Info Kesehatan

healhty

Kamis, 01 November 2012

PERBEDAAN SEL EUKARIOT DAN SEL PROKARIOT



 TUGAS TERSTRUKTUR BIOKIMIA “HORMON”
“PERBEDAAN SEL EUKARIOT DAN SEL PROKARIOT”


1.     PENGERTAN HORMON
¤     Hormon adalah molekul yang berfungsi sebagai suatu pesan dalam organisme.
¤     Hormon merupakan molekul komunikasi antara sel dengan kelompok sel lainnya.
¤     Hormon adalah suatu zat yang berperan untuk  merangsang proses pertumbuhan.
¤     Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelanjar endokrin, yang masuk kedalam peredaran darah untuk mempengaruhi jaringan secara spesifik.
¤     Hormon adalah getah yang dihasilkan oleh suatu kelenjar dan langsung diedarkan oleh darah. Kelenjar tersebut adalah kelenjar buntu atau kelenjar endokrin.

2.     FUNGSI DAN PERAN HORMON
¤     Hormon berfungsi untuk mengontrol laju reaksi enzimatik, ion bahkan molekul yang melewati membral sel,
¤     Hormon berperan dalam perubahan permeabilitas membran plasma, merangsang sintesis protein, merangsang aktifitas baik secara refleks maupun secara normal dan hormon juga dapat merangsang mitosis.

3.     KLASIFIKASI HORMON
A.   Berdasarkan Struktur Hormon :
-         Peptidas and proteins
-         Derivate asam amino
-         Steroids
-         Dervate asam lemak (Eicosanoids)
-         Gas (NO,CO)
B.    Berdasarkan Mekanisme Kerjanya :
a.       Hormon yang berikatan pada reseptor intrasel :
Misalnya : Androgen, Kalsitrol (1.25[OH]2-D3), Estrogen, Glukokortikoid, Progestin, Asam retinoat, serta T3 dan T4
b.       Hormon yang berkaitan pada reseptor permukaan sel :
a.       Second messengernya ; cAMP
Misalnya : Katekolamin, ACTH, Angiotensin II, ADH, Kalsitonin, hCG, CRH, FSH, Glukagon, Lipotropin, LH, Sematostatin.
b.       Second messengernya berupa cGMP
Misalnya : Faktor natriuretik atrial (ANF), Nitrat Oksida (NO)
c.       Second messengernya berupa kalsium atau fosfatidilinositol :
Misalnya : Asetilkolin (muskarinik), Angiotensin II, ADH, Vasepresin, Gastrin, Oksitosin,Subtansi P, TRH.
d.       Second messengernya berupa kinase atau lintasan fosfat :
Misalnya : Chorionic soatomammotropin (CS), Faktor Pertumbuhan Epidermal (EGF), Eritropoietin, Faktor Pertumbuhan Fibroblas (FGF), GH, Insulin, Faktor Pertumbuhan Saraf (NGF), Prolaktin.
c.    Berdasarkan Kelarutan Hormon :
a.       Hormon larut di dalam lemak :
-   Berupa hormon steroid
-   Merupakan derivate kolesterol
-   Berdifusi melalui membran sel
-   Organ endokrin : kortks adrenal, ovarium, testis, plasenta
b.       Hormon larut di air :
-   Berupa hormon non steroid
-   Diterima oleh reseptor di luar membran sel
-  Organ endokrin : kelenjar koloid, kelenjar paratiroid, medulla adrenal, kelenjar    pituitary, pankreas.
Tabel I.I. Perbedaan umum kelompok homon

Grup I
Grup II
Tipe
Steroid, yodotironin,
Kalsitrol, retinoid
Polipeptida, protein,
Glikoprotein, katekolamin
Solubilitas
Lipofilik
Hidropilik
Protein pengangkut
Ada
Tidak ada
Usia paruh plasma
Panjang (jam sampai berhari)
Pendek (menit)
Reseptor
Intraseluler, mempengaruhi
Ekspresi gen
Membran Plasma
Mediator
Kompleks reseptor-hormon
cAMP, cGMP, Ca
metabolit kompleks
fosfoinositol, lintasan kinase

4.     MEKANISME KERJA HORMON
a.       Mekanisme kerja hormon melalui “ second Messenger cAMP “ :
1.      Hormon berikatan pada reseptronya, yang kemudian berkaitan pada sebuah protein G.
2.      Protein G kemudian teraktivasi ketika berkaitan dengan GTP menggantikan GDP.
3.      Protein G yang terktivasi, mengaktifkan enzim efektor berupa adenilat siklase.
4.      Adenilat siklase menghasilkan cAMP (second messenger) dari ATP.
5.      cAMP mengaktivkan protein kinase, yang kemudian menyebabkan efek seluler.
b.       Mekanisme kerja hormon melalui PIP-calcium :
1.      Hormon berkaitan dengan reseptor dan mangaktifkan protein G.
2.      Protein G berkaitan dan mengaktifkan enzim fosfolipase.
3.      Fosfolipase tersebut memecah fosfolipid PP2 menjadi diacylglycerol (DAG) dan Inositol Trifosfat (IP) dan keduanya bekerja sebagai second messengers.
4.      DAG mengaktifkan protein kinase, IP3 memacu pelepasan simpanan Ca­­++.
5.      Ion Ca++ sebagai third messenger merubah respon seluler.
c.       Mekanisme kerja hormn reproduksi :
1.      Hormon steroid dan hormon tiroid berdifusi secara mudah kedalam sel targetnya.
2.      Ketika berada di dalam, hormon berkaitan dan mengaktivasi reseptor intraseluler.
3.      Komplek hormon-reseptor berpindah ke dalam inti dan berkaitan pada protein reseptor di dalam DNA (hormon recognition elements=HREs).
4.      Interkasi tersebut menyebabkan terjadi transkripsi DNA membentuk mRNA.
5.      mRNA diterjemahkan ke dalam protein, yang membawa efek seluler untuk menjawab isi pesan yang dibawa oleh hormon.












PERBEDAAN ANTAR SEL EUKARIOT dan SEL PROKARIOT

1.      Pada eukariot transkrip terjadi di inti dan translasinya terjadi di sitoplasma tetapi prosesnya tidak dapat bersamaan. Sedang pada prokariot transkrip dan translasinya dapat terjadi secara bersamaan (simultan).
2.      Pada eukariot mempunyai real nukleus karena materi intinya dilingkupi oleh membran inti, sedangkan pada prokariot tidak memiliki inti yang sebenarnya, karena materi intinya tersebar didalam sitoplasma karena tidak memiliki inti membran.
3.      Pada eukariot memiliki kromosom > 1, sedang prokariot hanya memiliki satu kromosom.
4.      Pada eukariot regulasi sintesis proteinnya lebih kompleks, sedang pada prokariot regulasi sintesis protein lebih sederhana.
5.      Pada eukariot DNA yang dimiliki lebih kompleks, dan lebih banyak mengandung pasangan basa nukleotida, sehingga harus digulung pada protein histon, sedang prokariot memiliki DNA yang lebih sederhana, dan pasangan basa nukleotidanya lebih sedikit.
6.      Pada eukariot memiliki intron dan ekson, sedang prokariot tidak memiliki intron, hanya  ekson.
7.      Pada eukariot proses transkripsinya lebih rumit karena akses RNA polymerase terhadap DNA lebih lama akibat DANA tersebut dikemas secara kompak dengan protein histon, sedang pada prokariot proses transkripsinya terjadi lebih sederhana. 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar