-----

EFUSI PLEURA


EFUSI PLEURA

Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan dalam pleura beru-pa transudat atau eksudat yang diakibatkan karena terjadinya ketidakseimbangan antara produksi dan absorpsi di kapiler dan pleura viseralis. Efusi  pleura bukanlah suatu disease entity tapi merupakan suatu gejala penyakit yang serius yang dapat mengancam jiwa penderita. Terjadinya efusi pleura disebabkan oleh 2 faktor yaitu  :
  1. Infeksi :
-          Tuberkulosis
-          Pneumonitis
-          Abses paru
-          Abses subfrenik
      2. Non infeksi :
-          Karsinoma paru
-          Karsinoma pleura : primer dan sekunder
-          Karsinoma mediastinum
-          Tumor ovarium
-          Bendungan jantung : gagal jantung, perikarditis konstruktiva
-          Gagal hati
-          Gagal ginjal
-          Hipotiroidisme
-          Kilotoraks
-          Emboli paru

I.          Patofisiologi

Di dalam rongga pleura terdapat kurang lebih 5 ml cairan yang cukup untuk membasahi seluruh permukaan pleura parietalis dan pleura viseralis. Cairan ini dihasilkan oleh kapiler pleura parietalis karena adanya tekanan hidrostatik, tekanan koloid dan daya tarik elastis. Sebagian cairan ini diserap kembali oleh kapiler paru dan pleura viseralis, sebagian kecil lainnya (10-20 %) mengalir ke dalam pembuluh limfe sehingga pasase cairan di sini mencapai 1 liter seharinya.
Terkumpulnya cairan di rongga pleura (efusi pleura) terjadi bila keseimbangan antara produksi dan absorpsi terganggu misalnya pada hiperemia akibat inflamasi, perubahan tekanan osmotik, (hipoalbuminemia), peningkatan tekanan vena (gagal jantung). Transudat misalnya terjadi pada gagal jantung karena bendungan vena disertai peningkatan tekanan hidrostatik, dan sirosis hepatik tekanan osmotik koloid yang menurun. Eksudat dapat disebabkan antara lain oleh keganasan dan infeksi. Cairan keluar langsung dari kapiler sehingga kaya akan protein dan berat jenisnya tinggi. Cairan ini juga mengandung banyak sel darah putih.  Sebaliknya transudat kadar proteinnya rendah sekali atau nihil sehingga berat jenisnya rendah.
Infeksi tuberkulosis pleura biasanya disebabkan oleh efek primer sehingga berkembang pleuritis eksudativa tuberkulosa. Pergeseran antara kedua pleura yang meradang akan menyebabkan nyeri. Suhu badan mungkin hanya sub febril, kadang ada demam. Diagnosis pleuritis tuberkulosa eksudativa ditegakkan dengan pungsi untuk pemeriksaan kuman basil tahan asam dan jika perlu torakskopi  untuk biopsi pleura.
Pada penanganannya, selain diperlukan tuberkulostatik, diperlukan juga istrahat dan kalau perlu pemberian analgesik. Pungsi dilakukan bila cairan demikian banyak dan menimbulkan sesak napas dan pendorongan mediastinum ke sisi yang sehat. Penanganan yang baik akan memberikan prognosis yang baik, pada fungsi paru-paru maupun pada penyakitnya.

II.       Pengkajian

  1. Anamnesis:
Pada umumnya tidak bergejala . Makin banyak  cairan yang tertimbun makin cepat dan jelas timbulnya keluhan karena menyebabkan sesak, disertai demam sub febril pada kondisi tuberkulosis.

  1. Kebutuhan istrahat dan aktifitas
-   Klien mengeluh lemah, napas pendek dengan usaha sekuat-kuatnya, kesulitan  tidur, demam pada sore atau malam hari disertai keringat banyak.
            -  Ditemukan adanya tachicardia, tachypnea/dyspnea dengan usaha bernapas se-            
               kuat-kuatnya, perubahan kesadaran (pada tahap lanjut), kelemahan otot ,    nyeri    
               dan stiffness (kekakuan).

  1. Kebutuhan integritas pribadi
    1. Klien mengungkapkan faktor-faktor stress yang panjang, dan kebutuhan akan pertolongan dan harapan
    2. Dapat ditemukan perilaku denial (terutama pada tahap awal) dan kecemasan

  1. Kebutuhan Kenyamanan/ Nyeri
-          Klien melaporkan adanya nyeri dada karena batuk
-          Dapat ditemukan perilaku melindungi bagian yang nyeri, distraksi, dan kurang istrahat/kelelahan

  1. Kebutuhan Respirasi
-          Klien melaporkan batuk, baik produktif maupun non produktif, napas pendek, nyeri dada
-          Dapat ditemukan peningkatan respiratory rate karena penyakit lanjut dan fibrosis paru (parenkim) dan pleura, serta ekspansi dada yang asimetris, fremitus vokal menurun, pekak pada perkusi suara nafas menurun atau tidak terdengan pada sisi yang mengalami efusi pleura. Bunyi nafas tubular disertai pectoriloguy yang lembut dapat ditemukan pada bagian paru yang terjadi lesi. Crackles dapat ditemukan di apex paru pada ekspirasi pendek setelah batuk.
-          Karakteristik sputum : hijau/purulen, mucoid kuning atau bercak darah
-          Dapat pula ditemukan deviasi trakea

  1. Kebutuha Keamanan
-          Klien mengungkapkan keadaaan imunosupresi misalnya kanker, AIDS , demam sub febris
-          Dapat ditemukan keadaan demam akut sub febris

  1. Kebutuhan Interaksi sosial
-          Klien mengungkapkan perasaan terisolasi karena penyakit yang diderita, perubahan pola peran


III.    Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik didapatkan perkusi pekak, fremitus vokal menurun atau asimetris bahkan menghilang, bising napas juga menurun atau hilang. Gerakan pernapasan menurun atau asimetris, lenih rendah terjadi pada sisi paru yang mengalami efusi pleura. Pemeriksaan fisik sangat terbantu oleh pemeriksaan radiologi yang memperlihatkan jelas frenikus kostalis yang menghilang dan gambaran batas cairan melengkung.

IV.    Pemeriksaan Diagnostik

Kultur sputum  : dapat ditemukan positif Mycobacterium tuberculosis
Apusan darah asam Zehl-Neelsen : positif basil tahan asam
Skin test : positif bereaksi (area indurasi 10 mm, lebih besar, terjadi selama 48 – 72 jam setelah injeksi.
Foto thorax : pada tuberkulosis ditemukan infiltrasi lesi pada lapang atas paru, deposit kalsium pada lesi primer, dan adanya batas sinus frenikus kostalis yang menghilang, serta gambaran batas cairan yang melengkung.
Biakan kultur : positif Mycobacterium tuberculosis
Biopsi paru : adanya giant cells berindikasi nekrosi (tuberkulosis)
Elektrolit : tergantung lokasi dan derajat penyakit, hyponatremia disebabkan oleh retensi air yang abnormal pada tuberkulosis lanjut yang kronis
ABGs : Abnormal tergantung lokasi dan kerusakan residu paru-paru
Fungsi paru : Penurunan vital capacity, paningkatan dead space, peningkatan rasio residual udara ke total lung capacity, dan penyakit pleural pada tuberkulosis kronik tahap lanjut.

V.       Diagnosa Keperawatan

  1. Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan penurunan pertahanan primer dan sekresi yang statis
  2. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan adanya akumulasi sekret jalan napas
  3. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan kemampuan ekspansi paru, kerusakan membran alveolar kapiler
  4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan  penurunan keinginan makan sekunder akibat dyspnea
  5. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan informasi yang tidak adekuat mengenai proses penyakit dan pengobatan

VI.    Perencanaan dan Rasionalisasi

  1. Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan penurunan pertahanan primer dan sekresi yang statis
Batasan karakteristik : diagnosis tuberkulosis paru +
Kriteria hasil : Klien akan dapat :
    1. Mengidentifikasi cara pencegahan dan penurunan resiko penyebaran infeksi
    2. Mendemonstrasikan teknik/gaya hidup yang berubah untuk meningkatkan lingkungan yang aman terhadap penyebaran infeksi.

Intervensi
Rasionalisasi
1. Jelaskan tentang patologi penyakit secara sederhana dan potensial penyebaran infeksi melalui droplet air borne



2. Ajarkan klien untuk batuk dan mengeluarkan sputum dengan menggunakan tissue. Ajarkan membuang tissue yang sudah dipakai serta mencuci tangan dengan baik

3. Monitor suhu sesuai sesuai indikasi



4. Observasi perkembangan klien setiap hari dan kultur sputum selama terapi


5. Kolaborasi pemberian INH, etambutol,rifampicin.
  1. Membantu klien menyadari/menerima prosedur pengobatan dan perawatan untuk mencegah penularan pada orang lain dan mencegah komplikasi

  1. Membiasakan perilaku yang penting untuk mencegah penularan infeksi




  1. Reaksi febris merupakan indikator berlanjutnya infeksi


  1. Membantu memonitor efektif tidaknya pengonbatan dan respons klien

5. Inh merupakan drug of choice untuk klien beresiko terhadap perkembangan TB dan dikombinasikan dengan “primary drugs” lain jhususnya pada penyakit tahap lanjut.


  1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan akumulasi sekret di jalan napas

Batasan karakteristik :
-          Suara napas abnormal, ritme, kedalaman napas abnormal.
-          Perubahan respiratory rate, dyspnea, stridor.
            Kriteria hasil :
1.      Klien akan dapat mempertahankan jalan napas yang paten
2.      Memperlihatkan perilaku mempertahankan  bersihan jalan napas

Intervensi
Rasionalisasi
1. Kaji fungsi paru, adanya bunyi napoas tambahan, perubahan irama dan kedalaman, penggunaan otot-otot aksesori





2. Atur posisi semi fowler





3. Pertahankan intake cairan 2500 ml/hari


4. Kolaborasi :
-    Pemberian oksigen lembab

-                            Mucolytic agent

-                            Bronchodilator




  - Kortikosteroid

1.      Penurunan bunyi napas mungkin menandakan atelektasis, ronchi, wheezing menunjukkan adanya akumulasi sekret, dan ketidakmampuan untuk membersihkan jalan napas menyebabkan penggunaan otot aksesori dan peningkatan usaha bernapas.

2.      Memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya pernafasan. Ventilasi maksimal dapat membuka area atelektasis, mempermudah pengaliran sekret keluar

3. Intake cairan mengurangi penimbunan  
    sekret, memudahkan pembersihan


- Mencegah mukosa membran kering, me-  ngurangi sekret
- Menurunkan sekret pulmonal dan memfa- silitasi bersihan.
- Memperbesar ukuran lumen pada perca-bangan tracheobronchial dan menurunkan pada percabangan tracheobronchial dan menurunkan pertahanan aliran.
-Mengatasi respons inflamasi sehingga tidak terjadi hipoxemia.

3.  Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan kemampuan ekspansi paru, kerusakan membran akveolar kapiler.
           Batasan karakteristik :
-          Penurunan ekspansi dada
-          Perubahan RR, dyspnea, nyeri dada
-          Penggunaan otot aksesori
-          Penurunan fremitus vokal, bunyi napas menurun
          Kriteria hasil :
          - Klien akan :
1.Melaporkan berkurangnya dyspnea
2.Memperluihatkan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
3.ABGs dalam batas normal
Intervensi
Rasionalisasi
  1. Kaji adanya dyspnea, penuruna suara nafas, bunyi nafas tambahan, peningkatan usaha untuk bernafas, ekspansi dada yang terbatas , kelelahan

  1. Evaluasi perubahan kesadaran . Perhatikan adanya cyanosis , dan perubahan warna kulit, membran mukosa dan clubbing finger

  1. Dorong/ajarkan bernapas melalui mulut saat ekshalasi




  1. Tingkatkan bedrest / pengurangi aktifitas


  1. Monitor ABGs




      6. . Kolaborasi suplemen oksigen
  1. Tuberkulosis pulmonal dapat menyebabkan efek yang luas, termasuk penimbunan cairan di pleura sehingga menghasilkan gejala distress pernafasan.

  1. Akumulasi sekret yang berlebihan dapat mengganggu oksigenasi organ dan jaringan vital


  1. Menciptakan usaha untuk melawan outflow udara, mencegah kolaps karena jalan napas yang sempit, membantu doistribusi udara dan menurunkan napas yang pendek

  1. Mengurangi konsumsi oksigen selama periode bernapas dan menurunkan gejala sesak napas

  1. Penurunan tekanan gas oksigen (PaO2) dan saturasi atau peningkatan PaCO2 menunjukkan kebutuhan untuk perubahan terapetik

  1. Mengoreksi hypoxemia yang meyebabkan terjadinya penurunan sekunder ventilasi dan berkurangnya permukaan alveolar.





A.   Daftar Pustaka


Carpenito, Lynda Juall (2000), Diagnosa Keperawatan edisi 8, EGC , Jakarta
Carpenito, Lynda Juall (1995), Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, EGC,                                         Jakarta
Doengoes, Marilyn (1989), Nursing Care Plans Second Edition, FA Davis Company, Philadelphia
Long, Barbara C (1989), Perawatan Medikal Bedah, Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Padjadjaran, Bandung
Luckmann’s Sorensen (1996), Medical Surgical Nursing, WB Saunders, Philadelphia
Soeparman (1996), Ilmu Penyakit Dalam jilid 2, Balai Penerbit FKUI, Jakarta
Sjamsuhidajat, R (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi revisi, EGC, Jakarta




















1. PENGKAJIAN DATA


Nama Mahasiswa : Simon Sani Kleden
Tempat Praktek    : Ruang Paru Laki RSUD DR Soetomo
Tanggal                 :

 

I  Identitas diri klien
Nama                        :  Tn. Chamdan                      Tanggal MRS        : 29 April 2001
Umur                        :  51 tahun                              Sumber informasi  :  Klien & Istri
Jenis kelamin            :  Laki-laki                             Keluarga yang bisa dihubungi : Istri
Alamat                      :  Gresik                                 Pendidikan :  SMA
Status perkawinan    :   Kawin                                 Pekerjaan    : PNS  Depag
Agama                      :   Islam                                   Alamat       :  Idem
Suku                         :   Jawa
Pendidikan                :  SMA
Pekerjaan                  :  Distributor
Lama bekerja            :  12 tahun

II. Status Kesehatan Saat Ini
1.      Alasan utama masuk ke rumah sakit : Sesak, dan batuk yang tidak sembuh
      Keluhan utama saat ini : Batuk dan dahak yang sulit keluar
2.      Faktor pencetus  : udara lembab dan polusi udara
3.      Lamanya keluhan  : 2 bulan
4.      Timbulnya keluhan  : mendadak
5.      Faktor yang memperberat : bekerja keras / lembur ke luar daerah
6.      Upaya untuk mengatasi sendiri :berobat ke puskesmas
7.      Diagnosa Medik : sebelumnya tidak pernah dirawat di RS

III. Riwayat Kesehatan yang lalu
  1. Penyakit yang pernah dialami saat anak-anak tidak ada
  2. Tidak alergi terhadap apapun
  3. Klien sewajtu kecil tidak diimunisasi
  4. Klien biasa merokok sekitar 1 bungkus sehari
  5. Klien tidak tergantung pada obat-obatan
  6. Pola nutrisi : Frekwensi 3 x sehari
                           TB  = 158 cm                       BB= 38 kg
-          Jenis makanan : Nasi, sayur, lauk, nuah
-          Makanan yang disukai : Buah segar
-          Makanan yang tidak disukai : tidak spesifik
-          Makanan pantang : tidak ada
-          Nafsu makan : sedang, alasan: nafsu makan kurang
-          Perubahan BB dalam 6 bulan terakhir : turun drastis jadi kurus

  1. Pola eliminasi :
-          BAB : frekuensi 1 x sehari, tidak menggunakan pencahar, kebiasaan waktu pagi, warna kecoklatan, konsistensi lunak
-          BAK : Frekuensi 1 – 2 x sehari, jumlah kira-kira 750 – 1000 cc, warna kuning , bau amoniak

  1. Pola tidur dan istrahat: waktu tidur tidak tentu sesuai kondisi pekerjaan, lama tidur kira-kira 5 – 6 jam, kebiasaan pengantar tidur tidak ada, kebiasaan saat tidur tidak ada, sekarang mengalami kesulitan tidur karena merasa panas

      9. Pola Aktifitas dan Latihan
-          Kegiatan dalam pekerjaan : distributor dan teknikal perusahaan minyak
-          Tidak pernah berolahraga
-          Kegiatan di waktu luang : tidur
-          Tidal mengalami kesulitan yang berartiuntuk kebutuhan seharihari kecuai mudah merakan lelah bila beraktifitas berat.

10.  Pola bekerja : Jenis pekerjaan berat karena harus mengantar dan menjemput minyak ke daerah, jadwal kerja rata-rata di atas 10 jam tergantung kebutuhan, jadwal kerja setiap hari.
IV. Riwayat Keluarga
Genogram :















Istri klien menderita TB Paru sejak tahun 1997, anak nomor 2 juga sedang mengikuti pengobatan tuberculosis.

V. Riwayat Lingkungan
Klien dan keluarga tinggal di lingkungan industri petrokimia Gresik sehingga memiliki ancaman besar terhadap polusi debu, Kamar bagian belakang gelap, kebersihan terjaga.

VI.Aspek Psikososial
  1. Pola pikir dan persepsi: klien menggunakan kacamata ukuran plus dan minus sejak tahun 1994 (klien tidak tahu ukurannya)
      Kesulitan yang dialami : Klien tidak mengeluh sering pusing, menurunnya sensi- 
      tifitas sakit dan sensitifitas terhadap panas dan dingin
  1. Persepsi diri :
     Hal yang amat dipikirkan saat ini : klien merasa penyakitnya adalah penyakit yang  
     sukar disembuhkan.
     Harapan setelah menjalani perawatan : klien ingin cepat sembuh
      Perubahan yang dirasakan setelah sakit : tidak mampu meneruskan pekerjaan
  1. Suasana hati : cemas
      Rentang perhatian : Klien memikirkan kehidupan keluarganya yang sudah terkena  
      TB Paru (Istrinya mengidap TB Paru sejak tahun 1997, kemudian menyusul  put-
      ranya yang nomor dua kemudian klien sendiri masuk dengan diagnosis yang sama )
  1. Hubungan komunikasi
     - Klien berbicara menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dengan jelas,  
        relevan, mampu mengekspresikan perasaan dan mampu mengerti orang lain.
     - Klien tinggal di rumah milik sendiri beserta istri, putra nomor 2 dan putri bungsu 
       (nomor 4 )
      - Adat istiadat yang dianut adalah adat Jawa, klien sebagai kepala rumah tangga   
        membuat keputusan dalam keluarga, keuangan memadai.
      - Tidak ada kesulitan dalam hubungan antar anggota keluarga. Klien mengalami           
         gangguan libido menurun, tetapi klien tidak menganggap hal tersebut suatu hal   
         yang serius karena menganggap dirinya sudah tua dan lebih mengutamakan 
         kesembuhan penyakitnya.
- Yang disukai dari dirinya sendiri adalah klien mampu mencari nafkah yang cukupo memadai bagi keluarganya. Yang ingin dirubah dari kehidupan adalah lingkaran penularan penyakit TB paru dalam keluarganya.
- Yang dilakukan jika klien stress adalah mencari penyelesaian masalah dengan mendidkusikannya dengan istri.
- Agar perawatan klien nyaman, klien merubah posisi yang dianggap nyaman.
                - Sumber kekuatan bagi klien adalah Tuhan, klien menganggp Tuhan, Agama 
dan Kepercayaan penting bagi klien
- Kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah sakit adalah berdoa agar cepat 
   sembuh

VII. Pengkajian Fisik
  1. Keadaan Umum
     Baik, bisa memenuhi kebutuhan ADL sendiri tapi belum mampu beraktifitas yang          berat.


      2. Tanda-tanda vital
S    =  37 o C  per axilla
N   =  80 x/mnt  teratur
T    =  120/80 mmHg lengan kanan
RR =  20 x / mnt
HR =  80 x/mnt

      3.  Body System
             Pernapasan ( B1 : Breating )
- Pernapasan melalui hidung, tidak ada kelainan bentuk, epistaksis tidak ada, alergi tidak ada, deviasi tidak ada. Trachea normal, tidak ada deviasi.
- Bentuk dada pectus excavatus (dingding dada gepeng dengan sternum depressi), ekspansi dada menurun pada kedua paru terutama sebelah kiri. Retraksi interkostal tidak ada, penggunaan otot bantu pernafasan tidak ada . Pelebaran pembuluh kolateral tidak nampak, cyanosis tidak ada, warna kulit agak pucat. Irama pernapasan reguler RR 20 x/mnt . Clubbing finger tidak ada, capillary refill 3 detik.
a.       Palpasi : Nyeri tekan tidak ada, ekspansi paru menurun dan lebih rendah pada dada sebelah kiri, fremitus vokal menurun pada daerah infra klavikularis kanan dan kiri.
b.      Perkusi : Pekak pada kedua lapang paru, redup pada area jantung
c.       Auskultasi : ronchi positif  pada kedua lapang paru, rales terutama pada paru sebelah kiri

             Cardiovaskular ( B2 : Bleeding )
-Nyeri dada tidak ada, nyeri saat beraktifitas ada, kadang-kadang pusing, palpitasi tidak ada, ictus cordis tampak pada ics 5 mid sternal kiri, distensi vena jugularis tidak tampak. Edema tidak ditemukan.
- Palpasi : teraba ictus cordis pada ics 5 mid sternal kiri
d.      Perkusi : redup pada area jantung
e.       Auskultasi : Bunyi jantung I dan II murni, tidak ada murmur, irama gallop tidak ada


             Persyarafan (B3 : Brain )
    1. Kesadaran komposmentis, GCS 456 total nilai 15.
    2. Kepala bentuk mesoceophal tidak ada pelebaran vena di temporal, tidak ada bekas luka. Wajah simetris.
    3. Bentuk mata simetris, sklera putih, conjunctiva pucat, pupil ukuran 2 mm isokor, reflek pupil dan reflek kornea normal.
    4. Tidak ada pembesaran kelenjar di leher
    5. Kaku kuduk tidak ada, kernig sign tidak ada

Persepsi sensori
- Tidak ada gangguan pendengaran, tidak menggunakan hearing aids
-  Fungsi penciuman normal
-  Fungsi pengecapan normal, dapat membedakan rasa manis, asin, pahit
-  Fungsi penglihatan menurun, menggunakan kacamata +/- (klien tidak tahu
    ukurannya) sejak tahun 1997
-  Tidak ada gangguan fungsi perabaan, bisa membedakan panas, dingin dan  
   tekan,

             Perkemihan-eliminasi uri ( B4 : Bladder )
Produksi urin per hari kirkira 1750 cc frekuensi berkemih 2– 3 x/hari warna kuning bau amoniak, tidak ada gangguan perkemihan, nyeri saat berkemih tidak ada

             Pencernaan – Eliminasi Alvi ( B5 : Bowel )
    1. Gigi taring dan pre molar kiri dan kanan bagian atas dan bawah tanggal berjumlah 8 buah, tidak ada gangguan menelan
    2. Abdomen simetris bilateral, datar dan warna sama dengan kulit sekitarnya, tidak ada pembesaran vena, nyeri tekan tidak ada, suara hipersonor pada epigastrium, redup pada kuadran kanan ats dan kuadran kiri atas, pekak pada kuadran kanan bawah dan kuadran kiri bawah, distensi abdomen tidak ada, bowel sound menurun .
    3. Ada riwayat hemorroid, tetapi berobat ke dokter ( tidak dioperasi)
    4. BAB frekuensi 1 x/hari konsistensi padat dan keras, tidak menggunakan pencahar

             Tulang-Otot-Integumen ( B6 : Bone )
a.       Kemampuan pergerakan sendi bebas tanpa ada tahanan dan kekakuan, parese dan paralise tidak ada, kelemahan gerak ada
b.                                                                 Ekstremitas atas tidak ada kelainan, ekstremitas bawah tidak ada kelainan
-                                                                                Tulang belakang normal, tidak lordosis maupun skoliosis
        Kulit :
-          Warna kulit sawo matang, pucar, integritas intake, tidak ada bekas perlukaan, peradangan maupun edema, turgor kulit baik, akral hangat

             Sistem Endokrin
-          Tidak tampak eksophtalmus, toleransi terhadap sensasi panas/dingin baik, palpitasi tidak ada, rigiditas tidak ada

             Sistem Hematopoietik
Tidak ada riwayat gangguan hematopietik, lebam dan peteki tidak ada

             Psikososial
Konsep Diri:
-          Citra diri/body image : Klien menganggap dirinya tidak sekuat dulu, ia menyukai semua bagian tubuhnya. Yang kurang disukai adalah gigi yang tidak lengkap lagi sehingga kesulitan untuk mengunyah
-           Identitas : Status klien dalam keluarga adalah sebagai kepala rumah tanga, klien puas terhadap status dan posisinya dalam keluarga
-          Peran : Klien senang dengan perannya sebagai kepala keluarga, sanggup melaksanakannya da puas terhadap perannya
-          Ideal diri/harapan :
* Klien berharap semua anggota tubuhnya masih dapat berfungsi dengan baik, posisi klien dalam keluarga sebagai pencari nafkah, status sebagai kepala keluarga dan berharap ia segera dapat kembali ke rumah untuk meneruskan usaha warungnya.
* Klien berharap anggota keluarga tidak ada yang tertular TB paru lagi, dan berharap lingkungan tempat tinggalnya bisa berkurang atau bebas dari polusi pabrik.
-          Harga Diri : Tanggapan klien terhadap harga dirinya tinggi

Sosial / Interaksi
-          Hubungan klien dengan lingkungan sangat baik, dukungan keluarga aktif, reaksi klien saat interaksi dengan perawat defensif terutama bila menyinggung penyakit TB paru, konflik yang terjadiadalah  terhadap nilai yang dianut.

            Spiritual
-          Klien percaya bahwa penguasa kehidupan adalah Allah, sumber kekuatan dan harapan di saat sakit adalah kehendak Allah, ritual ibadah yang dilakukan saat ini adalah sholat
-          Tidak ada upaya kesehatan yang bertentangan dengan agama, klien percaya bahwa Tuhan akan menolong dalam menghadapi situasi sakit dan klien percaya penyakitnya dapat disembuhkan. Klien menganggap penyakitnya sebagai cobaan/peringatan dari Tuhan.

VII. Pemeriksaan Penunjang

Tgl 25-4-2001  Foto Roentgent : Efusi Pleura + KP Duplex
Tgl 29-4-2001  Hb                     :   12,0  g/dl
                         Leukosit            :     7,5 x 10 g/l        (N : 4,3 – 10,3 )
                         P C V                :    0,35                    (N : 0,40 – 0,47)
                         Glukosa            :    108   mg/dl
                         Protein total      :     5,21   g/dl
                         Sel                     :   1129   sel/cm
                         Mono                :   93 %
                         Poli                    :   7 %
Tgl 30-4-2001  BTA  negatif
                         Urinalisis : Protein, glukosa, bilirubin, urobilin negatif
                         Sedimen   :  darah merah   +  ( 0-1 )
                                            darah putih      +  (1-2 )
                                            sel epitel         +  (0-1 )
                                            kristal    negatif

Terapi :
              Asam mefenamat         3 x 1
              Etambutol                    3 x 1
              Multivit                       3 x 1

              Thoracentesis  :
                  I. Tgl  29-4-2001       750 cc
                 II. Tgl  30-4-2001       975 cc
                III. Tgl   1-5-2001        750 cc









Tanda Tangan Mahasiswa:



( SRI WAHYUNI A )   









2.       ANALISA DATA



DATA
ANALISA
MASALAH
DS :
-    Klien mengatakan batuk lebih kurang sebulan, tidak ada sputum, berobat di puskesmas tidak sembuh
DO :
- Ronchi di paru kanan dan kiri
- Rales terutama di kanan, di            kiri menurun
-    Bentuk dada simetris, pectus excavatus
- Foto Ro” : Efusi pleura + KP duplex
 



DS :
- Klien mengatakan jika batuk susah mengeluarkan dahak
DO :
-Ronchi di paru kanan dan kiri
-Rales terutama di kanan, di kiri menurun
-Fremitus vokal menurun di daerah infra sklapularis kanan dan kiri
-Foto Ro” : Efusi pleura kanan dan KP duplex

 


DS :
-Klien mengatakan sesak jika duduk tegak
DO :
-Foto Ro” : Efusi pleura + KP duplex
-          Ronchi di paru kanan dan kiri
- Rales terutama di kanan, menurun di kiri
-          Thoracentesis :
    I.  Tgl  29/4  750 cc
    II. Tgl  30/4  975 cc
   III. Tgl  1/5   750 cc
Penurunan pertahanan primer dan sekresi yang statis















Akumulasi sekret di jalan napas















Penurunan kemampuan eks- pansi paru
Resiko tinggi penyebaran infeksi
















Bersihan jalan nafas tidak efektif















Gangguan Pertukaran Gas
DS :
-    Klien mengatakan hanya bisa menghabiskan sepa-ruh dari porsi yang di be- rikan
- Klien mengeluh sesak jika    duduk tegak
- Klien mengeluh batuk jika menelan sesuatu

DO :
- TB 158 cm  BB 38 kg
- Konjungtiva pucat
- Klien nampak kurus
- Makanan yang dihabiskkan hanya separuh dari porsi
 


DS :
- Klien mengemukakantidak tahu tentang penyakitnya
-Klien mengemukakan pe- nyebab penyakitnya karena tidur tidak teratur dan kele-lahan

DO :
-Klien meminta informasi tentang penyakitnya
-Klien menanyakan tentang proses/tahapan pengobatan-nya

Penurunan keinginan makan sekunder  akibat dyspnea
















Informasi yang tidak adeku-at mengenai proses penyakit dan pengobatan
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
















Pengetahuan kurang







a.  DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan penurunan pertahanan primer dan  
    sekresi yang statis
      DS :
-          Klien mengatakan batuk lebih kurang  1 bulan, sputum tidak ada, berobat ke  
      puskesmas tidak sembuh
                  -     Klien mengemukakan sesak jika duduk tegak
DO :
-         Ronchi di paru kanan dan kiri
-        Rales terutama di kanan, menurun di kiri
-        Bentuk dada simetris pectus excavatus
-        Foto Ro” : Efusi pleura + KP duplex

  1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan akumulasi sekret di jalan napas
DS :
-          Klien mengatakan jika batuk susah mengeluarkan dahak
DO :
-      Ronchi di paru kanan dan kiri
-      Rales terutama di kanan, menurun di kiri
-      Foto Ro” : Efusi pleura + KP duolex
-      Fremitus Vokel menurun di daerah infra skapularis  kanan- kiri

  1. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan kemampuan ekspansi paru
DS :
-        Klien mengatakan sesak jika duduk tegak
DO :
-          Foto Ro” : Efusi pleura + KP duplex
-          Ronchi di paru kanan dan kiri
-          Rales terutama di kanan, di kiri menurun
-           
-          Thoracentesis :         I.  tgl  29/4       750 cc
                               II. tgl  30/4       975 cc
                              III. tgl   1/5        750 cc

  1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan keinginan makan sekunder akibat dyspnea
DS :
-        Klien mengatakan hanya bisa menghabiskan separuh dari porsi yang diberikan
-        Klien mengeluh sesak jika duduk tegak
-        Klien mengeluh sesak jika menelan sesuatu
DO :
          -    TB : 158 cm   BB 38 kg
                   -    Konjungtiva pucat
                   -    Makanan yang dihabiskan hanya separuh porsi

  1. Pengetahuan kurang berhubungan dengan informasi yang tidak adekuat mengenai proses penyakit dan pengobatan
DS :
-        Klien mengemukakan tidak tahu tentang penyakitnya
-        Klien mengemukakan penyebab penyakit karena tidur tidak teratur dan kelelahan
DO :
-        Klien meminta informasi tentang penyakitnya
-        Klien menanyakan tentang proses /tahapan pengobatannya








3. RENCANA TINDAKAN PERAWATAN



TGL
DX Kep dan Hasil
yang diharapkan
Rencana Tindakan
Rasionalisasi
1/5/2001





























 


1/5/2001







































1/5/2001












































 

1/5/2001
































1/5/2001
Resiko tingggi penyebaran infeksi b.d penurunan pertahanan primer dan sekret yang statis
Tujuan :
Dalam waktu 2 x pertemuan klien akan dapat

1.Mengidentifikasi cara pencegahan dan penurunan resiko penyebaran infeksi
2.Memperlihatkan teknik/ gaya hidup berubah untuk meningkatkan lingkungan yang aman terhadap penyebaran infeksi

Kriteria hasil :
1.       Klien menjelaskan cara pencegahan dan penurun-an resiko penyebaran in-feksi.
2.       Menutup mulut dengan tissue/sapu tangan bila batuk
3.       Memalingkan tubuh jika berhadapan dengan orang lain saat batuk.
4.       Sputum ditampung diwa-dah tertutup.


Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan akumulasi sekret di jalan napas
Tujuan :
Dalam jangka waktu 2x24 jam klien akan memperta-hankan jalan nafas yang e-fektif
Kriteria hasil :
- Klien dpat melakukan teknik napas dalam dan batuk yang efektif
- Klien melaporkan sesak yang berkurang

























Gangguan Pertukaran gas berhubungan dengan penu-runan kemampuan ekspansi paru
Tujuan :
Dalam jangka waktu 1 x 24 jam kebutuhan pertukaran gas akan terpenuhi
Kriteria hasil :
- Klien melaporkan berku-rangnya dyspnea
- Klien memperlihatkan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
-ABGs dalam batas normal































Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubu-ngan dengan penurunan keinginan makan sekunder akibat dyspnea
Tujuan :
Dalam jangka waktu 1 minggu klien akan menun-jukkan kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria hasil :
-BB meningkat
-Konjungtiva tidak anemis
-Wajah tidak pucat
-Turgor kulit normal
-Membran mukosa lembab

















Pengetahuan kurang berhu-bungan dengan informasi yang tidak adekuat menenai proses penyakit dan pengo-batan
Tujuan :
Dalam jangka waktu 2x30 menit klien akan memper-lihatkan kemampuan pema-haman yang adekuat ten-tang penyakit dan pengoba-tannya
Kriteria hasil :
1.Klien menjelaskan secara sederhana penyebab penyakit dan pencegahan penularan
2.Klien menjelaskantentang  alasan pengobatan penya-kitnya
1. Jelaskan tentang   pato-logi penyakit secara sederhana dan potensil penyebaran infeksi melalui droplet air borne


2Ajarkan klien untuk ba- tuk dan mengeluarkan sputum dengan tissue / sapu tangan dan mencuci tangan dengan baik

3.Monitor suhu sesuai indikasi


4.Observasi perkemba- ngan setiap hari dan kul tur sputum selama terapi


5.Kolaborasi pemberian INH,etambutol,rifampicin








1.Kaji fungsi paru, ada-nya bunyi nafas tamba-han , perubahan irama dan kedalaman, penggu-naan otot-otot aksesori









2. Atur posisi semi fowler










3.Pertahankan cairan  2500 ml/hari bila tanpa KI


4. Ajarkan teknik napas dalam dan batuk efek-tif


5. Kolaborasi :
-Mucolytic agent



1.Kaji adanya dyspnea, penurunan suara nafas, bunyi nafas tambahan, peningkatan usaha untuk bernapas, ekspansi dada yang terbatas, kelelahan


2.Evaluasi perubahan kesadaran. Perhatikan adanya cyanotis dan perubahan warna kulit dan membran mukosa serta clubbing finger

3.Dorong/ajarkan berna-pas melalui mulut selama ekshalasi







4. Tingkatkan bedrest/ pengurangan aktifitas




5.Monitor ABGs bila per-lu





6.Kolaborasi suplemen oksigen bila perlu






1.Kaji status nutrisi saat MRS, turgor  kulit dan derjat penurunan BB, kemampuan mengunyah, kelembaban mukosa membran, dan riwayat mual/muntah 

2.Monitor intake dan out-put dan BB secara perio-dik



3.Perhatikan adanya keluhan anorexia, mual, muntah 



4.Tingkatkan kebutuhan istrahat




5.Ajarkan pemeliharaan gigi dan mulut




1.Kaji kemampuan bela-jar, tingkat kecemasan, partisipasi, media yang sesuai untuk belajar



2.Identifikasi simptom yang harus dilaporkan ke dokter/perawat




3.Tingkatkan pengetahu-an tentang kebutuhan TKTP


4.Jelaskan instruksi dan informasi misalnya pen-jadwalan pengobatan


5.Kaji ulang potensial efek samping pengobatan




6.Dorong klien mengeks-presikan ketidaktahuan/ kecemasan dan beri infor-masi yang dibutuhkan


7.Evaluasi faktor resiko yang berhubungan deng-an pekerjaan


8.Tingkatkan motivasi untuk berhenti merokok


9.Review pengetahuan tentang tuberculosis paru
Membantu klien menyadari/menerima prosedur pengobatan dan perawatan untuk mencegah komplikasi

Membiasakan pe- rilaku yang penting untuk mencegah penularan infeksi


Reaksi febris merupakan indikator berlanjutnya infeksi

Membantu memo-nitor efektif tidak-nya pengobatan dan respons klien

INH adalah drug of choice untuk klien beresiko dan dikom-binasikan dengan “primary drugs” lain khusus nya pada penyakit tahap lanjut.


1.             Penurunan bunyi nafas dapat menan-dakan atelektasis, ronchi menunjukkan adanya akumulasi sekret, dan adanya ketidakmampuan untuk membersihkan jalan napas menye-babkan penggunaan otot asesori dan peningkatan usaha bernapas

Memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya pernafasan yang berlebihan. Ventilasi maksimal dapat membuka area atelektasis, mening-katkan perpindahan sekret keluar

Intake cairan me-ngurangi penimbu-nan sekret, memu-dahkan pembersihan

Memudahkan pengeluaran sekret jalan napas secara efektif

Menurunkan sek-ret pulmonal dan memfasilitasi bersi-han

TB Pulmonal dapat menyebabkan efek yang luas, termasuk penimbunan cairan di pleura sehingga menghasilkan gejala distres pernafasan

Akumulasi sekret yang berlebihan dapat mengganggu oksigenasi organ / jaringan vital


Menciptakan usa-ha untuk melawan outflow  udara men-cegah kolaps karena jalan napas yang sempit, membantu distribusi udara dan menurunkan napas pendek.

 Mengurangi kon-sumsi oksigen sela-ma periode bernapas dan mengurangi ge-jala sesak napas

Penurunan tekanan O2(PaO2) dan satu-rasi atau peningkatan PaCO2 munjukkan kebutuhan untuk pe-rubahan terapetik

Mengoreksi hipok-semia yang menye-babkan terjadinya penurunan sekunder ventilasi dan berku-rangnnya permukaan alveolar

Berguna untuk menentukan derajat masalah dan penen-tuan intervensi se-lanjutnya



Membantu meng-identifikasi kebutu-han nutrisi



Dapat disebabkan kerena perubahan diet, mengidentifika-si pemilihan nutrisi  yang sesuai

Membantu penyim panan enrgi bila ke-butuhan metabolik meningkat terutama saat demam

Menurunkan rasa tidak nyaman karena sputum atau pengo-batan tertentu yang bisa merangsang mual

Pembelajaran ter- gantung pada status emosional dan kesia- pan fisik dalam pe-nerimaan belajar

Indikasi progresif atau reaktivasi pe-nyakit atau efek sam-ping pengobatan, serta untuk evaluasi lebih lanjut

Meningkatkan ke-sadaran kebutuhan nutrisi untuk memi-nimalkan kelemahan

Meningkatkan kerjasama /partisipa-si terapetik dan men-cegah putus obat

Dapat mengurangi rasa kurang nyaman dari pengobatan un-tuk perbaikan kondi-si klien

Memberikan kesempatan untuk mengoreksi misper-sepsi dan mengura - ngi kecemasan

Paparan yang ber-lebihan dari polusi udara meningkatkan resiko negatif fungsi pernapasan
Merokok dapat menyebabkan dis-fungsi pernapasan

Pengetahuan dapat menurunkan resiko penularan TB




4. TINDAKAN KEPERAWATAN


TGL
JAM
TINDAKAN KEPERAWATAN
NAMA PERAWAT
1/5/2001




















 

1/5/2001









 


1/5/2001














2/5/2001















 

2/5/2001






13.30


13.45

12.00




14.00




14.00






13.20





13.40
13.50
14.00



13.20




13.20




14.10




07.00





07.10




07.15

07.30



13.00
s/d 14.00
DX No.1
1.Menjelaskan secara sederhana tentang :
  - Patologi tuberkulosis paru
  - Cara penularan dan pencegahannya
2.Mengajarkan penggunaan tissue/saputangan bila batuk dan mencuci tangan dengan baik
3.Memonitor TTV :
- S    : 37 o C
- N   : 80 x/mnt
- P   : 20 x/mnt
- T   : 110/70 mmHg
4. Melakukan observasi :
- Dyspnea disaat duduk tegak
- Kelelahan tidak ada
- Sputum BTA negatif ( lab  tgl 30/4/2001)

5. Memberikan informasi tentang waktu minum obat :
- INH
- Multivit


DX No.2
1.Follow up suara nafas :
- Ronchi di paru kanan dan kiri
- Krepitasi diparu kanan, kiri tdak jelas
- Penggunaan otot aksesoti tidak ada
- RR : 20 x/mnt reguler
- Ekspansi dada kurang
2. Merubah posisi semi fowler
3.Mengajarkan pentingnya kebutuhan cairan
4.Mengajarkan teknik napas dalam dan batuk


DX No.3
1.Follow up suara napas:
- Ronchi di paru kanan dan kiri
- Krepitasi di paru kanan, kiri tidak jelas
- RR 20 x/mnt reguler
- Ekpansi dada kurang
2.Follow up kesadaran :
- Composmentis, GCS 456
- Cyanosis tidak ada
- Membran mukosa kering
- Clibbing finger tidak ada
3.Menganjurkan bed rest dan mengurangi aktifitas


DX No.4
1.Melakukan pengkajian status nutrisi
- BB 38 kg   TB : 158 cm
-Membran mukosa kering
-Konjungtiva anemis
-Turgor kulit normal
2.Memonitor intake dan output:
-Intake pagi susu 1 gelas (200 cc) sarapan dihabiskan separuh
-Output : BAK pagi kira-kira 200 cc
                BAB pagi konsistensi keras
3.Mengobservasi keluhan gangguan nutrisi
-Mual/muntah tidak ada
4.Menganjurkan bedrest dan mengurangi aktifitas
5.Menganjurkan melakukan oral hygiene


DX No. 5
1.Melakukan pengkajian terhadap kemampuan belajar : klien mampu menangkap materi yang diberikan dengan baik
2.Mengajarkan hal-hal yang harus dilaporkan tentang :
-                                Hemoptysis
-                                Nyeri dada
-                                Dyspnea
-                                Gangguan pendengaran
-                                Vertigo
3.Mendorong dan menajarkan pengetahuan tentang perlunya pengetahuan tentang perlunya kebutuhan konsumsi TKTP bagi penderita TB paru
4.Menjelaskan fungsi obat :
- Asam mefenamat
- Etambutol
- INH
- Multivit
5.Mengobservasi efek samping thoracentesis :
- Nyeri terdapat di daerah bekas thoracentesis
-Dyspnea pada saat duduk tegak
6.Mendengarkan keluhan klien dan memberikan informasi tentang perlunya pengobatan lanjutan bila pulang ke rumah
7.Mengkaji faktor resiko pekerjaan :
- Klien tinggal di daerah berpolusi tinggi (dekat Pabrik Petrokimia)
- Klien serumah dengan penderita TB Paru (istri dan anak no.2)
8.Mendorong/motivasi untuk berhenti merolol
9.Mereview pengetahuan tentang TB :
-          Klien belum jelas tentang penyakit yang diderita tapi mengerti penyebaran TB paru




SRI W




















SRI  W











SRI  W














SRI  W
















SRI  W

































1)        EVALUASI

DX No.1
DX No.2
DX No.3
Tgl 2/5/2001
S:
-Klien menjelaskan secara sederhana pencegahan penu-laran
O:
--Klien menutup mulut saat batuk dengan menggunakan sapu tangan
-Klien memalingkan tubuh saat batuk
Sputum tidak ada
A: Masalah teratasi sebagian
P:
-Lanjutkan perencanaan no: 3,4,5
-Beri reinforcement terhdap hasil yang dicapai



Tgl 3/5/2001
S:
-Klien menjelaskan penu-runan resiko penularan pe-nyakit, cara pencegahan
O:
--Klien menutup mulut saat batuk dengan menggunakan sapu tangan
-Klien memalingkan tubuh saat batuk
-Sputum tidak ada
A: Masalah teratasi
P:
-Beri reinforcement terhadap hasil yang dicapai
-Follow kepatuhan dan pe-rubahan perilaku sehat seti-ap sehat





Tgl.4/5/2001
S:
-Klien menjelaskan penu-runan resiko penularan pe-nyakit, cara pencegahan
O:
--Klien menutup mulut saat batuk dengan menggunakan sapu tangan
-Klien memalingkan tubuh saat batuk
-Sputum tidak ada
A: Masalah teratasi
P:
-Beri reinforcement terhadap hasil yang dicapai
-Follow kepatuhan dan pe-rubahan perilaku sehat seti-ap sehat




Tgl 2/5/2001
S:
-Klien mengungkapkan se-sak berkurang dan dapat be-raktifitas ringan
O:
-Klien dapat beraktifitas ringan
-Klien belum dapat mela-kukan teknik nafas dalam dan batuk efektif
- Sputum tidak ada
-    Cairan yang dihabiskan semalam kurang lebih 1250 cc
-    Ronchi di dada kanan-kiri, krepitasi dominan di kanan
A: Masalah teratasi sebagian
P: -Lanjutkan perencanaan no: 1,3,4

Tgl 3/5/2001
S:
-Klien mengungkapkan se-sak berkurang dan dapat be-raktifitas ringan
O:
-Klien dapat beraktifitas 
  ringan
-    Klien memperagakan  teknik napas dalam dan batuk efektif
-    Sputum tidak ada
-    Cairan yang dihabiskan semalam 1500 cc
-    Ronchi di dada kanan-kiri, krepitasi dominan di kanan
A: Masalah teratasi sebagian
P: -Lanjutkan perencanaan no 1,3





Tgl 4/5/2001
S:
Klien mengungkapkan se-sak berkurang dan dapat be-raktifitas ringan
O:
-Klien dapat beraktifitas 
  ringan
-    Klien memperagakan  teknik napas dalam dan batuk efektif
-    Sputum tidak ada
-    Cairan yang dihabiskan semalam2000 cc
-    Ronchi di dada kanan-kiri, krepitasi dominan di kanan
A: Masalah teratasi
P:
- Beri reinforcement terha-dap hasil yang dicapai
-Follow up tentang pemenu-han hidrasi untuk mengen-cerkan sputum


Tgl 2/5/2001
S:
-Klien mengungkapkan se-sak berkurang dan dapat ber-aktifitas ringan
O:
-Klien dapat beraktifitas ringan
-Ekspansi dada terbats
-Ronchi di paru kanan-kiri
-Rales dominan di kanan
-Demam tidak ada, S:36,5C
-Penggunaan otot aksesori tidak ada
A: Masalah sebagian teratasi
P:
-Lanjutkan perencanaan no:1,2,3,4
-Beri reinforcement terhadap kemajuan yang dicapai

Tgl 3/5/2001
S:
Klien mengungkapkan se-sak berkurang dan dapat ber-aktifitas ringan
O:
-Klien dapat beraktifitas ringan
-Ekspansi dada terbats
-Ronchi di paru kanan-kiri
-Rales dominan di kanan
-Demam tidak ada, S:36,5C
-Penggunaan otot aksesori tidak ada
A: Masalah sebagian teratasi
P:
- Lanjutkan perencanaan no: 1,2,4
-Beri reinforcement terhadap kemajuan yang dicapai




Tgl4/5/2001
S:
-Klien mengungkapkan se-sak berkurang dan dapat ber-aktifitas ringan
O:
-Klien dapat beraktifitas ringan
-Ekspansi dada terbats
-Ronchi di paru kanan-kiri
-Rales dominan di kanan
-Demam tidak ada, S:37C
-Penggunaan otot aksesori tidak ada
A: Masalah sebagian teratasi
P:
- Lanjutkan perencanaan no: 1,2,4
-Beri reinforcement terhadap kemajuan yang dicapai






DX No. 4
DX No. 5
Tgl2/2001
S:
-Klien mengeluh belum bisa menghabiskan porsi yang diberikan
O:
-Porsi yang diberikan dihabiskan 1/2 bagian
-Mual/muntah tidak ada
-Konjungtiva pucat
-Turgor kulit normal
-Klien dapat beraktifitas ringan
A: Masalah teratasi sebagian
P:
-Lanjutkan perencanaan no: 1,2,3,4,5

-Beri rennforcement terhadap kemajuan yang diperoleh



Tgl 2/5/2001
S:
-Klien mengemukakan pengertian dan penularan penyakit paru
-Klien mengemukakan belum jelas tentang diagnosa penyakitnya
O:
-Klien masih menanyakan informasi lanjut tentang proses pengobatan
-Klien melakukan defek mechanism bila disinggung tentang penyakit TB paru yang ia derita
A: Masalah teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan perencanaan no:6,7,8,9
- Kaji faktor-faktor kelebihan dan kekurangan yang bisa mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran
- Lakukan pendekatan lebih intensif

DX No. 4
DX No. 5
Tgl 3/5/2001

S:
-Klien mengeluh belum bisa menghabiskan porsi yang diberikan
O:
-Porsi yang diberikan dihabiskan 3/4 bagian
-Mual/muntah tidak ada
-Konjungtiva pucat
-Turgor kulit normal
-Klien dapat beraktifitas ringan
A: Masalah teratasi sebagian
P:
-Lanjutkan perencanaan no: 1,2,3,4,5
-Beri reninforcemen terhadap kemajuan yang diperoleh
-Diskusikan tentang alternatif menu yang disukai oleh klien





Tgl 4/5/2001
S:
-Klien mengeluh belum bisa menghabiskan porsi yang diberikan
-Klien mengatakan ia sudah bisa menghabiskan 1 gelas susu yang diberikan
O:
-Porsi yang diberikan dihabiskan 3/4 bagian
-Mual/muntah tidak ada
-Konjungtiva pucat
-Turgor kulit normal
-Klien dapat beraktifitas ringan
A: Masalah teratasi sebagian
P:
-Lanjutkan perencanaan no: 1,2,3,4,5
-Beri reninforcemen terhadap kemajuan yang diperoleh
-Diskusikan tentang alternatif menu yang disukai oleh klien


Tgl3/5/2001

S:
-Klien mengemukakan pengertian dan penularan penyakit paru
-Klien mengemukakan belum jelas tentang diagnosa penyakitnya
O:
-Klien masih menanyakan informasi lanjut tentang proses pengobatan
-Klien mu;ai terbuka dengan perawat tapi masih melakukan defek mechanism bila disinggung tentang penyakit TB paru yang ia derita
A: Masalah teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan perencanaan no:6,7,8,9
- Kaji faktor-faktor kelebihan dan kekurangan yang bisa mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran
- Lakukan pendekatan lebih intensif



Tgl 4/5/2001
S:
-Klien mengemukakan pengertian dan penularan penyakit paru
-Klien mengungkapkan mengerti ten -tang penularan penyakit paru
O:
-Klien mulai terbuka dengan perawat tapi masih melakukan defek mechanism bila disinggung tentang penyakit TB paru yang ia derita
A: Masalah teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan perencanaan no:6,7,8,9
- Kaji faktor-faktor kelebihan dan kekurangan yang bisa mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran
- Lakukan pendekatan lebih intensif




Previous
Next Post »

Translate