Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 03 November 2012

ASUHAN KEBIDANAN TRIMESTER 1



ASUHAN KEBIDANAN
IBU HAMIL FISIOLOGIS
PD. Ny “A” G2P1OO1, UK 17 MINGGU
DI BPS. Ny. ISNAH MUJAYATI
DS. WARU WETAN- PUCUK- LAMONGAN



















                                            DAFTAR ISI            

Halaman Judul……………. ……………………………………………….. …                                                                                                         
Lembar Pengesahan…………………………………………………………….
Kata Pengantar………………………………………………………………….
Daftar Isi………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………
  1. Latar Belakang………………………………………………………….
  2. Tujuan…………………………………………………………………..
  3. Metode Pembahasan……………………………………………………
  4. Sistematika Penulisan…………………………………………………...
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………..
  1. Pengertian………………………………………………………………
  2. Perubahan Anotomi dan Fisiologi Pada Wanita Hamil…………………
  3. Diagnosa kehamilan…………………………………………..………...
  4. Diagnosis banding Kehamilan……………….…………………………
  5. Ketidaknyamanan pada ibu hamil……………………………………….
  6. Pengertian ANC…………………………………………………………
  7. Kemampuan dan Pengetahuan ibu……………………………………….
BAB III  TEORI ASUHAN KEBIDANAN……..................................................
BAB IV  TINJAUAN KASUS…………………………………………………..
  1. Pengkajian ………………………………………………………………
  2. Interprestasi Data Dasar …………………………………………………
  3. Antisipasi Masalah Potensial …………….……………………………..
  4. Identifikasi Kebutuhan Segera …………………………………………..
  5. Interfensi…………………………………………………………………
  6. Implementasi …………………………………………………………….
  7. Evaluasi ………………………………………………………………….
BAB V PENUTUP……………………………………………………………...
  1. Kesimpulan………………………………………………………………
  2. Saran……………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA





                                                               BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Kehamilan merupakan proses pembuahan antara sperma dan sel telur yang membentuk zigot sampai terbentuknya janin yang aterm. Dalam kehamilan seluruh system genitalia wanita mengalami perubahan yang dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Nutrisi janin berasal dari plasenta, plasenta dalam perkembanganya mengeluarkan hormon somatomammotropin, estrogen dan progesteron yang menyebabkan perubahan pada rahim ( uterus ), vagina ( liang senggama ), ovarium, payudara, sirkulasi darah ibu, kandung kemih, serta terjadi perubahan berat- badanya dan emosionalnya.
Kunjungan Prenatal secara ideal dimulai segera setelah pertama kali terlambat menstruasi yang berfungsi untuk mendeteksi keadaan janin.
Bidan Sebagai petugas kehamilan dan kesehatan harus memahami tentang masa kehamilan.
B.     Tujuan
  • Tujuan Umum
Setelah mempelajari tentang Asuhan Kebidanan hamil fisologis pd Ny “H”
GI POOOO, UK 11 Minggu T/H/1U. KU Ibu dan Janin baik, diharapkan mahasiswa mendapatkan  pengalaman yang nyata dalam memberikan Asuhan Kebidanan yang sesuai dengan standard
  • Tujuan Khusus
Untuk mengetahui pengertian kehamilan normal
Untuk mengetahui perubahan anatomi dan Fisiologis pada wanita hamil
Untuk mengetahui diagnosa kehamilan normal
Untuk mengetahui Diferensial  Diagnosa Kehamilan

C.    Metode Pembelajaran
Makalah ini disusun dengan cara praktek kerja lapangan, studi kasus, konsultasi dengan pembimbing akademik dan pembimbing ruangan (BPS), serta studi pustaka



D.    Sistematika Penulisan
Dalam makalah ini disusun sebagai berikut :
BAB I     : PENDAHULUAN
BAB II   : TINJAUAN PUSTAKA
BAB III  : TINJAUAN KASUS
BAB IV  : PEMBAHASAN
BAB V   : PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA





























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian
Fertilisasi dapat terjadi bila terjadi pertemuan dan persenyawaan antar sel telur (ovum) dan sel sperma mani pada saat terjadi ovulasi (permatangan sel telur), sel telur dapat dibuahi hanya beberapa jam setelah ovulasi, sedangkan mani sperma dalam badan wanita masih kuat membuahi selama 1-3 hari.

B.     Perubahan Anatomi dan Fisiologi Pada Ibu Hamil
Pada wanita terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita khususnya pada alat genitalia ekstena dan interna dan payudara dalam hal ini hormon somatomamotropin estrogen dan prosesteron mempunyai peranan penting terhadap perubahan anotomik dan fisiologis wanita hamil perubahan tersebut antara lain:
1.      Uterus
Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama karena pengaruh estrosen dan prosesteron yang semakin meningkat, pembesaran ini pada dasarnya di sebabkan oleh hipertropi otot polos uterus, selain itu serabut kolagen yang ada pada uterus menjadi hiroskopik.( Dr. Rustam, 1998, hal 35 )
Kaitan TFU dengan umur kehamilan :
    • Sebelum bulan ke II fundus uteri belum dapat di raba dari luar
    • Akhir bulan ke III (12 Minggu) Tfu 1-2 jari diatas simpisis
    • Akhir bulan IV (16 Minggu) pertengahan antara simpisis dan pusat.
    • Akhir bulan V (20 Minggu) 3 Jari dibawah pusat 20cm
    • Akhir bulan VI (24 Minggu) setinggi pusat 23 cm
    • Akhir bulan VII (28 Minggu) 3 Jari diatas pusat 26 cm.
    • Akhir bulan VIII (32 Minggu) pertengahan Px-pusat 30 cm.
    • Akhir bulan IX (36 Minggu) 3 Jari dibawah pusat 33 cm
    • Akhir bulan X (40 Minggu) pertengahan Px-Pusat
2.      Servik Uteri
Servik uteri pada kehamilan mengalami perubahan karena hormon estrogen, akibat dari pengaruh kadar ekstrogen yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi servik menjadi lunak. Pada saat partus servik membuka dengan mengikuti tarikan-tarikan korpus uteri kearah atas dan tekanan bagian bawah janin kebawah.
Servik bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak ( soft ) disebut tanda goodell. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus.Karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah warnanya menjadi livid, dan ini disebut tanda Chadwick. ( Dr. Rustam, 1998, hal 36 )
3.      Vagina dan vulva
Akibat adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (Livide) tanda ini disebut tanda cadwik, warna porsio pun tampak livide pembuluh darah, alat genitalia interna akan meningkat hal ini disebabkan karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genitalia tersebut meningkat.
( Dr. Rustam, 1998, hal 36 )
4.      Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada kehamilan + 6 Minggu. Korpus luteum graviditatis berdiameter 3 cm, kemudian ia mengecil setelah plasenta terbentuk, korpus luteum mengeluarkan hormone estrogen dan prosesteron, tetapi setelah plasenta terbentuk fungsinya diambil alih oleh plasenta.(Dr.Rustam, 1998, hal 36 )
5.      Mammae
Payudara akan membesar dan tegak karena dipengaruhi hormon sammatomammotropin, estrogen dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan air susu .Estrogen menimbulkan hipertropi system saluran, sedangkan progesterone menambah sel-sel asinus pada mammae.
Selain kehamilan, payudarah bertambah besar, tegang dan berat. Dapat teraba noduli-noduli akibat hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan vena-vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola peyudara. Kalau di peras keluar air susu jolong ( kolostrum ) berwana kuning. (Dr.Rustam, 1998, hal 40 ).  
6.      Sirkulasi Darah
          Sirkulasi darah ibu pada saat hamil dipengarui oleh adanya sirkulasi darah ke plasenta,uterus, mammae, dan alat yang berfungsi secara berlebih selama kehamilan
Eritroposis dalam kehamilan juga meningkat untuk memenuhi keperluan transport zat asam yang sangat dibutuhkan dalam kehamilan, meskipun ada peningkatan eritrosit secara keseluruhan, tetapi penambahan volume plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi hemoglobin dalam darah menjadi lebih mudah.
7.      Respirasi
Seorang wanita hamil tidak jarang mengeluh nafas sesak dan nafas pendek, hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu, keatas yang disebabkan karena otot uterus tertekan oleh uterus yang membesar ke arah diafragma. Sehingga diafragma  kurang leluasa bergerak untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20% wanita selalu bernafas lebih dalam dan bagian bawah toraknya juga melebar.
Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan pendek nafas. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Kapasitas vital paru meningkat sadikit selama hamil.Seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam. Yang lebih menonjol adalah pernafasan dada ( Dr. Rustam, 1998, hal 38 )
8.      Traktus Urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kadang-kadang ibu hamil mengeluh sering kencing, hal ini disebabkan kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Keadaan ini akan hilang dengan sendirinya bila uterus gradius keluar di rongga panggul. Pada akhir kehamilan bila kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kemih mulai tertekan.
9.      Kulit / Integumen
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Melanophone Stimulating Hormon (MSH) yang meningkat. MSH ini adalah salah satu hormone yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis kadang-kadang terdapat pigmen pada dahi, pipi dan hidung yang dikenal sebagai Cloasma Gravidarum. ( Dr. Rustam, 1998, hal 38 )
10.  Metabolisme
Pada wanita hamil BMR meninggi, system endokrin yang meningkat dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya (glanduk tiroidea) BMR meninggkat hingga 15-20 % yang umumnya ditemukan pada TM akhir, kalori yang dibutuhkan untuk itu terutama diperoleh dari pembakaran hidrat arang. khususnya sesudah kehamilan 20 minggu keatas. Akan tetapi bila dibutuhkan dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan tambahan kalori dalam pekerjaan sehari-hari.

C.    Diagnosa kehamilan
Untuk menentukan diagnosa kehamilan maka harus diketahui tanda-tanda kehamilan.Dalam obstetric tanda-tanda kehamilan dibedakan menjadi tiga yaitu tanda-tanda tidak pasti kehamilan dan tanda-tanda pasti kehamilan dan tanda-tanda kemungkinan hamil. ( Dr.Rustam, 1998, hal 43 )
·         Tanda-tanda kemungkinan hamil
1.Perut membesar
2.      Uterus membesar terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan konsistensi                    dari rahim.
3.      Tanda hegar
4.      Tanda Chadwick
5.      Kontraksi-kontraksi  kecil uterus bila di rangsang = Braxton-hicks
6.      Teraba ballotment
7.      Reaksi kehamilan Positif

  • Tanda-tanda tidak pasti kehamilan atau tanda Presumptif
1.      Amonorea
Gejala ini dapat di tentukan pada wanita sehat dengan haid teratur maka amenorea menandakanbahwa wanita tersebut hamil, akan tetapi amenorea juga dapat di sebabkan karena penyakit tertentu seperti: TBC, thypus, dan anemi
2.      Naurea ( enek ) dan Emesis ( muntah ) 
Enek terjadi umumnya pada bulan-bulan pertama kehamilan, di sertai kadang-kadang oleh emesis, sering terjadi pada pagi hari, tetapi pada wanita hamil tidak semuanya mengalami morning sickness
3.      Mengidam
Mengidam sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, akan tetapi menghilang dengan tuanya kehamilan.
4.      Pingsan ( bila berada pada tempat-tempat yang sesak dan padat bisa pingsan )
Di anjurkan untuk tidak pergi ke tempat ramai pada bulan-bulan pertama kehamilan.
5.      Tidak ada selera makan ( anoreksia )
Biasanya terjadi pada kehamilan bulan-bulan pertama atau pada saat sakit.
6.      Sering kencing
Terjadi karena penekanan kandung kemih oleh uterus pada trimester awal dan pada trimester akhir  di sebabkan karena penekanan kandung kemih oleh kepala janin tetapi dapat juga terjadi pada penyakit tertentu seperti DM
7.      Hiperpigmentasi
Terjadi pada kehamilan 12 minggu ke atas pada pipi, hidung, dan dahi. Kadang-kadang tampak deposit pigmen yang berlebihan di kenal sebagai kloasma gravidarum.
8.      Epulis
Hipertrofi papila ginggivae, sering terjadi pada trimester pertama.

9.      Varises
Sering di jumpai pada trimester akhir. Di dapat pada daerah genetalia eksterna, fosse popilitea kaki dan betis. Pada multigravida kadang-kadang varises di temukan pada kehamilan yang terdahulu, timbul kembali pada trimester pertama..
  • Tanda-tanda pasti kehamilan
1.      Mendengar BJ anak
2.      Melihat, meraba atau mendengar pergerakan anak oleh pemeriksa
3.      Melihat rangka janin dengan USG

D.     Diagnosis banding Kehamilan
1.      Pseudosiesis, teradapat omenorea, perut membesar, tetapi tanda-tanda kehamilan lain dan reaksi kehamilan negatif. Uterus membeasr biasa,wanita tersebut mengaku dirinya hamil, tetapi sebenarnya tidak hamil, hal ini biasanya terjadi pada wanita yang ingin sekali hamil
2.      Kistoma avari’i, mungkin ada ameneorea. Perut penderita makin besar tetapi uterusnya sebesar biasa
3.      Mioma uteri , dapat terjadi amenorea perut penderita semakin besar, uterusnya seperti tanda  braxton hichs dan reaksi kehamilan negatif.
4.      Vesika urinaria dengan reaksi urin uterus besarnya biasa, tanda-tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif. ( Dr. Rustam, 1998, hal 45 )
E.     Ketidaknyamanan Pada Ibu hamil
1.      Perubahan nafsu makan, sering terjadi pada TM 1
                   Pada ibu hamil yang pada TM 1 sering mengalami perubahan nafsu makan, yakni nafsu makan semakin menurun dan tidak ada nafsu makan sedikitpun.
o   Penyebabnya:
      Peningkatan keasaman di dalam mulut atau peningkatan asupan zat pati, yang menstimulasi kelenjar saliva pada wanita yang rentan mengalami sekresi berlabih, keadaan ini di sebut ptialisme ( salivasi berlebihan ). Kondisi mereka berlangsung terus menerus dan menjadi suatu siklus karena bukan saja saliva yang berlebih ini membuat rasa mual semakin kuat.
o   Cara mengatasinya:
- makan biskuit atau roti dengan frekwensi sedikit-sedikit tapi sering.
                     - minum- minuman yang hangat misalnya the hangat.
                     - hindari makanan-makanan yang berbumbu merangsang.
 2.   Rasa mual dan muntah( Nausea ), Sering terjadi pada TM I
       Rasa mual dan muntah sering pada pagi, siang dan sore hari, bahkan     sepanjang hari. Nausea lebih kerap terjadi pada saat perut kosong sehingga lebih para di pagi hari.
o   Penyebabnya:
1.                        Perubahan hormon selama kehamilan
2.                        Kadar gula darah yang rendah
3.                        Lambung yang terlalu penuh
4.                        Peristaltik yang lambat
5.                        dan faktor-faktor emosi yang lain.
o   Cara mengatasinya:
1.  Makan porsi kecil tapi sering
2.  Makan biskuit atau roti kering sebelum beranjak ke tempat tidur di   pagi hari.
3.  Jangan menyikat gigi segera setelah makan untuk menghindari     stimulasi reflek.
4.  Hindari makanan yang beraroma kuat atau merangsang.
5.  Batasi lemak dalam diet anda.
6.  Perbanyak istirahat.
7.  Selalu ingat bahwa Nausea kemungkinan besar berakhir pada TM II

3.  Keletihan, Sering terjadi pada TM I
  Keletihan di alami pada TM Pertama, namun alasanya belum da ketahui
o   Penyebab:
               1.  Penurunan drastis laju metabolisme dasar pada awal kehamilan, tetapi  alasan ini terjadi belum jelas.
                   2.  Peningkatan progesteron memiliki efek menyebabkan tidur.
o   Cara mengatasinya:
1.      Meyakinkan kembali wanita tersebut bahwa keletihan adalah hal yang wajar atau normal dan keletihan akan hilang secara spontan pada TM kedua.
2.      Istirahat selama siang hari jika memungkinkan sehingga kelelahanya menghilang.
3.      Latihan ringan misalnya menyapu, berjalan-jalan santai.
4.      Nutrisi yang baik juga dapat membantu mengatasi keletihan.
4.  Konstipasi, yang terjadi pada TM II dan III
    Wanita yang sebelumya tidak mengalami konstipasi dapat mengalaminya pada TM II dan III. Konstipasi diduga akibat terjadi akibat penurunan peristaltik usus, yang di sebabkan relaksasi otot polos pada usus besar.
o   Cara mengatasinya:
    1. Minum air yang banyak
    2. Konsumsi buah atau jus
    3. Minum air hangat, misalnya: air putih, the hangat,
    4. Makan- makanan berserat dan mengandung serat alami misalnya: selada daun seledri, beras merah.
    5. Memiliki pola defekasi yang teratur dan baik.
    6. Lakukan latihan umum, berjalan setiap hari, latihan kontraksi otot abdomen secara teratur.
5.  Sakit kepala, sering terjadi pada TM I
                      Ibu akan mengeluh nyeri sebagai nyeri menetap dan dalam yang menyebar luas dari dasar kepala ke arah dahi. ( Black-burn dan loper,1992 )
o   Penyebabnya:
     1. Dari ketegangan otot
     2. Stress
     3. Perubahan postur
     4. keletihan
                       5. Alkalosis respiratorik ringan.
                        6. Perubahan cairan otak dinamis.
                        7. Kongesti hidung atau ringan.
o   Cara mengatasinya:
1.      Diberi penjelasan bahwa kebanyakan sakit kepala dalam kehamilan  tidak berbahaya.
2.      Tindakan untuk menurunkan ketegangan misalnya: kompres, berendam.
3.      Istirahat di ruangan yang digelapkan.
4.      Minum segelas jus juga dapat membantu.
5.      Asetaminofen 650 sampai 1000 mg PO setiap 6 jam, mungkin digunakan dalam kehamilan.
6.      Sesak nafas ( Disperia ), sering terjadi pada TM II
Ibu merasa seperti tidak dapat mengambil nafas, fenomina ini sering menimbulkan sesak Kehamilan, suatu tarikan nafas dalam yang disengaja untuk mencoba meningkatkan cadangan pernafasan.
o   Penyebabnya:
1.      Akibat hormon progesteron dan peningkatan laju metabolik maternal.
2.      Konsumsi oksigen janin mengakibatkan ibu merasa tidak dapat mengambil nafas.
3.      Tekanan dari pembesaran uterus diafragma selanjutnya memperberat keadaan ini.
o   Cara mengatasinya:
Peregangan lengan di atas kepala dan mengayun lengan dalam gerakan melingkar membantu ekspansi pernafasan. Tanda bahayanya termasuk memburuknya gejala atau nyeri dada harus dilaporkan pada pemberi perawatan dengan segera.
7.      Nyeri punggung, sering terjadi pada TM II dan III
·               Nyeri punggung bagian bawah merupakan masalah otot tulangyang paling sering dilaporkan dalam kehamilan.
o   Penyebabnya:
      Hormon progesteron dan relaksin menyebabkan sendi menjadi lunak, terutama sepanjang kolumna spinal, seperti pada perubahan pusat gravitasi seiring dengan kemajuan kehamilan, umumnya berperan pada keluhan nyeri punggung, nyeri punggung bagian atas berhubungan dengan peningkatan ukuran payudara dan faktor- faktor postural yang sering dihubungkan dengan kondisi pekerjaan.
o   Cara mengatasinya:
1.      Olahraga, meliputi gerakan pelvis.
2.      Berdiri tegap, jangan mengikuti arah berat badan perut.
3.      Memaka sepatu atau sandal yang nyaman dan bertumit rendah.
4.      Rendam atau mandi dengan air hangat.
5.      Tidur dengan meningkatkan relaksasi otot punggung, yaitu tidur miring ke kiri dengan bantal penyangga diantara kaki, kaki kanan tekuk dan bantal di bawah abdomen.
·         Nyeri punggung bagian atas.
o   Penyebabnya:
Dikarenakan meningkatnya ukuran payudara
o   Cara mengatasinya:
1.      Memperhatikan postur yang baik.
2.      Memakai bra yang nyaman, karakteristik bra yang nyaman yaitu:
Ø  Bra harus terbuat dari katun atau bahan yang mudah dicuci yang akan menyerap keringat.
Ø  Bra harus berbentuk untuk memberi sokongan yang kuat pada seluruh payudara.
Ø  Jangan yang ada lipatan atau lapisan dalam yang akan meningkatkan tekanan pada daerah sekitar payudara.
Ø  Tali bahu atau punggung harus cukup lebar untuk mencegah tekanan disakitar bahu di bawah lengan.
8.      Nyeri ulu hati, sering terjadi pada akhir TM II dan III
Regurgitasi atau refluks isi lambung yang asam nenuju esofagus bagian bawah akibat peristaltik balikan.
o   Penyebabnya:
1.      Relaksasi sfingter jantung pada lambung akibat pengaruh yang ditimbulkan peningkatan jumlah progesteron.
2.      Penurunan motalitas gastrointestinal yang terjadi akibat relaksasi otot halus yang kemungkinan disebabkan peningkatan jumlah progesteron dan tekanan uterus.
3.      Tidak ada ruang fungsional untuk lambung akibat perubahan tempat dan penekanan oleh uterus yang membesar.
o   Cara mengatasinya:
1.      Makan dalam porsi kecil tapi sering untuk menghindari lambung menjadi penuh.
2.      Pertahankan postur tubuh yang baik supaya ada ruang lebih besar bagi lambung anda.
3.      Regangkan lengan anda melampaui kepala untuk memberi peluang bagi perut anda untuk berfungsi.
4.      Hindari makan berlemak.
5.      Hindari minum bersamaan dengan makan, karna cairan cenderung menghambat.
6.      Hindari makanan dingin dan pedas.
7.      Minum susu skim atau konsumsi es krim rendah lemak.
8.      Gunakan preparat antasida dengan kandungan hidroksi aluminium.misalnya: Mylanta, Maolax.
9.      Kram tungkai, sering terjadi pada TM II dan III
Dasar fisiolagis untuk kram kaki belum diketahui dengan pasti. Kram kaki disebabkan oleh gangguan asupan kalsium atau asupan kalium yang tidak adekuat atau ketidakseimbangan rasio kalsium dan fosfor dalam tubuh.
o   Cara mengatasinya:
1.      Meluruskan kaki yang kram dan menekan tumitnya, misalnya: dorso fleksikar kakinya.
2.      Dorong wanita untuk melakukan latihan umum.
3.      Anjurkan elevasi kaki secara teratur sepanjang hari.
4.      Anjurkan diet mengandung kalsium dan fosfor.
10.  Edema ependen, sering terjadi pada TM III
Edema dependen pada kaki timbul akibat gangguan sirkulasi vena dan peningkatan tekanan vena pada ekstremitas bagian bawah.
o   Penyebabnya:
1.      Tekanan uterus yang membesar.
2.      Pakaian ketat yang menghambat aliran balik vena dari ekstremitas bagian bawah juga memperburuk masalah.
3.      Edema pada kaki akibat kaki yang menggantung secara umum terlihat pada area pergelangan.
o   Cara mengatasinya:
1.      Hindari penggunaaan pakaian ketat.
2.      Elevasi kaki secara teratur Posisi menghadap ke samping saat berbaring.
3.      penggunaan penyokong atau korcet pada abdomen maternal yang dapat melonggarkan tekanan pada vena panggul.

11.  Isomnia ( kesulitan tidur ), sering terjadi pada TM III
Isomnia baik pada wanita yang menggunakan maupun tidak, dapat di sebutkan oleh sejumlah penyebab lainya:
o   Cara mengatasinya:
1.      Mandi air hangat.
2.      Minum air hangat.
3.      Lakukan aktivitas yang tidak menimbulkan stimulasi tidur.
4.      Ambil posisi relaksasi yaitu tidur miring ke kiri, kaki kiri lurus dan kaki kanan di tekuk dan ganjal batal.

F. Pengertian ANC
   Usaha yang dilakukan pada waktu ibu hamil dengan tujuan mempersiapkan ibu dalam masa hamil agar waktu melahirkan dan sesudahnya ibu dalam keadaan baik, baik ibu maupun bayinya. ( YBP – SP, Sarwono 2002, hal 90 )
o   Tujuan ANC
-          Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan          timbang bayinya.
-    Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
-  Mengenali secara dini adanya ketidak normalan yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
-   Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dan selamat ibu dan bayinya.
-    Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan demgan normal dan memberi ASI ekslusif.
-   Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayinya agar dapat tumbu kembang secara normal. 
o   Jadwal ANC
      -   Trimester I   : 1 kali ( sebelum 14 minggu )
      -   Trimester II  : 1 kali ( antara 14 – 28 minggu )
      -   Trimester III : 2 kali ( antara minggu 28 – 36 dan sesudah minggu ke 36 )
o   Standar minimal ANC
-   Timbang berat badan
-   Ukuran tekanan darah
-   Ukuran tinggi fundus uteri
-   Pemberian imunisasi TT
-  Pemberian tablet besi
-  Tes terhadap PMS
o   Pembagian Trimester ( Doenges, Marilyn 2001, hal 57 )
ü  Trimester I ( UK 0 – 12 minggu )
-          Perubahan nafsu makan
-          Ketidaknyamanan akibat perubahan fisik dan hormonal
-          Rasa mual dan muntah
-          Kelelahan
-          Konstipasi
-          Diare
-          Sakit kepala
ü  Trimester II ( UK 12 – 28 minggu )
-          Sesak nafas
-          Palpitasi jantung
-          Diare
-          Nyeri punggung
-          Kram kaki
ü  Trimester III ( UK 28 – 40 minggu )
-          Nyeri punggung
-          Kram pada kaki
-          Sering kencing
-          Edema dependen
-          Susah tidur.
G.    Memberikan nasehat dan petunjuk tentang :
o   Nutrisi ibu hamil
   - Pada dasarnya dianjurkan makanan empat sehat lima sempurna ( nasi, sayur, buah, lauk dan susu ) karna kebutuhan akan protein dan bahan makanan tinggi, dianjurkan tambahan sebuah telur sehari. Nilai gizi dapat ditentukan dengan bertambahnya berat badan sekitar 6,5 sampai 15 kilogramselama hamil. Kenaikan BB tidak boleh > ½ kg/minggu. ( Manuaba, Ida bagus Gde, hal 136 )
-  Untuk menambah tenaga makan makanan selingan pagi dan sore hari seperti kolak, bubur kacang ijo, kue- kue, dll.
o   Aktivitas
-    Pekerjaan rutin dapat dilakukan, bekerjalah sesuai dengan kemampuan dan makin dikurangi dengan semakin tua kahamilan. ( Manuaba, Ida bagus Gde, hal 136 )
-    Ibu tidak boleh bekerja terlalu berat
-    Ibu harus mempertahankan body mecanis selama hamil.
o   Hubungan seksual
      Hamil bukan meripakan halangan untuk melakukan hubungan seksual, hubungan seksual disarankan untuk dihentikan bila:
ü  Terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan disertai rasa nyeri dan panas.
ü  Terjadi perdarahan saat hubungan seksual.
ü  Hentikan hubungan seksual pada mereka yang sering mengalami gugur kandung, persalinan sebelum waktunya, mengalami kematian dalam kandungan sekitar 2 minggu menjelang persalinan.( Manuaba, Ida bagus Gde, hal 139 )
o   Istirahat
     Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin.( Manuaba,Ida bagus Gde, hal 140 )
o   Personal Hygiene
Ibu harus menjaga kebersihan dirinya secara keseluruhan pada saat hamil, meliputi : mandi 2x sehari, ganti baju 1x sehari, ganti celana dalam 2x sehari atau apabilah terasa basah, cara cebok dari depan ke belakang.
o   Pakaian dan alas kaki
      Pakaian hamil yang dianjurkan adalah pakaian yang longgar dan terbuat dari katun sehingga mempunyai kamampuan menyerap, terutama pakaian dalam. Pakaian dalam atas BH dianjurkan yang longgar dan mempunyai kemampuan untuk menyangga payudara yang makin berkambang. Pakaian dalam sering di ganti untuk menjaga kebersihan dan menghalangi suasana lembab diosekitar pelipatan dan ibu tidak boleh memakai sepatu hak tinggi. ( Manuaba,Ida bagus Gde, hal 140 )
o   Pemeliharaan payudara
      Payudara yang dipersiapkan untuk dapat memberikan laktasi, perlu perhatian yang seksama. Dengan pakaian dalam BH yang longgar maka perkembangan payudara tidak terhalang. Puting susu perlu di tarik –tarik sehingga menonjol dan memudahkan untuk memberikan ASI.( Manuaba,Ida bagus Gde, hal 140 )
o   Persiapan persalinan dan laktasi
      Salah satu tujuan persiapan persalinan adalah untuk meningkatkan kesehatan optimal menjelang persalinan dan segera dapat memberikan laktasi. Untuk dapat mencapai keadaan optimal menjelang persalinan perlu dilakukan dua langkah penting yaitu melakukan senam hamil dan mempersiapkan kaedaaan payudara untuk laktasi. ( Manuaba, Ida bagus Gde, Hal 141 ) 












                                                       BAB III
                                            TINJAUAN KASUS


ASUHAN KEBIDANAN
IBU HAMIL FISIOLOGIS
PADA Ny “A” G2 P1OO1, UK 17 MINGGU
DI BPS Ny. ISNAH MUJAYATI
DESA. WARU WETAN-PUCUK-LAMONGAN


1.Pengkajian
Tanggal           : 10-Juni-2009                                                 Jam   : 16.00 WIB
Oleh                :  Jami’atus sholihah

B.     Data Subyektif
1.      Biodata
Nama                           : Ny “A”
Umur                           : 25 th
Agama                         : Islam
Suku/Bangsa               : Jawa / Indonesia
Pendidikan                  : SMA
Pekerjaan                     : IRT
Alamat                        :Warukulon-pucuk
                                      Lamongan
Status Perkawinan
Usia Kawin                 : 20 Tahun
Lama Kawin               : 5 Tahun
Kawin Ke                    : 1
Nama Suami        : Tn “A”
Umur                    : 32 Tahun
Agama                  : Islam
Suku/bangsa         : Jawa/Indonesia
Pendidikan           : SMA
Pekerjaan             : Wiraswasta
Alamat                 : Waru kulon-pucuk-
                                Lamongan
Status Perkawinan
Usia Kawin          : 27 Tahun
Lama Kawin         : 5   Tahun
Kawin Ke              : 1

2.      Keluhan Utama
               Ibu mengatakan tidak ada keluhan apa-apa, hanya ingin memeriksakan kehamilannya.
       

3.      Riwayat Menstruasi
Menarche                          : 14 tahun
Siklus                                : 1 bulan sekali
Teratur atau Tidak             : teratur
Lama                                 : 7 hari
Jumlah `                             : Hari 1-3 habis 3-4 pembalut/hari
  Hari 4-7 habis 2-3 pembalut/hari
Sifat darah                        : encer, kadang sedikit ada gumpalan
Disminore                         :  ya, biasanya hari pertama saat menstruasi
Flour albus                        :  ya, biasanya 3 hari sesudah menstruasi
HPHT                                :  27 - 02 - 2009
HPL                                  :   04 -12 - 2009

4.      Riwayat Obstetri
a. Riwayat kehamilan sekarang
        TM I     : Ibu mengatakan mual-mual di pagi hari, tapi masih bias di atasi.
           TM II  : Ibu mengatakan hamil yang ke dua dengan usia kehamilan 4 bulan.     Ibu tidak mengeluh apa-apa, dating ke bidan hanya ingin memeriksakan kehamilannya.
                           Bbidan menganjurkan untuk tetap makan-makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Bidan memberikan suntikan TT1.
        TM III  :  -
b. Riwayat kehamilan yang lalu

6. Riwayat Ginekologi
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, seperti : sifilis,GO, HIV, dan tak ada tumor genetalia.
7. Riwayat Konstrasepsi
Ibu mengatakan sebelum hamil sekarang ini menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan, selama 3 bulan dan  ibu tidak mengeluh apa-apa.
8. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan di dalam keluarganya tidak ada riwayat kembar. Ibu tidak mempunyai penyakit menurun seperti ( DM, Hipertensi )dan penyakit menahun seperti jantung koroner.
9. Riwayat Kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti ( TBC, HIV ) penyakit menurun seperti ( DM, Hipertensi ) dan penyakit menahun seperti jantung koroner.
10. Riwayat Psikososial
Ibu mengatakan senang dengan kehamilan sekarang ini, keluarga dan suami sangat mendukung kesehatan ibu dan janin.
11. Pola Kebiasaan Sehari-hari
  1. Pola nutrisi
Sebelum hamil : Makan 3 x / hari dengan komposisi nasi, lauk, sayur, kadang     buah, minum the 1 gelas/hari, minum air putih + 7-8 gelas/hari.
Selama hamil : Makan 2x/hari, dengan komposisi nasi, lauk, sayur, buah, 1 gelas susu/hari, air putih + 6-8 gelas/hari.
  1. Pola eliminasi
Sebelum hamil : BAK 5-7x/hari, warna kuning dan bau khas, tidak nyeri
                           BAB 1x/hari, konsistensi lunak, warna dan bau khas dan tidak nyeri.
Selama hamil  : BAK 6-8x/hari, warna kuning dan bau khas, tidak nyeri
                          BAB 1x/hari, konsistensi lunak, warna dan bau khas,tidak nyeri.
  1. Pola aktifitas
Sebelum hamil:Ibu mengatakan mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci, bersih-bersih rumah.
Selama hamil    : Ibu mengatakan mengerjakan pekerjaan rumah akan tetapi di kurangi ibu hanya memasak dan menyapu.
  1. Pola istirahat
Sebelum hamil : Tidur siang 2 jam mulai jam 12.00-14.00 dan tidur malam +  7 jam mulai jam 21.30-04.30
Selama hamil    : Tidur siang 3 jam mulai jam 12.30-15.30 dan tidur malam +   8 jam mulai jam 21.00-05.00.
  1. Pola seksual
Sebelum hamil:Ibu mengatakan melakukan hubungan suami istri 2x/seminggu.
Selama hamil    : Ibu mengatakan belum pernah melakukan hubungan suami istri karena ibu takut.

  1. Pola stres adaptasi
Ibu selalu berbagi cerita pada suami, untuk keluarga apabila ada masalah.
  1. Pola keyakinan dan nilai
Sebagai seorang muslim ibu dan suami dan keluarganya taat menjalankan shalat 5 waktu, ibu juga rajin mengaji


12. Kemampuan dan Pengetahuan Ibu
  • Nutrisi : Ibu mengerti pola makan yang baik saat hamil (nasi, lauk, sayur, buah dan susu).
  • Tanda-tanda bahaya kehamilan : Ibu belum mengerti
  • Perawatan  payu darah              :    -
  • Imunisasi TT                             : Ibu belum di beri
  • Cara berpakaian dan memakai
      alas kaki pada ibu hamil           : Ibu belum mengerti
  • Tanda-tanda persalinan             :    -
  • Senam hamil                             :    - 
  • Vitamin dan obat-obatan          : Ibu di beri vitamin dan penambah darah.

B. Daya Obyektif
1.      Keadaan Umum
Ku Ibu                               : Baik
Kesadaran                         : Composmentis
Postur tubuh                      : Lordosis
Cara berjalan                     : Normal
TB                                     : 146 cm
BB sebelum hamil             : 45 Kg
BB selama hamil               : 47 Kg
TD                                     : 100/70 mmHg           Nadi    : 80x/menit
RR                                     : 20x/menit                  Suhu    : 36oC
2.      Pemeriksaan fisik 
Kepala                   : bersih,rambut lurus,tidak ada ketombe, benjolan dan
  distribusi merata
Muka                     : tidak ada cloasma gravidarum, wajah tidak pucat
Mata                      : conjungtiva merah muda, sklera putih adanya gambaran tipis
              pembuluh darah.
Hidung                  : bersih tidak ada polip dan tidak ada secret.
Mulut                    : bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, tidak
  pucat dan tidak ada pembesaran tonsil.
Telinga                  : simetris, tidak ada secret atau serumen, tidak ada polip
  membran timpani utuh mengkilat.
Leher                 : tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan  tidak ada  pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada bendungan vena jugularis.
Dada                     : simetris, pernafasan vesikuler,
Payudara           : simetris, bersih, puting susu menonjol, hiperpigmentasi pada     areola mammae, buah dada nampak membesar, tidak ada lesi, terdapat kelenjar montgomeri, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal.
Perut                      :GIT :Tidak ada pembesaran lien dan tidak ada pembesaran     hepar
                              Obstetri :
                              Inspeksi : Perut nampak membesar sesuai umur kehamilan dan tidak ada luka bekas operasi, terdapat strie livide dan linia nigra.
                              Palpasi : TFU dua jari di atas simpisis, teraba balotmen.
                              Auskultasi : DJJ (-)
Genetalia               : bersih, tidak ada odema dan varises, tidak terdapat condiloma
  akuminata, tidak ada luka bekas jahitan peririum.
Anus                      : tidak ada hemoroid
Ekstrimitas
                    Atas    : simetris kedua tangan, dan tidak ada odema, tidak ada
  gangguan pergerakan.
                   Bawah : simetris kedua kaki , tidak ada odema dan varises tidak ada
   gangguan pergerakan, reflek patella kanan/kiri : +/+
  
3.      Pemeriksaan Panggul
            * ukuran panggul luar   : tidak terkaji
4.      pemeriksaan penunjang : -

II. INTERPRESTASI DATA DASAR
DX : Kemungkinan GI POOOO uk 11 minggu fisiologis
         Masalah : -
         Keluhan fisiologis : mual
         Kebutuhan yang belum terpenuhi :  * Penyebab mual
                                                                  * Cara mengatasi mual
                                                                  * Cara berpakaian ibu hamil
      * Seksualitas hamil
      * Nutrisi
      * Cara minum Fe

DS : ibu mengatakan hamil yang pertama dengan uk : 3 bulan. Dan ibu sering mual
        HPHT                              : 2-4-2009
DO : KU ibu               : baik
   Kasadaran                   : composmentis
         TB                               : 146 cm
         BB                               : sebelum hamil : 45 kg
         BB slm hamil              : 47 kg
         TD                               : 100/70 mmhg
S                                  : 36 C
N                                 :  80 x/m
R                                 : 20 x/
  Mata                         : conjungtiva merah muda, sklera putih adanya gambaran tipis  pembuluh darah.
    Payudara                : simetris, bersih, puting susu menonjol, hiperpigmentasi  pada areola mammae, buah dada nampak membesar, tidak ada lesi, terdapat kelenjar montgomeri, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal.
Perut                        : GIT :Tidak ada pembesaran lien dan tidak ada pembesaran    hepar
                                      Obstetri :
                              Inspeksi : Perut nampak membesar sesuai umur    kehamilan dan tidak ada luka bekas operasi, terdapat strie livide dan linia nigra.
                                       Palpasi : TFU dua jari di atas simpisis, teraba balotmen.
                                       Auskultasi : DJJ (-)
Ekstrimitas
                    Atas    : simetris kedua tangan, dan tidak ada odema, tidak ada
  gangguan pergerakan.
                   Bawah : simetris kedua kaki , tidak ada odema dan varises tidak ada
   gangguan pergerakan, reflek patella kanan/kiri : +/+
 
         Pemeriksaan Panggul:
            * ukuran panggul luar   : tidak terkaji
         pemeriksaan penunjang : -


III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
                                 -
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA                        -
V. INTERFENSI
    Tanggal : 11-juli-2009                                             jam : 09.30 WIB
*. Tujuan jangka pendek
            Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 30 menit. Diharapkan ibu memahami dan mengerti tentang kondisi kehamilannya saat ini dengan kriteria hasil:
K : ibu mampu menjelaskan kembali apa yang telah dijelaskan oleh bidan tentang :
      -  Penyebab mual
      -  Cara mengatasi mual
- Cara minum tablet besi
- Cara berpakaian ibu hamil
-  Nutrisi
-  Kebutuhan sexsual
A : ibu bersedia melakukan anjuran bidan.

 *. Tujuan Jangka Panjang
Setelah dilakukan askeb diharapkan setelah 1 bulan ibu datang control diharapkan keadaan ibu dan kehamilanya baik dengan criteria hasil :
Mual teratasi
TD             : 120/80-140/90 mmhg
N               : 60-100 x/menit
S                : 36 oC – 37 oC
R               : 16-20 x/menit
TFU           : Sesuai dengan umur kehamilan
BB             : ( TM I : Naik 1 Kg / minggu )
                   ( TM II : Naik 0,5 kg / minggu )  

*.  Planing
1.      Lakukan pendekatan perapeutik pada ibu dan keluarga.
R/ : Menciptakan kepercayaan antara klien dan petugas kesehatan.
2.      Jelaskan pada ibu dan keluarga tentang keadaan kehamilanya ibu saat ini
R/ : Ibu dan keluarga akan lebih kooperatif dalam meneriama askep dari bidan
3.      Jelaskan pada ibu tentang penyebab dari mual
R/ : Menambah pengetahuan ibu, dan ibu bisa lebih menjaga dirinya atau
       berhati-hati.

4.      Jelaskan pada ibu cara mengatasi mual
R/ : menambah pengetahuan ibu dan ibu bisa mandiri
5.      Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan seimbang.
R/ : Mempertahankan status gizi ibu.
6.      Ajarkan pada ibu untuk cara minum Fe ( tablet besi )
R/ : mencegah anemi
7.      Anjurkan pada keluarga dan suami untuk memberikan dukungan pada ibu
R/ : mengurangi rasa stress pada ibu.
8.      Jelaskan pada ibu tentang tanda bahaya kehamilan untuk TM I
R/ : deteksi dini adanya komplikasi
9.      Memberitahu klien tentang jadwal imunisasi TT.
R/ : agar ibu mendapat imunissasi TT
10.  Anjurkan ibu untuk memperhatikan cara berpakaian
R/ : agar ibu bisa merasa nyaman.
11.  Jelaskan pada ibu tentang pola seksual selama hamil
R/ : menambah pengetahuan ibu, dan ibu lebih berhati-hati
12.  Ingatkan ibu untuk control 1 bulan lagi atau juka ibu ada keluhan dan tanda-tanda bahaya
R/ : melanjutkan terapi, memantau kondisi perkembangan ibu dan janin.

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 11-juni-2009                                                      Jam : 09.35 WIB
  • Melakukan komunikasi terakpeutik pada ibu
  • Menjelaskan pada ibu tentang kondisi kesehatanya atau kehamilanya saat ini membawah keadaan ibu dan janin dalam keadaan baik.
  • Menjelaskan pada ibu tentang penyebab mual, bahwa .kondisi tersebut normal, yang disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan dan bisa hilang sendiri.
  • Menjelaskan pada ibu cara mengatasi mual antara lain :
* Makan porsi kecil tapi sering
* Batasi lemak dalam diet anda
* Jangan menyikat gigi segera setelah makan untuk menghindari stimulasi    reflek.
* Hindari makanan yang beraroma kuat/ merangsang.
* Perbamyak istirahat.
  • Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi menu seimbang seperti ( nasi, ikan, sayur, buah 1 hgelas susu/ hr)
  • Memberi tahu ibu untuk mengkonsumsi fe ( tablet besi )  minimal 90 tablet dan jangan di minum dengan kopi/ teh. Lebih baik dengan air putih
  • Menganjurkan pada suami dan keluarga untuk memberikan semangat atas kehamilanya ibu sekarang ini.
  • Menjelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan :
    • Keluar darah dari kemaluan ibu  => Abortus
    • Sakit kepala menetap => Hipertensi
    • Demam tinggi > 38 oC => Infeksi
    • Penglihatan kabur  < 3 x  => Anemi
    • Mual muntah berlebihan  => hiperemisis gravidarum
·         Menjelaskan pada ibu untuk melakukan imunisasi TT karena ibu belum pernah mendapatkan imunisasi TT karena ibu baru pertama melakukan kunjungan ke bidan.
                                                  Jadwal pemberian
Antigen
             Interval
(Selang waktu minimal )
       Lama    perlindungan
         %
  Perlindungan
TT 1
Pada kunjungan ante natal pertama.
   -
  -
TT 2
4 minggu setelah TT 1
3 tahun
80 %
TT 3
6 bulan setelah TT 2
5 tahun
95 %
TT 4
1 tahun setelah TT 3
10 tahun
99 %
TT 5
1 tahun setelah TT 4
25 tahun / seumur hidup
99 %

·         Menganjurkan pada ibu untuk tidak memakai pakaian terlalu sempit dan harus longgar terbuat dari catun agar dapat menyerap keringat khususnya pemakaian BH dan celana dalam.
·         Menjelaskan pada ibu tentang pola seksual selama kehamilan hubungan sex pada hamil bukanlah merupakan halangan. Pada kehamilan tua teknik pelaksanaanya agak sulit karena perut makin membesar, pada saat itu dapat di lakukan  posisi siku lutut wanita, di kemukakan bahwa menjelang dua minggu persalinan diharapkan jangan melakukan  hubungan sex karena dapat terjadi KPD( ketuban pecah dini) dan memulai persalinan. Pada TM I jangan melakukan hubungan sex karena bisa mengakibatkan abortus.
·         Mengingatkan ibu untuk dating control satu bulan lagi / jika ibu ada keluhan dan tanda-tanda bahaya.

VII. EVALUASI
Tanggal 11 juni 2009                                                  jam : 09.40 WIB  
S          : Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan dari bidan tentang :
              * Penyebab mual
              * Cara mengatasi mual
              * Cara minum Fe,
              * Nutrisi
              * Kebutuhan seksual
              * Cara berpakaian ibu hamil
              * Tanda-tanda bahaya kehamilan   
  Ibu bersedia melakukan anjuran bidan dan antisipasi tanda-tanda bahaya   kehamilan dan segera ke petugas kesehatan.

A       : Ibu dapat memberikan respon dan bertanya tentang keadaan kehamilanya.
            Ibu mampu mengungkapkan kembali apa yang telah di jelaskan oleh bidan.
            Ibu dapat menjelaskan tentang :
·         Penyebab dari mual
·         Cara mengatasi mual
·         Cara minum Fe
·         Nutrisi
·         Kebutuhan seksual
·         Tanda-tanda bahaya kehamilan

A     : kemungkinan GI POOOO, UK 11 minggu, ibu sudah memahami penjelasan   petugas
P          : Ingatkan ibu untuk kontrol 1 bulan lagi / jika ada keluhan dan tanda-tanda
  bahaya.









BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melakukan asuhan kebidanan hamil fisiolosis ny “H’ GI POOOO, Uk 11 minggu /T/H/10 dengan KU ibu dan janin baik, di dapatkan kesimpulan bahwa dengan pengkajian telah di lakukan pengumpulan data yang meliputi data subjektif dan objektif, dari pengkajian tersebut diambil suatu diagnosa bahwa Ny,”H” dalam keadaan baik dan kondisi yang ada, evaluasi dilakukan setelah implementasi di lakukan yang menunjukkan bahwa Ny “H” mampun dan mengarti penyuluhan yang di berikan bidan

B. Saran
Kepada mahasiswa agar lebih aktif dalam menerapkan asuhan kebidanan sesuai dengan konsep teori dan lebih memperhatikan kondisi pasien sehingga pelaksanaan praktek asuhan kebidanan dapat berjalan sesuai dengan target yang ingin di capai.




















DAFTAR PUSTAKA

  • Mochtar, Rostam, 2003, Sinopsis Obstetric jilid 2. Jakarta: EGC
  • FKUNPAN, 1997 ,Obsteri Fisiologis, Bandung:Elemen
  • Hanifa, Dkk, 2005, ilmu kebidanan, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwarno Prawiroharjo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar