Info Kesehatan

healhty

Kamis, 01 November 2012

MAKALAH PELECEHAN SEKSUAL 2



KATA PENGANTAR
            Puji syukur senantiasa kami ucapkan kepada Allah SWT atas karunianya sehingga kita semua dalam ketetapan iman dan islam untuk dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk yang sederhana.
Makalah yang berjudul  “PELECEHAN SEKSUAL” ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Kesehatan Reproduksi.
Tak lupa pula rasa terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang memberikan dorongan baik material maupun spiritual sehingga kami dapat terus berusaha untuk menyelesaikan makalah ini. Selain itu, kami mohon maaf apabila masih terdapat kekeliruan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak agar dapat menyusun tugas berikutnya dengan lebih baik.
            Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja yang berkenan untuk membacanya.
            Atas kerjasama dan waktu yang telah diberikan  kami sampaikan terima kasih.
                                        

                                                                                                Surabaya ,28 maret 2010
                                                                                                           

                                                                                                            Penyusun
                                        


BAB I
PENDAHULUAN
I.I LATAR BELAKANG
            Pelecehan seksual merupakan perilaku atau tindakan yang menganggu  melecehkan dan tidak diundang yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang terhadap pihak lain yang berkaitan langsung dengan jenis kelaminpihak yang diganggunya dan dirasakan menurunkan martabat dan harga diri orang yang diganggunya.
            Di era modern seperti saat ini banyak sekali terjadi kejahatan terutama yang berhubungan dengan seksualitas terutama yang dilakukan kepada seorang wanita hingga hampir disetiap kasus pelecehan seksual wanitalah yang kebanyakan menjadi korbannya, dengan berkembangnya tehnologi juga banyak pengaruhnya terhadap perilaku pelecehan seksual, dan bahkan teknologi yang seharusnya sangat berguna bagi pendidikan bisa menjadi media utama pelecehan seksual, seperti halnya media internet.
            Seiring dengan berkembangnya zaman juga merubah pemikiran dari para penerus generasi bangsa, anak-anak muda zaman sekarang cenderung senang mempertontonkan dan mengumbar bagian-bagian tubuh mereka yang mengundang orang untuk melakukan pelecehan seksual.
            Peran dari seorang bidan salah satunya adalah mengantisipasi dan menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan pelecehan seksual, sehingga perilaku pelecehan seksual tidak semakin bertambah dan merajalela di setiap  waktunya.
I.2 RUMUSAN MASALAH
1.      apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual?
2.      apa saja kategori pelecehan seksual?
3.      apa saja macam-macam pelecehan seksual itu?
4.      apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual?
5.      Bagaimana dampak psikologis pelecehan seksual?
6.      Apa saja hukum-hukum yang mengatur tentang pelecehan seksual?
7.      Apa saja hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi pelecehan seksual?
8.      apa saja usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadi pelecehan seksual?
I.3 TUJUAN
1.      Untuk mengetahui apa saja kategori pelecehan seksual.
2.      Untuk mengetahui macam-macam pelecehan seksual.
3.      Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual.
4.      Untuk mengetahui dampak psikologis pelecehan seksual.
5.      Utuk mengetahui hukum-hukum yang mengatur tentang pelecehan seksual.
6.      Untuk mengetahui hal-hal yang dilakukan ketika terjadi pelecehan seksual.
7.      untuk mengetahui usaha yang dapat mencegah terjadinya pelecehan seksual.











BAB II
PEMBAHASAN
II,1      PENGERTIAN PELECEHAN SEKSUAL
            Definisi Pelecehan Seksual adalah : perilaku atau tindakan yang mengganggu, menjengkelkan dan tidak diundang yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap pihak lain, yang berkaitan langsung dengan jenis kelamin pihak yang diganggunya dan dirasakan menurunkan martabat dan harkat diri orang yang diganggunya.
Pelecehan seksual dapat berupa          :
·         Mencium (paksa), memegang tangan (sengaja ke arah seksual), genit, gatal ,centil     Memegang atau mendorong penis, dada
·         Memegang atau menepuk bagian tubuh tertentu
·         Gerakan tubuh yang sok akrab dan menjurus terhadap hubungan seksual
·         Menatap bagian tubuh tertentu
·         SMS atau tulisan jorok yang menjurus terhadapa hubungan seksual
·         Lelucon yang menjurus dan merendahkan jenis kelaminMungkin masih banyak lagi.
II.2      KATEGORI PELECEHAN SEKSUAL
 a.       Quid pro quo
Pelecehan seksual yang seperti ini adalah pelecehan seksual yang biasanya dilakukan oleh seseorang yang memiliki kekuasaan otoritas terhadap korbannya, disertai iming-iming pekerjaan atau kenaikan gaji atau promosi
b.      Hostile work environment
Pelecehan seksual yang terjadi tanpa janji atau iming-iming maupun ancaman
Kategori pelecehan seksual menurut Nichaus
1).    Blitz rape yaitu pelecehan seksual yang terjadi sangat cepat, sedangkan pelaku tidak saling kenal
2).    Confidence rape yaitu pelecehan seksual dengan penipuan, hal ini jarang dilaporkan karena malu
3).  Power rape yaitu pelecehan seksual yang saling tidak mengenal, pelaku bertindak cepat dan menguasai korban, dilakukan oleh orang yang berpengalaman dan yakin korban akan menikmati
4). Anger rape, yaitu pelecehan seksual dimana korban menjadi marah dan balas dendam.
5). Sadistie rape yaitu pelecehan seksual dengan ciri kekejaman atau sampai pembunuhan

II.3 MACAM-MACAM PELECEHAN SEKSUAL
1).        Pelecehan seksual dengan orang yang kita kenal
  • Pelecehan oleh suami/mantan suami
  • Pelecehan yang dialami seorang wanita oleh pacar/mantan pacar
  • Pelecehan seorang wanita oleh teman kerja atau atasan
  • Pelecehan seksual pada anak-anak oleh anggota keluarga
2).        Pelecehan seksual dengan orang yang tidak dikenal
  • Pelecehan di penjara
  • Pelecehan saat terjaid perang
3).        Pelecehan seksual dengan ketakutan, dimana akan terjadi kekerasan jika korban          menolak
4).        Pelecehan dengan iming-iming atau paksa, dimana pelaku memiliki otoritas pada korban
5).        Pelecehan seksual mental, dengan menyerang harga diri korban melalui kata-kata kasar, mempermalukan dengan memperlihatkan pornografi
II.4 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELECEHAN SEKSUAL
1.      Faktor Fisik
Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan fisik, karena bagamanapun aktivitas seks bisa menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan. Kondisi fisik dapat berupa penyakit ringan/berat, keletihan, medikasi maupun citra tubuh. Citra tubuh yang buruk, terutama disertai penolakan atau pembedahan yang mengubah bentuk tubuh menyebabkan seseorang kehilangan gairah.
2.      Faktor Hubungan
Masalah dalam berhubungan (kemesraan, kedekatan) dapat mempengaruhi hubungan seseorang untuk melakukan aktivitas seksual.
Hal ini sebenarnya tergantung dari bagimana kemampuan mereka dalam berkompromi dan bernegosiasi mengenai perilaku seksual yang dapat diterima dan menyenangkan
3.      Faktor Gaya Hidup
Gaya hidup disini meliputi penyalahgunaan alkohol dalam aktivitas seks, ketersediaan waktu untuk mencurahkan perasaan dalam berhubungan, dan penentuan waktu yang tepat untuk aktivitas seks.
Penggunaan alkohol dapat menyebabkan rasa sejahtera atau gairah palsu dalam tahap awal seks dengan efek negatif yang jauh lebih besar dibanding perasaan eforia palsu tersebut.
Sebagian klien mungkin tidak mengetahui bagaiman mengatur waktu antara bekerja dengan aktivitas seksual, sehingga pasangan yang sudah merasa lelah bekerja merasa kalau aktivitas seks merupakan beban baginya.
4.      Faktor Harga Diri
Jika harga-diri seksual tidak dipelihara dengan mengembangkan perasaan yang kuat tentang seksual-diri dan dengan mempelajari ketrampilan seksual, aktivitas seksual mungkin menyebabkan perasaan negatif atau tekanan perasaan seksual.
Harga diri seksual dapat terganggu oleh beberapa hal antara lain: perkosaan, inses, penganiayaan fisik/emosi, ketidakadekuatan pendidikan seks, pengaharapan pribadi atau kultural yang tidak realistik.
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual, menurut Purnawan (2004) yang dikutip dari berbagai sumber antara lain:
a.         Faktor Internal
1)      Tingkat perkembangan seksual (fisik/psikologis)
Perbedaan kematangan seksual akan menghasilkan perilaku seksual yang berbeda pula. Misalnya anak yang berusia 4-6 tahun berbeda dengan anak 13 tahun.
2)      Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi
Anak yang memiliki pemahaman secara benar dan proporsional tentang kesehatan reproduksi cenderung memahami resiko perilaku serta alternatif cara yang dapat digunakan untuk menyalurkan dorongan seksualnya
3)      Motivasi
Perilaku manusia pada dasarnya berorientasi pada tujuan atau termotivasi untuk memperoleh tujuan tertentu. Hersey & Blanchard cit Rusmiati (2001) perilaku seksual seseorang memiliki tujuan untuk memperoleh kesenangan, mendapatkan perasaan aman dan perlindungan, atau untuk memperoleh uang (pada gigolo/WTS)

b.      Faktor Eksternal
1)      Keluarga
Menurut Wahyudi (2000) kurangnya komunikasi secara terbuka antara orang tua dengan remaja dapat memperkuat munculnya perilaku yang menyimpang
2)      Pergaulan
Menurut Hurlock perilaku seksual sangat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya, terutama pada masa pubertas/remaja dimana pengaruh teman sebaya lebih besar dibandingkan orangtuanya atau anggota keluarga lain.
3)      Media massa
Penelitian yang dilakukan Mc Carthi et al (1975), menunjukan bahwa frekuensi menonton film kekerasan yang disertai adegan-adegan merangsang berkolerasi positif dengan indikator agresi seperti konflik dengan orang tua, berkelahi , dan perilaku lain sebagi manifestasi dari dorongan seksual yang dirasakannya.
II.5      DAMPAK PSIKOLOGIS  PELECEHAN SEKSUAL
  1. yang paling sering adalah ketidakberdayaan, kehilangan kontrol diri, takut, malu dan perasaan bersalah
  2. respon emosi korban terbagi menjadi dua, yaitu respon ekspresif  (ketakutan, kemarahan, gelisah, tegang, menangis terisak-isak) dan respon terkontrol (menyembunyikan perasaannya, tampil tenang, menunduk dan lembut)
  3. respon lain yaitu: mandi sebersih-bersihnya, pindah rumah, menambah pengamanan, membuang/menghancurkan benda yang berkaitan dengan pelecahan
  4. beberapa hari kemudian akan timbu memar/lecet pada bagian tubuh, sakit kepala, lelah, gangguan pola tidur, nyeri lambung, mual, muntah, nyeri pada daerah pacinela, gatal dan keluar darah pada vagina, marah, merasa terhina, menyalahkan diri sendiri, ingin balas dendam, takut akan penyiksaan diri dan kematian
  5. respon atau dampak jangka panjang : gelisah, mimpi buruk, phobia sendirian, merasa menjadi orang yang kotor dan menjijikkan, depresi, bahkan ada yang sampai menggunakan obat-obatan terlarang maupun ingin bunuh diri.
  6.  mengasingkan diri dari pergaulan. Perasaan ini timbul akibat adanya harga diri yang rendah karena ia menjadi korban pelecehan seksual, sehingga merasa tidak berharga, tidak pantas dan juga merasa tidak layak untuk bergaul bersama teman-temannya. Sementara dampak yang serius dari pelecehan seksualm, ujar Dra Hamidah MSi, adalah trauma.
II.6      HUKUM- HUKUM YANG MENGATUR  PELECEHAN SEKSUAL
·         Pasal 289-296 tentang pencabulan
·         Pasal 295-298 dan 506 tentang penghubungan pencabulan
·         Pasal 286-288 tentang persetubuhan dengan wanita dibawaah umur
II.7      HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA TERJADI PELECEHAN SEKSUAL
·         Katakan TIDAK dengan tegas tanpa senyum dan minta maaf
·         Buat jurnal kejadian
·         Cari informasi tentang si peleceh dan orang-orang sekitarnya
·         Buat pernyataan tertulis kepada si peleceh bahwa anda tidak suka dengan perilakunya
·         Hubungi atasan atau pihak berwenang atau yang mempunyai kedudukan seperti polisi/bosorang tua/tokoh agama/tokoh masyrakat dan jelaskan apa yang terjadi. 
II.8      USAHA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENGHINDARI TERJADINYA PELECEHAN SEKSUAL
  • Ajarkan kepada anak mengenai perbedaan antara sentuhan yang baik dengan sentuhan yang buruk dari orang dewasa.
  • Beritahu anak mengenai bagian tubuh tertentu yang tak boleh disentuh oleh orang dewasa kecuali saat mandi atau pemeriksaan fisik oleh dokter.
  • Ajarkan kepada anak untuk mengatakan ’tidak’ jika merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang dewasa dan menceritakan kejadian itu kepada orang dewasa yang meraka percaya.
  • Ajarkan bahwa orang dewasa tidak selalu ’benar’, dan semua orang mempunyai kontrol terhadap tubuh mereka, sehingga ia dapat memutuskan siapa yang boleh atau tidak boleh untuk memeluknya.
Jika terjadi pelecehan seksual pada anak, beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  • Ciptakan kondisi sehingga anak merasa leluasa dalam menceritakan tentang bagian tubuhnya dan menggambarkan kejadian dengan akurat.
  • Yakinkan anak bahwa orang dewasa yang melakukannya adalah salah, sedangkan anaknya sendiri adalah benar.Orang tua harus bisa mengkontrol ekspresi emosional didepan anak.













BAB III
PENUTUP
III.1     KESIMPULAN
            Pelecehan Seksual adalah perilaku atau tindakan yang mengganggu, menjengkelkan dan tidak diundang yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap pihak lain, yang berkaitan langsung dengan jenis kelamin pihak yang diganggunya dan dirasakan menurunkan martabat dan harkat diri orang yang diganggunya.
            Pelecehan Seksual terjadi disebabkan karena factor-faktor tertentu, diantaranya: faktor gaya hidup dan hubungan, pelecehan seksual tidak akan terjadi apabila seseorang bisa menjaga dirinya baik itu dari hal hubungan ataupun gaya hidup bahkan media masa dan pergaulan antar sesama pun bisa mengakibatkan terjadinya pelecehan seksual. Dan hal yang perlu diperhatikan apabila terjadi pelecehan seksual, diantaranya adalah:
a.       Katakan TIDAK dengan tegas tanpa senyum dan minta maaf
b.      Buat jurnal kejadian
c.       Cari informasi tentang si peleceh dan orang-orang sekitarnya
d.      Buat pernyataan tertulis kepada si peleceh bahwa anda tidak suka dengan perilakunya
e.       Hubungi atasan atau pihak berwenang atau yang mempunyai kedudukan seperti polisi/bosorang tua/tokoh agama/tokoh masyrakat dan jelaskan apa yang terjadi.
Kejadian pelecehan seksual perlu ditindak tegas, maka dari itu kita harus mempunyai trik-trik tertentu apabila hal itu terjadi, diantaranya ialah:
  1. Ajarkan kepada anak mengenai perbedaan antara sentuhan yang baik dengan sentuhan yang buruk dari orang dewasa.
  2. Beritahu anak mengenai bagian tubuh tertentu yang tak boleh disentuh oleh orang dewasa kecuali saat mandi atau pemeriksaan fisik oleh dokter.
  3. Ajarkan kepada anak untuk mengatakan ’tidak’ jika merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang dewasa dan menceritakan kejadian itu kepada orang dewasa yang meraka percaya.

III.2     KRITIK DAN SARAN
Telah kita ketahui bahwa semakin majunya perkembangan zaman, maka semakin maju pula peradaban manusia dan semakin banyak pula kejadian-kejadian yang tidak diinginkan yang terjadi pada setiap manusia, dianttaranya termasuk pelecehan seksual. Oleh karena itu dari uraian-uraian pada halaman-halaman sebelumnya, kami menyarankan :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar