Info Kesehatan

healhty

Minggu, 09 September 2012

makalah sarcoma payudara


MAKALAH ASKEP PATOL



“ SARCOMA PAYUDARA”
DISUSUN OLEH
KELOMPOK 4 :
ATIKHA NISMA V                                      (2010.0661.004)
NELY MARLENA                                        (2010.0661.022)
SRI UTAMI                                                  (2010.0661.040)
                                                                     


PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2012



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, Karena berkat karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
            Dan penulis berharap semoga makalah ini dapat diterima untuk dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan pembelajaran dalam materi ini dan juga sebagai sarana untuk menambah wawasan semua pihak yang membacanya.
            Kami sebagai penulis sangat menyadari sepenuhnya, bahwa terselesainya makalah ini adalah berkat kerja sama yang baik dari semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunana makalah ini. Terutama atas semua arahan, bimbingan dan motivasi dari dosen pengajar.
            Pada kesempatan ini, perkenankanlah kami sebagai penulis dengan kerendahan hati untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat :
1.      Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya
2.      Ketua Program Study D3-Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya
3.      Seluruh staf pengajar program study D3-Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
4.      Semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini
Sebagai penulis, kami sangat menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah yang akan datang.

Surabaya, 29 Mei 2012

Penulis


i
           

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ..................................................................................................
KATA PENGANTAR ................................................................................................
DAFTAR ISI ..............................................................................................................
BAB  I.... PENDAHULUAN ......................................................................................
1.1  Latar Belakang .....................................................................................
1.2  Tujuan..................................................................................................

BAB  II... PEMBAHASAN ........................................................................................
2.1  Definisi sarcoma payudara ..................................................................
2.2  Patofisiologi sarcoma payudara...........................................................
2.3  Etiologi sarcoma payudara ....................................................................
2.4  Manifestasi sarcoma payudara ...................................................................
2.5  Penatalaksanaansarcoma payudara .........................................................
BAB  III. TINJAUAN KASUS ..................................................................................
3.1  Gejala Klinis ........................................................................................
3.2  Masalah  ..............................................................................................
3.3  Intervensi ...................................................................................
3.4  Evaluasi ......................................................................................

BAB IV PENUTUP ....................................................................................................
3.1      Kesimpulan  ......................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................
ii


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang .
Keganasan pada payudara telah dikenal sejak beribu tahun yang lalu. Sejarah mencatat bahwakeganasan payudara telah dikenal dari masa Mesir kuno, Yunani, dan Roma sekitar 3000 tahun sebelummasehi. Pembedahan merupakan pengobatan tertua untuk penyakit ini. Meskipun jenis mengalamipasang surut, tetapi sejak awal abad ke 18 mulai berkembang konsep pembedahan yang memberikanharapan yang di perkenalkan oleh seorang ahli bedah Perancis yang bernama Henri Francois le Dran.Kemudian Halsted memperkenalkan teknik pembedahan radikal mastektomi dimana operasi payudarameliputi pengangkatan seluruh payudara, termasuk otot pektoralis mayor dan Kelenjar getah beningaksila. Dan semakin berkembang saat memasuki abad ke 19 dimana telah ditemukan nya X Ray, radiasidan teknik operasi yang semakin baik. Dan pada abad ke 20, didapati bahwa teknik tadi mempunyailokal rekurens yang tinggi dan di temukan bahwa kanker payudara tersebut juga di pengaruhi olehhormon. Sehingga dibutuhkan terapi sistemik untuk menghancurkan penyakit yang jauh untukmemperbaiki hasil klinik. Paradigma baru ini menjadi dasar konservasi payudara, terapi ajuvant sistemik,pengobatan multidisiplinari terintegrasi, dan terakhir, pencegahan kanker payudara.
Dalam keadaan tertentu, suatu sel dapat terjadi perubahan sifat yang mengakibatkan pertumbuhan sel-sel yang abnormal (neoplasma/tumor). Tumor bisa berupa tumor jinak maupun tumor ganas. Sarcoma merupakan tumor ganas (kanker) yang berasal dari jaringan mesodermal. Sarcoma tumbuh secara ekspansif tapi terjadi pula pertumbuhan yang infiltratif ke jaringan sekitarnya. Metastasis berlangsung dengan cara hematogen. Sarcoma dapat terjadi pada semua bagian tubuh tetapi yang sering ialah pada tulang, jaringan subcutis, fascia dan otot. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan pendidikan maka penyakit-penyakit ganas seperti sarcoma dapat dicegah dan diobati. Tapi lebih ditekankan bagaimana mencegah hal tersebut sehingga prevelensi dari kanker ganas dapat diperkecil. 
1.2       Rumusan Masalah
            1.2.1    Apakah definisi/pengertian dari sarcoma payudara?
            1.2.2    Bagaimana Patofisiologi dari sarcoma payudara ?
            1.2.3    Bagaimana manifestasi Klinis dari sarcoma payudara ?
            1.2.4    Bagaimana Penatalaksanaan dari sarcoma payudara ?

1.3       Tujuan
Agar dapat mengetahui apa itu sarcoma payudara serta cara penanganannya agar tidak terkena penyakit tersebut serta cara penanganan dan pengobatan yang tepat agar mendapatkan hasil yang maksimal.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Definisi Sarkoma
Sarkoma adalah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel – sel yang tumbuh terus – menerus secara tidak terbatas / berlebihan (proliferasi), tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh,yang berasal dari jaringan mesodermal (Tjarta, Achmad. 1973). Sarkoma merupakan tumor ganas (kanker) yang berasal dari jaringan mesodermal. Sarcoma tumbuh secara ekspansif tapi terjadi pula pertumbuhan yang infiltratif ke jaringan sekitarnya. Metastasis berlangsung dengan cara hematogen. Sarcoma dapat terjadi pada semua bagian tubuh tetapi yang sering ialah pada tulang, jaringan subcutis, fascia dan otot.
            Sarcoma pada payudara pertama kali dipublikasikan pada tahun 1828 oleh Chelius. Keganasan ini sangat jarang meliputi kurang dai 1 persen dari seluruh keganasan yang terdapat pada payudara. Dari data yangdidapat, di USA angka kejadianya sekitar 17 kasus dari 1 juta wanita. Laporan mengenai sarkomapayudara sangat jarang. Sarkoma payudara terbatas pada tumor yang berasal dari bagian mesenkim yang menyokong stroma inter lobular.
2.2       Patofisiologi Sarkoma
            Sarkoma tumbuh terutama secara ekspansif. Tetapi terjadi pula pertumbuhan yang infiltratif ke jaringan sekitarnya. Sel – sel sarkoma menjalar sepanjang fascia, diantara sel – sel otot, kanal – kanal Havers pada tulang dll. sehingga pada operasi pengeluaran tumor tersebut sering ada yang tertinggal dan menimbulkan residif yang tumbuhnya bahkan lebih cepat daripada tumor induknya.
Penyebaran jauh (metastasis) berlangsung dengan cara hematogen. Hal ini dimungkinkan dengan adanya pembuluh darah yang banyak dan berdinding tipis. Anaksebar mula – mula terbentuk pada paru – paru, walaupun demikian kadang – kadang sel tumor dapat melalui paru – paru dan membentuk anaksebar pada alat – alat tubuh yang lain. Penyebaran jauh dengan cara limfogen sangat jarang, hanya terjadi pada kira – kira 5 – 10% dari penderita sarkoma. Sarkoma dapat terjadi pada semua bagian tubuh tetapi yang sering ialah pada tulang, jaringan subcutis, fascia dan otot.
2.3       Etiologi Sarcoma
            Etiologi sarkoma jaringan lunak belum jelas hingga kini, tetapi relatif berkaitaan erat dengan beberapa faktor berikut:
•Faktor kimia
Survey epidemiologi sudah menemukan kontak jangka panjang dengan zat kimiatertentu, seperti vinil klorida dan dietilstilbesterol, membuat kejadian sarkoma jaringan lunak lebih tinggi dari kelompok orang normal.

•Paparan radiasi
Terapi radiasi eksternal meningkatkan risiko sarkoma jaringan lunak. Pasien yangmenerima terapi tersebut ( pasien dengan kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, testis, dan system limfatik) memiliki risiko 8-50 kali lebih tinggi untuk mengalami sarkoma jaringan lunak.

•Genetik 
Beberapa onkogen yang berkaitan dengan sarkoma jaringan lunak diantaranyaMDM2, N-myc, C-erbB2. Analisis sitogenik dari sarkoma jaringan lunak mengidentifikasi adanya translokasi kromosom yang berhubungan dengan subtypehistologi.

Inaktivasi gen supresor tumor (antionkogen) dapat terjadi secara herediter, misalnya 2gen yang berhubungan dengan sarkoma jaringan lunak adalah retinoblastoma gensupresor tumor dan p53. Sedangkan neurofibromatosis tipe I yang dikenal jugasebagai penyakit von Recklinghausen, disebabkan karena adanya variasi mutasi NF-1(gen supresor tumor pada kromosom 17).Para ahli bedah baik di dalam maupun luar negeri umumnya berpendapat bahwa etiologisarkoma jaringan lunak tidak berdiri sendiri, dalam mekanisme akhirnya berefek salingsilang, saling memacu, saling mempengaruhi
2.4       Manifestasi Klinik
Biasanya, sarkoma payudara memberikan gejala berupa massa yang meliputi hampir seluruh payudarayang tidak nyeri dan mobil. Punya riwayat benjolan yang awalnya kecil kemudian membesar dengansangat cepat. Kadang-kadang mengenai kulit dan puting walaupun sangat jarang dilaporkan.Pembesaran kelenjar getah bening di aksila kadang di dapati, tetapi pada pemeriksaan hitopatologisangat jarang ditemukan adanya metastase. Umur yang sering dikenai berdasarkan laporan adalah padakisaran 44 sampai 55 tahun. Pada mammografi, jenis lesi ditemukan massa berdensitas yang melingkar,kadang-kadang ditemukan pula osseus trabecula pada jenis osteogenic sarcoma.
2.5       Klasifikasi Sarkoma
Sarkoma dapat dinamai secara sitologik atau secara histologik. Pembagian secara sitologik berdasarkan bentuk selnya, maka sarkoma dibagi atas :
1. Sarkoma SEL BULAT, bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk bulat.
2.  Sarkoma SEL KUMPARAN, bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk kumparan.
3.   Sarkoma SEL CAMPURAN bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk bulat dan kumparan.
4. Sarkoma SEL DATIA, bila sebagian besar terdiri atas sel datia.

            Pembagian secara histologik berdasarkan asal jaringannya. Yang berasal dari jaringan ikat disebut fibrosarcoma, dari jaringan tulang disebut osteogenic sarcoma. Dari tulang rawan disebut chondrosarcoma. Pembagian ini lebih memuaskan. Tetapi pada keadaan tertentu, yaitu pada sarkoma yang berdiferensiasi sangat buruk, tidak mungkin lagi dapat ditentukan jenis atau asal selnya.

2.4       Penatalaksanaan dan Pengobatan

Penatalaksanaan tergantung dari diagnosa spesifik dan stadium sarkoma jaringan lunak,tujuannya untuk mengeliminasi tumor primer dan metastasisnya



1.      PEMBEDAHAN
Tipe reseksi bedah ditentukan oleh lokasi tumor, ukuran tumor, kedalaman invasi, danketerlibatan struktur sekitar, kebutuhan untuk skin graft, atau kemampuan rekonstruksi jaringan, kondisi pasien.
Untuk sarkoma pada ekstremitas, harus menggunakan pendekatan multidisiplin,termasuk penggunaan reseksi dengan margin negative ditambah dengan radioterapi yangmenghasilkan angka control hingga 90%. Sarkoma jaringan lunak memiliki pseudokapsul, penting untuk tak memotongnya karena berhubungan dengan rekurensi. Lokal kontrol darisarkoma jaringan lunak memerlukan reseksi dengan tepi dari jaringan normal. Untuk sarkomatingkat rendah (selain epiteloid) seminimal mungkin memiliki tepi yang bersih dari sarkomasebanyak 1 cm. Sedangkan untuk, tingkat tinggi, jarak yang diperlukan adalah 4 cm. Untuk tumor yang berada dibagian tengah otot, tujuan dapat dicapai dengan membuang ataumengangkat seluruh bagian dari origo hingga insersio, yang mana menyebabkan morbiditasfungsi dan kosmetik. 3% dari sarkoma jaringan lunak pada ekstremitas terjadi pada bagianyang dalam dan hanya setengahnya yang bias diterapi dengan reseksi bagian tersebut atau miektomi primer.
Pengelolaan sarkoma jaringan luunak di daerah ekstremitas sedapat mungkin haruslahdengan tindakan “limb-sparing operation ” dengan atau tanpa terapi ajuvan (radiasi ataukemoterapi). Tindakan amputasi harus ditempatkan sebagai pilihan terakhir. Pada pasiendengan tumor yang tak dapat direseksi dengan prosedur limb-sparing dan penyelamatanfungsi < 5%, amputasi merupakan pilihannya. . Untuk sarkoma tingkat tinggi pada kaki,amputasi di bawah lutut dibutuhkan, sedangkan pada panggul dilakukan hemipelvitomi
2.      RADIOTERAPI
Radioterapi digunalan untuk terapi primer untuk mencegah kekambuhan sarkoma danmengurangi efek dari operasi definitive.External Beam Radiation Therapy (EBRT) merupakan radiasi yang paling seringdigunakan saat lebih mudah digunakan dibandingkan dengan brachytherapy (implantasiradioaktif yang bersifat sementara di dasar tumor). Keduanya menunjukkan penurunan resikokekambuhan, tapi ERBT meingkatkan control lokal dari sarkoma tingkat rendah.

 
 Tumor dengan ukuran kecil (≤ 5 cm) tidak berhubungan dengan kekambuhansehingga radioterapi tidak terlalu diperlukan Batas radiasi yang standar adalah 5-7 cm.Radioterapi preoperasi menggunakan dosis 50 Gy diberikan dalam 25 fraksi. Rencanaradioterapi post operatif didasarkan oleh tingkat tumor, penilaian terhadap tepi yang dibedah,dan pilihan institusi. Dosis post operatif yang digunakan 60-70 Gy.

3.      KEMOTERAPI
·         Ajuvan
Penelitian menunjukkan kemoterapi gagal menunjukkan peningkatankesembuhan pasien. Meta analisis dari 14 penelititan doxorubicin menunjukkan peningkatan free-survival rate, tetapi angka absolut dari semuanya yang dapatmeningkatkan survival hanya 4 %
·         Neoajuvan (preoperative kemoterapi)
Angka rasional penggunaan neoajuvan hanya 30-50% yang berspon terhadapkemoterapi standar. Neoajuvan memperlihatkan onkologis untuk mengidentifikasi pasien yang berspon terhadap kemoterapi. Pendekatan penatalaksaan nya adalahkombinasi kemoterapi sistemik dengan radiosensitisasi, EBRT. Penggunaankemoterapi, radiasi, dan pembedahan , dan rehabilitasi membutuhkan waktu 6-9 bulan
























ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU
DENGAN SARCOMA PAYUDARA

Tanggal pengkajian  : 25 maret 2009                                               pukul  :10.00 WIB

A.  DATA SUBYEKTIF
1.   BIODATA
Nama Ibu                : Ny. Dewi                                              Nama suami                  : Tn. Yanto
Umur                        : 52 thn                                                    Umur                               : 52 th
Suku / bangsa        : Indonesia                                            Suku / bangsa               : Indonesia
Agama                    : Islam                                                        Agama                             :Islam
Pendidikan             : SMP                                                       Pendidikan                    :SMP
Pekerjaan               : IRT                                                          Pekerjaan                      : Swasta
Alamat                      : Lr.Lebak Rt.09 No.223
                                      Ll lir palembang

 ll.  KELUHAN UTAMA       : Pada tanggal 25 maret 2009 jam 10.00 Wib, ibu dating kerumah sakit 
mengeluhkan terdapat benjolan pada payudara yang bisa digerakkan

lll . DATA KEBIDANAN
   a.  Haid
Ibu tidak haid lagi sejak 6 tahun yang lalu
b.  Status Perkawinan
Kawin                                 : ya
Usia kawin pertama     : 25 th
Lamanya perkawinan  : 27 th
c.   Riwayat Kehamilan ,Persalinan,Nifas dan Anak yang lalu
no
 Tgl partus
Tempat
partus
Umur
kehamilan
Jenis persalinan
penolong
penyulit
Keadaan
nifas           anak
ket
1



2
19/04/83



21-08-1987
BPS



BPS
Aterm



Aterm
Spontan



Spontan
Bidan



Spontan
  -



-
Baik



Baik
 Baik



Baik
Jk : laki-laki
PB: 49 cm
BB:3000 gr

jk: laki-laki
PB:50 cm
BB: 2800 gr











B.  DATA OBYEKTIF
1.  Pemeriksaan Fisik
Kesadaran       : Composmentis                                         Temp                     : 37,5
TD                       : 120/70 mmHg                                            TB                           : 155 cm
Nadi                  : 80 x/mnt                                                       BB                          : 72 kg
RR                      : 24 x/mnt                                                       Lila                        : 30 cm
2.  Pemeriksaan Obstretri
A.  Inspeksi
1.   Kepala
Rambut                                                          : Bersih, tidak ada ketombe
Muka                                                              :  Ada cloasmagravidarum
Mata                                                               : Konjungtiva merah muda, sklera putih
Mulut/ gigi                                                  : Tidak ada caries,terdapat sariawan
2. Leher
Kelenjar tiroid                                          : Tidak ada pembekakan
Tumor                                                          : Tidak ada
    3.  Payudara
Asimetris, terdapat benjolan yidak nyeri, bisa digerakan (mobil), kulit tertarik, terdapat pembekakan pada kelenjar ketiak
4.  Abdomen
Tidak ada luka bekas operasi,tidak kembung.
5.  Genetalia
Tidak ada condiloma akuminata,tidak ada pembesaran kelenjar bartholini, tidak keputihan.

ll.  Pemeriksaan Laboratorium
1. Darah
HB                                   : 12 gr%
Golongan darah        : A
2.  Urine
Protein                         : (-)
Glukosa                        : (-)
3.  Pemeriksaan Penunjang
- Biopsi
- mammografi
-histpatologik

B.  ASSESMENT
Diagnosa                                                : Ibu menopause dengan sarcoma payudara
Masalah                                                 : Ibu merasa cemas dengan keadaannya
Kebutuhan                                           : Informasi tentang keadaan ibu saat ini
Informasi tentang istirahat yang cukup
Informasi tentang kunjungan ulang

Diagnosa potensial                           : kanker payudara
Tindakan segera                                : Kolaborasi dengan dokter spesialis tumor dan bedah
 untuk tindakan pengangkatan payudara jika terjadi keganasan.



C. PLANNING
1.   Info tentang keadaan ibu
- Memberitahu keadaan ibu dengan hasil pemeriksaan bahwa ibu menderita tumor payudara yang bisa berangsur-angsur menjadi kanker payudara yang ganas.
- Memberikan infomed Consent dan Informed Choise untuk mengambil keputusan lebih lanjut
2.  Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
    menganjurkan pada ibu supaya jangan bekerja keras dan istirahat yang cukup supaya ibu tidak merasa lelah.
3. anjurkan ibu untuk kontrol ulang




D.  EVALUASI
- Ibu mengerti apa yang dijelaskan oleh dokter.
- Ibu mau melaksanakan apa yang dianjurkan oleh dokter
- Ibu mau dirawat inap dirumah sakit untuk tindakan lebih lanjut

Tanggal :........ Jam :.......
S        : Ibu mengatakan dan mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan akan   
pergi ke poli bedah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
O       : Ibu dapat mengulang kembali penjelasan yang diberikan
Ibu kooperatif dan banyak bertanya tentang keadaannya
K/U             : cukup                                                      RR               : 24 X/mnt
TD               : 110/70 mmHg                                       S                  : 37,5
N                 : 80 X/mnt

Pemeriksaan penunjang :
- biopsi
- mammografi
- hispatologik
A        : Ibu P...dengan sarcoma payudara
P        :  - Lakukan kolaborasi dengan dokter bedah untuk tindakan lebih lanjut
   
BAB IV
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Sarkoma adalah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel – sel yang tumbuh terus – menerus secara tidak terbatas / berlebihan (proliferasi), tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh,yang berasal dari jaringan mesodermal.
Sarkoma tumbuh terutama secara ekspansif. Tetapi terjadi pula pertumbuhan yang infiltratif ke jaringan sekitarnya. Sel – sel sarkoma menjalar sepanjang fascia, diantara sel – sel otot, kanal – kanal Havers pada tulang dll. sehingga pada operasi pengeluaran tumor tersebut sering ada yang tertinggal dan menimbulkan residif yang tumbuhnya bahkan lebih cepat daripada tumor induknya.

B.       SARAN
Kami yakin dalam penyusunan makalah ini belum begitu sempurna karena kami dalam tahap belajar, maka dari itu kami berharap bagi kawan-kawan semua bisa memberi saran dan usul serta kritikan yang baik dan membangun sehingga makalah ini menjadi sederhana dan bermanfaat dan apabila ada kesalahan dan kejanggalan kami mohon maaf karena kami hanyalah hamba yang memiliki ilmu dan kemampuan yang terbatas.










DAFTAR PUSTAKA

Prawiroharjo, Sarwono. 1995. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo




























SOAL DAN JAWAbaN

1. Pengertian darin Sarkoma adalah
          kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel – sel yang tumbuh terus – menerus secara tidak terbatas / berlebihan (proliferasi), tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh,yang berasal dari jaringan mesodermal
          fibro adenoma yang tumbuh meliputi seluruh mamae, ada kalanya bertambah besar, hampir tidak tergendong oleh penderita
         Neoplasma ganas yang timbul dari korion embrional dimana kedua lapisan epitel trofoblas terlibat
         Pemeriksaan sitologik epitel porsio dan endoservik uteri untuk penetuan adanya perubahan praganas maupun ganas di porsio atau serviks uteri
         Salah semua
Jawabannya (a)
2. Pada umur berapa yang sering terkena sarkoma menurut laporan
         33 - 43
         40 – 45
         50 – 55
         44 – 55
Jawaban (4)
3. Sarkoma adalah …
         Tumor ganas
         Kanker
         Kumpulan sel yang abnormal tak terbatas
         Kumpulan jaringan subcutis
         Kumpulan subcutis dan mesenkim.
4. Metastasis sarcoma berlangsung  dengan cara …
         Homogen
         Heterogen
         Eksogen
         Endogen
         Hematogen
5. Sarkoma dapat terjadi pada bagian tubuh….
         Pada tulang, jaringan subcutis ,fascia dan otot
         Jaringan subcutis, jaringan mesenkim, otot dan gusi
         Jaringan subcutis, otot, tulang dan paru-paru
         Pembuluh darah, jaringan subcutis, jaringan mesenkim, dan paru-paru
         Jaringan subcutis, tulang, gusi, dan mesenkim
6. Sarcoma pada payudara dipublikasikan pada tahun…
         1868
         1876
         1768
         1828
         1628
7. Bahan – bahan yang dapat menyebabkan terbentuknya kanker disebut karsinogen. Menurut jenisnya karsinogen dapat berupa :
1. bahan kimia
2. virus
3. karsinogen fisik
4. tumbuhan
Jawabannya   (1,2,3) (A)

8. Sarkoma dapat dinamai secara sitologik atau secara histologik. Pembagian secara sitologik berdasarkan bentuk selnya, sarkoma dibagi atas :
1. Sarkoma SEL BULAT, bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk bulat.
2. Sarkoma SEL KUMPARAN, bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk kumparan.
3. Sarkoma SEL CAMPURAN bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk bulat dan kumparan.
4. Sarkoma SEL DATIA, bila sebagian besar terdiri atas sel datia.
Jawabannya (1,2,3 dan 4) (E)

9. Sarcoma histology berdasarkan jaringannya adalah
1.jaringan ikat disebut fibrosarcoma,
2. jaringan tulang disebut osteogenic sarcoma.
3. Dari tulang    rawan disebut chondrosarcoma.
Jawabannya(1,2,3) (A)
10. Sebutkan pencegahan dari kanker:
         Hindari makanan yang berlemak tinggi
         Hindari asap rokok atau berhentilah merokok
         Hindari berKB dengan penggunaan hormon sintesis dalam jangka waktu lama.
         Rutin mengkonsumsi vitamin A, C, E, B kompleks dan suplemen yang bersifat antioksidan dan peningkat daya tahan tubuh.
         Jawaban a,b,c dan d benar semua atau salah semua
Jawaban  (e)
11. Sebutkan Peran bidan dalam menengani pasien menderita sarkoma yaitu…….
1. Bidan dapat memberikan KIE pada klien tentang penyakitnya
2. Bidan dapat memberikan motivasi pada klien
3. Bidan dapat melakukan rujukan ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi
4. Bidan dapat melakukan kolaborasi dengan dokter SPOG
Jawaban (e)
12.  Sebutkan Obat – obat anti kanker yang sangat efektif oleh KARNOFSKY dibagi atas 5 golongan :
1). Alkylating agent
2). Antimetabolit
3). Hormon
4). Antibiotik
Jawban (e)
 14.Penyebab dari terjadinya sarkoma payudara antara lain, (kecuali):
a.faktor kimia
b.paparan radiasi
c. genetik
d.pola hidup
jawaban D
 15.gejala-gejala yang muncul pada penderita sarcoma payudara adalah:
a.terdapat massa diseluruh payudara tidak nyeri dan mobil
b. nyeri hebat pada payudara
c. terdapat kemerahan,dan bengkak pada payudara
d.payudara terasa gatal dan terdapat lesi.
jawaban A
16.sarkoma dapat ditangani dengan tindakan apa,kecuali:
a. pembedahan
b.radioterapi
c.CT-scan
d. kemoterapi
jawaban C
17. berapakah dosis yang diberikan pada post operatif dalam radioterapi?
 a. 80-90 Gy
b. 60-70 Gy
c.40-50 Gy
d. 30-40 Gy
jawaban B
18. pada pembedahan sarkoma terdapat tipe reseksi bedah yang ditentukan antara lain (kecuali):
a. lokasi tumor
b. ukuran tumor
c. jenis tumor
d.kedalaman tumor
e.umur pasien
jawaban E
19. sebutkan 2 gen yang berhubungan dengan sarkoma jaringan lunak:
a. retino blastoma gensupresor tumor dan p53
b. retino blastoma dan p52
c. gen supresor tumor pada kromosom 17
d. neurofibromatosis tipe 1
jawaban A
20. resiko sarkoma jaringan lunak dapat meningkat apabila dilakukan terapi;
a.terapi radiasi internal
b.terapi radiasi eksternal
c.terapi CT-scan
d. kemoterapi
jawaban B





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar