Info Kesehatan

healhty

Sabtu, 24 Maret 2012

ASUHAN KEBIDANAN ANC TM 2


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (1994) angka kematian ibu adalah 390 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian perinatal adalah 40 per 1.000 kelahiran hidup.
(Abdul Bari Saifuddin, 2002)
            Tingginya angka kematian ibu saat ini, selain karena kurangnya kesadaran ibu untuk memeriksakan kehamilannya. Angka kematian ibu juga diperparah dengan minimnya pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan secara dini, sehingga ibu terlambat tiba di tempat pelayanan kesehatan dan terlambat mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan yang sering kali berakhir dengan kematian ibu dan atau bayi.
            Adapun salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah dengan pelayanan Ante Natal Care yang baik dan pertolongan persalinan yang bersih dan aman oleh tenaga kesehatan. Kedua hal di atas membutuhkan kesadaran ibu untuk mau datang dan memeriksakan kehamilannya ke petugas kesehatan.
            Dengan adanya pelayanan Ante Natal Care diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu hingga 125 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010.
(Abdul Bari Saifuddin, 2002)

1.2  Tujuan
1.2.1        Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa akademi kebidanan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester II secara nyata di lahan praktek.
1.2.2        Tujuan Khusus
Diharapkan mahasiswa Akademi Kebidanan Griya Husada mampu :
a.       Melakukan pengkajian (pengumpulan data) dalam pemberian asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester II.
b.     
1
 
Menentukan identifikasi masalah / diagnosa pada ibu hamil trimester II.
c.       Mengidentifikasi masalah potensial pada ibu hamil trimester II.
d.      Menentukan antisipasi masalah potensial.
e.       Menentukan rencana asuhan kebidanan disertai rasionalisasi dan intervensi.
f.       Melaksanakan intervensi yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan klien.
g.      Melakukan evaluasi keefektifan asuhan yang telah diberikan.

1.3  Batasan Masalah
             Mengingat benyaknya masalah yang terjadi pada ibu hamil maka penulis membatasi penulisan Asuhan Kebidanan Antenatal Care pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Jagir Surabaya.

1.4  Metode Penulisan
1.4.1        Studi Kepustakaan
Penulisan makalah ini dibekali dan berdasarkan dengan literatur-literatur yang berkaitan dengan kehamilan trimester II pada topik kehamilan fisiologis.
1.4.2        Praktek Langsung
Dalam pembuatan laporan ini penulis juga melakukan pendekatan kepada klien secara langsung dengan menggunakan manajemen kebidanan serta melakukan / memberikan pelayanan kesehatan pada klien di Puskesmas Jagir Surabaya.
1.4.3        Studi Dokumentasi
Untuk mendapatkan data yang akurat serta asuhan kebidanan yang baik dan berhasil maka penulis menggunakan pedoman asuhan kebidanan teori Varney.

1.5  Sistematika Penulisan
LEMBAR JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1       PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
1.2   Tujuan
1.2.1        Tujuan Umum
1.2.2        Tujuan Khusus
1.3   Batasan Masalah
1.4   Metode Penulisan
1.5   Sistematika Penulisan
BAB 2       LANDASAN TEORI
2.1   Konsep Dasar Kehamilan
2.1.1        Pengertian
2.1.2        Perubahan Psikologik pada Wanita Hamil
2.1.3        Kebijakan Program
2.1.4        Kebijakan Teknis
2.1.5        Tanda dan Gejala Kehamilan
2.1.6        Masalah-masalah pada Wanita Hamil
2.1.7        Kebutuhan Adaptasi Psikologis Trimester II
2.1.8        Gizi Ibu Hamil
2.1.9        Senam Hamil
2.1.10    Nasehat-nasehat untuk Ibu Hamil
2.2   Konsep Dasar ANC
2.3   Konsep Dasar Manajemen Kebidanan
BAB 3       TINJAUAN KASUS
BAB 4       PEMBAHASAN
BAB 5       PENUTUP
5.1   Simpulan
5.2   Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1  Konsep Dasar Kehamilan
2.1.1        Pengertian
Kehamilan lamanya 280 hari atau 40 minggu atau 10 bulan.
(Rustam, Mochtar, 1998)
Trimester II adalah usia kehamilan antara 12-28 minggu.
(Rustam, Mochtar, 1998)
2.1.2        Perubahan Psikologik pada Wanita Hamil
2.1.2.1  Perubahan Fisik
a.       Kulit
Garis-garis di perut (striae gravidarum) karena perubahan hormon dan peregangan.
Striae livide    :  Garis berwarna kebiruan pada perut / kulit.
Striae albican  :  Garis-garis berwarna putih pada kulit.
Linea alba       :  Garis hitam yang terbentang dari symphisis ke pusat.
Linea nigra     :  Garis hitam yang terbentang mulai pusat sampai ke atas.
b.      Endokrin
Kelenjar tiroid dapat membesar sedikit.
Kelenjar hipofise dapat membesar terutama pada lobus anterior.
Kelenjar adrenal tidak begitu terpengaruh.
c.       Payudara
4
 
Areola mammae primer dan sekunder menghitam, puting susu menonjol, kelenjar montgomery tampak lebih jelas menonjol pada permukaan areola mammae, pada kehamilan 12 bulan ke atas akan keluar cairan colustrum ada striae livide dan strie albicans yang timbul karena hormon berlebihan dan peregangan sehingga menimbulkan perdarahan pada kapiler halus bawah kulit.
d.      Perut
Makin lama makin besar, pada hamil tua akan lebih tegang pusat menonjol, ada strie gravidarum, hiperpigmentasi linea alba dan nigra.
e.       Uterus
§  Rahim besar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim endometrium menjadi desidua.
§  Berat uterus dari 30 gram menjadi 1.000 gram pada akhir kehamilan.
§  Pada kehamilan bulan pertama seperti buah alpukat, umur kehamilan 4 bulan berbulat-bulat, dan akhir kehamilan seperti bujur telur.
f.       Vagina
Terjadi perubahan pada vulva dan vagina akibat hipervaskularisasi vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan disebut tanda chadwick.
g.      Sirkulasi darah
§  Volume darah dan plasma darah naik 25 % dan puncaknya umur kehamilan 32 minggu.
§  Jumlah albumin, protein dan gamaglobulin menurun trimester I dan meningkat akhir kehamilan.
h.      Ovarium
§  Ovulasi terhenti.
§  Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.
2.1.2.2  Perubahan Psikologis
1.      Morning sickness berkurang, ibu lebih konsentrasi pada bayinya.
2.      Merasakan gerakan anak.
3.      Memilih ibunya untuk menyelesaikan masalah psikologis yang timbul.
4.      Libido meningkat.
5.      Ibu merasa lebih sehat.
6.      Rasa tidak nyaman berkurang dengan membesarnya bayi.
7.      Kehamilan belum menjadi bahan karena perut belum begitu besar.
2.1.3        Kebijakan Program
             Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan :
§  1 kali pada triwulan pertama.
§  1 kali pada triwulan kedua.
§  2 kali pada triwulan ketiga.
Pelayanan atau asuhan standar minimal termasuk “7 T” :
-          (Timbang) berat badan.
-          Ukur (tekanan darah).
-          Ukur (tinggi) fundus uteri.
-          Pemberian imunisasi  (Tetanus Toxoid) TT terlengkap.
-          Pemberian (tablet) zat besi, minimal 90 tablet selama kehamilan.
-          (Tes) terhadap penyakit menular sexual.
-          (Temu) wicara dalam rangka persiapan rujukan.
(Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2000)
2.1.4        Kebijakan Teknis
             Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
-          Mengupayakan kehamilan yang sehat.
-          Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan.
-          Persiapan persalinan yang bersih dan aman.
-          Perencanaan antisipatif dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi.
(Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2000)
2.1.5        Tanda dan Gejala Kehamilan
2.1.5.1  Tanda-tanda persumtif
§  Amenorhoe (tidak dapat haid).
§  Mual dan muntah.
§  Mengidam.
§  Tidak tahan terhadap suatu bau-bauan.
§  Pingsan.
§  Tidak ada selera makan.
§  Lelah.
2.1.5.2  Tanda-tanda kemungkinan hamil
§  Perut membesar.
§  Uterus membesar
Terjadi perubahan dalam bentuk, besar dan konsistensi dari rahim.
§  Tanda Hegar.
§  Tanda Chadwick.
§  Tanda Piscacek.
§  Tanda Braxton Hicks.
§  Teraba ballotement.
2.1.5.3  Tanda pasti (tanda positif)
§  Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian janin.
§  Denyut jantung janin :
1.      Didengar dengan stetoskop-monoral Laennec.
2.      Dicatat dan didengar dengan alat Doppler.
§  Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen.
(Sinopsis Obstetri, hal. 43-45, Mochtar Rustam, 1998)
2.1.6        Masalah-masalah pada Wanita Hamil
-          Perdarahan.
-          Abortus
§  Imminens.
§  Insipiens.
§  Inkompletus.
§  Infeksi.
-          IUFD.
-          Persalinan prematur.
-          Molahidatidosa.
2.1.7        Kebutuhan Adaptasi Psikologis Trimester II
2.1.7.1  Ibu
1.      Reaksi psikologi
-          Sangat gembira.
-          Perhatian pada fetus meningkat.
-          Ambivalen mulai berkurang.
-          Kondisi tidak nyaman mulai berkurang / hilang.
-          Mulai bekerja kembali.
2.      Penerimaan kehamilan
-          Adanya sensasi pergerakan janin à memperkuat penerimaan.
-          Reaksi bukan pada bayi tetapi pada status kehamilan (keadaan fisik).
-          Mau menerima kehamilan.
3.      Peran yang dicapai
-          Replikasi dilanjutkan.
-          Aktifitas diintemalisasi pada personality ibu.
4.      Fantasi
-          Pakaian bayi.
-          Mimpi hal-hal yang menggembirakan, hal ini akan membantu :
§  Memantapkan peran.
§  Meningkatkan ikatan.
§  Memberi petunjuk adanya perhatian ibu tentang kehamilan.
5.      Hubungan dengan ibu
-          Ibu peran model utama, yang mempunyai 5 komponen :
§  Keberadaan nenek à emosional support.
§  Reaksi nenek à menerima?
§  Penghargaan terhadap otonomi.
§  Keinginan nenek dengan melakukan sharring.
§  Empaty.
6.      Hubungan dengan janin
-          Sadar akan adanya pergerakan.
-          Memulai perilaku kontak.
-          Berat janin diartikan sebagai bentuk komunikasi.
7.      Body image
-          Perubahan tampak jelas.
-          Bayi dianggap bagian dari diri sendiri. 
-          Sesudah bayi bergerak à bagian diri yang terpisah.
-          Stabil dapat meneliti perubahan tanda fisik lain.
8.      Waktu dan jarak
-          Persepsi waktu dan jarak pada fase ini dipengaruhi pergerakan janin.
2.1.7.2  Bapak
a.       Proses psikologis
-          Kesiapan menjadi ayah.
b.      Fantasi
-          Terkait dengan tahapan psikologis.
2.1.7.3  Keluarga
§  “Happy time”.
§  Perhatian meningkat sesuai status kesehatan.
§  Sumber stres sesuai perubahan-perubahan kehidupan, ketakutan ekonomi, gangguan body image.
2.1.7.4  Sibling (saudara kandung)
§  Menyadari adanya kehamilan.
§  Kegiatan dengan ibu berubah.
§  Respon tergantung pada :
-          Perkembangan psikososial.
-          Perkembangan kognitif.
-          Pemisahan.
2.1.8        Gizi Ibu Hamil
1.      Guna makanan
-          Menjaga ibu.
-          Memenuhi kebutuhan gizi janin.
-          Cadangan setelah lahir.
-          Persiapan produksi ASI.
2.      Kebutuhan gizi ibu hamil
-          Trimester I (minggu 1-13)
Kebutuhan gizi tetap : protein (2.100), kalori gr/kg berat badan.
-          Trimester II (13-26 minggu)
§  Kalori 300 (2.400), misalnya : penambahan/piring nasi.
§  Protein 11/2 gram/kg berat badan.
-          Trimester III (27-lahir …. minggu)
§  Kalori 300.
§  Protein 2 gram/kg berat badan.
3.      Pada kehamilan
Trimester I
-          Nafsu makan berkurang.
-          Rasa mual / ingin muntah : porsi kecil, sering, segar-segar (susu, telur, makanan ringan).
Trimester II
-          Nafsu makan meningkat (tenaga meningkat, pertumbuhan meningkat, penagtur meningkat).
-          Pertambahan berat badan
§  Selama kehamilan 10-12,5 kg.
§  Trimester I : 700-1.400 gram/bulan.
§  Trimester II dan III : 3.40-400 gram/bulan.
Rincian :
-          Janin                                           :    3.400 gram
-          Plasenta payudara                       :    1.350 gram
-          Darah                                          :    1.250 gram
-          Cairan extra celuler                     :    1.200 gram
-          Lemak (cadangan ibu)                :       400 gram
-          Lain-lain (uterus, pembesaran
payudara, cairan)                        :    1.300 gram
Jumlah                                              :  12.500 gram
2.1.9        Senam Hamil
             Senam hamil bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-otot sehingga dapat dimanfaatkan untuk berfungsi secara optimal dalam persalinan normal. Senam hamil ditujukan kepada ibu hamil tanpa kelainan atau tidak terdapat penyakit yang menyertai kehamilan, yaitu penyakit jantung, ginjal, penyulit kehamilan (hamil dengan perdarahan, hamil dengan kelainan letak) dan kehamilan disertai anemia. Senam hamil dimulai pada umur kehamilan sekitar 24 minggu sampai 28 minggu.
Langkah-langkah senam hamil; sebagai berikut :
1.      Jalan-jalan saat hamil
Jalan-jalan saat hamil terutama pagi hari mempunyai arti penting untuk dapat menghirup udara pagi yang bersih dan segar, menguatkan otot dasar panggul, dapat mempercepat turunya kepala bayi ke dalam posisi yang normal dan mempersiapkan mental menghadapi persalinan.
2.      Senam pernafasan
Senam pernafasan bertujuan untuk meningkatkan pertukaran CO2 dan paru-paru dan melatih otot dinding perut dan diafragma sehingga lebih berfungsi saat persalinan.
(dra. Hasanah P., 1972 : 21)
2.1.10    Nasehat-nasehat untuk Ibu Hamil
a.       Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup.
b.      Menganjurkan pada ibu untuk makan makanan yang bergizi.
c.       Menganjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan payudara.
d.      Menganjurkan pada ibu untuk menjaga kebersihan jalan lahir.
e.       Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi vitamin secara teratur.
f.       Menganjurkan pada ibu untuk kontrol secara teratur ke petugas kesehatan.

2.2  Konsep Dasar ANC
2.2.1        Pengertian
             Pemeriksaan antenatal adalah pemeriksaan selama kehamilan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan kesehatan ibu baik secara fisik maupun mental, sehingga dapat melampaui persalinan, masa nifas dan persiapan ASI secara normal.
             Antenatal Care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.
(IBG. Manuaba, 1998 : 129)
2.2.2        Tujuan Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil

1.      Tujuan umum
Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental serta menyelamatkan  ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan mereka fase partum sehat dan normal tidak hanya fisik tetapi juga mental.
(Sarwono, 2002 : 154)
2.      Tujuan khusus
a.       Mengenali dan menangani sedini mungkin penyakit yang terdapat pada saat kehamilan, persalinan dan keadaan nifas.
b.      Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai kehamilan, persalinan dan masa nifas.
c.       Menurunkan angkakematian dan kesakitan ibu dan anak.
d.      Memberikan nasehat-nasehat petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, masa nifas dan laktasi serta aspek kesehatan.
(IBG. Manuaba, 1998 : 129)
2.2.3        Pemeriksaan Antenatal Care
2.2.3.1  Tanya jawab (anamnesa)
Anamnesa adalah tanya jawab antara klien dan petugas. Tujuan dari anamnesa yaitu :
-          Untuk mengetahui bagaimana keadaan ibu.
-          Untuk membantu menetapkan diagnosa agar dapat mengambil tindakan segera.
2.2.3.2  Pemeriksaan umum
Pemeriksaan umum adalah pemeriksaan yang lengkap dari penderita untuk mengetahui keadaan atau kelainan dari penderita.
(Christina I., 1993 : 90)
Pemeriksaan umum biasanya menggunakan alat pemeriksaan baik alat ukur timbang atau lainnya.
1.      Keadaan umum klien dan keadaan gizi, kelainan bentuk badan dan kesadaran.
2.      Mengukur tinggi badan dan berat badan ibu.
3.      Memeriksa kemungkinan adanya kelainan pada organ-organ tubuh.
4.      Mengukur tekanan darah.
5.      Memeriksa reflek lutut (patella).
6.      Memeriksa adanya oedema.
 (DepKes RI, 1993 : 67-69)
2.2.3.3  Pemeriksaan khusus
Dibagi dalam beberapa macam yaitu :
1.      Inspeksi.
2.      Palpasi.
3.      Auskultasi.
4.      Ukuran panggul luar.
2.2.3.4  Pemeriksaan laboratorium
a.       Pemeriksaan urine
Dalam pemeriksaan urine ada 2 hal yang diperiksa yaitu :
a.       Kadar protein dalam urine
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya albumin dalam air kemih dan untuk mengetahui berapa tinggi kadar albumin dalam air kencing.
b.      Kadar glukosa
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah air kemih itu mengandung glukosa atau tidak, karena pada orang hamil penahanan kadar glukosa dalam darah lebih rendah daripada yang tidak hamil.
(Christina I., 1993 : 105-107)
b.      Pemeriksaan darah
Pemeriksaan darah terutama adalah Hb. Pemeriksaan Hb dilakukan pada ibu hamil untuk mendeteksi faktor resiko kehamilan. Bila faktor Hb kurang dari 11 gr % berarti ibu dalam keadaan anemia.
(DepKes RI, 1993 : 81)
2.2.3.5  Diagnosa atau ikhtisar kehamilan
Setelah pemeriksaan selesai, kita tentukan diagnosa. Akan tetapi pada pemeriksaan kehamilan tidak cukup kita membuat diagnosa kehamilan saja, tetapi kita harus dapat menjawab pertanyaan sebagai berikut :
1.      Hamil atau tidak.
2.      Primi atau multigravida.
3.      Tuanya kehamilan.
4.      Hidup atau mati.
5.      Tunggal atau ganda.
6.      Letak anak.
7.      Intrauterin atau ekstrauterin.
8.      Keadaan jalan lahir.
9.      Keadaan umum penderita.
(Sulaiman S., 1983 : 176)
2.2.3.6  Prognosa
Setelah dilakukan pemeriksaan dengan rinci dapat ditetapkan beberapa aspek kehamilan sebagai berikut :
c.       Kehamilan normal dengan resiko rendah.
d.      Kehamilan disertai komplikasi hamil.
e.       Kehamilan disertai penyakit lain.
f.       Kehamilan dengan resiko meragukan dengan resiko tinggi.
(IGB. Manuaba, 1998 : 156)
2.2.3.7  Therapy
-          Tujuannya adalah mencapai taraf kesehatan yang setinggi-tingginya dalam kehamilan dan menjelang persalinan.
-          Yang paling sering memerlukan pengobatan atau perawatan ialah :
§  Anemia.
§  Penyakit defisiensi, misalnya hypovitaminose.
§  Hyperemesis gravidarum.
§  Perdarahan dalam kehamilan.
§  Toxemia gravidarum.
§  Kegelisahan menjelang persalinan.
§  Selanjutnya ibu harus diberi nasehat mengenai cara-cara kehidupan waktu hamil, berapa kali periksa, serta tanda-tanda meminta pertolongan.
(Sulaiman S., 1983 : 200)

2.3  Konsep Dasar Manajemen Kebidanan
Manajemen kebidanan pada ibu adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisir pikiran serta tindakan berdasarkan teori yang ilmiah, penemuan, keterampilan dalam rangkaian tahapan untuk mengambil keputusan yang berfokus pada klien.
(Varney, 1997)
Tujuannya :
Agar bidan mampu memberikan asuhan kebidanan yang adekuat, komprehensif dan terstandar pada ibu antenatal dengan memperhatikan ibu selama hamil ini, kebutuhan dan respon ibu, serta mengidentifikasi penyakit-penyakit yang ada dan mengantisipasinya.
Langkah-langkah dalam manajemen kebidanan :
Manajemen kebidanan terdiri dari beberapa langkah yang berurutan yang dimulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi.

2.3.1        Langkah I : Tahap Pengumpulan Data Dasar
Pada langkah pertama ini, dikumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien
Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara :
A.    Anamnesa / data subyektif
Bidan mulai mewawancarai pasien atau kliennya untuk mencatat data subyektif.
1.      Biodata, mencakup identitas pasien / klien.
§  Nama
Ditanyakan dengan jelas dan lengkap, bila perlu ditanyakan nama panggilan sehari-hari.
§  Umur
Dicatat dalam hitungan tahun.
§  Alamat
Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan bila diperlukan bila keadaan mendesak. Dengan diketahuinya alamat tersebut, bidan dapat mengetahui tempat tinggal klien dan lingkungannya.
§  Pekerjaan pasien / klien
Ditanyakan untuk mengetahui pengaruh pekerjaan terhadap permasalahan kesehatan pasien.
§  Agama
Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan pasien / klien.
§  Pendidikan pasien / klien
Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya. Tingkat pendidikan mempengaruhi sikap perilaku kesehatan seseorang.
§  Status perkawinan
Ditanyakan pada ibu atau calon ibu, untuk mengetahui kemungkinan pengaruh status perkawinan terhadap masalah kesehatan. Bila diperlukan ditanyakan tentang perkawinan keberapa kalinya.
2.      Keluhan utama
Ditanyakan untuk mengetahui perihal yang mendorong pasien atau klien datang kepada bidan.
3.      Riwayat kebidanan
a.       Riwayat menstruasi
Hal yang perlu ditanyakan sehubungan dengan riwayat menstruasi antara lain adalah sebagai berikut :
-          Umur menarche.
-          Siklus menstruasi.
-          Banyaknya darah yang keluar.
-          Aliran darah yang keluar.
-          Menstruasi yang terakhir (HPHT) untuk meramal perkiraan persalinan.
-          Dysmenorrhoe.
-          Gangguan sewaktu menstruasi (metrorhagia, menorrhagia).
-          Gejala premenstruasi.
b.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
-          Jumlah kehamilan dan kelahiran : G (Gravida), P (Para), A (Abortus), H (Hidup).
-          Golongan darah.
-          Riwayat persalinan : yaitu jarak antara 2 kelahiran, tempat melahirkan, lama melahirkan, cara melahirkan (spontan dengan vacum ekstraksi, forceps atau operasi).
-          Masalah / gangguan kesehatan yang timbul sewaktu hamil dan melahirkan seperti : perdarahan, letak sungsang / lintang, pre-eklampsia, infeksi uterus, infeksi saluran kemih.
-          Nifas mengalami panas, pendarahan dan bagaimana laktasinya.
-          Anak : Jenis kelamin, hidup / mati, bila meninggal umur berapa, sebab meninggal, berat badan atau panjang badan waktu lahir.
-          KB : Pelru dicatat bagi ibu yang mengikuti atau pernah mengikuti KB. Hal ini penting diketahui apakah kehamilan sekarang direncanakan atau tidak.
c.       Riwayat kehamilan sekarang
Yang perlu dikaji : Sejak kapan ibu merasakan pergerakan anak, umur kehamilan, ANC berapa kali, dimana imunisasi TT didapatkan, therapy yang didapatkan dan penyuluhan yang didapatkan.
4.      Riwayat kesehatan ibu
Mengetahui kemungkinan penyakit-penyakit yang menyertai kehamilan dan dapat mempengaruhi kehamilannya atau kehamilan memperberat penyakitnya.
5.      Riwayat kesehatan keluarga
Untuk mengetahui adanya :
-          Penyakit keturunan : hipertensi, DM, jantung dan asthma.
-          Penyakit menular : TBC, hepatitis.
-          Keturunan kembar.
6.      Riwayat psikososial, budaya dan spiritual
Untuk mengetahui keadaan psikososial, budaya dan spiritual  klien antara lain :
-          Jumlah anggota keluarga.
-          Dukungan materiil dan moril yang didapat dari keluarga.
-          Pandangan dan penerimaan keluarga terhadap kehamilannya.
-          Kebiasaan-kebiasaan yang menguntungkan kesehatan.
-          Pandangan terhadap kehamilannya, persalinan, dan anak.
-          Agama yang dianut dan keyakinan yang dijalankan.
7.      Pola kebiasaan
-          Nutrisi
Perlu disampaikan bagaimana pemenuhan nutrisi selama hamil, apakah sudah sesuai kebutuhan ibu hamil.
-          Aktifitas
Bagi ibu hamil pekerjaan rumah tangga dapat dilaksanakan bekerja sesuai kemampuan dan makin dikurangi semakin tuanya kehamilan. Perlu ditanyakan untuk mengetahui masalah yang terjadi selama kehamilan berapa kali dalam seminggu melakukannya.
B.     Pengumpulan data obyektif
Data objektif dari pasien / klien dapat dikumpulkan melalui beberapa cara yaitu :
-          Pemeriksaan fisik untuk mengumpulkan keadaan fisik pasien / klien baik yang normal maupun yang menunjukkan kelainan. Pemeriksaan fisik dilakukan secara lengkap.
-          Pemeriksaan khusus yang berkaitan dengan kehamilan dan sistem reproduksi, misalnya pemeriksaan Leopold dan pemeriksaan dalam (vagina).
-          Pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendukung penegakan diagnosa seperti pemeriksaan laboratorium, rontgen, USG dan lain-lain.
1.      Pemeriksaan pandangan keadaan umum
Langkah awal pemeriksaan fisik adalah pengamatan keadaan umum pasien / klien.
§  Postur tubuh
Gemuk atau kurus, tinggi atau pendek, perut tampak lebih besar atau tidak.
§  Gerakan tubuh
Cara berjalan, berdiri, duduk, berbicara, posisi anggota tubuh, lemah, menggigil, sesak dan sebagainya.
§  Ekspresi wajah
Gembira, sedih, ketakutan, kesakitan, pucat, ketawa dan sebagainya.
2.      Berat dan tinggi badan
Tujuan pengukuran berat dan tinggi badan adalah untuk memastikan kesan umum terhadap tubuh pasien / klien terutama mengenai derajat kegemukannya. Berat badan           dalam ukuran kilogram dan tinggi badan dalam ukuran sentimeter (cm).
3.      Pengukuran temperatur, tekanan darah dan denyut nadi
Perbedaan suhu, tekanan darah dan denyut nadi dari normal akan menunjukkan adanya gangguan kesehatan di dalam tubuh pasien.
4.      Pemeriksaan fisik
Di dalam pemeriksaan kulit dapat dilakukan :
§  Observasi : warna dan perut bekas luka.
§  Palpasi : kelembaban dan turgor.
5.      Kepala dan leher
a.       Rambut
§  Observasi warna rambut, panjang dan bentuknya, ketombe, kerontokan.
§  Palpasi : kelembaban rambut.
b.      Tempurung kepala
§  Observasi bentuk, benjolan, infeksi.
§  Palpasi : bila tampak benjolan untuk mengetahui bekas, bentuk, kekenyalan dan mobilitasnya.
c.       Mata
Observasi terutama conjungtiva, apakah pucat, kering atau tampak bercak bitot, kelainan visus terutama rabun senja.
d.      Telinga
Observasi daun telinga, lubang dan liang telinga, apakah ada kelainan atau tidak.
e.       Hidung
Observasi batang hidung, lubang dan liang hidung, apakah ada kelainan atau tidak.
f.       Muka
Observasi kulit wajah, apakah ada chloasma gravidarum,, apakah pucat.
g.      Mulut
Observasi bibir dan rongga mulut, apakah bibir kering atau pucat, warna rongga mulut, sariawan, bau mulut.
h.      Gigi
Observasi gigi dan gusi, apakah ada caries, gigi palsu, gigi hilang, infeksi gigi, sariawan.
i.        Leher
§  Observasi : bentuk dan ukuran leher.
§  Palpasi : Glandula tyroidea dan glandula limfe, bila ditemukan benjolan dilakukan palpasi untuk mengetahui besarnya kekenyalan dan mobilisasi bila digerakkan.
6.      Dada dan aksilla
a.       Dinding thoraks
§  Observasi : Bentuk thoraks.
§  Palpasi : Dilakukan bila ada kelainan seperti benjolan.
b.      Payudara
§  Observasi ukuran, bentuk dan warna kulit dan puting susu.
§  Palpasi dirasakan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan, rasa sakit (oleh karena adanya infeksi).
c.       Aksilla
§  Observasi ada benjolan.
§  Palpasi : sakit, tumor.
7.      Abdomen
§  Observasi dilakukan untuk mengetahui bentuk abdomen, perhatikan ada tidaknya striae pada dinding abdomen.
§  Observasi dinding abdomen untuk mengetahui gerak uterus (his), gerak janin dan tanda-tanda kehamilan.
§  Palpasi untuk mengetahui tinggi fundus uteri yang erat kaitannya dengan umur kehamilan. Pemeriksaan Leopold, dengan mempalpasi abdomen untuk menentukan letak janin di dalam uterus, cekunagn perut, nyeri tekan, tes osborn, ukuran panggul luar.
§  Auskultasi dilakukan untuk mengetahui bunyi jantung anak.
8.      Anggota gerak
a.       Tangan
Observasi keadaan tangan terutama telapak tangan dan kuku, apakah tampak pucat / sianosis.
b.      Kaki
Observasi dilakukan untuk menentukan varises atau odema.
9.      Tulang punggung
Observasi bentuk tulang punggung, lordosis.
10.  Anus
§  Bersih.
§  Ada hemoroid / tidak.
11.  Vulva
§  Oedema dan varices.
§  Tanda chadwick.
§  Pengeluaran pervaginam : flour albus, darah, nanah.
§  Adakah luka-luka pada vulva atau tanda penyakit kelamin.
§  Pemeriksaan vulva.
C.     Palpasi
Tujuan :
1.      Menentukan besarnya rahim.
2.      Menentukan letak anak dalam rahim.
Macam-macam teknik palpasi :
1.      Menurut Leopold
2.      Menurut Budine
Tujuan      :  Mengetahui letak punggung janin, bila dengan Leopold II tidak jelas.
Caranya    :  a.    Ibu tidur terlentang, kaki flexi pada sendi-sendi paha dan sendi lutut.
                    b.   Pemeriksaan berdiri di samping kanan ibu dan menghadap ke arah muka ibu.
                    c.    Uterus diketengahkan tangan kiri pemeriksaan mendorong fundus ke arah simfisis, sedang tangan lain dengan ujung-ujung jari mencari bagian-bagian keras janin, bila teratur bagian keras dan menonjol itu adalah punggung.
3.      Menurut Ahlfed
Tujuan      :  Mengetahui letak punggung janin, bila dengan Leopold II tidak jelas.
Caranya    :  a.    Ibu tidur terlentang, kaki flexi pada sendi-sendi paha dan sendi lutut.
                    b.   Pemeriksaan berdiri di samping kanan ibu dan menghadap ke arah muka ibu.
                    c.    Tangan kiri diletakkan tegak di tengah perut ibu, lalu tekan ke arah punggung ibu supaya janin terdorong ke salah satu sisi, sedang tangan yang lain mencari bagian keras janin.
4.      Menurut Knebel
Tujuan      :  Mengetahui letak kepala atau bokong, bila dengan Leopold I tidak jelas.
Caranya    :  Satu tangan berada di fundus dan tangan lain di atas symphisis digoyang secara bergantian.
Palpasi menurut Leopold terbagi menjadi 4 bagian :
1.      Leopold I
Tujuan      :  -     Menentukan tuanya kehamilan.
                    -     Menentukan bagian janin yang ada di fundus uteri.
Caranya    : 
-          Ibu berbaring terlentang, kakki flexi, uterus diketengahkan.
-          Pemeriksaan berdiri di samping kanan dan menghadap ke muka ibu.
-          Kedua tangan pemeriksa dengan jari-jari dirapatkan diletakkan di atas fundus uteri dan diraba dengan ujung jari bagian apa yang berada di fundus.
-          Tepi atas fundus uteri ditentukan besarnya pada kehamilan 24 minggu, fundus uteri setinggi pusat atau dengan cara lain menurut Mc. Donald : mengukur TFU dengan menggunakan pita pengukur mulai dari tepi atas symphisis sampai fundus uteri dengan rumus :
2.      Leopold II
Tujuan      :  -     Menentukan letak punggung janin dalam bagian-bagian kecil janin (pada letak bujur).
                    -     Menentukan kepala janin (pada letak lintang).
Caranya    : 
-          Pemeriksaan berdiri di samping kanan ibu menghadap ke arah ibu.
-          Ibu tidur terlentang, kaki flexi pada sendi lutut dan sendi paha.
-          Kedua tangan pemeriksa pindah ke samping kanan dari kiri perut ibu.
-          Salah satu tangan mendorong pelan bagian samping perut dan tangan yang lain meraba / dilakukan bergantian pada masing-masing bagian samping kemudian dirasakan sebelah mana punggung janin berada, punggung janin sebagian tekanan yang lebih keras dan memanjang dari atas ke bawah, sedangkan bagian lain dapat teraba bagian-bagian kecil janin, misalnya tangan dan kaki.
-          Pada letak lintang teraba kepala atau bokong.
3.      Leopold III
Tujuan      :  -     Mengetahii bagian terendah janin yang berada di atas symphisis.
                    -     Mengetahui bagian terendah sudah masuk atau belum ke PAP.
Caranya    : 
-          Ibu tidur terlentang, kaki flexi pada sendi lutut dan sendi paha, uterus diregangkan.
-          Pemeriksa berdiri di samping kanan menghadap ke arah muka ibu.
-          Tangan kanan pemeriksa diregangkan pada ibu jari, sedang tangan lain merapatkan, kemudian diletakkan di atas symphisis dan mencengkram bagian terendah. Bila teraba lunak, melebar, tidak melenting  berarti bokong, bila teraba keras, bulat, melenting berarti kepala.
-          Bagian terendah digoyangkan, bila masih dapat digoyangkan berarti belum masuk PAP, bila tidak dapat digoyangkan berarti sudah masuk PAP.
4.      Leopold IV
Tujuan      :  Selain untuk mengontrol Leopold III juga untuk menentukan apakah bagian bawah anak sudah masuk PAP atau belum.
Caranya    : 
-          Ibu tidur terlentang, kaki flexi pada sendi lutut dan sendi paha.
-          Pemeriksaan berdiri di samping kanan ibu dengan menghadap ke arah kaki ibu.
-          Kedua tangan dengan jari-jari dirapatkan diletakkan di atas symphisis.
-          Diraba dengan ujung jari bagian janin apa yang berada di symphisis.
-          Bila kedua tangan ujung jari masih bertemu berarti kepala belum masuk PAP (convergen). Bila ujung jari tidak bertemu dan mengarah (divergen) berarti kepala sudah masuk PAP.
D.    Perkusi
Reflek lutut negatif.
-          Klien mengalami kekurangan vitamin B1. Vitamin B1 penting untuk pembakaran hidrat arang, guna menghasilkan tenaga. Defisiensi vitamin B1 menyebabkan penggunaan glukosa oleh jaringan saraf pusat, selain itu juga dapat menyebabkan degenerasi selubung mielin serabut-serabut saraf pada saraf perifer dan pada susunan saraf pusat.
E.     Auskultasi
Tujuan :
-          Mengetahui ada tidaknya Djj (tanda hamil pasti bila terdengar Djj).
-          Mengetahui frekuensi dan irama Djj (anak sehat atau kekurangan O2).
F.      Pemeriksaan panggul
Tujuan :
Untuk mengetahui keadaan panggul ibu hamil apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat menimbulkan penyulit persalinan.
Pemeriksaan panggul meliputi :
1.      Pengukuran panggul luar meliputi :
a.       Distantia spinarum (23-26 cm).
b.      Distantia cristarum (26-29 cm).
c.       Conjugata externa / boudeloque (18-20 cm).
d.      Lingkar panggul.
e.       Distantia spina illiaca posterior superior (8-10 cm).
f.       Distantia tuberum (10,5-11 cm).
2.      Pengukuran panggul dalam meliputi :
a.       Promontorium (tidak teraba).
b.      Linea inominata (teraa 2/3 bagian).
c.       Sakrum (cekung).
d.      Spina ischiadica (menonjol).
e.       Arcus pubis (900).
G.    Pemeriksaan laboratorium
Tujuan dilakukan pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil :
1.      Urine albumine
Untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan pada air kemih, misalnya gejala pre eklamsi, penyakit ginjal, radang kandung kencing.
2.      Urine reduksi
Untuk mengetahui kadar glukosa dalam urine, sehingga dapat mendeteksi penyakit DM pada ibu hamil yang merupakan faktor resiko dalam kehamilan maupun persalinan.
-         : tetap biru atau hijau jernih
+        : kuning
+ +     : oranye
+ + +  : merah bata / coklat
3.      Hemoglobin
Untuk mendeteksi adanya anemi pada ibu hamil bila Hb kurang dari 10 gr % (11 gr %).
4.      USG
Untuk mengetahui keadaan janin, letak janin, usia kehamilan dan perkiraan persalinan.
2.3.2        Langkah II : Mengidentifikasi Diagnosa dan Masalah
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktek kebidanan.
Contoh : GI P00000 usia kehamilan 24 minggu.
DS  :  -     Ibu mengatakan hamil anak yang pertama.
          -     Ibu mengatakan hamil 6 bulan.
DO :  TFU setinggi pusat (usia kehamilan 24 minggu).
2.3.3        Langkah III :         Mengantisipasi Diagnosa atau Masalah Potensial dan Mengantisipasi Penanganannya
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial / dagnosa potensial berdasarkan diagnosa / masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila mungkin dilakukan pencegahan. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap mencegah diagnosa / masalah potensial ini menjadi benar-benar terjadi. Langkah ini penting sekali dalam melakukan asuhan yang aman.
Contoh : GI P00000 usia kehamilan 24 minggu potensial terjadi :
DS  :  -     Partus prematur.
          -     BBLR.
2.3.4        Langkah IV : Menetapkan Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan / dokter untuk dikonsultasikan / ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah keempat mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan.
Contoh :
Pada pemeriksaan ANC ditemukan ibu hamil pertama, usia kehamilan 24 minggu tanpa ada masalah. Dengan data di atas kita bisa menentukan tindakan yang paling tepat dan penting untuk ibu hamil tersebut. misalnya : Memberikan KIE pada ibu.
2.3.5        Langkah V : Menyusun Rencana Asuhan yang Menyeluruh
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi. Pada langkah ini informasi data yang tidak lengkap dapat dilengkapi. Semua keputusan yang dikembangkan dalam asuhan menyeluruh ini harus rasional dan benar-benar valid berdasarkan pengetahuan dan teori yang up to date serta sesuai dengan asumsi tentang apa yang akan dilakukan klien. Kaji ulang apakah rencana asuhan sudah meliputi semua aspek asuhan kesehatan terhadap ibu / wanita.
2.3.6        Langkah VI : Pelaksanaan Langsung Asuhan dengan Efisien dan Aman
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan seluruhnya oleh bidan / sebagian lagi oleh klien / anggota tim kesehatan lainnya.
2.3.7        Langkah VII : Mengevaluasi
Pada langkah VII ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang telah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar-benar efektif dalam pelaksanaannya.





BAB 3
TINJAUAN KASUS

3.1  Pengkajian
Tanggal : 10-11-2008                                                         Pukul : 09.30 WIB
3.1.1        Data Subjektif
3.1.1.1     Biodata
Nama ibu                   : Ny. “N”
Umur                         : 25 tahun
Agama                       : Islam
Pendidikan                : SMU
Suku / bangsa            : Jawa / Indonesia
Pekerjaan                   : Ibu rumah tangga
Alamat                       : Pulo Tegal Sari Sandiwara
Riwayat perkawinan : 1 kali, lamanya 1 tahun

Nama suami               : Tn. “I”
Umur                         : 25 tahun
Agama                       : Islam
Pendidikan                : SMU
Suku / bangsa            : Jawa / Indonesia
Pekerjaan                   : Wiraswasta
Alamat                       : Pulo Tegal Sari Sandiwara
Riwayat perkawinan : 1 kali, lamanya 1 tahun
3.1.1.2     Keluhan utama
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilan yang pertama usianya 6 bulan.
3.1.1.3     Riwayat kebidanan
a.       Riwayat haid
Menarche         : 13 tahun
Siklus               : 28 hari
29
 
Lamanya          : + 6-7 hari
Jumlah              : 2-3 kotek
Warna               : Merah
Dismenorrhoe   : Tidak pernah
Fluor albus       : Tidak ada.
HPHT               : 8-6-2008
PP                     : 15-3-2009
b.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Hamil No
Perka winan
Ikhtisar Kehamilan
Persalinan Lalu
♂ / ♀
Hidup Umur
Mati Sebab
PB / BB
Puerperium
Aterm
P
I
A

I

1

Hamil ini











c.       Riwayat KB
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan kontrasepsi jenis apapun.
d.      Riwayat kehamilan sekarang
Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang pertama, ibu mengatakan HPHT : 8-6-2008, PP : 15-3-2009.
Keluhan trimester I :
Ibu mengatakan memeriksakan kehamilannya di BPS sejak hamil muda mengeluh mual, muntah dan nafsu makan berkurang.
Ibu mengatakan mendapatkan therapie obat anti muntah dan vitamin.
Keluhan trimester II :
Ibu mengatakan memeriksakan kehamilannya 1 kali di BPS, saat ini nafsu makan membaik dan tidak mual dan muntah lagi.
Ibu mengatakan saat ini tidak ada keluhan apa-apa.
3.1.1.4     Riwayat kesehatan ibu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC, hepatitis dan tidak pernah menderita penyakit menurun antara lain : kencing manis, jantung.
3.1.1.5     Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dari pihak keluarga baik dari ibu maupun suami tidak ada yang menderita penyakit menurun antara lain kencing manis, jantung, hipertensi.
Ibu mengatakan dari pihak keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular antara lain TBC, hepatitis dan tidak ada keturunan kembar.
3.1.1.6     Riwayat psikososial, budaya dan spiritual
§  Riwayat psikososial
Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang benar-benar diharapkan oleh ibu dan keluarga. Tanggapan keluarga terhadap kehamilannya baik, dibuktikan dengan ibu diantarkan oleh suami untuk memeriksakan kehamilannya.
Ibu bersama suami merencanakan persalinannya di RS Budi Rahayu, Blitar.
§  Riwayat budaya
Ibu akan merayakan upacara selamatan 7 bulanan menurut adat Jawa, ibu tidak pantang makanan.
§  Riwayat spiritual
Ibu mengatakan beragama Islam dan melakukan sholat 5 waktu.
3.1.1.7     Pola kebiasaan sehari-hari
a.       Nutrisi
Sebelum hamil :
Makan 3 kali sehari dengan cukup nasi, sayur, lauk dan pauk dan minum + 6-8 gelas/hari. Ibu tidak memiliki riwayat alergi / pantangan makanan.
Selama hamil :
§  Trimester I :
Ibu makan 1 kali sehari dengan porsi 1 piring, sedangkan minum 6-8 gelas/hari.
§  Trimester II :
Ibu makan 3 kali sehari dengan porsi 1 piring, sedangkan minum 6-8 gelas/hari. Ibu tidak ada pantangan makanan dan tidak ada alergi makanan.
b.      Aktifitas
Sebelum hamil :
Ibu mengatakan pekerjaan rumah tangga dibantu oleh suami seperti memasak, mencuci. Waktu luang untuk nonton TV.
Selama hamil :
§  Trimester I :
Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri dengan dibantu oleh suami seperti memasak, mencuci. Waktu luang untuk nonton TV.
§  Trimester II :
Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri dengan dibantu oleh suami seperti memasak, mencuci. Waktu luang untuk nonton TV.
c.       Istirahat
Sebelum hamil :
Tidur siang jam 13.00-15.00 WIB + 2 jam, istirahat malam jam 21.00-05.00 WIB + 8 jam. Jumlah istirahat dalam sehari               + 10 jam.
Selama hamil :
§  Trimester I :
Tidur siang jam 13.00-14.00 WIB + 1 jam, istirahat malam jam 21.00-05.00 WIB + 8 jam. Jumlah istirahat dalam sehari + 9 jam.
§  Trimester II :
Tidur siang jam 13.00-14.00 WIB + 1 jam, istirahat malam jam 21.00-05.00 WIB + 8 jam. Jumlah istirahat dalam sehari + 9 jam.
d.      Personal hygiene
Sebelum hamil :
Mandi 2 kali sehari (pagi dan sore), gosok gigi 4 kali sehari, ganti baju tiap kali mandi, cuci rambut 2 kali seminggu.
Selama hamil :
§  Trimester I :
Mandi 2 kali sehari (pagi dan sore), gosok gigi 4 kali sehari, ganti baju tiap kali mandi, cuci rambut 2 kali seminggu.
§  Trimester II :
Mandi 2 kali sehari (pagi dan sore), gosok gigi 4 kali sehari, ganti baju tiap kali mandi, cuci rambut 2 kali seminggu.
e.       Eliminasi
Sebelum hamil :
-          BAB 1 kali sehari.
Konsistensi    : Lembek
Warna            : Kuning.
Bau                : Khas
-          BAK 3-4 kali sehari.
Warna            : Kuning.
Bau                : Khas
Selama hamil :
Trimester I :
-          BAB 1 kali sehari, konsistensi lembek, warna kuning, bau khas.
-          BAK 4-6 kali sehari, warna kuning jernih, bau khas.
Trimester II :
-          BAB 1 kali sehari, konsistensi lembek, warna kuning, bau khas.
-          BAK 4-5 kali sehari, warna kuning, jernih, bau khas.
f.       Sexual
Sebelum hamil.
Ibu mengatakan hubungan sexual 2-3 kali seminggu. Ibu mengatakan tidak ada kelainan dan tidak ada keluhan.
Selama hamil.
§  Trimester I :
Ibu tidak pernah melakukan hubungan sexual karena takut keguguran.
§  Trimester II :
Ibu melakukan hubungan sexual 1 kali seminggu.
3.1.2        Data Objektif
a.       Pemeriksaan umum
§  Keadaan umum : Baik
§  Kesadaran          : Composmentis
§  Postur tubuh      : Tegak.
§  Cara berjalan      : Baik.
§  TTV :
-          Tensi            : 110/70 mmHg
-          Nadi            : 80 x/menit
-          Suhu            : 36 0C
-          RR               : 20 x/menit
-          BB sebelum hamil   : 48 kg
-          BB sekarang            : 49,5 kg
-          Tinggi badan            : 150 cm
-          LILA                       : 23 cm
b.      Pemeriksaan fisik
-          Inspeksi
Kepala      :  Rambut hitam, tidak ada ketombe, kulit kepala bersih, tidak ada benjolan.
Muka        :  Tidak pucat, tidak oedema, ada chloasma gravidarum ekspresi wajah ceria.
Mata         :  Simetris, tidak ada conjungtivitis, sklera mata tidak kuning, selaput lendir tidak pucat.
Telinga     :  Simetris, tidak mengeluarkan sekret, pendengaran baik, bersih.
Hidung     :  Simetris, tidak ada polip, bersih, tidak mimisan, tidak ada sadle nose.
Mulut       :  Bibir tidak kering, bibir tidak pucat, tidak ada rhagaden, tidak ada stomatitis, gigi tidak caries, gigi tidak berlubang, lidah tidak kotor, lidah dijulurkan tidak bergetar.
Leher        :  Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis.
Tangan     :  Simetris, kuku bersih, tidak oedem.
Ketiak      :  Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, ketiak bersih, tidak ada accesoriasis mammae.
Dada        :  Simetris, pernafasan normal.
Payudara  :  Membesar, simetris, puting susu menonjol, hyperpigmentasi areola mammae primer dan sekunder, ada pembesaran kelenjar montsgomery, terdapat striae albicans dan tidak ada striae livide.
Perut        :  Membesar, pusat mendatar, tidak ada bekas luka pada dinding perut.
Pelipatan paha : Bersih, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada tanda hernia inguinalis.
Kaki         :  Simetris, tidak ada kelainan, tidak oedem, kuku pendek, kedua kaki bersih, tidak ada varices.
Punggung :  Simetris, tidak ada tanda spina bifide.
Vulva       :  Vulva bersih, tidak ada oedem, tanda chadwick ada, ttidak ada condilomatalata dan bartolinies condiloma accuminata, tidak ada fluor albus.
Anus        :  Tidak haemorrhoid.
-          Perut : Palpasi
Leopold   I A    :  3 jari di bawah pusat.
                 I B    :  Ballotement Å.
                 II A  :  Ballotement Å.
                 II B   :  Ballotement Å.
                 III     :  Ballotement Å.
                 IV     :  Ballotement Å.
c.       Auskultasi
Djj Å baik (12-12-12) frekuensi 144 x/menit.
d.      Perkusi
Reflek patella +/+.
e.       Ukuran panggul luar
Tidak dikaji.
f.       Laboratorium
Darah  : Hb 13 gr %.
Urine   : Tidak dikaji.
g.      Kesimpulan
Ibu benar-benar hamil, seorang primigravida usia kehamilan 20 minggu, kehamilan intrauterin, teraba ballotement, keadaan umum ibu dan janin baik.
             
3.2  Identifikasi Masalah / Diagnosa
Tanggal
Diagnosa / Masalah
Data Dasar

10-11-2008
Jam
09.30 WIB

GI P00000, kehamilan 20 minggu, teraba ballotement

S  :



O :

S :
-       Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama.
-       Ibu mengatakan tidak haid selama 5 bulan.
-       HPHT 8-6-2008.
-       Ibu mengatakan sudah merasakan pergerakan anak.

-       Tensi   : 110/70 mmHg
-       Nadi    : 80 x/menit
-       Suhu   : 36 0C
-       RR      : 20 x/menit
Tanggal
Diagnosa / Masalah
Data Dasar




-       BB sebelum hamil : 48 kg
-       BB sekarang          : 49,5 kg
-       Tinggi badan         : 150 cm
-       LILA                     : 23 cm
-       Palpasi :
TFU 3 jari dibawah pusat, teraba ballotement.
-       Auskultasi
Djj Å baik (12-12-12) frekuensi 144 x/ menit.
-       PP : 15-3-2009.
-       Pemeriksaan lab.
Hb 13 gr %.


3.3  Antisipasi Masalah Potensial
 

3.4  Identifikasi Kebutuhan Segera
 








BAB 4
PEMBAHASAN

            ANC (antenatal care) adalah pemeriksaan kehamilan guna menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu serta janin dalam kehamilannya, persalinan dan nifas, serta mendeteksi keadaan yang mengandung resiko saat hamil, inpartu dan nifas.
            Setelah meninjau kembali berdasarkan teori yang penulis dapatkan dan pengalaman yang diperoleh pada waktu praktek di lapangan dalam melaksanakan pemeriksaan kehamilan fisiologis, penulis dapat membandingkan antara teori dan kasus nyata, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyimpulkan menjadi suatu diagnosa yaitu GI P00000 hamil 20 minggu, tunggal, hidup.
            Dengan mempelajari kasus diatas penulis sebagai calon bidan harus dapat memberikan pelayanan asuhan terutama pemeriksaan kehamilan pada trimester 2. Untuk mencegah meningkatnya angka kematian ibu, hal ini juga ditekankan oleh ahli ilmu kebidanan dan kandungan, prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo SPOG (alm.) dalam bukunya Ilmu Kebidanan edisi ketiga (2002), tujuan maternity rate atau pelayanan kebidanan ialah “menjamin agar wanita hamil melahirkan bayi sehat tanpa gangguan apapun dan kemudian dapat merawat bayinya dengan baik”.
            Berdasarkan data yang diambil pada Ny. “I” tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek yang didapat penulis di lapangan pada asuhan kebidanan ini tidak didapatkan masalah yang muncul sehingga tidak dilakukan penanganan secara khusus.

41
 

BAB 5

PENUTUP


5.1  Simpulan
             Selama melakukan asuhan kebidanan pada Ny. “N” dengan GI P00000 usia 20 minggu penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
  1. Pada pengkajian dapat menyimpulkan secara menyeluruh dan benar karena adanya kerjasama antara pasien dengan petugas.
  2. Pada identifikasi diagnosa / masalah
Pada asuhan kebidanan yang dibuat oleh penulis berdasarkan anamnesa baik data subyektif ataupun obyektif tidak didapatkan adanya suatu kesenjangan antara teori dan praktek. Dalam kasus ini ditemukan diagnosa yaitu GI P00000 usia kehamilan 20 minggu.
  1. Pada antisipasi masalah potensial
Pada asuhan kebidanan yang dibuat oleh penulis tidak didapatkan antisipasi masalah potensial.
  1. Pada identifikasi kebutuhan segera
Pada asuhan kebidanan tidak diberikan pemenuhan kebutuhan segera karena tidak didapatkan masalah potensial.
  1. Pada rencana atau intervensi
Dari diagnosa yang didapatkan maka dapat dilakukan rencana tindakan yang sesuai dengan diagnosa yaitu :
a.       Lakukan pendekatan therapeutik.
b.      Lakukan pemeriksaan kehamilan secara lengkap.
c.       Menjelaskan hasil pemeriksaan.
d.      Berikan KIE tentang personal hygiene, makanan yang bergizi, istirahat yang cukup.
e.       Menjelaskan tentang tanda bahaya dalam kehamilan.
f.       Berikan obat / therapy
g.     
42
 
Anjurkan pada ibu untuk kontrol secara teratur.
  1. Pada implementasi
Implementasi yang diberikan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat, tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek, implementasi dibuat sesuai dengan rencana tindakan yang dibuat yaitu :
a.       Melakukan pendekatan therapeutik.
b.      Melakukan pemeriksaan kehamilan.
c.       Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan.
d.      Menjelaskan tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan kepada ibu.
e.       Memberikan obat / therapy
f.       Menganjurkan ibu untuk kontrol secara teratur.
  1. Evaluasi
Pada evaluasi tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek.
Asuhan kebidanan yang telah diberikan berhasil dilaksanakan karena adanya beberapa faktor yaitu :
a.       Adanya kerjasama yang baik antara klien dengan petugas kesehatan.
b.      Sikap yang sopan dan ramah dari petugas sehingga klen lebih kooperatif dengan tindakan dari petugas kesehatan.
c.       Adanya peran suami dan keluarga.

5.2  Saran
  1. Untuk petugas
§  Diharapkan dapat melaksanakan asuhan kebidanan lebih komprehensif dan petugas mampu memberikan pelayanan kesehatan dengan menggunakan asuhan kebidanan sesuai dengan prosedur tetap.
§  Diharapkan petugas mampu membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan wawasan tentang kehamilan dan ANC sehingga dapat memberi asuhan kebidanan secara cepat, tepat dan maximal.
§  Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sehingga mampu mendeteksi dini apabila ditemukan adanya kelainan pada ibu hamil.
§  Diharapkan antara petugas kesehatan saling kerjasama untuk meningkatkan mutu pelayanan.
  1. Untuk pasien
§  Pasien dianjurkan untuk memeriksakan kehamilannya secara teratur.
§  Mengkonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung lebih banyak protein dan minum vitamin yang cukup.
§  Dianjurkan untuk segera ke RS atau tenaga kesehatan terdekat apabila perdarahan, pusing yang sangat.
  1. Untuk suami / keluarga
§  Hendaknya suami / keluarga selalu mendukung dan melibatkan diri dalam kehamilan ini misalnya : Dengan bersedia untuk mengantar ibu periksa (kontrol hamil).
§  Hendaknya suami selalu “SIAGA” bila ibu kelak merasakan adanya tanda persalinan.

DAFTAR PUSTAKA
 

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1999. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC.

Prawirohardjo, Sarwono. 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.  Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

UNPAD. 1983. Obstetri Fisiologi. Bandung

Sastrawinata, Sulaiman. 1981. Obstetri Fisiologi. Bandung : Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.


ASUHAN KEBIDANAN
ANC FISIOLOGIS PADA Ny. “N” DENGAN GI P00000
USIA KEHAMILAN 20 MINGGU
DI PUSKESMAS JAGIR KECAMATAN WONOKROMO
SURABAYA




 












Disusun Oleh :
FRANSISKA YULIASTUTIK
NIM : 06.9.625





DIII KEBIDANAN 
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

2008
LEMBAR PENGESAHAN

Telah diperiksa dan disetujui untuk disyahkan sebagai Laporan Asuhan Kebidanan ANC Fisiologis Trimester II pada Ny. “N” dengan GI P00000 Usia Kehamilan 20/21 Minggu di Puskesmas Jagir Kecamatan Wonokromo Surabaya.
Pada                                                          hari :           tanggal :



Mahasiswa
fakultas ilmu kesehatan , UM SURABAYA
Surabaya
 kristianingrum


NIM. 2010.0661.072


Mengetahui,
Pembimbing Pendidikan
Akademi Kebidanan  universitas Muhammadiyah surabaya 



(Erni Kurniawati, AMd. Keb)
Pembimbing Praktek
Puskesmas Jagir
Surabaya



(Lailatul Lutfiah, AMd. Keb)





ii
 
 

KATA PENGANTAR
 

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, kami dapat menyusun Asuhan Kebidanan ANC Fisiologis Trimester II pada Ny. “N” GI P00000 Usia Kehamilan 20 / 21 Minggu di Puskesmas Jagir Surabaya.
            Dalam membuat Asuhan Kebidanan ini penulis mendapatkan bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      dr. Sri Peni Tjadjati, selaku Kepala Puskesmas Jagir Surabaya.
2.      Hermina Humune, S.Kp, selaku Direktur Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya.
3.      Lailatul Lutfiah, AMd. Keb, selaku pembimbing praktek Puskesmas Jagir Surabaya.
4.      Erni Kurniawati, AMd. Keb, selaku pembimbing pendidikan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya.
5.      Rekan-rekan sekalian yang telah membantu dan mendukung dalam penyusunan Laporan ini.
             Akhirnya demi kesempurnaan Laporan ini, penulis mohon kritik dan saran yang sifatnya mendukung dan membangun dan kiranya Laporan ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca umumnya.

Surabaya,    Desember 2008

Penulis


iii
 

DAFTAR ISI

 

Halaman
LEMBAR JUDUL .............................................................................................        i
LEMBAR PENGESAHAN ...............................................................................       ii
KATA PENGANTAR .......................................................................................      iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................      iv
BAB 1 ..... PENDAHULUAN ...........................................................................       1
1.1      Latar Belakang ..........................................................................       1
1.2      Tujuan .......................................................................................       1
1.2.1        Tujuan Umum ...............................................................       1
1.2.2        Tujuan Khusus ..............................................................       1
1.3      Batasan Masalah .......................................................................       2
1.4      Metode Penulisan ......................................................................       2
1.5      Sistematika Penulisan ................................................................       2
BAB 2 ..... LANDASAN TEORI ......................................................................       4
2.1      Konsep Dasar Kehamilan ..........................................................       4
2.1.1        Pengertian .....................................................................       4
2.1.2        Perubahan Psikologik pada Wanita Hamil ....................       4
2.1.3        Kebijakan Program ........................................................       6
2.1.4        Kebijakan Teknis ...........................................................       6
2.1.5        Tanda dan Gejala Kehamilan ........................................       6
2.1.6        Masalah-masalah pada Wanita Hamil ...........................       7
2.1.7        Kebutuhan Adaptasi Psikologis Trimester II ................       8
2.1.8        Gizi Ibu Hamil ..............................................................       9
2.1.9        Senam Hamil .................................................................     11
2.1.10    Nasehat-nasehat untuk Ibu Hamil .................................     11
2.2      Konsep Dasar ANC ..................................................................     11
2.3      Konsep Dasar Manajemen Kebidanan ......................................     15
BAB 3...... TINJAUAN KASUS .......................................................................     29
3.1      Pengkajian .................................................................................     29
3.2     
iv
 
Identifikasi Masalah / Diagnosa ................................................     36
3.3      Antisipasi Masalah Potensial .....................................................     37
3.4      Identifikasi Kebutuhan Segera .................................................     37
3.5      Rencana Pengembangan ...........................................................     38
BAB 4...... PEMBAHASAN ..............................................................................     41
BAB 5...... PENUTUP ........................................................................................     42
5.1  Simpulan .....................................................................................     42
5.2  Saran ...........................................................................................     43
DAFTAR PUSTAKA
v
 
v
 
 









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar