Info Kesehatan

healhty

Rabu, 05 Desember 2012

ASUHAN KEBIDANAN ANC DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.
Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primi gravida dan 40-60% multi gravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah yang disebut hiperemesis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringannya penyakit.
Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda, bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik. Belum jelas mengapa gejala-gejala ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita, tetapi faktor psikologik merupakan faktor utama, di samping pengaruh hormonal, yang jelas wanita yang sebelum kehamilan sudah menderita lambungspastik dengan gejala tak suka makan dan mual, akan mengalami emesis gravidarum yang lebih berat.

1.2  Tujuan Penulisan
     a. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah dalam memberikan asuhan kebidanan secara nyata serta mendapatkan pengetahuan dalam memecahkan masalah pada kasus tersebut


      b. Tujuan Khusus
Tujuan khusus yang akan dicapai adalah mahasiswa mampu melakukan :
1.      Pengkajian dan menganalisa data pada klien dengan kehamilan patologis.
2.      Merumuskan diagnosa kebidanan dan menentukan prioritas masalah pada klien.
3.      Menyusun rencana kebidanan.
4.      Melaksanakan tindakan kebidanan.
5.      Evaluasi asuhan kebidanan.

1.3  Sistematika  Penulisan
      Sistematika penulisan laporan ini terdiri dari :
      LEMBAR JUDUL
      LEMBAR PENGESAHAN
      KATA PENGANTAR
      DAFTAR ISI
      BAB I       Pendahuluan meliputi latar belakang, tujuan penulisan, serta sistematika penulisan.
      BAB II      Landasan teori meliputi pengertian, penyebab hyperemesis gravidarum, gejala, diagnosa, dan pengobatan.
      BAB III    Tinjauan kasus meliputi pengkajian data, diagnosa/ masalah, diagnosa potensial, tindakan segera, rencana tindakan dan rasional, pelaksanaan rencana tindakan dan evaluasi.
      DAFTAR PUSTAKA












BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian
Hiperemisis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan yang terjadi pada wanita hamil sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan menimbulkan kekurangan cairan dan terganggunya keseimbangan elektrolit.

2.2 Penyebab Hiperemesis Gravidarum
Penyebab hiperemisis gravidarum belum diketahui secara pasti tetapi ada beberapa faktor predesposisi dapat dijabarkan :
1.            Faktor adaptasi dan hormonal
         Pada wanita hamil yang kekurangan darah lebih sering terjadi hyperemisis gravidarum. Faktor adaptasi adalah wanita hamil dengan anemia, primigravida dan overdestensi rahim pada hamil ganda dan mola, jumlah hormon yang dikeluarkan terlalu tinggi dan menyebabkan terjadi hiperemisis gravidarum.
2.            Faktor psikologis
         Besar kemungkinan bahwa wanita yang menolak hamil, takut kehilangan pekerjaan, keretakan hubungan dengan suami, dan sebagian diduga dapat menjadi faktor kejadian hyperemisis gravidarum.
3.            Faktor alergi
         Diduga terjadi invasi jaringan velli kerialis yang masuk kedalam peredaran darah ibu, faktor alergi dapat menyebabkan kejadian hyperemisis gravidarum.

2.3 Gejala
Gejala hiperemisis gravidarum secara klinis dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu :
1.   Hiperemisis gravidarum tingkat I
-          Muntah berlangsung terus-menerus.
-          Makan berkurang.
-          BB menurun.
-          Kulit dehidrasi – tonusnya melemah, lidah kering.
-          Nyeri di daerah epigastrium.
-          Tekanan darah turun dan nadi meningkat.
-          Mata tampak cekung.
2.   Hiperemisis gravidarum tingkat II
-          Penderita tampak lemah.
-          Gejala dehidrasi makin tampak : mata cekung, turgor kulit makin kering, lidah kering dan kotor.
-          Terjadi gangguan buang air besar.
-          Mulai tampak gejala gangguan kesadaran, menjadi apatis.
-          Nafas berbau aseton.
3.   Hiperemisis gravidarum tingkat III
-          Muntah berkurang.
-          Keadaan umum makin menurun : tensi menurun, nadi meningkat, suhu naik, keadaan dehidrasi makin jelas.
-          Gangguan faal hati terjadi dengan manifestasi ikterus.
-          Gangguan kesadaran dalam bentuk : sumnolen sampai koma : komplikasi susunan sayaraf pusat (ensefalopati wernicla) nistaguws. Perubahan arah bola mata, doplepea – gambar tampak ganda perubahan mental.

2.4        Diagnosa
      Diagnosis hiperemisis gravidarum biasanya tidak sukar, harus ditemukan adanya kehamilan muda & muntah yang terus menerus sehingga mempengaruhi keadaan umum, namun harus diperkirakan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis, hepatitis, ulcus pepticumdun tuner serebri yang dapat pula memberikan gejala mental.

2.5  Pengobatan
Konsep pengobatan dapat diberikan sebagai berikut :
1.      Isolasi dan pengobatan psikologis
2.      Pemberian cairan pengganti
3.      Obat-obatan
      Pemberian obat-obatan pada hiperemisis gravidarum sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sehingga dapat dipilih obat yang tak bersifat teratugenik.


      Susunan obat yang dapat di berikan :
a.  Sedativa ringan                 -     Phenobarbital
                                                -     Valium
b. Anti alergi                          -     Antihistamin
                                                   -     Dramaamen
                                                   -     Ovamen
c.  Anti mual muntah              -     Miaaner B5
                                                                    -     Emetrule
                                                   -     Stimetil
                                                   -     Auupreg
d.       Vitamin                           -     Terutama vitamin B komplek
                                                   -     Vitamin C   
Perawatan Hiperemisis :
1.      Menganjurkan mengubah pola makan sehari-hari dengan makanan dalam porsi kecil tetapi sering.
2.      Waktu bangun dari tempat tidur pagi jangan segera turun dari tempat tidur tapi sebaiknya makan roti atau biskuit dengan teh hangat manis.
3.      Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan.
4.      Makanan dan minuman sebaiknya dihidangkan dalam keadaan panas atau dingin sekali.
5.      Usahakan agar dapat BAB setiap hari karena dapat menjamin menghindarkan kekurangan karbohidrat.
6.      Menganjurkan banyak makan makanan yang mengandung gula.
7.      Menganjurkan kepada ibu untuk dapat menerima kehamilannya dengan baik, menghilangkan perasaan kuatir / takut terhadap kehamilan.
8.      Kurangi pekerjaan yang dapat menggangu kehamilan.
9.      Hilangakan / hindari masalah dan konfilik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
10.  Menganjurkan kepada ibu agar istirahat yang cukup.
11.  Hubungan seksual boleh dilakukan asal tidak menggangu kehamilan dan ibu merasa nyaman melakukannya.
12.  Berikan dukungan  / support dari orang sekitarnya.
13.  Pencegahan terhadap hypremisis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah umur kehamilan 4 bulan.















BAB III
TINJAUAN KASUS
 

3.1 Pengkajian  Data
      Tanggal 24 Juli 2008,            Jam 18.00 WIB
a        Identitas
Nama Ibu     : Ny. “M”                       Nama Suami    : Tn. “S”
Umur            : 29 tahun                       Umur               : 35 tahun
Suku/ Bangsa: Jawa/Indonesia           Suku/ Bangsa  : Jawa/Indonesia
Agama          : Islam                            Agama             :  Islam
Pendidikan   : SD                                Pendidikan      : SD
                                                                                                       Pekerjaan      : IRT                               Pekerjaan         :  Becak
                                  Alamat rumah : Rusun sumbo
                                                            Blok I/101 Surabaya                        
                                  No Telp        : 085-731214959
                                  No Register  : 02-44-47

b        Alasan Kunjungan saat ini/keluhan utama
Ibu mengatakan mual-mual dan muntah bila selesai makan, ibu tidak berselera makan, makan nasi 4-5 sendok, kadang hanya makan biskuit.

c         Riwayat Kesehatan
1)      Riwayat penyakit yang pernah atau sedang di derita.
Ibu mengatakan tidak memiliki penyakit menular seperti TBC dan campak. Penyakit menurun seperti DM dan HT ataupun menahun seperti asma, hipertensi dan jantung.
2)      Riwayat penyakit keluarga.
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak memiliki penyakit menular seperti TBC dan campak, penyakit menurun seperti DM dan hipertensi ataupun penyakit menahun seperti asma, HT, dan jantung dan juga tidak ada keturunan kembar.



d        Riwayat Menstruasi
Menarche              : 15 tahun
Siklus menstruasi  : 30 hari                                  
 Lama                    : 5-6 hari                                 
 Warna                   : merah kecoklatan                 
 Dismenorhea        : ya                                         
 Bau                       : anyir
 Fluor albus           : tidak
 HPHT                   : 21-05-2008
 TP                         : 28-02-2009

e         Riwayat Kehamilan, Persalinan dan nifas yang lalu
Anak ke
Hamil
Persalinan
Anak
Nifas
Kb
Jns
Usia
Jenis
Pnolng
Tmpt
Pnyult
Bbl
Seks
Hidup
Umur
Asi
Penyulit
1

2

3
Aterm

HAMIL INIAterm
Spt B

Spt B

Bidan

Bidan

BPS

BPS

-

-


3200

3100


Lk*

Pr



Hidup

Hidup


5  thn

2 thn


-

-


-

-
Suntik

Pil










f         Riwayat Kehamilan sekarang
Ibu mengatakan ini kehamilan yang ketiga, ibu sudah periksa hamil ke RS. Muhammadiyah Surabaya 1x, dan mendapat tablet tambah darah dan multivitamin. Selama hamil ibu tidak pernah minum jamu.
Trimester 1      :     Ibu mengatakan pada awal kehamilannya ibu sering mual dan muntah kepala sering pusing.

b        Pola kehidupan sehari-hari
1)      Pola nutrisi dan cairan
Sebelum hamil    : Ibu mengatakan makan 2-3 x/hari (nasi, tahu tempe/ lauk pauk dan sayuran). Minum air putih 6-7 gelas/hari.
Saat hamil    : Ibu mengatakan tidak selera makan, kadang 1 x/hari (nasi, tahu tempe, sayuran), kadang makan roti. Minum air putih 4-5 gelas/hari.
2)      Pola eliminasi
Sebelum hamil    : Ibu mengatakan BAK ± 4-5 x/hari, BAB ± 1 x/hari kadang-kadang 2 x/hari.
Saat hamil          : Ibu mengatakan BAK lebih sering ± 5-6 x/hari, BAB kadang- -kadang 2 x/hari, tidak rutin setiap hari.
3)      Pola aktivitas
Sebelum hamil    : Ibu mengatakan bekerja dan tetap melakukan aktivitas rumah tangga seperti nyapu, masak dan nyuci.
Saat hamil          : Ibu mengatakan tetap melakukan aktivitas rumah tangga biasa.
4)      Pola istirahat/ tidur
Sebelum hamil    : Ibu mengatakan tidur malam ± 6-7 jam, tidur siang ± 1 jam.
Saat hamil          : Ibu mengatakan saat hamil ini susah tidur karena kurang nyaman.
5)      Pola seksual/ reproduksi
Sebelum hamil    : Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual ± 3-4 x/minggu.
Saat hamil          : Ibu mengatakan tidak pernah melakukan hubungan seksual selama hamil ini.
6)      Pola spiritual dan kepercayaan
Ibu mengatakan sebelum ataupun saat hamil tetap mengerjakan shalat 5 waktu dan berdoa sesuai dengan agamanya.
7)      Pola hubungan peran/ sosial
Ibu mengatakan sebelum ataupun saat hamil hubungan dengan suami, keluarga, tetangga dan teman-teman tetap harmonis.
8)      Pola sosial dan budaya
Selama hamil tidak ada pantangan makan atau minum tertentu dan tidak pernah minum jamu-jamuan.


b.      Pemeriksaan Fisik (Data Obyektif)
a.       Pemeriksaan Umum
1)      Keadaan Umum          : Lemas
                Kesadaran                   : Composmentis
                Keadaan Emosional    : Stabil
2)      Tanda vital
                -     Tekanan darah   :   100/70 mmHg
                -     Denyut nadi      :   78 x/menit
                -     Pernapasan        :   20 x/menit
                -     Suhu tubuh        :   36,4 º C
3)      Tinggi badan                           : 153 cm                     
      Berat badan sekarang              : 49 kg                        
      Berat badan sebelum hamil     : 47 kg

b.      Pemeriksaan fisik khusus
1)      Inspeksi
   Kepala                            : tidak ada benjolan, kulit kepala bersih, rambut tidak rontok.
                     Muka                              : tidak anemis, tidak oedema, tidak ada cloasma gravidarum, sedikit pucat.
                     Mata                               : simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus.
                     Hidung                           : simetris, tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada polip, tidak ada sekret.
Mulut dan gigi               :  simetris, bibir agak kering, mukosa mulut lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, jumlah gigi lengkap, tidak terdapat gigi palsu.
Telinga                           :  simetris, tidak ada sekret
Leher                              : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran vena jugularis.
Dada                              :  tidak ada retraksi intercostae.
Payudara                           : simetris, bersih, membesar, puting susu menonjol, hiperpigmentasi pada areola mamae, tidak keluar colostrum.
Perut                               : terdapat strie livide, terdapat linea nigra, tidak ada bekas operasi.
Genitalia                         : tidak oedema, tidak ada varices, tidak ada tumor, tidak ada condiloma, tidak ada bartholinitis.
Anus                               : bersih, tidak ada haemorhoid.
Ekstremitas atas             : simetris, tidak oedema, tidak ada varices.
Ekstremitas bawah         : simetris, tidak ada oedema, tidak ada varices.

2)      Palpasi   
Leopold I     : 3 jari di atas sympisis
Leopold II    : Ballotement (+)
Leopold III  : Belum teraba
Leopold IV  : Belum teraba
                 
3)      Auskultasi
DJJ            : Belum terdengar

4)      Perkusi
Reflek patella  :  +/+

c.  Uji Diagnostik
·         Darah
                  Hb                      :  Belum dilakukan
                  Hbs Ag               :  Tidak dilakukan
·         Urine
- Albumin           : Tidak dilakukan
- Reduksi            : Tidak dilakukan

Kesimpulan : Ny. “M” GIII P20002, UK 9 minggu, intra uteri, jalan lahir normal, K/U ibu dan janin cukup baik.




                                     Interpretasi diagnosa, masalah dan kebutuhan
         Tanggal 24 Juli 2008,           Jam 18.30 WIB
            Diagnosa : Ny. “M” GIII P20002, UK 9 minggu dengan hiperemisis gravidarum tingkat I
DS    : Ibu mengatakan mual-mual dan muntah bila selesai makan, ibu tidak berselera makan, makan nasi 4-5 sendok, kadang hanya makan biskuit.
            DO   :     Hasil pemeriksaan :
                           Bibir          : kering
                           BB             : 49 kg
                           TFU           : 3 jari di atas syimpisis
                           Ball            : (+)
                           DJJ            : belum terdengar
                           TD             : 100/70 mmHg
                           Nadi          : 78 x/menit
                           RR             : 20 x/menit
                           Suhu          : 36,4 ºC
                           Lila            : 24 cm
                           TB             : 153 cm
                           BB             : sebelum hamil 47 kg
                           UK            : 9 minggu
                           HPHT        : 21-05-2008
                           TP              : 28-02-2009

            Masalah : gangguan pemenuhan nutrisi
            Kebutuhan :
            Memberikan HE tentang :
-    Nutrisi ibu hamil hyperemisis gravidarum yaitu makan sedikit tapi sering.
-    Hindari makan makanan yang merangsang yang dapat menyebabkan muntah misalnya terlalu manis, asam dan pedas.
-    Sebelum bangun dari tempat tidur usahakan miring dulu dan mencoba makan makanan ringan seperti biskuit dan teh manis.
-    Istirahat yang cukup.


                                     Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial
            Tidak ada.

                                     Identifikasi Kebutuhan Akan Tindakan Segera Atau Kolaborasi
Kolaborasi dengan dokter pemberian terapi.

                                     Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh
         Tanggal : 24 Juli 2008,           Jam 18.45 WIB
            Diagnosa : Ny. “M” GIII P20002, UK 9 minggu dengan hiperemisis gravidarum tingkat I

            1.   Lakukan pendekatan kepada ibu dengan komunikasi therapeutik.
                  Rasional : Melakukan pendekatan dengan komunikasi therapeutik akan menumbuhkan rasa percaya pasien kepada petugas dan pasien dapat lebih kooperatif sehingga mudah dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan.
            2.  Lakukan pemeriksaan kehamilan dengan standart 7 T.
                  Rasional  :    Dengan pemeriksaan kehamilan standart 7 T kita dapat mendeteksi dini kelainan kehamilan.
            3.   Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu.
                  Rasional   :   Dengan memberikan penjelasan pada ibu diharapkan ibu mengetahui kondisinya dan janin saat ini serta dapat mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi dari kondisi saat ini.
            4.   Berikan penjelasan pada ibu tentang penyebab mual dan muntah.
                  Rasional    :  Dengan memberikan penjelasan pada ibu dapat meningkatkan pengetahuan ibu sehingga lebih mengerti masalah kehamilannya.
            5.   Anjurkan ibu untuk menghisap permen.
                  Rasional    :  Dengan menganjurkan ibu untuk menghisap permen agar mengurangi rasa mual.
            6.   Jelaskan pada ibu tentang aktivitas selama kehamilan ini.
                  Rasional    :  Dengan memberikan penjelasan pada ibu diharapkan ibu dapat menjaga kesehatannya secara optimal.
            7.   Jelaskan kepada ibu makanan apa yang boleh dikonsumsi.
                  Rasional    :  Dengan memberikan penjelasan pada ibu diharapkan  ibu dapat meningkatkan kesehatannya.
            8.   Berikan tablet penambah darah dan tablet multi vitamin.
                  Rasional   :   Dengan melakukan kolaborasi untuk memberikan tambahan obat kepada ibu, kesehatan ibu dan janin akan lebih terjamin.

            9.   Anjurkan kepada ibu untuk minum obat secara teratur.
                  Rasional    :  Dengan menganjurkan ibu untuk minum obat secara teratur,   kondisi ibu dan janin akan menjadi lebih baik dan terkontrol.
            10. Anjurkan kepada ibu untuk kontrol 2 minggu  lagi.
Rasional   :  Dengan kontrol tepat pada waktunya kondisi ibu dan janin lebih terpantau oleh tenaga kesehatan sehingga kemungkinan tanda bahaya kehamilan tidak akan terjadi.
11. Lakukan kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi.
Rasional    :  Dengan melakukan kolaborasi dengan dokter ibu diharapkan cepat sembuh.

                                     Pelaksanaan Rencana Tindakan
         Tanggal : 24 Juli 2008
            Diagnosa : Ny. “M” GIII P20002, UK 9 minggu dengan hiperemisis gravidarum tingkat I
            1.   Jam 18.40 WIB Melakukan pendekatan melalui komunikasi therapeutik
-    Memberi salam dan memanggil nama ibu dengan ramah
-    Mendengarkan keluhan klien
-    Menunjukkan rasa ingin membantu
-    Menjelaskan mengenai tindakan yang akan dilakukan
            2.   Jam 18.50 WIB Melakukan pemeriksaan kehamilan dengan standart 7 T.
                                             Bibir          : kering
                                             BB             : 49 kg (sebelum hamil 47 kg)
                                             TFU           : 3 jari di atas syimpisis
                                             Ball            : (+)
                                             DJJ            : belum terdengar
                                             TD             : 100/70 mmHg
                                             Nadi          : 78 x/menit
                                             RR             : 20 x/menit
                                             Suhu          : 36,4 ºC
                                             Lila            : 24 cm
                                             TB             : 153 cm
                                             UK                                    : 9 minggu
                                             HPHT        : 21-05-2008                TP: 28-02-2009
               3. Jam 19.00 WIB Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarganya untuk mengetahui kondisinya dan janin saat ini serta dapat mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi dari kondisi saat ini.
            4. Jam 19.10 WIB Memberikan penjelasan pada ibu tentang mual dan muntah adalah hal yang normal yang biasa terjadi pada kehamilan. Selama mual dan muntah itu tidak menggangu aktivitas ibu. Hal ini disebabkan karena peningkatan hormon karena adaptasi ibu.
            5. Jam 19.20 WIB Menganjurkan kepada ibu untuk makan permen untuk menambah nafsu makan dan jangan makan permen yang rasa mint tetapi makan permen yang disukai ibu.
            6.  Jam 19.30 WIB Menjelaskan kepada ibu aktivitas yang boleh dilakukan yaitu kegiatan yang tidak membahayakan/ memperburuk kondisinya yang boleh dilakukan seperti menyapu, mencuci piring, hindarkan pekerjaan yang melelahkan dan segala aktivitas yang dapat menimbulkan mual dan muntah.
7.   Jam 19.40 WIB Menjelaskan pada ibu tentang makanan yang boleh diberikan semua makanan boleh dimakan asal tidak merangsang mual dan muntah seperti manis, pedas, asam, sebaiknya hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak perbanyak makan makanan yang manis, dan apabila makan diusahakan dengan porsi yang sedikit tapi sering.
            8.   Jam 19.50 WIB Memberikan tablet tambah penambah darah dan multi vitamin
                                 Buroginol supp 1x1
            9.   Jam 20.00 WIB Menganjurkan ibu untuk minum obat secara teratur
10. Jam 20.10 WIB Menganjurkan kepada ibu untuk kontrol 2 minggu lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan misal :
-  Muntahnya bertambah hebat.
-  Pusing yang berat dan setelah di buat istirahat tidak hilang.
-  Mengeluarkan darah dari vagina.
-  Nyeri perut / mules yang hebat.
11. Jam 20.20 WIB Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk memberikan terapi.

3.7 Evaluasi
Tanggal : 24 Juli 2008       Jam 20.30 WIB
      Diagnosa : Ny. “M” GIII P20002, UK 9 minggu dengan hiperemisis gravidarum tingkat I
S    :  Ibu mengatakan :
         -  Ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh bidan, dan ibu bisa mengulang apa yang telah disampaikan serta mengerti tentang kondisi kehamilannya.
         -  Ibu mau melaksanakan nasehat dari petugas kesehatan.
         -  Masih mual tetapi sudah tidak muntah dan sudah tidak nyeri uluhati.
                     -  Ibu mau makan walaupun hanya sedikit-sedikit.
            O   :     Pemeriksaan kehamilan :
                        Bibir    : kering
                        BB       : 49 kg
                        TFU     : 3 jari di atas syimpisis
                        Ball      : (+)
                        DJJ      : belum terdengar
                        TD       : 100/70 mmHg
                        Nadi    : 78 x/menit
                        RR       : 20 x/menit
                        Suhu    : 36,4 ºC
                        Lila      : 24 cm
                        TB       : 153 cm
                        BB       : sebelum hamil 47 kg
                        UK      : 9 minggu
                        HPHT  : 21-05-2008
                        TP        : 28-02-2009
            A   :  Ny. “M” GIII P20002, UK 9 minggu dengan hiperemisis gravidarum tingkat I, dan masalah sebagian teratasi.
            P    :  -  Anjurkan ibu untuk tetap makan sedikit tetapi sering.
                     -  Anjurkan ibu untuk istirahat cukup.
                     -  Anjurkan untuk menghindari makan makanan yang merangsang mual seperti pedes-pedes dan terlalu asem.
                     - Anjurkan ibu untuk minum obat secara teratur.
                     -  Anjurkan ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi atau sewaktu- waktu juika ada keluhan.

DAFTAR PUSTAKA

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri . Jakarta : EGC.
Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidik Bidan . Jakarta : Penerbit buku kedokteran.
Prawirohario, Sarwono. 2002. Asuhan Maternal dan Nonatal . Jakarta : YBPSP.
Sastrawinata, Sulaiman. “Obstetri Fisiologi “ . Bandung : Fakultas kedokteran Universitas Padjajaran Bandung.
Varney, Helen. 2001. “ Buku Saku Bidan“. Jakarta : Penerbit buku kedokteran.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar